Anda di halaman 1dari 16

Universitas Tridinanti Palembang

9. Bagian pembukuan
Bagian pembukuan berugas di dalam pembuatan neraca,membuat daftar
rugi/laba. Disamping itu bagian pembukakan juga bertugas dalam
pembuatan laporan ke bank Indonesia dan tugas lain yang sesuai dengan
police perusahaan.
10. Sekretariat
Tugas Sekretariat adalah pengelolaan surat-menyurat,arsifaris dan
dokumen.
11. Personalia.
Bertugas dalam pekerjaan yang terkait dengan kepegawaian, seperti urusan
kesejahteraan karyawan (gaji dan tunjangan), kenaikan pangkat,
pendidikan latian, dan urusan kesejahteraan yang lain.
12. Perbekalan/perlengkapan.
Bertugas mempersiapkan sarana serta perlengkapan kantor. Dapat pula
diberi tugas sesuai kebijakan perusahaan.
13. Bagian keamanan dan urusan rumah tangga kantor.
Bertugas mengamankan kekayaan kantor, pemeliharaannya dan rumah
tangga lainnya.
14. Bagian pengawasan personalia.
Bertugas mengawasi personalia karyawan dan kegiatan tugasnya di bank
syarian, kemudian melaporkan kepada direksi.
a. Tugas-tugas pokok bagian pengawasan personalia:
Meyelengarakan daftar hadir.
Membuat kartu pegawai untuk tiap karyawan, kemudian
menyelengaraanya.
Menyelengarakan penilaian karyawan.
b.Memberikan masukan, opoini pendapat maupun
secara pemecahaanya.

15. Bagian pengawasan Marketing.


Berfungsi mengamati bidang marketing, kemudian melaporkan kepada
deriksi yang membidanginya.
a. Tugas-tugas pokok bagian20
pengawasan marketing:
Menyelengarakan register calon debitur dan kreditur.
Pencatatan kasus-kasus yang timbul didalam marketing,
personalia yang mengenai Maupin tugas marketing.
Secara periodis memberikan laporan kepada dereksi yang
membidanginya.
Universitas Tridinanti Palembang

b. Memberikan masukan, opini maupun pendapat dan secara


pemecahannya.
16. Bagian pengawasan Operasional.
Berfungsi mengamati dibidang operasional, kemudian melaporkan kepada
dereksi yang membidanginya.
Tugas-tugas pokok bagian pengawasan operasional:
Pencatatan kasus yang terjadi dibidang operasional kantor.
Secara periodic memberikan laporan kepada direksi yang
membidanginya.
Memberikan masukan, opini, maupun pendapat serta secara
pemecahaanya.
17. Bagian pengawasan umum.
Berfugsi mengamati kegiatan bidang umum dalam operasionalnya, seperti
di bagian perbekalan, bagian keamanan dan urusan rumah tangga kantor,
kemudian member laporan kepada direksi yang membidanginya.
Tugas-tugas pokok bagian pengawasan umum:
Pencatatan kasus-kasus yang terjadi di bidang umum terutama
dibagian perbekalan, keamanan, dan urusan rumah tangga.
Secara periodic memberikan laporan kepada direksi yang
membidanginya.
Memberikan masukan, opini maupun pendapat secara pemecahan.
18. Bagian pembukuan/ Akuntansi16
Bagian ini secara langsung berurusan dengan persoalan akuntansi adalah
bagian pembukukan.

2.4 Pokok Pokok Oprasional Bank Syariah


21
Landasan hukum dalam operasional217
1. Dewan Pengawas Syariah, setelah menerima laporan dari direksi terutama
yang menyangkut produk-produk bank syariah, segera mengadakan
musyawarah dengan pimpinan ketuanya. hasil atau keputusan-
keputusannya dituangkan dalam fatwa agama yang disampaikan kepada
direksi dengan tindandasan kepada komisaris.

