Anda di halaman 1dari 42

\

DEMAM BERDARAH DENGUE


1. Pengertian
pppppppppppppPenyakit demam akut yang disebabkan oleh virus
(definisi)
dengue dan ditularkanmelaluiditularkan melalui gigitan nyamuk
aedes aegypty dan aedes albopictus serta memenuhi kriteriWHO

2. Anamnesis 1. Demam atau riwayat demam akut 2-7


hari,biasanya bifasik
2. Perdarahan dibawah kulit,perdarahan
mukosa,saluran cerna atau tempat lain
3. Pemeriksaan Fisik 1. Uji torniquet (+) (>20 Petekie atau 2,54 cm2)
2. Petekie,ekimosis,purpura,Hematemesis,Melena
3. Efusi,pleura,Efusi perikard,Ascites
4. Kriteria Diagnosis A Berdasarkan derajat :
I Demam disertai gejala kontitusional yang tidak
khas,menifestasi perdarahan hanya berupa uji
torniquet (+) dan atau mudah memar
II Derajat I disertai perdarahan spontan
III Terdapat kegagalan sirkulasi : Nadi cepat dan
lemah atau hipotensi,disertai kulit dingin dan
lembab serta gelisah
IV Renjatan : tekanan darah dan nadi tidak teratur
Derajat III dan IV digolongkan dalam sindrom
renjatan dengue
B DBD dengan komplikasi
1 DBD dengan pendarahan spontan/masif
2 Tanda kedaruratan :
DSS,Ensefalopati,kejang,Muntah hebat
3 Manifestasi kbocoran plasma : efusi
pleura,ascites
5. Diagnosis Kerja Demam Berdarah Dengue
6. Diagnosis Banding 1 Demam Akut lain yang bermanifestasi
trombositopenia
2 ITP
3 Malaria
4 Chikungunyah
5 Sepsis
7. Pemeriksaan 1. Darah rutin : trombositopenia (< 100.000/mm3),
Penunjang 2. Hematokrit meningkat > 20% dibanding Ht rata
rata pada usia,jenis kelamin dan populasi yang
sama.
3. Hematokrit turun hingga > 20% dari Ht awal
setelah pemberian cairan
8. Terapi A Rawat jalan
1 DBD derajat I-II
2 Simptomatis : Antipiretik,Analgetik,Anti emetik
PCT,Ranitidin
3 Suportif : Cairan dan elektrolit peroral
4 Kontrol setelah 3 hari
5 Rujuk Balik PPK
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
DEMAM BERDARAH DENGUE
8 Terapi B Rawat Inap (PPK 2)
. 1 DBD dengan komplikasi
2 Trombositopenia < 100.000
3 Cairan Intravena : RL, HES
4 Simptomatis : PCT PO, Ranitidin IV
5 DSS dengan kebutuhan ICU : Rujuk PPK 3
9 Edukasi 1 Tirah baring
. (Hospital Health 2 Edukasi tanda tanda kedaruratan
Promotion) 3 Edukasi pemutusan rantai penularan
1 Prognosis Ad Vitam : dubia ad bonam / malam
0
. Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
1 Standing Order Tatalaksana Kasus DBD dengan renjatan (DSS)
1
. 1 Oksigen (2-4 ltr / mnt)
2 Cairan kristaloit 10-20 ml/KgBB secepatnya (bolus
dlm 30 menit)
3 Evaluasi dalam 30 menit

4 Konsultasi Sp.PD
1 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga
2 2011
2 Standar pelayanan medik RSUH 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES
RI 1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
DEMAM TIFOID
8. Terapi B Demam Tifoid dengan komplikasi/Rawat Inap
1 Cairan : RL
2 Antibiotik Intravena : Cefotaksim (3-5 hari)
3 Antibiotik PO : Ciprofloksasin
4 Kortikosteroid untuk tifoid toksik : Dexamethason iv 3x1
5 Antibiotik kombinasi : tifoid toksik, peritonitas, perforasi,
syok
Septik
C Tifoid Karier : Antibiotik 3 bulan
Ampisilin,Amoksisilin,Kontrimoksazol,Ciprofloksasin

D Tifoid pada kehamilan


Antibiotik : Beta laktam dan sefalosporin gen III :
Cefotaxim 2x1
Gr IV
9 Edukasi 1 Tirah baring
(Hospital 2 Makanan Lunak, rendah serat
Health 3 -
Promotion)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga
2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
DEMAM TIFOID
8. Terapi B Demam Tifoid dengan komplikasi/Rawat Inap
1 Cairan : RL
2 Antibiotik Intravena : Cefotaksim (3-5 hari)
3 Antibiotik PO : Ciprofloksasin
4 Kortikosteroid untuk tifoid toksik : Dexamethason iv 3x1
5 Antibiotik kombinasi : tifoid toksik, peritonitas, perforasi,
syok
Septik
C Tifoid Karier : Antibiotik 3 bulan
Ampisilin,Amoksisilin,Kontrimoksazol,Ciprofloksasin

