Anda di halaman 1dari 77

LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN INDUSTRI

INSTALASI JARINGAN WIRELESS LOCAL AREA NETWORK

(WLAN) DENGAN MENGGUNAKAN KONEKSI TELKOM SPEEDY

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Mata Kuliah Praktek Lapangan Industri FT UNP

Oleh:

EMRIZAL ANWAR

49952 / 2004

Prodi Pendd. Teknik Elektronika

Jurusan Teknik Elektronika

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2010
2

HALAMAN PENGESAHAN DARI INDUSTRI/PERUSAHAAN

CV. PRIMA COMPUTER

Laporan ini Disampaikan Untuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan

Penyelesaian Praktek Lapangan Industri FT-UNP

Semester Juli- Desember 2010

INSTALASI JARINGAN WIRELESS LOCAL AREA NETWORK

(WLAN) DENGAN MENGGUNAKAN KONEKSI TELKOM SPEEDY

Disusun Oleh:

Nama : EMRIZAL ANWAR

NIM/BP : 49952/2004

Jurusan : Teknik Elektronika

Program Studi : Pendd. Teknik Elektronika

EMRIZAL ANWAR
3

Diketahui dan disetujui oleh:

Pimpinan

CV. PRIMA COMPUTER

Aprizul Hidayat

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN

INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Mata Kuliah Praktek Lapangan Industri

Semester Juli- Desember 2010

Diperiksa dan Disahkan Oleh:

EMRIZAL ANWAR
4

Dosen Pembimbing

Drs. Legiman Slamet, M.T


NIP: 19621231 198801 1 001

a.n Dekan FT. UNP


Kepala Unit Hub. Industri

Drs. Nelvi Erizon, M. Pd


NIP: 19620208 198903 1 002

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan limpahan rahmad dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan Praktek Lapangan Industri (PLI) pada CV. Prima Computer,

EMRIZAL ANWAR
5

sekaligus dapat menyusun dan menyelesaikan laporan Praktek Lapangan Industri

(PLI) ini dengan judul: “Instalasi Jaringan Wireless Local Area Network (WLAN)

Dengan Menggunakan Koneksi Telkom Speedy”.

Dalam penulisan laporan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan

PLI yang telah penulis lakukan selama kurang lebih 1 Bulan mulai tanggal 1

Desember 2008 - 1 Januari 2009 di CV. Prima Computer, dan merupakan salah

satu persyaratan dari pengambilan mata kuliah PLI di Fakultas Teknik Universitas

Negeri Padang.

Selama pelaksanaan Praktek Lapangan Industri (PLI) tak lepas dari

bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak baik secara moril maupun spiritual,

sehingga penulisan laporan ini dapat selesai. Untuk itu melalui kesempatan ini

penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT, yang telah memberikan semua rahmat dan karunia Nya yang

tak terhingga.

2. Kedua Orang Tua tercinta yang telah mendo’akan dan memberi semangat

dan dukungan

3. Bapak Drs. Nelvi Erizon, M.Pd selaku Kepala Unit Hubungan Industri FT

UNP.

4. Bapak Dr. Efrizon, M.T selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik

Elektronika FT-UNP.

5. Bapak Drs. Legiman Slamet, M.T selaku pembimbing PLI.

EMRIZAL ANWAR
6

6. Bapak Drs. Amril selaku koordinator PLI Jurusan Teknik Elektronika.

7. Bapak Aprizul Hidayat selaku pimpinan CV. Prima Computer

8. Buat teman-teman EK 2004, moga berhasil teman-teman.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa penulisan

laporan ini masih banyak kekurangan, dan penulis mengarapkan kritik dan saran

yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini. Untuk itu penulis

berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Padang, Januari 2010

Penulis

EMRIZAL ANWAR
7

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul

Halaman Pengesahan

Kata pengantar

Daftar Isi .................................................................................................... v

Daftar Tabel ............................................................................................... vii

Daftar Gambar ........................................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang PLI ........................................................................... 1

1. Tujuan PLI.................................................................................. 2

2. Peserta PLI ................................................................................. 2

3. Tempat dan pelaksanaan PLI....................................................... 3

B. Gambaran umum CV.Prima Computer ............................................... 4

1. Sejarah Singkat CV. Prima Computer.......................................... 4

2. Management Waktu Perusahaan ................................................. 5

3. Pengelolaan dan Pelayanan Bengkel (Service Station) ................ 5

4. Misi dan Tujuan ......................................................................... 6

BAB II WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN)

A. Sistem Pengertian Wireless LAN ....................................................... 7

1. Lan berbasis radio....................................................................... 7

EMRIZAL ANWAR
8

2. LAN Berbasis Sinar Infra Merah ................................................ 9

3. Protocol ..................................................................................... 10

4. Distributed Coordination Function .............................................. 11

5. Point Coordination Function (PCF)............................................. 12

6. Preamble mencakup .................................................................... 12

7. PLCP Header .............................................................................. 13

8. MAC Data .................................................................................. 13

9. FREKUENSI .............................................................................. 15

10. TOPOLOGI ................................................................................ 16

11. ROAMING ................................................................................. 18

B. Perangkat-perangkat Wireless LAN .................................................. 20

1. Wireless Wide Area Networks (WWANs) ................................... 21

2. Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs) ....................... 21

3. Wireless Local Area Networks (WLANs) ................................... 23

4. Wireless Personal Area Networks (WPANs) ............................... 24

C. Pengamanan Jaringan Wireless LAN ................................................ 25

1. Ancaman Keamanan ................................................................... 26

2. Tips Keamanan Wireless ............................................................. 26

D. Langkah – langkah Pemasangan Jaringan Wireless LAN ................... 29

1. Alat dan Bahan .......................................................................... 29

2. Gambar Kerja ............................................................................. 30

3. Proses Pengerjaan ....................................................................... 30

E. Hasil yang dicapai ............................................................................. 50

EMRIZAL ANWAR
9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ...................................................................................... 51

B. Saran ................................................................................................ 52

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

EMRIZAL ANWAR
10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PRAKTEK INDUSTRI

Universitas Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu lembaga

Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, mengemban tugas sebagaimana yang

telah dirumuskan oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara yang berupaya untuk

mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia, yakni manusia

seutuhnya yang memiliki wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman

dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka Fakultas Teknik Universitas

Negeri Padang (FT UNP) sebagai tempat untuk mencetak calon-calon teknorat

yang berkualitas dan trampil serta siap terjun ke dunia kerja.

Di Era Globalisasi saat sekarang perkembangan teknologi komunikasi

dan informasi sangan pesat, maka Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

mengirimkan mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan ke Dunia Industri

untuk melaksanakan Praktek Lapangan Industri (PLI) agar dapat

memperdalam dan mempraktekkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Praktek Lapangan Industri dinyatakan dalam mata kuliah PLI yang

menjadi keharusan dalam setiap kurikulum lembaga pendidikan kejuruan.

Perkembangan sebuah perusahaan industri tidak dapat terjadi begitu saja tanpa

dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia yang baik dan berkualitas, itu

diperlukan usaha yang maksimal.

1
EMRIZAL ANWAR
11

1. Tujuan PLI

Tujuan Umum, Tujuan umum pelaksanaan PLI adalah untuk

menambah pengetahuan dan keahlian mahasiswa, sehingga dapat

memperluas wawasan berfikir. Dengan adanya bimbingan dosen dari

fakultas dan pembimbing dari perusahaan, diharapkan mahasiswa dapat

meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menuangkan dalam

bentuk laporan yang berkaitan dengan tujuan khusus PLI.

Tujuan Khusus, Tujuan Khusus dari pelaksanaan PLI adalah untuk:

• Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat

untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

• Mengaplikasikan teori-teori yang telah diperoleh dalam

perkuliahan.

