Anda di halaman 1dari 15

APPENDICITIS AKUT

1. Pengertian (definisi) Peradangan appendix vermiformis


2. Anamnesis 1. Sakit perut di kuadran kanan bawah perut
(Mc burney)
2. Anoreksia
3. Obstipasi
4. Febris (komplikasi infeksi akut)
3. Pemeriksaan fisik 1. Mc burney : nyeri tekan (+), nyeri
lepas(+), nyeri ketok(+)
2. defans muscular (+)
3. Rovsing sign (+)
4. Psoas sign (+)
5. Obturator sign (+)
6. Rectal toucher : nyeri tekan pada 9 -12
4. Kriteria Diagnosis 1. Apendicitis point pain
2. Lekositosis
3. Vomitus
4. Anoreksia
5. Rebound tenderness fenomenon
6. Abdominal mitrate pain
7. Degree of celcius (>37,5)
5. Diagnosis kerja Apendicitis akut
6. Diagnosis Banding 1. Limfadenitis iliocaecal
2. Perforasi ulkus peptikum
3. Enteritis regional, gastroenteritis
4. Cholesistitis akut
5. Chystitis
6. Divertikulitis
7. Tumor caecum
8. KET
9. Adnexitis
10. Torsi kista ovarii
11. Endometriosis
12. PID
13. Ruptur folikel
14. Batu ureter
APENDICITIS AKUT
7. Pemeriksaan penunjang 1. Hb, htc, trombosit, leukosit
1. GDS
2. USG lower abdomen, terdapat
peradangan apendiks
8. Terapi 1. Apendektomi
2. Konservatif :
3. Infus RL 20 gtt
4. Inj ketorolac bila perlu
5. Metronidazole fls 3x1
9. Edukasi 1. Bed rest dengan posisi fowler
(Hospital Health 2. Jika hasil baik mobilisasi bertahap
Promotion) kemudian boleh pulang

1 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam


0. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
1 Standing order Perforasi syok septic
1. Terapi O2 2 lpm, inf RL/NaCI 0,9% 30 gtt,
pasang NGT dan kateter
1 Kepustakaan 1. Kapita selekta kedokteran jilid 2
2. 2. Standar prosedur operasional bedah
RSU harapan keluarga 2011
3. Standar prosedur klinis RSHS 2008

