Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI II

VERIFIKASI MIKROBA E.Coli

Kelompok H-5 :
1. Putri Rasdianti (2014210171)
2. Qoina (2014210173)
3. Rika Damaiyanti (2014210181)
4. Rizka Sukmasari (2014210185)**

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mikroba patogen adalah mikroba yang dapat menyebabkan penyakit
dapat ditemukan diberbagai tempat , tersebar luas di tanah, air, udara,
tanaman, hewan dan manusia. Mikroba tersebut dapat terbawa oleh pangan
atau tangan dan peralatan masak yang dapat mencemari pangan sehingga
menyebabkan penyakit. Pangan mentah terutama daging sapi, unggas,
seafood dan cairan yang ditimbulkannya dapat mengandung mikroba patogen
yang dapat mencemari pangan lainnya selama pengolahan dan penyimpanan
Mikroba patogen bagi kehidupan makhluk hidup, baik hewan,tanaman
dan terutama manusia, yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Mengingat
peningkatan prevalensi patogen manusia dan tanaman resisten antibiotik
menyebabkan meningkatnya permintaan untuk antimikroba baru dari sumber
alami (Pal & Paul, 2013).
Uji biokimia bakteri merupakan suatu cara atau perlakuan yang dilakukan
untuk mengidentifikasi dan mendeterminasi suatu biakan murni bakteri hasil
isolasi melalui sifat-sifat fisiologinya. Suatu bakteri tidak dapat dideterminasi
berdasarkan sifat morfologinya saja, sehingga perlu diteliti sifat-sifat
biokimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya.
Mikroorganisme dapat tumbuh pada beberapa tipe media yang memproduksi
tipe metabolit yang dapat dideteksi dengan reaksi antara mikroorganisme
dengan reagen test yang dapat menghasilkan perubahan warna reagen.
Escherichia coli merupakan bakteri indicator kebersihan pada produk
perikanan karena habitatnya yang merupakan flora usus manusia ataupun
hewan berdarah panas. Ditemukannya bakteri ini pada produk makan ataupun
pada peralatan selama proses pengolahan menunjukan tingkat sdanitasi yang
buruk. Oleh karena itu standar produk perikanan mensyaratkan tidak boleh
ada pada makanan yang diproduksi.
Pengujian Escherichia coli menggunakan metoda pengujian MPN
yang mengacu pada metoda SNI 01-2332.1-2006. Sebelum metoda pengujian
digunakan sebagai metoda pengujian rutin, metoda tersebut harus diverifikasi
terlebih dahulu, untuk mengetahui kemampuannya dalam menguji bakteri
tersebut.

B. Perumusan Masalah
1. Apakah bakteri yang ditanam sesuai dengan hasil dari verifikasi
menggunakan mikrogen GN-ID A dan mikrogen GN-ID B?
2. Apakah mikrogen benar menunjukkan adanya bakteri uji ?

C. Tujuan
1. Mahasiswa mampu memahami prosedur verifikasi mikroba patogen
dengan menggunakan mikrogen dan mampu meinterpretasikan
hasilnya
2. Mahasiswa mampu melakukan karakterisasi dan klasifikasi sebagian
mikroorganisme berdasarkan reaksi enzimatik maupun biokimia.

D. Manfaat
Untuk mengetahui bakteri patogen dengan menggunakan mikrogen GN-
ID A dan mikrogen GN-ID B serta mengetahui ciri fisiologi ataupun biokimia
yang merupakan kriteria yang sangat penting didalam identifikasi specimen
bakteri yang tidak dikenal.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Klasifikasi
Klasifikasi E. coli menurut Songer dan Post (2005) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Bacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Famili : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli

B. Karakteristik Morfologi Escherichia coli


Bakteri E. coli merupakan spesies dengan habitat alami dalam saluran
pencernaan manusia maupun hewan. E. coli pertama kali diisolasi oleh
Theodor Escherich dari tinja seorang anak kecil pada tahun 1885. Bakteri ini
berbentuk batang, berukuran 0,4-0,7 x 1,0-3,0 m, termasuk gram negatif,
dapat hidup soliter maupun berkelompok, umumnya motil, tidak membentuk
spora, serta fakultatif anaerob (Gambar 1) (Carter & Wise 2004).

