Anda di halaman 1dari 15

SURVEI DGPS DAN ETS UNTUK PENGUKURAN EXISTING WELL

KERANGKA ACUAN KERJA


SURVEI DGPS DAN ETS

AGUSTUS 2016

MEDCO ENERGY
Daftar Isi

Daftar Isi ....................................................................................................................................... i


Daftar Tabel.................................................................................................................................. i
1. Pendahuluan ......................................................................................................................... 1
2. Cakupan Kerja ...................................................................................................................... 1
3. Datum Survei......................................................................................................................... 1
3. Ringkasan Metode ................................................................................................................ 2
3.1 Statik GPS ........................................................................................................................ 3
3.2 Pengolahan Baseline Radial ........................................................................................... 3
4. Peralatan .......................................................................................................................... 3
4.1 Receiver GPS................................................................................................................... 3
4.2 Antena GPS...................................................................................................................... 3
4.3 Electronic Total Station.................................................................................................... 4
4.4 Peralatan terkalibrasi ....................................................................................................... 4
4.5 Spesifikasi Teknis Peralatan ........................................................................................... 4
5. Validasi Titik Referensi ......................................................................................................... 5
5.1 Persyaratan Umum .......................................................................................................... 5
5.2 Titik Referensi .................................................................................................................. 6
5.3 Titik Pengamatan Baru .................................................................................................... 6
5.4 Pengamatan Window dan Geometri Satelit................................................................... 7
5.5 Pengambilan dan Validasi Data...................................................................................... 7
6. Pengolahan Data .................................................................................................................. 7
7. Data yang Dikirimkan ........................................................................................................... 8
8. Jadwal .................................................................................................................................. 10
LAMPIRAN ................................................................................................................................ 11
LAMPIRAN 1 AREA SURVEI .................................................................................................. 12
LAMPIRAN 2 KANDIDAT TITIK REFERENSI ....................................................................... 13

Daftar Tabel
Tabel 1. Data yang dikirimkan ............................................................................................... 9
Tabel 2. Jadwal Proyek ....................................................................................................... 10

i
1. Pendahuluan

Maksud dari survei ini adalah survei GPS dengan GPS Geodetik dan Electronic
Total Station (ETS) untuk pengukuran Existing Well di area Blok A.
Survei ini akan digunakan sebagai data dasar untuk perencanaan pembangunan
area Blok A

2. Cakupan Kerja

Jangka waktu survei adalah sekitar 10 hari


Survei dan investigasi mencakup:
- Investigasi benchmark referensi/titik ikat
- Investigasi dari keberadaan existing well /survei rekonaisan
- Membangun titik benchmark baru, masing masing 2 buah untuk 3 lokasi
- Melakukan survei DGPS dengan dual frekuensi
- Melakukan survei dengan ETS (Electronic Total Station) untuk mendapatkan
nilai koordinat well yang tidak bisa dilakukan dengan survei DGPS secara
langsung

3. Datum Survei

Sistem koordinat akan direferensikan kedalam WGS 1984 dan Universal tranverse
mercator dan datum Djakarta ellipsoid bessel 1841 pada sistem proyeksi zona 47
North. nilai Elevasi akan direferensikan ke dalam ellipsoid (atau akan ditentukan
lebih lanjut oleh Perusahaan). Adapun parameter geodesi yang akan
diimplementasikan kedalam semua data posisi termasuk data akuisisi, peta akhir dan
pelaporan adalah sebagai berikut:

Datum : WGS-1984
Spheroid : ITRF-2000/ WGS 1984
Semi-major axis (a) : 6 378 137 metres
Inverse flattening : 298.257223563
Projection/Zone : Universal Transverse Mercator (UTM)/ 47N
Central Meridian (CM) : 109E
False Easting : 500 000meter
False Northing : 0 meter
Scale Factor of CM : 0.9996

1
Latitude of Origin : 00 (Equator)
Unit of Coordinates : International Metres

Datum : Djakarta/Batavia
Spheroid : Bessel 1841
Semi-major axis (a) : 6 377 397.155 metres
Inverse flattening : 299.1528128
Projection/Zone : Universal Transverse Mercator (UTM)/ 47N
Central Meridian (CM) : 109E
False Easting : 500 000meter
False Northing : 0 meter
Scale Factor of CM : 0.9996
Latitude of Origin : 00 (Equator)
Unit of Coordinates : International Metres

