Anda di halaman 1dari 6

Nilai : No Tugas : Bagian 3

Judul Tugas : Summary 3

Chapter 18 Peran Analisi dan Intuisi dalam


Pengambilan Keputusan Strategic

Chapter 19 Pendekatan Pengambilan keputusan


untuk Befikir strategis

Chapter 20 Koordinasi Intuisi dan Analisis untuk


Memfasilitasi Pemikiran strategis

Nama : Ahmad Nofriyanto

No. Mahasiswa : 16 119 069

Tanda tangan :

Catatan Dosen :

Catatan Mahasiswa :
Chapter 18

Peran Analisi dan Intuisi dalam Pengambilan Keputusan Strategic

Dalam proses berfikir strategis tidak bisa hanya menggunakan intuisi karena dalam berfikir
strategis juga harus dibarengi dengan penggunaan analisis yang rasional. Tapi analisis rasional
juga tidak bisa digunakan sendirian atau menggantikan tempat intuisi. Maka harus seimbang
antara intuisi dan analisis. Analisi mempunya peran sendiri yaitu untuk menunjang intuisi yang
kita miliki. Berdasarkan informasi-informasi yang kita terima kemudian di uji menurut kriteria
kemudian dibuang apabila memang tidak cocok dengan intuisi kita. Dari hal ini akan terlihat
pola yang jelas untuk membantu seorang pemikir strategis untuk membuat keputusan.

Dengan hanya menggunakan intuisi dalam berfikir strategis mungkin akan dapat menyesatkan
kita hal ini karena intuisi hanya datang secara langsung dala pikiran kita tanpa kita tau dari mana
hal itu terjadi. Sedangkan analisi memberikan kita dokumentasi mengenai data-data yang kita
gunakan untuk membuat keputusan. Sehingga jika seseorang mempertanyakannya kita dapat
memperlihatkan data-data atau angka yang jelas dari keputusan kita. Sehingganya analisi
menjadi penting dalam penggunaan intuisi kita dalam berfikir strategis.

Intuisi Sebagai pemeriksa analisis

Intuisi dapat membantu kita untuk memantau masalah dan memberikan kita signal lebih
awal untuk lebih waspada terhadap resiko yang lebih tinggi. Dalam hal ini intuisi kita gunakan
ketika kita melihat pola ketika kita melihat suatu data dan fakta. Ketika pola itu tida linier
dengan intuisi kita berarti ada sesuatu yang salah dengan hal itu pada saat seperti inilah intuisi
menjadi hal yang terbaik. Kemampuan seperti ini muncul dari perngalaman kita untuk mengatur
pola. Ketika hal seperti itu terjadi maka kita harus mencari tahu sejarah atau kebenaran data
tersebut dengan memebrikan beberapa pertanyaan. Misalnya, siapa pemilik data ?, dari mana
anda mendapatkan data ini ?,kenapa data ini dikumpulkan ?,siapa yang tertarik atau
berminat untuk menggunakannya ?,siapa yang mereka layani ?,mengapa mereka
dikumpulkan dengan cara tertentu ?, siapa yang membayar untuk pengumpulan data dan
analisis ?. dengan ini kita dapat melihat keaslian data tersebut untuk menghindari kesalahan.

Analisis Sebagai pemeriksa Intuisi


Intuisi merupakan hal yang penting dalam keputusan strategis tetapi harus dicatat bahwa
hanya intuisi saja tidak akan akan menghasilkan atau mendapatkan keputusan strategis. Karena
banyak pemikiran strategis berhubungan dengan banyak data yang kompleks, tidak lengkap dan
tidak pasti serta teruh berubah-ubah. Analisi saja tidak cukup. Intuisi harus dihadapkan dengan
intuisi, begitupun sebaliknya intuisi harus dihapkan dengan analisi karena situasi yang sangat
kompleks dan terus berubah-ubah. Berfikir rasional dengan analisi dan intuisi tidak dapat
digunakan secara terpisah. Ketika keduanya berkembang dengan baik kondisi ini akan berguna
dalam belajar untuk berfikir strategis.
Chapter 19

Pendekatan Pengambilan keputusan untuk Befikir strategis

Pengambilan keputusan merupakan pusat atau inti dari sebuah pembuatan strategi. Sehingganya
sangat penting untuk mengembangkan pemikiran strategis untuk mengempurnakan proses
pengambilan keputusan.

Pengambilan Keputusan Strategis Tradisonal

Enam langkah klasik yang akrab dengan proses pengambilan keputusan :

Menganalisa Masalah Daftar Alternatif Mengevalusi Alternatif Terdahap


Seperangkat Kiriteria Mengukur Berat masing-masih kriteria urutkan setiap
pilihan pada setiap kriteria Jumlahkan Bandingkan Voila pilih yang terbaik.

Penggunaan model ini untuk pengambilan keputusan cukup mudah karena berdasarkan
analisi yang kuat dan logika. Sehingganya keputusan dengan menggunakan metode ini cukup
mudah dimengerti oleh orang lain apabila mengikuti proses yang jelas. Tetapi proses ini hanya
memberikan rasa aman yang palsu karena menghilangkan bagian-bagian penting sehingganya
inilah yang membedakan perencanaan strategis dengan berfikir strategis.

