Anda di halaman 1dari 24

RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR

PROFESI DOSEN PRODI DIII KEPARIWISATAAN/BINA WISATA

DIKLAT PRA-TUGAS DOSEN TETAP NON-PNS

Disusun Oleh

Nama : Muhammad Nilzam Aly, S.Hum., M.Sc


Jabatan : Dosen
Unit Kerja : Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga
Sumber Kegiatan : SKP/ Penugasan Pimpinan/ Inisiatif Sendiri
Coach : Dr. Hary Wahyudi, S.H., M.Si

FAKULTAS VOKASI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2017
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Aneka Pada Program Tri


Dharma Perguruan Tinggi Diklat Pra-Tugas Dosen Tetap Non-PNS

NAMA : Muhammad Nilzam Aly, S.Hum., M.c

NIP : 199009202016033101

UNIT KERJA : Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga

Malang, 06 Mei 2017

Mengetahui,

PEMBIMBING

Dr. Hary Wahyudi, S.H., M.Si


196809091992021001

Menyetujui,

PENGUJI I PENGUJI II

Dr. Ari Prasetyo, S.E., M. Si.


197101162005011002

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik dan
segala kemudahan dalam menyeleseikan proposal rancangan aktualisasi nilai-nilai
dasar dosen tetap non-PNS Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga. Tidak lupa shalawat
serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada, Dr.
Hary Wahyudi, S.H., M.Si selaku pembimbing/coach. Tidak lupa juga saya sampaikan
kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini
diwakili oleh Bapak Ramliyanto, SP., MP yang berkenan memberikan motivasi dan
arahannya demi kelancaran program DIKLAT baik yang bersifat temporer maupun
permanen. Selanjutnya ucapan terimakasih ini juga kami sampaikan kepada Bapak Ibu
pengajar materi ANEKA, para staf yang bertugas pada acara diklat prajabatan di
angkatan 2 dan yang lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Rancangan
aktualisasi kegiatan diklat pra-tugas pada unit kerja masing-masing merupakan pola
baru dengan penekanan pada implementasi dari nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi. Nilai-nilai tersebut yang akan menjadi
dasar dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh Dosen Tetap non-PNS Universitas
Airlangga.
Harapan kami rancangan aktualisasi kegiatan ini dapat menjadi dasar atau
panduan dalam implementasi aktualisasi di instansi penulis. Tiada gading yang tak
retak, kami sadar bahwa proposal rancangan kegiatan ini masih memiliki banyak
kekurangan, tetapi bagaimanapun setiap kendala tidak dapat dijadikan alasan untuk
tidak bisa maju di masa mendatang. Untuk itu, kami memohon banyak masukan dari
berbagai pihak terkait demi perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga dapat
memberikan manfaat. Terimakasih.

Malang, 01 Mei 2017


Penulis

Muhammad Nilzam Aly, S.Hum., M.Sc

ii
DAFTAR ISI

COVER .................................................................................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................................. ii

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ iii

DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ iv

DAFTAR TABEL ............................................................................................................................ v

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................................... vi


BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1

1.1. Latar belakang ............................................................................................................. 1


1.2. Tujuan Aktualisasi ....................................................................................................... 2
1.3. Lokus Aktualisasi ......................................................................................................... 2

BAB II. GAMBARAN UMUM AKTUALISASI ............................................................................ 3


2.1. Teori Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) ......................... 3
2.2. Profil Instansi Asal ...................................................................................................... 7
2.3. Gambaran Umum Tugas Jabatan Peserta Diklat ................................................ 12

BAB III. RANCANGAN AKTUALISASI........................................................................................ 13


3.1. Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN ..................................... 13
3.2. Jadwal Aktualisasi ..................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................... 18

iii
DAFTAR TABEL

Identifikasi Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan Mata Diklat ............................................ 3


Jadwal Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan Mata Diklat ......................................................... 16

iv
DAFTAR GAMBAR

Struktur Organisasi Universitas Airlangga ........................................................................... 8


Struktur Organisasi Fakultas Vokasi ....................................................................................... 10

