Anda di halaman 1dari 6

PERSPEKTIF PENDIDIKAN SD

MODUL 12

Nama Tutor : Taufik


Nama Kelompok :
1. Fitri Dwi Hastuti (836752999)
2. Tika Cici Handani (836769161)

UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR SRAGEN


UPBJJ SURAKARTA
2017

SUMBER DAYA SEKOLAH DASAR


Kegiatan Belajar 1

POTRET SUMBER DAYA DI SEKOLAH DASAR

Sumber daya yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan di SD dapat dikelompokkan


berdasarkan jenisnya dan dapat pula berdasarkan asalnya. Berdasarkan jenisnya, sumber daya dapat
dipilah menjadi :

a. Sarana dan prasarana di SD


b. Sumber daya manusia di SD
c. Sumber dana di SD

Berdasarkan asalnya, sumber daya dapat dikelompokkan menjadi sumber daya yang berada di
SD sendiri dan sumber daya yang berasal dari luar SD.

A. POTRET SARANA DAN PRASARANA SD


Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 42 menetapkan bahwa sarana dan prasarana yang harus ada pada setiap satuan
pendidikan, termasuk SD meliputi :
1. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan
pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai dan
perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur
dan berkelanjutan.
2. Sedangkan prasarana meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan/kepala sekolah, ruang
guru, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja,
ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolah raga, tempat
beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi dan ruang lain yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Kenyataan menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana di SD sangat bervariasi,
dari yang paling lengkap dan ideal sampai yang paling minimal. Banyak SD yang memiliki sarana
dan prasarana belajar seadanya, bahkan ada yang sangat mengkhawatirkan, sehingga menimbulkan
keluhan dari masyarakat karena keterbatasan sarana dan prasarana ini membuat kualitas pelayanan
pendidikan yang diberikan rendah.
Pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan sangat tergantung dari kemampuan dan
kreativitas guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika terdapat sarana dan
prasaranayang tidak dimanfaatkan secara maksimal, disamping ada sarana dan prasarana yang
terbatas yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
B. POTRET SUBER DAYA MANUSIA DI SD
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal
35 menetapkan bahwa : tenaga kependidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat
sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan,
dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. Pada kenyataannya, banyak SD yang tidak memiliki
tenaga administrasi dan tenaga perpustakaan.
Guru atau pendidik dan kepala sekolah dapat dikatakan merupakan motor berputarnya roda
pendidikan di SD. Idealnya, pada satu SD yang memiliki 6 kelas ( kelas 1 s.d 6) terdapat 6 orang
guru kelas, guru pendidikan agama, guru Pendidikan Jasmani dan Kepala Sekolah. Namun pada
kenyataannya, penyebaran guru SD ini tidak merata. Ada SD yang mempunyai guru yang melimpah,
terutama di kota. Adapula SD yang mempunyai guru terbatas, terutama daerah-daerah terpencil.
Jika kondisi SDM di SD seperti itu, tentu kita akan berpikir keras bagaimana mungkin kita
menyamakan kualitas lulusan SD di kota besar dengan kualitas lulusan di daerah terpencil. Bukan
rahasia umum lagi, bahwa lulusan SD di daerah tertentu belum dapat membaca, menulis, dan
berhitung, bahkan lulusan SMA pun ada yang belum lancar menulis dan membaca.
Sebagaimana ditetapkan dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, Guru adalah
pendidik professional yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah. Kemampuan guru dalam melaksanakan tugas professional
tersebut sangat tergantung dari kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki guru. Kualifikasi dan
kompetensi guru yang bervariasi akan bermuara pada variasi kualitas layanan ahli yang dapat
diberikan guru.
Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 38 Ayat 2,
kriteria untuk menjadi Kepala SD/MI adalah :
1. Berstatus sebagai guru SD/MI
2. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai
ketentuan perundang undangan yang berlaku
3. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun di SD/MI
4. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang kependidikan

C. POTRET SUMBER DAYA DI SD


Sesuai dengan Standar Pembiayaan Pasal 62 PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan mencantumkan ketentuan-ketentuan :
1. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal
2. Biaya investasi satuan pendidikan pada ayat 1 meliputi biaya penyediaan sarana dan
prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap
3. Biaya personal sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 meliputi biaya pendidikan
yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bias mengikuti proses pembelajaran
secara teratur dan berkelanjutan
4. Biaya operasi satuan pendidikan pada ayat 1 meliputi :
a. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada
gaji
b. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai
c. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa biaya, air, jasa telekomunikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, trasportasi, konsumsi, pajak,
asuransi dan sebagainya.
Ketersediaan dana pendidikan sering digunakan sebagai alasan lancar tidaknya
penyelenggaraan suatu usaha, termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan. Ketersediaan dana
pendidikan di SD juga sangat bervariasi, dari yang melimpah sampai yang hanya mampu beroperasi
seadanya.
Banyaknya pungutan yang harus dibayar orang tua siswa merupakan masalah yang
ditemukan dalam satu survei, dan dikeluhkan oleh orang tua siswa yang berdomisili di kota karena
kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan masih rendah.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa potret srana dan prasarana, SDM, dan dana di
berbagai SD sangat bervariasi atau beragam. Kesenjangan yang besar tedapat antara SD unggulan
atau SD favorit dengan SD yang berada di daerah terpencil. Sebagai implikasinya, pelayanan
pendidikan yang diberikan pun sangat bervariasi. Dampak dari semua ini adalah kualitas lulusan SD
yang sangat bervariasi pula.