Dalam hal seperti ini refleksi kritis dianggap penting apabila kita akan melakukan
reframing . karena strategis secara tidak langsung akan merefleksikan tidakan dan keputusan
yang kita buat. Tetapi refleksi secara langsung mungkin akan susah untuk dilalkukan karena kita
harus melihat kemungkinan-kemungkinan dari segala pola yang muncul. Refleksi juga mungkin
hanya tentang perasaan terhadap situasi untuk melakukan tindakan tertentu.

Chris Arygris dan Donald Schon menjelakan prinsip yang harus diikuti untuk membuat sebuah
refleksi dan aksi untuk dapat diterapkan dalam berfikir strategis :

1. Berikan dan dapatkan informasi yang valid, informasi yang valid penting untuk
menginformasikan keputusan yang kita ambil.
2. Mencari dan menyediakan orang lain dengan data yang secara langsung diamati dan
laporan yang benar sehingga dapat mengambil atribut yang valid.
3. Buat kondisi untuk pilihan bebas dan informasi.
4. Cobalah untuk membuatnya,untuk orang lain dan untuk kita sendiri, kesadaran kita untuk
mengambil nilai-nilai dalam membuat keputusan, kesadaran atas batasan kapasitas, dan
kesadaran atas bidang pengalaman sebagai mekanisme pertahan yang diluar kendali kita.
5. Meningkatkan komitmen internal untuk pembuatan keputusan. Cobalah untuk membuat
kondisi untuk diri kita sendiri dan untuk orang lain dimna kita berkomitmen suatu
tindakan secara intristik memuaskan dan bukan untuk mendapatkan ganjaran atau
imbalan dari pihak eksternal.

Mengintegrasikan Pengambilan Keputusan strategis

Dalam upaya untuk memperkuat porses pengambilan keputusan strategis, harus berhati-
hati dan mahir untuk mengintegrasikan peran intuisi dan rasionalitas. Refleksi kritis merupakan
pendekatan yangefektif dapat membantu mengintegrasikan intuisi dan rasionalitas dalam
pengambilan keputusan strategis. Setelah menghadapi suatu keaadan makan intuisi kita akan
dapat menarik benang merah untuk dapat membantu kita untuk mengenali situasi yang
bermasalah melalui penggunaan pengalan dan pengetahuan dengan cara non-analisi. Tapi
rasionalitas juga penting untuk mendapatkan fakta yang linear dan logis dalam suatu data dan
informasi.

Langkah terakhir dalam pengambilan keputusan saat terjadi ketegangan antara intuisi dan
rasionalitas yang semakin jelas. Konsekuensi dari membuat keputusan strategis hari ini bisa
menjadi taruhan yang menakutkan dimasa depat yang tak terduga. Maka dari itulah peran
rasionalitas penting untuk memverifikasi firasat dan preferensi kita secara intuitif dengan
melakukan pengujian-pengujian. Tetapi juga tidak meninggalkan sisi intuisi yang kita miliki.
Sehingganya seorang pemikir strategis harus seimbang antara intuisi dan rasionalitas untuk
menawarkan proses yang terstruktur dalam pengambilan keputusan.
Chapter 20

Koordinasi Intuisi dan Analisis untuk Memfasilitasi Pemikiran strategis

Tidak ada yang menggunakan analisis ataupun intuisi sendirian dalam berfikir strategis
yang efektif. Karena setiap orang pasti membutuhkan keduanya. Hal ini menjadikannya
tantangan untuk menyeimbangkan antara intuisi dan angka-angka. Kita tidak boleh tertipu oleh
metrik tetapi juga kita tidak boleh meniggalkannya begitu saja. Karena kita perlu menemukan
cara yang efektif untuk mendukung dan membenarkan intuisi kita sehingga kita bisa
mendapatkan keuntungan atau keputusan strategis dalam penggunaan kedua cara yang berbeda
tersebut untuk menafsirkan suatu kondisi atau masalah. Dalam hal ini intuisi membantu kita
untuk bagaimana kita mengenali situasi dan memutusakan bagaimana kita bereaksi dan analisi
memberikan kita verifikasi untuk memastikan data yang kita dapatkan jelas dan tidak
menyesatkan kita dikedepannya.

Penting untuk mengembangkan kemampuan intusi dalam sebuah pengambilan keputusan


karena berfikir strategis bergantung pada intuisi yang kita miliki dan menjadikan intuisi kita
untuk instrumen yang dapat diandalkan. Intuisi dapat diasah secara kontinyu dengan menantang
pendapat orang lain , jujur melihat keputusan yang dibuat orang lain, dan aktif membuat sebuah
pengalam dasar dalam suatu peroses berfikir strategis tetapi juga harus belajar untuk
menyeimbangkannya dengan analisi. Karena, akan ada beberapa orang yang mempertanya
pendapat atau keputusan kita sehingganya analisis yang kita lakukan dapat membantu kita untuk
menjawabnya.