HERNIA INGUINALIS LATERALIS


Pengertian (definisi) Hernia yang melalui annulus inguinalis
abdominalis/lateralis dan mengikuti spermaticod
canalis inguinalis
2. Anamnesis 1. Timbul benjolan dilipat paha yang hilang
timbul pada keadaan lanjut dan menetap
1. penonjolan timbul jika tekanan intra
abdomen naik
2. benjolan dapat hilang jika pasien tiduran dan
dimasukkan dengan tangan
3. dapat terjadi gangguan passage usus
(obstruksi)
4. nyeri pada keadaan strangulasi
5. terdapat faktor-faktor predisposisi
3. Pemeriksaan fisik 1. benjolan pada lipat paha atau scrotum
dengan batas atas tidak jelas
2. bising usus (+)
3. transluminasi (-)
4. jika dapat dimasukkan kemudian pasien
disuruh valsava dengan tangan di cincin
eksternus teraba tekanan pada ujung jari
(finger test)
4. Kriteria diagnosis 1. benjolan lipat paha
2. bising usus (+)
3. valsava manuever (+)
4. finger test (+)
5. Diagnosis kerja Hernia inguinalis lateralis
6. Diagnosis banding 1. hernia ingunialis medialis
2. soft tisuue tumor ingunalis
3. limphadenopathy inguinalis
7. Pemeriksaan 1. Hb, leuko,htc, trombosit, GDS bila perlu
penunjang 2. USG lower abdomen
8. Terapi 1. Konservatif : reposisi
Infus RL 20 gtt
Keterolac inj bila perlu
Dulcolax supp extra
2. Operatif : herniotomi, hernioraphy,
hernioplasty
HERNIA INGUINALIS LATERALIS
9. Edukasi 1. Menjaga pola makan
(Hospital Health 2. Berolah raga teratur
promotion)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanantionam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11 Standing order Hernia inkaserata, strangulata terapi : O2 2 lpm,
. inf RL/NaCI 0,9% 30 gtt, pasang
12 Kepustakaan 1. Kapita selekta kedokteran jilid 2
. 2. Standar prosedur operasional bedah RSU
harapan keluarga 2011
3. Standar prosedur klinis RSHS 2008
HEMOROID
1. Pengertian (definisi) Pelebaran vena, dan diikuti penambahan jaringan
sekitar vena, sehingga bisa keluar dari anus
2. Anamnesis 1. Pendarahan perianus jika mengedan dan
berhenti bila mengejan berhenti
2. Nyeri hebat pada hemoroid ekterna , ada
radang pada hemoroid interna
3. Benjolan/prolaps, terjadi pada grade 2
sampai 4
3. Pemeriksaan fisik 1. Inspeksi, H.eksterna mudah terlihat terutama
bila sudah mengandung trombus, H. Interna
yang prolaps dapat terlihat sebagai benjolan
yang tertutup mukosa.
2. Rectal touche, H. Eksterna biasanya tidak
teraba dan tidak nyeri, dapat teraba bila
sudah ada trombus
3. Anoskopi : untuk melihat hemoroid interna
4. Kriteria Diagnosis 1. Penonjolan/prolaps, terjadi pada grade 2
sampai 4
2. pendarahan peranus jika mengedan dan
berhenti bila mengejan berhenti
3. anemia jika berlangsung kronik
5. Diagnosis kerja Hemoroid
6. Diagnosis banding 1. ca colon rectal
2. divertikulitis
3. colitis ulceratif
4. colip
5. ca anorectal
6. Proplaps recti
7. Pemeriksaan 1. Hb, leuko, trombosit, hematokrit, gol darah
penunjang dan faktor rhesus bila transfusi
2. Anoskopi : untuk melihat hemoroid interna
8. Terapi 1. Medikamentosa
*Inf RL 20 gtt
*dulcolax supp
*cefot *cefotaxime 2x1
*ketor *ketorolax inj bila perlu
2. Operatif : hemmorhoidektomi
HEMOROID
9. Edukasi 1. Diet berserat, buah-buahan dan sayuran, intake
(Hospital Health air ditingkatkan
Promotion) 2. -
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11 Standing Order AnemiAnemia gravis transusi PRC 2 Labu perhari, 02
. 2lpm, inf NaCI 0, 0,9% 20 gtt, furosemid 1 amp
Trans Transfusi PRC 2 labu perhari, O2 2 lpm, inf NaCI
0,9% 20gtt, furosemid 1 amp
12 Kepustakaan 1. Kapita selekta kedokteran jilid 2
. 2. Standar prosedur operasional bedah RSU
harapan keluarga 2011
3. Standar prosedur klinis RSHS 2008
FISSURA ANI
1. Pengertian Suatu robekan atau luka dengan nanah pada daerah anus
(definisi) dekat perbatasan kulit
2. Anamnesi 1. Pendarahan peranus selama atau segera setelah buang
s air besar
2. Ada peradangan di daerah luka terbentuk abses
3. Sembelit
4. tidak nyaman saat kencing
5. gatal
6. nyeri yang menyayat
3. Pemeriksa 1. adanya anal fissure
an fisik 2. ada skin tag dan hypertropy papilia
3. rectal touche, dapat membedakan dengan hemorroid
4. Kriteria 1. ulkus berbatas tegas
diagnosa 2. adanya indurasi
3. skin tag
4. hypertropy papilia
5. adanya perianal abses
5. Diagnosis FISSURA ANI
kerja
6. Diagnosis 1. fitsula ani
Banding 2. polip
3. ca anorectal
7. Pemeriksa 1. led
an 2. Hb, leukosit, trom, htc
Penunjang 1. Inf RL 20 gtt
8. 2. Borraginol N/S
3. Dulcolax supp
Terapi
4. Insisi drainase abses
5. Cefotaxime 2x1
9. Edukasi 1. Diet berserat, buah-buahan dan sayuran, intake air
(Hospital ditingkatkan
Health 2. Olah raga secara teratur
Promotion 3. Hindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di toilet
) 4. Hub sex yang wajar
5. Jangan menggaruk dubur dan mengejan berlebihan
FISSURA ANI
10 prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11 Standing order ...........................................................................................
. .........................
12 kepustakaan 1. www.Wikipedia.com
. 2. medical surgical nursing
3. standar prosedur operasional bedah RSU harapan
keluarga 2011
4. standar prosedur klinis RSHS 2008
FISTULA ANI
1. Pengertian Saluran abnormal yang menghubungkan antara dua
(definisi) rongga tubuh yang terletak di sekitar daerah kemaluan
dan bokong
2. Anamnesis 1. sering mengeluarkan kentut bahkan tinja di
lubang
2. mengeluarkan cairan kuning, nanah, dan darah
3. tidak terasa sakit bila kering, bila timbul fistul
terasa sakit
3. Pemeriksaan 1. terlihat satu atau lebih lubang fistula
fisik 2 keluar nanah ataupun kotoran dari fistula
3. bengkak pada tepi anus yang berlubang
4. Kriteria 1
diagnosis . anoskopi dan sigmoidoskop untuk mengetahui
kedalamanfistula
5. Diagnosis kerja FISTULA ANI
6. Diagnosis 1
banding . fissura ani
2 polip
3 abses
7. Pemeriksaan 1
penunjang . fistulografi
2 hb,lekosit, trombosit, htc
3 GDS
8. Terapi 1
. fistulotomi
2 fistuloktomi
3 inf RL 20 gtt
4 ketorlax inj bila perlu
5 cefotaxme 2x1
9. Edukasi 1
(Hospital Health . diet berserat, bauh-buahan dan sayuran, intake air
Promotion) ditingkatkan
2 olah raga secara teratur
.
3
. hindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di toilet
4 jangan menggaruk dubur dan mengejan berlebihan
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11 Standing order -
.

