Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

DAYA DESAK LOGAM

XII MIPA 1

Disusun oleh :

1. M. Falih Afif
2. M. Shadiq Taqqiyyudin
3. R. R. Galuh Sekarmurti P.
4. Ruhana

SMA NEGERI 2 BOGOR


Jalan Keranji Ujung 1 Budi Agung, Bogor Telp. (0251)8318761
Kode Pos 16165

Website: www.sman2kotabogor.sch.id ; Email:


smandabogor@yahoo.co.id
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkah dan
karunia-Nya kami dapat menyusun laporan hasil percobaan ini. Terima
kasih kepada Ibu Surtiani Panjaitan, S.Pd. sebagai guru kimia di kelas XII
MIPA 1 yang telah memberikan pengetahuan tentang sel volta yang
meliputi daya desak logam, redoks dan deret volta. Tanpa pengetahuan
yang ibu berikan, tidak mungkin untuk kami dapat melakukan praktikum
ini.

Penyusun,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................i

DAFTAR
ISI....................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1 Latar
Belakang.........................................................................
2 Rumusan
Masalah....................................................................
3 Tujuan
Praktikum....................................................................
4 Manfaat
Praktikum..................................................................

BAB II KAJIAN TEORI

2.1 Pembahasan
Teori......................................................................

BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum.................................................

3.2 Alat dan Bahan


Praktikum...........................................................

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Pengamatan.......................................................................

4.2 Analisa
Data................................................................................

BAB V KESIMPULAN

5.1

Kesimpulan.................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Deret volta disusun berdasarkan potensial reduksi standar tiap-tiap unsur logam. Tiap-tiap
logam memiliki potensial reduksinya sendiri-sendiri. Harga Potensial ini berakibat pada
kemudahannya mengalami reduksi yang artinya semakin tinggi potensial reduksi suatu zat
maka semakin sukar untuk bereaksi. Dalam hal ini emas memiliki potensial reduksi tertinggi
karena kesukaranya mengalami oksidasi (sukar bereaksi) dan karenanya emas merupakan
logam berharga yang biasanya digunakan sebagai perhiasan. Logam yang memiliki potensial
reduksi rendah (seperti logam golongan I A) tidak terdapat dalam bentuk logam murni di
alam. Untuk mengambil logam-logam ini biasanya dengan cara elektrolisis leburan garamnya
(untuk melebur garam-garam ionik ini membutuhkan suhu ribuan derajat celsius). Oleh
karenanya, logam ini relatif mahal dibandingkan beberapa logam lainnya.
Suatu logam murni juga dapat bereaksi dengan suatu larutan garam. Reaksi ini
didasarkan pada potensial reduksi tiap-tiap logam. Logam yang memiliki potensial reduksi
tinggi (seperti perak, Ag) dapat mereduksi logam dengan potensial reduksi lebih rendah.
Hal ini berarti suatu larutan perak (seperti perak nitrat, AgNO3) dapat bereaksi dengan logam
tembaga. Endapan putih-keperakan akan muncul di permukaan tembaga. Hal serupa tidak
dapat terjadi jika suatu larutan tembaga direaksikan dengan logam perak. Tetapi, jika besi
dimasukan ke dalam larutan tembaga, endapan merah-kecoklatan akan muncul dipermukaan
besi.
Teori pendesakan logam sangat bermanfaat pada perlindungan logam besi dengan
logam magnesium. Logam magnesium seperti dikorbankan agar logam besi tidak
mengalami proses oksidasi lebih lanjut. Metode ini disebut galvanisasi, yang didasarkan
pada potensial reduksi magnesium yang rendah. Pelapisan logam dengan cara pendesakan
logam juga terkadang digunakan karena penggunaannya yang mudah dan murah.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah dalam


penulisan ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah nilai potensial standar elektrode memiliki hubungan dengan
daya reduksi dan daya oksidasi logam?

1.3 Tujuan Praktikum

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini yaitu untuk


menyelidiki reaksi redoks yang dapat berlangsung spontan dan tidak
dapat berlangsung spontan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan,
kami diharapkan dapat menghubungkan nilai potensial elektrode
standar dengan daya reduksi dan daya oksidasi logam.
1.4 Manfaat Praktikum

Manfaat dari parktikum ini adalah :


1. Sebagai media pembelajaran mengenai hubungan nilai potensial elektrode standar
dengan daya reduksi dan daya oksidasi logam.
BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pembahasan Teori

Reaksi reduksi adalah reaksi yang menerima elektron dan ditandai dengan penurunan

bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi yang melepaskan elektron dan

ditandai dengan peningkatan bilangan oksidasi. Kedua reaksi ini berlangsung secara

bersamaan, sehingga penyebutannya sering dirangkaikan menjadi reaksi reduksi-oksidasi

atau disingkat redoks.

