Anda di halaman 1dari 7

ED PSAK 71 : INSTRUMEN KEUANGAN

Tujuan
Tujuan dari Pernyataan ini adalah untuk menetapkan prinsip untuk
pelaporan keuangan atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang akan
menyajikan informasi relevan dan berguna bagi pengguna laporan keuangan
untuk melakukan penilaian terhadap jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas
masa depan entitas.
Ruang Lingkup
Pernyataan ini diterapkan oleh seluruh entitas untuk seluruh jenis
instrumen keuangan, kecuali:
a. Kepentingan dalam entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama
yang dicatat sesuai dengan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian,
PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri atau PSAK 15: Investasi pada Entitas
Asosiasi dan Ventura Bersama. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, PSAK
4, PSAK 15, PSAK 65 mensyaratkan atau mengizinkan entitas untuk
mencatat kepentingan dalam entitas anak, entitas asosiasi, atau ventura
bersama sesuai dengan beberapa atau semua persyaratan dalam
Pernyataan ini. Entitas juga menerapkan Pernyataan ini untuk derivatif
atas kepentingan dalam entitas anak, entitas asosiasi, atau ventura
bersama kecuali derivatif tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas
entitas dalam PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian.
b. Hak dan kewajiban dalam sewa yang diatur dalam PSAK X tentang Sewa.
Akan tetapi:
i. Piutang sewa pembiayaan (yaitu investasi neto dalam sewa
pembiayaan) dan piutang sewa operasi yang diakui lessor
mengikuti persyaratan penghentian pengakuan dan penurunan nilai
dalam Pernyataan ini
ii. Liabilitas sewa pembiayaan yang diakui oleh lessee mengikuti
persyaratan dalam penghentian pengakuan dalam Pernyataan ini
iii. Derivatif yang melekat pada sewa menggikuti persyaratan
mengenai derivatif melekat dalam Pernyataan ini.
c. hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang
diatur dalam PSAK 24: Imbalan Kerja.
d. Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh entitas yang memenuhi definisi
instrumen ekuitas dalam PSAK 50 (termasuk opsi dan waran) atau yang
disyaratkan untuk diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai
dengan PSAK 50 paragraf 16A dan 16B atau 16C dan 16D. Akan tetapi,
pemegang instrumen ekuitas tersebut menerapkan Pernyataan ini pada
instrumen tersebut, kecuali instrumen tersebut memenuhi pengecualian
dalam huruf (a).
e. Hak dan kewajiban yang timbul dalam:
i. Kontrak asuransi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 62:
Kontrak Asuransi, selain hak dan kewajiban penerbit yang timbul
dalam kontrak asuransi yang memenuhi definisi kontrak jaminan
keuangan
ii. Kontrak dalam ruang lingkup PSAK 62 karena kontrak tersebut berisi
fitur partisipasi tidak mengikat. Akan tetapi, Pernyataan ini
diterapkan untuk derivatif yang melekat pada kontrak dalam ruang
lingkup PSAK 62 jika derivatif tersebut tidak dengan sendirinya
merupakan kontrak yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 62.
Selain itu, jika penerbit kontrak jaminan keuangan telah
menegaskan secara eksplisit sebelumnya bahwa kontrak tersebut
dianggap sebagai kontrak asuransi dan telah menggunakan
akuntansi yang dapat diterapkan untuk kontrak asuransi, maka
penerbit dapat memilih untuk menerapkan Pernyataan ini atau
PSAK 62 pada kontrak jaminan keuangan tersebut. Penerbit dapat
memutuskan pilihan tersebut berdasarkan kontrak demi kontrak,
tetapi pemilihan untuk setiap kontrak tersebut tidak dapat
dibatalkan.
f. Kontrak forwardantara pihak pengakuisisi dan pemegang saham penjual
untuk membeli atau menjual pihak yang diakuisisi yang akan
menghasilkan kombinasi bisnis dalam ruang lingkup PSAK 22: Kombinasi
Bisnis pada tanggal akuisisi masa yang akan datang. Ketentuan dari
kontrak forward tidak dapat melebihi jangka waktu sewajarnya yang
dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan yang disyaratkan dan untuk
menyelesaikan transaksi dimaksud.
g. Komitmen pinjaman. Akan tetapi, penerbit komitmen pinjaman
menerapkan persyaratan penurunan nilai dalam Pernyataan ini untuk
komitmen pinjaman yang berada di dalam ruang lingkup Pernyataan ini.
Seluruh komitmen pinjaman yang mengikuti persyaratan penghentian
pengakuan dalam Pernyataan ini.
h. Instrumen keuangan, kontrak dan kewajiban dalam transaksi pembayaran
berbasis saham yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 53:
Pembayaran Berbasis Saham
i. Hak atas pembayaran untuk penggantian pengeluaran entitas yang
disyaratkan untuk menyelesaikan liabilitas yang diakui sebagai provisi
sesuai dengan PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi,
atau untuk periode yang lebih awal, diakui sebagai provisi sesuai dengan
PSAK 57.
j. Hak dan kewajiban dalam ruang lingkup PSAK tentang Pendapatan yang
merupakan instrumen keuangan, kecuali yang menurut PSAK tentang
Pendapatan dicatat berdasarkan Pernyataan ini.

