Anda di halaman 1dari 13

STANDAR PROFESI

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semua profesional dalam melaksanakan pekerjaannya harus sesuai


dengan apa yang disebut standar (ukuran) profesi. standar profesi adalah
pedoman yang harus digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan
profesi secara baik (Komalawati, 2002: 177). Terlebih dalam bidang
kesehatan para professional harus tahu benar tentang standar profesi dari
bidang- bidang kesehatan yang mereka geluti antara lain seperti Dokter,
Perawat, Bidan, tak terkecuali perekam medis. Berkenaan dengan
pelayanan medik, pedoman yang digunakan adalah standar pelayanan
medis yang terutama dititik beratkan pada proses tindakan medis.

Standar profesi dalam bentuk standar pelayanan medik ini juga


harus dipakai acuan oleh Rumah Sakit, karena prosedur tetap di dalam
standar profesi dibuat sesuai dengan setiap bidang spesialisasi, fasilitas
dan sumber daya yang tersedia demi meningkatnya kualitas pelayanan
yang diberikan oleh para profesi kesehatan kepada pasien baik dari segi
hak- hak yang harus didapatkan oleh pasien maupun kewajiban-
kewajiaban dari para profesi kehehatan itu sendiri.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Standar Profesi

Standar adalah nilai atau acuan yang menentukan level praktek


terhadap staf atau suatu kondisi pada pasien atau sistem yang telah
ditetapkan untuk dapat diterima sampai pada wewenang tertentu
(schroeder, 1991).

Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu


sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna
menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan
pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama
pada pelayanan. Winsley (1964)

Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, pasal


50 penjelasan menyatakan bahwa :

Yang dimaksud dengan standar profesi adalah batasan kemampuan


( knowledge, skill and professional attitude ) minimal yang harus dikuasai
oleh seorang individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya
pada masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi.

B. Pengaturan Tentang Standar Profesi Medis di Indonesia

Pengaturan yang ada berupa standar pelayanan medis yang diatur


dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 595/Menkes/SK/VII/1993
tentang Standar Pelayanan Kesehatan di setiap sarana pelayanan

3
kesehatan yang memberikan pelayanan medis sesuai dengan kebutuhan
dan standar pelayanan yang berlaku, sebagai tindak lanjut dalam rangka
mengantisipasi Pasal 32, UndangUndang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan yang mengatur tentang pelaksanaan pengobatan dan
perawatan. (Koeswadji, 1998: 151).

UU RI No. 23/TH 1992 Tentang Kesehatan


Pasal 50 , Ayat: 1 : Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan &
melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang
keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang
bersangkutan.
Pasal 53, Ayat : 1 : Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan
hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan
profesinya.
Ayat 2 : Tenaga Kesehatan dalam melaksanakan tugasnya
berkewajiban untuk mematuhi standar profesi &
menghormati hak-hak pasien
Ayat 4 : Ketentuan mengenai standar profesi & hak-hak pasien
sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 ditetapkan
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 54, Ayat : 1 : Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan
atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat
dikenakan tindakan disiplin.
Ayat : 2 : Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian
sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditentukan oleh Majlis
disiplin tenaga kesehatan

C. Tujuan Ditetapkannya Standar Profesi


Untuk melindungi masyarakat (pasien) dan praktek yang tidak
sesuai dengan standar profesi medis.
Untuk melindungi profesi dan tuntutan masvarakat yang tidak wajar.

4
Sebagai pedoman dalam pengawasan, pembinaan dan peningkatan
mutu pelayanan kedokteran.
Sebagai pedoman untuk menjalankan pelayanan kesehatan yang
efektif dan efisien.

D. Standar Profesi dalam Bidang Kesehatan

1. Dokter

Standar profesi adalah batasan kemampuan pengetahuan,


keterampilan dan sikap profesional (knowledge, skill and
profesionaiattitude) minimal yang harus dikuasai oleh seorang dokter
spesialispenyakit dalam untuk melakukan kegiatan profesionalnya
kepada masyarakat secara mandiri.

Kewajiban Dokter terhadap profesinya antara lain:


Setiap Dokter harus menjungung tinggi, menghayati, dan
mengamalkan sumpah kedokteran.
Seorang Dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut
ukuran tertinggi
Dalam meakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak
boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi
Setiap dokter wajib melindungi makhluk insani
Dalam melaksanakan pekerjaanya, seorang Dokter harus
mengutamakan kepentingan masyarakat dan memperhatikan
semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh, serta
berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang
sebenarnya.

D. Perawat

5
UU RI. No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan,
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan
melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki
diperoleh melalui pendidikan keperawatan.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1239/MenKes/SK/XI/2001 tentang


Registrasi dan Praktik Perawat, pada pasal 1 ayat 1 yang berbunyi:
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di
dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Standar Profesi Keperawatan:


Standar praktek keperawatan adalah ekspektasi minimal dalam
memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif, dan etis. Standar
praktek keperawatan merupakan komitmen profesi keperawatan dalam
melindungi masyarakat terhadap praktek yang dilakukan oleh anggota
profesi.