D Tifoid pada kehamilan


Antibiotik : Beta laktam dan sefalosporin gen III :
Cefotaxim 2x1
Gr IV
9 Edukasi 1 Tirah baring
(Hospital 2 Makanan Lunak, rendah serat
Health 3 -
Promotion)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga
2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
DIABETES MELLITUS TIPE 2
1. Pengertian Gangguan metabolisme karbohidrat,protein dan lipid yang
(definisi) ditandai dengan hiperglikemia dengan atau tanpa
komplikasi mikrovaskuler,makrovaskuler atau neuropati
2. Anamnesis 1 Poliuri,polidipsi,polifagi
2 Penurunan berat badan
3 Lemah badan, kesemutan, gatal,mata kabur
4 Disfungsi ereksi,pruritus vulva
3. Pemeriksaan fisik 1 BB. TB. IMT
2 Pemeriksaan fisik lain tidak ditemukan kelainan
4. Kriteria Diagnosis 1 Gejala klinis (+) atau (-)
2 GDP > 126 mg/dl (7,0 mmol/L)
3 GD 2 jam TTGO > 200mg/dl (11,1 mmol/L)
4 GDS > 200 mg/dl
DM Dengan penyulit
1 Makrovaskuler
A Cardiovaskuler : CAD
B Pembuluh darah tepi : Ulkus diabetik, intermittent
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
claudicatio
TATA LAKSANA KASUS
c Pembuluh darah otak
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2 Mikrovaskuler
2016
a Retinopati diabetik,nefropati diabetik
ILMU
3 Neuropati PENYAKIT DALAM
Diabetesperifer
a Neuropati Mellitus Tipe 2
1,4 Jumlah
Dengan Kalori : BBIPenyerta
Penyakit x 30 kkal: untuk laki2, atau 25 kkal
Dislipidemia,Hipertensi
15 untuk
DM Padawanita
kehamilan
5. Diagnosis Kerja 1,DMKH =2
tipe 50 55% total asupan energi
6. Diagnosis Banding 21 Diabetes insipidus
1,2 Lemak
ISK = tidak lebih dari 30% total asupan energi
3 3 TBC paru
7 Pemeriksaan 1,1 Protein
GDP,GD2IPP,HbA1C,Urin
= 15 -20% total asupan energi
penunjang 4 2 Ureum,kreatinin
8.8. Terapi
Terapi 2 A 1DM tanpa
jenis obatkomplikasi
hipoglikemik oral (OHO) : Sulfonil urea,
1 biguanid
Perencanaan Diet :
Metformin 3x500mg, Glimiperide 1x2mg
3 Rujuk Balik PPK 1
B DM tanpa penyulit tidak terkendali dengan OHO
1 Perencanaan
Diet
2 2 jenis OHO : metformin, glibenklamid,glimiperide
3 Jika terkendali 1 bulan rujuk Balik PPK 1
C DM dengan penyulit
1 Perencanaan diet
2 2 jenis OHOInsulin
3 Insulin
4 Dikelola 1 bulan,bila tidak terkendali rujuk PPK 3
D Rawat Inap
1 NaCl 0,9%,martose
2 Insulin
3 Simptomatik : peroral
9 Edukasi 1 Edukasi pada gaya hidup,foot care
(Hospital 2 Latihan jasmani
Health 3 Edukasi kepatuhan terapi
Promotion) 4 Edukasi komplikasi akut (hipoglikemi,hiperglikemi dll)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order -
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga
2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
4 Konsensus pengelolaan dan pencegahan DM T2 PERKENI
2006
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
HIPOGLIKEMIA PADA DM
1. Pengertian (definisi) Gejala biokemika dengan kadar glukosa darah rendah yang
diindikasikan adannya penyebab dari penyakit dasar atau
adanya kelainan lain yang mendasari terjadinya hipoglikemia
dengan kadar gula darah < 60 mg/dl
2. Anamnesis 1 Penurunan kesadaran s/d koma
2 Lemah,pusing,bingung,iirtabilitas,pandangan
kabur,halusinasi,hemiplegia
3 Hiperhidrosis,palpitasi,tremor,cemas
4 Riwayat makan OHO atau insulin
3. Pemeriksaan fisik 1 Cm s/d koma
2 Takikardi
3 Keringat dingin
4 Akral dingin
4. Kriteria Diagnosis Whipple triad :
1 Gejala hipoglikemia menetap
2 Kadar gula darah rendah < mg/dl dengan gejala atau < 50
mg/dl tanpa gejala
3 Perbaikan klinis bila gula darah telah diperbaiki
5. Diagnosis Kerja Hipoglikemia pada DM
6. Diagnosis Banding 1 Penyakit addison
2 Krisis adrenal
3 Insulinoma
4 Drug induced hypoglicemia
7. Pemeriksaan 1 GDS < 60 mg/dl
penunjang 2 Kreatinin
8. Terapi 1 Air manis,minuman yang mengandung gula murni
2 Glukosa 40% intravena
3 Infus Dextrose 10% 50 cc/jam
4 Ulang pemeriksaan GD Setiap 30 menit sampai GD > 100
mg/dl
5 Rawat inap,pertahankan GD normal selama 3 hari
6 Jika GD kembali turun : Dextrose 40 % IV 25 50 cc s/d GD
> 100mg/dl
9. Edukasi (Hospital 1 Hentikan obat OHO,insulin
Health Promotion) 2 Diet sesuai kebutuhan kalori
10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11. Standing Order 1 Oksigen
2 Bolus dex 40% IV 1 flc
3 Infus Dex 10 %
4 Konsul SpPD

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
HIPOGLIKEMIA PADA DM
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
KRISIS HIPERGLIKEMIA HIPEROSMOLER NONKETOTIK
1. Pengertian Hiperglikemi ekstrem pada penderita DM,disertai
(definisi) hiperosmolalitas dan dehidrasi berat tanpa keto asidosis yang
signifikan
2. Anamnesis 1 Dengan atau tanpa riwayat DM
2 Penurunan kesadaran
3 Lemah badan,pandangan kabur,poliuri,neuropati
4 Infeksi ditempat lain,pengobatan diuretik,steroid
3. Pemeriksaan 1 Cm s/d koma
fisik 2 TD normal s/d tidak terukur
3 Nadi : Cepet,isi kurang s/d tidak teraba
4 Nafas kussmaul,bau aseton (+/-)
5 Suhu dapat meningkat
6 Kaku kuduk (-)
7 Paru,jantung,Abdomen,Anggota gerak : sesuai dengan
penyakit penyerta,
4. Kriteria 1 Gangguan kesadaran
Diagnosis 2 Gangguan sirkulasi,(takikardi,hipotensi,dehidrasi berat)
3 Gula darah lebih dari N dapat sampai > 800 mg/dl
5. Diagnosis Kerja Status Hiperosmolar Hiperglikemik
6. Diagnosis 1 KAD
Banding 2 ARF
3 Acut on CRF
4 Stroke
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 GDS,GDP,GD2IPP
3 AGD,kreatinin
8. Terapi 1 Rehidrasi dengan NaCl 0,9 %
2 Insulin IV : bolus 0,2 u/KgBB,lalu 0,1 u/KgBB/jam (drip)
3 GD/ 1-2 jam
4 Dosis insulin disesuaikan dengan kadar GD(lihat protokol)
5 Obati penyakit penyerta/pencetus
9. Edukasi 1 Konsultasi Gizi
(Hospital 2 Konsultasi neuro,mata dls sesuai indikasi
Health 3 Perawatan luka (bila ada gangren,selulitis dlsb)
Promotion)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order 1 Oksigen
. 2 Bolus insulin
3 Infus NaCl 0,9 % sesuai derajat dehidrasi atau syok
4 Konsul SpPD