12 Kepustakaan 1. www.wikipedia.com
.
2. medical surgical nurshing
3. standar prosedur operasional bedah RSU Harapan
Keluarga 2011
4. standar prosedur klinis RSHS 2008

CHOLELITHIASIS
1. Pengertian Adanya batu yang terdapat pada kandung empedu
(definisi)
2. Anamnesis 1. nyeri epigastric menyebar ke arah scapula
2. mual dan muntah
3. febris
3. Pemeriksaan Fisik 1. nyeri epigastrium kanan
2. usaha inspirasi sewaktu di raba pada kwadran
kanan
3. kandung empedu yang membesar dan nyeri
4. ikterus ringan
4. Kriteria Diagnosis 1. nyeri epigastric kanan
2. ikterus ringan
3. febris ringan
5. Diagnosis kerja Cholelithiasis
6. Diagnosis Banding 1. ductus coleddocus
2. kolesistitis
3. kolangitis
7. Pemeriksaan 1. Hb, leukosit, Htc, trombosit
penunjang 2. Bilirubin direct, bil tot
3. Serum amilase
4. protrombin
5. USG : adanya bendungan/sumbatan
8. Terapi 1. Inf RL 20 gtt
2. Cefotaxime 2x1
3. ketorolac inj bila perlu
4. Ranitidin inj 2x1
5. Operasi coledoktomy
9. Edukasi 1. Diet berserat, buah-buahan dan sayuran, intake
(Hospital Health air ditingkatkan
Promotion) 2. Olah raga secara teratur
3 . hindari terlalu banyak fastfood
10 prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam

Ad fungsionam : dubia ad bonam


11 Standing order ..........................................................................................
. ........................
12 kepustakaan 1. ilmu penyakit dalam jilid II balai penerbit FKUI
. 1990
2. patofisiologi konsep klinis proses penyakit edisi II
3. Medical surgical nushing
4. Standar prosedur operasional bedah RSU Harapan
keluarga 2011
5. standar prosedur klinis RSHS 2008

FIBRO ADENOMA MAMAE (FAM)


1. Pengertian Suatu neoplasma jinak yg berbatas tegas, padat,
(definisi) berkapsul
2. Anamnesis 1. benjolan keras, kenyal dan tidak nyeri tekan,
bulat, berbatas tegas, mobile di payudara
3. Pemeriksaan fisik 1. posisi duduk : payudara simetris atau tidak,
retraksi, peau dprange, dimping ulcerasi,
tanda-tanda radang
2. posisi berbaring : lokasi tumor berdasarkan
kuadrannya
3. pemeriksaan regional KGB:aksila, supra dan
infaraklavikula
4. Kriteria diagnosis 1. benjolan keras, kenyal, tidak nyeri tekan, bulat,
berbatas tegas dan mobile
2. mammograhy
3. fine needle aspiration cytology
5. Diagnosis kerja Fibro adenoma mamae (FAM)
6. Diagnosis Banding 1. ca mamae
2. fibrokistic
3. kistosarcoma
4. galaktocel
5. mastitis
7. Pemeriksaan 1. mammamography
penunjang 2. hb, leuksit, trombosit, htc
8. Terapi 1. inf RL 20 gtt
2. eksisi FAM dengan anestesi umum
9. Edukasi 1. edukasi sadari
(Hospital Health -
Promotion)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11 Standing Order .......................................................................................
. .......................
12 Kepustakaan 1. ilmu penyakit dalam jilid II balai penerbit FKUI
. 1990
2. patofisiologi konsep klinis proses penyakit edisi
II
3. medical surgical nursing
4. standar prosedur operasional bedah RSU
harapan keluarga 2011
5. standar prosedur klinis RSHS 2008

