Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

MANAJEMEN LABORATORIUM

PENGERTIAN , FUNGSI DAN PERAN LABORATORIUM IPA

Dibimbing Oleh:

Drs. Dermawan Afandy, M.Pd. dan Vita Ria Mustikasari S.Pd, M.Pd

Oleh :

1. Aulia Faradila Slamet (150351601052)


2. Elmayana (150351608394)
3. Diana Rahma Ayunita (150351600834)
4. Mayakrisdayanti (150351604465)
5. M. Agung Laksono G. A. (150351607322)
6. Resti Endang K.N (150351600572)

Kelompok 1
Offering B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
JANUARI 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, sebab karena rahmat dan
nikmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah Manajemen Laboratorium ini.
Pembuatan makalah ini selain bertujuan memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Manajemen Laboratorium pada Semester IV juga untuk lebih memperluas
pengetahuan para mahasiswa khususnya bagi penulis sendiri. Makalah ini
berjudul Pengertian, Fungsi dan Peran Laboratorium IPA.

Kami menyadari bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan, begitu pun


dengan kami yang masih seorang mahasiswa. Dalam pembuatan makalah ini
mungkin masih banyak sekali kekurangan-kekurang yang ditemukan, oleh
karena itu kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya, kami
mangharapkan ada kritik dan saran dari para pembaca sekalian dan semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Malang, 27 Januari 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 3

1.3 Tujuan.................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Laboratorium..................................................................... 4

2.2 Pengertian Manajemen Laboratorium................................................. 7

2.3 Fungsi Laboratorium........................................................................... 8

2.4 Peranan Laboratorium......................................................................... 9

2.5 Macam-macam laboratorium dan peranannya dalam pembelajaran...12

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .........................................................................................15

3.2 Saran....................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... iii

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan bukan sekedar memberikan pengetahuan atau nilai-nilai
atau melatihkan keterampilan. Pendidikan berfungsi mengembangkan apa
yang secara potensial atau aktual telah dimiliki peserta didik. Dalam interaksi
pendidikan peserta didik tidak selalu harus diberi atau dilatih, mereka dapat
mencari, menemukan, memecahkan masalah dan melatih dirinya sendiri.
Proses pendidikan terarah pada peningkatan penguasaan pengetahuan,
kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka
pembentukan dan pengembangan diri peserta didik.

Untuk membantu mengembangkan potensi siswa, diharapkan dalam


proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik.

Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan


dilakukan. Dalam pengertian sempit laboratorium sering diartikan sebagai
tempat yang berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap yang
didalamnya terdapat sejumlah alat dan bahan praktikum. Dalam pembelajaran
biologi laboratorium dapat berupa ruang terbuka atau alam terbuka misalnya
kebun botani. Namun dalam tulisan ini pengelolaan laboratorium hanya
dibatasi pada laboratorium berupa ruang tertutup yang ada di sekolah
menengah ke atas. Dalam pendidikan Sains kegiatan laboratorium merupakan
bagian integral dari kegiatan belajar mengajar, khususnya kimia. Hal ini
menunjukkan betapa pentingnya peranan kegiatan laboratorium untuk
mencapai tujuan pendidikan sains.