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
KRISIS HIPERGLIKEMIA HIPEROSMOLER NONKETOTIK
12. Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga
2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
LAMPIRAN PENATALAKSANAAN SHH

Rehidrasi Pemberian INSULIN

Dengan NaCL 0,9% Cara Intravena

1L- 0.5 jam 1.Bolus 0,2 u/kgBB

1L- 1 jam 2. Lalu 0,1 u/KgBB/jam


1L- 2 jam

1L- 4 jam

0,5 L - 4 jam 2 jam

Penurunan < 10% Penurunan


> 10 %

1-2 jam

Drip Dipercepat < 2 kali dosis > Dosis Drip Dipertahankan

1-2 jam

Penurunan > 10 % G
mg%

GD 180-220 mg% Drip Stop

Dosis Drip Dipertahankan Drip Stop 2 jam pp Infus


5%

Insulin SC jam
Insulin SC jam ac

Evaluasi tiap jam Evaluasi ti

GD 180-220 mg% GD < 180 mg%

Drip Stop 2 jam pp Drip Stop

Insulin SC jam ac infus Dex 5%

Evaluasi tiap jam Insulin SC jam ac

Evaluasi tiap jam

LAMPIRAN PEMBERIAN LARUTAN KALIUM (KCL)


KCL

K>5 mEq/L KCL TIDAK DIBERIKAN

K 4-5 mEq/L Beri KCL 10 meq/L

K 3-4 mEq/L Beri KCL 20 meq/L

K<3 mEq/L Beri KCL 30 meq/L

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
KETOASIDOSIS
1. Pengertian Sindroma klinis dengan triad
(definisi) hiperglikemia,asidemia,ketosis,dengan kadar GD
>250mg/dl,asidemia dengan pH arteria <7,3 serta ketonuria
moderat
2. Anamnesis 1 Dengan atau tanpa riwayat DM
2 Penurunan kesadaran
3 Lemah badan,pandangan kabur,poliuri,neuropati
4 Infeksi ditempat lain,pengobatan diuretik,steroid
5 Penghentian insulin sendiri pada DM tipe 1
3. Pemeriksaan fisik 1 Cm s/d koma
2 TD normal s/d tidak terukur
3 Nadi : Cepet,isi kurang s/d tidak teraba
4 Nafas kussmaul,bau aseton (+/-)
5 Suhu dapat meningkat
6 Kaku kuduk (-)
7 Paru,jantung,Abdomen,Anggota gerak : sesuai dengan
penyakit penyerta,tanda tanda infeksi
4. Kriteria 1 Gangguan kesadaran,sering kali koma
Diagnosis 2 Gangguan sirkulasi,(takikardi,hipotensi,dehidrasi berat)
3 Gula darah > 250 mg/dl
5. Diagnosis Kerja Status Hiperosmolar Hiperglikemik
6. Diagnosis 1 ARF
Banding 2 Acut on CRF
3 Stroke
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 GDS,GDP,GD2IPP
3 AGD,kreatinin,urinalisis
8. Terapi 1 Rehidrasi dengan NaCl 0,9 %
2 Insulin IV : bolus 0,2 u/KgBB,lalu 0,1 u/KgBB/jam (drip)
3 GD/ 1-2 jam
4 Dosis insulin disesuaikan dengan kadar GD(lihat protokol)
5 Obati penyakit penyerta/pencetus
6 Koreksi asidosis sesuai protokol
9. Edukasi (Hospital 1 Konsultasi Gizi
Health 2 Konsultasi neuro,mata dls sesuai indikasi
Promotion) 3 Perawatan luka (bila ada gangren,selulitis dlsb)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order 1 Oksigen
. 2 Bolus insulin
3 Infus NaCl 0,9 % sesuai derajat dehidrasi atau syok
4 Konsul SpPD

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
KETOASIDOSIS
12. Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga
2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
LAMPIRAN PENATALAKSANAAN KAD
Rehidrasi Pemberian INSULIN

