Anda di halaman 1dari 2

WOC CA OVARIUM

faktor risiko:
diit tinggi lemak, merokok, alcohol, riwayat kanker, nulpara, infertilitas

Anoreksia Asupan makanan Gangguan


menurun pemenuhan nutrisi

kadar estrogen
Mual, Efek Merangsang
muntah pada GIT aktivator simpatis
Pertumbuhan sel-sel abnormal di ovarium

Refleks Spotting/ Rencana tindakan pembedahan Kurang pengetahuan


Perdarahan pervaginam Kanker ovarium Ansietas
regang lambung

Kehilangan darah Menekan Menekan saraf


Kematian Invasif
jaringan sekitar

Sel darah merah Kekurangan volume cairan tubuh Metastase


menurun Pelepasan
mediator kimiawi Talamus

Suplai Nutrisi dan oksigen Korteks serebri


ke jaringan tidak adekuat Rongga vaskuler llimfa Pembuluh darah (jarang terjadi)
Obstruksi kalenjar limfe

Jaringan kekurangan Oedema Persepsi nyeri


Ginjal
O2 dan nutrisi
Metastase Metastase
ke otak ke paru Hemoptisis
Nyeri ekstremitas
Obstruksi ureter
Nyeri
Gangguan Kelemahan
perfusi Kematian Dispnea
jaringan Inkontinensia Hematuria Disuria
Keterbatasan Hipoksemia
gerak

Nyeri dada
Intoleransi
aktivitas

1
DAFTAR PUSTAKA

Doenges & Moorhouse. (2001). Rencana perawatan maternal/bayi: pedoman untuk


perencanaan dan dokumentasi perawatan klien. (Ed 2). (Monica Ester. Terj.).
Jakarta: EGC. Dipublikasikan pertama kali tahun 1994.

Fibrianasari, L. (2007). Mencegah kanker leher rahim. Diperoleh tanggal 19


September 2010 dari http://www.imcv.org.

Mansjoer, et al. (2001). Kapita selekta kedokteran jilid 1. (edisi 3). Jakarta: Media

Aesculapius.

Pazdur, et al. (2003). Cancer management: A multidiciplinary approach. New York:


The Oncology Group.

Riono. Y. (2002). KankerLeherRahim. Diperoleh tanggal 19 September 2010 dari


http://dokter.indo.net.id.

Smeltzer, S. C. (2001). Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth.


Ed. 8. Jakarta: EGC.