Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas rahmat yang diberikan Allah SWT sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah


membimbing penulis dalam membuat laporan ini dan teman-teman yang telah
memberi motivasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak


terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini agar menjadi lebih baik dimasa
yang akan datang.

Bogor, 2017

Penulis

Alat dan Mesin Pertanian Dryer | 1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................ii

DAFTAR GAMBAR...............................................................................iii

DAFTAR TABEL....................................................................................iv

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................v

BAB I PENDAHULUAN........................................................................v

1.LATAR BELAKANG...............................................................1

2.TUJUAN....................................................................................2

3.MANFAAT................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............................................................3

1. Suhu Udara Pengering............................................................3

2. Kelembaban Relatif Udara Pengering..................................3

3. Kecepatan Udara Pengering...................................................4

4. Kadar Air Bahan.....................................................................4

BAB III PEMBAHASAN........................................................................5

A.Prinsip Kerja Alat ...................................................................7

B.Persyaratan Alat .....................................................................8

C.Kegunaan Alat ........................................................................8

D.Kelengkapan Alat ...................................................................8

E.Spesifikasi Alat ........................................................................9

Alat dan Mesin Pertanian Dryer | 2


F.Bagian-bagian dari Mesin ......................................................9

G.Neraca masa gabah menjadi beras........................................15

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ................................................18

1.KESIMPULAN.........................................................................18

2.SARAN......................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................19

Alat dan Mesin Pertanian Dryer | 3


DAFTAR GAMBAR

Lantai penjemuran padi ..............................................................................3

Contoh dryer kayu bakar ............................................................................4

kerangka dryer(1) .........................................................................................9

kerangka dryer(2) .........................................................................................10

Dryer Sistem Rotari Dengan Pemanas Sekam ..........................................10

Dryer Type Spin ............................................................................................11

Kerangka Mesin Pengering Padi Dengan Mintak Tanah..........................13

Bad Dryer.......................................................................................................14

Tower Dryer...................................................................................................14

Alat dan Mesin Pertanian Dryer | 4


DAFTAR TABEL

Tabel Gambar dan Nama Komponennya...................................................11

Alat dan Mesin Pertanian Dryer | 5


DAFTAR LAMPIRAN

Neraca Masa Gabah Menjadi Beras..........................................................15

Alat dan Mesin Pertanian Dryer | 6


BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Biji padi disebut gabah, dan gabah yang sudah tua, dapat diolah menjadi
beras. Gabah dengan kadar air tinggi jika diproses menjadi beras dapat
menyebabkan beras yang dihasilkan rusak, busuk, berjamur dan berubah warna.
Sedangkan gabah dengan kandungan air rendah jika ditangani akan
menghasilkan banyak beras patah atau menir. Oleh karena itu, untuk
mengurangi kehilangan pasca panen maka gabah yang akan diproses harus
segera dikeringkan hingga mencapai kadar air 13-14% (Karbasi dan
Mehdizabeh, 2008).
Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan
sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air menggunakan energi
panas. Menurut Tambunan (1996) nilai akhir kandungan air yang dapat
diterima pada suatu bahan berbeda-beda tergantung pada tujuan pengeringan
tersebut, seperti untuk mempersiapkan bahan ke keadaan yang diperlukan pada
penanganan pengolahan selanjutnya, serta membawa bahan ke keadaan yang
lebih aman untuk penyimpanan.
Proses pengeringan gabah dapat dilakukan dengan pengering buatan dan
pengering alami/penjemuran. Didasari oleh keresahan petani yang tidak mau
menunggu lama untuk mengeringkan padi diciptakanlah mesin pengeringan
buatan yaitu mesin dryer.

2. TUJUAN

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :


1. Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah alat dan mesin pertanian.
2. Untuk mengetahui definisi dryer/pengering.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 1


3. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengeringan itu terjadi.
4. Untuk mengetahui manfaat dan kegunaan dari pengeringan.

