Anda di halaman 1dari 18

Documents.

tips
Login / Signup

Leadership

Technology

Education

Marketing

Design

More Topics

Search

1. Home

2. Documents

3. Denyut Nadi

Denyut terputus-putus (intermittent pulse) biasanya


mempunyai irama meloncat lebih dari dua kali denyut, tetapi
mempunyai pola tetap dan diasosiasikan dengan organ jantung, yang
mengalami ketidakharmonisan, atau dapat juga menunjukkan organ-
organ lain yang terlalu lelah.
Denyut nadi tersimpul, denyut nadi terburu-buru dan denyut
nadi terputus-putus seringkali terkait dengan jenis kelamin, dan
dalam banyak kasus tidak berhubungan dengan ketidak harmonisan
dalam tubuh.
Denyut nadi moderat (moderate pulse) adalah suatu denyut
nadi yang bagus atau sempurna, kondisi badan sehat dan terjadi
keseimbangan yang sempurna - normal pada kedalaman, kecepatan,
kekuatan dan lebar denyut nadi. Kondisi ini sangat jarang terjadi,
karena dalam banyak hal, denyut nadi juga dipengaruh oleh faktor
usia.
Metodologi
Praktikum mengenai denyut nadi dilakukan pada hari kamis
tanggal 24 Maret 2011 di Laboratorium Fisiologi UNJ. Alat yang
digunakan adalah penghitung waktu yaitu dapat berupa jam.
Praktikum ini dilakukan terhadap b objek penelitian (OP).
Langkah kerja yang dilakukan adalah meminta OP untuk
duduk dengan tenang. Kemudian memegang pergelangan tangan OP
untuk menentukan letak arteri radialis dengan tepat. Untuk meraba
arteri digunakan dua atau tiga jari tangan selain jempol dan
kelingking. Menekan dengan lembut hingga jari kita dapat
merasakan denyut nadi. Selama pengukuran, beberapa karakteristik
denyut nadi seperti kecepatan denyut nadi per menit, keteraturan
irama denyut dan kekuatan denyut harus diperhatikan. Latihan
diulangi sampai diperoleh hasil yang sama, dan hasil pengukuran
dicatat. Lalu meminta OP untuk berolahraga selama 10 menit dan
selanjutnya melakukan pengukuran denyut nadi dengan cara yang
sama seperti diatas untuk mendapatkan data denyut nadi setelah
beraktivitas.
Pembahasan
Dari tabel hasil pengukuran denyut nadi di atas ternyata
setiap OP memiliki kecepatan, irama, dan kekuatan yang berbeda.
Cara pengukuran denyut nadi dengan merasakan denyutan yang
terjadi pada arteri radialis di pergelangan tangan dengan
menggunakan jari telunjuk dan jari tengah selama satu menit.
Pengukuran dengan cara ini tidak menggunakan jari kelingking dan
ibu jari karena pada ibu jari dan kelingking terdapat perpanjangan
arteri sehingga jika kita melakukan pengukuran dengan ibu jari atau
kelingking tidak akurat, bisa saja denyutan yang terasa pada ibu jari
atau kelingking berasal dari ibu jari dan kelingking tersebut bukan
dari arteri radialis.
Pada pengukuran denyut nadi dalam kondisi istirahat, OP
diminta untuk duduk dengan tenang, tujuannya adalah agar OP pada
saat diukur denyut nadinya benar-benar dalam keadan istirahat total.
Secara umum dari hasil pengukuran kecepatan denyut nadi istirahat
dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu:
1. Kecepatan rendah (54-71) terdiri dari satu OP yaitu Noor Andryan
I.
2. Kecepatan sedang (72-89) terdiri dari lima OP yaitu Dwi Atri
H.U.H, Rosid Marwanto, Dwi Lusi R., Sintia Sundari, dan Anis
Rahmawati.
3. Kecepatan tinggi (90-107) terdiri dari dua OP yaitu Veny
Wuryaningrum dan Yunita kurniasih.
Pada pengukuran kecepatan denyut nadi setelah beraktivitas
lari selama 10 menit secara umum dapat dikelompokan menjadi 3
kelompok yaitu:
1. Kecepatan rendah (68-92) terdiri dari satu OP yaitu Noor Andryan
I.
2. Kecepatan sedang (93-117) terdiri dari tiga OP yaitu Dwi Atri
