Anda di halaman 1dari 22

PERENCANAAN HOTEL HOLIDAY INN EXPRESS TUBAN-BALI

DENGAN MENGGUNAKAN BAJA KOMPOSIT

Domingos Simplicio Sarmento (11.61.121.038)


Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Jl. Terompong Tanjung Bungkak Denpasar 80235
Telp. (0361) 223858, Fax. (0361) 235076
Email : domi.simplicio@yahoo.com

ABSTRAK
Teknologi yang saaat ini sedang berkembang pesat, hat ini tidak luput dari
dunia konstruksi yang juga mengalami kemajaun dalam bidang desain. Selama ini
bahan yang digunakan dalam bidang konstruksi khususnya bangunana gedung
masih sata-rata meggunakan bahan dari kayu dan beton. Namun seiring dengan
berkembangnya waktu dan ilmu pengetahuan mulai meggunakan material baja.
Dengan menggunakan material baja dapat mengurangi sampat-sampah konstruksi
yang selama ini menjadi masalah bagi lingkungan. Dari perkembangnya
pengetahuan dam bidang konstruksi tersebut maka terciptalah berbagai metode
dalam mendesain struktur salah satu diantaranya adalah sistem struktur kompsit
yang terdiri dari gabungan antara baja dan beton.
Pada tugas akhir ini menbahas mengenai perhitungan struktur komposit
pada super struktur, upper struktur menggunakan baja profil dan sub struktur
menggunakan beton bertulang. Bangunan ini terdiri dari 7 lantai dimana dimesi
bangunan 68,25x46,2 m2, banguanan yang dianalisa berada di medan dengan
kondisi tanah sedang. Untuk analisa struktur dalam penuliasan tugas akhir ini
megunakan bantuan program SAP 2000 V14, sedangkan dalam perhitungan
elemen struktur dilakaukan secara manual dengan metode LRFD yang
berpedoman kepada SNI-03-1729-2002. Analisa struktur diasumsikan dengan
menggunakan konsep Strong Column Weak Beam (SCWB).
Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, didapat bahwa bangunan
yang dianalisa telah memenuhi syarat LRFD dan SCWB yang berpedoman
kepada SNI-03-1729-2002.

Kata kunci: Struktur Komposit, LRFD, SCWB, SNI 1726-2012.


DISIGNE STRUCTURE OF HOTEL HOLIDAY INN EXPRESS
TUBAN-BALI USIED COMPOSITE STEEL
Domingos Simplicio Sarmento (11.61.121.038)
Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Jl. Terompong Tanjung Bungkak Denpasar 80235
Telp. (0361) 223858, Fax. (0361) 235076
Email : domi.simplicio@yahoo.com

ABSTRACT
The technology is currently growing rapidly, it is not immune from the
world of construction is also progressing in the filed of design. So far, materials
used in the building construction filed in particular is still an average use
materials of wood and concrete. However, with development time and materials
science began using steel. With useded steel material can reduce construction
waste which has been problem for the environment. Of the development of
knowledge in the construction field it creates various methods in designing the
structure of one of them is a system of composite structure consisting of a
combination of steel with concrete.
In this thesis discusses the analysis of composite structures in the Super
Structure. Upper structure used steel profile and Sub structure used reinforces
concrete. This building consists of 7 floors where this dimensions 68,25x46,2 m2,
the building is analyse in field whit medium soil conditions. For analysis structure
of this theses used assistances program SAP 2000 V14, whereas in analysing
element structure done manually with the LRFD method guided by SNI 03-1729-
2002. Calculate of the structure assumed by using the concept of Strong Column
Weak Beam (SCWB).
From the calculation that has been done, found that buildings analysed
are qualified LRFD and SCWB are guided by SNI 03-1729-2002

Key word: Composite Structures, LRFD, SCWB, SNI 1726-2012.