3. MANFAAT

Adapun maanfaat dan kegunaan dari pembuatan makalah ini adalah :


1. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang dryer
2. Mahasiswa menjadi lebih tahu fungsi dan kegunaan dari alat pasca panen dryer.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 2


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pemanenan merupakan kegiatan akhir dari budidaya tanaman dilahan,


kegiatan selanjutnya adalah perlakuan pasca panen. Pascapanen adalah tahap
penanganan hasil tanaman pertanian segera setelah pemanenan. Penanganan
pascapanen mencakup pengeringan, pendinginan, pembersihan, penyortiran,
penyimpanan, dan pengemasan. Karena hasil pertanian yang sudah terpisah dari
tumbuhan akan mengalami perubahan secara fisik dan kimiawi dan cenderung
menuju proses pembusukan. Penanganan pascapanen menentukan kualitas hasil
pertanian secara garis besar, juga menentukan akan dijadikan apa bahan hasil
pertanian setelah melewati penanganan pascapanen, apakah akan dimakan segar
atau dijadikan bahan makanan lainnya.

Dalam tahap pengeringan biasanya petani melakukan penjemuran.


Penjemuran merupakan proses pengeringan gabah basah dengan memanfaatkan
panas sinar matahari. Untuk mencegah bercampurnya kotoran, kehilangan butiran
gabah, memudahkan pengumpulan gabah dan menghasilkan penyebaran panas
yang merata, maka penjemuran harus dilakukan dengan menggunakan alas.
Penggunaan alas untuk penjemuran telah berkembang dari anyaman bambu
kemudian menjadi lembaran plastik/terpal dan terakhir lantai dari semen/beton.

Namun jika petani melakukan pengeringan dengan cara ini sangat


tergantung pada sinar matahari dan cuaca
yang sulit untuk diprediksi, dan juga jika
dijemur seperti ini akan memakan
banyak waktu sekitar 2-3 hari jika cuaca
bagus dan sinar matahari sangat terik. Gambar 1 : Lantai penjemuran padi.
Sumber :

Untuk mengatasi ketergantungan pada sinar matahari maka digunakan lah


alat pengering Dryer. Prinsip kerja mesin pengering adalah bahan yang disimpan
di dalam bak pengering akan mendapat aliran udara panas yang dihasilkan oleh

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 3


kipas peniup dan tungku pemanas yang ditempatkan di dalam saluran udara
(duckting). Aliran udara panas ini akan menembus celah diantara butiran bahan,
sehingga terjadi proses perpindahan kalor dari udara pengering kepermukaan
bahan. Dampak dari proses pemanasan ini mengakibatkan kandungan air di dalam
bahan akan menguap ke luar dari dalam bahan ke udara sekelilingnya. Proses dan
kejadian keluarnya uap air dari dalam bahan inilah yang dimaksud dengan proses
pengeringan. Uap air hasil pengeringan dari bahan yang dikeringkan akan
meningkatkan kelembaban nisbi udara disekeliling bahan. Karena proses
pengeringan dengan tipe bak ini berhubungan langsung dengan udara sekeliling,
maka penambahan uap air ke udara sekeliling tidak akan menaikkan nilai
kelembaban nisbi udara di atas tumpukan bahan yang dikeringkan. Biasanya alat
ini dipakai diruangan yang tertutup dan ada celah untuk keluarnya asap pada saat
pengeringan dimulai, ada beberapa jenis pengapian yang dapat dilakukan salah
satunya dengan cara memakai kayu bakar dan memakai bahan bakan minyak.