Komitmen pinjaman berikut masuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini:


- Komitmen pinjaman yang ditetapkan entitas sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Entitas yang
memiliki pengalaman menjual aset yang dihasilkan dari komitmen
pinjaman segera setelah penerbitannya, menerapkan Pernyataan ini
pada seluruh komitmen pinjaman dalam kelas yang sama.
- komitmen pinjaman yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas
atau dengan penyerahan atau penerbitan instrumen keuangan lain.
Komitmen pinjaman ini adalah derivatif. Komitmen pinjaman tidak
dianggap diselesaikan secara neto hanya semata karena pinjaman
secara bertahap (sebagai contoh, pinjaman untuk pembangunan
properti yang diberikan secara bertahap sesuai dengan kemajuan
penyelesaian kontrak konstruksi).
- Komitmen untuk menyediakan pinjaman pada suku bunga di bawah
pasar.
Pernyataan ini diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item
nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen
keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan, seolah-
olah kontrak tersebut adalah instrumen keuangan, denganpengecualian untuk
kontrak yang dilakukan dan dimaksudkan untuk terus dimiliki dengan tujuan
untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan kebutuhan
pembelian, penjualan, atau penggunaan yang diperkirakan oleh entitas. Akan
tetapi, Pernyataan ini diterapkan untuk kontrak yang entitas tetapkan untuk
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Kontrak untuk membeli atau menjual item nonkeuangan yang dapat
diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau
dengan mempertukarkan instrumen keuangan, seolah-olah kontrak tersebut
adalah instrumen keuangan, dapat ditetapkan secara permanen diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi. Penetapan tersebut juga berlaku bahkan jika kontrak
tersebut dilakukan untuk tujuan penerimaan atau penyerahan item nonkeuangan
sesuai dengan kebutuhan pembelian, penjualan, atau persyaratan penggunaan
yang diperkirakan oleh entitas. Penetapan dimaksud hanya dapat dilakukan pada
awal kontrak dan hanya jika penetapan dimaksud mengeliminasi atau secara
signifikan mengeliminasi inkonsistensi pengakuan (accounting mismatch) yang
dapat timbul akibat tidak diakuinya kontrak tersebut karena berada di luar ruang
lingkup dari Pernyataan ini.

Klasifikasi
1. Klasifikasi Aset Keuangan
ED PSAK 71 memberikan pengaturan pendekatan klasifikasi aset
keuangan melalui model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan dan
karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan. Aset keuangan diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Akan tetapi,
entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan
awal atas investasi pada instrumen ekuitas tertentu yang umumnya diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi sehingga perubahan nilai wajarnya disajikan dalam
penghasilan komprehensif lain. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk
memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan
bunga (solely payments of principal and interest) dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lainnya jika kondisi berikut terpenuhi:
a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan
terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
keuangan
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak
pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

2. Reklasifikasi Aset Keuangan


Berbeda dengan PSAK 55, ED PSAK 71 memperkenankan reklasifikasi
pengelolaan aset keuangan jika dan hanya jika, entitas mengubah model bisnis
untuk pengelolaan aset keuangan. Perubahan tersebut diperkirakan sangat
jarang terjadi. Perubahan tersebut ditentukan oleh manajemen entitas sebagai
hasil dari perubahan eksternal atau internal dan harus signifikan pada kegiatan
operasi entitas dan dapat dibuktikan pada pihak eksternal. Sejalan dengan hal
tersebut, perubahan pada model bisnis entitas akan terjadi hanya jika entitas
memulai atau berhenti untuk melaksanakan aktivitas yang signifikan terhadap
kegiatan operasinya; sebagai contoh, ketika entitas telah memperoleh,
melepaskan, atau mengakhiri lini bisnis.

