Anda di halaman 1dari 8

A.

Deskripsi

Hand splint adalah alat bantu ortopedi yang digunakan untuk pasien yang
mengalami gangguan pada tangan. Misalnya seperti pada pasien Cerebral Palsy
dengan kasus pergelangan tangan lemas ke bawah (drop hand), atau bisa juga
digunakan pada pasien dengan cedera atau kecacatan yang terjadi pada
pergelangan tangan hingga jari tangan.

Patah tulang pada tangan, luka bakar, carpal tunnel sindrom, tangan yang
layuh, mengurangi pearadangan karena trauma, mengontrol rasa nyeri,
mengurangi peradangan karena arthtritis.

Statik splint terbuat dari plastik polypropylene yang ringan, mudah untuk
dibersihkan atau bisa juga dari bahan seperti gypsona.

B. Tujuan
Splint digunakan untuk :
Sebagai alat bantu untuk memberikan dukungan (supporting) pada
pergelangan tangan.
Fungsi hand splint agar kondisi anak Cerebral Palsy yang mengalami lemas
tangan (drop hand) tidak bertambah parah.

Hand splint juga bisa menjadi alat peregangan tangan sehingga tangan tetap
lurus sekaligus sebagai alat terapi otot.

Mengurangi timbulnya gejala

Melindungi dan memposisikan bagian tubuh yang edema/sakit

Mengoreksi kerusakan pada bagian tubuh yang mengalami deformitas

Mempertahankan lingkup gerak sendi


Mencegah adanya kontraktur

C. Alat dan Bahan

Alat :

1. Gunting

2. Penggaris

3. Pensil/bolpoin

4. Baskom

5. Kipas

Bahan :

1. Gipsona,

2. Kertas hvs

3. Air

4. Kain (perca, flanel, dan spandex)

5. Velcro

6. Lem tembak

D. Cara pembuatan

1. Siapkan satu atau dua lembar kertas hvs, kemudian jiplak bentuk tangan dan
2/3 bagian lengan bawah. Kemudian buat gambar yang lebih besar 3-4 cm
sesuai dengan bentuk tangan dan 2/3 bagian lengan.
2. Gunting pola gambar yang lebih besar dari gambar tangan dan 2/3 lengan
bawah yang sebenarnya.

3. Kemudian potong gips sepanjang pola tangan dan 2/3 lengan bawah yag
telah dibuat sebelumnya. Tumpuk satu persatu potongan gips sebanyak 5-6
tingkat agar gips lebih kuat dan keras. Apabila lebar gips tidak memadahi
tumpuk gips secara bersilangan

4. Setelah di tumpuk tempelkan pola yang tersedia pada tumpukan gips,


kemudian potong gips sesuai pola yang telah dibuat.

5. Kemudian siapkan baskom berisi air untuk membasahi gips

6. Sebelum gips dipasang posisikan tangan yang akan di pasangi gips dengan
posisi fungsional tangan pada saat istirahat. Pada sela sela jari ditutup dengan
kain agar gips tidak memasuki sela sela jari.

7. Rendam gips yang telah dipotong sesuai pola pada baskom berisi air selama
3-5 detik sampai air merata, kemudian tempelkan gips yang telah direndam
pada tangan yang sudah membentuk posisi fungsional dan gips dibentuk
sesuai bentuk tangan tersebut.

8. Sembari menunggu gips kering, ratakan prmukaan gips sampai semua bagian
tertutup bahan gips yang berwarna putih dan terasa halus serta rata.

9. Tunggu sampai gips mengering dan mengeras

10. Kemudian lepaskan gips dari tangan dan lepaskan kain yang digunakan
untuk menutup celah jari yang menempel pada gips

11. Rapikan sisi ujung gips dengan gunting, dan bentuk gips hingga hanya
menutupi 1/3 sampai dari lebar tangan.
12. Kemudian lapisi tepi gips dengan gips lagi yang sudah dibentuk sesuai
panjang tepi gips agar terasa lebih halus dan rapi.

13. Kemudian tempatkankan splint di bawah sinar matahari atau di angon-


anginkan di samping kipas elektrik, tunggu hingga bagian-bagiannya kering

E. Cara Perawatan

1. Hindarkan splint dari benda-benda panas sekitar seperti, sinar matahari, air,
dash board mobil, radiator maupun benda lain. Hal ini akan menyebabkan
splint menjad lembek dan kehilangan bentuk sehingga tidak dapat digunakan

2. Hindarkan splint dari api terbuka karena akan menyebabkan splint terbakar

3. Letakkan splint di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak anak

F. Cara pemasangan

1. Pasangkan splint pada tangan bagian palmar

2. Rekatkan velcro yang sudah dipasang

3. Splint siap digunakan

E. Safety precaution

1. Pasien merasa nyaman saat menggunakan splint

2. Hubungi terapis jika mengalami hal-hal sepeti ini

- Kemerah-merahan atau ruam pada bagian yang di pasang splint

- Berkeringat lebih banyak

- Jika nyeri meningkat, swelling, kesemutan (tingling), mati rasa


sehingga menyebabkan ketidak nyamanan

3. Pemasangan hand splint jangan terlalu kuat atau terlalu longgar.


4. Sesuaikan hand splint dengan ukuran pasien.

LAMPIRAN