Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN II

PULSE WIDHT MODULATION (PWM) DEMODULATOR

2.1 TUJUAN
penerapan teori dari PWM (Pulse Width Demodulator)

Memahami penerapan teori dari PWM ke PAM Pule Width Demodulator

Mengetahui hasil gelombang dari Pulse Width Demodulator

Memahami penerapan teori dari PWM ke PPM

2.2 ALAT DAN BAHAN


Modul PWM Demodulator (1 buah)

Mini banana to banana (8 buah)

BNC to aligator (3 buah)

Osiloskop (1 buah)

Power Supply (1 buah)

Banana to Banana (3 buah)

Generator fungsi (1 buah)

2.3 DASAR TEORI

Banyak tipe dari pulse width demodulator. Tipe pertma adalah mengubah sinyal ke
sinyal PAM, kemudian melalui filter LPF dan demodulasi. Jika ada 3 PWM berturut-turut
pulse close satu sama lain, maka pulsa ini kemudin dimasukkan kedalam integrator dan
ambang sirkuit tegangan. Ketika pulse muncul, maka akan mulai untuk mengintregrasikan
dan menghasilkan jalan sampai pulsa terkhir manual. Jadi ketinggian sebanding dengan lebar
pulsa, kemudian ramp di pertahankan pada saat puncak maksimum, setelah waktu yang tetap,
tegangan akan kembali ke nol tegangan.
Tipe kedua adalah membiarkan sinyal PWM mengkonversi ke PPM (Pulse Position
Modulator). Kita bisa mendapat sinyal PPM dengan membedakan sinyal PWM. Tipe lain dari
PWM demodulator adalah detektor produk.

2.4 GAMBAR RANGKAIAN

2.5 LANGKAH PERCOBAAN


1) Lihat gambar DCT 4-1 di modul G0 TT DCT-6000-02

2) Di percobaan ini, sinyal modulasi PWM diasilkan oleh modulator PWM di gambar 3-
8. Saat ini, sinyal iput 1,5 V dan 700 Hz (diatur).

3) Di gambar 3-8, astable multivibrator terminal output (yaitu pin 3 dari U1 LM555,
TP3) dihubungkan ke carrier I/P.

4) Digambar 3-8 monostable multivibrator terminal output (yaitu pin 3 dari V2 LM55)
dihubungkan ke PWM I/P.

5) Atur VR1 untuk meminimalkan sinyal distosi dari U1 (MA741)

6) Atur VR2 dan VR3 hingga memperoleh sinyal demodulator yang benar.
7) Gunakan osiloskop, amati sinyal input PWM, sinyal carrier, TP1, TP2, TP3, TP4,
TP5, TP6, dan demodulasi PWM . Catat di tabel 4-1.

8) Lihat gambar 3-8, ubah sinyal input ke 500 Hz dan yang lain sama.

9) Ulangi langkah 5 sampai 7 dan catat di tabel 4-2.

2.6 HASIL PERCOBAAN


Tabel 1 Hasil PWM Demodulator ( Vm = 1,5Vpp ; fm = 700Hz)

Sinyal Carrier Audio O/P TP1


CH1. pk-pk= 1,6 V CH1. pk-pk= 1,6 V CH1. pk-pk= 1,6 V
F =700 Hz F =699 Hz F =700 Hz
CH2. pk-pk = 14,8 V CH2. pk-pk = 1,9 V CH2. pk-pk = 2,4 V
F = 1,2 kHz F = 693 Hz F = 12,3 kHz
V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V
CH2= 5 v CH2= 1 v CH2= 1 Mv
t/d = 100 s t/d = 250 s t/d = 100 s