H.U.H, Rosid Marwanto, dan Sintia Sundari.
3. Kecepatan tinggi (118-142) terdiri dari empat OP yaitu Dwi Lusi
R,.Veny Wurtaningrum, Anis Rahmawati dan Yunita kurniasih.
Kecepatan denyut nadi paling rendah baik sebelum maupun
sesudah beraktivitas lari selama 10 menit adalah Noor Andryan I.
Sedangkan kenaikan denyut nadi tertinggi terjadi pada Anis
Rahmawati, kecepatan denyut nadi istirahat hanya 87, tetapi setelah
melakukan aktivitas berlari kecepatan denyut nadinya mencapai
137. Namun denyut nadi paling cepat adalah Yunita kurniasih yang
mencapai 141, hal ini dapat terjadi karena OP tersebut kemungkinan
tidak terbiasa untuk melakukan banyak kerja dengan beban fisik
yang besar, sehingga ketika OP tersebut melakukan aktivitas lari
selama 10 menit, tubuh merasa kerja berat, dan kecepatan denyut
nadinya semakin tinggi. Dari data di atas juga diketahui bahwa OP
laki-laki memiliki kecepatan denyut jantung yang lebih rendah,
karena secara umum laki-laki lebih terbiasa melakukan aktivitas
yang melibatkan fisik.
Sedangkan untuk irama denyut nadi istirahat semua OP
teratur, teratur di sini maksudnya adalah iramanya konstan (stabil,
tidak berubah-ubah). Setelah melakukan aktivitas irama denyut nadi
berubah mengalami peningkatan, tetapi hal tersebut tidak terjadi
pada satu OP yaitu Noor Andryan I, hal ini terjadi karena OP
tersebut sering melakukan olahraga, sehingga aktivitas olahraga
berupa lari selama 10 menit sebelum melakukan percobaan tidak
mempengaruhi irama denyut nadi, karena fisiologi tubuhnya sudah
beradaptasi dengan kebiasaan aktivitasnya berolahraga, sedangkan
pada OP yang lain terjadi perubahan irama denyut nadi karena
reaksi fisiologi dalam tubuh akibat aktivitas lari selama 10 menit.
Pada saat beraktivitas terjadi peningkatan metabolisme sel-
sel otot, sehingga aliran darah meningkat untuk memindahkan zat-
zat makanan dari darah yang dibutuhkan jaringan otot sehingga
curah jantung akan meningkat untuk mensuplai kebutuhan zat
makanan melalui peningkatan aliran darah. Peningkatan curah
jantung akan meningkatkan frekuensi denyut jantung yang akan
meningkatkan denyut nadi pada akhirnya.
Kekuatan denyut nadi pada semua OP terjadi peningkatan,
karena setiap OP diamati oleh pengamat yang berbeda, sehingga
hasil pengamatan tersebut lebih bersifat subjektif, tidak seperti
pengukuran kecepatan denyut nadi yang lebih objektif. Peningkatan
kekuatan denyut nadi tersebut karena kecepatan aliran darah dalam
tubuh juga meningkat.
Perbedaan kecepatan denyut nadi baik saat istirahat maupun
setelah beraktivitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
usia, jenis kelamin, aktivitas atau pekerjaan, makanan, obat-obatan,
dan kondisi emosional. Faktor lain yang meyebabkan perbedaan
frekuensi denyut nadi dalam praktikum dapat diakibatkan kesalahan
dan ketidaktelitian pengukuran pada saat praktikum.
Kesimpulan
1. Tempat pengukuran denyut nadi yaitu pada arteri radialis di
pergelangan tangan.
2. Irama dan kekuatan denyut nadi lebih teratur saat istirahat.
3. Cara mengukur denyut nadi dengan merasakan denyutan yang
terjadi pada arteri radialis di pergelangan tangan dengan
menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
4. Faktor yang mempengaruhi denyut nadi yaitu jenis kelamin dan
kebiasaan beraktivitas.
5. Denyut nadi istirahat terendah adalah 54 pada OP Noor Andryan I,
sedangkan denyut nadi tertinggi setelah beraktivitas lari selama 10
menit adalah 141 pada OP Yunita Kurniasih.
of 7

Denyut Nadi
by lannyregina

on Oct 15, 2015

Report

Category:

Documents

Download: 3

Comment: 0

84

views

Comments

Description

Download Denyut Nadi

Transcript

Denyut Nadi Dasar Teori Nadi perifer adalah gelombang yang berjalan dalam pembuluh
darah arteri akibat keluarnya sejumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel kiri (stroke
volume) ke arah dinding aorta. Dinding aorta mengalami disternsi setiap kali terjadi stroke
volume sehingga menimbulkan gelombang denyut yang berjalan dengan cepat dalam
pembuluh arteri (Murtiati et all, 2010). Denyut arteri adalah suatu gelombang yang teraba
pada arteri bila darah dipompa keluar jantung. Denyut ini mudah diraba di suatu tempat di
mana arteri melintasi sebuah tulang yang terletak dekat permukaan. Seperti misalnya: arteri
radialis di sebelah depan pergelangan tangan, arteri temporalis di atas tulang temporal, atau
arteri dorsalis pedis di belokan mata kaki. Yang teraba bukan darah yang dipompa oleh
jantung masuk ke dalam aorta melainkan gelombang tekanan yang dialihkan dari aorta dan
merambat lebih cepat daripada darah itu sendiri (Evelyn, 2006). Ada 2 faktor yang
bertanggung jawab bagi kelangsungan denyutan yang dapat dirasakan, yaitu: 1. Pemberian
darah secara berkala dengan selang waktu pendek dari jantung ke aorta, yang tekanannya
berganti-ganti naik turun dalam pembuluh darah. Bila darah mengalir tetap dari jantung ke
aorta, tekanan tetap, sehingga tidak ada denyutan. 2. Elastisitas dinding arteri yang
memungkinkannya meneruskan aliran darah dan aliran balik. Bila dinding tidak elastis,
seperti dinding sebuah gelas, masih tetap ada pergantian tekanan tinggi rendah dalam sistol
dan diastol ventrikel, namun dinding tersebut tidak dapat melanjutkan aliran dan
mengembalikan aliran sehingga denyut pun tidak dapat dirasakan. Setiap kontraksi dan
relaksasi ventrikel kiri akan mnyebabkan perubahan tekanan pada arterinya yang ditunjukkan
dengan membesar mengecilnya arteri, disebut juga denyut nadi. Denyut nadi dapat dipakai
sebagai tolok ukur kondisi jantung. Jadi, penting untuk diketahui. Denyut nadi adalah
frekuensi irama denyut/detak jantung yang dapat dipalpasi (diraba) di permukaan kulit pada
tempat-tempat tertentu. Frekuensi denyut nadi pada umumnya sama dengan frekuensi
denyut/detak jantung. Normalnya denyut nadi sama dengan kecepatan denyut jantung.
Kecepatan denyut nadi normal pada orang dewasa adalah 60 100 kali per menit. Kecepatan
normal denyut nadi (jumlah debaran setiap menit): Pada bayi yang baru lahir 140 Selama
tahun pertama 120 Selama tahun kedua 110 Pada umur 5 tahun 96
100 Pada umur 10 tahun 80 90 Pada orang dewasa 60 80 (Evelyn,
2006). Denyut Nadi yang Perlu Diketahui a. Nadi Basal (nadi saat baru bangun tidur,
sebelum bangkit dari tidur) b. Nadi Istirahat (nadi waktu tidak bekerja) c. Nadi Latihan
(nadi saat latihan fisik) d. Nadi Pemulihan (nadi setelah selesai latihan fisik). Tempat Meraba
Denyut Nadi Ada beberapa tempat yang dapat digunakan mengukur denyut nadi,
antara lain radialis, temporalis, karotid, brachialis, femoralis, popliteal, tibia posterior, dan
pedal. Kecepatan denytu nadi normal pada orang dewasa adalah 60 100 kali/ menit. Denyut
nadi dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, aktivitas, status kesehatan, obat-obatan, kondisi
emosional (stress), dan lain-lain (Murtiati et all, 2010). Denyut nadi dapat dipalpasi pada
beberapa tempat, misalnya: a. Di pergelangan tangan bagian depan sebelah atas pangkal
ibu jari tangan (arteri radialis). b. Di leher sebelah kiri/kanan depan otot sterno cleido
mastoideus (arteri carolis). c. Di dada sebelah kiri, tepat di apex jantung (arteri
temperalis) d. Di pelipis Hal-hal yang Dapat Diperiksa pada Denyut Nadi a.
Frekuensinya b. Isinya c. Iramanya (teratur/tidak teratur) Frekuensi nadi akan
meningkat bila kerja jantung meningkat. Bila kita berlatih, maka dengan sendirinya
frekuensi denyut nadi akan semakin cepat sampai batas tertentu sesuai dengan beratnya
latihan yang dilakukan. Setelah latihan selesai, frekuensi nadi akan turun lagi.
Orang yang terlatih, nadi istirahatnya lebih lambat dibandingkan dengan orang yang tidak
terlatih. Cara Menghitung Denyut Nadi Penghitungan denyut nadi secara manual dpt
dilakukan dengan cara: a. Nadi dihitung selama 6 detik; hasilnya dikalikan 10 atau b.
Nadi dihitung selama 10 detik; hasilnya dikalikan 6 atau c. Nadi dihitung selama 15 detik;
hasilnya dikalikan 4 atau d. Nadi dihitung selama 30 detik; hasilnya dikalikan 2. Pada