1
Woolnough & Allsop (dalam Nuryani Rustaman, 1995),
mengemukakan empat alasan mengenai pentingnya prktikum sains. Pertama,
praktikum membangkitkan motivasi belajar sains. Belajar siswa dipengaruhi
oeh motivasi siswa yang termotivasi untuk belajar akan bersunguh-sungguh
dalam mempelajari sesuatu. Melalui kegiatan laboratorium, siswa diberi
kesempatan untuk memnuhi dorongan rasa ingin tahu dn ingin bisa. Prinsip
ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menemukn
pengetahuan melalui eksplorasinya terhadap alam. Kedua, praktikum
mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. Melakukan
eksperimen merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh para ilmuwan.
Untuk melakukan eksperimen ini diperlukan beberapa keterampilan dasar
seperti mengamati, mengestimasi, mengukur, dan memanipulasi peralatan
biologi. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan
keterampilan dasar melakukan eksperimen dengan melatih kemampuan
mereka dalam mengobservasi dengan cermat, mengukur secara akurat dengan
alat ukur yang sederhana atau lebih canggih, menggunakan dan menangani
alat secara aman, merancang, melakukan dan menginterprestasikan
eksperimen. Ketiga, praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah.
Banyak para pakar pendidikan sains menyakini bahwa cara yang terbaik
untuk belajar pendekatan ilmiah adalah dengan menjadikan siswa sebagai
scientis. Beberapa pakar pendidikan mempunyai pandangan yang berbeda
terhadap kegiatan praktikum, sehingga melahirkan beberapa metode dan
model praktikum, seperti misalnya : model praktikum induktif, verifiksi,
inkuari.. Di dalam kegiatan praktikum menurut pandangan ini siswa bagaikan
seorang scientist yang sedang melakukan eksperimen, mereka dituntut untuk
merumuskan masalah, merancang eksperimen, merakit alat, melakukan
pengukuran secara cermat, menginterprestasi data perolehan, serta
mengkomunikasikannya melalui laporan yang harus dibuatnya. Keempat,
praktikum menunjang materi pelajaran. Dari kegiatan tersebut dapat
disimpulkan bahwa prktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap
materi pelajaran.

2
1.2 Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian laboratorium !
2. Jelaskan pengertian manajemen laboratorium !
3. Jelaskan fungsi laboratorium !
4. Jelaskan peranan laboratorim !
5. Jelaskan macam-macam laboratorium dan peranannya dalam
pembelajaran !

1.3 Maksud dan Tujuan


1. Dapat memahami pengertian laboratorium.
2. Dapat memahami pengertian manajemen laboratorium.
3. Dapat memahami fungsi laboratorium.
4. Dapat memahami peranan laboratorium.
5. Dapat memahami macam-macam laboratorium dan peranannya dalam
pembelajaran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Laboratorium

3
Laboratorium dan jenis peralatannya merupakan sarana dan prasana
penting untuk penunjang proses pembelajaran di sekolah. Dikemukakan
pada PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal
42 ayat (2) serta Pasal 43 ayat (1) dan ayat (2) bahwa:
1. Pasal 42 (2) :
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan,
ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang
tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel
kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat
berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan
ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran
yang teratur dan berkelanjutan.
2. Pasal 43
(1) Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan
alam (IPA), laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan peralatan
pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang
berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia.
(2) Standar jumlah peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan perpeserta didik.

Laboratorium merupakan salah satu sarana prasarana yang harus


disediakan oleh penyelenggara sekolah untuk menunjang kegiatan belajar
mengajar.

Secara etimologi kata laboratorium berasal dari kata latin yang


berarti tempat bekerja dan dalam perkembangannya kata laboratorium
mempertahankan kata aslinya yaitu tempat bekerja, akan tetapi khusus
untuk keperluan penelitian ilmiah.

Laboratorium diartikan sebagai tempat yang dapat berbentuk


ruangan terbuka, ruang tertutup, kebun sekolah, rumah kaca atau lingkungan
lain untuk melakukan percobaan atau penelitian (Koesmadji, 2004:40).
Ruang atau kamar yang dimaksud adalah gedung yang dibatasi dinding,
atap, atau alam terbuka. Pengertian laboratorium yang dimaksud dalam
penelitian ini dibatasi pada laboratorium yang berupa ruang tertutup.

4
Menurut Lubis (1993:27), laboratorium merupakan suatu wadah atau tempat
untuk melakukan eksperimen-eksperimen sebagai pembuktian kebenaran
teori-teori yang diberikan dalam kelas, merangsang percobaan tertentu
secara terpimpin, atau menemukan sendiri sekaligus meningkatkan daya
nalar. Menurut Subiyanto (1998:79), laboratorium adalah ruangan tempat
yang dibatasi oleh dinding yang di dalamnya terdapat alat alat dan bahan-
bahan beraneka ragam yang dapat dipergunakan dengan berbagai cara.

