Anda di halaman 1dari 22

PRINSIP KERJA GENERATOR AC 1 FASA

MAKALAH

Di Susun Untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Dasar Konversi Energi Listrik

Strata-1 Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik

Universitas Tridinanti Palembang

Di susun oleh :

1. Imam Tarmizi
1523110514
2. Winrian Syah
1523110517

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
2016
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................1

1
BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................2
1 .1................................................................................... Latar belakang 2
1 .2............................................................................................... Tujuan 2
1 .3.................................................................................... Permasalahan 2
1 .4......................................................................... Pembatasan masalah 3
1 .5........................................................................ Sistematika penulisan 3
BAB 2 LANDASAN TEORI.......................................................................4
2.1 Pengertian generator.......................................................................4
2.2 Jenis jenis generator......................................................................5
2.3 Komponen utama generator AC......................................................6
BAB 3 PRINSIP KERJA GENERATOR AC 1 FASA..............................15
BAB 4 KESIMPULAN..............................................................................21
DAFTAR PUSTAKA 22

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Prinsip kerja generator AC 1 Fasa ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Ir. Muhammad
Helmi, MT selaku Dosen mata kuliah Dasar Konversi Energi Listrik Universitas
Tridinanti Palembang yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai prinsip kerja generator AC 1 fasa. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna.

Palembang, Mei 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar belakakang
Listrik sangatlah penting bagi kehidupan manusia, dengan adanya
listrik manusia bisa mengerjakan pekerjaan dengan efektif, kita bisa menoton

1
TV, menelfon, main games, memasak dan lain lain. Di dunia ada banyak
sumber tenaga listrik, ada PLTA, ada PLTD, PLTU dan lain-lain, semua itu
membutuhkan alat untuk bisa menghasilkan listrik yaitu generator. Generator
adalah mesin yang digunakan untuk mengubah energi mekanis menjadi
energi listrik pada dan berdasarkan arus yang dihasilkan generator dibagi
menjadi dua yaitu generator AC dan generar DC. Dan yang akan dibahas
pada makalah ini lebeih spesifik pada generator AC 1 fasa dikarenakan sering
digunakan untuk pembangkit listrik yang kecil dan menengah.

1. 2. Tujuan
Tujuan utama dari pembuatan makalah ini untuk dapat mempelajari dan
memahami prinsip kerja generator AC 1 Fasa hingga menghasilkan arus listik

1. 3. Permasalahan
Permasalahan pada generator sangat banyak dikarenakan generator sendiri
mempunyai macam macam jenisnya.
- Jenis generator berdasarkan putaran medan dibagi menjadi :
a. generator sinkron
b. generator asinkron
- Jenis generator berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan :
a. generator arus searah (DC)
b. generator arus bolak balik (AC)
- Jenis generator dilihat dari fasanya :
a. generator satu fasa
b. generator tiga fasa
- Jenis generator berdasarkan bentuk rotornya :
a. generator rotor kutub menonjol
b. generator rotor kutub rata (silindris)

1. 4. Pembatasan masalah
Dikarenakan terlalu banyak nya jenis jenis generator yang ada maka penulis
akan mencoba berfokus pada :
a. Pengertian generator AC 1 fasa
b. Prinsip kerja generator AC 1 fasa

2
1. 5. Sistematika penulisan
Bab 1 :Pendahuluan
Latar belakang, Tujuan, Permasalahan, Pembatasan masalah dan
Sistematika Penulisan
Bab 2 :Landasan teori
Bab 3 :Prinsip kerja generator AC 1 Fasa
Bab 4 : Kesimpulan

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Generator Listrik


Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik
dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi
elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau
generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor adalah alat yang
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Generator mendorong
muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi
generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya.
Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air, yang menciptakan aliran
air tapi tidak menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa berupa
resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melakui sebuah turbin
maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan,
energi surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apa pun sumber
energi mekanik yang lain.

3
Sedangkan Generator sinkron (sering disebut alternator) itu sendiri
adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi
daya listrik. Generator sinkron dapat berupa generator sinkron tiga fasa atau
generator sinkron AC satu fasa tergantung dari kebutuhan.

