Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENGENALAN AWAL (SETTING THE STAGE)

Apa Itu Komunikasi? (Thinking About Communication: Definitions, Models and


Ethics).

A. Mendefinisikan Komunikasi.

Komunikasi; merupakan proses sosial di mana individu-individu


menggunakan symbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan
makna dalam lingkungan mereka.

Lima (5) istilah kunci dalam perspektif komunikasi yaitu: sosial, proses,
symbol, makna dan lingkungan.

1. Komunikasi secara sosial (social), adalah komunikasi selalu melibatkan


manusia serta interaksi. Artinya, komunikasi selalu melibatkan dua orang,
pengirim dan penerima. Ketika komunikasi dipandang secara sosial,
komunikasi selalu melibatkan dua orang yang berinteraksi dengan
berbagai niat, motivasi dan kemampuan.
2. Komunikasi sebagai proses (process), hal ini berarti komunikasi bersifat
kesinambungan dan tidak memiliki akhir. Komunikasi juga dinamis,
kompleks, dan senantiasa berubah. Selain itu, karena komunikasi
merupakan proses, banyak sekali yang dapat terjadi dari awal hingga
akhir dari sebuah proses pembicaraan. Orang-orang dapat memiliki sikap
yang sama sekali berbeda ketika sebuah diskusi dimulai.
3. Komunikasi sebagai symbol (symbol) adalah sebuah label arbitrer atau
representasi dari fenomena. Kata symbol adalah symbol untuk konsep dan
benda, misalnya; kata cinta merepresentasikan sebuah ide mengenai
cinta; kata kursi merepresentasikan benda yang kita duduki. Label dapat
bersifat ambigu, dapat berupa verbal dan nonverbal, dan dapat terjadi
dalam komunikasi tatap muka dan komunikasi dengan menggunakan
media. Simbol juga terdiri dari dua jenis; (1) Simbol konkret (concrete
symbols); symbol yang merepresentasikan benda atau sebuah objek; (2)
symbol abstrak (abstract symbols); symbol yang merepresentaskan
sebuah ide atau pemikiran.
4. Makna juga memegang peranan penting dalam definisi komunikasi. Makna
adalah yang diambil orang dari suatu pesan. Dalam episode-episode
komunikasi, pesan dapat memiliki lebih dari satu makna dan bahkan

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
berlapis-lapis makna. Judith Martin dan Tom Nakayama (2002)
menyatakan bahwa makna memiliki konsekuensi budaya. Contohnya;
Orang Amerika pada umumnya tidak menyukai hari Senin, hari pertama
dalam satu minggu, dan menyukai hari Jumat. Martin dan Nakayama
menegaskan bahwa ungkapan seperti TGIF (Thanks God Its Friday-
Syukurlah Ini Hari Jumat), tidak akan mengomunikasikan makna yang
sama pada semua orang.
5. Lingkungan (environment) adalah situasi atau kondisi di mana komunikasi
itu terjadi. Lingkungan terdiri dari beberapa lemen seperti; waktu, tempat,
periode sejarah, relasi, dan latar belakang budaya pembicara dan
pendengar. Lingkungan juga dapat dihubungkan. Maksudnya, komunikasi
dapat terjadi dengan adanya bantuan dari teknologi. Misalnya; komunikasi
yang difasilitasi oleh media seperti;email, facebook, chat room atau
internet.

B. Memperdebatkan Niat: Apakah Anda Bersungguh-


sungguh?

Beberapa peneliti dalam bidang komunikasi mendukung pandangan bahwa


hanya perilaku yang disengaja saja yang komunikatif. Contohnya; Greald
Miler dan Mark Steinberg (1975) menginterpretasikan proses komunikasi
sebagai berikut: Kami telah memutuskan untuk membatasi diskusi
mengenai komunikasi pada transaksi simbolik yang disengaja: mereka yang
berada pada satu pihak mengirimkan pesan pada pihak lainnya dengan
tujuan untuk mengubah perilaku orang tersebut. Karenanya dalam definisi
kami, niat untuk berkomunikasi dan niat untuk memengaruhi merupakan hal
yang sama. Apabila tidak ada niat, tidak ada pesan (hal.15).

Perdebatan dalam mengintepretasikan apa yang menyusun suatu peristiwa


komunikasi merupakan pokok bahasan utama bagi para peneliti bertahun-
tahun yang lalu. Di awal 1950-an, sekelompok peneliti bertemu di Palo Alto,
California, untuk kolaborasi dalam pendekatan baru terhadap komunikasi
manusia. Para peneliti ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk
psikiatri, antropologi, dan komunikasi. Diantara banyak temuan yang muncul
dari makalah-makalah penelitian, yang menonjol adalah asumsi bahwa Anda
tidak dapat tidak berkomunikasi (Watzlawik, et. Al., 1967). Pemikiran ini
mencerminkan ide bahwa semua hal dapat dikategorikan sebagai
komunikasi. Menurut Ti Palo Alto (Palo Alto Team), ketika dua orang sedang
Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena mereka tidak
dapat tidak berperilaku.