Dengan NaCL 0,9% Cara Intravena

1L- 0.5 jam 1.Bolus 0,2 u/kgBB

1L- 1 jam 2. Lalu 0,1 u/KgBB/jam

1L- 2 jam

1L- 4 jam

0,5 L - 4 jam 2 jam

Penurunan < 10% Penurunan


> 10 %

1-2 jam

Drip Dipercepat < 2 kali dosis > Dosis Drip Dipertahankan

1-2 jam

Penurunan > 10 % G
mg%

GD 180-220 mg% D

Dosis Drip Dipertahankan Drip Stop 2 jam pp Infus


5%

Insulin SC jam
Insulin SC jam ac

Evaluasi tiap jam Evaluasi ti

GD 180-220 mg% GD < 180 mg%


Drip Stop 2 jam pp Drip Stop

Insulin SC jam ac infus Dex 5%

Evaluasi tiap jam Insulin SC jam ac

Evaluasi tiap jam

Pemberian Larutan Natrium Bicarbonat

Bila sudah terhidrasi dengan NaCl 0,9 %

Kadar HC03 masih < 9, pH < 7,1

Infus Bicnat sampai kadar HC03 > 9 dan pH 7,1

pH < 0,7 bicnat 40 meq/4 jam

pH 7,0 7,1 bicnat 30 meq/4jam

pH > 7,1 bicnat 20 meq/4jam

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
HIPERTENSI
1. Pengertian Peningkatan tekanan darah melebihi nilai normal,klasifikasi
(definisi) tekanan darah menurut JNC 7 :
TDS TDD
TD Normal <120 <80
120-
Prahipertensi 80-89
139
140-
HT der 1 90-99
159
HT der 2 160 100
2. Anamnesis 1 Asimptomatis
2 Nyeri kepala,nyeri kepala bag belakang,berdebar
3 Bila ada gangguan vaskuler : epistaksis,hematuria,episode
lemah badan atau pusing,angina pektoris atau sesak
3. Pemeriksaan fisik 1 Tekanan darah diatas normal
2 Lain lain sesuai dengan gangguan vaskuler yang terjadi
4. Kriteria * Tekanan darah diatas normal
Diagnosis Krisis hipertensi
1 Hipertensi emergensi : diastol > 120 mmHg,tanda tanda
kelainan target organ (ensefalopati,sesak,nyeri
dada,epistaksis berat dls),TD harus diturunkan segera
2 Hipertensi Urgensi : diastol >120 mmHg tanpa tanda-tanda
kerusakan target organ,penurunan tekanan darah dapat
dilaksanakan lebih hemat
5. Diagnosis Kerja HIPERTENSI
6. Diagnosis 1 Hipertensi essensial/primer
Banding 2 Hipertensi sekunder
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang
8. Terapi Rawat jalan
1 ACE inhibitor : captopril
2 Diuretik : furosemide,HCT
3 CCB : Amlodipin
4 Kontrol 3 hari,terapi selama 1 bulan
5 Terkendali dengan AOH peroralrujuk balik PPK I

Rawat Inap
1 Cairan : RL
2 Anti hipertensi PO :captopril,furosemide,amlodipin,HCT
3 Anti hipertensi perenteral BP : furosemide IV
4 Pada HT Emergensi target TD diastolik 110 mmHg atau
penurunan MABP 25% (pd kasus stroke MABP 20%) dalam
waktu 2 jam :clonidin drip
3 Perawatan luka (bila ada gangren,selulitis dlsb)

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
HIPERTENSI
9. Edukasi (Hospital 1 Konsultasi Gizi
Health 2 Konsultasi neuro,mata dls sesuai indikasi
Promotion) 3 Perawatan luka (bila ada gangren,selulitis dlsb)
1 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
0 Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
1 Standing Order 1 Oksigen
1. 2 Bolus insulin
3 Infus NaCl 0,9 % sesuai derajat dehidrasi atau syok
4 Konsul SpPD
1 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
2. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI 1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PENYAKIT JANTUNG KORONER STABIL
1. Pengertian Kondisi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah
(definisi) koroner akibat penimbunan lemak pada dinding pembuluh
darah yang diikuti penimbunan jaringan
ikat,perkapuran,pembekuan darah yang disebut sebagai
aterosklerosis.
Sindrome koroner akut : iskemia miokardium akibat ruptur plak
aterosklerosis disertai trombosit intrakoroner
2. Anamnesis 1 Asimptomatis
2 Nyeri dada (angina) yang hilang dengan istirahata atau
nitrat
3 Riwayat faktor resiko : merokok,hipertensi,obesitas,DM,dsb
3. Pemeriksaan fisik 1 Sesuai dengan faktor resiko

4. Kriteria 1 Klinis
Diagnosis 2 EKG : T inverted,ST depresi,ST elevasi
3 Terbukti mengalami iskemik miokard pada tes treadmill

* Sindrome koroner akut


1 Angina yang muncul saat istirahat
2 Dengan atau tanpa riwayat PJK
3 Mual,muntah,diaporesis,sinkop,lemah badan
4 EKG : ST elevasi, ST depresi, T inverted, normal
5 Lab : CKMB meningkat,troponin T meningkat,bila normal
harus diulang 6-12 jam berikutnya
5. Diagnosis Kerja Penyakit jantung koroner stabil
6. Diagnosis 1 Prolaps mitral
Banding 2 Stenosis aorta
3 perikarditis
4 Nyeri dada non kardiak
7. Pemeriksaan 1 Ekg
penunjang 2 CKMB pada SKA
8. Terapi 1 ISDN PO : 3x5 mg
2 ACE inhibitor : captopril 3x12,5 mg
3 B-bloker : Bisoprolol 1x5 mg
4 Aspilet 1x1
5 Statin : Simvastatin 1x10 mg
6 Terkendali > rujuk balik PPK 1,rujuk kembali tiap 3 bulan
9. Edukasi (Hospital 1 Modifikasi gaya hidup
Health 2 Kontrol faktor resiko
Promotion) 3
4 Konsul SpPD