2.2 Jenis jenis generator


1. Jenis generator berdasarkan letak kutubnya dibagi menjadi :
a. generator kutub dalam : generator kutub dalam mempunyai medan
magnet yang terletak pada bagian yang berputar (rotor).
b. generator kutub luar : generator kutub luar mempunyai medan magnet
yang terletak pada bagian yang diam (stator)

4
2. Jenis generator berdasarkan putaran medan dibagi menjadi :
a. generator sinkron
b. generator asinkron

3. Jenis generator berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan :


a. Generator Arus Bolak-Balik (AC), Generator arus bolak-balik yaitu
generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan out put ) berupa
tegangan bolak-balik.
b. Generator Arus Searah (DC), Generator arus searah yaitu generator
dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan out put) berupa tegangan
searah, karena didalamnya terdapat sistem penyearahan yang dilakukan
bisa berupa oleh komutator atau menggunakan dioda.
4. Jenis generator dilihat dari fasanya
a. Generator 1 fasa = Generator yang hanya menghasilkan listrik berupa fasa
dan netral
b. Generator 3 fasa = Generator yang menghasilkan listrik berupa 3 fasa R,
S dan T.

5. Jenis generator berdasarkan bentuk rotornya


a. generator rotor kutub menonjol biasa digunakan pada generator dengan
rpm rendah seperti PLTA dan PLTD

5
b. generator rotor kutub rata (silindris) biasa digunakan pada pembangkit
listrik / generator dengan putaran rpm tinggi seperti PLTG dan PLTU

2.3 Komponen utama Generator AC


Komponen utama dari sebuah generator listrik dapat secara luas
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Mesin
2. Alternator
3. Sistem Bahan Bakar
4. Voltage Regulator
5. Pendingin dan Exhaust System
6. Sistem Pelumasan
7. Charger Baterai
8. Control Panel
9. Kerangka Utama / Frame

Uraian tentang komponen utama dari generator diberikan di bawah ini :

1. Mesin

Mesin adalah sumber energi input mekanis untuk generator. Ukuran mesin
berbanding lurus dengan output daya maksimum generator dapat pasokan. Ada
beberapa faktor yang Anda perlu diingat saat menilai mesin generator Anda. Para
produsen mesin harus dikonsultasikan untuk mendapatkan spesifikasi operasi
mesin penuh dan jadwal pemeliharaan.

a. Bahan Bakar
yang Digunakan mesin Generator beroperasi pada berbagai bahan bakar
seperti diesel, bensin, propana (dalam bentuk cair atau gas), atau gas alam. Mesin
yang lebih kecil biasanya beroperasi pada bensin sementara mesin yang lebih
besar berjalan pada diesel, propana cair, gas propana, atau gas alam. Mesin
tertentu juga dapat beroperasi pada umpan ganda dari kedua solar dan gas dalam
mode operasi bi-bahan bakar.

b. Overhead Valve (OHV)


Mesin versus non-OHV Mesin mesin OHV berbeda dari mesin lain
dalam bahwa katup intake dan exhaust dari mesin yang terletak di kepala silinder
mesin sebagai lawan yang dipasang pada blok mesin. Mesin OHV memiliki
beberapa keunggulan dibandingkan mesin lain seperti:

6
Desain ringkas
Mekanisme Simpler operasi
Daya Tahan
User-friendly dalam operasi
Namun, OHV-mesin juga lebih mahal daripada mesin lainnya.

c. Cast Iron Sleeve (CIS) di Cylinder Engine


CIS adalah lapisan dalam silinder mesin. Mengurangi keausan, dan
memastikan daya tahan mesin. Kebanyakan OHV-mesin dilengkapi dengan CIS
tetapi penting untuk memeriksa fitur ini di mesin generator. CIS adalah bukan
merupakan fitur mahal tetapi memainkan peranan penting dalam daya tahan
mesin terutama jika Anda harus menggunakan generator Anda sering atau untuk
jangka waktu yang panjang.