16 Ibid,Muhammad hal 151-159


217 muhammad, manajemen bank syariah, (yogyakarta; sekolah
tinggi ilmu manajemen YKPN, 2011) HAL 161.
Universitas Tridinanti Palembang

2. Operasional Bank Syariah yang dipimpin oleh direksi berlandaskan fatwa


agama tersebut.
3. Produk-produk baru baik yang timbul dari Direksi, Komisaris, DPS
maupun masyarakat pada umumnya harus melalui Fatwa Agama dari DPS
yang disampaikan kepada Direksi dengan tindasan kepada Komisaris.
4. Kebijakan Direksi yang tidak sesuai dengan Fatwa Agama, karena tidak
mampu berlandaskan Fatwa Agama tersebut atau pun dengan alasan lain,
segera diambil oleh Komisaris ubtuk diadakan musyawarah bersama
antara Direksi, DPS dan Komisaris. Hasil keputusan dijadikan Fatwa
Agama dari DPS yang segera disampaikan kepada direksi dengan tindasan
kepada komisaris, DPS dan komisaris mengawasipelaksanaan fatwa
tersebut.
Untuk pertama kali, Direksi membuat rencana kerja atau operasional dan
membuat anggaran yang disampaikan kepada gubernur bank indonesia di dalam
permohonan izin operasional. setelah mendapat izin operasional dari departemen
keuangan, barulah bank syariah boleh melaukan kegiatan atauoperasional.sebagai
kelanjutan dari operasional tahun berikutnya, direksi membat rencana kerja
operasional dan anggaran yang disetujui oleh komisaris.

2.5 Kegiatan Oprasional Bank Syariah


2.5.1 Bidang Marketing
1. Sebagai langkah awal bidang marketing membuat rencana target, baik
untuk produk funding maupun22produk financing. dalam membuat target
tersebut haruslah disesuaikan dengan rencana kerja operasional bank
syariah yang dibuat oleh direksi.
2. kegiatan operasionalnya
a. pemasaran produk dengan melalui beramacam-macam media
pemasaran, baik media elektronik,cetak, pertemuan-pertemuan,
khutbah jumat dan sebagainya.
b. kegiatan funding officer dan anggotanya terutama dalam mobilisasi
dana,hasinya;
Universitas Tridinanti Palembang

Funding; Saham, Deposito Mudhorobah, tabungan


Mudhoobah, titipan (wadi'ah dhomanah) atau zakat,infaq,
dan shadaqah (ZIS).
setelah diadministrasikan oleh FO, funding yangbaru
diserahkan kepasa SA ( service assistent) dan bagian jasa
nasabah ( Janas ), sedangkan funding kelanjutan langsung
diserahkan kepada teller atau kasir.
Hasil pembiayaan diserahkan kepada A/O untuk diperoses
selanjutnya.
3. Operasionalisasi account officer (A/O) atau pembina pembiayaan.
Mmbuat struktur danadan alokasi dana dari dana mobilisasi
tersebut untuk memenuhi permohonan pembiayaan yang masuk.
Memperoses calon debitur yang masuk
Membina debitur agar lancar pengembalian pembiayaan serta
mengurangi resiko (menekan resiko) atas pembiayaan yang
diberikan.
4. Operasionalisasi bagian support pembiayaan (BSP)
Memproses calon debitur 23 dari segi keabsahan (legalitas) taksasi

jaminan.
Mengatasi masalah debitur yang mungkin terjadi.

5. Operasionalisasi bagian administrasi pembiayaan.


menyiapkan surat persetujuan pembiayaan (SPP)
menyiapkan aqad pembiayaan serta pengikatan jaminan.
menyiapkan slip-slip pencairan pembiayaan
menyiapkan angsuran untukdebitur
menyiapkan kartu pembiayaan (untuk bank)
menyiapkan slip-slip pembayaran kembali, angsuran atau
pelunasan.
menyelenggarakan file debitur.
pengamananjaminan.
Universitas Tridinanti Palembang

khusus untuk mudhorobah atau musyarokah.