Daya desak logam atau sering disebut kereaktifan logam adalah kemampuan suatu

logam untuk bereaksi melepaskan elektron, dan mengalami reaksi oksidasi.

Pada sel elektrokimia, reaksi redoks bisa terjadi jika logam yang dicelupkan mendesak ion

logam yang ada dalam larutan. Misalnya, logam magnesium yang dimasukkan ke dalam

larutan yang mengandung ion Zn2+ akan terjadi reaksi.

Logam magnesium lebih reaktif daripada zink, sehingga magnesium mendesak ion

Zn2+ dari larutannya. Logam magnesium mereduksi ion Zn2+ dan ion Zn2+ mengoksidasi

logam magnesium. Dari reaksi tersebut dapat dinyatakan pula bahwa magnesium mempunyai
daya reduksi yang lebih kuat daripada zink, dan zink mempunyai daya oksidasi yang lebih

kuat daripada magnesium.

Daya desak logam berkaitan erat dengan deret volta. Suatu logam bisa mendesak

logam-logam lain yang berada di sebelah kanannya. Berikut urutan unsur dalam deret Volta:

Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum


Waktu Praktikum : Selasa, 23 Agustus 2016
Tempat Praktikum : Laboratorium SMA N 2 Bogor
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
Alat praktikum diantaranya :
1. Tabung reaksi
2. Ampelas
3. Gunting kaleng
4. Pinset
5. Gelas kimia
6. Rak tabung
Bahan praktikum diantaranya :

1. Logam Cu, Fe, Mg, Zn (masing masing 5 buah)


2. Larutan FeSO4 0,1 M
3. Larutan CuSO4 0,1 M
4. Larutan MgSO4 0,1 M
5. Larutan Pb(NO3)2 0,1 M
6. Larutan ZnSO4 0,1
3.3 Langkah Kerja
Langkah kerja praktikum :

1. Menyiapkan 5 potongan kecil logam Fe yang telah diampelas


dengan bersih

2. Menyiapkan 5 tabung reaksi dan mengisi tabung-1 dengan larutan


FeSO4; tabung-2 dengan larutan CuSO4; tabung-3 dengan larutan
MgSO4, tabung-4 dengan larutan Pb(NO3)2, dan tabung-5 dengan
larutan ZnSO4

3. Memasukkan logam Fe ke setiap tabung kemudian mengamatinya


apakah ada perubahan (reaksi) atau tidak

4. Melakukan percobaan yang sama untuk logam logam yang lain.


BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN ANALISA DATA

4.1 Hasil Pengamatan

1. Gambar Pengamatan

1. Logam Cu

2. Logam Fe
3. Logam Mg

4. Logam Zn
2. Tabel Pengamatan

Ion Cu2+ Fe2+ Mg2+ Pb2+ Zn2+


Logam
Cu Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
spontan spontan spontan spontan spontan
Fe Spontan, Tidak Tidak Spontan, Tidak
paku spontan spontan paku spontan
menghita berbuih
m
Mg Spontan, Spontan, Tidak Spontan, Spontan,
logam logam spontan logam logam
berkarat berbuih dan mengkristal berbuih dan
bergerak menghitam
keatas -
kebawah
Zn Spontan, Spontan, Tidak Spontan, Tidak
logam logam spontan logam spontan
menghita berbuih menghitam
m dan
mengkristal

4.2 Analisa Data


Pertanyaan diskusi
a. Tuliskan reaksi yang terjadi, serta tentukan logam apa yang tidak dapat mereduksi
logam yang lain dan logam apa yang tidak dapat mengoksidasi logam yang lain!
1. Logam yang tidak dapat mengoksidasi logam lain
1. Fe dengan CuSO4, Pb(NO3)2
2. Mg dengan CuSO4, FeSO4, Pb(NO3)2, ZnSO4
3. Zn dengan CuSO4, FeSO4, Pb(NO3)2