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Peraturan Rektor Univrsitas Airlangga No. 45 tahun 2015 tentang Dosen Tetap
Universitas menyebutkan bahwa Dosen Tetap Non-PNS merupakan Dosen Universitas
Airlangga yang pengangkatan dan pemberhentian, kedudukan, hak serta kewajibannya
ditetapkan berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Kedudukan Dosen Tetap Non-PNS Dosen Tetap Universitas
Airlangga merupakan tenaga professional pada jenjang perguruan tinggi yang diangkat
sesuai peraturan perundang-undangan. Dosen Tetap Non PNS tunduk pada peraturan
perundang-undangan di bidang kepegawaian. Fungsi Dosen Tetap Non-PNS
meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai anggen pembelajaran, pengembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat. Sehingga
dalam pembahasan RTL ini status Dosen Tetap non-PNS Universitas Airlangga
disamakan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pengertian aparatur sipil negara (ASN) menurut UU RI No.5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara pasal 1 No.1 adalah: Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya
disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Dalam rangka pelaksanaan cita-
cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun aparatur sipil negara yang
memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan
publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat
persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UU RI No.5 Tahun 2014).
Selain harus memiliki memiliki kinerja Tridharma yang baik; memiliki tingkat
kehadiran yang baik di kampus; dan tidak melanggar disiplin terkait dengan
kepegawaian, Diklat Pra Tugas Dosen Tetap Non PNS Universitas Airlangga tahun 2017
menjadi salah satu syarat utama bagi pegawai di lingkungan Universitas Airlangga.
Diklat dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan nilai-
nilai dasar profesi. Kompetensi ini yang selanjutnya berperan besar dalam membentuk
1
pegawai khususnya dosen dalam menerapkan program tri dharma perguruan tinggi
secara profesional.

1.2. Tujuan Aktualisasi


Peserta Diklat Pra Tugas dalam hal ini penulis sebagai Dosen Tetap non-PNS
diharapkan mampu mengaktualisasikan Nilai-nilai Dasar Profesi dosen di instansi asal
yaitu Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Lebih jauh lagi,penulis diharapkan mampu
menganalisis dampak apabila kelima nilai dasar tersebut (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) diimplementasikan atau tidak
diaktualisasikan pada instasi tempat penulis bertugas.

1.3. Lokus Aktualisasi


Lokus aktualisasi nilai-nilai dasar profesi dosen untuk program pendidikan dan
pengajaran bertempat di Program Studi DIII Kepariwisataa, Fakultas Vokasi, Universitas
Airlangga. Sedangkan untuk program. Program aktualisasi ini dilaksanakan dalam
rentang waktu tanggal 8 Mei 2017 5 Juni yang diakhiri dengan presentasi pada
seminar aktualisasi Rencana Tindak Lanjut (RTL).

2
BAB II

GAMBARAN UMUM AKTUALISASI

2.1. Teori Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN


Salah satu tujuan Diklat Pra-tugas bagi Dosen Tetap Non-PNS adalah dalam
rangka pembentukan nilai-nilai dasar profesi. Nilai-nilai dasar profesi yang dimaksud
dikenal dengan istilah akronim ANEKA yang di dalamnya berisi nilai dasar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi. Berkaitan
dengan nilai dasar tersebut maka perlu diuraikan teori atau pengertian yang
terkandung di dalamnya.

2.1.1. Nilai Dasar Akuntabilitas


Akuntabilitas dapat dimaknai sebagai kewajiban setiap individu kelompok, atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya demi terwjudnya
niai-nilai public yang meliputi: mampu mengambil pilihan yang tepat ketika terbentur
dengan kepentingan-kepentingan; memilik pemahaman dan kesadaran untuk
menghindarkan ASN dalam politik praktis; memperlakukan warga secara sama dalam
penyelenggaraan dan pelayanan publik; menunjukkan sikap dan prilaku konsisten
dalam dan dapat diandalkan dalam penyelenggaraan kenegaraan (LAN: 2015). Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Akuntabilitas adalah kewajiban
pertangungjawaban yang harus dicapai yang berorientasi hasil, dibuktikan dengan
laporan, perlunnya konsekuensi dan adanya upaya perbaikan kinerja.