C. Model Suatu pemahaman: Komunikasi Sebagai aksi,


Interaksi, dan Transaksi

Teoritikus komunikasi menciptakan model-model (models), atau representasi


sederhana dari hubungan-hubungan kompleks di antara elemen-elemen
dalam proses komunikasi, yang mempermudah kita untuk memahami proses
yang rumit.

Walaupun banyak model komunikasi, di sini akan dibahas tiga yang paling
utama:

1. Model Komunikasi Sebagai Aksi: Model Linear;

Pandangan satu arah mengenai komunikasi yang berasumsi bahwa pesan


dikirimkan oleh suatu sumber melalui penerima melalui saluran.
Pendekatan pada komunikasi manusia ini terdiri atas beberapa elemen
kunci, seperti; sumber (source), atau pengirtim pesan, mengirimkan pesan
(message) pada penerima (receiver) yang akan menerima pesan tersebut.
Si penerima adalah orang yang akan engartikan pesan tersebut. Semua
dari komunikasi itu terjadi dalam sebuahsaluran (Channel), yang
merupakan jalan untuk berkomunikasi. Saluran biasanya berhubungan
langsung dengan indra penglihatan, perasa, penciuman, dan
pendengaran. Jadi, anda menggunakan saluran visual ketika anda melihat
teman sekamar Anda, dan Anda menggunakan saluran tactile (persepsi
secara nyata) ketika memeluk orang tua Anda.

Komunikasi juga melibatkan gangguan (noise), yang merupakan semua


hal yang tidak dimaksudkan oleh sumber informasi. Ada 4 jenis
gangguan.Pertama, gangguan semantic (semantic noise) berhubungan
dengan slang, jargon, atau bahasa-bahasa spesialisasi yang digunakan
secara perseorangan atau kelompok. Misalnya saja; ketika sala satu dari
kami menerima laporan medis dari dokter mata, kata-kata yang muncul
adalah ocular neuritis, dilated funduscopic examination, dan papillary
conjunctival changes. Ini adalah contoh gangguan semantic karena di
luar komunitas kedokteran, kata-kata ini memiliki sedikit atau bahkan
tidak memiliki makna sama sekali, apalagi bahasa yang digunakan adalah
Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
bahasa inggris. Kedua, gangguan fisik (eksternal)-
physical (external) noise; yang berada di luar penerima. Ketiga, gangguan
psikologis (psychological noise) merujuk pada prasangka, bias, dan
kecenderungan yang dimiliki oleh komunikator terhadap satu sama lain
atau terhadap pesan itu sendiri. Terakhir, gangguan fisiologis
(physiological noise)adalah gangguan yang bersifat biologis terhadap
proses komunikasi. Gangguan semacam ini akan muncul apabila Anda
sebagai pembicara sedang sakit, lelah atau lapar.

Walaupun pandangan mengenai proses komunikasi ini sangat dihargai


beberapa tahun lalu, pendekatan ini sangat terbatas untuk beberapa
alasan.Pertama, model ini berasumsi bahwa hanya ada satu pesan dalam
proses komunikasi. Kita semua pasti dapat mengingat saat-saat tertentu
di mana kita mengirimkan lebih dari satu pesan
sekaligus. Kedua, sebagaimana telah dipelajari sebelumnya, komunikasi
tidak memiliki awal dan akhir yang jelas. Model Shannon dan Weaver
didasarkan pada orientasi yang mekanistik. Selain itu, beranggapan
bahwa komunikasi terjadi hanya ketika satu orang berbicara pada orang
lainnya terlalu menyederhanakan proses komunikasi yang kompleks.

2. Model Sebagai Interaksi: Model Interaksional

Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau


penerima. Tentu saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit
terhadap partisipan-partisipan dalam proses komunikasi. Oleh karenanya,
Wilbur Schramm (1954) mengemukakan bahwa kita juga harus
mengamati hubugan antara seorang pengirim dan penerima. Ia
mengonseptualisasikan model komunikasi interaksional (interactional
model of communication), yang menekankan proses komunikasi dua arah
di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung
dua arah; dari pengirim kepada penerima dan dari penerima kepada
pengirim.

Satu elemen yang penting bagi model komunikasi interaksional


adalahumpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.
Umpan balik dapat berupa verbal atau nonverbal, sengaja atau tidak
sengaja. Umpan balik; komunikasi yang diberikan pada sumber pesan oleh
penerima pesan untuk menunjukkan pemahaman (makna). Elemen

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
terakhir dalam model interaksional adalah bidang pengalaman (field of
experience) seseorang, atau bagaimana budaya, pengalaman dan
keturunan seseorang mempengaruhi kemampuannya untuk
berkomunikasi dengan satu sama lain. Setiap orang membawa bidang
pengalaman yang unik dalam tiap episode komunikasi, dan pengalaman-
pengalaman tersebut sering kali mempengaruhi komunikasi yang
terjadi. Sebagai contohnya, ketika dua orang saling mengenal dan mulai
berkencan, mereka akan secara mutlak membawa bidang pengalaman
mereka ke dalam hubungan ini.