Transformasi datum
Transformasi datum menggunakan metode Molodensky dengan paramater sebagai
berikut (WGS 1984 ke Bessel 1841):
- Translasi X : 377 m
- Translasi Y : - 681 m
- Translasi Z : 50 m

3. Ringkasan Metode

Adapun metode survei GPS dijelaskan sebagai berikut: Metode pengamatan


dilakukan dengan pengamatan relatif statik, receiver GPS yang digunakan adalah
tipe geodetik dan lama pengamatan minimum 90 menit untuk jarak baseline kurang
dari 5 km, dan minimum 180 menit untuk baseline dari 5.1 km sampai dengan 10 km,
dan minimum 5 jam untuk pengamatan lebih dari 10 km, menggunakan receiver GPS
dual frekuensi, jumlah dari satelit yang teramati selama pengamatan adalah 6 satelit
dengan jumlah GDOP maksimum adalah 4 atau 5, untuk mencegah sinyal yang
terefleksi dan mendapatkan interseksi geometri satelit yang bagus, angle mask dari
antenna minimum 15 derajat, nilai standar deviasi koordinat horizontal dan vertikal
yang dihasilkan harus lebih kecil dari 0.050 meter, GPS tipe geodetik dual frekuensi
yang digunakan harus mendapatkan kalibrasi selama 6 bulan sekali dan harus
dilaporkan kepada Perusahaan.

2
Untuk beberapa Existing well yang tidak bisa dijangkau atau tidak memungkinkan
dilakukan pengamatan langsung dengan DGPS, maka pengambilan koordinat di
existing well tersebut dilakukan dengan survey ETS (Electronic Total Station),
dengan titik base dan backsight untuk Electronic Total Station tersebut menggunakan
titik benchmark yang baru.

3.1 Statik GPS

Metode pengamatan dengan menggunakan survei statik pada dasarnya dapat


mengeliminasi kesalahan sistematik yang sangat diperlukan untuk pengamatan
dengan akurasi tinggi. Survei statik digunakan untuk menghasilkan baseline antara
dua titik pengamatan GPS dengan menyimpan data pengamatan pada waktu
tertentu dengan geometri satelit yang berubah-rubah.

3.2 Pengolahan Baseline Radial

Pengambilan dan pengolahan data akan dilakukan dengan metode radial, bukan
dengan metode jaring.

4. Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan ini ada dua peralatan utama yaitu GPS
tipe geodetik dan ETS(Electronic Total Station),
Peralatan GPS yang digunakan pada umumnya mencakup dua komponen utama
yaitu receiver dan antenna.

4.1 Receiver GPS

Untuk pengukuran orde pertama, kedua dan ketiga membutuhkan receiver GPS
yang mampu melakukan penyimpanan data yang cukup, ketika pengamatan data,
receiver dan perangkat lunak harus memiliki kemampuan dual frekuensi.

4.2 Antena GPS

Bila memungkinkan tipe antena GPS yang digunakan harus sama dan mempunyai
kemampuan dual frekuensi, ketika menggunakan tripod atau tower maka tribach
dengan nivo atau kolimator harus digunakan untuk mendapatkan centering dan
levelling yang akurat. Tinggi tripod yang tetap harus digunakan untuk pengukuran

3
orde tiga atau untuk pengukuran vertikal yang lebih teliti. Penggunaan dengan pole
range bisa digunakan untuk survei stakeout dan survei lainnya yang umum selain
mengukur titik benchmark.

4.3 Electronic Total Station

Peralatan Electronic Total Station (ETS) digunakan untuk membantu pengambilan


koordinat pada beberapa Existing Well yang tidak memungkinkan dilakukan
pengamatan secara langsung oleh GPS, titik base utama/titik referensi dan titik
backsight untuk ETS menggunakan dua titik benchmark baru hasil pengamatan
GPS.