Gambar 1. Morfologi E. Coli


Struktur sel E. coli dikelilingi oleh membran sel, terdiri dari sitoplasma
yang mengandung nukleoprotein (Gambar 3). Membran sel E. coli ditutupi
oleh dinding sel berlapis kapsul. Flagela dan pili E. coli menjulur dari
permukaan sel (Gambar 2) (Tizard 2004). Tiga struktur antigen utama
permukaan yang digunakan untuk membedakan serotipe golongan E. coli
adalah dinding sel, kapsul dan flagela. Dinding sel E. coli berupa
lipopolisakarida yang bersifat pirogen dan menghasilkan endotoksin serta
diklasifikasikan sebagai antigen O. Kapsul E. coli berupa polisakarida yang
dapat melindungi membran luar dari fagositik dan sistem komplemen,
diklasifikasikan sebagai antigen K. Flagela E. coli terdiri dari protein yang
bersifat antigenik dan dikenal sebagai antigen H. Faktor virulensi E. coli juga
disebabkan oleh enterotoksin, hemolisin kolisin, siderophor, dan molekul
pengikat besi (aerobaktin dan entrobaktin) (Quinn et al. 2002).
Bakteri E. coli dapat membentuk koloni pada saluran pencernaan
manusia maupun hewan dalam beberapa jam setelah kelahiran. Faktor
predisposisi pembentukan koloni ini adalah mikroflora dalam tubuh masih
sedikit, rendahnya kekebalan tubuh, faktor stres, pakan, dan infeksi agen
patogen lain. Kebanyakan E. coli memiliki virulensi yang rendah dan bersifat
oportunis (Songer & Post 2005). Ditjenak (1982) melaporkan bahwa E. coli
keluar dari tubuh bersama tinja dalam jumlah besar serta mampu bertahan
sampai beberapa minggu. Kelangsungan hidup dan replikasi E. coli di
lingkungan membentuk koliform. E. coli tidak tahan terhadap keadaan kering
atau desinfektan biasa. Bakteri ini akan mati pada suhu 60 0C selama 30 menit.
E. coli bersifat patogen karena dapat menyebabkan infeksi pada
manusia dan hewan. Seorang bakteriolog yaitu Theodor Escherich ,
mengidentifikasi E. coli dari babi yang menderita enteritis. Enteritis merupakan
peradangan usus yang bisa menyebabkan sakit perut, mual, muntah, dan diare
baik manusia maupun hewan. E. coli merupakan bakteri yang bisa hidup pada
lingkungan yang berbeda. Bakteri ini dapat ditemukan di tanah, air, tanaman,
hewan, dan manusia (Berg 2004; Bhunia 2008; Manning 2010).
Genus Eschericia merupakan bakteri berbentuk batang (1x4 m),
motil, dan mesofilik. Bakteri ini sering ditemukan di dalam pencernaan
manusia, hewan berdarah panas, dan burung (Ray 2004; Duffy 2006; Bhunia
2008). Spesies terpenting dari genus Eschericia ialah E. coli (Ray 2004; Adams
dan Moss 2008). E. Coli merupakan famili Enterobacteriaceae yang termasuk
bakteri enterik. Bakteri enterik ialah bakteri yang bisa bertahan di dalam
saluran pencernaan termasuk sruktur saluran pencernaan rongga mulut,
esofagus, lambung, usus, rektum, dan anus. E. coli bisa hidup sebagai bakteri
aerob maupun bakteri anaerob. Oleh karena itu, E. coli dikategorikan sebagai
anaerob fakultatif (Manning 2010).
E. coli merupakan bakteri Gram negatif dan tidak berbentuk spora. E.
coli bersifat katalase positif, oksidasi negatif, dan fermentatif. E. coli termasuk
bakteri mesofilik dengan suhu pertumbuhannya dari 7 C sampai 50 C dan
suhu optimum sekitar 37 C (Adams dan Moss 2008). E. coli dapat tumbuh
pada pH 4-9 dengan aktivitas air 0.935. Laju pertumbuhan E. coli yaitu 25
jam/generasi pada suhu 8 C (Forsythe 2000). E. coli dapat dibedakan dengan
Enterobacteriaceae lainnya berdasarkan uji gula-gula dan uji biokimia. Secara
sederhana uji-uji untuk grup penting ini disebut dengan indole, methyl red,
Voges-Proskeur, citrate atau disingkat IMViC (Adams dan Moss 2008). Hasil
uji gula-gula famili Enterobacteriaceae diperlihatkan dalam Tabel 1.