3. Komunikasi Sebagai Transaksi: Model Transaksional

Model komunikasi transaksional (transactional model of communication)


(Barnlund, 1970) menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan
yang berlangsung secara terus menerus dalam sebuah episode
komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional berarti mengatakan bahwa
proses tersebut kooperatif; pengirim dan penerima sama-sama
bertanggung jawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang
terjadi. Dalam model ini, satu pesan dibangun dari pesan sebelumnya;
karena itu ada ketergantungan antara masing-masing komponen
komunikasi. Model transaksional juga juga berasumsi bahwa saat kita
secara terus menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan
baik dengan elemen verbal maupun nonverbal dari pesan tersebut.
Dengan kata lain, para komunikator menegosiasikan
makna. Contohnya; ketika seorang teman bertanya mengenai latar
belakang keluarga Anda, Anda mungkin akan menggunakan istilah yang
tidak dimengerti oleh teman Anda. Ia mungkin akan mengerutkan
dahinya, menunjukkan ketidakpahamannya akan kata yang anda gunakan.
Menanggapi hal ini, hampir pasti Anda akan segera menjelaskan istilah
yang tidak dimengerti oleh teman Anda.

D. Tantangan Dalam Komunikasi: Percakapan Dapat


MenjadiMurahan (dan Kejam)

Pada titik ini, Anda mungkin telah memiliki pandangan bahwa komunikasi
dapat meneylesaikan hamper semua masalah dalam masyarakat kita. Hal ini
tidak mengherankan. Banyak buku laris menghasilkan jutaan dolar dengan
mengemukakan ide bahwa komunikasi adalah ramuan ajaib yang dapat
Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
menyembuhkan segala permasalahan dalam kehidupan. Para peneliti juga
memfokuskan penelitian mereka pada hubungan yang sehat dan
memuaskan, dan sering kali melupakan fakta bahwa beberapa hubungan
dapat menjadi tidak sehat dan tidak menyenangkan (Cupach & Spitzberg,
1994).

Dalam tahun-tahun belakangan ini, peneliti dan teoritikus komunikasi mulai


mempertanyakan apakah benar semua komunikasi menyenangkan, rasional,
penuh pemikiran, dan tulus. Para peneliti (Cupach & spitzberg, 2004;
Spitzberg & Cupach, 1998), menciptakan sebuah istilah sisi gelap untuk
merujuk pada proses komunikasi yang negative dan merendahkan. Para
peneliti mulai meneliti area ini karena jelas sekali bahwa tidak semua
komunikasi atau hubungan menyenangkan dan menguntungkan satu sam
lain. Sebagaimana dikatakan Steve Duck (1994) bahwa dalam hubungan
antarpribadi, kita mungkin saja dikecewakan, dikhianati, dan merasa
tertekan. Akhirnya, mempelajari komunikasi negative akan membantu
kita secara pribadi dalam percakapan kita dengan lain.

E. Etika Dan Komunikasi

Dalam bagian ini, kita mempelajari etika (ethics), atau persepsi akan benar
atau salahnya suatu tindakan atau perilaku. Etika adalah merupakan suatu
tipe pembuatan keputusan yang bersifat moral (Englehardt, 2001), dan
menentukan apa yang benar atau salah dipengaruhi oleh peraturan dan
hukum yang ada dalam masyarakat. Kita mulai bertanya mengapa kita perlu
memahami etika, kemudian menjelaskan hubungan etika dengan
masyarakat, dan akhirnya menjelaskan keterkaitan antara etika dan teori
komunikasi.

Mengapa mempelajari etika? Jawaban terhadap pertanyaan ini mungkin


dapat berupa pertanyaan lain: mengapa tidak mempelajarinya? Etika
melampaui segala cara kehidupan dan melampaui gender, ras, kelas sosial,
identitas seksual, agama dan kepercayaan. Dengan kata lain, kita tidak
dapat menghindari prinsip-prinsip etis dalam kehidupan kita. Donald Wright
(1996) berpendapat bahwa etika merupakan bagian dari perkembangan
umat manusia, dan seiring dengan bertambahnya usia kita, kode moral kita
juga mengalami perubahan menuju kedewasaan. Elaine Englehardt (2001)
mengamati bahwa kita tidak menciptakan system etika kita sendiri (hal.2),

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
yang berarti bahwa kita biasanya mengikuti kode budaya dan moralitas. Dari
sudut pandang komunikasi, isu-isu mengenai etika muncul ke permukaan
setiap kali pesan-pesan memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi orang
lain.