Gambar : Contoh dryer kayu bakar


Sumber :

Mekanisme pengeringan diterangkan melalui teori tekanan uap. Air yang


diuapkan terdiri dari air bebas dan air terikat. Air bebas berada di permukaan dan
yang pertama kali mengalami penguapan (Mujumdar dan Devahastin, 2002). Bila

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 4


air permukaan telah habis, maka terjadi migrasi air dan uap air dari bagian dalam
bahan secara difusi. Migrasi air dan uap terjadi karena perbedaan konsentrasi atau
tekanan uap pada bagian dalam dan bagian luar bahan (Handerson dan Perry,
2003). Henderson dan Perry (2003) dan Broker et al.(2004) menyatakan bahwa
proses pengeringan dapat dibagi dalam dua periode, yaitu periode laju pengeringan
tetap dan laju pengeringan menurun. Mekanisme pengeringan pada laju
pengeringan menurun meliputi dua proses yaitu pergerakan air dari dalam bahan ke
permukaan bahan dan pengeluaran air dari permukaan air ke udara sekitarnya. Laju
pengeringan menurun terjadi setelah laju pengeringan konstan dimana kadar air
bahan lebih kecil dari pada kadar air kritis (Henderson dan Perry, 2003). Menurut
Brooker et al., (2004), beberapa parameter yang mempengaruhi waktu yang
dibutuhkan dalam proses pengeringan, antara lain:

1. Suhu Udara Pengering

Laju penguapan air bahan dalam pengering sangat ditentukan oleh kenaikan suhu.
Bila suhu pengeringan dinaikkan maka panas yang dibutuhkan untuk penguapan air
bahan menjadi berkurang. Suhu udara pengering berpengaruh terhadap lama
pengeringan dan kualitas bahan hasil pengeringan. Makin tinggi suhu udara
pengering maka proses pengeringan makin singkat. Biaya pengeringan dapat
ditekan pada kapasitas yang besar jika digunakan pada suhu tinggi, selama suhu
tersebut tidak sampai merusak bahan.

2. Kelembaban Relatif Udara Pengering

Kelembaban relatif udara adalah perbandingan massa uap air aktual pada volume
yang diberikan dengan masa uap air saturasi pada temperatur yang sama.
Kelembaban mutlak udara berpengaruh terhadap pemindahan cairan dari dalam ke
permukaan bahan. Kelembaban relatif juga menentukan besarnya tingkat
kemampuan udara pengering dalam menampung uap air di permukaan bahan.
Semakin rendah RH udara pengering, makin cepat pula proses pengeringan yang
terjadi, karena mampu menyerap dan menampung uap air lebih banyak dari pada
udara dengan RH yang tinggi.

3. Kecepatan Udara Pengering

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 5


Pada proses pengeringan, udara berfungsi sebagai pembawa panas untuk
menguapkan kandungan air pada bahan serta mengeluarkan uap air tersebut. Air
dikeluarkan dari bahan dalam bentuk uap dan harus secepatnya dipindahkan dari
bahan. Bila tidak segera dipindahkan maka air akan menjenuhkan atmosfer pada
permukaan bahan, sehingga akan memperlambat pengeluaran air selanjutnya.
Aliran udara yang cepat akan membawa uap air dari permukaan bahan dan
mencegah uap air tersebut menjadi jenuh di permukann bahan. Semakin besar
volume udara yang mengalir, maka semakin besar pula kemampuannya dalam
membawa dan menampung air dari permukaan bahan.

4. Kadar Air Bahan

Pada proses pengeringan, sering dijumpai adanya variasi jumlah kadar air pada
bahan. Yang mana variasi kadar air ini akan mempengaruhi lamanya proses
pengeringan, sehingga perlu diketahui berapa persen kadar air pada bahan saat
basah dan pada saat kering.

BAB III
PEMBAHASAN

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 6


Mesin pengering merupakan salah satu mesin penanganan pasca panen hasil
pertanian. Timbulnya kerusakan pada bahan hasil pertanian karena masih tingginya
kadar air bahan, sehingga belum memadai untuk disimpan. Untuk mengkondisikan
bahan agar aman untuk disimpan adalah dengan perlakuan pengeringan.