membuat tabel rencana pembayaran.
membuat aktualisasi pembayaran.
6. Opersionalisasi bagian pengawasan pembiayaan
membuat register calon debitur
membuat register debitur
membuat daftar rencana angsuran atau pembayaran debitur dan
aktualisasinya
membuat surat-surat peringatan
pemecahan permasalahan debitur
execusi jaminan.
2.5.2 Bidang Operasional
1. Service Operasional
a. Informasi kegiatan bank syariah terutama bidang marketing dan
bidang operasional.
b. Pencatatan nasabah funding yang baru
2. Teller atau Kasir
a. transaksi keuangan tunai: setoran dan pembayaran
24
b. Laporan kas harian.
3. Jasa Nasabah
Penyelenggaraan funding: Deposito Mudhorobah, Tabungan Mudhorobah,
Nadi'ah Dhomanah, Zakst, Infaq (ZIS).
a. Pembuatan kartu tabungan
b. Pembuatan register deposito
c. Jurnal funding
d. Penghitungan Bagi hasil deposito dan tabungan mudhorobah
e. bonus wadhi'ah dhomanah.
4. Bagian Tata Buku
a. Pembukuan transaksi fisik pada kasir atau teller
b. Pembukuan transaksi Rekening Bank
Universitas Tridinanti Palembang

c. pembuatan Neraca dan Daftar Rugi atau laba harian


d. Pembuatan Neraca dan Daftar Rugi atau laba bulanan
e. Laporan ke bank indonesia.
2.5.3 Bidang Umum
1. Sekertariat, bertugas untuk melakukan:
a. Surat-menyurat
b. Arsip dan dokumen
2. Perbekalan
a. Invetarisasi Kebutuhan sesuai dengan anggaran
b. Belanja barang infestasi dan biaya
c. Urusan inventaris dan penyusutannya (Cadangan penyusutan)
3. Personalia
a. Daftar hadir karyawan, surat-surat ijin dan surat-surat tugas
b. Urusan gaji karyawan dan jaminan sosial
c. Penyelenggaraan kartu pegawai dan data pegawai
d. Kenaikan gaji dan pangkat
e. Pendidikan dan pembinaan karyawan
4. Urusan Rumsh Tangga Kantor
a. keamanan dan tata tertib kantor
25
b. pemeliharaan kantor dan pemeliharaaninventarisasi kantor serta
perlengkapan atau perbekalan kantor.
2.5.4 Bidang Pengawasan
1. Pengawasan marketing
a. pengawasan sesuai syariah
b. pengawasan proseduril
c. publik opini, masukan untuk pemecahan masalah
2. Pengawasan Porsenil
a. Pengawasan dalam dinas dan pengawasan diluar dinas
pengamalan islam
kedisiplinan
keterampilan kerja
Universitas Tridinanti Palembang

kreativitasnya
kerjasama
b. penilaian secara periodik
c. pengawasan umum
pengawasan kekayaan atau investasi
pengawasan perbekalan atau biaya kantor
pengawasan akuntansi.

2.6 Konsep Dasar Operasional Bank Syariah


Operasional bank islam didasarkan kepada perinsip jual- beli dan bagi
hasil sesuai dengan syari'ah islam. perinsip-perinsip tersebut adalah sebagai
berikut;
1. Al-Wadiah
yaitu perjanjian antara pemilik barang (termasuk uang) dengan penyimpan
(termasuk bank) di mana pihak penyimpan bersedia untuk menyimpan dan
menjaga keselamatan barang dan atau uang yang dititipkan kepadanya.
Jadi' al-wadiah ini merupakan titipan murni yang dipercaya kan oleh
pemiliknya.
2. Al-Mudharabah
26
yaitu perjanjian antara pmilik modal (uangatau barang) dengan penguzaha
(enterpreneur). dimana pemili modal bersedia membiayai sepenuhnya
suatu proyek atau usaha dan pengusaha setuju untuk mengelola proyek
tersebut dengan pembagian hasil sesuai dengan perjanjian. pemilik modal
tidak dibenarkan ikut dalam pengelolaan usaha, tetapi diperbolehkan
membuat usulan dan melakukan pengawasan. Apabila usaha yang dibiayai
mengalami kerugian, maka kerugian tersebut sepenuhnya ditanggung oleh
pemilik modal, kecuali apabila kerugian tersebut terjadi karena
penyelewengan atau penyalahgunaan oleh pengusaha.
3. Al-Musyarakah
yaitu perjanjian kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk membuayai
suatu usaha. keuntungan dari usaha tersebut dibagi sesuai dengan
Universitas Tridinanti Palembang