I. PENDAHULUAN 3)Beton bertulang dikerjakan tanpa
adanya sambungan sehingga
Gedung Hotel Holiday Inn Express ini
konstruksinya dapat menahan goyangan
merupakan struktur bangunan berlantai
akibat gempa bumi.
7 yang terdiri dari Basement, Lower Terkait dengan hal tersebut diatas, maka
Ground, Ground, Lantai 1, lantai 2, penulis mengangkat perencanaan
Lantai 3, dan Lantai Atap. Upper struktur gedung ini sebagai Tugas Akhir
Structure menggunakan bahan baja dengan judul Perencanaan Struktur
profil dikarenakan baja memiliki kuat
Bangunan Hotel Holiday Inn Express
tarik yang besar, mudah dalam
Tuban-Bali Dengan Menggunakan
pemasangan, serta dapat menjangkau Baja Komposit. Dalam menghitung
bentang bentang yang panjang. Super struktur gedung ini, penulis dapat
Structure menggunakan bahan baja memahami, merencanakan suatu
profil pada balok dan komposit baja - struktur gedung dan memecahkan
beton pada kolom dikarenakan struktur permasalahan dalam proses
komposit mampu memberikan kinerja perencanaan tersebut.
struktur yang baik dan lebih efektif
dalam meningkatkan kapasitas
pembebanan, kekakuan dan keunggulan Tujuan dan Manfaat Perencanaan
ekonomis (Vebriano Rinaldy & Tujuan dari perencanaan struktur ini
Muhammad Rustailang, 2005). adalah Untuk lebih memahami dan
Keistimewaan yang nyata dalam sistem mendalami langkah-langkah
komposit adalah: (1) Penghematan berat perhitungan dalam perencanaan struktur
baja, (2) Penampang balok baja yang gedung dengan menerapkan disiplin
digunakan lebih kecil, (3) kekakuan ilmu yang telah diterima selama
lantai meningkat, (4) kapasitas menahan mengikuti pendidikan dijurusan teknik
beban lebih besar, (5) Panjang bentang sipil. Dan untuk manfaatnya Agar
untuk batang tertentu dapat lebih besar ( penulis mendapat memahani dan
CharlesG. Salmon,1991 ). dan Sub medalami langkah-langkah perhitungan
Structure menggunakan bahan beton dalam perencanaan struktur gedung
bertulang. Pemilihan konstruksi beton mengunaka baja komposit dan
bertulang pada perencanaan ini menerapkan disiplin ilmu yang telah
dikarenakan : 1) Bahan dasar untuk diterima selama mengikuti pendidikan
beton bertulang mudah didapatkan dan dijurusan teknik sipil. Lokasi gedung ini
memiliki ketahanan tinggi terhadap direncanakan di Wilayah Tuban-Bali.
cuaca, air, api dan bahan kimia.2) Beton Perencanaan ini akan digunakan mutu
yang baru dicor memiliki sifat kenyal beton dan mutu baja tulangan dan baja
sehingga lebih mudah dicetak sesuai profil sebagai berikut:
bentuk yang diinginkan dari pada
- BJ 37 ; Fu = 370 MPa, Fy = 240 MPa
menggunakan baja atau beton pratekan
yang merupakan struktur baku dari - fc = 25 Mpa.
pabrik.
- Ec = 4700 f ' c Mpa
- fy = 400 MPa store, house keeping store, dry food
store, loading dan parking /
- fy = 240 MPa dan
unloading parking.
- Es = 200000 MPa. ~ Groung floor berfungsi sebagai
Data tanah perencanaan ini diambil dari reception, main loby, internet
hasil Sondir dan boring test yaitu pada corner, all dry dining, lounge,
kedalaman 30 m berupa tanah pasir meeting room, furniture store, free
halus sehingga sesuai dengan klasifikasi function, gym, kids area, dan buffet.
situs adalah klasifikasi situs SD (Tanah ~ 1st floor berfungsi sebagai Kamar
Sedang). Struktur gedung dianalisis Hotel.
secara 3 dimensi menggunakan bantuan ~ 2nd floor berfungsi sebagai Kamar
software SAP2000 v14 dengan Hotel.
meninjau elemen-elemen struktur. ~ 3rd floor berfungsi sebagai Kamar
Hotel.
~ Roof deck.
Gambaran Umum Gedung
Lokasi Bangunan : jalan Wana Segara
No.33, Tuban Bali, II. LANDASAN TEORI
Dalam perencanaan suatu struktur,
Fungsi Bangunan : Hunian Hotel pembebanan merupakan hal yang sangat
Nama Bangunan : Hotel Holiday penting untuk diperhatikan karena
Inn Express dalam perencanaan dimensi tiap tiap
Sistem Struktur : Sistem rangka struktur tergantung pada beberapa hal
antara lain : panjang bentang, besarnya
memikul momen khusus
beban bangunan dan fungsi bangunan
Panjang Bangunan : 68,25 meter tersebut. Dalam perencanaan ini
Lebar Bangunan : 46,2 meter pembebanan dilakukan dengan cara
konvensional, artinya bahwa beban
Ketinggian Total Banguna : 16,8 meter
yang ada pada struktur tersebut
Jumlah Lantai : 7 lanatai dilimpahkan pada struktur lain yang
Bentuk Bangunan : Persegi lebih kokoh, misalnya beban pelat yang
Panjang dilimpahkan ke balok yang diteruskan
ke kolom dan dari kolom diteruskan
Kegunaan masing-masing lantai antara pada pondasi.
lain:
~ Basement floor berfungsi sebagai Struktur Komposit
parking area, geset, diesel fuel tank, Struktur komposit (Composite)
meeting room, dan general merupakan struktur yang terdiri dari dua
workshop. material atau lebih dengan sifat bahan
~ Lower ground floor berfungsi yang berbeda dan membentuk satu
sebagai motor parking, staff dining, kesatuan sehingga menghasilkan sifat
Panel room, IT-park room, general gabungan yang lebih baik.
Penampang komposit adalah sehingga balok mampu mencapai
penampang yang terdiri dari profil baja kuat lentur maksimumnya. Pada
dan beton digabung bersama untuk penentuan distribusi tegangan
memikul beban tekan dan lentur. Batang elastis, slip antara baja dan beton
yang memikul lentur umumnya disebut dianggap tidak terjadi (SNI 03-
dengan balok komposit sedangkan 1729-2002 Ps.12.2.6).
batang yang memikul beban tekan, b. Balok komposit parsial
tekan dan lentur umumnya disebut Pada balok komposit parsial,
dengan kolom komposit. kekuatan balok dalam memikul
Penampang komposit mempunyai lentur dibatasi oleh kekuatan
kekakuan yang lebih besar penghubung geser. Perhitungan
dibandingkan dengan penampang elastis untuk balok seperti ini,
lempeng beton dan gelagar baja yang seperti pada penentuan defleksi atau
bekerja sendiri-sendiri dan dengan tegangan akibat beban layan, harus
demikian dapat menahan beban yang mempertimbangkan pengaruh
lebih besar atau beban yang sama adanya slip antara baja dan beton
dengan lenturan yang lebih kecil pada (SNI 03-1729-2002 Ps. 12.2.7).
bentang yang lebih panjang. Apabila c. Balok baja yang diberi selubung
untuk mendapatkan aksi komposit beton
bagian atas gelagar dibungkus dengan Walaupun tidak diberi angker, balok
lempeng beton, maka akan didapat baja yang diberi selubung beton di
pengurangan pada tebal seluruh lantai, semua permukaannya dianggap bekerja
dan untuk bangunanbangunan pencakar secara komposit dengan beton, selama
langit, keadaan ini memberikan hal-hal berikut terpenuhi (SNI 03-1729-
penghematan yang cukup besar dalam 2002 Ps.12.2.8)
volume, pekerjaan pemasangan 1) Tebal minimum selubung beton
kabelkabel, pekerjaan saluran pendingin yang menyelimuti baja tidak kurang
ruangan, dinding-dinding, pekerjaan dari pada 50 mm, kecuali yang
saluran air, dan lain-lainnya.(Amon, disebutkan pada butir ke-2 di
Knobloch & Mazumder,1999). bawah.
2) Posisi tepi atas balok baja tidak
boleh kurang daripada 40 mm di
Balok Komposit
Sebuah balok komposit (composite bawah sisi atas pelat beton dan 50
beam) adalah sebuah balok yang mm di atas sisi bawah plat.
kekuatannya bergantung pada interaksi 3) Selubung beton harus diberi kawat
mekanis diantara dua atau lebih bahan jaring atau baja tulangan dengan
(Bowles,1980). Beberapa jenis balok jumlah yang memadai untuk
komposit antara lain : menghindari terlepasnya bagian
a. Balok komposit penuh selubung tersebut pada saat balok
Untuk balok komposit penuh, memikul beban.
penghubung geser harus disediakan
dalam jumlah yang memadai
Lebar efektif plat lantai :