6
Standar praktek keperawatan meliputi :

Standar I : Ilmu keperawatan


Perawat profesional melaksanakan prakteknya didasarkan pada ilmu
keperawatan dan materi yang relevan dengan keperawatan yang berasal
dari ilmu-ilmu lain dan humaniora, serta secara terus-menerus
mengembangkan diri sepanjang kehidupan keprofesiannya.perawat
profesional harus memahami dan menganalisis empat konsep serta
hubungan keempatnya yang terdiri dari keperawatan, manusia, konsep
sehat-sakit serta lingkungan, memahami peran perawat profesional,
hubungan antara perawat dengan individu dan kelompok,hubungan antar
sesama perawat, hubungan antara perawat dengan disiplin/profesi
kesehatan lainnya,memahami tahapan proses keperawatan, prinsip-
prinsip dalam intervensi keperawatan, menganalisis kesehatan yang lazim
terjadi,memahami keadaan klien ; kritis, akut, resiko tinggi ataukah
normal. Menganalisis isu-isu tentang keperawatan, kerangka konsep
tentang etik dan legislasi yang mempengaruhi situasi dimana perawat
bekerja. Memahami metodologi penelitian dalam keperawatan, konsep
kepemimpinan, manajemen sumber-sumber pelayanan kesehatan, dan
sistem pelayanan kesehatan.

Standar II : Akontabilitas profesional


Perawat profesional menjalankan fungsi independen dan interdependen
serta harus dapat memenuhi persyaratan etis dan legal dalam
menjalankan praktek profesionalnya.

Standar III : Pengkajian


Perawat profesional melalui konsultasi dengan klien mengumpulkan data
tentang kesehatan klien secara sistematis untuk pemeriksaan awal,
pengkajian yang terus- menerus dan pengkajian yang lebih rinci untuk
hal-hal tertentu dalam rangka menentukan satu atau lebih diagnosa
keperawatan.

7
Standar IV : Perencanaan
Perawat profesional melalui konsultasi dengan klien mengindentifikasi
prioritas, waktu pencapaian, dan strategi/intervensi dari standar rencana
keperawatan yang bersifat individual sehingga dapat mencapai hasil akhir
yang paling mungkin dicapai untuk setiap klien.

Standar V : Implementasi
Membuat pertimbangan dalam memodifikasi tahap implementasi untuk
disesuaikan dengan situasi klien.

Standar VI : Evaluasi
Perawat profesional berkonsultasi dengan klien secara sistematika
mengevaluasi sejauhmana hasil yang diharapkan telah dicapai.perawat
profesional mengevaluasi asuhan keperawatan terhadap klien secara
individu maupun keseluruhan praktek keperawatan yang telah
dilaksanakannya.Perawat profresional berpartisipasi dalam mengevaluasi
sistem pemberian pelayanan keperawatan.

E. Bidan
Bidan merupakan suatu profesi kesehatan yang bekerja untuk pelayanan
masyarakat dan berfokus pada Kesehatan Reproduksi Perempuan,
Keluarga Berencana, kesehatan bayi dan anak balita, serta Pelayanan
Kesehatan Masyarakat.
Dalam melaksanakan profesinya, Bidan memiliki 9 (sembilan) kompetensi
yaitu :
1. Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari
ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk
dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk
wanita, bayi baru lahir dan keluarganya.
2. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan
yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh

8
dimasyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga
yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.
3. Bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk
mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksi
dini, pengobatan atau rujukan dari komplikasi tertentu.
4. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap
kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin selama
persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi
kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita
dan bayinya yang baru lahir.
5. Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan mneyusui yang bermutu
tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat.
6. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada
bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.
7. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada
bayi dan balita sehat (1 bulan 5 tahun).
8. Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komperhensif
pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya
setempat.
9. Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan
sistem reproduksi.
Setiap Kompetensi dilengkapi dengan Pengetahuan dan keterampilan
dasar, pengetahuan dan keterampilan tambahan, yang wajib dimiliki
dan dilaksanakan dalam melakukan kegiatan asuhan kebidanan.