Reaksi :
Logam Fe ke dalam larutan Cu2+
Fe + Cu2+ -> Fe2+ + Cu
Logam Fe ke dalam larutan Pb2+
Fe + Pb2+ -> Fe2+ + Pb
Logam Mg ke dalam larutan Cu2+
Mg + Cu2+ -> Mg2+ + Cu
Logam Mg ke dalam larutan Fe2+
Mg + Fe2+ -> Mg2+ + Fe
Logam Mg ke dalam larutan Pb2+
Mg + Pb2+ -> Mg2+ + Pb
Logam Mg ke dalam larutan Zn2+
Mg + Zn2+ -> Mg2+ + Zn
Logam Zn ke dalam larutan Cu2+
Zn + Cu2+ -> Zn2+ + Cu
Logam Zn ke dalam larutan Fe2+
Zn + Fe2+ -> Zn2+ + Fe
Logam Zn ke dalam larutan Pb2+
Zn + Pb2+ -> Zn2+ + Pb
2. Logam yang tidak dapat mereduksi logam yang lain :
1. Cu dengan CuSO4, FeSO4, MgSO4, Pb(NO3)2, ZnSO4
2. Fe dengan FeSO4, MgSO4, ZnSO4
3. Mg dengan MgSO4
4. Zn dengan MgSO4, ZnSO4
Reaksi :
Logam Cu ke dalam larutan Cu2+
Cu + Cu2+ -> Cu2+ + Cu
Logam Cu ke dalam larutan Fe2+
Cu + Fe2+ -> Cu2+ + Fe
Logam Cu ke dalam larutan Mg2+
Cu + Mg2+ -> Cu2+ + Mg
Logam Cu ke dalam larutan Pb2+
Cu + Pb2+ -> Cu2+ + Pb
Logam Cu ke dalam larutan Zn2+
Cu + Zn2+ -> Cu2+ + Zn
Logam Fe ke dalam larutan Fe2+
Fe + Fe2+ -> Fe2+ + Fe
Logam Fe ke dalam larutan Mg2+
Fe + Mg2+ -> Fe2+ + Mg
Logam Fe ke dalam larutan Zn2+
Fe + Zn2+ -> Fe2+ + Zn
Logam Mg ke dalam larutan Mg2+
Mg + Mg2+ -> Mg2+ + Mg
Logam Zn ke dalam larutan Mg2+
Zn + Mg2+ -> Zn2+ + Mg
Logam Zn ke dalam larutan Zn2+
Zn + Zn2+ -> Zn2+ + Zn
b. Hitunglah nilai Eoreaksi dari reaksi yang dapat berlangsung dan yang tidak dapat
berlangsung spontan!
1. Eoreaksi dari reaksi yang dapat berlangsung spontan :
Logam Fe ke dalam larutan Cu2+
Fe + Cu2+ -> Fe2+ + Cu
Anoda : Fe -> Fe2+ + 2e- Eo = +0,409 V
Katoda : Cu2+ + 2e- -> Cu Eo = +0,34 V +
o
E reaksi = +0,749 V
Logam Fe ke dalam larutan Pb2+
Fe + Pb2+ -> Fe2+ + Pb
Anoda : Fe -> Fe2+ + 2e- Eo = +0,409 V
Katoda : Pb2+ + 2e- -> Pb Eo = -0,126 V +
Eoreaksi = +0,283 V

Logam Mg ke dalam larutan Cu2+


Mg + Cu2+ -> Mg2+ + Cu
Anoda : Mg -> Mg2+ + 2e- Eo = +2,356
Katoda : Cu2+ + 2e- -> Cu Eo = +0,340 +
Eoreaksi = +2,696
Logam Mg ke dalam larutan Fe2+
Mg + Fe2+ -> Mg2+ + Fe
Anoda : Mg -> Mg2+ + 2e- Eo = +2,356
Katoda : Fe2+ + 2e- -> Fe Eo = -0,409 +
Eoreaksi = +1,947
Logam Mg ke dalam larutan Pb2+
Mg + Pb2+ -> Mg2+ + Pb
Anoda : Mg -> Mg2+ + 2e- Eo = +2,356
Katoda : Pb2+ + 2e- -> Pb Eo = -0,126 +
Eoreaksi = +2,230
Logam Mg ke dalam larutan Zn2+
Mg + Zn2+ -> Mg2+ + Zn
Anoda : Mg -> Mg2+ + 2e- Eo = +2,356
Katoda : Zn2+ + 2e- -> Zn Eo = -0,76 +
Eoreaksi = +1,596
Logam Zn ke dalam larutan Cu2+
Zn + Cu2+ -> Zn2+ + Cu
Anoda : Zn -> Zn2+ 2e- Eo = +0,76
Katoda : Cu2+ + 2e- -> Cu Eo = +0,340 +
Eoreaksi = +1,10
Logam Zn ke dalam larutan Fe2+
Zn + Fe2+ -> Zn2+ + Fe
Anoda : Zn -> Zn2+ + 2e- Eo = +0,76
Katoda : Fe2+ + 2e- -> Fe Eo = -0,409 +
Eoreaksi = +0,351
Logam Zn ke dalam larutan Pb2+
Zn + Pb2+ -> Zn2+ + Pb
Anoda : Zn -> Zn2+ + 2e- Eo = +0,76
Katoda : Pb2+ + 2e- -> Pb Eo = -0,126 +
Eoreaksi = +0,634