Bakteri Indole Methyl Red Voges Citrate


Proskeur
E. coli + + _ _
Salmonella _ + _ +
typhimurium
Citrobacter _ + _ +
freundii
Klebsiella _ _ + +
pneumonia
Enterobacter _ _ + +
aerogens
BAB III
METODOLOGI

Alat : Cawan, Api bunsen, Korek api, Mikropipet, kertas oxydase (oxydase strip) ,
tabung reaksi, rak tabung, ose, pipet volume, incubator.
Bahan: Pseudomonas aureus, Larutan NaCl Fisiologis steril, mikrogen GN-ID A
panel , GN-ID B panel, reagen indole kovacs, reagen voges presskauer, reagen TDA.
Cara Kerja:
A. Lakukan test oksidasi
Caranya : siapkan cawan petridish steril kering kemudian masukkan kertas oxydase
(oxydase strip) lalu sedikit koloni yang akan diperiksa kita ambil dengan
menggunakan kayu (tusuk gigi, tusuk satu yang steril) atau ose dari plastic steril.
Koloni tersebut dioleskan dengan digoreskan pada kertas oxydase kemudian cawan
petridish ditutup ditunggu Selama 5-10 detik, tidak boleh melebihi waktu yang
ditentukan.
Apabila pada kertas tersebut berwarna biru tua atau ungu muda menandakan bahwa
hasil tes oxydase tersebut positif, maka mikrogen yang dipakai untuk mikrogen GN-
A panel.
B. Persiapan larutan kuman
Caranya : siapkan larutan NaCl fisiologis steril pada tabung reaksi apabila
menggunakkan mikrogen GN-ID A panel saja maka volume yang diperlukan
sebanyak 3 mL dan apabila menggunakan mikrogen GN-ID A panel. + mikrogen
GN-ID B panel larutan NaCl fisiologis steril sebanyak 6ml.
C. Pembuatan larutan kuman
Caranya : ambil koloni yang akan diperiksa secukupnya dengan ose dari besi tau
nikel chrom kemudian larutkan kedalam larutan NaCl fisiologis steril yang sudah
diketahui volumenya sampai larutan tersebut keruh (tingkat kekeruhannya 1 mac
farland)
D. Pengisisan larutan kuman kedalam tiap-tiap lubang / sumur pada
mikrogen
Buka seal pada penutup mikrogen / plastic penutup transparan pada mikrogen,
kemudian isiskan pada setiap lubang mikrogen dengan larutan suspense kuman steril
dengan menggunakan volume 200 ul, sampai keseluruhan lubang terisi dengan
larutan suspensi kuman steril.
Volume pengisian pada setiap lubang pada mikrogen dengan menggunakan pipet
Pasteur steril sebanyak empat tetes. Atau dengan menggunakan pipet volumetric
sebesar 200 ul atau volume setengah ketinggian pada setiap lubang miokrogen
setelah semua lubang atau sumur pada mikrogen terisi dengan larutan suspense
kuman kemudian pada sumur lysine, ornithine dan H2S(sumur nomor 1,2,3) pada
mikrogen GN-ID A panel diberikan mineral oil sebanyak 2 tetes pada masing-masing
lubang.
Apabila menggunakan mikrogen GN-ID B panel pemberian mineral oil diberikan
pada sumur arginine (sumur no 24) dan setelah pemberian mineral oil baik pada
mikrogen GN-ID A panel atau mikrogen GN-ID B panel lalu seal penutup pada
mikrogen Kit tutupkan kembali sampai merata.
E. Ikubasi kedalam incubator
Caranya : setelah GN-ID A panel sudah berisikan larutan suspense kuman dan
mineral oil dan sudah tertutup merata, maka mikrogen sudah siap untuk diinkubasi
kedalam incubator pada suhu 37oC selama 18-24 jam.