2. Alternator
Alternator, juga dikenal sebagai genhead, adalah bagian dari generator
yang menghasilkan output listrik dari input mekanis yang diberikan oleh mesin.
Ini berisi perakitan bagian-bagian diam dan bergerak terbungkus dalam
perumahan. Komponen bekerja sama untuk menyebabkan gerakan relatif antara
medan magnet dan listrik, yang pada gilirannya menghasilkan listrik.

a. Stator
Ini adalah komponen stasioner. Ini berisi satu set konduktor listrik luka
dalam gulungan lebih dari inti besi.

b. Rotor / Amature
Ini adalah komponen bergerak yang menghasilkan medan magnet
berputar pada salah satu dari tiga cara berikut:
Berdasarkan induksi - Ini dikenal sebagai alternator brushless dan
biasanya digunakan pada generator besar.
Dengan magnet permanen Ini adalah umum pada unit alternator kecil.
Dengan menggunakan sebuah exciter Exciter adalah sebuah sumber
kecil arus searah (DC) yang memberikan energi rotor melalui perakitan
melakukan slip ring dan sikat.
Rotor menghasilkan medan magnet yang bergerak di sekitar stator,
yang menginduksi perbedaan tegangan antara gulungan stator. Ini
menghasilkan arus bolak-balik (AC) output dari generator.

7
Berikut ini adalah faktor-faktor yang Anda perlu diingat saat menilai
alternator generator:

Logam Plastik dibandingkan Perumahan Sebuah desain semua-logam


menjamin daya tahan alternator. Rumah plastik mendapatkan cacat
dengan waktu dan menyebabkan bagian yang bergerak dari alternator
yang akan terkena. Ini meningkat keausan dan yang lebih penting, adalah
berbahaya bagi pengguna.
Ball Bearing Bearing dibandingkan Jarum Bantalan peluru lebih
disukai dan lebih lama.
Brushless Desain Sebuah alternator yang tidak menggunakan sikat
membutuhkan perawatan yang kurang dan juga menghasilkan listrik
bersih.

3. Sistem Bahan Bakar


Tangki bahan bakar biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk
menjaga generator operasional selama 6 sampai 8 jam pada rata-rata. Dalam
kasus unit generator kecil, tangki bahan bakar adalah bagian dari dasar skid
generator atau dipasang di atas bingkai generator. Untuk aplikasi komersial,
mungkin perlu untuk mendirikan dan menginstal tangki bahan bakar
eksternal. Semua instalasi tersebut tunduk pada persetujuan dari Divisi
Perencanaan Kota. Klik link berikut untuk rincian lebih lanjut mengenai
tangki bahan bakar untuk generator .

Fitur umum dari sistem bahan bakar adalah sebagai berikut:

a. Pipa sambungan dari tangki bahan bakar untuk mesin Garis pasokan
mengarahkan bahan bakar dari tangki ke mesin dan jaringan balik
mengarahkan bahan bakar dari mesin ke tangki.
b. Ventilasi pipa untuk tangki bahan bakar Tangki bahan bakar memiliki
pipa ventilasi untuk mencegah penumpukan tekanan atau vakum selama
pengisian ulang dan drainase tangki. Jauhkan logam kontak antara nosel
pengisi dan tangki bahan bakar untuk menghindari percikan api.

8
c. Overflow koneksi dari tangki bahan bakar ke pipa pembuangan ini
diperlukan sehingga setiap meluap selama mengisi ulang tangki tidak
menyebabkan tumpahan cairan pada genset.
d. Bahan Bakar pompa Ini bahan bakar transfer dari tangki penyimpanan
utama ke tangki hari. Pompa bahan bakar biasanya dioperasikan secara
elektrik.
e. Bahan Bakar Air Separator / Fuel Filter hal ini memisahkan air dan
asing dari bahan bakar cair untuk melindungi komponen lain dari
generator dari korosi dan kontaminasi.
f. Bahan Bakar Injector Ini atomizes bahan bakar cair dan semprotan
jumlah yang diperlukan bahan bakar ke ruang pembakaran mesin.