persetujuan antara pihak-pihak tersebut, yang tidak harus sama dengan


modal masing-masing pihak. Dalam hal terjadi kerugian, maka pembagian
kerugian dibagi sesuai besar nidal masung-masing.
4. Al-Murabahah dan Al-Bai'u Bithaman Ajil
Al-murabahah yaitu persetujuan jual-beli suatu barang dengan harga
sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan yang disepakati
bersama dengan pembayaran ditangguhkan 1 bulan sampai 1 tahun.
Persetuju tersebut juga meliputi cara pembayaran sekaligus.
Sedangkan al-Bai'ul bithaman Ajil yaitu; persetujuan jual beli suatu barang
dengan harga sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan yang
disepakati bersama. persetujuan ini termasuk pula jangka waktu
pembayaran dan jumlah agsuran.
5. Al-Ijarah dan Al-Ta'jiri
Al-Ijarah yaitu perjanjian antara pemilik barang dengan penyewa yang
membolehkan penyewa yang memanfaatkan barang tersebut dengan
membayar sewa sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak. Setelah
masa sewa berakhir, maka barang akan dikembalikan kepada pemilik.
Sedangkan Al-Ta'jiri yaitu perjajian antara pemilik barang dengan
27
penyewa yang membolehkan penyewa untuk memanfaatkan barang
tersebut dengan membayar sewa sesuai dengan persetujuan kedua belah
pihak. Setelah berakhir masa sewa, maka pemilik barang menjual barang
tersebut kepada penyewa dengan harga yang disetujui kedua belah pihak.
6. Al-Qardhul Hasan
Al-Qardhul Hasan adalah suatu pinjaman lunak yang diberikan atas dasar
kewajiban sosial semata, di mana pemnjam tidak berkewajiban untuk
mengembalikan apa pun kecuali modal pinjaman dan biaya administrasi.
Selain fasilitas-fasilitas di atas, Bank Islam juga memberikan fasilitas berpa
produk-produk dibawah ini;
1. Al-Kafalah
yaitu pemberian garansi kepada nasabah untuk menjamin pelaksanaan
proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang dijamin
Universitas Tridinanti Palembang

dengan cara bank meminta pihak yang dijamin untuk menyetorkan


sejumlah dana sebagai setoran jaminan dengan perinsip al-Wadiah.
Hasilnya bank akan memperoleh fee.
2. Al-Hiwalah
yaitu jasa bank untuk nelakukan kegiatan transfer (kiriman uang) atau
pengalihan tagihan. Dari kegiatan ini bank akan memperoleh fee sebagai
imbalan.
3. Al-Jo'alah
yaitu perjanjian di mana pihak pertama berjanji untuk memberi sejumlah
imbalan tertentu kepada pihak kedua (amil) atas suatu usaha atau layanan
proyek yang sifat dan batasan-batasanya tercantum didalam perjanjian.
4. Al-Wakalah
yaitu jasa penitipan uang atau surat berharga, dimana bank mendapat
kuasa dari yang menitipkan untuk mengelola uang atau surat berharga
tersebut.Dalam hal ini bank akan memperoleh fee sebagai imbalan
jasanya.
5. Al-Sharf
yaitu kegiatan jual beli suatu mata uang dengan mata uang lainnya. jika
28
yang diperjual belikan adalah mata uang yang sama maka nilai mata uang
tersebut harus sama dan penyerahannya juga dilakukan pada waktu yang
sama. transaksi ini bisa dilakukan Bank islam asal memenuhi ketentusn-
ketentuan syariat, yaitu;
Harus bersifat tunai
Serah terima harus dilakukan dalam majlis kontrak
jika dalam mata uang yang sama, jumlahnya harus sama
Jika pertukaran mata uang yang berbeda bisa dilakukan dengan
jumlah yang berbeda asalkan tunai.

