Anda di halaman 1dari 3

Sekali Lagi Tentang Hukum Berdoa Sesudah Shalat

rumaysho.com/1060-sekali-lagi-tentang-hukum-berdoa-sesudah-shalat.html

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 5/31/2010

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ala Rosulillah wa ala aalihi wa shohbihi ajmain .

Berikut kami bawakan fatwa lainnya dari para ulama mengenai hukum berdoa sesudah shalat sebagai kelanjutan
dari artikel serupa di web ini. Semoga bermanfaat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah- pernah ditanya mengenai hukum berdoa setelah shalat
(setelah salam, pen), beliau rahimahullah- menjawab :

Berdoa setelah shalat, jika doa tersebut ditujukan untuk menambal (menutup) kekurangan dalam shalat,
maka doa semacam ini disyariatkan. Di antara yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah
setelah salam mengucapkan istighfar sebanyak tiga kali yaitu : astagrullah, astagrullah, astagrullah (maknanya
adalah aku memohon ampun pada Allah)[1].

Adapun jika tujuan doa tersebut selain daripada ini, maka lebih utama doa tersebut dilakukan sebelum salam .
Hal ini berdasarkan sabda beliau shallallahu alaihi wa sallam dari Abdullah bin Masud, Kemudian terserah ia
memilih doa yang ia inginkan (lalu dia berdoa dengannya).[2]

Tidaklah tepat jika seseorang selesai dari shalatnya dia lalu berdoa. Namun yang lebih tepat adalah seseorang
memanjatkan doa ketika dia sedang bermunajat kepada Allah yaitu ketika di dalam shalat. Oleh karena itu,
bukanlah termasuk petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, seseorang berdoa setelah salam dari shalat
kecuali jika itu adalah untuk menambal (menutup) kekurangan yang ada dalam shalat (sebagaimana bacaan istigfar
yang dijelaskan tadi, pen).

Memang terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam berdoa setelah shalat wajib
dan bukan shalat sunnah, namun setahu kami ini cuma dilakukan sekali saja. Namun ini dilakukan karena ada
sebab (yaitu untuk menakut-nakuti orang kar Quraisy).

[Liqoat Al Bab Al Maftuh, kaset no. 32]

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah- juga pernah ditanya, Sebagian orang setelah menunaikan shalat fardhu
mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?

Beliau rahimahullah- menjawab :

Doa setelah salam tidak termasuk petunjuk (ajaran) Nabi shallallahu alaihi wa sallam . Karena Allah Taala
berrman,

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah pada Allah. (QS. An Nisa [4] : 103)

Hal ini dikecualikan untuk satu kondisi yaitu shalat istikhoroh. Karena mengenai shalat istikhoroh, Nabi shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,Jika kalian bertekad melakukan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua rakaat lalu
berdoalah .[3] Maka dalam shalat istikhoroh, doanya terletak sesudah mengerjakan shalat dua rakaat.

Adapun shalat selain shalat istikhoroh, maka tidak termasuk petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk
berdoa setelah shalat, baik dengan mengangkat tangan ataupun tidak, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.

1/3
Karena Allah Taala memerintahkan kita untuk berdzikir (bukan berdoa, pen) setelah selesai menunaikan shalat.
Hal ini berdasarkan rman Allah Taala,

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah pada Allah. (QS. An Nisa [4] : 103)

Dapat pula diperhatikan dalam surat Al Jumuah,

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan
berdzikirlah pada Allah sebanyak-banyaknya. (QS. Al Jumuah : 10)

Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa apabila engkau ingin berdoa kepada Allah, maka berdoalah kepada-
Nya sebelum salam. Hal ini karena dua alasan :

Alasan pertama : Inilah yang diperintahkan oleh Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa
sallam membicarakan tentang tasyahud, Jika kalian selesai (dari tasyahud), maka pilihlah doa yang kalian suka
berdoa dengannya.

Alasan kedua : Jika engkau berada dalam shalat, maka berarti engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu. Jika
engkau telah selesai mengucapkan salam, berakhir pula munajatmu tersebut. Lalu manakah yang lebih afdhol (lebih
utama), apakah meminta pada Allah ketika bermunajat kepada-Nya ataukah setelah engkau berpaling (selesai) dari
shalat? Jawabannya, tentu yang pertama yaitu ketika engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu.

Adapun ucapan dzikir setelah menunaikan shalat (setelah salam) yaitu ucapan astagrullah sebanyak 3 kali. Ini
memang doa, namun ini adalah doa yang berkaitan dengan shalat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali
setelah shalat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam shalat. Maka pada hakikatnya, ucapan dzikir
ini adalah pengulangan dari shalat.

Lalu penanya tadi bertanya lagi : Wahai Syaikh, orang-orang tadi sering berdalil bahwa Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam ketika selesai shalat Shubuh berpaling ke makmum lalu mengangkat kedua tangannya (untuk berdoa).
Apakah hadits tersebut shohih?

Syaikh rahimahullah- menjawab : Hadits ini tidak diketahui periwayatannya. Jika pun ada, maka hadits ini adalah
hadits yang lemah.

[Liqoat Al Bab Al Maftuh, kaset no. 82]

Catatan:

Dalam Majmu Fatawa Ibnu Baz 11/168, Syaikh Ibnu Baz menjelaskan bahwa berdoa tanpa mengangkat tangan
dan tidak bareng-bareng (jamai), maka tidaklah mengapa. Hal ini dibolehkan karena terdapat dalil bahwa Nabi
shallallahu alaihi wa sallam berdoa sebelum atau sesudah salam. Begitu juga untuk shalat sunnah boleh berdoa
setelahnya karena tidak ada dalil yang menunjukkan larangan hal ini walaupun dengan mengangkat tangan karena
mengangkat tangan adalah salah satu sebab terkabulnya doa. Mengangkat tangan tidak dilakukan selamanya,
namun dilakukan hanya dalam beberapa keadaan saja karena tidak diketahui dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam
bahwa beliau selalu mengangkat tangan dalam setiap nalah dan setiap perkara kebaikan.

Penutup

Sekali lagi kami tegaskan, masalah ini adalah masalah ijtihadiyah, yang masih terdapat perselisihan ulama di
dalamnya. Namun demikianlah pendapat yang kami pilih dan lebih menenangkan hati kami. Kami pun masih
2/3
menghormati pendapat lainnya dalam masalah ini. Silakan lihat tulisan sebelumnya di sini.

Alhamdulillah hilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat.

Artikel www.rumaysho.com

Muhammad Abduh Tuasikal

[1] Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika berpaling (selesai) menunaikan shalatnya, beliau
shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan astagrullah sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengucapkan
Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta yaa dzal jalali wal ikrom. (HR. Ahmad. Syaikh Syuaib Al
Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih, termasuk periwayat kitab shohih. Syaikh Al Albani dalam Al
Kalamu Ath Thoyib mengatakan bahwa hadits ini shohih)

[2] Lafazh hadits yang dimaksudkan adalah :







Kemudian terserah ia memilih doa yang ia sukai untuk berdoa dengannya. (HR. An Nasai no. 1298. Syaikh Al
Albani dalam Shohih wa Dhoif Sunan An Nasai mengatakan bahwa hadits ini shohih). Doa ini dibaca setelah
tasyahud, sebelum salam.

[3] Lafazh hadits yang dimaksudkan adalah :







Jika kalian bertekad mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat wajib, lalu
bacalah doa : (HR. Bukhari no. 7390)

3/3