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PENYAKIT JANTUNG KORONER STABIL
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order 1 Oksigen
. 2 Nitrat (ISDN)
3 Morfin (analgetik lain : tramadol,pethidin)
4 Aspirin : Aspilet
5 Infus D 5 % Ringer laktat
6 Konsul SpPD
7 Rujuk PPK 2 bila tidak terkendali,perlu hiparinisasi atau
LMWH
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
GAGAL JANTUNG
1. Pengertian Sindroma dengan gambaran adanya keluhan sesak nafas atau
(definisi) cepat lelah saat istirahat atau beraktifitas dengan atau tanpa
gejala bengkak tungkai. Gagal jantung akut adlah sindroma
gagal jantung yang muncul cepat atau berangsur-angsur
memburuk.
2. Anamnesis 1 Sesak nafas , cepat lelah,dipengaruhi aktifitas
2 Bengkak tungkai
3. Pemeriksaan fisik 1 Takipnoe,dyspone,ortopnoe,PND
2 takikardi
3 Suara nafas : normal,wheezing,ronkhi,
4 Kardiomegali,S3 gallop
5 Distensi vena leher,tekanan vena jugular
meningkat,hepatomegali,refleks
6 hepatojugular
7 Udem tungkai
4. Kriteria 1 Klinis +
Diagnosis 2 Kardiomegali
3 Udem tungkai
4 Bendungan perifer
5. Diagnosis Kerja Gagal jantung
6. Diagnosis 1 Iskemik miokard
Banding 2 Penyakit paru (pneumoni,asma,PPOK,hipertensi pulmonal)
3 Renal failure
4 Anemia ,hipoalbumin,stasis vena
5 Kecemasan dengan sindroma hiperventilasi
7. Pemeriksaan 1 Ekg
penunjang 2 Ro Thoraks
8. Terapi Rawat jalan
1 Diuretik PO : Furosemide ,Spironalakton
2 Ace inhibitor : Captopril 3x12,5 mg
3 Terkendali > rujuk balik PPK 1,rujuk kembali tiap 3 bulan
Rawat inap
1 Diuretik PO/IV : Furosemide ,Spironalakton
2 Cairan : D 5 %
3 Digitalis : Digoxin PO
9. Edukasi (Hospital 1 _
Health 2 _
Promotion) 3 _
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
GAGAL JANTUNG
11 Standing Order Gagal jantung akut
. 1 Oksigen
2 Infus Cairan D 5 % Ringer Laktat
3 Diuretik po atau IV : Furosemide IV,Spironalakton PO 50-
100mg
4 Digitalis : digoksin
5 Konsul SpPD
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
TB PULMONAL
1. Pengertian Penyakit infeksi paru yang menyarang parenkim paru,bersifat
(definisi) kronik dan menular disebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis.
2. Anamnesis 1 Batuk kronik rinagn s/d berat 2-3 minggu
2 Hemaptoe.sesak nafas ,nyeri dada
3 Demam ,lemah badan
4 Penurunan berat badan drastis
3. Pemeriksaan fisik 1 Normal sampai kaheksia
2 Paru : Ronkhi
3 VBS menurun di satu sisi pada TB paru dengan efusi pleura
4. Kriteria 1 Klinis (+)
Diagnosis 2 Ro thoraks (+)
3 BTA Sputum (+)
5. Diagnosis Kerja TB Pilmonal
6. Diagnosis 1 Pneumonia
Banding 2 Kaganasan paru
3 Infeksi jamur
7. Pemeriksaan 1 Ro thoraks
penunjang 2 BTA Sputum
3 Darah rutin : Hb,L
8. Terapi 1 Kategori 1 : RHZE (TB dengan atau tanpa komplikasi)
Rif 450-600mg,INH 400mg, PZA 3x500mg, Etambutol
2x500mg
2 Kategori 2 : RHZE + streptomisin (TB dengan komplikasi
atau pengobatan ulang),rujuk balik PPK I
3 Rujuk PPK III bila memerlukan OAT lini 2
( levofloksasin,ciprofloksasin,ofloksasin),dan TB MDR/XDR
* Rawat inap
1 Cairan : D 5%, RL
2 Th/ Spesifik PO
3 Antibiotik IV : Ceftriakson 1x1 gr
4 Oksigen
9. Edukasi (Hospital 1 Diet TKTP
Health 2 Edukasi kepatuhan terhadap terapi
Promotion) 3 Edukasi pencegahan penularan
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
TB PULMONAL
11 Standing Order 1 _
.
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
COPD /PPOK
1. Pengertian Penyakit yang ditandai dengan adanya perlambatan aliran
(definisi) udara umumnya bersifat progresif dan berkaitan dengan
respons inflamasi yang abnormal terhadap partikel atau gas
iritan (GOLD 2006)
2. Anamnesis 1 Sesak nafas
2 Batuk kronis
3 Sputum produktif
4 Factor resiko (+)
5 Dapat asimptomatis
3. Pemeriksaan fisik 1 Takipnoe,pernafasan pursed lips
2 Empisematous atau barrel chest
3 Bunyi nafas vesikuler lemah
4 Ekspirasi memanjang
5 Ronki kering atau mengi
6 Bunyi jantung jauh
4. Kriteria 1 anamnesis(+)
2 Pemeriksaan fisik (+)
Diagnosis 3 Riwayan paparan factor resiko,riw sebelumnya,riw
eksaserbasi

5. Diagnosis Kerja PPOK/COPD


6. Diagnosis 1 Asma bronkial
Banding 2 Bronkiektasis
3 Gagal jantung kongestif
4 Pneumonia
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 Ro Thorax
8. Terapi Rawat jalan
1 Nebulisasi : Salbutamol
2 Salbutamol PO
3 Metil prednisolon
4 Ambroxol

Rawat inap
1 Cairan RL, D 5%
2 Nebulisasi : Salbutamol (max 3 x)
3 Oksigenasi
4 Aminofilin drip (max 3 amp)
5 Ambroxol PO
6 Steroid IV BP : Dexamethason
7 Levofloksasin PO Bp
9. Edukasi (Hospital 1 Latihan fisik
Health 2 Latihan pernafasan
Promotion) 3 Rehabilitasi psikososial

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PENYAKIT JANTUNG KORONER STABIL
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order PPOL eksaserbasi akut
. 1 Oksigensi
2 Bronkolidator : inhalasi agnosis 2, amibofilin IV
3 Steroid : prednisolon 30-40 mg PO selama 10-14 hari
4 Steroid IV : bila sesak berat
5 Konsul SpPD
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
ASMA BRONKHIALE
1. Pengertian Penyakit inflamasi kronik saluran nafas yang ditandai dengan
(definisi) obstruksi jalan nafas yang dapat hilang dengan atau tanpa
pengobatan akibat hipereaktif bronkus terhadap berbagai
rangsangan yang melibatkan sel-sel dan elemen seluler
terutama mastosit,eosinofit,limfosit T,makrofag,netrofil dan
epitel
2. Anamnesis 1 Sesak nafas akibat adanya factor pencetus
2 Batuk,memburuk dimalam hari
3 Mengi berulang
4 Riwayat atopi
3. Pemeriksaan fisik 1 Takipnoe
2 Ekspirasi memanjang
3 Wheezing
4. Kriteria 1 Episode berulang sesak nafas
Diagnosis 2 Dengan atau tanpa mengi
5. Diagnosis Kerja ASMA BRONKHIALE
6. Diagnosis 1 PPOK
Banding 2 Gagal jantung
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin : Hb, L
penunjang 2 Ro Thorax
8. Terapi Rawat jalan
1 Nebulisasi : Salbutamol
2 Salbutamol PO
3 Steroid PO : metil prednisolon, dexamethason
4 Anthistamin : cetirizin PO
Rawat inap
1 Oksigen
2 Cairan RL, D 5%
2 Nebulisasi : Salbutamol (max 3 x)
4 Aminofilin drip
5 Antibiotik BP PO : Levofloksasin, Cefadroxil
9. Edukasi (Hospital 1 Hindari faktor pencetus
Health
Promotion) 2 -