orang dewasa normal, denyut nadi saat istirahat berkisar antara 60 - 80 denyut setiap menit.
Penghitungan denyut nadi juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut
Pulse-Monitor atau Pulse-Meter, yaitu alat elektronik yang dapat digunakan untuk
mengukur frekuensi nadi setiap menit. Panjang Denyut Nadi Istilah panjang digunakan untuk
menjelaskan bahwa denyut nadi tipe ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: bagian pertama
adalah awal denyut, bagian kedua adalah puncak denyut dan bagian ketiga adalah akhir
denyut. Denyut nadi pendek (short pulse) apabila denyut tidak mampu mengisi ruangan di
bawah tiga jari yang digunakan untuk memeriksa dan biasanya terasa hanya pada satu posisi
jari saja.Denyut ini seringkali menunjukkan kekurangan Chi. Denyut nadi panjang (long
pulse) adalah lawan dari denyut nadi pendek. Denyut ini terasa pada posisi bagian pertama
dan bagian ketiga; di mana hal itu, apabila terjadi terus-menerus dan terasa makin dekat
dengan tangan atau akan naik ke siku. Apabila denyut ini mempunyai kecepatan dan kekuatan
normal, maka hal ini menunjukkan bahwa pasien sehat. Akan tetapi jika disertai dengan
denyut nadi liat dan denyut nadi ketat maka menunjukkan kondisi kelebihan. Irama Denyut
Nadi Istilah irama digunakan untuk menjelaskan bahwa denyut nadi dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu: bagian pertama adalah tarik nafas dan buang nafas yang pertama kali, bagian kedua
adalah tarik nafas dan buang nafas yang kedua kali dan bagian ketiga adalah tarik nafas dan
buang nafas yang ketiga kali. Denyut nadi tersimpul (knotted pulse) adalah lambat, denyut
tidak teratur dan ketukannya terputus-putus. Denyut ini menunjukkan bahwa dingin
menghambat chi dan darah, yang mungkin memberi indikasi kekurangan chi, kurang darah,
atau Jing. Denyut ini seringkali menunjuk bahwa jantung tidak mampu mengatur darah
dengan baik, dan makin banyak interupsi pada irama, menunjuk makin parah kondisi. Denyut
nadi terburu-buru (hurried pulse) adalah denyut cepat dengan irama yang meloncat-loncat
tidak teratur. Hal ini merupakan pertanda bahwa panas menyerang chi dan darah. Denyut
terputus-putus (intermittent pulse) biasanya mempunyai irama meloncat lebih dari dua kali
denyut, tetapi mempunyai pola tetap dan diasosiasikan dengan organ jantung, yang
mengalami ketidakharmonisan, atau dapat juga menunjukkan organ-organ lain yang terlalu
lelah. Denyut nadi tersimpul, denyut nadi terburu-buru dan denyut nadi terputus-putus
seringkali terkait dengan jenis kelamin, dan dalam banyak kasus tidak berhubungan dengan
ketidak harmonisan dalam tubuh. Denyut nadi moderat (moderate pulse) adalah suatu denyut
nadi yang bagus atau sempurna, kondisi badan sehat dan terjadi keseimbangan yang
sempurna - normal pada kedalaman, kecepatan, kekuatan dan lebar denyut nadi. Kondisi ini
sangat jarang terjadi, karena dalam banyak hal, denyut nadi juga dipengaruh oleh faktor usia.
Metodologi Praktikum mengenai denyut nadi dilakukan pada hari kamis tanggal 24
Maret 2011 di Laboratorium Fisiologi UNJ. Alat yang digunakan adalah penghitung waktu
yaitu dapat berupa jam. Praktikum ini dilakukan terhadap b objek penelitian (OP).
Langkah kerja yang dilakukan adalah meminta OP untuk duduk dengan tenang. Kemudian
memegang pergelangan tangan OP untuk menentukan letak arteri radialis dengan tepat.
Untuk meraba arteri digunakan dua atau tiga jari tangan selain jempol dan kelingking.
Menekan dengan lembut hingga jari kita dapat merasakan denyut nadi. Selama pengukuran,
beberapa karakteristik denyut nadi seperti kecepatan denyut nadi per menit, keteraturan irama
denyut dan kekuatan denyut harus diperhatikan. Latihan diulangi sampai diperoleh hasil yang
sama, dan hasil pengukuran dicatat. Lalu meminta OP untuk berolahraga selama 10 menit dan
selanjutnya melakukan pengukuran denyut nadi dengan cara yang sama seperti diatas untuk
mendapatkan data denyut nadi setelah beraktivitas. Pembahasan Dari tabel hasil pengukuran
denyut nadi di atas ternyata setiap OP memiliki kecepatan, irama, dan kekuatan yang
berbeda. Cara pengukuran denyut nadi dengan merasakan denyutan yang terjadi pada arteri
radialis di pergelangan tangan dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah selama satu
menit. Pengukuran dengan cara ini tidak menggunakan jari kelingking dan ibu jari karena
pada ibu jari dan kelingking terdapat perpanjangan arteri sehingga jika kita melakukan
pengukuran dengan ibu jari atau kelingking tidak akurat, bisa saja denyutan yang terasa pada