Contoh-contoh Pengambilan Keputusan dengan Mempertimbangkan Etika di


Amerika Serikat :

INSTITUSI CONTOH-CONTOH ISU YANG BERKAITAN DENGAN ETIKA


Bisnis dan Industri Apakah CEO harus diberikan kenaikan gaji dalam perusahaan
yang tidak menguntungkan?
Agama Apakah perkawinan sesama jenis dapat dianggap bermoral?
Dunia Hiburan Apakah mempertunjukkan kekerasan dalam film mendorong
kekerasan dalam masyarakat?
Apakah Hollywood harus menyusun nilai-nilai moral?
Pendidikan Berkelanjutan Apakah siswa harus diberikan kredit atas pengalaman
hidupnya (misalnya; pengalaman kerja)?
Apakah uang sekolah mahasiswa diberikan kepada kelompok
politis dalam kampus?
Kedokteran Apakah perusahaan obat harus bertanggung jawab atas
contoh obat?
Apakah dokter harus diberikan izin untuk mengakhiri hidup
pasien?
Teknologi Apakah situs-situs Internet harus mempertanggung jawabkan
isinya?
Siapa yang harus mengawasi situs-situs web yang ditujukan
untuk anak-anak?

F. Pentingnya Memahami Teori Komunikasi

Selain dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis Anda, mempelajari


teori komunikasi juga akan membantu Anda untuk mengapresiasi banyaknya
penelitian yang dilakukan dalam berbagai macam bidang ilmu. Apakah Anda
berasal dari jurusan komunikasi, psikologi, pendidikan, ilmu politik, atau
bisnis, Anda akan melihat bahwa teori-teori yang ada dalam buku ini
merupakan hasil pemikiran, tulisan dan penelitian orang-orang intelektual
yang berasal dari bidang ilmu yang beragam. Misalkan saja, apabila Anda
membaca lebih lanjut Teori Dialektika rasional (Rational Dialectics Theory,
BAB 12), anda akan melihat bahwa banyak prinsip dalam teori ini yang
berasal dari filsafat.

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
Teori Groupthink Bab 14, kita akan melihat bahwa pembuatan kebijakan
asing mendorong tercetusnya teori ini. Teori Negosiasi Muka (face-
Negotiation Theory) menunjukkan bahwa para pencetusnya dipengaruhi
oleh penelitian dalam bidang sosiologi. Memahami teori komunikasi juga
akan membantu Anda untuk memahami pengalaman hidup Anda. Hampir
mustahil menemukan teori dalam buku ini yang tidak berhubungan dengan
kehidupan Anda atau orang-orang di skitar Anda. Teori komunikasi
membantu Anda memahami orang lain, media, dan berbagai kejadian, serta
membantu Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendasar.
Apakah Anda pernah mempertanyakan mengapa pria dan wanita berbicara
dengan gaya yang berbeda? Membaca Teori Kelompok Diam (Muted Group
Theory, Bab 22 dan di Buku 2) akan membantu Anda memahami hal ini.
Peranan apakah yang dimainkan oleh teknologi dalam masyarakat? Teori
Ekologi Media (Media Ecology Theory, Bab 25 di Buku 2)akan menjawab
pertanyaan ini. Dan apa yang terjadi ketika seseorang berdiri terlalu dekat
dengan Anda ketika berbicara? Teori Pelanggaran Harapan (Expectancy
Violations Theory, Bab 8) akan menjelaskan tipe perilaku ini.

Sejauh ini, kami melihat bahwa mempelajari teori komunikasi akan


membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis Anda, menunjukkan
pentingnya penelitian antarbidang Ilmu, dan membantu Anda dalam
memahami dunia sekitar anda. Satu alasan terakhir untuk mempelajari teori
komunikasi mungkin adalah alasan terpenting dalam hidup Anda,
pemahaman akan diri Anda sendiri. Mempelajari siapa Anda, bagaimana
anda berperan dalam masyarakat, pengaruh yang Anda berikan kepada
orang lain, sejauh mana Anda dipengaruhi oleh media, bagaimana Anda
berperilaku dalam situasi-situasi yang berbeda, dan apa yang memotivasi
pengambilan keputusan Anda hanyalah beberapa pokok bahasan yang
terkandung dalam teori-teori yang diperkenalkan dalam buku ini. Teori-teori
komunikasi ini tidak menawarkan jawaban instan atas pertanyaan-
pertanyaan yang sulit. Sebaliknya, teori-teori ini menawarkan dasar yang
diperlukan dalam memahami diri Anda lebih lanjut.

Kesimpulan

Dalam Bab ini proses komunikasi diperkenalkan kepada anda. Diberikan juga
definisi komunikasi dan pembahasan mengenai perdebatan yang memunculkan
kontroversi dalam bidang ilmu komunikasi. Kemudian, dibahas juga tiga model
Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
komunikasi yang masih bertahan hingga kini; model linear, interaksional, dan
transaksional. Aspek-aspek negative dalam proses komunikasi juga dipaparkan.
Etika dan hubungannya dengan teori komunikasi juga dibahas. Dan akhirnya,
beberapa alasan pentingnya mempelajari teori komunikasi ditunjukkan. Dan
ketika membaca banyak teori dalam buku ini, Anda akan dapat melihat
komunikasi dari kacamata-kacamata yang berbeda.