• Belajar bertingkah laku dan berdisiplin sesuai dengan

peraturan yang berlaku di perusahaan yang bersangkutan.

2. Peserta PLI

Bagi mahasiswa program sarjana S1 di Fakultas Teknik Universitas

Negeri Padang, hal ini boleh diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi

persyaratan seperti yang tercantum dalam buku panduan Praktek Lapangan

Industri (PLI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, yaitu:

a. Terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri

Padang

b. Telah mengikuti semua perkuliahan pada jenjang S1 di jurusan

masing-masing.

EMRIZAL ANWAR
12

c. Telah lulus semua mata kuliah bidang studi yang telah ditetapkan oleh

masing-masing jurusan sebagai mata kuliah persyaratan PLI.

d. Maksimum dua mata kuliah non persyaratan PLI yang belum lulus.

e. Telah mencapai IPK diatas 2.00 pada waktu PLI.

f. Tidak mengambil/mengikuti kuliah lain pada semester lain pada

semester berlangsungnya PLI kecuali KKN dan mata kuliah TU/ BL

yang bisa diselesaikan sesudah/ sebelum PLI.

g. Diusulkan oleh dosen Penasehat Akademis (PA) ke Ketua Jurusan

masing-masing untuk seterusnya diselesaikan dan didaftarkan ke

kantor PPL FT. UNP Padang.

h. Mengikuti semua kegiatan orientasi (coaching) yang diselenggarakan

oleh coordinator PPL pada semester mahasiswa mendaftar PLI.

3. Tempat dan Pelaksanaan PLI

Tempat pelaksanaan Praktek Lapangan Industri adalah perusahaan

atau industri yang beroperasi di bidang teknik dan kejuruan yang bergerak

di bidang jasa atau produksi. Unit praktek Lapangan Industri Fakultas

Teknik Universitas Negeri Padang telah menetapkan criteria yang khusus

yang harus dipenuhi oleh perusahaan tempat melaksanakan Praktek

Lapangan Industri. Adapun criterianya adalah:

1. Perusahaan atau industri harus mempunyai badan hokum yang sah

serta bergerak dalam bidang produksi dan jasa.

2. Industri atau perusahaan melakukan kegiatan atau operasi yang

memerlukan tenaga ahli yang bisa membimbing mahasiswa selama

EMRIZAL ANWAR
13

melaksanakan Praktek Lapangan Industri.

3. Industri atau perusahaan sedapat mungkin memiliki pusat

pendidikan dan latihan (PUSDIKLAT) yang bisa memberi

bimbingan kepada mahasiswa selama Praktek Lapangan Industri.

4. Pengiriman mahasiswa Praktek Lapangan Industri harus sesuai

dengan jurusan mahasiswa yang akan melaksanakan Praktek

Lapangan Industri.

Adapun Praktek Industri ini dilaksanakan di CV. Prima Computer.

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komputer, jaringan dan

telekomunikasi. CV. Prima Computer terletak di Kp. Tongah Rao,

Pasaman Timur. Pelaksanaan kerja praktek dilakukan selama satu bulan,

mulai tanggal 1 Desember 2008 – 1 Januari 2009.

B. GAMBARAN UMUM CV. PRIMA KOMPUTER

1. Sejarah Singkat CV. Prima Computer

Pada awal CV. Prima Computer berdirinya pada awal 2006, tapi

resmi menjadi CV. Prima Computer pada 14 Maret 2007 yang bertempat

di Kampung Tongah, Rao, Pasaman. CV. Prima Computer melayani

penjualan komputer, servis komputer, dan pemasangan jaringan warnet.

Lokasi cukup strategis, berdirinya bangunan berdekatan dengan sekolah

dan kantor-kantor. CV Prima Computer mengutamakan kepuasan

konsumen dan lebih melayani keluhan dari pada pujian, sebagian dari

Moto CV. Prima Computer untuk menarik pelanggan.

EMRIZAL ANWAR
14

2. Management Waktu Perusahaan

Jadwal pelaksanaan aturan jam kerja di CV Prima Computer yang

berlaku untuk semua karyawan, jam kerja di CV Prima Computer adalah

hari senin sampai hari sabtu, untuk hari senin sampai hari jum’at jam 08.30

– 16.30 WIB, sedangkan untuk hari sabtu jam 08.30 – 14.00 WIB. Untuk

jam istirahat dari hari senin sampai hari kamis adalah dari jam 12.30 –

13.30 WIB, dan untuk hari jum' at dari jam 12.00 – 14.00 WIB. Pada hari

libur nasional perusahaan meliburkan semua karyawan.

3. Pengelolaan dan Pelayanan Bengkel (Service Station)

Pada CV Prima Computer pengelolaan dan pelayanan bengkel

(service station) adalah sebagai berikut:

a. Setiap komputer yang akan di service harus melakukan pendaftaran

dan konsumen harus memberitahukan keluhan-keluhan atau kerusakan

komputer kepada kepala bengkel.

b. Komputer kemudian di bawa ke area bengkel (servis room) diserahkan

kepada mekanik untuk mengerjakannya.

c. Mekanik akan bekerja setelah mendapat WO (Work Order) dari service

advisor, WO ini berisi keluhan-keluhan atau kerusakan yang dialami

pada kompuer.

d. Apabila dalam pengerjaannya mekanik membutuhkan sparepart

komputer, maka mekanik langsung memintanya ke bagian sparepart dan

sparepart yang diambil dicatat langsung oleh bagian sparepart dan

langsung di tulis pada WO.

EMRIZAL ANWAR
15

e. Komputer yang telah di servis akan di cek oleh kepala bengkel, jika

keluhan atau kerusakan yang ada pada WO sudah teratasi maka

komputer dibawa keruang tunggu.

f. Terakhir konsumen membayar biaya service ke kasir berdasarkan

catatan WO.

4. Misi dan Tujuan

Misi dan tujuan CV. Prima Computer antara lain:

a. Meningkatkan mutu pelayanan dan servis.

b. Memasyarakatkan komputer sehingga tidak ada lagi masyarakat yang

asing dengan komputer

c. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat

d. Membagi informasi kepada konsumen mana produk yang bermutu dan

mana yang tidak bermutu.

EMRIZAL ANWAR
16

BAB II

WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN)


(WLAN)

A. Pengertian Wireless LAN

Suatu jaringan Wireless (Wireless Network) memungkinkan orang-

orang untuk berkomunikasi, mengakses aplikasi dan informasi tanpa

menggunakan kabel. Ini menyediakan kebebasan pergerakan dan

kemampuan untuk meluaskan aplikasi-aplikasi pada bagian-bagian

bangunan yang berbeda tempat, wilayah, kota bahkan Negara. Jaringan

Wireless mengizinkan orang-orang untuk saling berhubungan dengan

sharing informasi, sharing media.

Gambar 1.2 Basis Wireless LAN Cell

Teknologi jaringan Nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari

EMRIZAL ANWAR
17

komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan

pengguna untuk membangun koneksi Nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini

termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti

yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya

adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan

lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat

banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler

mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan

laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di Bandara,

Cafe, Kereta Api dan tempat Publik lainnya. Di Rumah, pengguna dapat

terhubung ke desktop mereka (melalui Bluetooth) untuk melakukan

sinkronisasi dengan PDA-nya.

Jaringan lokal Nirkabel (WLAN) adalah suatu jaringan area lokal

nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya.

Link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah

koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat

berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung

jaringan biasanya menggunakan kabel, dengan satu atau lebih titik akses

jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.

LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan

frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya

titik akses yang merupakan dasar dari transeiver radio dua arah yang

tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz

(802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE

EMRIZAL ANWAR
18

802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level

keamanan seperti WEP dan atau WPA.

