Anda di halaman 1dari 4

Setelah Cina, Indonesia Tempati Posisi Kedua

Penyumbang Sampah Terbesar di Dunia


Jambeck (2015) mengungkapkan bahwa Indonesia
menempati posisi kedua penyumbang sampah terbesar di
dunia hingga 187,2 juta ton, setelah negara Cina.

Sampah yang menumpuk di bibir pantai Muara Angke, Jakarta. 14 Juli 2016. Kini Indonesia
menjadi penyumbang sampah yang dibuang ke laut kedua di dunia. Setiap harinya manusia
memproduksi sampah hingga 175.000 ton per hari. Diperkirakan setahun produksi sampah di
Indonesia mencapai 64 juta ton. (Azhar / National Geographic)

Sampah plastik yang dihasilkan oleh manusia seringkali terabaikan keberadaanya. Dari
penggunaan plastik tersebut, dapat dibayangkan berapa banyak sampah plastik yang dihasilkan
oleh manusia.

Kendala yang dihadapi hingga saat ini adalah kesadaran manusia dalam melakukan kegiatan daur
ulang sampah plastik tersebut hingga volumenya kian meningkat. Tak heran jika kini sampah
plastik masih terus menjadi fokus dunia.
Anak-anak bermain sepak bola di bibir pantai
Muara Angke, Jakarta. 14 Juli 2016. Kini Indonesia menjadi penyumbang sampah yang dibuang
ke laut kedua di dunia. Setiap harinya manusia memproduksi sampah hingga 175.000 ton per hari.
Diperkirakan setahun produksi sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton (Azhar / National
Geographic)

Di area DKI Jakarta, tumpukan sampah di pinggiran pesisir pantai terus menumpuk. Sampah-
sampah tersebut berasal dari limbah keluarga, gedung perkantoran, hotel, dan gedung-gedung
lainnya.

Limbah-limbah tersebut mengalir melalui sembilan sungai yang bermuara di Teluk Jakarta.
Pencemaran sampah yang terjadi saat ini telah mencapai 60 kilometer.

Jaraknya pun dapat mencapai kepulauan Kep. Seribu. Dari sejumlah penelitian yang dilakukan,
perairan di Teluk Jakarta saat ini terkandug logam berat seperti timbal, tembaha, dan cadmium.

Anak-anak bermain di bibir pantai Muara Angke,


Jakarta. 14 Juli 2016. Kini Indonesia menjadi penyumbang sampah yang dibuang ke laut kedua di
dunia. Setiap harinya manusia memproduksi sampah hingga 175.000 ton per hari. (Azhar /
National Geographic)

Menurut data yang dilansir oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti
Hendrawati Mintarsih, total jumlah sampah mampu mencapai 68 juta ton pada tahun 2019 nanti.
Begitu pula sampah plastik yang diperkirakan mencapai 9,52 ton.

Limbah sampah sendiri berbahaya ketika sampai mencemari laut, dan masalah ini perlu segera
ditemukan jalan keluarnya. Jika tidak, maka flora dan fauna yang berhabitat di laut akan terkena
dampak buruknya.
Diperkirakan setahun produksi sampah di
Indonesia mencapai 64 juta ton. (Azhar / National Geographic)

Flora dan fauna yang hidup di laut akan terkena dampak dari limbah yang tercampur zat
berbahaya seperti cairan buangan kapal-kapal. Sampah yang mengendap ke dalam tanah justru tak
membawa solusi yang berarti, hal tersebut malah akan membawa efek buruk bagi laut
kedepannya.

Jambeck (2015) pun mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi kedua penyumbang
sampah terbesar setelah Cina. Setiap tahunnya Indonesia mampu menyumbang sampah hingga
187,2 juta ton. Sedangkan Cina mencapai 262,9 juta ton. Negara tetangga seperti Filipina berada
di posisi tiga dengan produksi sampah ke laut sebesar 83,4 ton.

Kini Indonesia menjadi penyumbang sampah yang


dibuang ke laut kedua di dunia. (Azhar / National Geographic)

Kenyataan tersebut perlu perhatian lebih dari kita sebagai masyarakat Indonesia mengenai betapa
pentingnya pengelolaan dan daur ulang sampah. Hal itu dirasa akan mampu mengurangi
penumpukkan sampah di laut yang menganggu lingkungan.

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah
plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Berada di urutan ketiga adalah Filipina yang menghasilkan sampah plastik ke laut mencapai 83,4
juta ton, diikuti Vietnam yang mencapai 55,9 juta ton, dan Sri Lanka yang mencapai 14,6 juta ton
per tahun.

(Azhar / National Geographic Indonesia)


http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/setelah-cina-indonesia-tempati-posisi-
kedua-penyumbang-sampah-terbesar-di-dunia