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
BAB II

MEMBINGKAI MASA LALU DAN MASA KINI KITA (THINKING ABOUT THE
FIELD : TRADITIONS AND CONTEXTS).

A. Organisasi Penelitian Dalam Bidang Komunikasi

Penulis Willa Cather berpendapat bahwa komunikasi berawal dari dalam hati
tiap pria dan wanita. Walaupun banyak peneliti menelusuri bidang ilmu
komunikasi hingga ke peradaban Yunani dan Romawi, sebenarnya versi
modern dimulai sekitar tahun 1900 seiring dengan perkembangan kels-kelas
public speaking. Dalam Bab ini dimulai dengan menelusuri evolusi salah satu
organisasi tertua yang khusus mendedikasikan diri kepada ilmu komunikasi,
yaitu; Asosiasi Komunikasi Nasional (Nationan Communication Association---
NCA). Sejarah perkembangan bidang komunikasi tidak akan lebih lanjut
karena keterbatasan tempat, tetapi informasi mengenai hal ini bisa diperoleh
dari banyak sumber lain (lihat Friedrich & Boileau, 1999; Rogers, 1994;
Rogers & Chaffee, 1983).

Tabel. Divisi-Divisi dalam National Communication Association:

Budaya dan Komunikasi Afrika Amerika Kajian Komunikasi Kaum


Homoseksual/Lesbian/Transgender
Kajian Amerika Komunikasi Kelompok
Komunikasi terapan Komunikasi dalam Bidang Kesehatan
Argumentasi dan Forensik Komunikasi Manusia dan Teknologi
Kajian Komunikasi Asia/Amerika fasifik Pengembangan Instruksional
Kuliah Dasar Komunikasi Lintas Budaya dan Internasional
Komunikasi dan Usia Lanjut Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi dan Masa Depan Interaksi Bahasa dan Sosial
Komunikasi dan Hukum Kajian Komunikasi Latin
Komunikasi dan Kognisi Sosial Komunikasi Massa
Kecemasan dan Penghindaran dalam Komunikasi Komunikasi Organisasi
Evaluasi Komunikasi Komunikasi Perdamaian dan Konflik
Kebutuhan Komunikasi Mahasiswa yang Beresiko Studi Kinerja
Kajian Budaya Komunikasi Politik
Komunikasi Lingkungan Berbicara di Depan Publik
Etnografi Hubungan Masyarakat
Pembelajaran Empiris dalam Komunikasi Teori Komunikasi dan Retorik
Komunikasi Keluarga Semiotika dan Komunikasi
Kajian Wanita dan Feminis Komunikasi Spiritual
Kebebasan Mengemukakan Pendapat Teater
Pelatihan dan Pengembangan
Komunikasi Visual

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
B. Konteks Komunikasi
(1) Komunikasi Intrapribadi (intrapersonal communication) adalah proses
komunikasi yg terjadi dalam diri seseorang. Yang menjadi pusat perhatian
disini adalah bagaimana jalannya proses pengolahan informasi yg dialami
seseorang melalui sistem syaraf dan inderanya.
(2) Komunikasi Antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi
antar perorangan dan bersifat pribadi, baik yg secara langsung (tanpa
medium) ataupun tidak langsung (melalui medium).
(3) Komunikasi Kelompok (group communication); memfokuskan
pembahasannya pada interaksi di antara orang - orang di dalam kelompok
- kelompok kecil. Komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasi antar
pribadi. Teori - teori komunikasi kelompok antara lain membahas tentang
dinamika kelompok, efisiensi, dan efektivitas penyampaian informasi
dalam kelompok, pola dan bentuk interaksi, serrta pembuatan keputusan.
(4) Komunikasi Organisasi (organizational communication); menunjuk pada
pola dan bentuk komunikasi yg terjadi dalam konteks dan jaringan
organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk - bentuk komunikasi
formal dan informal.
(5) Komunikasi Publik (Public Communication)adalah komunikasi yang
dilakukan oleh seorang kepada sejumlah orang yang berbeda latar
belakang kebudayaan dalam situasi pertemuan (rapat, seminar, lokakarya,
symposium, dan sebagainya). Komunikasi public mengutamakan
pengalihan pesan yang tersusun secara baik, misalnya tertulis maupun
lisan yang dimulai dengan proses satu arah kemudian dibuka dialog
antara pembicara dengan audiens.
(6) Komunikasi Massa (mass communication) adalah komunikasi melalui
media massa yg ditujukan kepada sejumlah khalayak yg besar. Proses
komunikasi massa melibatkan aspek - aspek komunikasi intrapribadi,
komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, dan komunikasi
organisasi. Teori komunikasi massa umumnya memfokuskan perhatiannya
pada hal - hal yg menyangkut struktur media, hubungan media dan
masyarakat, hubungan antar media dan khalayak, aspek - aspek budaya
dari kmunikasi massa, serta dampak atau hasil komunikasi massa
terhadap individu.