Penurunan Nilai
- Pengakuan Kerugian Kredit Ekspektasian
ED PSAK 71 memperkenalkan metode kerugian kredit ekspektasian dalam
mengukur kerugian instrumen keuangan akibat penurunan nilai instrumen
keuangan. Berbeda dengan PSAK 55 sebelumnya yang mengakui kerugian kredit
pada saat peristiwa kerugian kredit terjadi, metode yang diperkenalkan ED PSAK
71 ini mensyaratkan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian kredit
ekspektasian setelah pengakuan awal aset keuangan. Berdasarkan ED ini,
entitas mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian
kredit ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan
kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan. Kerugian dimaksud merepresentasikan kerugian kredit
ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang
mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

- Penentuan Peningkatan Risiko Kredit Signifikan


ED PSAK 71 mensyaratkan Entitas mempertimbangkan apakah terdapat
kenaikan risiko kredit yang signifikan (penilaian berdasarkan perubahan pada
kemungkinan gagal bayar yang terjadi) yaitu dengan membandingkan risiko
kredit awal instrumen keuangan dengan risiko kredit pada tanggal pelaporan.
Jika entitas mengestimasi instrumen keuangan memiliki risiko kredit yang rendah
pada tanggal pelaporan (contohnya, investment grade), maka entitas
mengasumsikan risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan Terdapat praduga (rebuttable presumption) bahwa risiko kredit yang
signifikan telah terjadi ketika pembayaran tertunggak lebih dari 30 hari jika tidak
ada lagi informasi spesifik lain tentang peminjam, tersedia tanpa biaya dan
upaya berlebihan, untuk menentukan apakah terdapat kenaikan risiko kredit
yang signifikan.

- Perhitungan Kerugian Kredit Ekspektasian


ED PSAK 71 mensyaratkan entitas mengakui penurunan nilai atas
komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Untuk kontrak jaminan
keuangan, entitas mempertimbangkan perubahan risiko bahwa debitur yang
ditetapkan dalam kontrak akan mengalami gagal bayar. Untuk komitmen
pinjaman, entitas mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi
pada pinjaman yang terkait dengan komitmen pinjaman.
Untuk komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit adalah nilai
kini dari selisih antara :
a. Arus kas kontraktual yang terutang pada entitas jika pemilik komitmen
pinjaman menarik pinjaman
b. Arus kas yang diharapkan entitas untuk diterima jika pinjaman ditarik.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian untuk kontrak jaminan keuangan
adalah pembayaran yang diekspektasi untuk mengganti pemegang jaminan atas
kerugian kredit yang terjadi dikurangi jumlah yang diharapkan entitas untuk
diterima dari pemegang jaminan, debitur, atau pihak lain.

- Aset Keuangan yang Berasal dari Aset Keuangan yang Memburuk


ED PSAK 71 mensyaratkan entitas mengakui perubahan kumulatif atas
kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya sejak pengakuan awal aset
keuangan sebagai penyisihan kerugian atas aset keuangan yang dibeli atau yang
berasal dari aset keuangan memburuk (purchased or originated credit-impaired
financial assets) pada saat tanggal pelaporan.