Terdapat dua pilihan utama bagi WLAN ini yaitu sistem berdasarkan

radio dansistem berdasarkan sinar infra merah.

1. LAN Berbasis Radio

LAN berbasis radio dapat dirancang untuk beroperasi pada

frekuensi tetap atau menggunakan teknik yang disebut spread spectrum.

Sistem frekuensi tetap memerlukan izin dari FCC. Sistem spread

spectrum beroperasi menggunakan salah satu dari dua teknologi CDMA,

yaitu frequency hopping atau direct sequence coding. Tujuan keduanya

adalah sama yaitu menyebar energi radio di atas spektrum frekuensi

yang luas.

Frekuensi ini terbagi ke dalam salah satu dari tiga gelombang berikut

ini:

 902-928 MHz

 2,4-2,4835 GHz

 5,725-5,825 GHz

Operasi dalam gelombang ini tidak memerlukan ijin FCC selama

tenaga yang keluar tidak melebihi 1 watt.

Konsep spektrum tersebar frequency hopping relatif mudah dipahami

yaitu gelombang frekuensi yang dialokasikan dibagi menjadi potongan-

potongan frekuensi diskrit. Transmiter mengganti frekuensi dalam pola

acak selama pembagian setiap potongan. Setiap pemakai mengikuti

EMRIZAL ANWAR
19

urutan frequency hopping yang berbeda, dengan demikian kapabilitas

CDMA dicapai.

Konsep direct sequence coding agak sulit untuk dipahami. Pada

kenyataannya, urut acak dari derau bit-bit dikombinasikan dengan bit

data untuk menghasilkan sinyal resultan.

Urut acak derau berbeda bagi tiap pemakai, dengan demikian

dapat menyusun pradigma code division untuk tipe spektrum tersebar

ini. Beberapa vendor yang menjadi pemasok utama sistem ini adalah

Motorola (system frekuensi tetap), California Microwave, Proxim Inc.,

O'Neill Communications, Windata (sistem spread spectrum).

2. LAN Berbasis Sinar Infra Merah

Satu-satunya pemasok utama komputer IBM kompatibel bagi

LAN berbasis system infra merah adalah BICC Communications. LAN

buatan BICC disebut InfraLAN yang didasarkan pada protokol akses

token ring 802.5. Suatu unit basis InfraLAN nampaknya seperti token

ring MAU, kecuali bahwa ia mempunyai hanya 6 port yang seharusnya

ada 8. Keenam port tersebut mengakomodasikan hingga 6 PC terhubung

yang menggunakan kabel standar IBM tipe 1. Dua buah node optikal

menyambung ke unit basis. Node ini memberikan standar ring-in, fungsi

ring-out dengan unit-unit basis yang berdekatan. Suatu kabel token ring

dapat dihubungkan ke unit basis dengan mengkonfigurasikan port 1 atau

6 sebagai ring-in atau ring-out secara respektif.

Unit basis dapat dipisahkan hingga 80 kaki dalam lingkungan

kantor. Selama infra merah adalah sistem line of sight secara langsung,

EMRIZAL ANWAR
20

instalasi node optikal setinggi apapun layak direkomendasikan pada

lingkungan kantor. Sebaliknya, orang-orang yang bergerak di sekitar

kantor akan menyebabkan tembakan sinar terblokir dan terjadi

kehilangan data. InfraLAN beroperasi pada 4 Mbps

3. Protokol

Pada tahun 1990, IEEE 802 Project membentuk 802.11 Working

Group untuk menetapkan standar bagi wireless LAN (protokol IEEE

802.11). Sebagaimana protokol 802.x yang lain, protokol 802.11 mencakup

pula MAC dan Physical Layer, Standard yang ada saat ini

mendefinisikan sebuah MAC yang berinteraksi dengan tiga buah PHY

(yang semuanya berjalan pada 1 dan 2Mbit/s), yaitu :

a) Frequency Hopping Spread Spectrum dalam band 2.4 GHz

b) Direct Sequence Spread Spectrum dalam band 2.4 GHz, dan

c) Infra Merah

Selain menjalankan fungsi sebagaimana yang biasa dilakukan

oleh MAC Layer, 802.11 MAC menjalankan fungsi lain yang umumnya

terkait dengan protokol layer tingkat atas, seperti Fragmentation, Packet

Retransmissions, dan Acknowledges. MAC layer mendefinisikan dua

metode akses yang berbeda, yaitu: Distributed Coordination Function dan

Point Coordination Function.

EMRIZAL ANWAR
21

4. Distributed Coordination Function

Distributed Coordination Function pada dasarnya merupakan

sebuah mekanisme Carrier Sense Multiple Access with Collision

Avoidance (CSMA/CA). Protokol CSMA merupakan protokol yang dikenal

dalam dunia industri. Protokol CSMA bekerja sebagai berikut : Suatu

stasiun yang ingin mentransmisi terlebih dulu memeriksa medium, jika

medium sibuk (misalnya pada saat stasiun lain sedang mentransmisikan

data) maka stasiun akan menunda transmisinya hingga medium bebas.

Protokol semacam ini sangat efektif bilamana medium tidak

bermuatan penuh, karena memungkinkan stasiun-stasiun

mentransmisikan dengan waktu tunda yang singkat, akan tetapi selalu

ada kemungkinan stasiun-stasiun mentransmisikan secara bersamaan

(collision), yang disebabkan stasiun mengira bahwa medium telah bebas

dan memutuskan untuk segera mentransmisi. Situasi tabrakan ini harus

diidentifikasi, sehingga MAC layer dapat meretransmisikan paket oleh

dirinya sendiri bukan oleh layer-layer yang lebih tinggi, yang akan

menyebabkan penundaan. Meskipun mekanisme Collision Detection ini

sangat baik pada Wired LAN, namun tidak dapat digunakan dalam

lingkungan wireless LAN, karena:

a) Mengimplementasikan sebuah mekanisme CD akan memerlukan

implementasi sebuah radio Full Duplex, yang mampu mentransmisi

dan menerima secara bersamaan, sebuah pendekatan yang akan

meningkatkan harga secara signifikan.

EMRIZAL ANWAR
22

b) Pada lingkungan wireless kita tidak dapat mengasumsikan bahwa

seluruh stasiunmendengar satu sama lain (yang merupakan asumsi

dasar pada skema CD), dan kenyataan bahwa suatu stasiun ingin

mentransmisi dan merasakan medium bebas, tidak berarti bahwa

medium sekitar area penerima bebas.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, 802.11

menggunakan mekanisme Collision Avoidance bersama dengan sebuah

skema Positive Acknowledge, sebagai berikut : Sebuah stasiun yang ingin

mentransmisi memeriksa medium, jika medium sibuk kemudian ia

menunda. Jika medium bebas/kosong untuk jangka waktu tertentu

(disebut DIFS, Distributed Inter Frame Space dalam standar) lalu

stasiun diijinkan mentransmisi, stasiun penerima akan memeriksa CRC

paket yang diterimanya dan mengirimkan sebuah paket

acknowledgement (ACK). Penerimaan ACK akan mengindikasikan

transmiter bahwa tidak ada collision yang muncul. Jika pengirim tidak

menerima ACK kemudian ia akan kembali mentransmisikan bagian

paket hingga ia menerima ACK atau berhenti mengirim setelah sejumlah

transmisi.

5. Point Coordination Function (PCF)

Selain Distributed Coordination Function dasar, terdapat pula

Point Coordination Function tambahan, yang mungkin digunakan untuk

mengimplementasikan pelayanan terikat waktu (time-bounded), seperti

transmisi suara atau video. PCF ini menggunakan prioritas yang lebih

EMRIZAL ANWAR
23

tinggi yang mungkin diperoleh Access Point dengan menggunakan Inter

Frame Space yang lebih kecil.