2.1.2. Nilai Dasar Nasionalisme


Nasionalisme dalam konteks ini adalah yang dilandaskan pada pancasila, yang
dimaknai sebagai sifat nasionalisme segenap bangsa yang diarahkan agar bangsa
Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan; kepentingan pribadi atau
golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara;
bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah
diri; mengakui persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama
bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama masnusia; dan mengembangkan
sikap tenggangrasa (LAN: 2015). Prinsip nasionalisme sebenarnya bisa mengacu pada
aktualisasi butir-butir sila yang ada di dalam pancasila. Banyak metode untuk
menginternalisasi nilai dasar nasionalisme dalam pribadi ASN.

3
2,1,3, Nilai Dasar Etika Publik
Salah satu tantangan dalam pembangunan birokrasi di Indonesia adalah
bagaimana memberikan pelayanan berikut etika-nya yang hilirnya adalah memberikan
kepuasan terhadap konsumen atau masyarakat yang menjadi objek pelayanan. Seperti
halnya produk jasa lainnya, masyarakat adalah konsumen yang dapat dengan mudah
memberikan penilaian, persepsi, bahkan dimungkinkan berpindah apabila jasa yang
didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ricocur (1990) yang dikutip oleh LAN (2015) mendefinisikan etika sebagai
tujuan hidup yang baik bersama orang lain di dalam institusi yang adil. Lebih jauh lagi,
LAN menjelaskan bahwa etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik atau buruk,
benar atau salah, yang harus dilakukan atau bagaimana melakukannya.
Pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu
pihak kepada pihak lain (Kotler, 2009). Dalam memberikan layanan kepada konsumen
atau wisatawan dalam konteks ini diukur dengan kualitas pelayanan yaitu kemampuan
untuk menawarkan barang dan jasa sesuai yang dibutuhkan dan diinginkan oleh
konsumen. Oleh karena keinginan konsumen tidak terbatas dan majemuk, maka ukuran
kualitas pelayanan menjadi tidak terbatas.
Standar pelayanan adalah ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu
pembakuan pelayanan yang baik. Dalam standar pelayanan ini juga terdapat baku mutu
pelayanan. Mutu menurut Devry (1994), merupakan kondisi dinamis yang berhubungan
dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi
harapan pihak yang menginginkannya. Pelayanan prima dapat disamakan dengan
pelayanan yang terbaik (service excellence). Pelayanan prima sering disebut dengan
pelayanan yang memuaskan kepada konsumen. Ada pula yang menyebutkan bahwa
pelayanan prima adalah pelayanan biasa yang dilakukan dengan cara yang luar biasa.
Kaitannya dengan pelayanan public, etika public adalah refleksi tentang standar
atau norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah atas suatu perilaku, dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan kewajiban
tanggung jawab pelayanan public. Di dalam implementasi-nya, etika pelayanan
terhadap public dituangkan dalam bentuk kode etik profesi yang berisi aturan-aturan
tentang suatu tingkah laku dalam suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui
ketentuan-ketentuan tertulis (LAN: 2015).

4
2.1.4. Nilai Dasar Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi
pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain: mengedepankan
komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk
menjaga dan memelihara. Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai
efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar
komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target.
Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi
tidak hanya diukur dari performans untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas,
ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan
terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
2. Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi
penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat
diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
3. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga
akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang
diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
4. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu
mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai
dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan
salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu

5
menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan
menjaga kredibilitas institusi.
Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam mengevaluasi
kualitas pelayanan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian Zamit, 2010:11) yang dikutip
oleh LAN (2015), yaitu :
a). Tangibles (bukti langsung), yaitu : meliputi fasilitas fisik, perlengkapan,
pegawai, dan sarana komunikasi;
b). Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan
dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan;
c). Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk memberikan pelayanan
dengan tanggap;
d). Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat
dapat dipercaya;
e). Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang
baik, dan perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan pelanggan.