Pengertian Laboratorium menurut para ahli :

1. Menurut W.J.S. Poerwadarminta, dalam kamus umum Bahasa Indonesia


mengatakan bahwa: Laboratorium adalah tempat untuk mengadakan
percobaan (penyelidikan dan sebagainya) segala sesuatu yang
berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan sebagainya. Sedangkan
laboran adalah orang (ahli ilmu kimia dan sebagainya) yang bekerja di
laboratorium.
2. Menurut A S Hornby, laboratory is a room or building used scientific
research , experiments, testing, etc. Laboratorium adalah ruangan atau
bangunan yang digunakan penelitian ilmiah, eksperimen, pengujian, dll.
3. Dalam kamus Cambridge Advanced Leaners Dictionary, laboratorium
atau laboratory is a room or building with scientific equipment for
teaching science, or a place where chemicals or medicines produced.
Laboratorium adalah ruang atau bangunan dengan peralatan ilmiah
untuk melakukan tes ilmiah atau untuk mengajar ilmu pengetahuan,
atau tempat dimana bahan kimia atau obat-obatan yang diproduksi.
4. Menurut Dr. Abdul Kahfi Assidiq, M.Sc dalam kamus Biologi,
laboratorium adalah ruang kerja khusus untuk percobaan-percobaan
ilmiah yang dilengkapi dengan peralatan tertentu.
5. Menurut Nuryani R, Laboratorium adalah suatu tempat dimana
percobaan dan penyelidikan dilakukan. Dalam pengertian sempit,
laboratorium sering diartikan sebagai ruang atau tempat yang berupa
gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap yang didalamnya terdapat
sejumlah alat dan bahan praktikum.

5
Laboratorium sekolah merupakan tempat atau lembaga tempat
peserta didik belajar serta mengadakan percobaan (penyelidikan) dan
sebagainya yang berhubungan dengan sains. Dengan begitu kegiatan
laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dari kegiatan belajar
mengajar biologi.

Ditinjau dari bidang garapannya, maka laboratorium


sekolah/laboratorium pembelajaran dapat dibedakan atas beberapa jenis,
yaitu laboratorium IPA, Laboratorium Biologi, laboratorium Kimia,
Laboratorium Perpustakaan, Laboratorium Bahasa, dan lain-lain. Yang mana
tiap-tiap laboratorium sangat membantu dalam proses belajar mengajar.

Laboratorium IPA menurut Wita (2007:5), yaitu (1) tempat yang


dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen IPA atau melakukan
pengujian dan analisis, (2) bangunan atau ruangan yang dilengkapi peralatan
untuk melangsungkan penelitian ilmiah ataupun praktik pembelajaran
bidang IPA, (3) tempat kerja untuk melangsungkan penelitian ilmiah, (4)
ruang kerja seorang ilmuwan dan tempat menjalankan percobaan bidang
studi IPA (kimia, fisika, biologi). Laboratorium memiliki peranan penting
dalam kurikulum dan pendidikan sains, sebagaimana diungkapkan oleh
Hofstein & Naaman (2007:105) bahwa

laboratory activities have long had a distinctive and central role in


the science curriculum and science educators have suggested that many
benefits accrue fromengaging students in science laboratory activities.

Untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas, laboratorium harus


dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap apapun
suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang oleh
manajemen yang baik.

2.2 Pengertian Manajemen Laboratorium


Manajemen laboratarium adalah suatu usaha untuk mengelola
laboratarium berdasarkan konsep manajemen baku. Sistem manajemen