Ditinjau dari kondisi bahannya selama berada di dalam mesin pengering,


maka mesin pengering dibedakan menjadi mesin pengering tipe bak (batch),
dimana bahan yang dikeringkan berada dalam keadaan diam teronggok selama
pengeringan berlangsung. Tipe yang lain adalah mesin pengering tipe kontinyu,
dimana bahan yang dikeringkan mengalir secara kontinyu selama proses
pengeringan berlangsung. Berdasarkan parameter pengeringan yang lain, mesin
pengeringan dapat dibedakan menjadi beberapa tipe mesin pengering yang lainnya.
Namun demikian pada modul ini hanya akan dibahas tentang mesin pengering tipe
bak (batch)

A. Prinsip Kerja Alat

Prinsip kerja mesin pengering tipe bak adalah bahan yang disimpan di dalam bak
pengering akan mendapat aliran udara panas yang dihasilkan oleh kipas peniup dan
tungku pemanas yang ditempatkan di dalam saluran udara (duckting). Aliran udara
panas ini akan menembus celah diantara butiran bahan, sehingga terjadi proses
perpindahan kalor dari udara pengering kepermukaan bahan. Dampak dari proses
pemanasan ini mengakibatkan kandungan air di dalam bahan akan menguap ke luar
dari dalam bahan ke udara sekelilingnya. Proses dan kejadian keluarnya uap air
dari dalam bahan inilah yang dimaksud dengan proses pengeringan. Uap air hasil
pengeringan dari bahan yang dikeringkan akan meningkatkan kelembaban nisbi
udara disekeliling bahan. Karena proses pengeringan dengan tipe bak ini
berhubungan langsung dengan udara sekeliling, maka penambahan uap air ke udara
sekeliling tidak akan menaikkan nilai kelembaban nisbi udara di atas tumpukan
bahan yang dikeringkan.

B. Persyaratan Alat

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 7


Persyaratan penggunaan mesin pengering tipe bak agar bahan yang dikeringkan
tidak rusak adalah suhu pengeringan jangan terlalu tinggi (untuk biji-bijian)
suhunya maksimum 45o C. Disamping itu bahan selama pengeringan
berlangsung perlu di aduk agar proses pengeringan berlangsung secara lebih
merata; tekanan udara di dalam ruang plenum jangan kurang dari 2 cm kolom
air. Suhu dan tekanan aliran udara pengering dapat dipantau dengan alat
manometer dan termometer yang terpasang pada dinding bak pengering.; tebal
tumpukan gabah jangan melebihi 50 cm. Kemam puan udara sekeliling
menampung uap air bertambah besar jika perbedaan kelembaban nisbi udara
pengering dengan udara disekeliling bahan semakin besar

C. Kegunaan Alat

Sesuai dengan bentuk dan konstruksinya, mesin pengering tipe bak selain
digunakan untuk mengeringkan bahan berupa biji-bijian, dapat pula
difungsikan sebagai tempat menyimpan bahan untuk sementara setelah selesai
dikeringkan.

D. Kelengkapan Alat

Agar proses operasi pengeringan berlangsung dengan baik maka parameter


proses pengeringan perlu dipantau agar memenuhi persyaratan teknis
pengoperasiannya. Untuk maksud ini diperlukan beberapa alat ukur untuk
memantau setiap parameter pengeringan, antara lain :

1) Manometer, untuk me-mantau tekanan aliran udara pengering agar


mampu menembus tumpukan bahan yang dikeringkan
2) Termometer, untuk memantau suhu udara pengering di ruang plenum
3) Higrometer, untuk memantau kelembaban nis-bi udara di atas tumpukan
bahan yang dikering-kan.

E. Spesifikasi Alat

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 8


Spesifikasi teknis dari mesin pengering tipe bak secara jelas jarang ditemukan,
akan tetapi secara garis besar mesin pengering tipe bak ini dapat dibedakan
menjadi :

1) Mesin pengering tipe bak dangkal, yakni tumpukan bahan yang


dikeringkan di dalam bak relatif dangkal atau tipis.
2) Mesin pengering tipe bak dalam, yakni tumpukan bahan yang
dikeringkan di dalam bak cukup tebal atau dalam.
Dimensi bagian-bagian mesin pengering maupun daya kipas peniup serta
tungku pemanas ditentukan oleh kapasitas yang dikendaki. Selama ini tipe
mesin pengering yang ada dipasaran masih kurang tersedia, sehingga
informasi tentang spesifikasinya sangat terbatas. Pada tipe dalam memiliki
kerugian, yakni kadar air akhir bahan yang dikeringkan kurang seragam,
bahkan pada lapisan bawahnya
sering terjadi terlalu kering
sedangkan pada lapisan atasnya
kurang kering.

