Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIK

SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI


REM CAKRAM

Disusun oleh :

1 Sadida Fahmi (15509134002)


2 Pradipta Mukti P (15509134006)
3 Ahmad Sholihin (15509134016)
4 Bagas Tri Yulianto (15509134017)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2016/2017
I Kompetensi :
1 Membongkar dan memasang rem cakram dengan prosedur yang benar
2 Menganalisa kondisi benda kerja yang digunakan untuk praktikum
II Alat dan Bahan :
1 Unit rem cakram pada kendaraan
2 Alat-alat tangan/ kunci yang diperlukan
3 Alat-alat ukur yang diperlukan

I. Analisis dan pembahasan


a. Dasar Teori

Penggunaan rem cakram dewasa ini sangat banyak digunakan, pada umumnya
dipasang pada roda depan dan sudah merupakan standar pada kendaran pada model
baru. Konstruksi pada rem cakram hampir sama dengan rem tromol, dimana
tromolnya ditiadakan dan sebagai gantinya dipasang sekeping cakram. Pada rem
cakram terdapat sepatu-sepatu rem yang dilengkapi dengan pelapis sepatu rem, cara
kerja rem ini secara hidrolik. Daya pengereman terjadi karena adanya gesekan antara
cakram dengan pad, sehingga pengereman terjadi. Kelebihan dari sistem rem ini
adalah cakram yang merupakan pengganti tromol rem secara langsung berhubungan
dengan udara luar, sehingga pendingin jauh lebih sempurna dan lebih efektif. Cakram
yang tipis sangat mudah dan cepat meneruskan penyebaran panas yang timbul.
Perawatan dan perbaikan sangat mudah. Keburukan jenis rem ini adalah cakram
dalam keadaan terbuka dan berhubungan langsung dengan udara luar menyebabkan
mudah sekali kena kotoran, debu dan Lumpur.

Gambar Konstruksi Rem Cakram


Adapun komponen-komponen utama rem cakram adalah sebagai berikut:

1. Cakram
Pada rem cakram komponen cakram atau piringan merupakan bagian yang secara
langsung menghasilkan pegereman dengan adanya gesekan dengan pad. Cakram
atau piringan terbesar dari besi tuang yang mampu menahan panas akibat gesekan
dan tahan korosi.

Gambar Cakram atau Piringan

2. Caliper
Bagian yang tidak bergerak dari rem pad cakram adalah caliper, dimana terdapat
silindersilinder rem berikut sepatu rem dan pirodonya. Apabila pedal rem diinjak
maka silindersilinder rem akan bekerja secara hidrolik sehingga sepatusepatu
rem atau pad akan menjepit, manahan dan menghentikan cakram rem yang sedang
berputar. Caliper terbagi dalam dua type fixed (type tetap) dan type floating caliper
(type meluncur).
Ada 2 type rem cakram:

a. Type Fixed caliper (type tetap)


Type caliper ini konstruksinya terpasang dua silinder yang bekerja secara
hidroponik menekan pad dari dua arah.Pada saat terjadi tekanan akibat
hidropolik oil pres-sure maka piston akan mendorong kedua pad dan pegas
karet hingga pad menekan cakram. Pada saat tekanan hilang maka pegas karet
akan mengembang (reaksi) dan kedudukan pad rem kembali pada keadaan
semula.
Gambar Type Fixed Caliper

b. Type floating caliper(tipe mengambang)


Pada type ini hanya dilengkapi satu silinder yang terpasang pada slide pins
yang bekerja secara hidrolik. Piston akan bergerak menekan dari sisi dalam,
sedangkan caliper terpasang tetap pada knakel kemudi. Akibat tekanan ini maka
pad akan terdorong dengan pegas karet. Ketika tekanan hilang maka pad akan
kembali ke posisi semula.

Gambar Type Floating Caliper

3. Pad rem
Pad rem dalam sistem rem cakram merupakan bagian yang secara langsung
berhubungan atau bergesekan dengan cakram yang akhirnya menghasilkan
pengereman. Pad terbuat dari metallic fiber dicampur serbuk tembaga yang mampu
menahan panas akibat gesekan serta memiliki kekerasan yang cukup tinggi. Untuk
mengetahui Keausan maksimum suatu pad akibat gesekan maka pada pad diberi
celah pembatas agar diketahui keausan pad. Bila pedal sudah aus maka perlu
diganti, hal ini untuk mengetahui pengereman kendaraan yang baik. Keausan pad
menyababkan clearance antara pad dan rotor terlalu renggang sehingga saat rem
bekerja melalui penekanan piston maka gesekan akan berkurang dan cakram akan
kurang terjepit pad. Hal ini menyebabkan pengereman tidak berlangsung baik.

Gambar Pad Rem

Prinsip kerja Disc Brake


Sistem rem piringan bekerja dengan adanya suatu gerak gaya gesek antara pad
rem yang diam dengan piringan yang berputar. Pada kendaraan berjalan mesin
berfungsi mengubah energi panas menjadi energi kinetik maka sebaliknya dari prinsip
kerja rem yaitu mengubah energi kinetik menjadi energi panas dimana pada saat
pengereman akan terjadi gesekan antar pad rem dengan piringan yang akan
menghasilkan panas yang selanjutnya panas dilepas ke udara bebas.
Penggunaan rem selanjutnya berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan, maka
akan timbul panas karena adanya gesekan antara pad rem dan cakram. Selama proses
pengereman berlangsung, temperatur pad dan cakram akan naik sehingga akan
menyebabkan cakram memuai. Cakram yang panas akan mengurangi daya
pengereman.
Rem cakram mempunyai batas pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Karena
berkaitan dengan aksi self enegizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan
hidrolik yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efesien.
Komponen tersebut dinamakan boster rem. Boster rem mampu melipat gandakan daya
penekanan pedal, waktu penekanan pedal lemah mampu diteruskan menjadi daya
pengereman yang besar.