Kesimpulan

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
Bab ini telah memberikan sejarah singkat mengenai awal mula bidang ilmu
komunikasi. Pertama-tama didiskusikan mengenai bagaimana Nasional
Communication Associationterbentuk dan dikembangkan, kemudian dibahas lima
pelopor yang telah membentuk disiplin ilmu komunikasi modern. Kemudian
dipaparkan konteks-konteks utama dalam komunikasi intrapersonal,
interpersonal, kelompok kecil, organisasi, public, massa dan lintas budaya. Saat
Anda membaca teori-teori dalam buku ini, Anda akan melihat bahwa banyak dari
mereka termasuk dalam salah satu kategori ini, walaupun ada juga yang dapat
dikategorikan ke dalam beberapa kategori sekaligus.

Anda sekarang sudah dapat memahami uniknya disiplin ilmu komunikasi. Ketika
Anda membaca Bab berikutnya mengenai pembentukkan teori, Anda akan mulai
menghubungkan proses komunikasi dengan proses pembentukkan teori. Bab-
Bab awal ini memberikan dasar yang penting bagi Anda sebelum mendalami
teori-teori yang akan dibahas dalam buku ini.

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
BAB III

BERPIKIR MENGENAI TEORI (THINKING ABOUT THEORY AND RESEARCH).

A. Mendefinisikan Teori: Apalah Artinya Sebuah Nama?

Secara umum, teori (theory) adalah sebuah system konsep abstrak yang
mengindikasikan adanya hubungan di antara konsep-konsep tersebut yang
membantu kita memahami sebuah fenomena. Stephen Littlejohn and Karen
Foss (2005) menyatakan bahwa system yang abstrak ini didapatkan dari
pengamatan yang sistematis. Tahun 1986, Jonathan H. Turner mendefinisikan
teori sebagai sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita
menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.(hal. 5).
Definisi ini berfokus pada sifat dasar dari pemikiran teoritis tanpa
menjelaskan dengan terperinci apa hasil yang mungkin muncul dari
pemikiran ini.

William Doherty dan koleganya (1993) telah mengelaborasi definisi yang


dikemukakan oleh Turner dengan menyatakan ide bahwa teori adalah
merupakan proses dan produk: berteori merupakan proses mengorganisasi
dan merumuskan ide secara sistematis untuk memahami fenomena tertentu.
Sebuah teori merupakan seperangkat ide yang saling berhubungan yang
muncul dari proses tersebut (hal. 20).

Pencarian definisi teori yang dapat diterima secara universal sangatlah sulit,
jika bukan merupakan tugas yang mustahil. Ketika mencoba mendefinisikan
teori, sebagaimana diamati oleh D.C. Phillips (1992), tidak ada pemakaian
yang benar-benar tepat, tetapi kita dapat berusaha untuk menggunakan
kata-kata tersebut secara konsisten dan menandai hal-hal yang kita anggap
penting (Hal. 121).

Tingkat Generalitas:
1. Teori dalam arti luas (grounded theory);
Teori yang berusaha untuk menjelaskan semua fenomena seperti
komunikasi.
2. Teori dalam arti menengah (mid-range theory);
Teori yang berusaha untuk menjelaskan suatu aspek tertentu dari sebuah
fenomena seperti komunikasi. Teori dalam konteks menengah ini

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
menjelaskan sebuah fokus pada aspek perilaku komunikasi. Contoh: teori
pengurangan ketidakpastian.

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
3. Teori sempit (narrow theory);
Teori yang berusaha menjelaskan suatu aspek yang terbatas dari suatu
fenomena seperti komunikasi. Atau lebih menekankan pada orang-orang
tertentu pada situasi tertentu pula. Contoh: aturan2 komunikasi yang
relevan ketika kita ada di dalam sebuah lift.

Komponen Teori terdiri dari:


1. Konsep (concept) adalah kata-kata atau istilah yang memebrikan label
elemen paling penting yang ada dalam sebuah teori. Konsep dapat
berupa konsep nominal adalah konsep-konsep yang tidak dapat diamati,
seperti demokrasi atau cinta. Konsep nyataadalah konsep yang dapat
diamati, seperti ritual pribadi atau jarak spasial.
2. Hubungan (relationships) adalah cara-cara di mana konsep-konsep dalam
sebuah teori dikombinasikan.

Tujuan Teori:
Dalam arti luas, tujuan dari teori dapat termasuk; menjelaskan, memahami,
melakukan prediksi dan mendorong perubahan sosial.
Dalam arti sempit, tujuan dari teori dapat memabntu kita menjawab
pertanyaan mengapa dan bagaimana mengenai pengalaman komunikasi kita.

Hubungan Antara Teori dan Pengalaman


Paradigma; tradisi intelektual yang mendasari teori-teori tertentu.
Tradisi intelektual adalah cara melihat dunia, atau cara berpikir secara umum
yang dimiliki bersama dalam kelompok ilmuwan.
Tradisi intelektual mempengaruhi nilai, tujuan dan gaya penelitian ilmuwan,
dan tradisi tersebut mempengaruhi kerja para peneliti.