F. Pembacaan Hasil Mikrogen


Caranya: setelah waktu inkubasi mencapai 18-24jam atau keesokan harinya maka
seal penutup pada mikrogen kita buka, lalu pada sumur no 8 pada mikrogen GN-ID
A panel diberikan reagent indole kovacks sebanyak dua tetes. Pada sumur no 10
diberikan reagent VPI satu tetes dan VPII satu tetes.
Sedangkan pada sumur no 12 diberikan reagent TDA sebanyak satu tetes, kemudian
di tunggu selama dua menit dan apabila sudah mencapai dua menit, siapkan tabel
warna dan kertas patien record.
G. Pengisian Hasil pada Kertas Patient Record
Caranya:
Didalam menggunakan kertas patient record cara pengisiannya sama yaitu kit isikan
pada kolom kolom lysine sampai dengan TDA, pada nitrat sampai dengan
Arginine.
Seperti contoh dibawah ini misalnya, didalam hasil pembacaan pada sumur lysine
pada mikrogen berwarna hijau muda atau biru sedang pada tabel warna hanya
terdapat dua macam warna saja yaitu kuning muda untuk hasil yang negatif (-)
sedangkan hijau muda dan biru untuk hasil yang positif (+) maka kit isikan pada
kolom lisin pada kertas patient (+)
Misalnya dalam sumur H2S pada mikrogen tidak terjadi endapan hitam didasarnya
atau cairan berwarna hitam sedangkan pada tabel warna kit lihat, warna hitam itu
menunjukkan hasil yang positif (+) sedangkan yang tidak berwarna menunjukkan
hasil negatif (-) , maka kita isikan pada kolom H2S (-) untuk selanjutnya kolom-
kolom pada kertas patient record ter isikan dengan hasil positif (+) dan negatif (-)
maka kit mendapatkan angka-angka (Octal code) yang nantinya angka-angka
tersebut dapat mewakili setiap jenis-jenis kuman yang teridentifikasi secara
computerisasi sampai tingkat species.
H. Cara Mendapatkan Angka Octal Code
Misalnya hasil untuk sumur lysine (+) ,ornithine (+), H2S (-), glukosa (+), manitol
(+), xylose (+), ONPG (+), Urease (-) , VP (-), Citrat (-), TDA (-). Di bawah nilai-
nilai (+) atau (-) terdapat 4,2,1 maka kita dapatkan angka octal kode 6760 cara
mendapatkan angka tersebut yaitu dengan menjumlahkan hasil yang positif saja
misalnya untuk kolom lysine hasilnya (+) pada angka 4, ornithine hasilnya (+) pada
angka 2 sedangkan H2S hasil (-) pada angka 1 maka nilai angka octal codenya 6 dst,
didalam setiap 3 buah kolom mewakili satu angka octal kode.

I. Cara Melakukan Test Motility


Larutan kuman kit ambil sedikit dengan menggunakan ose dari besi atau nikel
chrom lalu diletakkan diatas objek glass, kemudian ditutup dengan cover glass dan
dengan perbesaran 40x dapat kita lihat pergerakan kuman tersebut.
Atau menggunakan minyak emersi lalu dilihat dibawah mikroskop dengan
perbesar seribu kali apakah terdapat pergerakan atau tidak. Apabila terlihat ada
pergerakan maka motility (+) dan apabila tidak terdapat pergerakan maka motility
negatif (-) pengisian hasil positif atau negatif diisikan pada kolom motility.

J. Cara Melakukan Test Nitrate


Pada sumur no 7 pada mikrogen GN-ID A yaitu pada sumur ONPG setelah
pembacaan hasil positif (+) atau negatif (-) kemudian diberikan reagent nitrat A, 1
tetes nitrat B, 1 tetes lalu hasilnya (+) atau (-) dibaca segera mungkin yang
dibandingkan dengan tabel warna pada tabel nitrat, hasil positif pada tabel warna
warnanya merah bata sedangkan tidak berwarna hasilnya (-)
Pengisian hasil positif atau negatif diisikan pada kolom nitrat.
BAB IV

HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN


A. Hasil praktikum
Kelompok : 5,6 dan 7
Bakteri : E. coli
Octal code : 02400002

E. Y.pestis H. alvei E.coli- C. lapogei


america blogp 1 inactive
na

Probabili 1/2,974, 1/63,584, <1/100,000, <1/100,000, <1/100,000,


ty 213 183 000 000 000

Percent 89,79% 4,2% 2,16% 0,26% 0,42%


probabili
ty

Likelihoo <0,01% <0,01% <0,01% <0,01% <0,01%


d

B. Pembahasan

RIZKA SUKMASARI
2014210185
Untuk mengkaraterisasi mikroorganisme dapat dilakukan berbagai cara antara lain
adalah penampakan atau visual makroskopis morfologi koloni, secara mikroskopis
dengan cara pewarnaan (seperti pewarnaan sederhana untuk mengetahui bentuk serta
rangkaian sel, serta pewarnaan gram untuk melihat jenis gram bakteri tersebut),
penginokulasian atau penanaman pada media selektif, penentuan secara molekular
(DNA), serta dilakukannya reaksi biokimia.

Pada praktikum ini dilakukan pengkarakterisasian mikroorganisme dengan


cara melakukan reaksi biokimia yang dilakukan dengan menggunakan alat dari
produsen Microgen. Pada alat tersebut telah ada substrat-substrat yang selektif untuk
berbagai reaksi-reaksi biokimia. Pada kit atau alat tersebut terbagi menjadi 2 wells
yaitu Micro gn- id A dan Micro gn id B, dimana pembagian penggunaan wells
tersebut didasarkan pada reaksi atau uji oksidase. Untuk mengetahui hasil uji
oksidase dapat dilakukan pengolesan atau mengapusnya pada kertas yang telah
disediakan oleh produsen, hasil yang diperoleh positif bila hasil pengolesan pada
kertas menjadi biru gelap sedangkan untuk negatif tidak terjadi perubahan. Lalu
untuk mengisi wells dilakukan setelah pembuatan suspensi pada Na. fisiologis dari
satu sengkelit sampel. Lalu dari suspensi tersebut dipipet sekitar 100-2000 mikroliter
kesetiap wells.
Bila hasil positif oksidase maka yang dipakai adalah Micro gn- id A dan
Micro gn id B, sedangkan bila negatif oksidase yang dipakai adalah Micro gn- id A
boleh juga dengan Micro gn id B. Namun kendala cost yang digunakan untuk hasil
oksidase negatif hanya menggunakan Micro gn- id A. Kemudian untuk hasil positif
oksidase dilakukan inkubasi 48 jam sedangkan untuk negatif oksidase diinkubasi 24
jam.
Pada pengujian ini digunakan sampel Escherichia coli. Dari sampel tersebut
diambil satu sengkelit lalu dioleskan pada kerta uji oksidase, hasil yang diperoleh
adalah negatif oksidase sehingga wells yang digunakan adalah hanya satu yaitu
Micro gn-id A atau Micro gn-id B saja namun dalam praktik kali ini dipakai
keduanya. Setelah itu dibuat suspensi sampel dilakukan pemipetan ke tiap well.
Dilakukan pengamatan 24 jam. Hasil yang diperoleh setelah 24 jam penginkubasian
serta penambahan berbagai reaksi-reaksi yang sesuai pada well tertentu adalah
02400002. Setelah itu dimasukkan ke software lalu kode tersebut diterjemahkan
sehingga diperoleh data kemungkinan identitas dari mikroorganisme tersebut.
Dari hasil yang diperoleh, terdapat 5 jenis mikroba patogen beserta persen
probabilitas/kemungkinan nya dimana salah satunya adalah Escherichia coli.
Mikroba tersebut adalah E.americana dengan probabilitas 89,79% ; Y. pestis dengan
probabilitas 4,2% ; H.alvei blogp 1 dengan probabilitas 2,16% ; E.coli-inactive
dengan probabilitas 2,06% ; dan C.lapogei dengan probailitas 0,42%. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa kemungkinan besar mikroorganisme yang terdapat atau terbaca
dari octal code tersebut adalah E.americana sebab merupakan persen probabilitas
terbesar dari yang diperoleh.
Hasil ini tidak sesuai dengan sampel yang digunakan dalam percobaan yaitu
Escherichia coli. Sejak awal telah dilakukan pengecekan secara mikroskopis untuk
melihat serta memastikan bahwa sampel tersebut adalah benar adanya Escherichia
coli dengan menggunakan pewarnaan sederhana untuk melihat bentuk serta
rangkaian dari bakteri tersebut. Hasil yang berbeda dapat diperoleh kemungkinan
karena pengerjaan yang kurang aseptis baik dari segi pengerjaan ataupun alat yang
digunakan seperti pada pipet sehingga mungkin pensterilisasian alat kurang
sempurna sehingga mikroorganisme dari alat sebelumnya belum mati semua
sehingga menyebabkan kontaminan.
Putri Rasdianti
2014210171
Identifikasi mikroba dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain secara
makroskopik yaitu diamati dari morfologi koloni, secara mikroskopik yaitu uji
