Anda di halaman 1dari 4

Nama saya khairiyati. Saya lahir di kampar pada 02 september 1996.

B asanya

saya di panggil yati, titit atau dedek. Saya anak kelima dari lima bersaudara. Saya

lahir dari pasangan suami istri, Bapak Bahar S.Pd dan Ibu Rusnani. Ayah saya

seorang pensiunan PNS, dulu ayah bekerja sebagai seorang guru bangunan di SMKN

2 Pekanbaru, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga. Saya sibungsu dari lima

bersausara. Saya sangat beruntung mempunyai seorang abang yang sangat peduli

terhadap saudaranya dan saya memiliki 3 orang kakak yang sangat menyayangi saya.

Abang saya bernama Khairul Amri, dan ketiga kakak saya yaitu Haryani, Maharani,

dan Harni Deswita.

Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana. Walaupun di besarkan

di keluarga sederhana saya sangat bahagia dan sangat banyak pengalaman yang

berkesan yang masih saya ingat. Saya lahir jam 01:00 dini hari dalam keadaan sehat.

Di saat itu saya lahir secara normal di rumah. Seminggu setelah saya lahir orang tua

mengadakan syukuran aqiqah saya. Kata kakak saat itu saya mendapatkan kado yang

begitu banyak.

Pada umur 4 tahun saya bersama kedua orang tua berkunjung ke kota Medan.

Yah walaupun saya tidak mengingat secara pasti, disana saya mendapatkan seorang

teman baru yang sangat baik. Pada umur 6 tahun, saya bersekolah di TK Yasnir

Rumbio, menghabiskan waktu untuk belajar sambil bermain. Saya mengikuti lomba

mewarnai di tingkat kecamatan. Selain itu saya juga mengikuti seni tari.

Di umur 7 tahun saya memasuki bangku sekolah dasar, yaitu SDN 026 Rumbio.

Di hari pertama sekolah, saya berebut tempat duduk paling depan dengan seorang
teman yang bernama Alen akdalia putri. Saat itu kami berebut tanpa ada yang mau

mengalah, dan akhirnya kami pun bertengkar dan menangis. Lucu memang kalau

mengingat masa-masa itu. Di dekolah saya termasuk siswa yang berprestasi, saya

mendapatkan peringkat yang cukup bagus. Juara 3 dan 2. Saat SD saya juga

mengikuti kegiatan seni tari dan musik. Setiap hari saya berangkat ke sekolah dengan

kakak-kakak saya, dan tas sekolah saya yang berisikan buku selalu di bawakan oleh

kakak. Di suatu hari karena saya selalu telat bangun dan sangat lambat, kakak saya

meninggalkan tas sekolah saya dirumah. Itu semua karena tergesah-gesah takut

terlambat datang kesekolah. Setelah sampainya disekolah kami baru sadar kalau tas

sekolah saya tertinggal dirumah. Saat itu saya langsung menangis karena takut

dimarahi guru. Akhirnya saya aya lulus sekolah dasar dan melanjutkan ke jenjang

yang lebih tinggi pada tahun tersebut.

Setelah lulus SD saya mengikuti seleksi di SMPN 1 Kampar yang bertaraf

internasional. Setelah mengikuti tes saya dinyatakan lulus di SMP tersebut. Akan

tetapi ayah memindahkan saya ke SMPN 2 Kampar, alasan ayah karena kakak

bersekolah di sana, dan kakak bisa menjaga saya. Di sana saya memperoleh peringkat

ang cukup bagus juga. Di semester pertama saya meraih juara 3. Saat SMP saya

menjadi perwakilan kelas untuk pidato pagi jumat. Saya sangat gugup dan takut,

tetapi saat itu ayah datang menyemangati saya. Dan rasa gugup pun berubah menjadi

semangat. Dan setelah itu saya sangat senang karena guru memuji pidato yang saya

sampaikan. Di sekolah saya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler diantaranya: seni tari,

seni musik, dan olahraga.


Saya berangkat kesekolah dengan menggunakan kenderaan umum yang setiap

paginya akan menjemput dan mengantar kami kesekolah. Di sekolah saya

mempunyai sahabat bernama jessy saputri. Banyak yang mengatakan kalau kami

berdua sangat mirip. Saat SMP saya juga mendapatkan beasiswa prestasi. Banyak

kenangan waktu SMP. Waktu SPM semua guru mengenali saya, dan itu merupakan

suatu motivasi dan kebanggaan tersendiri. Saat kelas VIII saya mengikuti lomba

menari, walaupun tidak juara tapi saya senang karena kami menjadi utusan dari

sekolah.

Setelah lulus SMP saya melanjutkan ketingkat SMA. Saya mengikuti tes seleksi

di SMA N 1 Kampar. Setelah tes pengumuman kelulusan pun kekluar, saya

dinyatakan lulus sebagai siswi Di SMA tersebut. Di semester pertama setelah

penerimaan rapor saya sangat terkejut melihat hasil selama satu semester, saya hanya

mendapat peringkat 8 dari 32 siswa. Saat menduduki bangku SMA saya mengikuti

kegiatan ekstrakulikuler volly. Setiap sore kami berlatih dan menghabiskan wanktu

dengan canda tawa dengan teman-teman.

Kenaikan kelas pun tiba, saya mengambil jurusan IPA. Saya mendapatkan kelas

IPA 2. Dimana menurut saya di sana persaingan dalam belajar sangat berat. Setelah

satu semester saya mendapat peringkat yang baik. Saya mendapat peringkat 7. Cukup

bangga dengan prestasi tersebut karena di kelas XI IPA 2 saya bergabung dengan

teman-teman yang tentunya sangat pintar, yang sebelumnya meraih peringkat 1,2 3

bahkan juara umum.

Dikelas XII kami di suruh membuat miniatur rumah sendiri, saat itu miniatur

rumah yang saya buat mendapat pujian dari guru, tentunya saya sangat senang dengan
hal itu. Dan guru pun menyuruh agar saya membuatkan kotak kaca untuk hasil karya

saya tersebut. Tiga tahun berlalu dengan cepat, dan tibalah waktu ujian nasional, ujian

yang menentukan kelulusan kita setelah 3 tahun menuntut ilmu. Ujian nasional yang

menjadi momok bagi saya alhamdulillah bisa dilalui dengan hasil yang memuaskan.

Saya dinyatakan lulus. Perjuangan belum selesai kawan. Perjuangan unntuk masuk

ke perguruan tinggi. Saya mengikuti PBUD dimana saya mendaftar di Universitas

Riau. Tetapi Allah belum mengabulkannya. Saya juga mengikuti SNMPTN

Undangan dengan memilih Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau. Jurusan yang

saya pilih yaitu pendidikan kimia, matematika. Setelah pengumuman kelusasan saya

dinyatakan lulus di Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau. Terima kasih kepada

kedua orang tua yang selalu mendoakan saya dan kepada Allah SWT.

Sekarang saya sedang menempuh pendidikan S1 Pendidikan Kimia di

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Sekarang saya sudah semester

enam, tak terasa waktu begitu cepat berlalu.. Harapan saya semoga saya bisa

mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Semua itu tidak akan terkabul tanpa

DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal). Saya akan terus berusaha demi sebuah

kesuksessan saya dari sekarang dan untuk masa depan yang akan datang.