ibu jari atau kelingking berasal dari ibu jari dan kelingking tersebut bukan dari arteri radialis.
Pada pengukuran denyut nadi dalam kondisi istirahat, OP diminta untuk duduk dengan
tenang, tujuannya adalah agar OP pada saat diukur denyut nadinya benar-benar dalam keadan
istirahat total. Secara umum dari hasil pengukuran kecepatan denyut nadi istirahat dapat
dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu: 1. Kecepatan rendah (54-71) terdiri dari satu OP
yaitu Noor Andryan I. 2. Kecepatan sedang (72-89) terdiri dari lima OP yaitu Dwi Atri
H.U.H, Rosid Marwanto, Dwi Lusi R., Sintia Sundari, dan Anis Rahmawati. 3. Kecepatan
tinggi (90-107) terdiri dari dua OP yaitu Veny Wuryaningrum dan Yunita kurniasih. Pada
pengukuran kecepatan denyut nadi setelah beraktivitas lari selama 10 menit secara umum
dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu: 1. Kecepatan rendah (68-92) terdiri dari
satu OP yaitu Noor Andryan I. 2. Kecepatan sedang (93-117) terdiri dari tiga OP yaitu Dwi
Atri H.U.H, Rosid Marwanto, dan Sintia Sundari. 3. Kecepatan tinggi (118-142) terdiri
dari empat OP yaitu Dwi Lusi R,.Veny Wurtaningrum, Anis Rahmawati dan Yunita kurniasih.
Kecepatan denyut nadi paling rendah baik sebelum maupun sesudah beraktivitas lari selama
10 menit adalah Noor Andryan I. Sedangkan kenaikan denyut nadi tertinggi terjadi pada Anis
Rahmawati, kecepatan denyut nadi istirahat hanya 87, tetapi setelah melakukan aktivitas
berlari kecepatan denyut nadinya mencapai 137. Namun denyut nadi paling cepat adalah
Yunita kurniasih yang mencapai 141, hal ini dapat terjadi karena OP tersebut kemungkinan
tidak terbiasa untuk melakukan banyak kerja dengan beban fisik yang besar, sehingga ketika
OP tersebut melakukan aktivitas lari selama 10 menit, tubuh merasa kerja berat, dan
kecepatan denyut nadinya semakin tinggi. Dari data di atas juga diketahui bahwa OP laki-laki
memiliki kecepatan denyut jantung yang lebih rendah, karena secara umum laki-laki lebih
terbiasa melakukan aktivitas yang melibatkan fisik. Sedangkan untuk irama denyut nadi
istirahat semua OP teratur, teratur di sini maksudnya adalah iramanya konstan (stabil, tidak
berubah-ubah). Setelah melakukan aktivitas irama denyut nadi berubah mengalami
peningkatan, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada satu OP yaitu Noor Andryan I, hal ini
terjadi karena OP tersebut sering melakukan olahraga, sehingga aktivitas olahraga berupa lari
selama 10 menit sebelum melakukan percobaan tidak mempengaruhi irama denyut nadi,
karena fisiologi tubuhnya sudah beradaptasi dengan kebiasaan aktivitasnya berolahraga,
sedangkan pada OP yang lain terjadi perubahan irama denyut nadi karena reaksi fisiologi
dalam tubuh akibat aktivitas lari selama 10 menit. Pada saat beraktivitas terjadi peningkatan
metabolisme sel-sel otot, sehingga aliran darah meningkat untuk memindahkan zat-zat
makanan dari darah yang dibutuhkan jaringan otot sehingga curah jantung akan meningkat
untuk mensuplai kebutuhan zat makanan melalui peningkatan aliran darah. Peningkatan
curah jantung akan meningkatkan frekuensi denyut jantung yang akan meningkatkan denyut
nadi pada akhirnya. Kekuatan denyut nadi pada semua OP terjadi peningkatan, karena setiap
OP diamati oleh pengamat yang berbeda, sehingga hasil pengamatan tersebut lebih bersifat
subjektif, tidak seperti pengukuran kecepatan denyut nadi yang lebih objektif. Peningkatan
kekuatan denyut nadi tersebut karena kecepatan aliran darah dalam tubuh juga meningkat.
Perbedaan kecepatan denyut nadi baik saat istirahat maupun setelah beraktivitas dipengaruhi
oleh beberapa faktor, diantaranya: usia, jenis kelamin, aktivitas atau pekerjaan, makanan,
obat-obatan, dan kondisi emosional. Faktor lain yang meyebabkan perbedaan frekuensi
denyut nadi dalam praktikum dapat diakibatkan kesalahan dan ketidaktelitian pengukuran
pada saat praktikum. Kesimpulan 1. Tempat pengukuran denyut nadi yaitu pada arteri
radialis di pergelangan tangan. 2. Irama dan kekuatan denyut nadi lebih teratur saat
istirahat. 3. Cara mengukur denyut nadi dengan merasakan denyutan yang terjadi pada
arteri radialis di pergelangan tangan dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah. 4.
Faktor yang mempengaruhi denyut nadi yaitu jenis kelamin dan kebiasaan beraktivitas. 5.
Denyut nadi istirahat terendah adalah 54 pada OP Noor Andryan I, sedangkan denyut nadi
tertinggi setelah beraktivitas lari selama 10 menit adalah 141 pada OP Yunita Kurniasih.