Gamabar 2.1 penampang balok


komposit

Kekuatan Balok Komposit dengan


Penghubung Geser
1) Kuat Lentur positif rencana
ditentukan sebagai berikut (LRFD Menghitung momen nominal
Pasal 12.4.2.1): Perhitungan Mn berdasar distribusi
tegangan plastis :

dengan b = 0,85 dan Mn dihitung


berdasarkan distribusi
tegangan plastis pada penampang
komposit.

Gamabar 2.2 Distribusi tegangan plastis


dengan b = 0,9 dan Mn dihitung
(Sumber :Charles G. Salmon, 1996)
berdasarkan superposisi tegangan-
tegangan elastis yang memperhitungkan Menghitung momen nominal ( Mn )
pengaruh tumpuan sementara plastis positif
pada penampang komposit. 1. Menentukan gaya tekan ( C ) pada
2) Kuat Lentur negatif rencana b.Mn beton :
harus dihitung untuk penampang C = 0,85.fc.tp.beff
baja saja, dengan mengikuti Menentukan gaya tarik ( T) pada
ketentuanketentuan pada butir 8 baja :
(LRFD Pasal 12.4.2.2) : T = As.fy
Dipilih nilai yang terkecil dari
kedua nilai di atas
2. Menentukan tinggi blok tekan
effektif :

3. Kekuatan momen nomimal :


Mn = C.d1 atau T.d1
Bila kekuatan nominal dinyatakan
dalam bentuk gaya baja akan
diperoleh :

Menghitung momen nominal ( Mn )


negatif. 2. Menentukan letak garis netral
1. Menentukan lokasi gaya tarik pada penampang transformasi (dimomen
balok baja ke ambang atas)
T = n.Ar.fyr
Pyc = As.fy
Gaya pada sayap ; Pf = bf .tf . fy
Gaya pada badan ; 3. Menghitung momen inersia
penampang transformasi

2. Menghitung jarak ke centroid


4. Menghitung modulus penampang
transformasi
yc = GNE
yt = d + ts + hr GNE

3. Menghitung momen ultimate :


Mn = T(d1 + d2) + Pyc(d3 - d2)
5. Menghitung momen ultimate
Kapasitas momen positif
penampang balok komposit penuh
digunakan dari nilai yang terkecil
dari :
Mn1 = 0,85 . fc . n . Str.c
Mn2 = fy . Str.t
Jadi : Mu . Mn
Gamabar 2.3 Metode transformasi
Penghubung Geser
luasan
Kekuatan penghubung geser jenis paku
(LRFD Pasal 12.6.3)
Perhitungan Mn berdasar distribusi
tegangan elastis :
1. Menghitung nilai transformasi beton
Dimana : rs untuk balok tegak lurus
ke baja
balok :

rs untuk balok sejajar balok :


Kolom komposit didefinisikan sebagai
kolom baja yang dibuat dari potongan
Nr = jumlah stud setiap gelombang baja giling (rolled) built-up dan di cor
Hs = tinggi stud di dalam beton struktural atau terbuat
Hr = tinggi bondek dari tabung atau pipa baja dan diisi
Wr = lebar effektif bondek dengan beton struktural (Salmon &
Asc = Luas penampang shear Jonson, 1996).
connector Ada dua tipe kolom komposit, yaitu :
Fu = Tegangan putus penghubung Kolom komposit yang terbuat dari
paku/stud profil baja yang diberi selubung
Qn = Kuat nominal geser untuk beton di sekelilingnya (kolom baja
penghubung geser berselubung beton).
Jumlah penghubung geser (shear Kolom komposit terbuat dari
connector) yang dibutuhkan yaitu : penampang baja berongga (kolom
baja berintikan beton).

Kontrol lendutan (Deflection)


