Anda di halaman 1dari 5

AKUNTANSI KEPRILAKUAN

FAKTOR-FAKTOR KEPRILAKUAN PADA PENGANGGARAN MODAL

OLEH:
KELOMPOK 1

PUTU AGUS NADIARTA 1406305109


LUH PUTU CINTYA WIJAYANTI 1406305115
PUTU PUTRI SAWITRI 1406305128
CHRISTINA AYU MAHA DEWI 1406305161
I MADE PUTRA WIRYA BRATA 1406305189

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
REGULER/ 2017

1
A. FAKTOR-FAKTOR KEPERILAKUAN
Manajer keuangan dan akuntan manajemen terlibat secara mendalam pada
penyusunan anggaran operasional, baik dalam pengembangan anggaran maupun dalam
pelaporan kinerja operasional. Manajer keuangan dan akuntan manajemen juga terlibat
dalam proses penyusunan jenis lain dari anggaran, yaitu anggaran modal. Faktor-faktor
yang sangat memengaruhi proses penganggaran modal dan pengambilan keputusan.
Definisi Penyusunan Anggaran Modal
Penyusunan anggaran modal dan didefinisikan sebagai proses mengalokasikan
dana untuk proyek atau pembelian jangka panjang. Keputusan penyusunan anggaran
modal dibuat ketika kebutuhan untuk itu muncul dan melibatkan jumlah yang yang
relative besar, komitemen dana jangka panjang, dan ketidakpastian yang disebabkan oleh
panjangnya waktu yang terlibat dan kesulitan dalam mengestimasi variabel-variabel
pengambilan keputusan.
Karena melibatkan jumlah dana yang begitu besar, keputusan anggaran modal
yang salah dapat mengakibatkan kebangkrutan, masalah-masalah arus kas yang sulit,
atau paling tidak, kegagalan untuk mengoptimalkan operasi perusahaan. Akibatnya,
perusahaan melakukan pendekatan terhadap keputusan ini dengan serius dan terus-
menerus mencari cara untuk memperbaiki proses penyusunan anggaran modal.

Jenis dan Pentingnya Faktor-Faktor Keperilakukan dari Penyususnan Anggaran


Modal
Identifikasi dan spesifikasi atas proyek potensial memerlukan kreativitas dan
kemampuan untuk mengubah ide yang bagus menjadi suatu proyek yang praktis.
Menurut pemikiran, keputusan yang telah dipilih tersebut akan benar-benar objektif,
tetapi hal tersebut sangatlah tidak mungkin terjadi. Ketidakpastian yang melekat dalam
data yang menggambarkan suatu proyek tidak memungkinkan penerapan teknik seleksi
untuk dapat sepenuhnya objektif. Karena hasil dari teknik analisis harus diinterpretasikan
dengan hati-hati , maka kemampuan manusia untuk mempertimbangkan dan menilai
adalah faktor yang penting.

Masalah dalam Mengidentifikasi Proyek Potensial


Sebagaimana dapat dilihat, orang-orang yang terlibat dalam proses penyusunan
anggaran harus memiliki kemampuan kreatif untuk mencari dan meneliti sejumlah
proyak modal potensial yang tersedia bagi organisasi. Ketika proyek tersebut telah
diidentifikasikan, maka proyek tersebut harus dispesifikasi atau didefinisikan dengan

2
memadai, sehingga proses pertimbangan dapat terjadi. Jika variabel keputusan penting
tidak didefinisikan, maka pengambilan keputusan mengenai adanya proyek potensial
sebaiknya tidak dicoba.

Masalah Prediksi yang Disebabkan oleh Perilaku Manusia


Memproyeksikan kemulusan dan kesesuaian dari aktivitas individual maupun
kelompok aktivitas untu suatu periode selama limat sampai dua puluh tahun adalah
tindakan yang berbahaya. Perubahan keberhasilan dri suatu proyek sejalan dengan waktu
sebaiknya dipertimbangkan dalam memprediksikan data untuk pengambilan keputusan
dengan mempertimbangkan peningkatan kinerja dari karyawan yang terlibat dalam
proyek tersebut.

Masalah Manajer dan Ukuran Kinerja Jangka Pendek


Aspek keprilakuan lain dari prosedur seleksi proyek adalah bahwa metode
penilaian kinerja adalah tidak konsisten dengan metode seleksi proyeksi. Penilaian dan
kompensasi kinerja cenderung bersifat jangka pendek biasanya untuk tahun, kuartal, atau
bulan lalu. Proyek dengan kinerja yang tidak dimulai selama beberapa periode kurang
menjadi perhatian manajer tingkat bawah. Manajemen puncak sebaiknya menyadari bias
alami ini disebabkan oleh proses peninjauan kinerja. Manajer cenderung untuk memilih
proyek proyek yang mereka mulai sendiri dan akan bekerja untuk itu dengan
mengabaikan proyek-proyek yang dimulai oleh pendahulunya. Jika perputaran manajer
cukup cepat, maka tidak ada seorang pun yang dapat dianggap bertanggung jawab untuk
keberhasilan atau kegagalan dari proyek mana pun.