2.7 Sistem Penghimpunan dan Penyaluran Dana


Pada sistem operasional bank syariah, pemilik dana menanamkan uangnya
dibank tidak dengan motif mendapatkan bunga, tetapi dalam rangka medapatkan
Universitas Tridinanti Palembang

keuntungan bagi hasil. Dana nasabah tersebut kemudian disalurkan kepada


mereka yang membutuhkan (misalnya modal usaha), dengan perjanjian
pembagian keuntungan sesuai kesepakatan.318
2.7.1 Sistem Penghimpunan Dana Bank Syariah
1. Prinsip wadiah
Prinsip wadiah implikasi hukumnya sama dengan qardh, dimana nasabah
bertindak sebagai yang meminjamkan uang sedangkan bank sebagai
peminjam. Prinsip ini dikembangkan berdasarkan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut :
Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana menjadi hak milik
atau ditanggung bank, sedang pemilik dana tidak dijanjikan
imbalan dan tidak menanggung kerugian. Bank dimungkinkan
memberikan bonus kepada pemilik dana sebagai suatu intensif.
Bank harus membuat akad pembukaan rekening yang isinya
mencangkup izin penyaluran dana yang disimpan dan persyaratan
lain yang disepakati selama tidak bertentangan dengan prinsip
syariah.
Terhadap pembukaan rekening ini bank dapat mengenakan biaya
29
pengganti administrasi untuk sekedar menutupi biaya yang benar-
benar terjadi.
Prinsip wadiah dalam produk bank syariah dapat dikembangkan menjadi
dua jenis, yaitu : Wadiah yad Amanah dan Wadiah yad Dhomanah.
2. Prinsip mudharabah
Aplikasi prinsip ini adalah bahwa deposan atau penyimpan bertindak
sebagai shahibul mal dan bank sebagai mudharib. Dana ini digunakan
bank untuk melakukan pembiayaan akad jual beli maupun syirkah. Jika
terjadi kerugian maka bank bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi.

318 Tim Pengembang Perbankan Syariah, Konsep Produk dan


Implementasi Operasional Bank Syariah,( Jakarta; Djambatan,
2003) hal 57-74.
Universitas Tridinanti Palembang

2.7.2 Sistem penyaluran dana bank syariah


Didalam bank islam metode penyaluran dana jauh berbeda dengan bank
konvensional, karena bank islam tidak mengenal kredit dengan segala macam
derivatifnya. Karena kredit akan sangat berhubungan erat dengan uang dan bunga
(riba). Sistem penyaluran dana bank syariah dapat dikembangkan dengan tiga
model, yaitu :
1. Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk memiliki barang dilakukan
dengan prinsip jual beli.
2. Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dilakuakn
dengan prinsip sewa.
3. Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk usaha kerjasama yang
ditujukan guna mendapatkan sekaligus barang dan jasa, dengan prinsip
bagi hasil.
a. Sitem jual beli (tijaroh)
Mekanisme jual beli adalah upaya yang dilakukan dengan pola :
Dilakukan untuk transfer of property
Tingkat keuntungan bank ditentukan didepan dan menjadi
harga jual barang.
30
Prinsip jual beli ini dikembangkan menjadi bentuk-bentuk
pembiayaan sebagai berikut :
1. Pembiayaan Murabahah (dari kata ribhu=keuntungan) ;
bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Barang
diserahkan segera dan pembayaran dilakukan secara
tangguh.
2. Salam (jual beli barang belum ada). Pembayaran tunai,
barang diserahkan tangguh. Bank sebagai pembeli dan
nasabah sebagai penjual. Dalam transsaksi ini ada kepastian
tentang kualitas, kuantitas, harga dan waktu penyerahan.
3. Isthisna, jual beli seperti akad salam namun pembayaranya
dilakukan oleh bank dalam bebrapa kali pembayaran.
Isthisna diterapkan paada pembiayaan manufaktir dan
Universitas Tridinanti Palembang