Dengan menggunakan akses prioritas lebih tinggi, Access Point

mengeluarkan permintaan polling ke stasiun-stasiun untuk transmisi

data, lalu mengendalikan akses medium. Agar memungkinkan stasiun-

stasiun regular memiliki kemampuan untuk tetap mengakses medium,

Access Point harus memberikan cukup waktu bagi Distributed Access di

antara PCF.

Dalam komunikasi data dikenal tiga macam frame, yaitu :

a) Data Frame, digunakan untuk transmisi data.

b) Control Frame, digunakan untuk akses kendali ke medium (misalnya

RTS, CTS, ACK)

c) Management Frame, yaitu frame yang ditransmisikan sebagaimana

halnya data frame untuk bertukar informasi manajemen, tetapi tidak

diforward ke layer-layer tingkat atas.

Seluruh frame 802.11 terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:

6. Preamble mencakup

a) Synch:
Synch sebuah rangkaian 80-bit terdiri dari 0 dan 1, yang digunakan

oleh sirkuit PHY untuk memilih antena yang sesuai (jika keragaman

digunakan), dan untuk mencapai steady-state frequency offset

correction dan synchronization dengan waktu paket yang diterima,

dan

EMRIZAL ANWAR
24

b) SFD:
SFD Sebuah pembatas Start Frame yang terdiri dari 16-bit biner

berpola 0000 1100 1011 1101, yang digunakan untuk mendefinisikan

pewaktuan frame.

7. PLCP Header

PLCP Header selalu ditransmisikan pada kecepatan 1Mbit/s dan

mengandung informasi logik yang akan digunakan oleh PHY Layer

untuk mendekodekan frame, dan terdiri dari :

a) PLCP_PDU Length Word: yang mewakili jumlah byte yang ada dalam

paket, berguna bagi PHY untuk dapat mendeteksi akhir paket secara

benar.

b) PLCP Signaling Field: yang hanya mengandung the rate information,

dikodekan dalam peningkatan 0,5 MBps dari 1Mbit/s hingga 4,5

Mbit/s, dan

c) Header Error Check Field: merupakan sebuah field pendeteksi

kesalahan 16 bit CRC.

8. MAC Data

Diagram berikut ini mendeskripsikan Frame Format MAC umum,

sebagian field hanya ditunjukkan oleh sebagian frame.

EMRIZAL ANWAR
25

Duration/ID

Field ini mempunyai dua buah arti tergantung pada jenis frame:

Pada pesan Power-Save Poll merupakan ID Stasiun, dan pada frame lain,

merupakan nilai durasi yang digunakan untuk perhitungan NAV.

Address Fields

Sebuah frame mampu memiliki empat buah alamat tergantung pada bit-

bit ToDS dan FromDS yang terdapat dalam Control Field. Keempat

alamat tersebut adalah sebagai berikut :

Address-1: Selalu merupakan alamat penerima, jika ToDS diset

merupakan alamat AP, jika ToDS tidak diset maka

merupakan alamat stasiun akhir.

Address-2: Selalu merupakan alamat Transmiter, jika FromDS diset

merupakan alamat AP, jika tidak diset maka merupakan

alamat stasiun.

Address-3: Dalam banyak kasus merupakan remaining, missing address

pada sebuah frame dengan FromDS diset 1, Address-3

merupakan alamat sumber awal, jika ToDS diset maka

Address 3 merupakan alamat tujuan.

Address-4: Digunakan pada hal khusus bilamana Wireless Distribution

EMRIZAL ANWAR
26

System digunakan, dan frame yang sedang ditransmisikan

dari satu Access Point ke yang lainnya, dalam hal ini kedua

bit ToDS dan FromDS diset, sehingga kedua alamat tujuan

dan sumber asli hilang.

Sequence Control

Sequence Control Field digunakan untuk merepresentasikan

urutan fragmen dalam satu frame, dan untuk mengenali duplikasi paket,

terdiri dari dua buah subfield yaitu Fragment Number dan Sequence

Number, yang mendefinisikan frame dan jumlah fragmen dalam frame.

9. FREKUENSI

Frekuensi yang dipakai adalah 2.4 Ghz atau 5 Ghz yakni

frekuensi yang tergolong pada ISM (Industrial, Scientific, dan Medial).

Dalam teknologi W LAN ada dua standar yang digunakan yakni :

1. 802.11 standar indoor yang terdiri dari :

a. 802.11 2,4 GHz 2 Mbps

b. 802.11a 5 GHz 54 Mbps

c. 802.11a 2X 5 GHz 108 Mbps

d. 802.11b 2,4 GHz 11 Mbps

e. 802.11g 2.4 GHz 54 Mbps

f. 802.11n 2,4 GHz 120 Mbps

EMRIZAL ANWAR
27

2. 802.16 standar outdoor salah satunya adalah WiMAX (World

Interoperability for Microwave Access) yang sedang digodok

penggunaannya di Indonesia.

Frekuensi 2,4 Ghz mempunyai 14 kanal dalam lebar pita

frekuansi 84,5 Mhz seperti terlihat pada gambar berikut :

Gambar 2.2 Frekuensi ISM (Industrial, Scientific, dan Medial)

EMRIZAL ANWAR
28

Table 1.2 Frekuensi ISM (Industrial, Scientific, dan Medial)

Agar dapat saling berkomunikasi, setiap peralatan wireless harus

mengunakan hannel yang sama. Pengguna dapat mengatur nomor

channel saat melakukan instalasi.

10. TOPOLOGI

Topologi LAN Kabel

LAN tradisional menghubungkan PC ke komputer lainnya yang

juga menghubungkan ke file server, printer, dan perangkat jaringan

lainnya dengan menggunakan kabel atau fiber optik sebagai media

transmisi.

EMRIZAL ANWAR
29

Gambar 3.2 Topologi LAN

Topologi Wireless LAN

Wireless LAN memungkinkan workstation untuk berkomunikasi

dan mengakses jaringan dengan menggunakan propagasi radio sebagai

media transmisi. Wireless LAN bias menghubungkan LAN kabel yang

telah ada sebagai sebuah extensi atau menjadi basis dari jaringan baru.

W LAN sangat mudah beradaptasi artinya dapat dirancang untuk

lingkungan dalam ruangan dan juga untuk luar ruangan seperti

menghubungkan gedung-gedung kantor, lantai produksi, rumah sakit

dan Universitas.

Dasar dari blok Wireless LAN disebut dengan Sel. Sel adalah area

yang dicakupi oleh Komunikasi Wireless. Areal cakupan ini tergantung

pada kekuatan propagansi signal radio dan tipe konstruksi dari

penghalang, partisi dan atau karakter fisik pada lingkungan dalam

ruangan. PC Workstation, notebook, laptop, dan PDA dapat bergerak

dengan bebas di dalam areal sell.

EMRIZAL ANWAR
30

Gambar 4.2 Wireless Sel

Setiap sel Wireless LAN membutuhkan komunikasi dan traffic

management. Yang mana hal ini dilakukan oleh Access Poin (AP) yang

mengatur komunikasi pada setiap wireless station pada areal cakupan.

Station juga saling berkomunikasi satu dengan lainnya melalui AP, jadi

proses komunikasi antar station dapat di sembunyikan antara satu

dengan lainnya. Dalam hal ini AP berfungsi sebagai relay.

AP juga dapat berfungsi sebagai brigde yakni penghubung antara

wireless station dan jaringan kabel dan juga dengan cell wireless lainnya.