STRUMA
1. pengertian (definisi) Pembesaran kelenjar tiroid
2. Anamnesis 1. benjolan di leher
2. gangguan menelan
3. perasaan batuk dan sesak
3. Pemeriksaan fisik 1. kista cepat membesar, nodul jinak perlahan,
nodul ganas
cepat
1. pembesaran KGB
2. nodul soliter atau nodul multiple
3. pemeriksaan regional KGB : aksila, supra dan
infraklavikula
4. Kriteria diagnosis 1. nodul soliter atau nodul multiple
2. pembesaran KGB
3. metastasis jauh
5. Diagnosis kerja struma
6. Diagnosis Banding 1. struma difusa toksik
2. sruma nodosa non toksik
3. tiroiditis subakut
4. struma Hashimoto
8. Pemeriksaan 1. pemeriksaan TSH dan T4
Penunjang 2. USG leher
3. Hb, leukosit, trombosit, htc
4. Foto thoraks
9. Terapi 1. Inf RL 20 gtt
2. Operasi pengangkatan struma
10 Edukasi 1. _
. (Hospital Health 2. _
Promotion)
11 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam
Ad fungsionam: dubia ad bonam
12 Standing Order _
.
13 Kepustakaan 1. www.medica.com
. 2. patofisiologi konsep klinis proses penyakit
edisi II
3. medical surgical nursing
4. standar prosedur operasional bedah RSU
Harapan keluarga 2011
5. standar prosedur klinis RSHS 2008

ATEROMA
1. Pengertian Kista kelenjar sebasea yang terbentuk akibat
(definisi) sumbatan pada muaranya
2. anamnesis 1. benjolan di kulit
2. tidak nyeri
3. Pemeriksaan fisik 1. tumor bulat, berbatas tegas, dinding tipis,
bebas dari dasar
tetapi melekat pada dermis diatasnya
2. berisi bubur exudat berwarna putih abu-abu
3. berbau asam
4. Kriteria diagnosis 1. Tumor bulat, berbatas tegas, dinding tipis,
bebas dari dasar
Tetapi melekat
2. Berisi bubur exudat
3. Daerah muara yang tersumbat disebut pungta
5. Diagnosis kerja Ateroma
6. Diagnosis banding 1. lipoma
2. furunkel
7. Pemeriksaan 1. _
penunjangTerapi
8. Terapi 1. Eksisi
2. Insisi dan drainase bila menjadi abses
3. Ciprofloxacin 2x1
9. Edukasi 4. Asam mefenamat 3x1
1. Menjaga kebersihan kulit
(Hospital Health
promotion)
2. _
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11 Standing order _
.
12 Kepustakaan 1. www.bedah minor.com
. 2. Kapita selekta kedokteran jilid 2
3. Standar prosedur operasional bedah RSU
Harapan keluarga 2011
4. Standar prosedur klinis RSHS 2008

LIPOMA
1. Pengertian (definisi) Tumor jinak jaringan lemak yang berada dibawah
kulit yang tumbuh lambat
2. Anamnesis 1. Benjolan lunak di kulit
2. Tidak nyeri
3. Dapat digerakkan
3. Pemeriksaan fisik 1. Nodul subkutan ukuran rata-rrata 2-10 cm
2. Sering berlobus
3. Mobile
4. Konsistensi kenyal
5. Kulit diatas lesi normal
5. Kriteria Diagnosis 1. _
6. Diagnosis kerja Lipoma
7. Diagnosis Banding 1. Ateroma
2. Ganglion
8. Pemeriksaan 1.
penunjang
9. Terapi 1. Eksisi
2. Ciprofloxacin 2x1
3. Asam mefenamat 3x1
10 Edukasi 1. Menjaga kebersihan kulit
.
11 (Hospital Health 2. -
. Promotion)
12 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
. Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
13 Standing Order ................................................................................
. .....................
14 Kepustakaan 1. www.bedahminor.com
2. Standar prosedur operasional bedah RSU
Harapan keluarga 2011
3. Standar prosedur klinis RSHS 2008