2.1.5. Nilai Dasar Anti Korupsi


Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan
sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar
biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat
dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun
waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang (LAN: 2015).
Beberapa aturan tentang tindak pidana korupsi yang bersangkutan dengan ASN
tercantum dalam pasal 5 UU No.20 Tahun 2001. Isinya kurang lebih seperti berikut:

Setiap orang atau pegawai negeri sipil/penyelenggara negara yang memberi


atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara
dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut
berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan
kewajibannya; atau memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara
negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan
kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya

Pada pasal lainnya, Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001, menjelaskan bahwa Pegawai
negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui

6
atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau
kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang
yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya Pegawai
negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui
atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau
kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang
yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya.
Selengkapnya telah tercantum secara jelas pada UU No. 20 Tahun 2011.

2.2. Profil Instansi Asal


Peserta Diklat Pra-tugas merupakan Dosen Tetap non-PNS yang berasal dari
Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga Surabaya. Berikut dijelaskan profil perguruan
tinggi asal peserta.

2.2.1. Universitas Airlangga


Universitas Airlangga (UNAIR) merupakan universitas yang terletak di Surabaya
dan diresmikan pada tahun 1954. Saat ini Universitas Airlangga dipimpin oleh Prof. Dr.
Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA selaku rektor, memiliki 14 fakultas dan 1 sekolah
pascasarjana serta memiliki 167 program studi (prodi) dari berbagai jenjang, meliputi
program akademik, vokasi, dan spesialis. Program akademik yang diselenggarakan terdiri
dari tiga jenjang pendidikan yaitu :

1. S1 sebanyak 39 prodi
2. S2 sebanyak 46 prodi
3. S3 sebanyak 13 prodi
Program Pendidikan vokasi dan profesi terdiri dari :
1. D3 sebanyak 18 prodi
2. D4 sebanyak 3 prodi
3. Pendidikan profesi sebanyak 7 program (Pendidikan Dokter, Dokter Gigi,
Apoteker, Dokter Hewan, Bidan, Profesi Akuntansi, dan Ners)
4. Prodi Spesialis 1 (Sp1) sebanyak 33 program
5. Prodi Spesialis 2 (Sp2) sebanyak 8 program
Berdasarkan data per tanggal 30 September 2015, jumlah mahasiswa aktif
Universitas Airlangga sebanyak 38.047 orang, yang terdistribusi pada semua program

7
D3, D4, S1, S2, S3, Profesi dan beberapa program spesialis. Berdasarkan data bulan
September 2015, sumber daya manusia di Universitas Airlangga terdiri dari staf
akademik dan staf kependidikan. Staf akademik terdiri atas staf akademik tetap
sebanyak 1522 orang dengan rincian 1472 orang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan yang berstatus Pegawai Non-PNS berjumlah 49 orang. Staf akademik tidak
tetap dengan status dosen luar biasa sebanyak 223 orang dan dosen dengan status
honorer sebanyak 113 orang. Kegiatan administrasi Universitas Airlangga dipusatkan di
Kantor Manajemen Universitas Airlangga di Kampus C Mulyorejo, Surabaya.

Gambar 1. Struktur Organisasi Universitas Airlangga

2.2.2. Fakultas Vokasi


Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga merupakan fakultas ke-14 di
Universitas Airlangga berdasarkan Statuta Universitas Airlangga, yang ditetapkan
melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014 tanggal 14 Mei 2014. Hal
tersebut dikuatkan dengan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor
1539/UN3/2014 tentang Penyesuaian Penyebutan Sekolah Vokasi Sebagai Fakultas
Vokasi. Universitas Airlangga menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi di bawah