- Pengungkapan
ED PSAK 71 mengusulkan entitas untuk mengungkapkan informasi yang
mengidentifikasi dan menjelaskan:
A. Praktek manajemen risiko kredit, penjelasan meliputi:
I. Bagaimana penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit
secara signifikan sejak pengakuan awal
II. Definisi gagal bayar dan alasan pemilihan definisi
III. Pengelompokan instrumen dalam rangka perhitungan kerugian
kredit ekspektasian secara kolektif
IV. Bagaimana entitas menentukan aset keuangan mengalami
penurunan nilai kredit
V. Kebijakan hapus buku dan kebijakan untuk aset keuangan hapus
buku yang masih dapat ditagihka
VI. Pengakuan kerugian kredit ekspektasian pada aset keuangan
yang dimodifikasi oleh penerapan pembahasan Penurunan Nilai,
meliputi:
o input, asumsi dan teknik estimasi yang digunakan untuk
menghitung kerugian kredit ekspektasian 12 bulan dan
sepanjang umurnya, penentuan risiko kredit meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal, penentuan aset
keuangan mengalami penurunan nilai kredit
o Penggunaan informasi forward-looking dalam perhitungan
kerugian kredit ekspektasian
o Perubahan teknik estimasi dan asumsi yang signifikan selama
periode laporan dan alasan perubahan
B. Informasi kualitatif dan kuantitatif terkait jumlah yang timbul dari
kerugian kredit ekspektasian, penjelasan meliputi:
I. Rekonsiliasi dari saldo awal hingga saldo penutup kerugian
penyisihan untuk kredit ekspektasian 12 bulan dan sepanjang
umurnya serta aset keuangan yang dibeli atau berasal dari aset
keuangan memburuk
II. Penjelasan seberapa signifikan perubahan pada jumlah tercatat
bruto instrumen keuangan selama periode laporan yang
berkontribusi pada perubahan penyisihan kerugian
III. Penjelasan dampak efek modifikasi pada arus kas kontraktual
terhadap kerugian kredit ekspektasian
IV. Informasi agunan dan perbaikan risiko kredit lainnya yang
mempengaruhi jumlah kerugian kredit ekspektasian
V. Jumlah yang dihapusbukukan selama periode laporan yang
masih akan ditagihkan
C. Eksposur risiko kredit, bertujuan untuk mempermudah pengguna
laporan keuangan mengakses risiko kredit dan memahami konsentrasi
risiko kredit yang signifikan. Untuk itu, entitas mengungkapkan per
peringkat risiko kredit, jumlah tercatat bruto aset keuangan dan
eksposur risiko kredit dari komitmen pinjaman dan kontrak jaminan
keuangan. Pengungkapan masing-masing untuk instrumen keuangan
dengan kerugian penyisihan untuk kredit ekspektasian 12 bulan dan
sepanjang umurnya serta aset keuangan yang dibeli atau berasal dari
aset keuangan memburuk.
Pengecualian untuk beberapa persyaratan pengungkapan yang
diberikan untuk piutang dagang dan piutang sewa yang dimana
penyisihan kerugiannya diukur menggunakan pendekatan yang
disederhanakan.

Akuntansi Lindung Nilai


- Kriteria Kualifikasian untuk Akuntansi Lindung Nilai
Menurut PSAK 55, hubungan lindung nilai dapat dianggap efektif jika
memenuhi persyaratan tes efektivitas 80-125%. Berbeda dengan PSAK 55, ED
PSAK 71 menghilangkan persyaratan tes efektivitas tersebut dan
memperkenalkan persyaratan yang lebih umum (principle-based) menggunakan
pertimbangan manajemen, yaitu:
A. Terdapat hubungan ekonomik antara item lindung nilai dengan
instrumen lindung nilai
B. Pengaruh risiko kredit tidak mendominasi perubahan nilai yang
dihasilkan dari hubungan ekonomik tersebut
C. Rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai adalah rasio yang sama
dari hasil kuantitas item lindung nilai yang secara aktual dilindung nilai
dan kuantitas instrumen lindung nilai yang secara aktual digunakan
entitas untuk melindung nilai sejumlah kuantitas item lindung nilai
tersebut.

- Rebalancing Hubungan Lindung Nilai


ED PSAK 71 mensyaratkan jika hubungan lindung nilai tidak lagi
memenuhi persyaratan efektivitas lindung nilai terkait dengan rasio lindung nilai,
namun tujuan manajemen risiko hubungan lindung nilai tersebut ditetapkan
sama, entitas menyesuaikan rasio lindung nilai atas hubungan lindung nilai
sehingga memenuhi kriteria kualifikasian lagi.

- Akuntansi untuk Nilai Waktu dari Opsi untuk Arus Kas dan
Lindung Nilai atas Nilai Wajar
ED PSAK 71 mensyaratkan entitas untuk membedakan nilai waktu dari
opsi berdasarkan jenis dari item lindung nilai yang dilindung nilai oleh opsi:
transaksi yang berkaitan dengan item lindung nilai dan periode waktu yang
berkaitan dengan item lindung nilai. Ketika suatu entitas memisahkan nilai
intrinsik dan nilai waktu dari suatu kontrak opsi dan menetapkan hanya
perubahan nilai intrinsik dari opsi sebagai instrumen lindung nilai, entitas
mencatat nilai waktu dari opsi.

- Lindung Nilai atas Sekelompok Item


ED PSAK 71 mensyaratkan sekelompok item (termasuk suatu kelompok
item yang merupakan suatu posisi neto) merupakan item lindung nilai yang
memenuhi syarat jika:
1. Terdiri dari item (termasuk kelompok item) yang secara tersendiri
merupakan item lindung nilai yang memenuhi syarat
2. Item dalam kelompok tersebut dikelola secara berkelompok untuk
tujuan manajemen risiko
3. Untuk lindung nilai atas arus kas untuk kelompok item yang variabilitas
arus kasnya diperkirakan tidak proporsional terhadap variabilitas
keseluruhan dalam arus kas kelompok sehingga posisi risiko yang
saling hapus timbul.