Paradigma berkisar pada tiga area, yang mewakili tiga pertanyaaan filosofis
yang berkaitan dengan penelitian:
1. Ontologi (ontology); mepertanyakan mengenai sifat dari realita.
2. Epistemologi (epistemology); mempertanyakan bagaimana kita
mengetahui sesuatu.
3. Aksiologi (axiology); mempertanyakan mengenai apa yang layak untuk
diketahui

Metateori (teori mengenai teori):

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
Ketika seorang peneliti berusaha untuk menciptakan teori, mereka
dituntut oleh metateori; teori mengenai bagaimana membentuk teori.

Tiga cakupan Metateori tradisional:


1. Pendekatan cakupan hukum; kerangka metateoris yang menyatakan
bahwa teori-teori harus mengikuti format jika-maka dan harus berupa
pernyataan yang bersifat universal dan tidak bervariasi. Adapun atribut
peendekatan cakupan hukum adalah hipotesis. Hipotesis adalah prediksi
yang dapat diuji mengenai antara konsep-konsep yang mengikuti prediksi
umum yang dibuat oleh sebuah teori.
2. Pendekatan aturan; adalah sebuah kerangka metateoris yang menyatakan
bahwa teori-teori seharusnya mengikuti sebuah format yang melibatkan
aturan pada konteks yang diberikan dan harus mengakui adanya variasi
situasi, budaya dan waktu. Pendekatan aturan ini terdiri dari; (a)
gerakan; perilaku yang bersifat stimulus-respons. (b) Tindakan; respons
pilihan yang disengaja. (c) Aturan kebiasaan; adalah aturan yang
ditentukan oleh seorang yang memiliki otoritas dan tidak dapat
dinegosiasikan. (d) Aturan Parametrik; adalah aturan-aturan yang
ditentukan oleh seseorang yang memiliki otoritas tetapi masih bisa
dinegosiasikan. (e) Aturan taktis; adalah aturan tidak tertulis yang
digunakan untuk mencapai tujuan personal atau interpersonal.
3. Pendekatan sistem; adalah kerangka metateoris yang menyatakan bahwa
teori-teori harus mengikuti sebuah format yang memetakan unsur-unsur
sistemik sebuah fenomena; serta berpendapat bahwa orang memiliki
kehendak bebas, yang terkadang terikat oleh faktor-faktor sistemik.
Pendekatan sistem ini terdiri dari; (a) Keutuhan;properti fundamental dari
teori sistem yang menyatakan bahwa sistem lebih dari sekedar
penjumlahan dari bagian-bagian tersendiri. (b) Saling ketergantungan;
adalah properti dari teori sistem yang menyatakan bahwa elemen-elemen
sebuah sistem saling berhubungan. (c) Hirarki; adalah properti dari teori
sistem yang menyatakan bahwa sistem terdiri atas banyak tingkatan. (d)
Batasan; yakni properti dari sistem yang menyatakan bahwa sistem-
sistem membentuk beberapa struktur yang membatasi dirinya sendiri. (e)
Kalibrasi; properti dari sistem yang menyatakan bahwa sistem yang
menyatakan bahwa sistem memeriksa secara periodik skala dari perilaku
yang diperbolehkan dan menyetel ulang sistem. (f) Umpan balik;
subproses kalibrasi; informasi yang memungkinkan perubahan di dalam

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
sistem. (g) Ekuifinalitas; adalah properti dari teori sistem yang mentakan
bahwa sistem dapat mencapai tujuan-tujuan yang sama melalui cara-cara
yang berbeda.

B. Mengevaluasi Teori Komunikasi: Lebih Dekat Lebih


Singkat
1. Ruang Lingkup; adalah kriteria untuk mengevaluasi teori; merujuk pada
luasnya perilaku komunikasi yang dicakup dalam teori tersebut
2. Konsistensi logis; kriteria untuk mengevaluasi teori; merujuk pada logika
internal di dalam pernyaan-pernyataan teoritis.
3. Parsimoni; adalah kriteria mengevaluasi teori; merujuk pada
kesederhanaan penjelasan yang diberikan oleh teori tersebut.
4. Kegunaan; kriteria untuk mengevaluasi teori; merujuk pada kegunaan
teori atau nilai praktisnya.
5. Keterujian; adalah kriteria untuk mengevaluasi teori; merujuk pada
kemampuan kita untuk menguji keakuratan dari klaim-klaim sebuah teori.
6. Heurisme; kriteria untuk mengevaluasi teori; merujuk pada jumlah
penelitian dan pemikiran baru yang ditimbulkan oleh teori tersebut.
7. Pengujian Waktu Berlaku; adalah kriteria untuk mengevaluasi teori;
meruuk pada ketahanan suatu teori seiring berjalannya waktu.