Batasan lendutan atau deflection pada
biaya telah diatur didalam SNI 03-
1729-2002. Lendutan diperhitungkan
berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
Lendutan yang besar dapat
Profil Baja dibungkus beton Pipa baja O
mengakibatkan rusaknya barangbarang
didisi beton
atau alat-alat yang didukung oleh balok
Gambar 2.4. Penampang kolom
tersebut. Penampilan dari suatu struktur
komposit
akan berkurang dari segi estetika
dengan lendutan yang besar.
Kriteria untuk kolom komposit bagi
Lendutan yang terlalu besar akan
komponen struktur tekan (SNI 03-1729-
menimbulkan rasa tidak nyaman bagi
2002 Ps.12.3.1) :
penghuni banguna tersebut.Perhitungan
Luas penampang profil baja minimal
lendutan pada balok berdasarkan beban
sebesar 4% dari luas penampang
kerja yang dipakai di dalam perhitungan
komposit total.
struktur, bukan berdasar kan beban
1. Selubung beton untuk penampang
berfaktor. Besar lendutan dapat dihitung
komposit yang berintikan baja harus
dengan rumus :
diberi tulangan baja longitudinal
dan tulangan pengekang lateral.
2. Tulangan baja longitudinal harus
menerus pada lantai struktur portal,
kecuali untuk tulangan longitudinal
yang hanya berfungsi memberi
Kolom Komposit
kekangan pada beton.
3. Jarak antar pengikat lateral tidak
boleh melebihi 2/3 dari dimensi
terkecil penampang kolom
komposit. Luas minimum
penampang tulangan transversal
(atau lonitudinal) terpasang. Tebal
bersih selimut beton dari tepi terluar Keterangan:
tulangan longitudinal dan As = luas penampang beton, mm2
transversal minimal sebesar 40 mm; Ar = luas penampang tulangan
4. Mutu beton yang digunakan tidak longitudinal, mm2
lebih 55 Mpa dan tidak kurang dari E = modulus elastis baja, MPa
21 Mpa untuk beton normal dan Ec = modulus elastisitas beton,
tidak kurang dari 28 Mpa untuk MPa
beton ringan. Em = modulus elastisitas untuk
5. Tegangan leleh profil dan tulangan perhitungan kolom komposit, MPa
baja yang digunakan untuk fcr = tegangan tekan kritis, MPa
perhitungan kekuatan kolom fy = tegangan leleh untuk
komposit tidak boleh lebih dari 380 perhitungan kolom komposit, MPa
Mpa; fy = tegangan leleh profil baja,
Tebal minimum dinding pipa baja atau MPa
penampang baja berongga yang diisi f ,c = kuat tekan karakteristik beton,
beton adalah b untuk setiap MPa
sisi selebar b pada penampang persegi kc = faktor panjang efektif kolom
dan D untuk penampang Nn = kuat aksial nominal, N
bulatyang mempunyai diameter luar D. rm = jari-jari girasi kolom
komposit, mm
Kuat rencana kolom komposit c = parameter kelangsingan
(SNI 03-1729-2002 Ps. 12.3.2) Kuat c = faktor reduksibeban aksial
rencana kolom komposit yang tekan
menumpu beban aksial adalah c Nn , = faktor tekuk
dengan c = 0,85.
Nn = As fcr Dan fcr = f my /
untuk c 0,25 maka = 1
untuk 0,25< <1,2 maka =
untuk c 1,2 maka = 1,25
dengan,
Gambar 2.9. Notasi Penampang kolom
komposit
Pada persamaan di atas, c1, c2, dan c3
adalah koefisien yang besarnya:
a) Untuk pipa baja yang diisi beton:
c1=1,0, c2 = 0,85, dan c3 = 0,4
b) Untuk profil baja yang diberi
selubung beton:
c) c1 = 0,7, c2 = 0,6, dan c3 = 0,2.
Kekuatan rencana kolom komposit yang
menahan beban kombinasi aksial dan
lentur (LRFD Pasal 7.4.3.3).

dimana :
Nu = Gaya aksial (tarik atau tekan)
terfaktor, N
Nn = Kuat nominal penampang, N
= Faktor reduksi kekuatan
c = 0,85 (struktur tekan)
b = 0,90 (struktur lentur)
Mnx,Mny = Momen lentur nominal Gambar 3.1. Diagram Skema
penampang komponen struktur Perencanaan
masing-masing terhadap sumbu x dan
sumbu y, N.mm IV. P E R E N C A N A A N
Mux , Muy = Momen lentur Sistem Struktur
terfaktor masing-masing terhadap Sistem struktur permodelana SAP 2000
sumbu x dan sumbu y, N.mm dilihat pada gambar berikut:

III. METODE PERENCANAAN

Dengan skema metode perencanaan


struktur :

Gambar 4.1 Perspektif Bangunan Hotel


Holoday INN Express
Gambar 4.6 Denah kolom, balok, dan
Gambar 4.2 Denah kolom, balok dan pelat
lantai 2 & 3
lantai pada basement