8
naungan Fakultas Vokasi, sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang SisDikNas Pasal
20 (3) dan PP No 17 tahun 2010 pasal 85 (3), yang menyatakan bahwa: Perguruan
tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan/atau vokasi. Dalam
Peraturan MWA UNAIR No 12/P/MWA-UA/2008 tentang Anggaran Rumah Tangga
Universitas Airlangga Pasal 3a. yang menyebutkan bahwa Misi Universitas
menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi dan/atau vokasi yang berbasis
teknologi pembelajaran modern. Hal tersebut juga sesuai dengan Undang-Undang no.
12 tahun 2012 Pasal 16 (1) Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program
diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan
tertentu sampai program sarjana terapan (2) Pendidikan vokasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program
magister terapan atau program doktor terapan.
Pimpinan Fakultas Vokasi baru dilantik pada tanggal 28 Maret 2014 melalui
Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 850/UN3/2014. Menurut Surat
Keputusan tersebut, Rektor mengangkat Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si, Ak., CMA.,CA
sebagai Dekan; Dr.Imam Subadi, dr., Sp.KFR sebagai Wakil Dekan 1; Dr. Heru Tjaraka,
SE., MSi., Ak., BKP., CA sebagai Wakil Dekan 2 dan Dr. Retna Apsari, M.Si sebagai
Wakil Dekan 3, untuk masa kepengurusan 2014 sampai dengan 2015. Pengelola FV
untuk periode 2015-2020 adalah :
Dekan : Prof. Dr. H. Widi Hidayat, SE., M.Si., Ak., CA., CMA.
Wakil Dekan I : Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si.
Wakil Dekan II : Dr. Ari Prasetyo, SE., M.Si.
Wakil Dekan III : Dr. Imam Susilo, dr., Sp.PA.
Ketua BPF : Endang Fitriyah Mannan, S.Sos., M.Hum.
Ketua SPM : Dessy Harisanti, S. Sos, M.Hum
Kabag Akademik : Mienati Somya L., Dra., Ak., M.Si
Kabag Sumber Daya : Eko Siswantoro, Drs., MM

9
Gambar 2. Struktur Organisasi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

2.2.3. Program Studi DIII Kepariwisataan/ Bina Wisata


Seiring dengan perkembangan industri pariwisata di Indonesia secara
keseluruhan maupun pariwisata dunia dalam menghadapi globalisasi, maka sejak tahun
1996 Diploma III Kepariwisataan/Bina Wisata Universitas Airlangga dibangun untuk
mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi serta professional di
bidangnya dengan pendidikan yang sebagian besar merupakan praktek di lapangan
maupun laboratorium kepariwisataan di bawah bimbingan staf pengajar yang
berkompeten di bidangnya. Program Diploma III Kepariwisataan/Bina Wisata
mempunyai dua peminatan yaitu Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata.
Visi dan Misi disusun dalam sebuah mekanisme rapat rutin dosen tetap dengan
mengacu pada kondisi terkini sektor pariwisata serta masukan dari stakeholder serta
relevan dengan visi Fakultas dan sejalan dengan visi Universitas. Proses penyusunan
visi dan misi diawali dengan menjaring masukan dari stakeholder termasuk di dalamnya
adalah pelaku bisnis pariwisata jejaring prodi di wilayah Surabaya dan Jawa Timur,
Alumni, serta para dosen di prodi. Masukan tersebut kemudian digunakan sebagai
acuan dasar penyusunan visi dan misi prodi. Andy Umardiono, S.Sos., M.Si., selaku
Koordinator Program Studi (KPS) sebagai pemangku kepentingan dalam
pengembangan prodi kemudian mengundang secara resmi stakeholder dalam sebuah
10
rapat perumusan dan penyusunan visi dan misi prodi. Setelah itu, baru tim perumus visi
dan misi mengkonsultasikan hasil rapat tersebut dengan pihak Dekanat Fakultas
Vokasi, yang selanjutnya dapat menyetujui rumusan visi dan misi prodi guna
dicantumkan dalam buku Panduan Akademik Fakultas Vokasi sebagai panduan bagi
seluruh civitas akademika di Program Studi D3 Kepariwisataan/Bina Wisata termasuk
mahasiswa dan karyawan.

Visi program studi


Menjadi program Diploma Kepariwisataan yang terkemuka di Indonesia serta
mencetak tenaga profesional bidang pariwisata yang kreatif.

Misi program studi


Untuk mewujukan visi yang telah dirumuskan sebelumnya, oleh karena itu perlu
dijabarkan dalam bentuk misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan program pendidikan vokasi kepariwisataan yang
memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis dan
kemampuannya berwirausaha yang inovatif di bidang pariwisata;
2. Menyelenggarakan sistem pendidikan yang mendukung tercapainya
profesionalisme lulusan berdasarkan kepentingan internal dan eksternal;
3. Menciptakan kondisi belajar mengajar yang kreatif dan interaktif guna
mendukung tercapainya kemandirian dan profesionalitas lulusan dengan
menjunjung tinggi etika akademis.