6
laboratarium yang oftimal dan efektif dapat mendukung pelaksanaan proses
pembelajaran secara optimal dan efektif pula. Bagaimana suatu
Laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa
faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat
lab yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu dapat
beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen
Laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen lab adalah suatu
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan Laboratorium.
Suatu manajemen lab yang baik memiliki sistem organisasi yang
baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas .yang
efektif, efisien, disiplin, dan administrasi lab yang baik pula. Bagaimana
mengelola Lab dengan baik, adalah menjadi tujuan utama, sehingga semua
pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Dalam
penanganannya harus dikelola oleh Kepala Laboratorium yang ahli, terampil
di bidangnya dan berdedikasi tinggi serta penuh tanggung jawab, termasuk
peranan tenaga laborannya yang bertanggung jawab atas semua kegiatan
operasional yang dilakukan di laboratorium masing-masing. Keamanan dan
keselamatan laboratorium, serta keselamatan kerja di laboratorium
merupakan faktor penting dalam pengelolaan (manajemen) laboratorium.
Hal ini perlu perhatian dari penanggung jawab kegiatan
laboratorium. Penanggung jawab pelaksana kegiatan tidak boleh
membiarkan praktikan melakukan kegiatan tanpa pengawasan dan
bimbingannya; terutama kepada murid-murid yang masih hijau dalam
melakukan kegiatan di laboratorium. Oleh sebab itu, penanggung jawab
pelaksana kegiatan laboratorium harus bertanggung jawab atas keamanan
dan keselamatan laboratorium pada umumnya serta keselamatan kerja
praktikan.

2.3 Peranan Laboratorium

Telah dibicarakan di muka bahwa laboratorium memiliki peran


sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Di dalam
pembelajaran sains, laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan

7
penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang
berperan utama dalam pembelajaran sain adalah laboratorium, sedangkan
kelas sebagai tempat kegiatan penunjang.

Adapun peranan laboratorium sekolah antara lain :

1. Laboratorium sekolah sebagai tempat timbulnya berbagai masalah


sekaligus sebagai tempat untuk memecahkan masalah tersebut.

2. Laboratorium sekolah sebagai tempat untuk melatih keterampilan serta


kebiasaan menemukan suatu masalah dan sikap teliti.

3. Laboratorium sekolah sebagai tempat yang dapat mendorong semangat


peserta didik untuk memperdalam pengertian dari suatu fakta yang
diselidiki atau diamatinya.

4. Laboratorium sekolah berfungsi pula sebagai tempat untuk melatih


peserta didik bersikap cermat, bersikap sabar dan jujur, serta berpikir
kritis dan cekatan.

5. Laboratorium sebagai tempat bagi para peserta didik untuk


mengembangkan ilmu pengetahuannya (Emha, 2002).

Kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran yang


sangat besar terutama dalam:

1. Membangun pemahaman konsep

2. Verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep

3. Menumbuhkan keterampilan proses (keterampilan dasar bekerja ilmiah)


serta afektif siswa

8
4. Menumbuhkan rasa suka dan motivasi terhadap pelajaran yang
dipelajari

5. Melatih kemampuan psikomotor.

Oleh karena itu kegiatan laboratorium/praktikum akan dapat


meningkatkan kecakapan akademik, sosial, dan vokasional. Magnesen yang
dikutif oleh DePorter, dkk. dan diterjemahkan oleh Nilandari (2000)
mengemukakan: Kita belajar: 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa
yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat
dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, 90% dari apa yang kita katakan
dan lakukan.

2.4 Fungsi Laboratorium

Fungsi laboratorium sains sekolah (untuk selanjutnya akan disebut


laboratorium sekolah) dalam pembelajaran sains bergantung pada
pandangan guru yang bersangkutan terhadap sains dan belajar (Learning).
Mengenai sains ada yang melihatnya hanya sebagai kumpulan pengetahuan
mengenai alam ini, yang sudah dikumpulkan dan disusun secara sistematis.
Pandangan lain, sains bukan hanya kumpulan pengetahuan, tetapi juga cara
pengetahuan itu diperoleh dan dikembangkan, serta sikap yang perlu
disandang pada waktu pengembangannya.

Dalam konteks pendidikan di sekolah laboratorium mempunyai


fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metoda praktikum yang
dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi
dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara
langsung.

Menurut Saptono (2003: 33), fungsi dari ruangan laboratorium


IPA/sains, antara lain, sebagai berikut.