Recommended
Menghitung Denyut Nadi Fix(1)

fiswan

Mekanisme Denyut Nadi

denyut nadi
2. Denyut Nadi Denyut Jantung Tekanan Darah

DENYUT NADI, DENYUT JANTUNG DAN TEKANAN DARAH A. TUJUAN -


Mengetahui tempat pengukuran denyut nadi, denyut jantung dan tekanan darah. - Mengetahui
karakteristik denyut nadi,

Nadi
Nadi

nadi

denyut jantung

Praktikum denyut jantung


Nadi Darpan
Nadi Darpan
nadi akka

Mama suranga. Ape gewal gampaha. Nadie akkalage gedara thiyenne ape gedarata eha
paththe api podi kale idala hoda yaluwo.eth dan akka mage diha balana widiha wenas wela .

Melapak Nadi

1. 8 2. 3. 3. 8 1. - 01 2. - 02
3.
Nadi History

Invalid document format

Nadi Rules

weak planets
Nadi Chiktsa

Nadi Chiktsa

Nadi Vigyan

Nadi Vigyan
Nadi Jyothisha

nadi

Homwork Nadi

Agasthya Nadi

astrology
Kadar Nadi

Laporan Pengaruh Suhu Terhadap Denyut Jantung Daphnia

Laporan praktikum fisiologi hewan, mengamati perubahan denyut jantung Daphnia pada
berbagai suhu
Vii. Pengaruh Lingkungan Terhadap Denyut Jantung Daphnia

pengaruh lingkungan daphnia

View more

Subscribe to our Newsletter for latest news.

About Terms DMCA Contact


STARTUP - Share & Download Unlimited
Fly UP