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
ASMA BRONKHIALE
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order Status Asmatikus
. 1 Oksigenasi
2 Inhalasi short acting 2 agnosis (nebulisasi kontinyu
selama 1 jam)
3 Kortikosteroid sistemik : Dexametason
4 Konsul SpPD
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PNEUMONIA
1. Pengertian Peradangan yang mengenal parenkim paru,distal dari
(definisi) bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolis
respiratorius,alveoli,serta menimbulkan konsolidasi jaringan
paru dan gangguan pertukaran gas setempat.
2. Anamnesis 1 Demam
2 Batuk + sputum produktif
3 _
3. Pemeriksaan fisik 1 Normal s/d febris
2 Pekak pada perkusi,vocal fremitus meningkat
3 Suara nafas bronchial,ronki basah sedang nyaring
4 Pleural friction rub (10% kasus)
4. Kriteria 1 Klinis (+)
Diagnosis 2 Foto thoraks : infiltrat baru atau infiltrat bertambah
5. Diagnosis Kerja Pneumonia
6. Diagnosis 1 TB pulmonal
Banding 2 Infeksi jamur
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 Ro thorax
8. Terapi A Rawat jalan
1 Cefalosporin : cefadroxil
2 Quinolon (ciprofloksasin,levofloksasin)
3 Simptomatis : PCT, ambroxol
4 Terkendal------------> rujuk balik
B Rawat inap
1 Oksigenasi
2 Cairan : RL, D 5%
3 Antibiotik : Ceftriakson 1 x 1gr iv
4 Steroid BP : Dexamethason ,ax 6 amp
6 Ambroxol
9. Edukasi (Hospital 1 _
Health 2 _
Promotion) 3 _
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order 1 Oksigen
. 2 Antibiotik broad spektrum IV
3 Konsul SpPD
4 Konsul SpPD

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PNEUMONIA
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
ARTHRITIS
1. Pengertian Penyakit inflamasi yang mengenai sendi.
(definisi)
2. Anamnesis 1 Kaku sendi pada pagi hari, mono sampai poliartikuler
2 Nyeri sendi berulang
3 Bengkak pada sendi
3. Pemeriksaan fisik 1 Nodul rematoid (+/-)
2 Nyeri sendi monoartikuler atau poliartikuler
3 Sendi bengkak dan kemerahan
4 Tofus (+/-)
5 Deformitas (+/-)
4. Kriteria 1 Artritis rematoid : nyeri kronik, poliartikuler,simetris nodul
Diagnosis rematoid (+),RF (+)
2 Artritis septik : nyeri sendi akut, monoartikuler,bakteri dari
kultur cairan sendi
3 Artritis gout : nyeri sendi akut lebih dari satu
kali,monoertikuler,sendi bengkak dan
kemerahan,unilateral,hiperurisemia,tofus +/-
5. Diagnosis Kerja Artritis
6. Diagnosis 1 SLE
Banding 2 Sindroma Sjogren
3 Osteomielitis
7. Pemeriksaan 1 As.Urat
penunjang 2 _
8. Terapi A Rawat jalan
1 NSAID : Na diklofenak,meloksikam,ketorolac inj
2 Fisioterapi
3 Rujuk PPK 3 bil,memerlukan
Celecoxib,glukosamin,ketrorolac
4 Rujuk balik PPK 1 bila terkendali atau tidak memerlukan
fisioterapi
B Rawat inap
1 Cairan : RL
2 Steroid BP : dexamethason IV (3x1)
Prednison PO
3 NSAID
9. Edukasi (Hospital 1 Proteksi sendi pada stadium akut
Health 2 Diet rendah purin pada Artritis gout
Promotion) 3 _
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
ARTHRITIS
11 Standing Order 1 _
.
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
GAGAL GINJAL
1. Pengertian Penurunan fungsi ginjal diikuti kegagalan ginjal untuk
(definisi) mengekskresi sisa metablisme nitrogen dengan atau tanpa
disertai terjadinya gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit
Gagal ginjal akut : terjadi mendadak dalam beberapa jam
sampai minggu.
Gagal ginjal kronik : kerusakan ginjal > 3 bulan dengan atau
tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus
2. Anamnesis Gagal ginjal akut
1 Penyebab akut : dehidrasi,perdarahan,infark miokard,NS,
GNA, ATN, Obstruksi dsb
2 Obat-obatan : NSAID, Aminoglikosid,penisilin,ACE
inhibitor,dll
Gagal ginjal kronik
1 Riw penyakit kronik : DM,Hipertensi,SH,Gagal
jantung,autoimun
2 Mual,muntah,lemah badan
3 Retinopati,visus hilang
4 Kulit kering,gatal,bersisik
5 Neropati perifer,muscular twitching
6 Gangguan neuropsikiatri
7 Gangguan BAK
8 Asimptomatis
3. Pemeriksaan fisik 1 GGA : dehidrasi,edema,sesak,urin normal sampai
berkurang,lain-lain sesuai penyakit pencetus
2 GGK : Anemia,Hipertensi,ederma,sindrom uremia,lain-lain
sesuai penyakit kronik yang mendasari
4. Kriteria 1 GGA : klinis (+), kreatinin 0,3 mg/dl, penurunan output
Diagnosis urin < 0,5cc/Kg BB/jam selama lebih dari 6 jam
2 GGK : Klinis (+), LFG < 60 ml/menit/1,73 m2 selama 3
bulan
5. Diagnosis Kerja Gagal Ginjal
6. Diagnosis 1 Gagal jantung kongestif
Banding 2
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 Ureum,kreatinin
3 AGD
8. Terapi Rawat jalan
1 GGK : Asam folat 1x1, bicarbonat 3 x 2 , hemodialisa
2 Simptomatis : Domperidon PO
3 GGA : Hemodialisa,bila stabil setelah Hemodialisa : rujuk
balik
4 Rujuk PPK 3 bil;a memerlukan Hemodialisa