kontruksi.
b. Sistem bagi hasil
Bagi hasil adalah konsep yang paling lazim dan tidak ada keraguan
didalamnya, dan hampir seluruh ulama sepakat dengan transaksi
bagi hasil. Transaksi bagi hasil yang dapat diterapkan dalam
perbankan islam pada umumnya dibagi dalam 2 nnjenbis transaksi
yaitu :
1. Mudharabah
Mudharabah adalah salah satu konsep bagi hasil antara
pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola/pengusaha
(mudharib). Bank islam untuk menjalankan fungsinya
menyalurkan dana masyarakat adalah dengan teknik
mudharabah. Dalam hal ini bank sebagai pemilik dana
(shahibul mal) yang menginvestasikan dananya kepada
suatu proyek atau pekerjaan yang dikelola oleh pengusaha
(mudharib).

Pengusaha mengajukan proposal untuk mengerjakan suatu


31
proyek atau pekerjaan kepada bank dengan pola bagi hasil.
Dalam hal ini bank akan memberikan modal 100% untuk
dikelola oleh mitra kerjanya yaitu pengusaha tadi, dengan
perjanjian bahwa jika proyek tersebut menghasilkan
keuntungan atau pendapatan dari proyek tersebut akan
dibagi menurut porsi yang ditentukan (nisbah) misal, 67%
untuk pemilik modal dan 33% untuk pengusaha.
2. Musyarakah
Cara lain untuk menyalurkan dana masyarakat bank islam
melakukan teknik musyarakah (syirkah). Yaitu
percampuran dana untuk tujuan pembagian keuntungan.
Musyarakah sepintas hampir mirip mudharabah.
Perbedaanya yang paling mencolok adalah kalau
Universitas Tridinanti Palembang

mudharabah modalnya 100% dari pemilik dana dan


pengelola hanya menyediakan keahlian dan tenaga kerja
untuk menjalankan usahanya. Sedangkan musyarakah, jika
bank islam melakukan transaksi musyarakah dengan
mitranya (nasabah), maka nasabah harus memiliki dana
sebagian selain keahlian dan tenaga kerja untuk mengelola
usaha tersebut. \
3. Pembiayaan
Ada dua jenis transaksi yang dibolehkan dalam syariat
islam pembiayaan. Yaitu transaksi pengalihan piutang
(hawalah) dan gadai (rahn). Alasan penulis memasukan
kedua transaksi ini dalam pembiayaan adalah bahwa dua
kelompok transaksi diatas yaitu jual-beli dan bagi hasil
berhhubungan erat dengan barang/objek yang
diperjualbelikan atau proyek yang keuntunganya dibagi
hasilkan. Pada pembiayaan, tidak ada barang maupun
proyek yang ditransaksikan, tetapi
murni pinjam-meminjam uang. Sekalipun dalam gadai ada
barang yang disyaratkan, barang tersebut bukan merupakan
32
objek transaksi, tetapi barang tersebut hanya merupakan
jaminan bagi sipemberi pembiayaan.
a. Hawalah
Hawalah adalah perpindahan piutang nasabah
(muhal) kebank (muhalaih). Nasabah meminta bank
membayarkan terlebih dahulu piutang yang timbul
baik dari jual beli maupun transaksi lainya yang
halal. Atas bantuan bank untuk melunaskan piutang
nasabah terlebih dahulu bank dapat meminta jasa
pada nasabah, yang besarnya dengan
mempertimbangkan faktor resiko bila piutang tidak
tertagih.
Universitas Tridinanti Palembang

