Anda di halaman 1dari 8

PENGUJIAN TERHADAP ENAMEL KALENG

1. TUJUAN
Untuk menguji daya tahan enamel kaleng terhadap persenyawaan kimia dan
keseragaman pelapisan enamel pada kaleng.

2. ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan:
- Gelas kimia
- Cutter/pisau
- Gunting
- Pinset
Bahan yang digunakan:
- Kemasan kaleng
- Aluminium foil
- Aquadest
- HCl 37%

3. DASAR TEORI

Proses pengalengan konon diciptakan oleh seorang warga negara Perancis, Philippe de
Girard; idenya kemudian disampaikan kepada seorang pedagang Inggris bernama Peter
Durand, yang diminta sebagai agen untuk mematenkan ide Girard di tahun 1810. Konsep
pengalengan didasari pada eksperimen penyimpanan makanan dalam kontainer kaca, yang
dilakukan setahun sebelumnya oleh penemu asal Perancis, Nicholas Appert. Peter Durand
tidak berkecimpung dalam pengalengan makanan, tetapi pada tahun 1812 paten Girard dijual
kepada dua warga negara Inggris, Bryan Donkin dan John Hall, yang memperbaiki proses
serta produk pengalengan, dan menciptakan pabrik pengalengan komersil pertama di Jalan
Southwark Park, London. Di tahun 1813, mereka sudah menciptakan produk makanan
kalengan pertama untuk Angkatan Laut Inggris.

Kaleng awalnya disegel dengan proses solder, dengan bahan solder kaleng dan timbal,
yang sayangnya dapat berujung pada keracunan timbal. Misalnya, dalam ekspedisi Antartika
tahun 1845 oleh Sir John Franklin, para anggota kru mengalami keracunan timbal berat, yang
diperkirakan berasal dari makanan kalengan yang disegel dengan timbal. Riset terbaru
menunjukkan bahwa keracunan timbal itu lebih mungkin disebabkan oleh sistem pipa air di
kedua kapal yang mereka gunakan.

Kaleng adalah lembaran baja yang disalut timah (Sn) atau berupa wadah yang dibuat dari
baja dan dilapisi timah putih tipis dengan kadar tidak lebih dari 1,00-1,25% dari berat kaleng
itu sendiri. Terkadang lapisan ini dilapisi lagi oleh lapisan bukan metal yaitu untuk mencegah
reaksi dengan makanan ataupun minuman di dalamnya. Kelebihan menonjol dari kemasan ini
adalah bisa dilakukannya proses sterilisasi, sehingga makanan yang disimpan di dalamnya
menjadi steril, tidak mudah rusak, dan awet.

Adapun bahan yang biasa dilapiskan pada kaleng adalah enamel. Enamel kaleng
merupakan bahan organik yang berfungsi untuk mempertahankan daya tahan makanan yang
dikalengkan, memperbaiki penampakan bagian luar dan dalam wadah, serta memperpanjang
umur pakai wadah kaleng. Disamping itu, pelapisan enamel tersebut juga sangat berguna
secara ekonomis, karena dengan cara ini dapat dipergunakan kaleng dengan pelapisan timah
yang lebih tipis, yang tentunya lebih murah dari biaya produksi.

Berdasarkan jenis bahan yang digunakan. Terdapat beberapa jenis kaleng berdasarkan
jenis bahan yang digunakannya yaitu :

- Kaleng plat timah (tin plate)

- Kaleng baja bebas timah (tin-free steel)

- Kaleng almunium

Plat timah atau tin plate adalah lembaran atau gulungan baja berkarbon rendah dengan
ketebalan 0.15 0.5 mm. Kandungan timah putih pada kaleng plat timah berkisar antara 1.0-
1,25% dari berat kaleng. Kandungan timah putih ini bisanya dinyatakan dengan TP yang
diikuti dengan angka yang menunjukkan banyaknya timah putih, misalnya pada TP25
mengandung timah putih sebanyak 2.8 g/m2, TP50 = 5.6 g/m2, TP75 = 8.4 g/m2 dan TP100
=11.2g/m2.

