Anda di halaman 1dari 6

No Tugas : Bagian 4

Judul Tugas : Refleksi 4

Chapter 21 Peran Budaya dalam Befikir Strategis


Chapter 22 Tantangan Dalam Memperkenalkan Berfikir Strategis Lintas Budaya
Chapter 23 Lima Atribut Kritis
Chapter 24 Interplay Dari Lima Atribut
Chapter 25 Adaptasi Sebagai Harapan Strategis
Chapter 26 Mengembangkan Lima Atribut Penting

Nama : Ahmad Nofriyanto

No. Presensi : 16

No. Mahasiswa : 16 911 069

Refleksi chapter 21
Menurut saya dalam berfikir strategis budaya memiliki peran tersendiri. Terlebih lagi
dalam membuat pola budaya mungkin merupakan hal utama yang menjadi faktor kita untuk
membuat sebuah pola namun budaya juga akan mempengaruhi pemikiran kita untuk melihat
sebuah pola. Budaya juga akan mempengaruhi kemampuan kita untuk mebgenali sebuah
informasi atau data-data dan bagaimana kita menguraikannya membutuhkan peran budaya dalam
sebuah organisasi. Budaya dalam sebuah organisasi mempengaruhi proses berifikir strategis
apabila kita tidak seutuhnya mengetahui proses pembelajaran berfikir strategis yang seharusnya
secara informal. Sehingganya dalam sebuahpengambilan keputusan budaya organisasi juga
mempunya peran penting bagi seorang eksekutif dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
Bagi saya sendiri peran budaya memeang penting karena disetiap saat pastinya kita akan
lebih memeperhatikan sesorang dari berbagai latar belakang dan mencoba untuk bekerja sama
dengan mereka mungkin akan menjadi sulit. Namaun setelah membaca beberpa hal mengenai
peran budaya dalam chapter ini saya dapat melihat bagaimana cra untuk mengatasi hal tersebut.
Refleksi Chapter 22

Untuk dapat memperkenalkan pemikiran strategis kita secara libtas budaya memang
merupakan hal yang tidak mudah. Hal ini dikarenakan dalam sutu perusahan atau organisi sering
terbangun bahwa seorang pemikir strategis dapat dilihta dari budaya dan budaya merupkan hal
yang menjadi faktor untuk sesorang memberikan pemikiran strategisnya. Tetapi hal itu
sebenarnya salah budaya memang merupakan faktor dalah satu faktor yang dapat mempengaruhi
pemikiran strategis tetapi hanya dalam pengalam yang berbeda saja. Karena dalam budaya kita
hanya mempelajari mana yang baik dan mana yang buruk tidak untuk menyelam lebih dalam lagi
untuk memverifikasi, mengevaluasi dan menguji sebuah data.

Siapapun dapat belajar untuk berfikir strategis karena berfikir strategis dapat
dikemabngakan dari pengalaman kita yang terus berkembanga slama berjalannya waktu. Dan
dengan tujuh saran dalam memperkanalkan proses berfikir strategis kita dapat mengetahu apa
saja yang harus kita lakukan dan yang harus kita pelajari.
Refleksi Chapter 23
Dari chapter ini kita dapa menarik refleksi bahwa dalam membangun sebuah pemikiran
kritis terdapat beberapa mitos yang menghambat kenapa seorang pemikir kritis sangant susah
untuk berkembang. Dimna disebagaian terlalu berfikiran bahwa tidak semua orang dapat berlajar
untuk berfikir strategis karena mereka terlalu membenankan pikiran mereka bahwa seseorang
yang berfikir strategis tidak muncul begitu saja. Memang pemikiran strategsi tidak muncul
begitu saja tetapi hal itu dapat dipelajari denganmngetahui Lima Atribut yang telah dijelaskan
diatas.
Dari lima atribut ini kita dapa menyimpulkan bahwa pengalaman yang banyak saja tidak
teralu membuat sesorang dapat berfikir strategsi tepai juga harus memiliki imajinasi yang kuat
untuk melihat data-data atau informasi yag diperoleh. Juga memeiliki pandangan yang luas
terhadap berbagai hal. Dapat menyulap atau memperbaiki data yang tidak akurat atau tidak jelas.
Berani untuk berada disituasi yang dimna seseorang tidak memiliki pengendalian akan dapat
meningkatakn pengalam kita terhadap suatu masalah. Serta keinginan yang kuat menjadi hal
paling penting bagi seorang pemikir strategis karena seorang pemikir strategis harus memiliki
keinginan untuk menang dan untuk mempertaruhkan segala resikonya.
Refleksi Chapter 24

Dalam chapter ini menjelaskna bahwa kombinasi dari lima atribut in sama pentingnya
denga pembelajara informal untuk pemikiran strategis. Dan juga secara simultan untuk
mnggunakan tiga tahapan dalam berrfikir strategis kita persiapan, pengalaman dan reevaluasi.
Juga tehnik komunikasi yang baik untuk dapat membingkai suatu situasi dari sebuah storytelling
yang kita dengarkan. Atau juga memberikan gambaran mengenai sebiah situasi yang kita
dapatkan sehingganya akan meningkatkan komukasi kita untuk meningkatkan pemikiran
strategis.
Refleksi Chapter 25
Dari chapter 25 kita dapat melihat bahwa adaptasi merupakan suat hal yang penting
dalam hal berfikir strategis karena dengan cepat beradptasi dengan suatu situasi yang tejadi akan
mempermudah kita untuk berfikir secara strategis. Apalagi di bisnis global saat ini yang terus
berkembang dengan pesat dan dengan hal-hal yang terus bergant setiap saat. Adaptasi hampir
serupa dengan improvisasi yaitu cara kita menilai dan melihat suatu situasi dan cara kita
bereaksi. Dengan intuisi yang kuat dan terus diasah dapat membuat kita cepat dalam beradaptasi.
Intuisi kita juga dapat membantu kita untuk percaya atau tidak terhadap apa yang akan terjadi
setelah kita beradaptasi.
Dalam beradaptasi mungkin kita akan melakukan beberapa perencaan terlebih dahulu.
Tetapi hal itu akan memancing kita ke arah perencanaan strategis apabila hal tersebut sudah
terlalu rinci. Karena pastinya berfikir strategis dan perencaaan satregis berbeda dalam berbagai
hal.dengan menggunaan perencaan yang terlalu rinci kita akan melewatkan hal-hal yang akan
terjadi kedepannya.
Refleksi Chapter 26

Dari reume chapter 26 ini kita dapat melihat bahwa keseluruhan dari bab-bab yang telah
dibahas sebelumnye merupakan rekomendasai-rekomendasi yang dapat kita lakukan dalam
proses untuk mengembangkan pemikiran strategis. Pada chapter 26 ini kita dapat melihat bahwa
lima atribut kritis perlu diterpakna dengan baik sehingganya kita dapa mempelajri proses berfikir
strategis dengan baik pula. Dalam pengembangan lima atribut ini juga perlu melibatkan seni seni
dalam hal ini merupakan pengalaman atau hal-hal yang sifatnya menarik bagi kita yang dapat
membuka prespektif kita lebih luas lagi.