pewarnaan gram, uji biokimia, inokulasi ke media selektif, hingga identifikasi
berdasarkan molekuler dari bakteri.
Uji identifikasi mikroba dengan menggunakan microgen didasarkan pada uji
biokimia untuk melihat profil enzimatik yang khas dari tiap bakteri yang
merupakan sidik jari mikroba tersebut. Uji microgen ini digunakan untuk
mengidentifikasi bakteri basil gram negatif dan merupakan golongan
Enterobacteriaceae. Pada praktikum kali ini digunakan bakteri Escherichia coli.
Suspensi bakteri Escherichia coli terlebih dahulu dilakukan uji oksidase untuk
menentukan apakah oksidase negatif atau positif karena akan berpengaruh pada
metode pengerjaan menggunakan kit Gen A atau Gen A+B.
Setelah diamati, akan didapat octal code. Octal code tersebutlah yang akan
dimasukkan ke dalam program untuk mengidentifikasi mikroba.Setelah diamati,
didapatkan octal code berupa 02400002 dan nilai probabilitas yaitu 2,06%dimana
ketika octal code tersebut dimasukkan ke program yang terdapat data base yang
memuat berbagai jenis octal code dari berbagai bakteri. Setelah dimasukkan
didapatkan hasil dari octal code tersebut didapatkan hasil bahwa bakteri yang
digunakan berupa bakteri Escherichia coli.Jika octal code tidak sesuai dengan
yang sebenarnya maka program yang memiliki data base berbagai jenis mikroba
tidak akan mengidentifikasi dengan tepat bakteri yang digunakan dalam
percobaan ini.
Rika Damayanti
2014210181
Verifikasi mikroba patogen dikenal dengan pengujian mikrobiologi yang
dilakukan untuk mengkonfirmasi kebenaran adanya mikroba yang diuji dengan
persentase 100% atau mendekati 100% berdasarkan karakteristik dari mikroba uji.
Pada praktikum ini pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Microgen
Bioproduct yang mengaplikasikannya dengan suatu kit yang telah dirancang dan
disesuaikan dengan kondisi mikrobiologi. Kit yang dimaksud adalah well yang akan
diinokulasikan dengan suspensi bakteri kemudian ditambahkan mineral oil serta
reagen-reagen khusus pada well-well tertentu. Bakteri yang diuji pada praktikum ini
adalah Escherichia coli yang merupakan enterobacter, gram negatif, dan berbentuk
basil pendek.
Uji yang dilakukan pertama kali adalah uji oksidase untuk menentukan
mikrogen yang akan digunakan dengan cara menginokulasikan suspensi bakteri uji
ke strip oksidase, kemudian dimasukkan ke cawan steril kering, ditunggu 10 detik,
kemudian menunjukkan tidak terjadinya perubahan warna pada strip tersebut, ini
menandakan bahwa tes oksidase negatif, maka mikrogen yang digunakan yaitu GN-
A saja atau GN A-B. Kelompok kami menggunakan GN A-B untuk karakterisasi
mikroba.
Perlakuan selanjutnya yang dilakukan adalah dengan menginokulasikan 100L
suspensi bakteri dalam NaCL fisiologis ke tiap well. Kemudian dilakukan
penambahan mineral oil sebanyak 2 tetes pada well no 1,2,3,9,20,dan 24 dengan
tujuan untuk mengkondisikan anaerob sehingga O2 tidak dapat masuk. Setelah itu
dilakukan inkubasi selama 24 jam. Setelah selesai diinkubasi, dilakukan
penambahan-penambahan reagen pada well tertentu antara lain penambahan pereaksi
Kovacs ke well no 8 yang kemudian menunjukkan hasil negatif, penambahan
pereaksi Voges P pada well no 10 yang menunjukkan hasil negatif, penambahan
pereaksi TDA pada well no 12 yang menunjukkan hasil negatif pula.
Setelah masing-masing well dilakukan pengamatan, dihitung jumlah reaksi positif
untuk menentukan Octal Code. Octal Code yang diperoleh adalah 02400002 yang
kemudian code tersebut ditranslate menggunakan suatu software untuk mengetahui
jenis bakteri yang terkandung. Jenis mikroba yang digunakan yaitu Escherichia coli
dengan persen probabilitas sebesar 2,06% yang menghasilkan reaksi positif pada
mannitol, ONPG, dan salicin serta menghasilkan reaksi negatif pada lisin, ornitin,
H2S, glukosa, xylosa, indol, urease, VP, sitrat, TDA, gelatin, malonat, inositol,
sorbitol, ramnosa, sukrosa, laktosa, arabinosa, adonitol, raffinosa, dan arginina.
Namun, berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat bakteri dengan persen
probabilitas sangat jauh lebih besar dibanding E.coli yaitu E. Americana sebesar
89,79% , hal ini dapat disebabkan karena terjadinya kontaminasi mikroba pada saat
proses pengerjaan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
RIZKA SUKMASARI
2014210185