1. Tempat pembelajaran IPA/sains dan memberikan keterampilan-


keterampilan. Pembelajaran IPA terdapat keseimbangan antara produk

9
(konsep/pengetahuan) dan kemampuan yang berkembang selama proses
belajar melalui keterampilan proses. Beberapa keterampilan proses yang
dapat diperoleh peserta didik dalam kegiatan laboratorium, antara lain,
mengamati dan menafsirkan, memprediksi, menggunakan peralatan dan
mengukur, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis,
merencanakan penyelidikan/percobaan, menginterpretasikan, dan
berkomunikasi
2. Tempat dihasilkannya teman-teman baru, baik teori-teori maupun
teknologi baru, dan keterampilan-keterampilan.
3. Tempat mempraktikkan dan membuktikan benar atau tidaknya
(verifikasi) faktor-faktor gejala-gejala tertentu.
4. Tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran Biologi secara praktik
yang memerlukan peralatan khusus.
5. Tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas.
6. Tempat display atau pameran

Menurut Sukarso (2005), secara garis besar laboratorium dalam


proses pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual


melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
2. Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah
keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia
untuk mencari dan menemukan kebenaran.
3. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran
ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial.
4. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang
calon ilmuan.
5. Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan
atau penemuan yang diperolehnya.

Selain itu juga dapat diketahui fungsi laboratorium, yaitu:

1. Sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran biologi secara


praktek yang memerlukan peralatan khusus. (Permendinas No. 24 Tahun
2007)

10
2. Sebagai tempat yang dapat mendorong semangat peserta didik untuk
memperdalam pengertian dari suatu fakta yang diselidiki atau diamati. (M.
Saleh H. Emha, dkk. 2002)

3. Tempat display atau pameran. (Koesmaji, W, dkk. 2004)

4. Sebagai tempat bagi siswa untuk belajar memahami karakteristik alam dan
lingkungan melalui optimalisasi keterampilan proses serta
mengembangkan sikap ilmiah. (http://www.diknas-padang.org)

Selain itu, fungsi dari laboratorium adalah sebagai sumber belajar.

1. Tujuan pembelajaran fisika dengan banyak variasi dapat digali,


diungkapkan, dan dikembangkan dari laboratorium. Laboratorium sebagai
sumber untuk memecahkan masalah atau melakukan percobaan. Berbagai
masalah yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdiri dari 3 ranah
yakni: ranah pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif.
2. Laboratorium sebagai metode pembelajaran. Di dalam laboratorium
terdapat dua metode dalam pembelajaran yakni metode percobaan dan
metode pengamatan.
3. Laboratorium sebagai prasarana pendidikan.
Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses
pembelajaran. Laboratorium terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan
berbagai perlengkapan dengan bermacam-macam kondisi yang dapat
dikendalikan, khususnya peralatan untuk melakukan percobaan.
Dikemukakan Badan Standar Nasional Pendidikan Laboratorium
fisika berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran
fisika secara praktik yang memerlukan pembelajaran khusus yang tidak
mudah dihadirkan di ruang kelas.
2.5 Macam-macam Laboratorium dan Peranannya dalam Pembelelajaran

Laboratorium dapat bermacam macam jenisnya. Menurut


Wirjosoemarto dkk (2004: 41) di Sekolah Menengah, umumnya jenis
laboratorium disesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan
laboratorium tersebut. Karena itu di sekolah-sekolah untuk pembelajaran

11
IPA biasanya hanya dikenal Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia dan
Laboratorium Biologi.
Di SLTP mungkin hanya ada Laboratorium IPA saja. Di Perguruan
Tinggi, untuk satu jurusan saja, mungkin terdapat banyak laboratorium.
Kadang-kadang atas pertimbangan efisiensi, suatu ruangan laboratorium
difungsikan sekaligus sebagai ruangan kelas untuk proses belajar
mengajar. Laboratorium jenis ini dikenal sebagai Science classroom
laboratory. Kelebihan jenis laboratorium ini bersifat multi guna.
Laboratorium tentunya dibedakan sesuai bidang kajiannya masing-
masing. Ada laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, dll.
Sedangkan menurut Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN,
2010: 3, laboratorium menjadi 4 kategori sebagai berikut :

1. Laboratorium Tipe I adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat di


sekolah pada jenjang pendidikan menengah, atau unit pelaksana teknis
yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan
fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II, dan bahan yang
dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani kegiatan
pendidikan siswa.