EMRIZAL ANWAR
31

Gambar 5.2 Wireless LAN Conectivity

11. ROAMING

Jika ada beberapa area dalam sebuah ruangan di cakupi oleh

lebih dari satu Access Poin maka cakupan sel telah melakukan overlap.

Setiap wireless station secara otomatis akan menentukan koneksi terbaik

yang akan ditangkapnya dari sebuah Access Poin. Area Cakupan yang

Overlapping merupakan attribut penting dalam melakukan setting

Wireless LAN karena hal inilah yang menyebabkan terjadinya roaming

antar overlapping sells.

Gambar 6.2 Roaming Melalui Overlaping Sel

Roaming memungkinkan para pengguna mobile dengan portable

station untuk bergerak dengan mudah pada overlapping cells. Roaming

merupakan work session yang terjadi ketika bergerak dari satu cell ke

cell yang lainnya. Sebuah gedung dapat dicakupi oleh beberapa Access

Poin. Ketika areal cakupan dari dua atau lebih access poin mengalami

overlap maka station yang berada dalam areal overlapping tersebut bisa

EMRIZAL ANWAR
32

menentukan koneksi terbaik yang dapat dilakukan, dan seterusnya

mencari Access Poin yang terbaik untuk melakukan koneksi. Untuk

meminimalisasi packet loss selama perpindahan, AP yang lama dan AP

yang baru saling berkomunikasi untuk mengkoordinasikan proses.

Load Balancing

Area cakupan dengan banyak pengguna dan traffik yang padat

membutuhkan multi struktur sel. Pada Multi Struktur Sel, beberapa AP

digambarkan pada area yang sama untuk membangun sebuah arael cakupan

untuk menghasilkan throughput secara aggregat. Sebuah station yang berada di

dalam sebuah coverage area sacara otomatis mengasosiasikan diri dengan AP

yang memiliki kualitas signal terbaik. Station akan terkoneksi dengan AP

dengan pembagian yang seimbang pada semua AP. Efisiensi akan didapatkan

karena semua AP bekerja pada load level yang sama. Load Balancing juga

dikenal dengan Load Sharing.

EMRIZAL ANWAR
33

Gambar 7.2 Area Cakupan Multi Cell Structure

Dynamic Rate Switching

Rate data pada masing-masing station secara otomatis disesuaikan

berdasarkan kualitas signal yang diperoleh. Performance (throughput) akan

dimaksimalkan dengan menambah rate data dan mengurangi re transmisi. Hal

ini akab sangat penting untuk applikasi mobile dimana kualitas signal sangat

fluktuatif tapi kurang penting untuk instalasi outdoor dimana kualitas signal

stabil.

Media Access

Wireless LAN menggunakan algoritma CSMA (Cariier Sense Multiple

Access) dengan mekanisme CA (Collision Avoidance), sebelum sebuah unit

memulai transmisi. Jika media kosong dalam beberapa milidetik maka unit

dapat melakukan transmisi untuk waktu yang terbatas. Jika media sibuk atau

padat, unit akan menunggu dengan random time sebelum mencoba lagi.

Keuntungan dari CSMA adalah kesederhanaan. Hardware dan Software yang di

implementasikan lebih sederhana, cepat dan tidak mahal dari pada hardware

dan software yang diimplementasikan yang lebih kompleks.

Menghindari Tabrakan Data

Untuk menghindari terjadinya tabrakan data, setiap stasiun akan

mentransmisikan frame RTS (Request To Send). Access Poin mengirim balik

frame CTS (Clear To Send) untuk memulai transmisi data. Frame ini termasuk

waktu saat stasiun mulai di transmisikan. Frame ini akan diterima oleh semua

EMRIZAL ANWAR
34

station dalam sel, memberitahukan bahwa ada unit yang akan ditransmisikan

selama X milidetik, jadi yang lain tidak bisa melakukan transmisi walaupun

media transmisinya terlihat kosong.

B. Perangkat-
Perangkat-perangkat Wireless LAN

Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan

nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda

berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.

1. Wireless Wide Area Networks (WWANs)

Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun

koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini

dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau

negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit

yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya.

Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation).

Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile

Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga

Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan

untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan

segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global

juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar

global bagi teknologi 3G.

Sebagai alternatif bagi pembangunan infrastruktur publik dan

EMRIZAL ANWAR
35

jaringan privat, WWAN menghubungkan atau mengalirkan data

menggunakan frekuensi radio atau teknologi mikrowave. Sistem ini

menciptakan koneksi point-to-point antara dua lokasi atau

menghubungkan sirkuit-sirkuit T1. Wireless yang menjembatani

Ethernet antara berbagai lokasi adalah atraktif, oleh karena

penghematan biaya yang diperoleh melalui sebuah wireless bridge

dibandingkan biaya telco bulanan dan biaya pemasangan fiber.

Teknologi-teknologi WWAN baru membuka sejumlah

kemungkinan bagi pengembangan jaringan yang sebelumnya dibatasi

oleh kemampuan keuangan dan infrastruktur.

Implementasi WWAN umumnya menyediakan suatu koneksi yang

cepat antara kantor pusat dan lokasi terpencil atau melintasi kampus.

2. Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)

Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat

koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area

metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu

kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya

fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai

tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang

berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel

tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau

cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel

broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan

tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada

EMRIZAL ANWAR
36

beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint

distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services

(LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk

standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi

teknologi-teknologi tersebut.

Wireless MAN memperluas teknologi WLAN sehingga

memungkinkan konektivitas wireless satu kota, kampus, atau gedung ke

gedung. Solusi ini adalah point-tomultipoint, menawarkan 56K hingga T1

dan aliran keluaran yang lebih besar, implementasi yang lebih cepat,

keamanan tinggi.

Suatu WMAN, umumnya menghubungkan banyak pemakai atau

LAN dalam suatu area metropolitan (point-to-multipoint) meskipun

solusi point-to-point dapat juga dikonfigurasi untuk hardware ini. WMAN

yang sering disebut solusi "last mile" menghubungkan lokasi-lokasi yang

melintasi jalan atau terpisah hingga 20 mil. WMAN digunakan untuk

menghubungkan lokasi-lokasi terpencil yang terpencar satu sama

lainnya atau ke satu lokasi pusat secara reliable dan hemat biaya.

Beberapa aplikasi sistem WMAN yang mungkin adalah sebagai

berikut :

a) Low usage links. Bila ada sedikit pemakai yang ingin

mentransmisikan data kritis sporadis ke jarak tertentu (kurang dari

20 mil), alternatif wireless merupakan sesuatu yang efektif biaya dan

dapat dipasang secara cepat.

EMRIZAL ANWAR
37

b) Temporary transporable solutions. Untuk instalasi temporer yang

menginginkan transfer data kecepatan tinggi, seperti ATM pada

bank dan operasi pemulihan bencana yang menuntut akses jaringan

dan kecepatan implementasi, wireless merupakan solusi yang paling

menarik.

c) Right of way or geographic restrictions. Meskipun line-of-site

diperlukan, solusi wireless mampu memberikan cakupan melintasi

air, wilayah bergunung, dan wilayah yang sulit dijangkau.

d) End to end ownership. Sistem privat berarti tiada tarif atau variasi

biaya yang berasal dari lease-line bersama.

3. Wireless Local Area Networks (WLANs)

Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun

jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya,

dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik,

seperti bandara atau cafe). WLAN dapat digunakan pada kantor

sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak

diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi

LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai

lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat

dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun

wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem)

terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara

stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam

EMRIZAL ANWAR
38

lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa

pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat

membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point,

jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan. Pada

tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang

mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits

per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru

yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11

Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru

lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada

kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.