2. Eoreaksi dari reaksi yang tidak dapat berlangsung spontan :


Logam Cu ke dalam larutan Cu2+
Cu + Cu2+ -> Cu2+ + Cu
Anoda : Cu -> Cu2+ + 2e- Eo = -0,340 V
Katoda : Cu2+ + 2e- -> Cu Eo = +0,340 V +
Eoreaksi = 0 V
Logam Cu ke dalam larutan Fe2+
Cu + Fe2+ -> Cu2+ + Fe
Anoda : Cu -> Cu2+ + 2e- Eo = -0,340 V
Katoda : Fe2+ + 2e- -> Fe Eo = -0,409 V +
Eoreaksi = -0,749 V
Logam Cu ke dalam larutan Mg2+
Cu + Mg2+ -> Cu2+ + Mg
Anoda : Cu -> Cu2+ + 2e- Eo = -0,340
Katoda : Mg2+ + 2e- -> Mg Eo = -2,356 +
Eoreaksi = -2,696

Logam Cu ke dalam larutan Pb2+


Cu + Pb2+ -> Cu2+ + Pb
Anoda : Cu -> Cu2+ + 2e- Eo = -0,340
Katoda : Pb2+ + 2e- -> Pb Eo = -0,126 +
Eoreaksi = -0,466
Logam Cu ke dalam larutan Zn2+
Cu + Zn2+ -> Cu2+ + Zn
Anoda : Cu -> Cu2+ + 2e- Eo = -0,340
Katoda : Zn2+ + 2e- -> Zn Eo = -0,76 +
Eoreaksi = -1,10
Logam Fe ke dalam larutan Fe2+
Fe + Fe2+ -> Fe2+ + Fe
Anoda : Fe -> Fe2+ + 2e- Eo = +0,409 V
Katoda : Fe2+ + 2e- -> Fe Eo = -0,409 V +
o
E reaksi = 0 V
Logam Fe ke dalam larutan Mg2+
Fe + Mg2+ -> Fe2+ + Mg
Anoda : Fe -> Fe2+ + 2e- Eo = +0,409 V
Katoda : Mg2+ + 2e- -> Mg Eo = -2,356 V +
Eoreaksi = -1,947 V
Logam Fe ke dalam larutan Zn2+
Fe + Zn2+ -> Fe2+ + Zn
Anoda : Fe -> Fe2+ + 2e- Eo = +0,409 V
Katoda : Zn2+ + 2e- -> Zn Eo = -0,76 V +
Eoreaksi = -0,351 V
Logam Mg ke dalam larutan Mg2+
Mg + Mg2+ -> Mg2+ + Mg
Anoda : Mg -> Mg2+ + 2e- Eo = +2,356 V
Katoda : Mg2+ + 2e- -> Mg Eo = -2,356 V +
Eoreaksi = 0 V
Logam Zn ke dalam larutan Mg2+
Zn + Mg2+ -> Zn2+ + Mg
Anoda : Zn -> Zn2+ 2e- Eo = +0,76 V
Katoda : Mg2+ + 2e- -> Mg Eo = -2,356 V +
Eoreaksi = -1,596 V
Logam Zn ke dalam larutan Zn2+
Zn + Zn2+ -> Zn2+ + Zn
Anoda : Zn -> Zn2+ + 2e- Eo = +0,76 V
Katoda : Zn2+ + 2e- -> Zn Eo = -0,76 V +
Eoreaksi = 0 V
c. Logam yang dapat mengoksidasi paling banyak logam lain berarti mempunyai daya
oksidasi paling kuat. Demikian juga logam yang paling banyak mereduksi logam lain,
berarti mempunyai daya reduksi paling kuat. Buatlah urutan logam dari yang daya
reduksinya paling kuat ke yang paling lemah.
Urutan logam dari yang daya reduksinya paling kuat ke yang paling lemah :

Mg Zn Fe Cu
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami tarik dari praktikum daya desak logam yang telah kami
lakukan ialah terdapatnya hubungan antara nilai potensial elektrode standar dengan daya
reduksi dan daya oksidasi logam. Semakin positif nilai potensial elektrode standar, maka
daya oksidasinya semakin kuat (oksidator kuat). Semakin negatif nilai potensial
elektrode standar, maka daya reduksinya semakin kuat (reduktor kuat). Spontan atau
tidaknya suatu reaksi, sangat bergantung pada Eoreaksi nya. Suatu reaksi dapat berlangsung
spontan ketika Eoreaksi nya bernilai positif atau lebih dari nol, dan sebaliknya jika E oreaksi
nya bernilai negatif atau kurang dari dan sama dengan nol, suatu reaksi dapat dikatakan
tidak dapat berlangsung spontan.