Tujuan program studi


Program Studi DIII Kepariwisataan/Bina Wisata menjadikan lulusannya: (1)
Terampil dan Profesional, (2) Mandiri dalam berwirausaha, serta (3) Kreatif dan Cerdas
dalam memanfaatkan peluang dalam menyelenggarakan suatu kegiatan bidang
kepariwisataan.
1. Terampil dan Profesional, bahwa mahasiswa lulusan program studi ini
mampu menangani pekerjaan bidang pariwisata dengan cekatan, sesuai
standar layanan jasa yang dibutuhkan kastemernya;
2. Mandiri dalam berwirausaha, artinya mahasiswa lulusan program studi
ini mampu dan siap secara mandiri membuka serta mengelola usaha-usaha
jasa kepariwisataan yang kompetitif dan prospektif di masa depan;
11
3. Kreatif, Cerdas dan Inovatif, bahwa mahasiswa lulusan prodi ini mampu
memanfaatkan peluang bisnis dalam penyelenggaraan kegiatan bidang
kepariwisataan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman empiris yang
mereka peroleh selama kuliah.

2.3. Gambaran Umum Tugas Peserta Diklat


Penulis merupakan dosen di Program Studi DIII Kepariwisataan, Fakultas Vokasi
Universitas Airlangga yang memiliki tugas melaksanakan kegiatan pendidikan dan
pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu
keahliannya dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa untuk memenuhi minat
serta kebutuhan mahasiswa dalam proses pendidikannya. Untuk menjalankan tugas
tersebut Dosen mempunyai kewajiban:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar
dalam disiplin ilmu yang menjadi tanggung jawabnya.
2. Mengembangkan bidang keahlian ilmunya
3. Merencanakan dan melaksanakan penelitian
4. Menerapkan penelitian
5. Memberikan bimbingan dan konseling kepada mahasiswa pada proses belajar
mengajar
6. Bertanggung jawab atas pengawasan, kedisiplinan dan ketertiban mahasiswa
selama proses belajar mengajar
7. Siap menggantikan rekan staf pengajar yang sedang berhalangan
8. Mengontrol dan mencatat daftar hadir mahasiswa dalam proses belajar
mengajar

12
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1. Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN


Secara sederhana rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar dibuat dalam bentuk tabel identifikasi rencana. Pada tahap selanjutnya akan dijelaskan juga mengenai
target atau rencana waktu pelaksanaan program. Rancangan aktualisasi yang dibuat hanya yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan pengajaran. Bidang
pengabdian masyarakat dikerjakan sebagai tugas kolektif sehingga pengerjaannya dibebankan ada kelompok. Khusus untuk bidang penelitian tidak dimasukkan dalam
rancangan aktualisasi mengingat durasi pengerjaannya yang sangat tidak memungkinkan (antara tanggal 06 Mei 06 Juni 2017).
Rancangan aktualisasi akan diterapkan untuk mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Etika Pelayanan Pariwisata Prodi DIII Kepariwisataan/Bina Wisata
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Rutinitas perkuliahan mata kuliah Etika Pelayanan Pariwisata dilaksanakan setiap hari selasa pukul 10.00 WIB. Berikut tabel
identifikasi rencana tindak lanjut berdasarkan masing-masing mata diklat untuk bidang pendidikan dan pengajaran.

Tabel 1. Identifikasi Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan Mata Diklat