2. Laboratorium Tipe II adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat


di perguruan tinggi tingkat persiapan (semester I, II), atau unit
pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau
pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II, dan
bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani
kegiatan pendidikan mahasiswa.

3. Laboratorium Tipe III adalah laboratorium bidang keilmuan


terdapat di jurusan atau program studi, atau unit pelaksana teknis yang
menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas
penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan yang dikelola
adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan
pendidikan, dan penelitian mahasiswa dan dosen.

12
4. Laboratorium Tipe IV adalah laboratorium terpadu yang terdapat di
pusat studi fakultas atau universitas, atau unit pelaksana teknis yang
menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas
penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan yang dikelola
adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dan dosen.\

Laboratorium sebagai pusat reservasi dibedakan menjadi beberapa


jenis berdasarkan fungsinya, antara lain :
1. Laboratorium Kimia
Laboratorium kimia digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum
yang berhubungan dengan analisa kimia kualitatif (kimia organik, kimia
anorganik, dan biokimia) dan kimia kuantitatif (Penetapan kadar unsur
maupun senyawa, Uji mutu maupun Quality Control).
2. Laboratorium Fisika
Laboratorium Fisika digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum
yang berhubungan dengan analisa fisik suatu produk seperti uji kebocoran,
uji kekentalan, dan uji organoleptik.
3. Laboratorium Mikrobiologi
Laboratorium Mikrobiologi digunakan untuk melaksanakan kegiatan
praktikum yang berhubungan dengan analisa mikrobiologi seperti Uji
bakteri gram positif dan negatif, uji bakteri patogen, uji kapang dan jamur.
Dalam wujud dan pelaksanaanya, laboratorium tidak hanya harus
mempunyai desain khusus namun untuk dalam pelaksaan dan
penggunaannya laboratorium harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas
standar yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan dalam laboratorium
tersebut. Adapun beberapa fasilitas yang harus dipenuhi atau dimiliki
dalam sebuah laboratorim adalah sebagai berikut : Instalasi listrik,
Instalasi air, Instalasi gas, Mabeler, Meja, Meja demonstrasi, Meja
persiapan, kursi, Lemari, Lemari administrasi, Rak, dan Loker

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Laboratorium diartikan sebagai tempat yang dapat berbentuk ruangan
terbuka, ruang tertutup, kebun sekolah, rumah kaca atau lingkungan lain
untuk melakukan percobaan atau penelitian.
Di dalam pembelajaran sains, laboratorium berperan sebagai tempat
kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa
yang berperan utama dalam pembelajaran sain adalah laboratorium,
sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang.

14
Dalam konteks pendidikan di sekolah laboratorium mempunyai fungsi
sebagai tempat proses pembelajaran dengan metoda praktikum yang dapat
memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat
dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung.

3.2 Saran
Demikian makalah ini kami buat, kami menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami butuhkan. Guna
perbaikan makalah berikutnya. Dan semoga makalah ini berguna untuk kita
semua.

15
DAFTAR PUSTAKA

DePorter, B., Reardon, M., dan Norie, S.S. 2000. diterjemahkan Nilandari,
Quantum Teaching. Bandung : Mizan

Kadarohman, Asep. 2007. Manajemen Laboratorium IPA. Jakarta: Departemen


Agama Republik Indonesia.
Koesmaji, W, dkk. 2004. Teknik Laboratorium. Bandung: Jurusan Pendidikan
Biologi FMIPA UPI
M. Saleh H. Emha, dkk. 2002. Pedoman Penggunaan Laboratorium Sekolah,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mustaji. 2009. Laboratorium: Perspektif Teknologi Pembelajaran, Disajikan
dalam Workshop Penyusunan Panduan Penggunaan Laboratorium di
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Nuryani, R. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang : UM Press

Permendinas No. 24 Tahun 2007.


Pentingnya Pengelolaan Laboratorium Sekolah, http://www.diknas-padang.org.
Diakses pada tanggal 27/1/2017

Saptono, S. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Semarang : Unnes.

Anda mungkin juga menyukai