4. Voltage Regulator
Sesuai namanya, komponen ini mengatur tegangan keluaran dari
generator. Mekanisme ini dijelaskan di bawah ini terhadap satu komponen
yang berperan dalam proses siklus regulasi tegangan.
a. Voltage Regulator : Konversi Tegangan AC ke DC Kini regulator
tegangan memakan sebagian kecil dari output generator tegangan AC dan
mengkonversikannya menjadi arus DC. Regulator tegangan DC ini
kemudian feed saat ini untuk satu set gulungan sekunder di stator, yang
dikenal sebagai gulungan exciter.
b. Exciter Belitan : Konversi DC ke AC Current Kini gulungan exciter
sekarang mirip dengan gulungan stator utama fungsi dan menghasilkan
arus AC kecil. Gulungan exciter yang terhubung ke unit yang dikenal
sebagai berputar rectifier.
c. Rotating Rectifier : Konversi dari AC ke DC Current kini ini
memperbaiki arus AC yang dihasilkan oleh gulungan exciter dan
mengubahnya menjadi arus DC. Ini arus DC diumpankan ke rotor /
angker untuk menciptakan medan elektromagnetik selain medan magnet
yang berputar rotor / angker.
d. Rotor / Amature : Konversi DC sekarang untuk Tegangan AC Rotor /
angker sekarang menginduksi tegangan AC yang lebih besar di seluruh
gulungan stator, yang kini memproduksi generator sebagai tegangan
output AC yang lebih besar.
Siklus ini terus berlanjut sampai generator mulai memproduksi setara
tegangan output untuk kapasitas operasi penuh. Sebagai output dari kenaikan

9
generator, regulator tegangan kurang menghasilkan arus DC. Setelah
generator mencapai kapasitas operasi penuh, regulator tegangan mencapai
keadaan kesetimbangan dan menghasilkan DC saat ini hanya cukup untuk
mempertahankan output generator di tingkat operasi penuh.
Bila Anda menambahkan beban untuk generator, output tegangan dips
sedikit. Hal ini mendorong regulator tegangan ke dalam tindakan dan siklus
di atas dimulai. Siklus ini berlanjut sampai landai output generator sampai
dengan kapasitas operasi yang asli penuh.

5. Pendingin & Exhaust Sistem


a. Sistem Pendingin
Penggunaan terus menerus generator menyebabkan berbagai
komponen untuk mendapatkan memanas. Sangat penting untuk memiliki
pendingin dan sistem ventilasi untuk menarik panas yang dihasilkan dalam
proses.
Air baku / segar kadang-kadang digunakan sebagai pendingin untuk
generator, tetapi ini sebagian besar terbatas pada situasi tertentu seperti
generator kecil dalam aplikasi kota atau unit yang sangat besar di atas 2250
kW dan di atas. Hidrogen kadang-kadang digunakan sebagai pendingin
untuk gulungan stator unit pembangkit besar karena lebih efisien dalam
menyerap panas dari pendingin lainnya. Hidrogen menghilangkan panas dari
generator dan transfer melalui penukar panas menjadi sirkuit pendingin
sekunder yang berisi de-mineralisasi air sebagai pendingin. Inilah sebabnya
mengapa sangat besar dan generator pembangkit listrik kecil sering memiliki
menara pendingin yang besar di samping mereka. Untuk semua aplikasi
umum lainnya, baik perumahan dan industri, radiator standar dan kipas
terpasang pada generator dan bekerja sebagai sistem pendingin primer.
Hal ini penting untuk memeriksa tingkat pendingin generator setiap
hari. Sistem pendingin dan pompa air baku harus memerah setelah setiap
600 jam dan penukar panas harus dibersihkan setelah setiap 2.400 jam
operasi generator. Generator harus ditempatkan di daerah terbuka dan
berventilasi yang memiliki pasokan yang cukup dari udara segar.