Rencana Kegiatan yang akan Dilaksanakan dalam Rangka Menerapkan Mata Diklat
No. Mata Diklat Manfaat yang Diharapkan dari Kegiatan yang
Nama Kegiatan Sumber Kegiatan
Dilaksanakan
- Melaksanakan transfer of knowledge dari dosen
kepada mahasiswa sehingga tercapai tujuan
pendidikan
1 Akuntabilitas Memberikan materi perkuliahan adalah Tanggung jawab SKP dan Tugas atasan - Memberikan teladan atas value yang
penulis sebagai dosen, kontrak perkuliahan dilaksanakan diterapkan di dalam kelas seperti tanggung
sesuai kesepakatan bersama. Baik dosen maupun mahasiswa jawab, integritas dan konsisten dalam
secara Konsisten menjalankan aturan-aturan tersebut. menjalankan tugas
- Menjunjung tinggi asas responsibilitas sehingga
Mengevaluasi hasil UTS mahasiswa dengan hasil terendah Tugas atasan
proses check & balanced berjalan baik
Menyerahkan hasil koreksi UTS maksimal 2 minggu setelah - Menjunjung tinggi asas responsibilitas sehingga
Tugas atasan
pelaksanaan UTS proses check & balanced berjalan baik
13
- Menjunjung tinggi asas responsibilitas sehingga
Memberikan pengumuman yang transparan atas perubahan
proses check & balanced berjalan baik
jadwal perkuliahan atau perubahan yang terkait dengan Inisiatif
- Memberikan kesempatan bagi mahasiswa
pengajaran
untuk mendapatkan keadilan dan kejelasan
Memberikan kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan - Melakukan evaluasi hasil untuk perbaikan
argument, kritik, pertanyaan, maupun diskusi terkait materi Inisiatif kierja yang telah dilakukan
pengajaran
Penulis sebagai dosen Menghargai pendapat mahasiswa dan - Memberikan keteladanan kepada mahasiswa
Bersikap adil dengan tidak membeda-bedakan latar belakang untuk selalu bersikap adil, menghargai
mahasiswa tersebut. Dengan cara tersebut, akan pendapat, dan saling menghormati
membudayakan sikap Saling menghormati dalam lingkungan -
2 Nasionalisme Inisiatif
kelas. Memupuk rasa bangga terhadap negara kita tercinta
dengan cara memberikan wawasan untuk mensejahterakan
Indonesia melalui bidang pelayanan kepariwisataan (Cinta
tanah air).
Menyisipkan cerita tentang kepahlawanan dan perjuangannya - Menghubungkan fakta sejarah dalam konteks
dalam beberapa materi pengajaran terkait pelayanan Inisiatif kekinian untuk memberikan gambaran tentang
kepariwisataan perjuangan sejarah bangsa
- Menghubungkan fakta sejarah dalam konteks
Menunjukkan tugas dan kompetensi pelayan pariwisata pada
Inisiatif kekinian untuk memberikan gambaran tentang
konteks dulu (colonial) dengan sekarang.
perjuangan sejarah bangsa
Memberikan teladan atau contoh dalam bersikap dan - Memberikan perlindungan terhadap
3 Etika Publik Inisiatif
berpakaian sesuai standar pelayanan pariwisata kepercayaan mahasiswa kepada dosen-nya
Hadir di kantor sesuai standar peraturan termasuk melakukan - Meningkatkan nilai integritas terhadap
Tugas atasan
presensi sidik jari peraturan yang telah ditetapkan
Menyampaikan teguran atas pelanggaran pada kesepakatan - Tegas dalam merespon atas suatu kesalahan
Tugas atasan
bersama di kontrak perkuliahan

14
Melakukan koreksi hasil UTS Mata Kuliah Etika Pelayanan - Melatih untuk menjalankan tugas secara
4 Komitmen Mutu Tugas atasan
Pariwisata professional dan objektif
Memberikan kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan - Melatih untuk menjalankan tugas secara
Tugas atasan
respon atas hasil penilaian UTS professional dan objektif
Melakukan Inovasi dalam hal metode pembelajaran agar - Mengembangkan metode transfer of knowledge
dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menerima dengan inovasi sehingga prosesnya bisa lebih
materi. Inovasi yang akan dilaksanakan adalah mengajak efektif dan efisien
Inisiatif
mahasiswa turun ke pusat pelayanan public seperti rumah
sakit, taman kota, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) pemerintah,
dan sebagainya
5 Anti Korupsi Tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan Tugas atasan dan SKP - Melatih kedisiplinan dalam bertugas
Memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa dalam - Melatih Kejujuran dalam dunia akademik
setiap karya tulis, baik laporan maupun makalah wajib Inisiatif
menuliskan sumber data dan sumber bacaan
Menjadi dosen yang Jujur dalam menyampaiakn informasi- - Membudayakan prinsip kejujuran dalam
informasi dalam perkuliahan, dan Berani mengutarakan Inisiatif berbagai hal, khususnya di bidang pendidikan
pendapat yang memang benar adanya.