4.4 Peralatan terkalibrasi

Semua peralatan harus diperiksa secara rutin untuk menjaga keakuratan hasil
pengukuran. Kesalahan yang dihasilkan dari kekurangan perawatan harus
dieliminasi untuk memastikan hasil survei tersebut valid. Level, optical plummet dan
kolimator harus dikalibrasi sebelum pengamatan GPS dan ETS dilakukan.

4.5 Spesifikasi Teknis Peralatan

Peralatan DGPS harus memiliki kemampuan atau spesifikasi minimum sebagai


berikut:
Trimble R-Track technology
Advanced Trimble MaxwellTM Custom Survei GNSS Chip
High precision multiple correlator for GNSS pseudorange measurements
Unfiltered, unsmoothed pseudorange measurements data for low noise, low
multipath error, low time domain correlation and high dynamic response
Very low noise GNSS carrier phase measurements with <1 mm precision in a
1 Hz bandwidth
Signal-to-Noise ratios reported in dB-Hz
Proven Trimble low elevation tracking technology
72 Channels (minimum):
GPS L1 C/A Code, L2C, L1/L2/L5 Full Cycle Carrier1
GLONASS L1 C/A Code, L1 P Code, L2 P Code, L1/L2 Full Cycle Carrier
4 SBAS WAAS/EGNOS Channels
Static Survei :
Horizontal : 3 mm + 0.5 ppm RMS

4
Vertical : 5 mm + 0.5 ppm RMS

Peralatan ETS harus memiliki kemampuan atau spesifikasi minimum sebagai berikut:

Accuracy of angle measurement (ISO 17123-3:2001): 5 "


Display Resolution Angle : 1"/5" / 0.001 m/0.01ft
Laser output : Reflectorless class 1
Rectile illumination : 5 brightness levels
Normal Measurement Refrectorless : (3mm + 2ppmxD) mm
Normal Measurement AP/CP Prism : (2mm + 2ppmxD) mm
Refrectorless Measurement Range : 0.3 - 500 m
One AP Prism Measurement Range: 1.3 to 5000 m
Measuring time (fine/rapid/tracking): 0.9s/ 0.7s/ 0.3s
Measuring Frequency: 50 MHz
Telescope Magnification: 30x/ 2.5"
Finish Line Accuracy: 0,1 - 0,2 mgon
Shortest Focusing Distance: 0.3 m
Compensator : 2-axis liquid tilt sensor compensation
Temperature Range: -20 to 50 C.

5. Validasi Titik Referensi

5.1 Persyaratan Umum

Titik baru pengamatan harus dilakukan dengan metode statik dan baseline radial.
Titik referensi (nilai koordinat) yang digunakan harus dengan sepengetahuan dan
seijin dari Perusahaan.

Manajer Proyek atau Senior Surveior harus memperhatikan peringatan NANU


(Notice Advisory to Navstar Users) secara mingguan (bila diperlukan).

Geometri satelit harus diperhatikan termasuk kesehatan satelit.

Sebelum dan sesudah survei, Senior Surveior harus memperhatikan model geoid
(bila diperlukan), termasuk model geoid lokal yang diinginkan, penggunaan model
geoid harus dengan sepengetahuan dan seijin dari Perusahaan, bila tidak ada
rekomendasi penggunaan model lokal geoid, maka Kontraktor bisa memilih geoid
global seperti EGM 2008, dan sebagainya.

5
5.2 Titik Referensi

Pemilihan titik benchmark referensi harus dilakukan dengan teliti dan seksama
untuk meminimalisir kesalahan dari interferensi elektromagnetik, efek multipath,
dan kendala bangunan lainnya diatas 10 derajat sampai dengan 15 derajat.

Pemilihan titik benchmark referensi harus dengan sepengetahuan dan seijin dari
Perusahaan dan harus ditentukan datum yang digunakan.

Untuk titik titik calon benchmark dapat dilihat pada lampiran 2.

5.3 Titik Pengamatan Baru

Titik benchmark dan titik pengamatan baru harus dibangun pada area yang
stabil dan jarak baseline pengamatan tidak melebihi kemampuan dari peralatan
yang digunakan.