b. Sistem Pembuangan Gas

10
Exhaust asap yang dipancarkan oleh generator hanya seperti knalpot
dari setiap diesel atau mesin gasonline dan mengandung bahan kimia yang
sangat beracun yang perlu dikelola dengan baik. Oleh karena itu, adalah
penting untuk menginstal sistem pembuangan yang memadai untuk
membuang gas buang. Hal ini tidak dapat ditekankan cukup sebagai
keracunan karbon monoksida tetap menjadi salah satu penyebab paling
umum untuk kematian di daerah pasca badai yang terkena dampak karena
orang cenderung tidak berpikir tentang hal itu sampai terlambat.
Pipa knalpot biasanya terbuat dari besi cor, besi tempa, atau baja. Ini
harus berdiri bebas dan tidak harus didukung oleh mesin generator. Pipa
knalpot biasanya melekat pada mesin dengan konektor fleksibel untuk
meminimalkan getaran dan mencegah kerusakan pada sistem knalpot
generator. Pipa knalpot berakhir di luar rumah dan mengarah menjauh dari
pintu, jendela dan lubang lainnya ke rumah atau bangunan.
Anda harus memastikan bahwa sistem pembuangan generator Anda
tidak terhubung dengan yang peralatan lain. Anda juga harus berkonsultasi
tata kota setempat untuk menentukan apakah operasi generator Anda akan
perlu untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah untuk
memastikan anda sesuai dengan hukum setempat yang melindungi terhadap
denda dan hukuman lain.

6. Sistem pelumas
Sejak generator terdiri dari bagian yang bergerak dalam mesin,
memerlukan pelumasan untuk memastikan operasi daya tahan dan halus
untuk jangka waktu yang panjang. Mesin generator dilumasi oleh minyak
disimpan dalam pompa. Anda harus memeriksa tingkat minyak pelumas
setiap 8 jam operasi generator. Anda juga harus memeriksa kebocoran
pelumas dan mengubah minyak pelumas setiap 500 jam operasi generator.

7. Charger Baterai
Fungsi awal dari generator adalah dioperasikan dengan baterai. Pengisi
daya baterai membuat baterai pembangkit dibebankan dengan memasok

11
dengan tegangan yang tepat melayang. Jika tegangan mengambang sangat
rendah, baterai akan tetap undercharged. Jika tegangan mengambang sangat
tinggi, akan mempersingkat masa pakai baterai. Pengisi baterai yang biasanya
terbuat dari stainless steel untuk mencegah korosi. Mereka juga sepenuhnya
otomatis dan tidak memerlukan pengaturan yang harus dilakukan atau
pengaturan diubah. Output tegangan DC dari charger baterai ditetapkan
sebesar 2,33 Volt per sel, yang adalah tegangan mengambang tepat untuk
baterai asam timbal. Pengisi daya baterai memiliki output tegangan DC
terpencil yang tidak mengganggu fungsi normal dari generator.

8. Control Panel
Ini adalah antarmuka pengguna dari generator dan mengatur beberapa
ketentuan untuk outlet listrik dan kontrol. Artikel berikut memberikan rincian
lebih lanjut mengenai panel kontrol pembangkit . Produsen yang berbeda
telah bervariasi fitur yang ditawarkan dalam panel kontrol unit mereka.
Beberapa di antaranya disebutkan di bawah.
a. awal Electric dan shut-down panel kontrol Auto awal secara otomatis
memulai generator selama pemadaman listrik, memantau generator saat
beroperasi, dan secara otomatis mematikan unit ketika tidak lagi
diperlukan.
b. Mesin pengukur pengukur yang berbeda menunjukkan parameter
penting seperti tekanan minyak, suhu pendingin, tegangan baterai,
kecepatan putaran mesin, dan durasi operasi. Pengukuran dan pemantauan
konstan dari parameter ini memungkinkan built-in menutup generator
ketika salah satu menyeberangi tingkat masing-masing ambang batas.
c. Generator alat pengukur Panel kontrol juga memiliki meter untuk
pengukuran arus keluaran dan tegangan, dan frekuensi operasi.
d. Kontrol lain Tahap pemilih beralih, frekuensi switch, dan mesin saklar
kontrol (mode manual, mode otomatis) antara lain.