TP2 TP3 TP4


CH1. pk-pk= 1,6 V CH1. pk-pk= 1,6 V V/d. CH1= 1 V
F =701 Hz F =700 Hz CH2= 2 V
CH2. pk-pk = 5,12 V CH2. pk-pk = 2,4 V t/d = 250 s
F = 1,3 kHz F = 12,2 V
V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V
CH2= 1 V CH2= 1 V
t/d = 250 s t/d = 100 s
TP5 TP6
CH1. pk-pk= 1,6 V CH1. pk-pk= 1,6 V
F =700 Hz F =700 Hz
CH2. pk-pk = 5,12 V CH2. pk-pk = 2,5 V
F = 3,6 Hz F = 707 Hz
V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V
CH2= 2 V CH2= 1 V
t/d = 100 s t/d = 250 s
Tabel 2 Hasil PWM Demodulator ( Vm = 1,5V ; fm = 500Hz)

Sinyal Carrier Audio O/P TP1


CH1. pk-pk= 1,2 V CH1. pk-pk= 1,6 V CH1. pk-pk= 1,5 V
F =500 Hz F =500 Hz F =500 Hz
CH2. pk-pk = 15,6 V CH2. pk-pk = 1,8 V CH2. pk-pk = 2,4 V
F = 2,8 kHz F = 498 Hz F = 10,7 kHz
V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V
CH2= 5 V CH2= 1 V CH2= 1 V
t/d = 100 s t/d = 250 s t/d = 100 s

TP2 TP3 TP4


CH1. pk-pk= 1,5 V CH1. pk-pk= 1,5 V CH1. pk-pk= 1,6 V
F = 497 Hz F =500 Hz F =500 Hz
CH2. pk-pk = 4,9 V CH2. pk-pk = 2,3 V CH2. pk-pk = 4,9 V
F = 3,8 kHz F = 11,3 kHz F = 11,3 Hz
V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V
CH2= 2 V CH2= 1 V CH2= 2 V
t/d = 250 s t/d = 100 s t/d = 250 s
TP5 TP6
CH1. pk-pk= 1,4 V CH1. pk-pk= 1,6 V
F =500 Hz F =497 Hz
CH2. pk-pk = 4,9 V CH2. pk-pk = 2,2 V
F = 25,19 kHz F = 510 Hz
V/d. CH1= 1 V V/d. CH1= 1 V
CH2= 2 V CH2= 1 V
t/d = 100 s t/d = 250 s

2.7 ANALISIS DATA


Gelombang yang dihasilkan oleh TP2 dan TP4 cenderung sama, yaitu pada saat
gelombang max, maka tinggi gris akan min, begitu juga sebaliknya.

Gelombang yang dihasilkan oleh TP1 dan TP3 memiliki bentuk pulse namun
kebalikan (kalau pada TP1, bagian ysng rancing diatas, kalau TP3 sebaliknya.

Gelombang yang dihasilkan oleh TP5, pada saat amplitudo max, maka gelombang
yang dihasilkan besar namun rapat, namun saat amplitudo min, maka gelombang yang
dihasilkan akan kecil (ukuran lebarnya) namun renggang jaraknya.

Gelombang yang dihasilkan oleh TP6 adalah gelombang sebelum difilter, sehingga
permukaannyatidak rata.

Gelombang yang dihasilkan oleh output (audio) memiliki permukaan yang rata dan
sama sepeti gelombang input karena telah difilter oleh LPF.

2.8 KESIMPULAN
Gelombang yag dihasilkan oleh PWM demodulator (Pulse Width Demodulator)
adalah hampir sama dengan gelombang input, dan karena difilter oleh filter LPF, maka
gelombang yang dihasilkan permukaannya halus.

Fungsi dari VR1 untuk membuat bentuk gelombang menjadi sinus atau segitiga, selain
itu untuk mengatur rapat renggang dari gelombang. Fungsi VR 2 untuk mengatur besar
kacilnya amplitudo gelombang dan VR3 befungsi memperhalus dan menyamakan gelombang
output dengan inputnya.
PROBLEM DISCUSSION
1 Fungsi VR1 = untuk membuat bentu gelombang menjadi sinus atau segitiga, selain itu
untuk mengatur rapat renggang dari gelombang.

Fungsi VR2 = Untuk mengatur besar kecilnya amplitudo gelombang.

2 Fungsi VR3 = untuk memperhalus dan menyamakan gelombang output dengan


inputnya