Kegiatan Belajar 2
SUMBER DAYA YANG BERASAL DARI LUAR SEKOLAH DASAR

A. SARANA DAN PRASARANA DRI LUAR SD


Keterbatasan sarana dan prasarana di SD dapat diatasi dengan berbagai cara, antara lain
dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan sekolah, yang dapat dijangkau
oleh SD. Sarana dan prasarana tersebut antara lain sumber belajar yang ada di lingkungan seperti
gejala alam, sanggar seni, balai budaya, perpustakaan, lapangan olah raga, ruang pertemuan/ruang
kelas, atau tempat ibadah. Agar dapat memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut, sekolah harus
menjalin komunikasi professional dengan pihak-pihak yang memiliki atau bertanggung jawab
terhadap sarana dan prasarana yang akan dimanfaatkan.
B. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di SD, SDM dan lembaga yang sangat berperan
dalam penyelenggaraan pendidikan SD meliputi :
a. Pengawas SD
b. Kepala Dinas Pendidikan
c. Menteri Pendidikan Nasional

Yang semuanya merupakan pejabat pemerintah, serta Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang
anggota-anggotanya merupakan representasi dari masyarakat yang peduli pendidikan.

a. Pengawas SD
Adalah Tenaga Kependidikan Profesional berstatus PNS yang diberi tugas, tanggung
jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan pembinaan dan
pengawasan pendidikan pada sekolah/satuan pendidikan.
Seorang pengawas SD harus berpengalaman sebagai guru SD minimal selama 8 tahun
atau kepala SD selama minimal 4 tahun. Tugas utama pengawas SD adalah sebagai supervisor
akademik manajerial bagi guru dan kepala sekolah.
Kenyamanan di lapangan menunjukkan bahwa kualifikasi dan kompetensi Pengawas
Satuan Pendidikan, termasuk Pengawas SD. Pembinaan yang disediakan bagi para pengawas
dianggap belum memadai, sehingga para pengawas banyak yang merasa ketinggalan dari para
guru yang harus di supervisinya. Oleh karena itu, pengawasan yang dilakukan lebih banyak
bersifat teknis administratif.

b. Kepala Dinas Pendidikan


Di tingkat provinsi maupun kabupaten bertugas menjabarkan dan melaksanakan
kebijakan nasional sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Jabaran kegiatan tersebut
tercermin dalam rencana tahunan pemerintah daerah.
Menteri Pendidikan Nasional bertanggung jawab atas pengelolaan system pendidikan
nasional, pemirintah pusat menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan.

c. Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah


Merupakan lembaga mandiri yang beranggotakan unsur masyarakat yang peduli
pendidikan. Kedua lembaga ini dibentuk dan berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan
pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan.
Dalam menjalankan perannya, Dewan Pendidikan memberikan pertimbangan, arahan,
dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional,
provinsi, dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hierarkis.
Komite Sekolah menjalankan perannya dengan memberikan petimbangan, arahan,
dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan/sekolah. Komite Sekolah melakukan pengambilan keputusan dalam bidang non
akademik, seperti struktur organisasi sekolah dan biaya operasional satuan pendidikan dengan
dihadiri oleh kepala sekolah. Komite Sekolah juga dapat memberi pertimbangan pada tata tertib
satuan pendidikan dan rencana tahunan satuan pendidikan/sekolah.
Kenyataannya memnunjukkan bahwa masih banyak orang tua siswa yang belum tahu
tentang keberadaan Komite Sekolah, disamping perannya yang belum tampak dalam
peningkatan mutu pelayanan pendidikan.

C. DANA
Dana penyelenggaraan pendidikan di SD berasal dari pemerintah daerah berupa DOP, dari
pemerintah pusat berupa Dana BOS, disamping sumbangan dari orang tua siswa yang disalurkan
melalui Komite Sekolah.
Dana BOS merupakan program pemerinth yang berasal dari dana subsidi BBM yang
bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan
bagi siswa lain dalam rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Sehubungan dengan itu, yang
berhak menerima dana BOS adalah semua sekolah tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun
swasta di seluruh Indonesia.
Besar dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa per tahun ajaran di satu sekolah, dan
hanya boleh digunakan untuk pembiayaan komponen-komponen yang sudah ditentukan secara
ketat. Jika dana BOS dikelola dengan benar, siswa SD semestinya bebas dari segala pungutan.
Namun kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak pungutan yang dikenakan kepada siswa SD.