Kesimpulan
Bab ini memperkenalkan konsep teori dan kegunaannya untuk mempelajari
perilaku komunikasi. Definisi awal teori telah diberikan dan beberapa tujuan teori
sekaligus berhubungan antara teori dan pengalaman juga dibahas. Kerangka
untuk teori, yang terdiri atas tradisi intelektual dan paradigm juga dibahas.
Gambaran secara detail mengenai tiga perspektif metateori diberikan, dan
disediakan juga criteria-kriteria untuk mengevaluasi teori akan Anda temukan
dalam buku ini. Saat kita berusaha untuk memahami komunikasi, kita
menggunakan teori untuk membantu kita mengatur informasi yang berasal dari
suatu penelitian.
Namun, kita harus menyadari keterbatasan dari teori. Interaksi komunikasi terdiri
atas banyak cara pandang, dan teori hanya menjelaskan sebagian dari
kehidupan social yang kompleks.

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
BAB IV
MEMAHAMI PROSES PENELITIAN (AS WE BEGIN)

A. Proses Tradisional
a) Metode Ilmiah; adalah metode tradisional dalam melakukan penelitian
termasuk di dalamnya usaha untuk melakukan control terhadap
pengamatan dan analisis untuk menguji prinsip-prinsip sebuah teori.
b) Logika deduktif; bergerak dari sesuatu yang sifatnya umum ke sesuatu
yang spesifik.
c) Logika Induktif; bergerak dari sesuatu yang sifatnya spesifik ke sesuatu
yang umum.
d) Grounded Theory; teori yang didapatkan dari pengumpulan data dan
analisis dalam sebuah penelitian.
e) Penelitian Murni; penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan
pengetahuan.
f) Penelitian Terapan; penelitian yang dilakukan untuk memecahkan
masalah/merumuskan kebijakan.
g) Reliabilitas; stabilitas dan prektabilitas dari sebuah pengamatan.
h) Validitas; nilai kebenaran sebuah pengamatan.

B. Pendekatan Dalam Penelitian


1. Pendekatan Positivistik atau Empiris; adalah pendekatan yang berasumsi
akan adanya realita yang objektif dan penelitian yang bebas dari nilai.
Peneliti dalam hal ini berusaha objektif dan bekerja dalam control. Kontrol
adalah kemampuan peneliti untuk mengatur konsep-konsep penting
dalam proses penelitian.
2. Pendekatan Interpretif atau Hermeneutik; adalah pendekatan di mana
kebenaran dilihat sebagai sesuatu yang subjektif dan partisipasi peneliti
dalam penelitian sangat ditekankan.
3. Pendekatan Kritis; adalah pendekatan yang menekankan pada tanggung
jawab peneliti untuk mengubah ketidakadilan dalam kondisi status quo.

C. Metode Penelitian
1. Metode Kuantitatif; adalah metode di mana data dikonversi menjadi angka
dan ditujukan untuk dianalisis statistic.
2. Metode Kualitatif; adalah metode di mana data dinterpretasikan melalui
analisis pemaknaan.

D. Metode Pengumpulan Data


1. Survey; metode penelitian tertentu yang meminta partisipan merespons
pertanyaan tertulis. Metode ini membutuhkan pemahaman mengenai dua

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.
konsep; populasi dan sample. Populasi; semua orang dalam kategori
tertentu. Sample; sekelompok orang yang dipilih untuk mewakili populasi.
2. Eksperimen; adalah metode penelitian khusus di mana peneliti melakukan
manipulasi kondisi; sering kali dilaksanakan di dalam laboratorium. Dalam
penelitian ini peneliti disyaratkan mampu melakukan manipulasi variable
secara sistemik. Variable bebas; konsep pengamatan dan yang diduga
bervariasi sebagai akibat dari variable bebas. Variable terikat; konsep
pengamatan dan yang diduga bervariasi sebagai akibat dari variable
bebas.
3. Analisis Tekstual (dalam kualitatif); adalah metode penelitian yang
mengharuskan peneliti untuk menganalisis teks tertentu seperti pidato
kepresidenan atau film seri televise.
4. Analisis Isi; adalah teknik untuk analisis tekstual yang mengharuskan
peneliti untuk mengodekan unit-unit menjadi kategori yang pasti.

Kesimpulan
Dalam Bab ini, diperkenalkan keseluruhan logika berpikir dari sebuah penelitian,
dan didiskusikan pula hubungan antara teori dan penelitian. Diberikan juga
beberapa metode khusus yang digunakan oleh para peneliti komunikasi saat ini
untuk menyelidiki permasalahan mulai dari kasus pemerkosaan sampai
kampanye politik hingga pada titik penyelesaian konflik pada pasangan yang
mengalami tindak kekerasan dan juga mengani komunikasi antara bapak-anak.
Ketika Anda membaca berbagai penelitian berbeda yang dilakukan dengan
metodologi yang berbeda, Anda kemungkinan akan menemukan perbedaan
epistemology, aksiologi, dan ontology dalam pendekatan mereka.

Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introducing Communication Theory: Analysis
and Application)
Richard West & Lynn H. Turner.