Jumlah titik benchmark baru yang akan digunakan sebagai titik referensi pada
pengukuran selanjutnya adalah sebanyak 6 buah dengan distribusi masing
masing sebanyak 2 buah untuk 3 lokasi berbeda.

Titik benchmark baru terbuat dari bahan konkrit dengan rangka besi didalamnya,
dengan dimensi ukuran 20 x 20 x100 cm, terkubur +/- 80 cm, kenampakan +/- 20
cm dari permukaan tanah.

Jumlah titik pengamatan Existing Well adalah 10 buah.

Jumlah total pengamatan DGPS/ETS adalah 16 buah meliputi BM (benchmark)


baru dan Existing Well.

Surveyor harus memastikan pada setiap lokasi pengamatan harus mempunyai


kondisi lingkungan yang baik dan meminimalisir interferensi elektromagnetik,
efek multipath, dan kendala fisik diatas 10 derajat sampai 15 derajat.

Semua titik baru atau pengamatan baru harus dilakukan penomoran atau
marker, penomoran sebagai tanda harus sesuai dengan kode yang diminta oleh
Perusahaan.

Perusahaan akan memberikan jumlah titik benchmark baru berikut penomoran


sebagai tandanya.

6
5.4 Pengamatan Window dan Geometri Satelit

Kontraktor harus memastikan bahwa pengamatan window dan konfigurasi satelit


sudah sesuai dengan kriteria dan hasil yang diinginkan; dapat mendeteksi kesalahan
dan cycle slips dalam pengamatan. Geometri satelit akan memberikan efek terhadap
keakuratan koordinat baik horisontal dan vertikal. Pengamatan window dan
konfigurasi satelit harus mengikuti standar sebagai berikut:

- Satelit yang tidak sehat yang terdapat dalam data pengamatan tidak dimasukan
kedalam proses pengolahan

- Minimum sudut elevasi pengamatan yang diterima sebaiknya tidak kurang dari
15 derajat

- Jumlah minimum satelit yang terlibat adalah 6 satelit

- Lama pengamatan harus cukup; minimum 60 menit sampai 90 menit

- Nilai dari Positional Dilution of Precision (PDOP) dan Geometric Dilution of


Precision (GDOP) harus 4 atau 5.

- Nilai maksimum dari Vertical Dilution of Precision (VDOP) harus 4 atau 5.

5.5 Pengambilan dan Validasi Data

Data pseudorange dan phase harus disimpan secara kontinu dengan interval
pengamatan tidak lebih besar dari 15 detik

Data harus di loging dari satelit yang berada pada elevasi sama dengan dan
diatas 15 derajat. Status kesehatan satelit harus diperhatikan sebab akan
mengakibatkan kontribusi terhadap VDOP dan PDOP

Harus diperhatikan nilai tinggi antena, nilai tinggi antena yang digunakan adalah
nilai rata rata dari minimal 3 kali pengukuran dari 3 sisi berbeda dari receiver GPS
nya.

Surveyor harus mendokumentasikan kondisi sekitar titik pengamatan, memastikan


bahwa antena GPS terbebas dari segala kendala atau obstruksi.

6. Pengolahan Data

Baseline harus dihitung dalam WGS 1984 dan Bessel 1841. Pengolahan data
harus memasukan koreksi ionosper, precise ephemeris harus digunakan.

Paramater pengolahan baseline harus memperhatikan :

7
- jumlah dan lokasi cycle slips, jika beberapa satelit memiliki jumlah cycle slips yang
besar, maka pengolahan ulang harus dilakukan dengan tidak memasukan nomor
satelit tersebut.

- komponen baseline dx, dy, dz, de, dn, dh serta nilai RMSE harus tidak melebihi
0.050 meter atau harus lebih teliti dari nilai tersebut.

Koordinat final pada titik pengamatan baru, harus mengikuti prosedur sebagai
berikut:

- nilai standar deviasi maksimum adalah 0,050 meter.


- nilai elevasi dihitung atau direferensikan kedalam tinggi elispoid dan tinggi
orthometrik (jika diperlukan),
- Koordinat yang ditampilkan dalam bentuk WGS 1984 dan Bessel 1841.