F. Bagian-bagian dari Mesin

Pengering dan Fungsinya

Bagian-bagian utama dari mesin


pengering tipe bak adalah :

1) Saluran udara pengering (duckting)


2) Kipas peniup udara pengering
3) Tungku pemanas udara pengering
4) Bak untuk menumpuk bahan yang dikeringkan, berlantai kasa/ plat
berlubang
5) Ruang plenum
6) Saluran pengeluaran bahan hasil pengeringan dari dalam bak
7) Manometer, untuk memantau tekanan udara pengering
8) Termometer, untuk memantau suhu udara pengering
9) Higrometer, untuk memantau kelembaban nisbi udara di atas tumpukkan
bahan yang dikeringkan .

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 9


Ada juga sumber yang berpendapat berbeda

Beberapa jenis mesin pengering antara lain :

1. Desain Mesin Pengering Sistem Rotari, Dengan Pemanas Sekam

Metode yang digunakan adalah

1) Pembakaran sekam, maupun tongkol jagung pada tungku, lalu panasnya di


blower masuk kedalam daerah ruangan rotary,
2) Butiran yang ingin dikeringkan seperti jagung, padi, kopi, kedelai, kacang
dapat dimasukkan dari atas lalu diputar secara kontinue oleh motor yang
berada di bawah,
3) Penyangga menggunakan roller untuk mempermudah pergerakan ketika di
putar, untuk menghindari desain mesin dengan harga mahal, sistem
penggerak yang kontak dirubah dari menggunakan roda gigi ke dalam roller
yang terbuat dari rubber dan kontak dengan drum pengering.

2. Type Spin Dryer Secara Eelektrik Disertai Pengendali Suhu


Otomatis
Prinsip kerja :
1) Sistem putar otomatis menggunakan penggerak berupa motor AC yang
terhubung dengan gearbox melalui karet penghubung.
2) Kemudian keluaran gearbox tersebut dihubungkan dengan poros drum
silinder padi melalui rantai besi.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 10


3) Di dalam drum silinder juga diberikan sirip-sirip pengaduk. Adanya
kombinasi antara sistem putar dan sirip pengaduk ini akan membolak-
balikkan padi secara otomatis dan teratur.

3. Mesin Pengering Padi Dengan Mintak Tanah

Konstruksi alat:

1)

1) Konstruksi mesin pengering padi terdiri dari empat komponen utama yaitu
ruang/tempat penyimpanan gabah, tabung minyak tanah kapasitas 60 liter
dan kompor/ semawar sebagai burner, kipas dan motor listrik atau diesel
penggerak.
2) Konstruksi ruang/tempat penyimpanan gabah ukuran 4x6 meter persegi
dengan ketinggian dari tanah 50 cm. Rangka dari kayu dibuat kotak-kotak

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 11


dengan ukuran 40x40 cm, lapisan pertama dan kedua yaitu ram kawat dan
lapisan ketiga karung goni. Kemudian gabah yang akan dikeringkan
disimpan secara merata pada ruang/tempat ini.
3) Kipas ukuran diameter 40 cm yang digerakan oleh motor listrik atau mesin
diesel dengan menggunakan 2 buah V-belt. Kipas disimpan dalam sebuah
kotak yang ujungnya disalurkan ke bagian bawah ruang/tempat gabah. Pada
kotak ini, juga ditempatkan semawar/kompor sebagai burner.
4) Semawar/kompor berbentuk spiral dengan ukuran panjang 40 cm yang akan
membara apabila sudah dipanaskan.
5) Tabung minyak tanah kapasitas 80 liter dan pipa kapiler sesuai dengan
kebutuhan yang dihubungkan dengan dua buah mawar atau kompor sebagai
burner yang dipasang di depan kipas.