Gambar 4.7 Denah kolom, balok, dan


Gambar 4.3 Denah kolom, balok dan pelat lantai Atap
lantai Lower Ground

Gambar 4.8 Portal arah X


Gambar 4.4 Denah kolom, balok dan pelat
lantai Ground

Gambar 4.9 Portal arah Y


Gambar 4.5 Denah kolom, balok, dan
lantai 1
Pembebanan pada struktur Gedung Hotel ini terletak di Pulau Bali
sehingga didapat nilai SDS sebesar 0,652
Beban beban yang bekerja pada
g dan S1 sebesar 0,36 g. Langkah
struktur bangunan ini adalah beban mati
selanjutnya adalah penentuan kelas
tambahan dari atap, berat sendiri
situs, dari data N-SPT didapat nilai
struktur, beban hidup, beban angin pada
Nrata-rata sebesar 28,15 karena N rata
portal, beban tanah, dan beban gempa,
rata < 15, maka tanah termasuk ke
yang akan dikombinasikan sesuai
dalam kelas situs D (Tanah Sedang).
dengan kriteria desain.
Setelah kita mendapat nilai SDS, S1, dan
Kriteria Desain kelas situs kita dapat menentukan nilai
Standar desain yang digunakan dalam Fa dan Fv dari tabel yang terdapat
perencanaan struktur gedun Hotel dalam SNI 1726-2012, sehingga didapat
Holiday Inn Express ini yaitu Tata Cara nilai Fa sebesar 1 dan Fv sebesar 1.
Perhitungan Struktur Beton untuk Kemudian kita dapat menentukan nilai
Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002), SMS, SM1, SDS, SD1, T0, dan TS yang
Tata Cara Perencanaan Ketahanan nantinya nilai-nilai tersebut akan
Gempa untuk Struktur Bangunan digunakan dalam penggambaran grafik
Gedung dan Non Gedung (SNI 1726- respons spektrum. Setelah menentukan
2012), dan Tata Cara Perencanaan grafik respons spektrum kita dapat
Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung menentukan Kriteria Desain Seismik
SNI 03-1729-202. Perencanaan ini (KDS) dari gedung ini, yaitu KDS tipe
akan digunakan mutu beton 25 MPa, D. KDS tipe D ini digunakan untuk
mutu tulangan 370 MPa untuk ulir dan perencanaan gedung dengan tingkat
240 MPa untuk tulangan polos. resiko kegempaan tinggi. Untuk
mengantisipasi gaya gempa yang besar,
Standar Perencanaan Ketahanan
maka dalam perencanaan struktur
Gempa untuk Struktur Bangunan
gedung ini digunakan metode Sistem
Gedung dan Non Gedung (SNI 1726-
Rangka Pemikul Momen Khusus
2012)
(SRPMK).
SNI 1726-2012 sebagai revisi dari
Sistem Rangka Pemikul Momen
Standar Nasional Indonesia SNI 03-
Khusus (SRPMK)
1726-2002 akan menjadi acuan
perencanaan ketahanan gempa untuk Bangunan sipil harus memiliki elemen
struktur bangunan gedung dan non struktur (seperti pelat, balok, kolom,
gedung. Analisis beban gempa untuk tangga dll) dengan dimensi penampang
struktur gedung Hotel Holiday Inn serta tulangan yang cukup agar
Express adalah dengan menggunakan bangunan tersebut kuat, nyaman dan
analisis dinamik respons spektrum. ekonomis. Struktur yang kuat berarti
Langkah pertama dalam penentuan tegangan yang terjadi pada setiap
respons spektrum adalah menentukan penampang tidak melebihi kekuatan
nilai SDS dan S1. Dari peta zonasi gempa bahan dari struktur. Struktur yang aman
Indonesia periode 0,2 detik dan 1 detik, berarti untuk segala kondisi
pembebanan, struktur tersebut tidak rumah sakit dimodelkan mempunyai
runtuh. Struktur nyaman berarti beban hidup sebesar 250 kg/m2,
deformasi dari struktur tidak sampai sedangkan untuk lantai atap adalah
membuat pemakainya merasa tidak sebesar 100 kg/m2. Besarnya beban
nyaman dalam memakainya. Maka dari mati meliputi beban penutup lantai,
itu, pada struktur rangka beton portal adukan/spesi lantai, beban plafon dan
terbuka dirancang menggunakan konsep penggantung, dan beban dinding. Beban
kolom kuat dengan balok lemah, bukan gempa pada proyek Hotel ini
berarti balok lemah dalam artian menggunakan Analisis Dinamik
harafiah, melainkan kolom didesain Respons Spektrum.
agar dapat menahan balok pada saat Kombinasi pembebanan yang
balok mencapai sendi plastis. Dalam digunakan dalam perhitungan struktur
SNI Beton, satu sistem struktur dasar beton, antara lain:
penahan beban lateral adalah Sistem
Rangka Pemikul Momen (SRPM), yaitu 1.
sistem rangka ruang ruang dimana 2. ( )
komponen-komponen struktur dan join-
3. ( )
joinnya menahan gaya-gaya yang
( )
bekerja melalui aksi lentur, geser, dan
aksial. Sistem rangka pemikul momen 4. ( )
(SRPM) dibedakan menjadi Sistem
5. ( )
Rangka Pemikul Momen Biasa
(SRPMB) atau Elastik Penuh, Sistem Kombinasi 5 digunakan kombinasi
Rangka Pemikul Momen Menengah akibat pengaruh gempa horisontal dan
(SRPMM) atau Daktail Parsial dan gempa vertikal.
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Untuk ,
(SRPMK). Sistem rangka pemikul
momen khusus (SRPMK) adalah suatu
tingkat daktilitas struktur gedung
dimana strukturnya mampu mengalami Sehingga kombinasi pembebanan
simpangan pasca elastik pada saat menjadi
mencapai kondisi di ambang keruntuhan
yang paling besar. 6.

Perencanaan Struktur SRPMK 7. ( )


Beban dan Kombinasi Pembebanan Kombinasi 7 digunakan kombinasi
Pembebanan pada struktur ini meliputi akibat pengaruh gempa horisntal dan
beban hidup, beban mati, dan beban gempa vertikal.
gempa. Berdasarkan SNI 03-1727-1989 Untuk ,
untuk bangunan yang mempunyai
fungsi sebagai Lantai sekolah,
perkantoran, hotel, asrama, pasar,
= <