Kewajiban bidan terhadap profesinya:


1. Setiap bidan wajib menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra
profesi dengan menampilkan kepribadian yang bermartabat dan
memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat
2. Setiap bidan wajib senantiasa mengembangkan diri dan
meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian
dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra
profesinya.
Kewajiban bidan terhadap diri sendiri

9
4. Setiap bidan wajib memelihara kesehatannya agar dapat
melaksanakan tugas profesinya dengan baik
5. Setiap bidan wajib meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
sesuai dengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
6. Setiap bidan wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri.
Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa, bangsa dan tanah air
7. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa
melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang
kesehatan, khususnya dalam pelayananan Kesehatan Reproduksi,
Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga.
8. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan
pemikiran kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu dan
jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan
kesehatan keluarga

F. Perekam Medis

PERMENKES No. 269/Menkes/Per/2008 tentang Rekam Medis /Medical


record
Rekam Medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen
tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan
pelayanan lain kepada pasien.
Sedangkan Perekam Medis adalah salah satu profesi kesehatan yang
bertanggung jawab mengisi berkas rekam medis dan memiliki standar
kompetensi serta mampu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi
dan menilai mutu rekam medis.

Kompetensi Perekam Medis


Menentukan nomor kode diagnosis pasien sesuai petunjuk dan peraturan
pada pedoman buku ICD yang berlaku (ICD-10 Volume 2), Mengumpulkan
kode diagnosis pasien untuk memenuhi sistim pengelolaan, penyimpanan
data pelaporan untuk kebutuhan analisis sebab tunggal penyakit yang
dikembangkan, Mengklasifikasikan data kode diagnosis yang akurat bagi

10
kepentingan informasi morbiditas dan sistem pelaporan morbiditas yang
diharuskan, Menyajikan informasi morbiditas dengan akurat dan tepat
waktu bagi kepentingan monitoring KLB epidemiologi dan lainnya,
Mengelola indeks penyakit dan tindakan guna kepentingan laporan medis
dan statistik serta permintaan informasi pasien secara cepat dan
terperinci.
Menjamin validitas data untuk registrasi penyakit, Mengembangkan dan
mengimplementasikan petunjuk standar koding dan pendokumentasia
Kewajiban Perekam Medis Terhadap Profesinya :
1. Perekam Medis wajib mencegah terjadinya tindakan yang
menyimpang dari Kode Etik Profesi.
2. Perekam Medis wajib meningkatkan mutu rekam medis dan informasi
kesehatan.
3. Perekam Medis wajib berpartisipasi aktif dan berupaya
mengembangkan serta men ingkatkan citra profesi.
4. Perekam Medis wajib menghormati dan mentaati peraturan dan
kebijakan organisasi profesi.

Kewajiban Umum Perekam Medis:


1. Di dalam melaksanakan tugas profesi, tiap Perekam Medis selalu
bertindak demi kehormatan diri, profesi dan Perhimpunan Profesional
Perekam Medis Indonesia (PORMIKI)
2. Perekam Medis selalu menjalankan tugas berdasarkan standar profesi
tertinggi.
3. Perekam Medis lebih mengutamakan pelayanan daripada kepentingan
pribadi dan selalu berusaha memberikan pelayanan yang sesuai
dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu.
4. Perekam Medis wajib menyimpan dan menjaga data rekam medis
serta informasi yang terkandung di dalamnya sesuai dengan
ketentuan prosedur manajemen, ketetapan pimpinan institusi dan
peraturan perundangan yang berlaku.
5. Perekam Medis selalu menjunjung tinggi doktrin kerahasiaan dan hak
atas informasi pasien yang terkait dengan identitas individu atau
sosial.
6. Perekam Medis wajib melaksanakan tugas yang dipercaya pimpinan
kepadanya dengan penuh tanggungjawab, teliti dan akurat.

11
Menurut KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NO 377/ MENKES/ SK/ III/ 2007

Standar profesi ini disusun sebagai pedoman bagi tenaga profesi


manajemen informasi kesehatan dalam meningkatkan kualitas sumber
daya manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan di indonesia.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu


sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna
menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan
pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama
pada pelayanan (winsley : 1064 )

12
Dalam melaksanakan kewajibannya para Profesional harus mengacu
pada standar profesi menurut bidangnya masing- masing. standar profesi
adalah pedoman yang harus digunakan sebagai petunjuk dalam
menjalankan profesi secara baik. Berkenaan dengan pelayanan medik,
pedoman yang digunakan adalah standar pelayanan medik yang terutama
dititik beratkan pad proses tindakan medic. (Komalawati, 2002: 177).

Tujuan ditetapkannya standar pelayanan medis atau standar profesi


medis, antara lain adalah untuk melindungi masyarakat (pasien) dan
praktek yang tidak sesuai dengan standar profesi medis, untuk
melindungi profesi dan tuntutan masvarakat yang tidak wajar, sebagai
pedoman dalam pengawasan, pembinaan dan peningkatan mutu
pelayanan kedokteran, dan sebagai pedoman untuk menjalankan
pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Maka dari itu dalam berbagai profesi khususnya dalam bidang


kesehatan seperti Dokter, perawat, bidan maupun Perekam medis
ditetapkan standar profesi sebagai acuan dalam melaksanakan tugas-
tugasnya.

13