Cara kerja mesin pengering yaitu

1) Gabah disimpan pada ruang/ tempat yang telah disediakan secara merata.
2) Pompa tabung minyak tanah pompa tangan biasa dengan tekanan 50-60
psig.
3) Nyalakan semawar/kompor dengan memberikan sedikit minyak tanah
sampai panas kemudian putar keran pada tabung sampai kompor menyala
dan burner membara.
4) Setelah burner membara, nyalakan motor listrik atau diesel pengerak kipas
sehingga kipas berputar antara 700 800 rpm.
5) Setelah enam (6) jam balik gabah dengan menggunakan sekop atau
sejenisnya dan empat jam kemudian gabah sudah kering dengan kadar air
kurang lebih 14% sesuai standar bulog.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 12


Dryer yang sering digunakan oleh para petani :

1) Bed Drier.

Gabah kering sawah dihampar diatas tray (empat persegi panjang) bagian
bawah tray diberikan hembusan udara panas , biasa menggunakan bahan
bakar minyak dengan sistem direct drying, diperlukan tenaga manual untuk
selalu membalik hamparan gabah diatas tray agar didapat hasil pengeringan
yang merata.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 13


2) Tower Drier.

Menara pengering dikenal sebagai LSU Drier (hasil pengembangan Lousiana State
University), gabah basah dengan bucket elevator dinaikkan dan dituang dibagian
atas menara, gabah yang jatuh melalui kisis miring merupakan tirai gabah dan dari
bawah diberi hembusan udara panas, proses diualng ulang sampai kadar air yang
diinginkan tercapai, energy pengeringan umumnya menggunakan bahan bakar
minyak, mesin pengering ini hanya terjangkau pengusaha menengah keatas atau
umumnya merupakan bantuan dari Pemerintah.

Kedua jenis mesin pengering gabah tersebut kurang diminati masarakat petani
karena berbagai alasan ekonomis antara lain:

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 14


a) Harga mesin relatif mahal menurut ukuran petani (lebih dari Rp 100 juta -
untuk model Tower).
b) Biaya pengeringan mahal karena menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Saat ini hampir semua mesin pengering gabah baik investai oleh petani maupun
bantuan pemerintah tidak dioperasikan karena mahalnya minyak tanah, atau
sebagian dioperasikan dengan membeli secara sembunyi sembunyi minyak tanah
bersubsidi dan apabila dibiarkan akan menjadi monumen atau besi tua. Unit mesin
pengering model tower ini mengkonsumsi 15 sd 17 liter minyak tanah perjam dan
satu unit sebagai percontohan telah kami rubah dengan menggunakan pemanas dari
sekam padi dengan terapan gasifikasi.

G. Neraca Masa Gabah Menjadi Beras.

Dari neraca masa padi diatas terlihat bahwa selain dihasilkan beras dan bekatul
juga dihasilkan 20 sd 25 berat padi sebagai hasil sampingan yaitu sekam padi

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 15


(dedak kasar atau brambut), dengan kandungan energy yang cukup besar. Sekam
padi terserap untuk bahan pembakaran batu merah dan selebihnya dibakar atau
merupakan limbah yang memerlukan biaya pembuangannya.

Dari grafik dan neraca masa diatas terlihat besarnya air yang diuapkan tiap 100 kg
gabah kering sawah menjadi gabah kering giling sbb:

Berat air diuapkan tiap 100 kg GKS (ekstrem) = 24 kg.


Perkiraan kalor penguapan 650 kkal/kg air =15.600 kkal.
kalori dari sekam 20 kg @ 2.000 kkal =40.000 kkal.

Secara kasar diperhitungkan energy sekam melebihi kebutuhan energy untuk


pengeringan.

Rancangan Pengering Gabah.

Rancang pengering padi idealnya harus memenuhi kriteria sbb:

Investasi

Setara atau lebih murah dibanding dengan investasi pengeringan matahari (sun
drying) , dalam koridor Rp 25 30 juta rupiah untuk kapasitas 3 ton/cycle,

Operasi.