Masalah yang Disebabkan oleh Identifikasi Diri dengan Proyek


Manajer dapat bertahan dalam posisi mereka tanpa dipromosikan atau ditransfer.
Hal ini dapat menimbulkan kesulitan jika manajer mengidentifikasi dirinya dengan
proyek mereka pikirkan dan mereka mulai. Karena umumnya proyek diidentifikasi
dengan orang atau divisi tertentu, orang semacam itu cenderung untuk menjadi terlibat
secara pribadi dengan proyek-proyek masa lalu yang mereka pilih dan mungkinmencoba
agar proyek tersebut berhasil atau tampak berhasil setelah proyek tersebut didanai.

Pengembangan Anggota dan Proyek Modal


Dalam proses seleksi proyek, manajemen puncak harus mempertimbangkan
apakah proyek yang diusulkan baik untuk pengembangan dari si pengusul proyek
tersebut pada saat ini. Proyek tersebut mungkin saja terlalu besar bagi orang atau divisi
tersebut untuk diserap tanpa membuat mereka menjadi putus asa. Di pihak lain,

3
manajemen puncak dapat mendorong divisi untuk terlibat dalam proyek-proyek yang
secara ekonomi tidak menarik, tetapi menawarkan manfaat pelatihan karyawan yang
potensial di masa depan yang tidak dapat dikuantifikasi.

Penyusunan Anggaran Modal sebagai Ritual


Beberapa ilmuwan keperilakuan menyarankan bahwa seluruh proses penyusunan
anggaran modal adalah sebuah ritual. Mereka menyarankan bahwa hanya sedikit proyek
yang diajukan oleh manajer tingkat bawah kecuali jika usulan tersebut memiliki peluang
yang baik untuk disetujui. Terlalu banyak rasa malu dan hilang muka yang diidentifikasi
dengan proyek yang ditolak. Manajer tingkat atas biasanya menolak suatu proyek hanya
jika terdapat alasan yang sangat kuat untuk melakukannya. Ketika proses persetujuan
atas proyek tersebut naik semakin tinggi di hierarki, momentum tersebut terus
bertumbuh, sehingga keputusan akhir lebih menyerupai suatu anugerah dan bukannya
keputusan pemberian persetujuan yang rasional.

Membagi Kemiskinan
Fenomena membagi kemiskinan sering kali dampak yang penting dalam proses
penyusunan anggaran modal. Hal ini terjadi ketika tersedia lebih banyak proyek
anggaran modal yang potensial lebih menguntungkan dibandingkan dengan dana yang
tersedia untuk mendanainya, suatu kondisi yang disebut dengan rasionalisasi modal.
B. TAMPILAN RASIONAL
Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesulitan dalam mengidentifikasikan
dan memilih proyek modal dan kebutuhan akan kreatifikas dan penilaiaan manusia. Patut
juga dicatat bahwa terdapat masalah yang disebabkan oleh kesulitan dalam memprediksi
perilaku manusia dan bagaimana hal ini diperparah oleh sifat jangka panjang dari proyek
modal. Juga diamati bahwa terdapat banyak manajer yang cenderung untuk memiliki
prespektif jangka pendek karena evaluasi kinerja mmereka biasanya didasarkan pada
ukuran-ukuran jangka pendek. Hal ini dapat menghambat seleksi dan manajemen proyek
modal yang memerlukan perspektif jangka panjang.

C. SASARAN-SASARAN PERBAIKAN
Disarankan agar audit pasca-implementasi dilakukan terhadap proyek-proyek
anggaran modal. Dengan melakukan hal itu, seseorang dapat mengamati bukan hanya
kesesuaian dari suatu model pengambilan keputusan dan akurasi dari estimasi data yang

4
digunakan, melainkan juga usaha untuk mengidentifikasi berbagai faktor keperilakuan
yang memengaruhi seleksi dan proses manajemen proyek di suatu perusahaan.
Audit pasca-implementasi yang disarankan di sini sebaiknya dilakukan sebelum
akhir dari masa proyek modal tersebut dan sebaiknya mempertimbangkan kondisi-
kondisi yang berubah. Karena audit pasca-implementasi dapat dilakukan dari waktu ke
waktu dan obektif kinerja ditentukan secara periodik, maka adalah mungkin untuk
menetapkan ukuran-ukuran kinerja jangka pendek untuk proyek modal yang konsisten
dengan kinerja jangka panjang dari proyek tersebut. Hal ini memiliki dampak
menghilangkan masalah yang berkaitan dengan manajer jangka pendek. Manajer benar-
benar dievaluasi dengan ukuran-ukuran kinerja jangka pendek dan bukannya bauran
antara ukuran jangka pendek untuk operasi normal dan ukuran jangka panjang untuk
proyek modal.

DAFTAR PUSTAKA
Ikhsan, Arfan. Dan Ishak, Muhammad. 2005. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba
Empat.