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
GAGAL GINJAL
8. Terapi Rawat inap
1 Cairan : RL
2 Oksigenasi
3 kateter
4 Furosemide PO atau IV (max 5 amp)
5 Bicnat PO 3x2

9. Edukasi 1 Restriksi cairan dan diet protein yang proposional


(Hospital Health 2 Hindari/hentikan obat-obatan nefrotoksik
Promotion) 3 Hindari kehamilan, pemeriksaan radiologi kontras tanpa
indikasi medis kuat

10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam


Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11. Standing Order Gagal Ginjal Akut ; Acute on Chronic renal failure
1 Oksigenasi
2 Cairan dibatasi,Kateter
3 Diuretik PO atau IV
4 Konsul SpPD
12. Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN ATAS
1. Pengertian Perdarahan saluran cerna yang berasal dari esofagus,gaster
(definisi) dan duodenum
2. Anamnesis 1 Hematemesis
2 Melena, hemotoschezia
3 Riwayat penyakit hati kronik,penyakit saluran cerna bag
atas,obat-obatan untuk penyakit ginjal,jantung,
NSAID,kebiasaan mengkonsumsi jamu-jamuan dll
3. Pemeriksaan fisik 1 Cm s/d tidak sadar
2 Tanda vital stabil s/d syok
3 anemis
4 Tanda-tanda kegagalan fungsi hati
4. Kriteria 1 Hematemesis
Diagnosis 2 Melena
5. Diagnosis Kerja Perdarahan Saluran Cerna Bag. Atas
6. Diagnosis 1 Perdarahan Saluran Cerna Bag. Bawah
Banding 2 Ruptur varises Esofagus
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 USG hepatobilier
8. Terapi Rawat jalan
1 PPI : lansoprazole, Omeprazole
2 Sukralfat
3 Rujuk PPK 3 bil;a memerlukan endoskopi,pantoprazole

Rawat inap
1 Cairan : RL, NaCl 0,9 %
2 Omeprazole IV
3 sukralfat
4 As Traneksamat IV (3x1)
5 Vit K IM (1x1)
6 Transfusi BP (2 labu)
9. Edukasi (Hospital 1
Health 2
Promotion) 3
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order Syok Hipovolemik akibat perdarahan masif
. 1 Oksigenasi
2 Resusitasi cairan sesuai derajat syok (RL, NaCl)
3 Kateter,Bilas lambung
4 Vit K,PPI
5 Konsul SpPD

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN ATAS
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
ANEMIA
1. Pengertian Kelainan Hematologi berupa berkurangnya kadar hemoglobin
(definisi) dalam darah dibandingkan nilai normal
2. Anamnesis 1 Lemah badan
2 Pusing ,sesak,cepat lelah
3 Kulit pucat
4 Riw penyakit kronis (penyebab):
5 Riw perdarahan
3. Pemeriksaan fisik 1 Anemis
2 Palpitasi
3 Lain-lain sesuai penyakit penyerta
4. Kriteria 1 Klinis (+)
Diagnosis 2 Penurunan kadar Hb
3 SADT menunjukan anemia dengan karakter tertentu sesuai
penyebab/jenis anemia
5. Diagnosis Kerja Anemia
6. Diagnosis 1 Leukemia
Banding 2 Keganasan
3 Thalasemia
7. Pemeriksaan 1 Hb
penunjang 2 SADT
8. Terapi A Rawat jalan
1 Asam folat , FeSO4,B12
2 Steroid BP : prednison 3 x1, metil prednisolon 2 x8mg
3 Rujuk balik PPK 1 bila stabil
B Rawat inap
1 Cairan : NaCl 0,9%, RL
2 Tranfusi (2 labu)
3 Asam folat, FeSO4, B12
4 Prednison,metilprednisolon
9. Edukasi (Hospital 1 _
Health 2 _
Promotion)
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
ANEMIA
11 Standing Order 1 _
.
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
HEPATITIS VIRUS
1. Pengertian Penyakit infeksi pada organ hati yang disebabkan virus
(definisi)
2. Anamnesis 1 Demam
2 Mual,muntah,nyeri perut terutama bagian ulu ati
3 Ikterik
4 Bak pekat
5 Asimptomatis (Hepatitis B, C)
3. Pemeriksaan fisik 1 Ikterik pada sklera,kulit
2 Hepatomegali
4. Kriteria 1 Klinis (+)
Diagnosis 2 SGOT/SGPT meningkat 3-5x nilai normal
3 Serologis (+)
5. Diagnosis Kerja Hepatitis Virus
6. Diagnosis 1 Drug induced hepatitis (INH, Rifampisin)
Banding 2 Hepatitis tifosa,leptospirosis
3 Hepatitis kolestarik,obstruksi
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 Bilirubin , SGOT/SGPT
3 Rujuk PPK 3 bil;a memerlukan serologi lengkap, USG
8. Terapi A Rawat jalan
1 Curcuma
2 Simptomatis : Domperidon,ranitidin
3 Rujuk PPK 3 bila hepatitis kronik
4 Hepatitis akut : Rujuk balik PPK 1 bila stabil
B Rawat inap
1 D 5%, D 10%
2 Curcuma
3 Metoclorpamide IV (3x1)
4 Ranitidine PO/IV
9. Edukasi (Hospital 1 Diet tinggi kalori,rendah lemak
Health
Promotion) 2 -
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order _
.
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM

SINDROMA NEFROTIK
1. Pengertian Suatu gambaran klinik penyakit glomerular yang ditandai
(definisi) dengan proteinuria masif disertai hipoalbuminemia,edema
anasarka,hiperlipidemia,lipiduri dan hiperkoagulabilitas.
2. Anamnesis 1 Sembab pada pagi hari
2 Bengkak menetap pada
mata,tungkai,perut,genitalia,seluruh tubuh
3 BAK keruh
4 Akut abdomen
3. Pemeriksaan fisik 1 Muka puffy
2 Edema anasarka
3 Anemia ringan
4 Pemebesaran kelenjar parotis
5 Hipertensi ringan sampai sedang
4. Kriteria 1 Edema anasarka
Diagnosis 2 Proteinuri > 3,5 gr/24 jam /1,73 m2 luas permukaan tubuh
3 Hipoalbuminemia
4 Hiperlipidemia
5 Lipiduri,hiperkoagulabilitas
5. Diagnosis Kerja Sindroma Nefrotik
6. Diagnosis 1 Gagal jantung kronik
Banding 2 Renal failure
3 Sirosis Hati
4 Keganasan
7. Pemeriksaan 1 Urinalisis
penunjang 2 Ureum,kratinin
3 Albumin
4 USG ginjal
8. Terapi A Rawat jalan
1 DIURETIK PO : Furosemide
2 Steroid PO : prednison 3x2
3 Rujuk PPK 3 bil;a memerlukan biopsi ginjal
4 Rujuk balik PPK 1 bila stabil , dan untuk Tapp off
B Rawat inap
1 RL, batasi jumlah cairan
2 Furosemide PO atau IV (max 5 amp)
3 Steroid IV BP : dexamethason 3x2 amp
4 Steroid PO : Prednison
5 Steroid PO atau IV
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
SINDROMA NEFROTIK
9. Edukasi 1 Retriksi protein 0,8 gram/Kg BB ideal/hari + ekskresi protein
(Hospital Health dlm urin 24 jam
Promotion) 2 Diet rendah kolesterol
3 Diet rendah garam, retriksi cairan pada edema
10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11. Standing Order _
12. Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
DIARE
1. Pengertian Defekasi dengan jumlah yang lebih banyak dengan
(definisi) peningkatan frekuensi buang air besar dan perubahan
konsistensi feses berbentuk cairan atau setengah air.
2. Anamnesis 1 BAB lebih sering dari biasa
2 Tidak enak perut sampai dengan nyeri perut
3 Nausea
4 Vomitus
5 Demam
3. Pemeriksaan fisik 1 Tanda vital dapat normal kecuali bila terjadi syok akibat
dehidrasi
2 Bising usus normal sampai dengan meningkat
3 Tanda-tanda dehidrasi
*turgor kulit menurun
*perfusi perifer menurun (CRT > 2 detik), akral dingin
*BAK sedikit sampai dengan anuri
*hipotensi,takikardi,Takipnoe,sianosis
4. Kriteria 1 Perubahan frekuensi dan konsistensi feses
Diagnosis Diare akut : diare mendadak, berlangsung singkat sampai
2 dengan 14 hari
3 Diare kronik : diare yang berlangsung > 3 minggu
4 Diare dengan syok hipovolemik : diare dengan tanda- tanda
syok akibat dehidrasi
5. Diagnosis Kerja Diare
6. Diagnosis 1 _
Banding 2 _
7. Pemeriksaan 1 Darah rutin
penunjang 2 Feses rutin
8. Terapi I Rawat jalan
1 1. Rehidrasi peroral : oralit
2 2. Antibiotik : Cotrimoxazol ciprofloksasin
3 3. Simptomatis bila perlu
II Rawat inap (diare dengan dehidrasi sedang berat
1. Infus kristaloid : RL, NaCl 0,9 %
2. Antibiotik : Contimoxazol,ciprofloxasin,cefotaksim IV
3. Simptomatis bila perlu
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
DIARE
9. Edukasi 1 Edukasi Individual Hygiene, sanitasi lingkungan
(Hospital Health 2 Edukasi pembatasan jenis makanan p ade diare yang
Promotion) disebabkan gangguan absorbsi karbohidrat, lemak atau
protein
10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11. Standing Order Diare dengan syok hipovolemik
1 Oksigenasi
2 Rehidrasi sesuai kebutuhan cairan
3 Kateterisasi,pantau duiresis
4 Konsul SPPD
12. Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
4 Kapita Selekta Kedokteran 2001
PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATA LAKSANA KASUS
RUMAH SAKIT UMUM HARAPAN KELUARGA
2016
ILMU PENYAKIT DALAM
S. DYSPEPSIA
1. Pengertian Kumpulan gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak / sakit
(definisi) perut di bagian atas yang dapat mengalami kekambuhan
2. Anamnesis 1 Nyeri epigastrium,dapat dipengaruhi pola makan,bersifat
episodik
2 Mudah kenyang
3 Mual,muntah
4 Upper abdominal bloating
3. Pemeriksaan fisik 1 Tandai vital normal
2 Nyeri tekan efigastrium dengan atau tanpa penjalaran
3 Bising usus normal sampai dengan meningkat
4. Kriteria 1 Nyeri Epigastrium
Diagnosis
5. Diagnosis Kerja Sindrom Dyspepsia
6. Diagnosis 1 GERD
Banding 2 Gastritis
3 Ulkus peptikum
7. Pemeriksaan 1 Endoscopi
penunjang 2 _
8. Terapi I Rawat jalan
1. PPI : Omeprazole ,Lansoprazole
2. Antacid : Ranitidine
3. Rujuk balik PPK 1 bila terkendali dengan
antacid,ranitidine
II Rawat inap
1. Infus : RL, Dextose 5 %
2. PPI : Omeprazole IV , pantoprazole IV
9. Edukasi (Hospital 1 Edukasi pola makan
Health 2 _
Promotion) 3 _
10 Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam / malam
Ad sanationam : dubia ad bonam / malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam / malam
11 Standing Order _
.
12 Kepustakaan 1 Standar Prosedur Operasional RSU Harapan Keluarga 2011
. 2 Standar pelayanan Medik RSUHK 2008
3 Standar pelayanan Medis IDI-Dirjen Yanmed DEPKES RI
1996
4 Kapita Selekta Kedokteran 2001