4. Wireless Personal Area Networks (WPANs)

Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun

suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA,

telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi

personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu

ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10

meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan

cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel

yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data

sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat

ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth

ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest

EMRIZAL ANWAR
39

Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0

pada tahun 1999. Cara alternative lainnya, untuk menghubungkan

peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa

menggunakan cahaya infra merah.

Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN,

IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok

kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi

Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk

mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas

dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.

Beberapa device yang diperlukan untuk membangun jaringan

Wireless LAN sebagai berikut :

a. Access Point

Access Point merupakan sebuah device yang memiliki

kepintaran. Administrator Wireless LAN dapat mengkonfigurasi dan

mengelola device. Sesuai namanya, Access Point bertindak sebagai

penghubung agar client bergabung ke dalam sebuah sistem jaringan.

Access Point dapat menghubungkan client-client Wireless dengan

jaringan kabel dan Access Point lainnya.

b. Wireless LinkSys

Sebuah Wireless menyediakan konektifitas antara dua

jaringan kabel dan digunakan dalam bentuk konfigurasi Point to

Point alau Point to Multipoint. Dalam implementasinya, sebuah

Wireless dapat membentuk mode berikut :

EMRIZAL ANWAR
40

1. Mode Repeather

Dalam konfigurasi repeather, sebuah Wireless akan ditempatkan

diantara dua Wireless lainnya dengan tujuan memperpanjang

jangkauan Wireless.

2. Mode Access Point

Dengan menggunakan mode demikian, sebuah Wireless bertindak

sebagai Access Point.

3. Mode Root

Sebuah root Wireless hanya dapat berkomunikasi dengan non-root

Wireless dan device-device client lainnya serta tidak dapat

berasosiasi dengan root lainnya.

4. Mode Non-Root

Pada Wireless dalam Mode Non-Root ini terpasang secara

Wireless ke Wireless yang menampakkan Mode Root.

C. Pengamanan Jaringan Wireless


Wireless LAN

Ada beberapa kategori ancaman yang berkisar dari kesalahan dan

penghilangan hingga ancaman privasi pribadi. Semuanya ini mewakili

potensi ancaman dalam jaringan Wireless juga. Tapi, perhatian utama pada

komunikasi Wireless adalah pencurian peralatan, hacker jahat dan

pencurian. Pencurian bisa terjadi pada peralatan wireless karena mudah

dibawa.

1. Ancaman Keamanan

EMRIZAL ANWAR
41

Serangan keamanan jaringan biasanya dibagi menjadi 2 yaitu serangan

pasif dan aktif. Dua kelas ini dibagi lagi menjadi beberapa tipe serangan

lain. Penjelasannya seperti di bawah ini:

a) Serangan pasif, sebuah serangan dimana pihak yang tidak berhak

mendapatkan akses ke suatu asset dan tidak merubah isinya.

b) Serangan aktif, Sebuah serangan dimana pihak yang tidak berhak

membuat perubahan pada sebuah pesan atau file.

2. Tips Keamanan Wireless

a. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula

usernamenya).

Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point

atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini,

maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface

yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka

Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada

beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor

dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak

oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari

access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang

ada.

b. Aktifkan enkripsi

Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari

keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim

pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain.

EMRIZAL ANWAR
42

Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security

yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua

peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting

security yang sama seperti yang digunakan pada access point.

c. Ganti SSID default

Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan

yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk

access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID

yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah & ldquo; linksys”.

Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID

maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling

tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila

melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa

access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada

kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah

Anda menset-up access point.

d. Aktifkan MAC Address filtering

Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi

yang unik yang dinamakan “ physical address” atau

MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC

address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa

hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh

EMRIZAL ANWAR
43

mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda

memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC

address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point

Anda. Jadi yang bias terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah

dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja

membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.

e. Matikan broadcast dari SSID

Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya

akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja

didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut

bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda

yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini

tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah

untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain.

menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bias

nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan

Anda.

f. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi

Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk

memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin

terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan

mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah

bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan

nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan

EMRIZAL ANWAR
44

set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi

Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat-

alamat IP yang fix tadi.

g. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman

Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar

rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko

tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda.

Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah

sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan

access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin

meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah. Matikan

saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan Aturan keamanan

yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau

access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan

sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala,

walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang

menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap

eksploitasi.

D. Langkah – langkah Pemasangan Jaringan Wireless LAN

1. Alat dan Bahan

EMRIZAL ANWAR
45

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membangun jaringan

Wireless LAN adalah sebagai berikut :

a. Bahan

Tabel 2.2 Bahan

b. Fasilitas/peralatan

EMRIZAL ANWAR
46

Tabel 3.2 Fasilitas/Peralatan

2. Gambar Kerja

Gambar kerja yang diperoleh penulis untuk dengan cara meminta

izin kepada sekolah lain yaitu MTs Al Muttaqin Pekalongan untuk

dijadikan salah satu sketsa untuk laporan ujian Tugas Akhir tesebut.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

EMRIZAL ANWAR
47

Bagan 1.1 Alur dari Proses Kerja

3. Proses Pengerjaan

a. Proses Produksi (Sistematika Kerja)

1. Persiapan

a) Membuat Sketsa WLAN berdasarkan topologi jaringan.

b) Mempersiapkan alat dan bahan.

c) Pengecekan pada komponen-komponen yang dibutuhkan

d) Mengecek komponen software PC.

2. Pengkabelan (bisa dipersiapkan sebelumnya)

a) Menyiapkan kabel UTP, RJ45, Crimping Tool dan Network

cable tester.

b) Membuat sambungan kabel Straight dan Cross.

c) Pengetesan kabel.

3. Perakitan komponen WLAN

a) Menyiapkan PC, HUB, Wireless, Obeng + dan -, kabel UTP

dancard lan.

b) Melakukan perakitan.

c) Merapikan (finishing).

4. Pengenalan Wireless pada PC

a) Menghidupkan PC.

EMRIZAL ANWAR
48

b) Pengenalan Wireless pada PC melalui Internet Explorer.

c) Pensettingan IP pada wireless.

d) Penentuan Access Point dan AP Client.

e) Pengisian IP pada PC sesuai ketentuan.

f) Mengidentifikasi PC.

g) Merapikan (Finishing).

5. Pengujian koneksi WLAN

a) Mengenalkan IP Wireless.

b) Menentukan PC yang menjadi Access Point dan AP Client.

c) Mensetting IP pada PC sesuai IP Wireless.

d) Mengidentifikasi PC yang terhubung dengan WLAN.

6. Dokumentasi/Pelaporan

a) Sharing data, peripheral dan media installasi pada PC yang

b) Terhubung dengan WLAN.

c) Melaporkan semua proses kegiatan.

b. Persiapan Installasi

Persiapan installasi yang pertama dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Pengecekan pada komponen-komponen yang dibutuhkan.

b. Pengecekan komponen-komponen ini sangat dibutuhkan karena

dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh.

c. Mengecek komponen PC.

d. Pengecekan komponen PC juga tidak kalah penting Karena suatu

jaringan tidak akan terbentuk dengan PC yang tidak berkualitas.

EMRIZAL ANWAR
49

e. Mencoba secara acak software aplikasi system operasi jaringan.

f. Software perlu juga dicoba Karena software merupakan hal

pendukung dalam jaringan Wireless LAN.

g. Menyiapkan PC, HUB, Wireless, obeng + dan -, kabel UTP dan

card lan.

h. Persiapan ini mutlak dilakukan dalam membangun Wireless

LAN, tanpa peralatan ini semua jaringan Wireless LAN tidak

dapat dibangun.

i. Menyiapkan kabel UTP, RJ 45, crimping tool dan network cable

tester.

j. Persiapan ini dilakukan sebelum melakukan pembuatan kabel

yang dibutuhkan dan pastikan semuanya tersedia ditempat.

k. Membuat sambungan kabel straight atau cross.

l. Pembuatan kabel sesuai kebutuhan dan berdasarkan

penghitungan jarak antara PC dan HUB atau PC dengan

Wireless.

