Anda di halaman 1dari 5

HORMON TESTOSTERON

Disususn oleh :
Anissa Riyawati K3313008
Debora Filiasari K3313020
Feby Nur Fitriani K3313026
Ida Madyani K3313034
Lasni Julita Sitanggang K3313034
Maria Ciptaning Sabdo K. K3313044
Nofia Wulandari K3313050
Nur Latifah K3313052
Rahma Ayuningtyas K3313056
Ridho Rahmaji K3313058
Rizky Irsyadi K3313064

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2015
A. PENGERTIAN
Hormon testosteron adalah hormon steroid dari kelompok
androgen. Penghasil utama testosteron adalah testis pada pria dan indung
telur (ovarium) pada wanita, namun dalam jumlah kecil bagi wanita dan
sebagian kecil pula dihasilkan pada zona retikularis korteks kelenjar
adrenal. Hormon ini merupakan hormon seksual pria utama yang
merupakan steroid anabolik. Baik pria maupun wanita, testosteron
memegang peran penting bagi kesehatan. Secara rata-rata, pria
menghasilkan 20 kali testosteron lebih banyak dibanding wanita.

B. FUNGSI
Testosteron umumnya
berfungsi untuk meningkatkan libido , energi, fungsi imun, dan
perlindungan terhadap osteoporosis.

1. Libido

Testosteron memberikan kontribusi untuk dorongan seksual aktif baik pada


pria maupun wanita.

2. Metabolisme

Testosteron meningkatkan fungsi metabolisme pada pria, yang


berkontribusi terhadap penyembuhan lebih cepat dan total lemak tubuh
bagian bawah.

3. Sperma

Testosteron diperlukan untuk proses pematangan sperma dan memberikan


kontribusi terhadap kualitas keseluruhan dari sperma.

C. KELAINAN
Kelainan pada hormon testosteron menyangkut kekurangan serta
kelebihan kadar hormon testosteron. Dimana kelebihannya biasa disebut
sebagai hiperandrogenik yang sering terjadi pada wanita. Kekurangan
hormon ini biasa disebut sebagai hipoandrogenik yang sering dialami oleh
pria.
Kekurangan testosteron pada pria dapat menyebabkan :
a. Disfungsi ereksi
b. Osteoporosis
c. Perasaan tidak bersemangat
d. Mudah lelah

Kelebihan testosteron pada wanita dapat menyebabkan :

a. Virilisasi (gejala kelebihan testosteron)

b. Hirustisme (pertumbuhan rambut tidak normal)

c. Jerawat (mengingkatnya produksi sebum)

d. Kebotakan
D. PENANGANAN KELAINAN PADA TESTOSTERON
a. Kekurangan testosteron pada pria dapat ditangani dengan cara
pemberian obat androgenik dengan dosis yang disesuaikan
dengan kebutuhan pasien
b. Kelebihan testosteron pada wanita dapat ditangani dengan cara
pemberian penstabil testosteron atau penyeimbang hormonal
(gerontology)

E. MEKANISME PELEPASAN HORMON TESTOSTERON


Di dalam otak, diproduksi GRH (gonadotropin releasing hormone)
yang dilepaskan dalam jumlah tertentu oleh otak sehingga mempengaruhi
produksi FSH (follicle stimulating hormone). Kedua hormon ini berperan
aktif dalam produksi testosteron bagi pria maupun wanita. Testosteron
yang dihasilkan dilepas di dalam darah dengan bantuan SHBG (Sex
Hormone-Binding Globulin) dalam bentuk tidak teraktifkan dan dalam
keadaan bebas. Sehingga banyaknya SHBG ini juga mempengaruhi
jumlah testosteron yang nantinya akan tersktivasi.

F. KESIMPULAN
1. Hormon testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen.
Penghasil utama testosteron adalah testis pada pria dan indung telur
(ovarium) pada wanita.
2. Testosteron umumnya berfungsi untuk meningkatkan libido , energi, fungsi
imun, dan perlindungan terhadap osteoporosis

3. Kekurangan testosteron pada pria dapat menyebabkan : Disfungsi ereksi,


osteoporosis, perasaan tidak bersemangat, mudah lelah.

4. Kelebihan testosteron pada wanita dapat menyebabkan : Virilisasi (gejala


kelebihan testosteron), hirustisme (pertumbuhan rambut tidak normal),
jerawat (mengingkatnya produksi sebum), kebotakan .

5. Kekurangan testosteron pada pria dapat ditangani dengan cara pemberian


obat androgenik dengan dosis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien,
Kelebihan testosteron pada wanita dapat ditangani dengan cara pemberian
penstabil testosteron atau penyeimbang hormonal (gerontology).
6. Mekanisme pelepasan testosteron : produksi GRH pada otak yang
mempengaruhi produksi FSH. Testosteron dilepas dalam darah dengan
bantuan SHBG dalam bentuk inaktif dan bebas.