Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1 LatarBelakang
Dalam kamus besar bahasa indonesia Laboratorium adalah tempat atau kamar
tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan
(penyelidikan). Oxford English Dictionary Laboratorium adalah ruang atau bangunan
yang dilengkapi dengan peralatan untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian,
praktek pembelajaran, atau pembuatan obat-obatan dan bahan-bahan kimia.
PERMENPAN No. 3 Tahun 2010 laboratorium adalah unit penunjang akademik pada
lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau
bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau
produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan
metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau
pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
laboratorium (disingkat lab) adalah suatu bangunan yang di dalamnya dilengkapi
dengan peralatan dan bahan-bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu untuk
melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, kegiatan pengujian,
kalibrasi, dan/atau produksi bahan tertentu.
Fungsi laboraturium dalam proses pendidikan Sebagai tempat untuk berlatih
mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan
dan pengkaji gejala-gejala alam, Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa
akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia
untuk mencari dan menemukan kebenaran, Memberikan dan memupuk keberanian
untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungn alam dan
sosial, Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon
ilmuan, Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya, Tujuan pembelajaran fisika dengan banyak variasi dapat
digali, diungkapkan, dan dikembangkan dari laboratorium. Laboratorium sebagai
sumber untuk memecahkan masalah atau melakukan percobaan. Berbagai masalah
yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdiri dari 3 ranah yakni: ranah
pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif, Laboratorium sebagai
metode pembelajaran. Di dalam laboratorium terdapat dua metode dalam pembelajaran
yakni metode percobaan dan metode pengamatan, Laboratorium sebagai prasarana
pendidikan, Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses
pembelajaran. Laboratorium terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan berbagai
perlengkapan dengan bermacam-macam kondisi yang dapat dikendalikan, khususnya
peralatan untuk melakukan percobaan.
2 Tujuan
a Mahasiswa mampu mengetahui alat beserta fungsinya
b Mahasiswa mampu memahami prinsip kerja alat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Alat Penguntingan beserta fungsinya
Alat pengunting atau levelling yang digunakan untuk melakukan penguntingan. Dimana
penguntingan adalah penentuan beda tinggi antara dua tempat atau titik. Bertujuan
mendapatkan beda tinggi antara dua titik atau, mendapatkan beda tinggi dua tempat, dan
menentukan titik pedoman tinggi pada lokasi pemetaan. Menentukan titik pedoman tinggi
pada lokasi pemetaan.
2.2. pengertian Alat Gesekan Aliran beserta fungsinya
Alat gesekan aliran parameter- parameter dalam fenomena dasar mesin dan
penggunaan instrumentasi untuk mengukur paramater-parameter tersebut. Dimana hasil
pembuatan model alat uji gesekan aliran di dalam pipa ini sangat mudah dilakukan dan
harganya relatif murah. Hal ini dapat dilihat dari alat-alat yang digunakan untuk pembuatan
mudah di jumpai di bengkel- bengkel serta komponen-komponen yang digunakan mudah di
dapat di pasaran dan hasil pengujian model. Alat uji gesekan aliran didalam pipa. Gesekan
aliran yang telah dibuat tersebut belum dapat menunjukan pengaruh bentuk penampang
terhadap gesekan aliran. Maka penulis ingin merancang alat uji gesekan aliran dengan
berbagai bentuk penampang saluran seperti: lingkaran, segitiga, dan persegi empat supaya
dapat diketahui pengaruh bentuk penampang terhadap gesekan aliran di dalam saluran.
Rancang bangun alat ini juga merupakan lanjutan kegiatan pengadaan alat-alat praktikum
yang telah dilakukan sebelumnya di Laboratorium Mekanika Fluida.
2.3. Pengertian Alat Rainfall Simulator beserta fungsinya
Rainfall simulator adalah simulasi hujan untuk mengetahui intensitas curah hujan dan
koefisien keseragaman dari curah hujan yang berbeda-beda ditiap daerah. Intensitas hujan
sangat menentukan didalam perhitungan limpasan permukaan, yang besarnya dapat
diperoleh dari pengamatan di lapangan. Besarnya intensitas hujan akan tergantung pada
lebat dan lamanya hujan serta frekuensi hujan dengan membandingkan antara tinggi hujan
dengan lamanya hujan dalam satuan mm/jam. simulator hujan (RSS) digunakan dalam
studi krusta tanah dan laboratorium erosi tanah dan lapangan. Fluks energi yang dihasilkan
oleh RSS biasanya tinggi dalam hal intensitas aplikasi. fluks energi tinggi yang diterapkan
pada permukaan tanah dengan RSS ini menjadi kelemahan yang sangat penting ketika
curah hujan intensitas rendah dianggap. Selain itu, pembentukan kerak di bawah kondisi
lapangan alam yang sangat berbeda dari krusta di sampel tanah terganggu. Tujuan utama
dari penelitian ini adalah desain dan pembangunan portabel RS untuk digunakan di
lapangan untuk simulasi curah hujan yang menyebabkan pengerasan kulit tanah dan dengan
demikian menyebabkan generasi limpasan dan erosi tanah akhirnya. Sebuah akurasi tinggi
RS portabel untuk simulasi curah hujan lapangan dirancang dan dibangun. D50 tetes 1.5
mm dengan memukul kecepatan tanah yang hampir cocok dengan kecepatan terminal
teoritis tanpa perlu menara Fluks energi hujan simulasi adalah 76% dari fluks energi
diharapkan untuk curah hujan alami intensitas yang sama. Distribusi spasial air homogen
untuk berbagai intensitas hujan. RS ini bisa menjadi alat yang ampuh untuk infiltrasi
lapangan, krusta tanah dan tanah uji coba lapangan erosi.
2.4. Pengertian Alat Destilator beserta fungsinya
Destilator adalah alat yang digunakan untuk memperoleh air bersih dengan cara
memisahkan air dari kandungan kotoran-kotoran pada air yang didistilasikan (air
kotor). Solar destilator tipe bejana ini menggunakan atap kaca sebagai media
kondensasi uap hasil destilasi suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan
juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam
penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian
didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih
rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia
jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu
larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal
distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton. Destilasi juga bisa
dikatakan sebagai proses pemisahan komponen yang ditujukan untuk memisahkan
pelarut dan komponen pelarutnya. Hasil destilasi disebut destilat dan sisanya disebut
residu. Jika hasil destilasinya berupa air, maka disebut sebagai aquadestilata (disingkat
aquades). Pada suatu peralatan destilasi umumnya terdiri dari suatu kolom atau tray,
reboiler (pemanas), kondenser, Drum reflux, pompa, dan packed. Prinsip dari proses
ini adalah campuran yang akan dipisahkan, dimasukkan dalam alat destilasi. Di bagian
bawah alat terdapat pemanas yang berfungsi untuk menguapkan campuran yang ada.
Uap yang terbentuk akan mengalir ke atas dan bertemu cairan (destilat) di atas. Zat-zat
bertitik didih rendah dalam cairan akan teruapkan dan mengalir ke atas, sedangkan zat-
zat bertitik didih tinggi dalam uap akan kembali mengembun dan mengikuti aliran
cairan ke bawah.