Sehingga kombinasi pembebanan = 30,77 < 108,44 ..
menjadi . (Penampang kompak)
Perencanaan Pelat dan Tangga Menentukan Lebar efektif
Untuk gelagar interior :
Pembebanan pelat dan tangga pada
struktur ini meliputi beban hidup dan bE
beban mati yang dikombinasikan
dengan mengalikan koefisien 1,2 untuk bE = 1,675 m
beban mati dan 1,6 untuk beban hidup.
Besarnya beban mati dihitung bE = 3.35 m
berdasarkan SNI 03-1727-1989 sebesar maka diambil yang terkecil, bE =
2400 kg/m3. Besarnya beban hidup pada 1,675 m = 167,5 cm
lantai gedung berupa : Lantai gedung
hotel 250 kg/m2, tangga 300 kg/m2, Angka ekivalen, n :
pelat atap 100 kg/m2. Didapat tebal
n= = = 8,30 9
pelat atap 10 cm dan tebal pelat lantai
14 cm. Perhitungan mekanika untuk Lebar baja ekivalen :
tangga menggunakan perletakan sendi-
rol sebagai tumpuan. Penulangan pelat btr = = = 18,61 cm
dan tangga, dari gaya dalam yang
diperoleh selanjutnya dihitung tulangan Atr = btr.Ts =18,61.12 = 223,32 cm
yang dipasang untuk menahan gaya Menentukan Letek garis netral
tersebut sehingga elemen struktur dapat penampang trasformasi :
menahan beban yang bekerja. Sehingga GNE = a
didapat dengan tulangan pokok, D10- ( ( ))
110 mm untuk pelat lantai basement, GNE = ( )
D10-100 untuk plat lantai Lower
( ( ))
Ground sampai lantai 3 dan D10-110 GNE = =
( )
mm untuk pelat atap. Dan untuk
18,86 cm
tulangan tangga di dapat D10-125 mm,
a > ts ; garis netral jatuh pda profil
tebal bordes 150 mm dan sisi miring
baja.
digunakan D13-200.
Sehingga didapat transformasi
Perencanaan Balok Induk Komposit tampang seperti:
Kuat Lentur Positif Balok Komposit
Cek apakah penampang kompak
atau tidak kompak
= = = 30,77
Gambar 4.10 Penampang Balok induk
p = = = 108,44
trasformasi beton ke baja
(Sumber : AutoCad 2010)
Mentukan nilai gaya tekan C dalam Tr2 = 8 . Atr . fyr = 8 . 78,5 . 240 =
profil baja dan gaya tarik T pada 150720 N
balok Tp = (aw . tw + tf . bf) fy
C =T Cp = {((hw aw) . tw) + tf . bf} . fy
C = 0,85.fc.a.btr H = 0
= 0,85.25.188,6.186,1 T + Tp = Cp
= 5248800 N Agar H = 0, maka tinggi garis
T = As.fy netral aw diperoleh:
= 21870.240 aw = 188,6 mm
= 5248800 N hw = h 2tf = 400 2.21 = 358 mm
d1 = Tp = (aw . tw + tf . bf) fy
= (188,6 . 13 + 21 . 400). 240
= 2393808 N
Kekutan momen nominal (Mn) CP = {((hw aw) . tw) + tf . bf} . fy
Mn = c.d1 = 5248800 . 255,7 = = {((358 188,6) . 13) + 21 .
1342118160 Nmm 400} . 240
Mn = 0,85 . 1342118160 = 2544528 N
Nmm H = 0
= 940800436 Nmm = 94080,04 T + Tp = Cp
Kgm 150720 N + 2393808 N = 2544528
Mu Mn N
10114,97 Kgm < 94080,04 Kgm 2544528 N = 2544528 N
(Memenuhi) Gaya pada sayap ; Ff = bf . tf .
Kuat Lentur Negatif Balok Komposit fy
= 400 . 21 . 240 = 2016000 N
Gaya pada badang ; Fw = Tp Ff
= 2393808 2016000 = 377808 N
Menentukan jarak dari gaya-gaya
yang bekerja
ds1 = ds2 = c + .10 = 20 + 5 =
25 mm
Gambar 4.11 Momen Negatif dengan d1 = aw + tf + ts ds1
Distribusi tegangan plastis balok = 188,6 + 21 + 120 25 = 304,6
komposit mm
Mentukan lokasi gaya tarik ada d2 = aw + tf + ds1
balok baja = 188,6 + 21 + 25 = 234,6 mm
Luas tulangah di daerah lebar efektif d3 = aw + tf/2
plat beton = 188,6 + 21/2 = 119,1 mm
Atr = . . d2 d4 = aw/2
= . 3,14 . 102= 78,5 mm2 = 188,6/2 = 94,3 mm
Tr1 = 8 . Atr . fyr = 8 . 78,5 . 240 = Kekuatan momen nominal
150720 N
Mn = Tr1 . d1 + Tr2 . d2 + Ff . d3 + Penhubung Geser (Shear conector)
Fw . d4 Dipakai stud diameter 16 mm, panjang
= 150720 . 304,6 + 150720 . stud (L) 75 mm, dan
234,6 + 2016000 .119,1+377808
tegangan putus stud Fu = 400 Mpa.
.94,3
Syarat-syarat penhubung geser ;
= 357001118,4 Nmm
~ dstud 2,5 . tf
Mn = 0,85 . 357001118,4
16 mm < 2,5 . 21
= 303450950,6 Nmm =
16 mm < 52,5 mm
30345,09 Kgm
..(memenuhi)
Syarat ;
~ L 4d
Mu Mn
75 > 4 . 16
14864,84 Kgm < 30345,09 Kgm
75 > 64....(memenuhi)
. (Memenuhi)
Pada daerah momen positif :
Cmax = 0,85 . fc . Ac = 0,85 . fc .
Kuat Geser Nominal Balok Komposit
bE . ts
(Vn)
= 0,85 . 25 . 1675 . 120
= 4271250 N
Tmax = As . fy = 21870 . 240 =