15
3.2. Jadwal Aktualisasi

Tabel 2. Jadwal Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan Mata Diklat


Rencana Kegiatan yang akan Dilaksanakan dalam Rangka Menerapkan Mata Diklat
No. Mata Diklat
Nama Kegiatan Jadwal Kegiatan Keterangan
Memberikan materi perkuliahan adalah Tanggung jawab penulis 09, 16, 23, 30 Mei 2017
sebagai dosen, kontrak perkuliahan dilaksanakan sesuai kesepakatan
bersama. Baik dosen maupun mahasiswa secara Konsisten
menjalankan aturan-aturan tersebut.
Mengevaluasi hasil UTS mahasiswa dengan hasil terendah 08 Mei 2017
1 Akuntabilitas Menyerahkan hasil koreksi UTS maksimal 2 minggu setelah 12 Mei 2017
pelaksanaan UTS
Memberikan pengumuman yang transparan atas perubahan jadwal - Kondisional
perkuliahan atau perubahan yang terkait dengan pengajaran
Memberikan kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan argument, 09, 16, 23, 30 Mei 2017
kritik, pertanyaan, maupun diskusi terkait materi pengajaran
Penulis sebagai dosen Menghargai pendapat mahasiswa dan 09, 16, 23, 30 Mei 2017
Bersikap adil dengan tidak membeda-bedakan latar belakang
mahasiswa tersebut. Dengan cara tersebut, akan membudayakan sikap
Saling menghormati dalam lingkungan kelas. Memupuk rasa bangga
terhadap negara kita tercinta dengan cara memberikan wawasan
2 Nasionalisme untuk mensejahterakan Indonesia melalui bidang pelayanan
kepariwisataan (Cinta tanah air).
Menyisipkan cerita tentang kepahlawanan dan perjuangannya dalam 16 & 30 Mei 2017
beberapa materi pengajaran terkait pelayanan kepariwisataan
Menunjukkan tugas dan kompetensi pelayan pariwisata pada 16 & 30 Mei 2017
konteks dulu (colonial) dengan sekarang.
16
Memberikan teladan atau contoh dalam bersikap dan berpakaian 09, 16, 23, 30 Mei 2017
sesuai standar pelayanan pariwisata
Hadir di kantor sesuai standar peraturan termasuk melakukan - Setiap hari pada jam kerja masuk
3 Etika Publik
presensi sidik jari kantor
Menyampaikan teguran atas pelanggaran pada kesepakatan bersama - Kondisional
di kontrak perkuliahan
Melakukan koreksi hasil UTS Mata Kuliah Etika Pelayanan Pariwisata 08-12 Mei 2017
Memberikan kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan respon 15-26 Mei 2017
atas hasil penilaian UTS
Melakukan Inovasi dalam hal metode pembelajaran agar dapat 09 dan 23 Mei 2017
4 Komitmen Mutu
meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menerima materi.
Inovasi yang akan dilaksanakan adalah mengajak mahasiswa turun ke
pusat pelayanan public seperti rumah sakit, taman kota, Unit
Pelayanan Terpadu (UPT) pemerintah, dan sebagainya
Tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan 09, 16, 23, 30 Mei 2017
Memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa dalam setiap 16 dan 30 Mei 2017
karya tulis, baik laporan maupun makalah wajib menuliskan sumber
5 Anti Korupsi data dan sumber bacaan
Menjadi dosen yang Jujur dalam menyampaiakn informasi-informasi 09, 16, 23, 30 Mei 2017
dalam perkuliahan, dan Berani mengutarakan pendapat yang memang
benar adanya.

17
DAFTAR PUSTAKA

Borang 3B Akreditasi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. 2015

Buku 3A Borang Akreditasi Program Studi DIII Kepariwisataan/Bina Wisata, Fakultas


Vokasi Universitas Airlangga. 2015

Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Peraturan Rektor Univrsitas Airlangga No. 45 tahun 2015 tentang Dosen Tetap
Universitas

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Akuntabilitas; Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Nasionalisme; Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Etika Publik; Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Komitmen Mutu; Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Anti Korupsi; Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN

Kotler, P., and K. L. Keller. 2009. A Framework for Marketing Management. Fourth
Edition. Published by Prentice Hall. Pearson Education, Inc

18