Karena perangkat Wireless LAN telah menggunakan teknologi IP

base termasuk produk Wireless LAN dari LinkSys, maka untuk

melakukan kofigurasi hardware cukup dilakukan dengan menggunakan

aplikasi WEB browser standart yang umum digunakan, misalnya

Internet Explorer pada system operasi standar Microsoft Windows atau

Mozilla Firefox pada Linux.

EMRIZAL ANWAR
50

c. Installasi Wireless LAN

Installasi Wireless LAN meliputi installasi perangkat keras

(hardware) atau perakitan dan installasi perangkat software.

1. Installasi perangkat keras (hardware) atau Perakitan

Pada bagian depan Wireless LinkSys terdapat lampu indicator

power, Act dan Link. Pada bagian belakang terdapat port untuk

power, kabel RJ 45 dan tombol reset. Tombol reset digunakan

untuk mengembalikan konfigurasi perangkat ini ke konfigurasi

perangkat awal (default).

Langkah –langkah pemasangan perangkat Wireless LAN pada PC

adalah :

a. Untuk memulai proses Dari wireless, siapkan semua alat dan

bahan dari wireless.

b. Yakinkan PC yang digunakan telah terpasang card lan.

c. Hubungkan perangkat Wireless LinkSys dengan PC

menggunakan kabel (UTP) RJ 45 yang telah dibuat dan

panjangnya sudah diukur sesuai dengan jarak antara wireless

dengan HUB atau computer.

EMRIZAL ANWAR
51

Gambar 8.2 Installasi Access Point

d. Hubungkan adapter Wireless LinkSys ke plug power sebagai

sumber tegangan.

e. Nyalakan PC yang telah tersambung dengan arus listrik.

f. Perhatikan perangkat Wireless LinkSys, Apabila perangkat

hardware tersebut telah terhubung dengan PC maka lampu

indicator power dan Act menyala.

Sedangkan lampu indicator Link akan menyala pada saat telah

terkoneksi seutuhnya.

2. Installasi perangkat lunak (software)

Pastikan semua installasi di atas normal sesuai yang diinginkan.

Dengan itu kita dapat langsung melakukan installasi software yang

pertama, yaitu :

1. Konfigurasi Access Point

Setting IP PC sesuai dengan Default Gateway pada Wireless, yaitu

double klik pada Shortcut network di sisi kanan bawah windows.

Gambar 9.2 Shortcut Network

Kemudian tampil layar Network Connection  Properties  Internet

Protocol (TCP/IP)  Properties  isikan IP sesuai ketentuan.

EMRIZAL ANWAR
52

Gambar 10.2 Mengganti IP PC Sesuai Default Wireless D-Link

Setelah IP disesuaikan, maka kita coba apakah Wireless terkoneksi

dengan PC atau tidak. Bisa dilakukan dengan klik menu Start  Run

lalu ketikkan ping 192.168.0.1 -t (IP Default Wireless).

Gambar 11.2 Ping ke IP Default Wireless D-Link

Maka akan tampil seperti berikut

EMRIZAL ANWAR
53

Gambar 12.2 Connect IP Default Wireless D-Link

Tulisan di atas menunjukkan bahwa Wireless D-Link dikenal oleh PC.

Setelah ping selesai dan wireless dikenal, maka kita lakukan tahap

installasi atau setting wireless. Langkah pertama klik menu Start 

Internet Explorer (IE).

Gambar 13.2 OS Windows XP

Non-aktifkan Proxy, yaitu pada Windows Explorer klik Tool  Internet

Options  Connections  LAN Setting kemudian proxy jangan

diaktifkan.

EMRIZAL ANWAR
54

Gambar 14.2 Non-aktifkan Proxy

Setelah Windows Explorer terbuka, ketikkan IP Default Wireless pada

Address Bar : 192.168.0.1

Gambar 15.2 Windows Internert Explorer

Kemudian akan tampil kotak dialog seperti berikut

User Name : admin

Password : dikosongkan

EMRIZAL ANWAR
55

Gambar 16.2 Login Wireless LinkSys

Maka akan masuk dalam kotak dialog Wireless D-Link.

Gambar 17.2 Kotak Dialog Wireless D-Link

Apabila ingin mengganti IP maka klik LAN.

EMRIZAL ANWAR
56

Gambar 18.2 Mengganti IP default Wireless D-Link

Setelah klik Apply maka akan tampil seperti di bawah ini, lalu klik

Gambar 19.2 Menyimpan IP Wireless D-Link

Kemudian setting SSID pada Wireless.

EMRIZAL ANWAR
57

Gambar 20.2 Setting SSID

Klik Apply.

Gambar 21.2 Penyimpanan SSID

Maka akan tampil seperti berikut

Gambar 22.2 Proses penyimpanan SSID

Klik untuk melanjutkan proses penyimpanan SSID.

EMRIZAL ANWAR
58

Ganti IP PC sesuai Default Wireless.

Gambar 23.2 Mengganti IP PC Sesuai Default Wireless LinkSys

Setelah IP disesuaikan, kemudian coba apakah Wireless terkoneksi

dengan PC atau tidak. Bisa dilakukan dengan klik menu Start _ Run lalu

ketikkan ping 192.168.1.245 -t (IP Default Wireless).

Gambar 24.2 Ping ke IP Default Wireless LinkSys

Maka akan tampil seperti berikut

EMRIZAL ANWAR
59

Gambar 25.2 Connect IP Default Wireless LinkSys

Non-aktifkan Proxy, yaitu pada Windows Explorer klik Tool  Internet

Options  Connections  LAN Setting kemudian proxy jangan

diaktifkan.

Gambar 24.2 Non-aktifkan Proxy

Masuk pada Windows Explorer kemudian ketik IP default Wireless

LinkSys (192.168.1.245) pada Address Bar.

EMRIZAL ANWAR
60

Gambar 25.2 Windows Internet Explorer

Akan tampil kotak dialog seperti berikut, lalu ketikkan:

User : tidak diisi

Password : admin

EMRIZAL ANWAR
61

Gambar 26.2 Login Wireless LinkSys

Maka akan tampil seperti berikut, kemudian ganti IP pada Wireless

seperti setting di atas.

Gambar 27.2 Kotak Dialog Wireless LinkSys

Kemudian klik lalu

EMRIZAL ANWAR
62

Gambar 28.2 Menyimpan IP Wireless LinkSys

Kemudian klik AP Mode  pilih AP Client  klik untuk mencari SSID.

Gambar 29.2 Mengubah Access Point ke Ap Client (Site Survey)

Tunggu beberapa saat.

EMRIZAL ANWAR
63

Gambar 30.2 Proses Site Survey

Maka tampil seperti berikut

Gambar 31.2 Tampilan Site Survey

Klik untuk menyimpan SSID.

Maka tampil kotak dialog seperti berikut

EMRIZAL ANWAR
64

Gambar 32.2 Proses Penyimpanan SSID

Klik untuk melanjutkan proses penyimpanan.

Maka tampil kotak dialog seperti berikut

Gambar 33.2 Kotak Dialog AP Client

Semua proses setting telah dilakukan dari Setting Wireless Access Point

sampai setting Wireless AP Client. Langkah selanjutnya yaitu melakukan

EMRIZAL ANWAR
65

setting IP dari PC yang terhubung dengan WLAN. Kemudian melakukan

pengecekan IP yang terhubung dengan WLAN yaitu menggunakan Run.