9. Kerangka Utama / Frame


Semua generator, portabel atau stasioner, telah disesuaikan perumahan
yang menyediakan basis dukungan struktural. Bingkai juga memungkinkan
untuk dihasilkan harus dibumikan / grounding untuk keselamatan.

12
BAB III
PRINSIP KERJA GENERATOR AC 1 (SATU) FASA

Prinsip kerja generator arus AC 1 fasa sebenarnya tidak berbeda dengan


generator lainnya. Arus listrik AC (Alternating Current) merupakan arus listrik yang
arahnya bolak-balik pada sebuah rangkaian listrik menurut sewa genset. Jika pada
rangkaian listrik DC arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif, lain
halnya dengan rangkaian listrik AC dimana arus listrik bergerak secara periodik
berbolak-balik arah dari kutub satu ke yang lainnya.
Sebelum lebih dalam membahas generator AC, ada baiknya kita mengenal
hukum Faraday mengenai induksi elektromagnetik sebagai fenomena dasar yang
diterapkan pada generator. Hukum Faraday menyebutkan jika terjadi perubahan garis
gaya magnet pada sebuah kumparan kawat, maka akan timbul gaya gerak listrik (ggl)
pada kawat tersebut. Jika kumparan kawat dihubungkan dengan rangkaian listrik
tertutup, maka akan timbul pula arus listrik yang mengalir pada rangkaian.

13
Kaidah Tangan Kanan Fleming

Memahami hukum Faraday, kita tidak dapat lepas dengan kaidah tangan
kanan yang diperkenalkan oleh John Ambrose Fleming. Kaidah tangan kanan
fleming adalah sebuah metode mneumonik untuk memudahkan kita menentukan arah
vektor dari ketiga komponen hukum Faraday, yakni arah gaya gerak kumparan
kawat, arah medan magnet, serta arah arus listrik. Jika Anda menirukan posisi jari
tangan kanan Anda seperti pada gambar di atas, maka ibu jari akan menunjukkan
arah gaya (torsi), jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet, dan jari tengah
menunjukkan arah arus listrik.

Berbolak-baliknya arah arus listrik AC menghasilkan nilai arus yang secara


periodik akan bernilai positif dan negatif. Jika digambarkan pada sebuah grafik,
maka nilai arus listrik AC akan membentuk gelombang sinusoidal yang memiliki
nilai frekuensi tertentu.

14
Diagram Arus Listrik Bolak-Balik (AC)

Bentuk arus listrik AC yang sedemikian rupa berkaitan dengan generator


listrik yang membangkitkannya. Generator listrik AC memiliki prinsip kerja yang
serupa dengan generator DC yakni menggunakan prinsip elektromagnetik, hanya saja
ada satu komponen yang membuat arus listrik yang terbangkitkan berupa arus bolak-
balik. Komponen tersebut adalah slip ring. Generator AC menggunakan slip ring
dengan bentuk lingkaran penuh yang berbeda dengan slip ring pada generator DC
yang berupa cincin belah. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan komponen-
komponen utama generator listrik AC berikut ini.

15
Komponen-Komponen Generator Listrik AC

Kembali pada skema komponen-komponen generator AC di atas, rotor


generator diskemakan dengan sebuah kawat angker penghantar listrik (armature)
yang membentuk persegi panjang. Masing-masing ujung kawat angker terhubung
dengan cincin logam yang biasa kita kenal dengan sebutan slip ring. Slip ring ini
termasuk bagian dari rotor, sehingga ia ikut berputar dengan rotor. Komponen slip
ring inilah yang membedakan antara generator AC dengan DC. Jika pada generator
DC digunakan cincin belah sebagai penyearah arus, pada generator AC slip ring
berbentuk lingkaran penuh dan terhubung dengan masing-masing ujung armature.

Untuk sisi stator generator tersusun atas dua magnet dengan kutub berbeda
yang saling berhadapan. Pada bagian yang kontak langsung dengan slip ring, stator

16
dilengkapi dengan sikat karbon yang berfungsi untuk menghubungkan arus listrik
yang dibangkitkan pada kawat angker ke rangkaian listrik di luar generator.