a. Analisis Kondisi komponen

No. Uraian Hasil Pemeriksaan/pengukuran spesifikasi


1 Kondisi kampas baik
2 Kondisi piringan Baik
3 Kondisi pegas Kotor, namun masih baik
4 Kondisi piston Berkarat
5 Kondisi seal Sobek
6 Ketebalan rata-rata 7,46 mm Min: 1 mm
Max:10 mm
kampas rem sisi
dalam
7 Ketebalan rata-rata 6,6 mm Min: 1 mm
Max:10 mm
kampas rem sisi luar
8 Run-out piringan 0,1 mm Max 0,15

Pemeriksaan piston yaitu kondisi sudah lecet lecet pada hampir semua sisi. Ini
sudah tidak layak untuk digunakan lagi. Kami menyarankan untuk mengganti pada
komponen ini agar kerjanya dapat optimal kembali.
Pemeriksaan piringan cakram didapatkan hasil bahwa kondisinya masih baik
akan tetapi sudah mulai muncul karat pada sisi samping luar cakram. Kami
menyarankan untuk melakukan perawatan dengan baik. Agar tidak menggangu sistem
kerja pengereman.

Pemeriksaan seal didapatkan bahwa kondisinya sudah sobek hampir disemua


sisinya. Hal ini sudah tidak layak digunakan. Kami menyarankan untuk mengganti
seal tersebut.

Pembahasan
1. Fungsi komponen-komponen sistem rem tromol
a. Pad/ kampas rem cakram berfungsi sebagai media gesek dengan
piringannya
b. Piringan berfungsi sebagai bidang gesek kampas rem
c. Seal berfungsi sebagai perapat fluida rem dengan dinding silinder dan juga
berfungsi sebagai penyetel otomatis
d. Piston berfungsi sebagai media penerus tekanan dari master sylinder yang
diberikan oleh pengendara
e. Kawat pengunci sebagai penahan karet penutup debu sehingga tetap pada
posisinya
f. Karet penutup debu berfungsi untuk mencegah agar debu daan kotoran
tidak terjadi kontak secara langsung dengan piston
2. Kemungkinan penyebab kerusakan pada komponen
a. Timbul bunyi pada sistem rem
Penyebabnya :
Kampas yang sudah hampir habis.
Adanya kotoran yang menghambat pergesekan antara pad dan piringan.
Akibat:
Kurang nyamannya pengemudian karena terganggu bunyi tersebut.
b. Piston berkarat dan macet
Penyebabnya :
Adanya debu dan kotoran yang masuk mengakibatkan bereaksi dengan
komponen rem yang terbuat dari logam.
Akibat :
System rem tidak dapat berfungsi dengan baik bahkan tidak dapat
berfungsi sama sekali,apabila hal ini terjadi pada salah satu sisi roda
maka akan mengakibatan kendaraan akan menarik kesalah satu sisi
karena hanya 1 kaliper yang bekerja.
c. Piringan yang berkarat dan kotor
Penyebabnya:
Konstruksi rem cakram yang terbuka sehingga memudahkan terjadi
kontak antara air,kotoran,debu,dll dengan piringan sehingga
mengakibatkan berkarat dan kotor.
Akibat :
Timbul bunyi yang kurang nyaman.
System rem tidak dapat berfungi dengan maksimal karena adanya
penghalang kontak antara piringan dan pad rem.
d. Kanvas rem yang aus
Penyebab :
Umur pakai yang lama.
Akibat :
System pengereman yang kurang maksimal bahkan dapat meng-
akibatkan bunyi apabila keausannya parah.
Kita harus menambah minyak rem pada reservoir karena
permukaannya akan menurun akibat penyetelan otomatis yang
dilakukan oleh seal.
e. Seal piston yang rusak
Penyebab :
Umur pakai yang sudah lama
Akibat :
Kebocoran system rem yang dapat mengakibatkan gagal rem sehingga
berakibat fatal.
Apabila elestisitas seal jelek akan mengakibatkan proses pengembalian
piston setelah pengereman tidak dapat berjalan dengan baik,sehingga
dapat mengakibatkan rem mengancing(karena piston tidak kembali
keposisi semula dengan cepat).
3. Inovasi yang mungkin bisa dikembangkan
Dari kegiatan praktek yang dilakukan ada beberapa ide atau gagasan yang
muncul dan mungkin bisa menjadi inovasi yang dapat dikembangkan yaitu
ditambahkannya sensor untuk mengetahui temperature system rem (brake pad
dan piringan).Karena apabila terjadi panas yang berlebihan pada system akan
mengakibatkan penurunan kinerja dan kualitas pengereman,dan dengan
adanya sensor ini diharapkan masalah tersebut dapat dicegah dan diatasi.

F. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum diatas dapat kami simpulkan bahwa :

1. Ada 2 jenis rem cakram yang digunakan pada kendaraan,yaitu rem cakram
dengan caliper tetap(fix caliper) dan caliper mengambang(floating caliper)
.Salah satu jenis rem cakram diatas yang kami gunakan sebagai bahan praktek
adalah tipe floating caliper
2. Terjadi kerusakan pada piston dan dudukannya yaitu piston kondisinya lecet
hampir semua sisinya, hal ini dikarenakan kurangnya perawatan.Sedangkan
kerusakan pada seal kemungkinan dikarenakan umur pakai.