5248800 N
Dimana Kn = jarak antara slab dengan Diambil nilai yang terkecil diantara
las nialai Cmax dan Tmax, sehimga
gaya dilam beton yang harus dipiku
oleh konektor geser adalah Vh =
( ) ( ) 4271250 N
Modulus elasrisitas beton;
Ec = 0,041 . W1,5 . = 0,041 .
2400 . = 24102,98 Mpa
1,5
30,77 < 71,15
Luas penampang stud;
Kuat geser nominal ;
Asc = . . d2 = . 3,14 . 162 =
Vn = 0,6 . fy . hw . tw
200,96 mm2
= 0,6 . 240 . 358 . 13 = 670176
Kuat nominal gesern stud;
N = 67017,6 Kg
Syarat ; Qn = 0,5 . Asc . Asc . fu
Vu Vn = 0,5 . 200,96 .
8275,21 Kg 0,90 . 67017,6 Kg 200,96 . 400
8950,04 Kg < 60315,84 Kg = 77998,28 N 80384 N
.( Memenuhi) .(memenuhi)
Ambil Qn = 77998,28 N
Jumlah penghubug geser yang
butukan adalah :
54,76 55 buah
(Untuk 1/2 bentang) ..(mem
Jarak longitudional stud = enuhi)
( ) ( ) - Jarak sengkang = 200 mm < 2/3
( ) ( ) dimensi kolom
=245,45 245 mm 200 mm < 400 mm
245 mm > 6d (memenuhi)
245 mm > 96 mm - Luas tulangan longitudional Ast =
.( memenuhi) . .d2 > 0,18 mm2 spasi tulangan
Pada daerah momen negatif Ast = . .192 = 283,38 mm2 > 0,18
Tmax = Ar . Fyr = 12 . 78,5 . 240 = mm2 464 mm2
226080 N Ast = 283,38 mm2 < 83.52
Jumlah penghubung geser yang mm2(memenuhi)
dibutuhkan ; - Luas tulangan sengkang Ast = .
2,89 3 buah .d2 > 0,18 mm2 spasi tulangan
Ast = . .102 = 78,5 mm2 > 0,18
Jadi tulangan longitudiaonal stud =
) ) mm2 200 mm2
= 1026,67 1000 Ast = 283,38 mm2 < 36
( ) ( )

mm mm2(memenu
hi)
Perencanaan Kolom Komposit b. Modifikasi tegangan leleh untuk
a. Cek luas penampang minimum kolom komposit
profil baja Luas bersih penampang beton :
Kc = 0,65 ; L = 4000 mm ; Kc.L = Acn = Ac As Ar = 360000
2600 mm 21870 2267,08 = 335862,9 mm2
Ac = 600 x 600 = 360000 mm2 Untuk profil baja yang diberi
Berat jenis beton (w) = 24000 kg/m3 selubung beton:
Fc = 25 MPa, c1 = 0,7 ; c2 = 0.6 ; c3 = 0.2
Syarat:
20MPa > Fc > 55 Mpa
20MPa > 25 Mpa > 55 Mpa
.(memenuhi)
Tulanga utama yang digunakan
adalah 8D19 mm
Ar = 8 . . . 192 = 2267,08 mm2
Tulanagan sengkang yang trepasang
Ec = 0,041.w1,5. =
= D10 - 200 mm 1,5
Mutu baja profil Fy = 240 MPa. 0,041.2400 . = 24102,98 Mpa
- As > 4% luas penampang Es = 200000MPa
komposit total
Em = Es + c3.Ec. = 200000 + 0,2 Beban tekan desain yang dipikul
langsung oeleh beton ;
. 24102,98 . = 274031,1
Nnc = Nns - cNn = 4461480 N
MPa
9067471,25 N = 4605991 N
Jadi jari-jari girasi modifikasi rm =
0,3 . 600 = 180 > ry = 101, Syarat yang harus dipenuhi ;
Digunakan rm Nnc 1,7 . . fc . Ab ; = 0,85
Itr = = 1802 . 360000 =
11664000000 mm4

Parameter kelangsingan : mm 2

Luas kolom komposit 600 x 600 =


360000 mm2
360000mm2 > mm2
(Memenuhi)

Karena < 0,25 maka: = e. Kekuatan nominal arah X dan arah


1 Y apabila kolom komposit dibebani
c. Kekuatan aksial rencana kolom kombinasi beban aksial dan lentur
komposit h1 = 600 mm
Nn = h2 = 600 mm
Aw = tw . (h 2 . tf) = 13. (400 . 2 .
cNn = 0,85 . 10667613,24 = 21) = 4654 mm2
9067471,25 N Cr = p + s + = 30 + 10 . 19
Nu c.Nn = 49,5 mm

1439982,10 N < 9067471,25 N


..(Memenuhi)
d. Luas beton penumpu Ab yang
0,2
dibutuhkan
Diasumsi bahwa semua beban Maka ;
desain kolom Nn diaplikasikan
sekaligus pada kolom komposit p
yang dihitung diatas dan luas beton
penumpu lebih besar dari pada luas [ ( )
daerah pembebanan.
(
Kekuatan aksial desain profil WF
400 x 400 ; Nns = 0,85 . As . fy
) ]
Nns = 0,85 . 21870 . 240
= 4461480 N
Perencanaan Sambungan Balok
Kolom
[
A. Gaya tarik maksimun Tu dari
( ) momen lentur

( ) ]
1256930718856,40
Nmm B. Pelat braket
WF 400 x 400 dipotong sebagai
pelat braket segitiga
[
Panjang (P) = 400 mm
Lebar (L) = 400 mm
( )
Beban Tu terpusat kira-kira 0,6 b
( ) ] dari tumpuan ef = 0,6 x 400 = 240
mm
422751473008,41 e = 240 - 400/2 = 40 mm
Nmm beban Tu yang mampu ditahan :
Untuk ; maka;
[ ]
( )

[ ]
mm . (memenuhi)

.(Memenuhi)

C. Pelat ujung
Beban Tu yang dipikul adalah :
mm
Gambar 4.12 Detail Kolom komposit Kuat desain baut dalam tarik dalah ;
.Rn = .(0,75.Ab).fub =
0,75.(0,75.283,38).370 = 58978,46
N
Jumlah baut ;

51567,06 N > 49833,38 N


(memenuhi)
D. Ukuran las dan tebal pelat yang
diperlukan ;
Perencanaan Pondasi Bore Pile
diameter tiang (d) = 50 cm
Kedalaman pondasi = 10 m
Dimensi pondasi = 200 x 200 cm
Tebal pelat = 65 cm