Skema Prinsip Kerja Generator AC

Gambar di atas adalah skema sederhana proses kerja generator AC. Kawat
angker ABCD dapat berputar terhadap sumbu a-b, dan berada di tengah-tengah
medan magnet N-S. Kawat angker sedang dalam kondisi diputar oleh sumber dari
luar, dengan arah yang berlawanan arah putaran jarum jam sesuai pada gambar.
Putaran ini memberikan gaya torsi dengan arah yang selalu tegak lurus dengan kawat
angker.
Sekarang mari kita perhatikan bagian kawat angker sisi C-D pada gambar sebelah
kiri. Kawat tersebut bergerak ke atas (keluar bidang gambar) sesuai dengan torsi arah

17
putaran gaya luar. Gerakan kawat angker ini memotong garis gaya magnet sehingga
akan timbul gaya gerak listrik di kawat angker tersebut. Dengan menggunakan
kaidah tangan kanan Fleming, maka dengan mudah dapat kita tentukan arah arus
listrik yang terbangkitkan yakni ke bawah dari titik C ke D. Sehingga arah arus pada
tahanan R adalah dari kanan ke kiri. Begitu pula pada kawat angker sisi A-B yang
mengalami gaya torsi ke bawah (masuk bidsng gambar), sehingga jika kita
menggunakan kaidah tangan kanan Fleming maka akan kita dapatkan arah arus
listrik dari titik A ke B.

Seiring dengan berputarnya poros generator, maka kawat angker generator


akan berpindah posisi sesuai dengan gambar sebelah kanan. Pada kondisi ini, dengan
menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya, akan dapat dengan mudah kita
simpulkan bahwa aliran arus listrik di sisi kawat angker A-B adalah dari titik B ke A.
Sedangkan pada sisi kawat C-D arah arus listrik yakni dari titik D ke C. Dengan
masing-masing sisi kawat angker yang selalu bersentuhan dengan slip ring tersendiri,
maka arah arus listrik yang dibangkitkan pada konfigurasi kawat angker gambar
kanan adalah kebalikan dari gambar kiri. Disinilah arus bolak-balik listrik AC
berasal.

Gelombang Sinusoidal Arus AC

18
Dengan penjelasan di atas maka arus listrik AC memiliki karakter unik yakni
nilai arus yang fluktuatif dari positif hingga negatif. Tiap-tiap posisi kawat angker
memiliki nilai arus yang berbeda-beda, dan akan kembali bernilai sama jika kawat
angker rotor kembali ke posisi nol nya (telah berputar 360o). Gambar di atas adalah
gelombang sinusoidal arus listrik yang dibangkitkan oleh generator AC. Gambar
sebelah kiri adalah ilustrasi penampang generator AC dengan berbagai posisi kawat
angker rotor. Sedangkan gambar yang sisi kanan adalah grafik sinusoidal arus listrik
AC dengan sumbu X adalah waktu, dan sumbu Y adalah nilai arus listrik. Grafik arus
listrik AC disebut dengan grafik sinusoidal karena nilai arus listrik sesuai dengan
prinsip trigonometri fungsi sinus (x(t) = Amax.sin).

19
BAB IV
KESIMPULAN

Diambil dari penulisan berdasarkan bab bab sebelumnya penulis dapat


menyimpulkan :

1. Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari
sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi
elektromagnetik. Generator listrik AC 1 fasa sering digunakan untuk
pembangkit listrik yang kecil dan menengah.
2. Generator terdiri dari beberapa jenis yaitu :
a. Jenis generator berdasarkan kutubnya.
b. Jenis generator berdasarkan putaran medan.
c. Jenis generator berdasarkan arus yang di bangkitkan.
d. Jenis generator di lihat dari fasa nya.
e. Jenis generator berdasarkan bentuk rotornya.
3. Generator mempunyai beberapa komponen utama yaitu :
a. Mesin.
b. Alternator.
c. Sistem bahan bakar.
d. Voltage regulator.
e. Pendingin dan exhaust system.
f. Sistem pelumasan.
g. Charger baterai.
h. Control panel.
i. Kerangka panel / frame.

20