Anda di halaman 1dari 4

Statistik Sampah

Posted on Encep Amir


in Glass, Metal, Organic, Paper, Plastic

on March 21, 2016

No Comments.

Total jumlah sampah di beberapa provinsi di Indonesia cenderung terus meningkat dari tahun ke
tahun. Sebagai contoh, Tahun 2000 jumlah sampah di Jawa Barat adalah sekitar 10,00 juta ton dan
meningkat sampai 11,13 juta ton di tahun 2007. Tabel 2.1 memperlihatkan jumlah sampah di
beberapa provinsi yang meningkat dari tahun 2000 sampai tahun 2006.

Tabel 1 Produksi Sampah di Beberapa Provinsi di Indonesia dari Tahun 2000 sampai Tahun
2006

Produksi sampah (juta ton)


No Provinsi
2000 2002 2004 2006
1 Jawa Barat 10,00 10,37 10,75 11,13
2 Jawa Timur 9,73 9,82 9,91 9,99
3 Jawa Tengah 8,74 8,82 8,89 8,96
4 Sumatra Utara 3,26 3,35 3,44 3,53
5 DKI Jakarta 2,34 2,38 2,42 2,45
Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup (2008b)

Provinsi di Indonesia dengan penghasil sampah terbanyak adalah Jawa Barat, diikuti oleh Jawa
Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Empat dari lima provinsi tersebut berada
di Pulau Jawa. Ini menjadikan Pulau Jawa sebagai pulau penghasil sampah terbesar di Indonesia
(Kementrian Lingkungan Hidup, 2008b).

Sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah rumah tangga dan diantaranya adalah sampah
makanan. Sampah rumah tangga memilliki presentase 44,5 % dari total sampah di Indonesia.
Sampah yang dihasilkan mencapai 1,12 kg/kapita setiap harinya (Kementrian Lingkungan Hidup,
2008a). Sampah makanan mendominasi 58% total sampah rumah tangga tersebut (Kementrian
Lingkungan Hidup, 2008b). Tabel 2.2 memperlihatkan komposisi sampah Indonesia berdasarkan
sumber penghasilnya.

Tabel 2.2 Sumber, Jumlah dan Presentase Sampah yang Dihasilkan di

Indonesia

Produksi sampah
No Sumber Jumlah Presentase
(juta ton) (%)
1 Rumah tangga 16,7 44,5
2 Pasar 7,7 20,5
3 Jalan 3,5 9,3
4 Fasilitas Umum 3,4 9,1
5 Kantor 3,1 8,3
6 Industri 1,3 3,5
7 Lain-lain 1,8 4,8
8 Total 38,5 100

Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup (2008b).

Pulau Jawa adalah pulau terkecil diantara lima pulau besar di Indonesia tetapi menghasilkan
sampah paling banyak. Jumlahnya sangat signifikan, bahkan hampir mencapai 21,2 juta ton per
tahun. Ini berkorelasi dengan kepadatan penduduk di Pulau Jawa. Provinsi Jawa barat adalah
provinsi terbesar penghasil sampah dan Kota Bandung sebagai Ibu kota Jawa Barat menghasilkan
sampah dengan kisaran 0,61 kg/orang tiap harinya (Badan Pusat Statistik, 2013).

Khusus kota Bandung, sampah yang dihasilkan juga sangat signifikan jumlahnya. Dengan
mengacu kepada data di tahun 2006, total volume sampah yang dihasilkan bisa mencapai 2503,9
ton/ hari. Pemukiman merupakan sumber sampah terbesar di Kota Bandung dengan presentase
sebesar 65,56 % dari total sampah yang dihasilkan atau sebesar 1642,6 ton/hari (PD Kebersihan
Kota Bandung, 2006). Tabel 2.3 memperlihatkan komposisi sampah di Kota Bandung berdasarkan
sumber penghasilnya.

Tabel 2.3 Sumber, Jumlah dan Presentase Sampah yang Dihasilkan di


Kota Bandung

Produksi sampah
No Sumber Jumlah Presentase
(ton) (%)
1 Rumah tangga 1642,6 65,6
2 Pasar 470,7 18,8
3 Jalan 137,7 5,5
4 Fasilitas Umum 150,2 6,0
5 Kantor 70,1 2,8
6 Industri 32,6 1,3
7 Total 2503,9 100

Sumber: PD Kebersihan Kota Bandung (2006).

Cakupan penanganan sampah oleh Pemerintah dirasakan sangat rendah. Sampah yang berhasil
dikumpulkan oleh petugas kebersihan di Indonesia hanya sekitar 16,7 juta ton per tahun. Di sisi
lain, sampah yang tidak terkumpul oleh petugas dinas terkait terhitung sekitar 116 juta ton
pertahun, perbedaannya sangat signifikan (Kementrian Lingkungan Hidup, 2008b). Hal ini terjadi
karena masih banyaknya warga Indonesia yang belum terlayani oleh jasa pengelolaan sampah.
Tabel 2.4 menggambarkan cakupan jasa pelayanan sampah di Indonesia.

Tabel 2.4 Gambaran Cakupan Pelayanan Jasa Pengelolaan Sampah di Indonesia

Presentase
Total Jumlah populasi
populasi yang
No Grup Area populasi yang terlayani
terlayani
(juta) (juta)
(%)
1 Sumatera 49,3 23,5 48
2 Jawa 137,2 80,8 59
3 Bali dan Nusa Tenggara 12,6 6 48
4 Kalimantan 12,9 6 47
5 Sulawesi, Maluku dan Papua 20,8 14,2 68
6 Total 232,8 130,5 56

Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup (2008b)

Sebagian besar sampah rumah tangga di Indonesia kurang begitu dimanfaatkan dan cenderung
diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Akhir Tempat Pembuangan (TPA).
Faktanya, hanya sebagian kecil dari sampah rumah tangga yang dikonversi menjadi komoditas
yang memiliki nilai ekonomi lebih, sebagai contoh hanya 7,15 % dari sampah yang terkumpul
dikonversi menjadi pupuk. Implikasinya, kebanyakan sampah dikirim ke TPA, sekitar 60% dari
TPA di Indonesia akan mencapai batas kapasitas maksimum pada tahun 2015 (Kementrian
Lingkungan Hidup, 2008b).
TPA di Indonesia diperkirakan mengeluarkan gas metana (komponen utama biogas) dalam jumlah
besar. Jumlah metana yang dihasilkan dari sampah organik di tempat pembuangan sampah di
Indonesia bisa mencapai 1.581,74 ton per tahun (Mediana dan Gamse, 2010). Hal ini
menunjukkan bahwa sampah organik rumah tangga seperti sampah makanan memiliki hasil
produksi yang besar untuk digunakan sebagai sumber energi.

REFERENSI

Badan Pusat Statistik, 2013. Bandung dalam Angka 2013. Bandung: Badan Pusat Statistik.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2010. Indonesia Energy Outlook 2010. Jakarta:
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2012. Handbook of Indonesias Energy Economy
Statistics, 9th edition. Jakarta: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Mediana, C. dan Gamse, T., 2010. Development of Waste Management Practices in Indonesia.
European Journal of Scientific Research, 40 (2), pp.199-210.

http://sampahmasyarakat.com/2016/03/21/statistik-sampah/