7. Data yang Dikirimkan

Pada akhir pengambilan data, semua data termasuk data titik referensi dan data
pengamatan titik baru, parameter pengamatan, dokumentasi foto dan semua data
yang berhubungan akan di-packing dan dijaga oleh party chief dan senior surveyor.
Data akan dimasukan kedalam disc dan atau USB, ketika data sudah sampai di
kantor, pengecekan data akan dilakukan dengan memperhatikan shipping invoice
atau daftar pengiriman barang. Ketika sudah selesai dicek, semua data akan
dikirimkan ke kantor Perusahaan di Jakarta.
Berikut ini adalah ringkasan produk dari proyek (data) dan rentang waktu
pengirimannya adalah sebagai berikut:

8
Tabel 1. Data yang dikirimkan
Data yang dikirimkan Tugas Personel Waktu

Data di lapangan
Laporan verifikasi DGPS Senior Surveyor Mobilisasi
Laporan harian Senior Surveyor Di site - harian
Data di kantor
Laporan kegiatan lapangan Party Chief/Senior -
Surveyor
Draft dan laporan akhir: Party Chief/Geodetic Dikantor, final
report adalah
Sketsa peta kondisi titik pengamatan Engineer
satu minggu
Deskripsi titik pengamatan setelah draft
report yang
Diagram kendala sudah
Log pengamatan direview
diterima
Data raw DGPS kembali
Hasil proses pengolahan

9
8. Jadwal
Tabel 2. Jadwal Proyek

Waktu hari ke
No. Kegiatan (hari) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Contract Award 0
2 Site Survey 18
Office Preparation 1 4.2
Mobilisation 1 4.2
Site Preparation 2 4.2 4.2
BM AS area x 2 1 4.2
Sumur AS-03 1 4.2
Sumur AS-06 1 4.2
Sumur AS-07A 1 4.2
Sumur AS-09 1 4.2
BM JR area x 2 1 4.2
Sumur JR-05 1 4.2
Sumur JR-17 1 4.2
Sumur JR-31 1 4.2
Sumur JR-56 1 4.2
Sumur JR-57 1 4.2
BM AR area x 2 1 4.2
Sumur AR-01 1 4.2
Demobilisation 1 4.2
3 Processing reporting 6
Processing reporting 4 5.6 5.6 5.6 5.6
Final report submission 2 4.2 4.2

10
LAMPIRAN

11
LAMPIRAN 1 AREA SURVEI

GEOGRAPHIC COORDINATES UTM COORDINATES UTM COORDINATES


ZONE 47 NORTH ZONE 47 NORTH
WELL NAME DATUM WGS 84 DATUM WGS 84 DATUM DJAKARTA
ELLIPSOID WGS 84 ELLIPSOID WGS 84 ELLIPSOID BESSEL 1841
y_proj x_proj y_proj x_proj
AS-03 4 53 41.723 N 97 38 53.129 E 541200.192 350097.623 541249.252 349832.247
AS-06 4 53 40.273 N 97 38 45.908 E 541156.100 349875.086 541205.160 349609.710
AS-07A 4 52 46.693 N 97 38 53.446 E 539510.000 350104.000 539559.064 349838.623
AS-09 4 53 32.484 N 97 38 44.201 E 540917.000 349821.999 540966.061 349556.623
AR-01 5 2 17.735 N 97 36 45.888 E 557057.000 346211.000 557106.025 345945.639
JR-05 4 57 21.681 N 97 36 43.639 E 547964.138 346122.555 548013.184 345857.190
JR-17 4 57 3.928 N 97 36 41.548 E 547419.001 346057.000 547468.048 345791.635
JR-31 4 57 32.091 N 97 36 56.747 E 548283.000 346527.000 548332.045 346261.635
JR-56 4 57 16.095 N 97 36 21.363 E 547794.000 345436.000 547843.047 345170.637
JR-57 4 56 31.999 N 97 36 46.419 E 546438.000 346205.000 546487.050 345939.635

12
LAMPIRAN 2 KANDIDAT TITIK REFERENSI

13