Dengan menggunakan sampel dilakukan pengujian biokimia untuk


mengidentifikasi mikroorganisme dengan menggunakan Microgen GN-ID A
dan Microgen GN-ID B, setelah dilakukan penginkubasian selam 24 jam
diperoleh hasil dengan octalcode 02400002 lalu diperoleh hasil terjemahan
dengan software sebesar 89,79% merupakan E.americana.
Dengan kata lain hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan bakteri uji
atau sampel yang digunakan. Dimana sampel uji yang digunakan adalah
Escherichia coli sedangkan hasil yang peroleh adalah E.americana.

Putri Rasdianti
2014210171
Dengan menggunakan sampel dilakukan pengujian biokimia untuk
mengidentifikasi mikroorganisme dengan menggunakan Microgen GN-ID A
dan Microgen GN-ID B,setelah dilakukan inkubasi selama 48 jam diperoleh
hasil dengan octalcode 02400002 dan diperoleh hasil terjemahan dengan
software sebesar 2,06%yang merupakan Escherichia coli.

Rika Damayanti
2014210181
Escherichia coli menghasilkan probabilitas sebesar 2,06% dengan
menghasilkan reaksi positif pada mannitol, ONPG, dan salicin serta
menghasilkan reaksi negatif pada lisin, ornitin, H2S, glukosa, xylosa, indol,
urease, VP, sitrat, TDA, gelatin, malonat, inositol, sorbitol, ramnosa, sukrosa,
laktosa, arabinosa, adonitol, raffinosa, dan arginina.

B. Saran
RIZKA SUKMASARI
2014210185
Praktikan harus disiplin dan berhati hati dalam melakukan praktikum agar
hasil yang diperoleh dalam praktikum dapat sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai. Praktikan harus bekerja lebih aseptis/ agar jika ada bakteri
yang terkontaminasi pada media murni bakteri dari dari sampel uji.

Putri Rasdianti
2014210171
Sebaiknya dalam pengerjaan dilakukan agar lebih aseptis untuk menghindari
adanya kontaminan yang tidak dikehendaki dan hasil yang tidak akurat.

Rika Damayanti
2014210181
Percobaan harus dilakukan lebih hati-hati dan aseptis agar tidak terjadi
kontaminasi mikroba lain yang dapat menyebabkan persen probabilitas
bakteri non uji lebih besar dibanding bakteri uji.

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

http://download.dokumen.tips/getdownload/document/e.coli . Diakses tanggal


2 Mei 2017. Pukul : 18.00 WIB