Biaya langsung pengeringan tidak lebih dari Rp 50/kg (atau 50.000/ ton gabah
kering .

Buatan lokal.

Dibuat dan dimanfaatkan oleh petani dengan memanfaatkan sumberdaya yang


ada.

Konsep design.

Mesin pengering type BED DRIER dengan specifikasi sbb:

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 16


Box pengeringan berukuran 2,4 x 7,2 meter tinggi 80 cm dengan kerangka
dan dinding terbuat dari kayu, dinding berlapis dengan seng atau plat, lantai
hamparan dari plate perforated lubang 1 sd 1,5 mm tebal 0,8 mm.
Pemanasan dengan menggunakan bahan bakar sekam dengan terapan -
gasifikasi dengan single atau double reaktor.
Blower dipilih axial blower 1 Hp (760 watt) single phase, sehingga dapat -
memanfaatkan sumber daya listrik PLN pada siang hari (diluar beban
puncak), dan lebih ideal lagi apabila kebutuhan listrik dapat dipenuhi dari
diesel gasifikasi bebahan sekam padi.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 17


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
1. KESIMPULAN

Mesin pengering dryer sangat membantu para petani dalam melakukan


pengeringan gabah padi, selain tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga mesin
dryer ini juga dapat menghilangkan kekhawatiran para petani.

Jika petani mengeringkan gabah padi dengan cara tradisional(dijemur) akan


memakan banyak waktu sekitar 2-3 hari penjemuran itupun jika cuacanya tidak
mendung dan petani harus membalikan gabah padisetiap dua jam sekali, tentu hal
ini sangat tidak efisiens, dan jika memakai mesin dryer petani hanyabutuh 1hari
saja untuk mengeringkan gabah padi tersebut.

Bagian bagian mesin dryer yaitu :

a. Saluran udara pengering (duckting)


b. Kipas peniup udara pengering
c. Tungku pemanas udara pengering
d. Bak untuk menumpuk bahan yang dikeringkan, berlantai kasa/ plat
berlubang
e. Ruang plenum
f. Saluran pengeluaran bahan hasil pengeringan dari dalam bak
g. Manometer, untuk memantau tekanan udara pengering
h. Termometer, untuk memantau suhu udara pengering
i. Higrometer, untuk memantau kelembaban nisbi udara di atas tumpukkan
bahan yang dikeringkan .
2. SARAN

Diharapkan mahasiswa dapat memberikan pengetahuan untuk para petani


sebagai pelaku utama pertanian tentang manfaat dan kegunaan mesin pertanian
supaya waktu yang dikeluarkan efisien sehingga dapat menghasilkan pendapatan
yang lebih. Dan petani diharapkan memahami tentang mesin dryer ini supa jika
terjadi kerusakan dapat memperbaikinya sendiri tanpa harus pergi ke bengkel.

DAFTAR PUSTAKA

Harjosentono, Mulyoto, 1978, Mesin Mesin Pertanian, Jakarta, C.V.Yasaguna


h.157-159.

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 18


Soesilo,Wibowo.Aminudin.Rudi,Hartono.2014.Alat dan Mesin Pertanian.
Bogor:Kementrian Pertanian. h70-71

Direktorat Pembinaan SMK, 2013, Alat Mesin Pertanian, Jakarta, Kemendikbud


h.97-99

Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Pengenalan Alat Dan Mesin


Pertanian,Departemen Pendidikan Nasional h.16-18

Hardiutomo,Kusno.2010. Mekanisasi Peranian. IPB Pres. h283-297

Sulaiman, Selamet, 2000, Pengering Padi DIibuat Petani Untuk Petani,


https://www.slideshare.net/ss170952/pengering-padi

Pawiro Utomo, Liyu, 2009, Alat Pengering Hasil Panen.


https://www.slideshare.net/ireyzer/pkm-m2011umyalat-pengering-padi

Alat dan Mesin Pertanian Dyer | 19