b. Rahn
Rahn adalah menahan sesuatu dengan hak yang
memungkinkan pengambilan manfaat darinya atau
menjadikan sesuatu yang bernilai ekonomis pada
pandangan syariah sebagai kepercayaan atas hutang
yang memungkinkan pengambilan hutang secara
keseluruhan atau sebagian dari barang itu.
4. Pinjaman
a. Qard
Qard adalah apa yang diberikan dari harta yang
terukur yang dapat ditagih/dituntut, atau akad yang
dikhususkan yang dikembalikan pada membayar
harta yang terukur kepada orang lain agar
dikembalikan.
Salah satu fungsi bank islam adalah memberikan kegiatan
sosial. Dalam hal untuk dapat mengaplikasikan fungsi ini,
bank islam menyalurkan dana dalam bentuk qard dari dana
yang dihimpundari hasil kegiatan sosial juga seperti zakat,
infak, shodaqah.
33
Mekanisme Kerja Sesuai dengan struktur organisasi sistem perbankan
syariah tersebut maka mekanisme kerja pada masing-masing bagian adalah
sebagai berikut :
a. Dengan adanya keputusan Rapat Pemegang Umum Saham (RUPS).
b. Disamping itu adanya fatwa Agama dari DPS. dasar operasional yang
sangat mengikat.
c. Selanjutnya dalam operasional Bank Syariah tersebut terdapat dua macam
pengawasan:
Sistem Operasional Bank Islam Dalam sistem operasional lembaga
keuangan syariah membicarakan permasalahan bagaimana kerja dan optimalisasi
masing-masing bagian dalam menjalankan tugas dan fungsinya.seperti tugas
Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional.
Pokok-pokok Operasional Bank Syariah
Landasan hukum dalam operasional antara lain:
Universitas Tridinanti Palembang

Dewan pengawas syariah,setelah menerima laporan dari direksi Operasional bank


syariah yang di pimpin oleh direksi berlandaskan fatwa agama Produk baru baik
yang timbul dari direksi, komisaris, DPS maupun masyarakat pada umumnya
harus melalui fatwa agama dari DPS.Kebijaksanaan direksi yang tidak sesuai
dengan fatwa agama.
Kegiatan Operasional Bank Syariah pada Bidang Marketing:
Sebagai langkah awal bidang marketing membuat rencana targer baik untuk
produk funding maupun produk financing dan Kegiatan operasional seperti,
Pemasaran produk dengan melalui bermacam-macam media pemasaran,baik
media elektronik, cetak pertemuan-pertemuan,pengajian-pengajian dsb.

34
Universitas Tridinanti Palembang

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pengorganisasian adalah meletakkan tujuan dan sasaran yang telah
dirancangkan kedalam tindakan melalui penetapan kebijakan dan proses, termasuk
pengadaan fungsi pendukung dan penyebaran layanan melalui struktur organisasi.
Kesuksesan dalam bisnis itu bergantung pada kemampuan pengelola atau
pemimpinnya .
lembaga yang melatih para kariawannya dan menata organisasinya dengan
sistem pelayanan yang baik dan efisien.Dewan komisaris berwewenang dan
bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan atas kebijakan pembiayaan dan
rencana pembiayaan tahunan, termasuk pembiayaan kepada pihak-pihak terkait
dan nasabah-nasabah besartertentu yang di tuangkan dalam rencana kerja
bank.Direksi bertanggung jawab atas penyusunan kebijakan dan rencana
pembiayaan yang dituangkan dalam rencana kerja bank, dan memastikan bahwa
kebijakan itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan. Semoga sedikit uraian
kami ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Penulis sangat menyadari,
bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat
mengharapkan adanya kritikan yang konstruktif dan sistematis dari pembaca yang
budiman, guna melahirkan sebuah perbaikan dalam penyusulan makalah
selanjutnya yang lebih baik

35