3. Setting IP

Untuk setting IP pada client, yaitu menyesuaikan IP


IP-IP

sebelumnya pada IP wireless yaitu dengan kelas yang sama, langkah


langkah-

langkahnya adalah sebagai berikut :

 Double klik pada Shortcut Network di sisi kanan bawah windows.

Gambar 34.2 Shortcut Network

 Kemudian tampil layar Network Connection  properties  Internet

Protocol (TCP/IP)  Properties  isikan IP sesuai ketentuan.

EMRIZAL ANWAR
66

Gambar 35.2 Setting IP Client

Lakukan pada setiap PC yang terhubung dengan WLAN. Pengisian IP

dapat diurutkan sesuai ketentuan.

4. Pengujian Koneksi Jaringan

1. Jika ingin mengetahui apakah PC terhubung dengan jaringan

atau tidak, yaitu menggunakan Run. Misal (ping 192.168.1.4 -

t).

Gambar 36.2 Pengujian IP

EMRIZAL ANWAR
67

Maka akan tampil seperti berikut

Gambar 37.2 Connect ke IP Client

Tulisan tersebut menunjukan bahwa jaringan tersebut terkoneksi.

2. Untuk sharing data, maka ketikkan IP PC yang akan diambil

datanya, misal akan mengambil data di IP 192.168.1.10 maka

ketik \\192.168.1.10\
\

Gambar 38.2 Kotak Dialog RUN

Maka akan tampil data yang di sharing pada IP 192.168.1.10

EMRIZAL ANWAR
68

Gambar 39.2 Sharing Data

3. Sharing pheripheral yaitu menggunakan 1 buah printer.

Pastikan salah satu PC terhubung langsung dengan printer

dan semua software printer sudah terinstall, kemudian printer

tersebut disharing dengan cara klik kanan  Sharing and

Security. Kemudian setting printer pada PC Client.

5. Langkah-
Langkah-langkah setting Printer Network :

 Klik Start  Printer and Faxes

EMRIZAL ANWAR
69

Gambar 40.2 Add Printer

 Klik Add a Printers, maka tampil kotak dialog seperti berikut

Gambar 41.2 Add Printer Wizard

 Klik Next A Network printer or a printer attached to another

computer.

EMRIZAL ANWAR
70

Gambar 42.2 Local or Network Printer

 Next maka akan tampil kotak dialog seperti berikut

Gambar 43.2 Add Printer Wizard

 Pilih Browse for a printer untuk mencari printer yang akan

digunakan.

 Kemudian klik Next maka akan tampil kotak dialog seperti

berikut

EMRIZAL ANWAR
71

Gambar 44.2 Browse for Printer

 Double klik pada printer yang akan digunakan, kemudian klik

Next maka akan tampil kotak dialog seperti berikut

Gambar 45.2 Connect to Printer

 Klik “Yes” untuk menyetujui bahwa printer tersebut yang akan

digunakan. Maka tampil kotak dialog seperti berikut

EMRIZAL ANWAR
72

Gambar 46.2 Default Printer

 Klik Next untuk menyetujui bahwa printer tersebut digunakan

sebagai default di PC tersebut. Maka tampil kotak dialog seperti

berikut

Gambar 47.2 Mengakhiri Proses Installasi Printer Network

 Klik Finish untuk mengakhiri proses installasi printer network.

E. Hasil yang dicapai

Semua proses pengerjaan sudah dilakukan mulai dari persiapan

perangkat WLAN, installasi hardware (perakitan) WLAN, installasi

EMRIZAL ANWAR
73

software (setting WLAN), setting IP Client, sampai pengujian koneksi

jaringan dan sharing peripheral. Maka dengan adanya koneksi WLAN ini

kita dapat saling sharing data, sharing peripheral ataupun sharing

sharing media-media lainnya dengan jarak yang cukup jauh tanpa

menggunakan kabel. Dengan demikian, semuanya dapat

memaksimalkan penggunaan peralatan-peralatan yang tersedia.

EMRIZAL ANWAR
74

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian yang telah penulis jelaskan pada bab sebelumnya,

maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan :

1. Praktek Kerja Lapangan (PLI) merupakan salah satu kegiatan

intrakulikuler dalam kelompok mata kuliah bidang studi yang wajib

diikuti oleh setiap mahasiswa pada setiap jurusan yang ada diFakultas

Teknik Universitas Negeri Padang.

2. Pelaksanaan Praktek Lapangan Industri ditujukan untuk

meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang

teknologi atau kejuruan melalui keterlibatanya secara lansung di dunia

industri.

3. CV. Prima Computer merupakan suatu perusahaan persero yang

bergerak di bidang penjualan komputer, sparepart, dan jasa atau

bengkel (service station.

Setelah melaksanakan praktek lapangan industri (PLI) di CV.

Prima Computer, selama kurang lebih satu bulan penulis dapat

menyimpulkan bahwa peralatan jaringan maupun software yang dipakai

pada CV. Prima Computer tidak jauh berbeda dengan yang ada di labor

kampus, sehingga tidak terlalu sulit untuk menggunakan peralatan

tersebut, walaupun ada beberapa peralatan yang ada lebih baik dari pada

yang di kampus.

EMRIZAL ANWAR 51
75

Pengalaman di lapangan yang penulis dapatkan sangat banyak

sekali dibandingkan di kampus, dan hal-hal yang dipelajari pada mata

kuliah berkaya (MKB) sangat banyak di temukan di lapangan.

Dalam teknologi servis hardware (printer, monitor, mainboard,

dll) CV. Prima Computer teknologinya telah sedikit maju

dibandingkan dengan yang lainnya karena CV. Prima Computer

menggunakan solder uap untuk menangani dan memperbaiki hardware

yang komponennya seperi chip dan ic yang perlu diganti. Dengan solder

uap proses meninggalkan ataupun memasang chip itu kembali sangat

efektif dibandingkan dengan solder biasa. Pemasangan jaringan pada CV.

Prima Computer menggunakan alat dan bahan yang terpercaya dan

dijamin kehandalannya, sehingga kualitas sambungan kabel sangat bagus.

B. SARAN

Beberapa saran yang penulis berikan antara lain:

a. Ada baiknya mahasiswa yang PLI sesuai dengan Prodi ataupun

Konsentrasinya agar tidak terlalu canggung di lapangan.

b. Banyak mahasiswa yang PLI tidak mengetahui apa yang akan

dilakukan, maka sebaiknya superviso memberikan pengarahan dan

bimbingan.

c. Sebelum melaksanakan praktek sebaiknya mahasiswa diberikan

pengarahan dan contoh.

d. Perlu adanya pengawasan dari supervisor.

e. Keamanan dan keselamatan kerja harus diperhatikan.

EMRIZAL ANWAR
76

f. Ketelitian sangat penting dalam menangani masalah software maupun

hardware

EMRIZAL ANWAR
77

DAFTAR PUSTAKA

FT UNP Padang (2000), Buku Panduan Praktek Lapangan Industri, Padang UPT

MRC FT UNP Padang.

Purbo, Onno W. 2000, Teknologi Warung Internet, Cetakan ke-4, PT. Elex Media

Computindo: Jakarta

J. Postel, “RFC 791: Internet Protocol (IP),” Internet Network Working Group,

September 1981

http://oasisnet.wordpress.com/2007/05/12/seting-jaringan-warnet-berbasis-

windows-xp -dan-adsl-modem-pada-speedy/. Diakses tanggal 12 Juni

2008 jam 8.53

http://speedyeagle.blogspot.com/2008/04/setting-modem-sanex.html. Diakses

tanggal 12 Juni 2008 jam 8.42

http://putra-ins04.blogspot.com/2007/06/instalasi-jaringan-warnet.html. Diakses

tanggal 12 Juni 2008 jam 9.45

EMRIZAL ANWAR