Anda di halaman 1dari 1

Cinta terpendam

Pada awalnya aku tidak pernah punya rasa suka atau sayang sama teman sekelasku,
tapi saat itu saat dia duduk di depanku aku mulai merasakan cinta yang berdebar di
jantungku. Dia sangat lucu, pintar dan pastinya dia tampan. Dari pertemuan itulah lalu aku
jatuh hati padanya. Setiap hari aku selalu liatin dia, liatin gaya dia bicara, ngelawak pokoknya
aku benar-benar jatuh hati padanya.

Hari-hari pun berlalu aku selalu memikirkannya, membayangkannya, aku selalu menghayal
supaya aku bisa jadi miliknya namun itu sangatlah mustahil. Tidak mungkin dia bisa suka
sama aku, lagipula dia kan kaya, pintar, sedangkan aku..

Balkon, Iya balkon sekolahku yang selalu jadi langganan jika aku ingin memikirkan dia,
ingin menghayal semua tentang dia. Kadang aku suka ngomong sendiri senyum senyum
sendiri. Aku berasa separuh jiwaku sudah ada di dirinya. Aku selalu bercanda sama dia, aku
kira dia merespon aku tapi aku lihat-lihat ternyata dia begitu sama semua temannya. Aku
semakin sedih, aku selalu berdoa agar dia bisa suka juga sama aku. Pada saat itu benar-benar
patah hatiku, remuk jantungku, ternyata temanku suka sama dia. Aku tak tahu harus bilang
apa tapi aku tidak bisa juga bilang kalau aku suka sama dia juga, akhirnya walau sakit aku
terus menahannya.

Temanku tulis di mejanya mia love aji, hatiku semakin hancur. Aji juga sepertinya merespon
mia, aku pun hanya bisa sedih sedih dan menangis. Setiap hari aku pendam rasa cintaku pada
aji, ingin rasanya aku menyatakan cintaku padanya tapi aku takut kalau dia tahu dia akan
menjauhiku lagipula aku gak enak sama mis temanku. Aku pun hanya bisa menunggu
menunggu dan menunggu dia.