E. Jarak pemasangan minimun baut


19 mm = 1,25d = 23,75 mm
S = 23,75 + 8,5 = 32,25 mm
Tebal pelat tp yang doperlukan;
b' = s - db = 32,25 .19 =
22,75 mm
lebar pelat ujung (w) = 420 mm


( )


( )

F. Kontrol kat rencana baut terhadap


kombinasi geser dan tarik Gambar 4.13 Detail Pondasi Bore Pile


V. HASIL PERENCANAAN
Kesimpilan
Hasil perencanaan ini lebih
48,67 N/mm2 < 111 N/mm2
menitikberatkan pada bahan yang
(memenuhi)
digunakan serta spesifikasinya secara
umum pada tiap struktur bangunan yang
320 1,9. 48,67 < 310
meliputi :
242,62 Mpa < 310 Mpa
.( memenuhi) 1. Perencanaan Gording
Gording menggunakan profil baja C

150 x 75 x 12,5 x 9 mm dengan
menggunakan mutu baja 37 (BJ 37), 37), dimana fy = 240 Mpa
dimana fy = 240 Mpa dan fu = 370 dan fu = 370 Mpa.
Mpa. b. Balok anak lantai basement
sampai lantai atap
2. Perencanaan Kuda-Kuda
direncanaan mengunakan
Untuk rangka atap gedung
IWF 300 x 100 x 9 x 6,5,
menggunakan profil baja WIDE
dengan mutu baja 37 (BJ
FLANGE 200 x 100 x 55 x 8 mm
37), dimana fy = 240 Mpa
dengan menggunakan mutu baja 37
dan fu = 370 Mpa.
(BJ 37), dimana fy = 240 Mpa dan
c. Sloof direncanan
fu = 370 Mpa.
mengunakan dimensi 50 x
3. Perencanaan Pelat 50 cm dengan mutu beton
Struktur pelat menggunakan beton (fc) 25 MPa.
bertulang dengan ketebalan 12 cm b. Kolom
untuk semua jenis pelat tangga, Kolom yang digunakan adalah
bordes ketebalannya adalah 15 cm kolom komposit dimana profil
dan dinding penhan tanah (DPT) baja IWF diselimuti oleh beton,
ketebalanya 25 cm. Mutu beton dimana direncanakan dimensi
yang digunakan sebesar (fc) 25 Profil IWF 400 x 400 x 21 x 13
Mpa dan mutu baja tulangan sebesar dengan mutu baja 37 (BJ 37),
dimana fy = 240 Mpa dan fu =
(fy) 320 Mpa tulangan ulir dan (fy)
370 Mpa, dengan dimensi
240 Mpa tulangan polos.
setelah diselimuti beton adalah
4. Perencanaan Tangga dan Bordes 600 x 600 cm.
Struktur tangga menggunakan beton 6. Perencanaan Pondasi
bertulang dengan tebal 15 cm baik Struktur pondasi menggunakan
pada anak tangga maupun bordes. tiang bore pile bundar yang
Mutu beton yang digunakan sebesar berdimensi 50 cm dengan
(fc) 25 Mpa dan mutu baja tulangan kedalaman 10 cm, untuk tipe
sebesar (fy) 320 Mpa tulangan ulir pondasi dapat dilihat pada lampiran
dan (fy) 240 Mpa tulangan polos.
tipe pondasi.
5. Perencanaan Portal
Saran
a. Balok
Dimensi balok yang digunakan Adapun saran pada perencanaan
adalah : struktur bangunan ini adalah sebagai
berikut :
a. Balok Induk lantai basement
sampai lantai atap 1. Demi pertimbangan efisiensi dalam
direncanaan mengunakan perencanaan struktur bangunan
IWF 400 x 400 x 13 x 21, gedung ini sebaiknya kontrol
dengan mutu baja 37 (BJ dimensi hasil perencanaan tidak
hanya pada bentang elemen struktur
yang mengalami gaya-gaya ekstrim Baja, Yogyakarta Desember 1988,
saja. Penerbit Kansius.
2. Perhitungan perencanaan struktur Modifikasi struktur gedung Tower C
sebaiknya tidak hanya dihitung Kebagusan City Jakarta
berdasarkan gaya-gaya dalam yang menggunakan struktur baja
terjadi saja, tetapi juga dihitung Komposit, Web:
berdasarkan ketentuan perencanaan http://digilib.its.ac.id/public/ITS-
struktur untuk sistem rangka Undergraduate-27726-3106100003-
pemikul momen menengah. Chapter1.pdf

DAFTAR PUSTAKA
G. Salmon, Charles & E.Johnson,
John.1991. Struktur Baja Desain
Dan Perilaku Jilid 1 Edisi Kedua.
Diterjemahkan oleh: Ir. Wira
M.S.CE. Jakarta: Erlangga.
SNI 03-1729-2002 tentang Tata Cara
Perencanaan Perhitungan Struktur
Baja Untuk Bangunan Gedung.
SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara
Perencanaan Perhitungan Struktur
Beton Untuk Bangunan Gedung.
SNI 03-1727-1989 tentang Tata Cara
Perencanaan Pembebanan Untuk
Rumah Dan Gedung.
SNI 1726:2012 Tentang Pedoman
Perencanaan Ketahanan Gempa
untuk Rumah dan Gedung.
Ir. Putra Wijaya, MT., Struktur Beton,
Universitas Warmadewa Dempasar-
Bali
Agus Setiawan, Perencanaan Struktur
Baja dengan Metode LRFD
(Berdasarkan SNI 03-1729-2002),
2008 PT. Penerbit Erlangga.
Tugas Akhir, I wayan Suparka,
perencanaan Struktur Baja
Komposit Hotel Niki Puri Property
Di Jalan Gatot Subroto Dempasar.
2008 Universitas Warmadewa.
Ir. Rudi Gunawan dengan petunjuk Ir.
Moeisco, Tabel Profil Kostruksi