Kaleng bebas timah (tin-free-steel=TFS) adalah lembaran baja yang tidak dilapisi
timah putih. Jenis TFS yang paling banyak digunakan untuk pengalengan makanan adalah
jenis Tin Free Steel Chrome Type (TFS-CT), yaitu lembaran baja yang dilapisi kromium
secara elektris, sehingga terbentuk khromium oksida di seluruh permukaannya. Jenis ini
memiliki beberapa keunggulan, yaitu harganya murah karena tidak menggunakan timah
putih, dan daya adhesinya terhadap bahan organik baik. Tetapi kelemahannya peluang untuk
berkarat lebih tinggi, sehingga harus diberi lapisan pada kedua belah permukaannya
(permukaan dalam dan luar) (Anonim, 2010).
Aluminium memiliki beberapa keuntungan yaitu lebih ringan, mudah dibentuk, thermal
konduktifitasnya bagus, dan dapat didaur-ulangkan. Tetapi kurang baik daya kekakuannya
(rigidity) serta harga persatuannya relatif lebih mahal, mudah karatan dan karenanya harus
diberi lapisan tambahan. Disamping itu, jenis kaleng tersebut tidak dapat disolder atau dilas
tetapi kaleng tersebut dapat digunakan untuk jenis kaleng two-piece cans.
Dalam memiliki kaleng yang baik, maka bahan pelapis kaleng harus disesuaikan dengan
bahan yang akan dikemas.

Adapun jenis kaleng berdasarkan komposisi lapisan kaleng yaitu kaleng tipe L, tipe MC,
tipe MR, dan tipe MS. Kaleng Tipe L = Low Metalloids adalah kaleng yang mempunyai daya
korosif rendah, sehingga dapat digunakan untuk makanan yang berasam tingi. Kaleng tipe
MR (Medium Residual) dan tipe MC (Medium Metalloids Cold Reduces) adalah kaleng yang
mempunyai daya korosif rendah sehingga digunakan untuk makanan berasam rendah.Kaleng
dengan lapisan timah yang tebal digunakan untuk makanan dengan daya korosif yang tinggi.

Tabel Komposisi Kimia dari Beberapa Jenis Kaleng

Unsur Jenis Kaleng


Kimia Tipe L Tipe MS Tipe MR Tipe MC Bir

Karbon 0.05-0.12 0.05-0.12 0.05-0.12 0.05-0.12 0.15

Mangan 0.25-0.60 0.25-0.60 0.25-0.60 0.25-0.60 0.25-0.70

Belerang 0.05 0.05 0.05 0.05 0.05

Pospor 0.015 0.015 0.020 0.07-0.11 0.10-0.15

Silikon 0.010 0.010 0.010 0.010 0.010

Tembaga 0.06 0.10-0.20 0.20 0.20 0.20

Nikel 0.04 0.04 - - -

Khromium 0.06 0.06 - - -

Molibdenu 0.05 0.05 - - -


m
0.02 0.02 - - -
Arsen
Untuk mencegah terjadinya kontak langsung antara kaleng pengemas dengan bahan
pangan yang dikemas, maka kaleng plat timah harus diberi pelapis yang disebut dengan
enamel, karena interaksi antara bahan pangan dengan kemasan ini dapat menimbulkan korosi
yang menghasilkan warna serta flavor yang tidak diinginkan, seperti terbentuknya warna
hitam yang disebabkan oleh reaksi antara besi atau timah dengan sulfida pada makanan
berasam rendah (berprotein tinggi).

Keuntungan dari penggunaan kemasan kaleng dalam industry pangan itu sendiri sangat
banyak yaitu mempunyai sifat sebagai pelindung atau barrier yang baik terhadap gas, daya
toksisitas rendah, tahan terhadap perubahan suhu ekstrim, dan memiliki permukaan yang
ideal untuk dekorasi dan labeling. Pada awalnya bahan baku dalam pembuatan kemasan
kaleng terbuat dari plat timah akan tetapi dalam penggunaan plat timah itu sendiri juga harus
memperhatikan sifat korosif dan keamanan dari makanan yang akan dikemas dalam kemasan
kaleng tersebut.

Untuk mencegah makanan dari korosi dan kontak langsung antara bahan pangan dengan
wadah logam dilakukan pelapisan dengan menggunakan kemasan enamel. Enamel kaleng
adalah bahan organic yang dilapiskan pada suatu kaleng untuk mempertahankan daya tarik
makanan yang akan dikemas dalam kaleng, memperbaiki kenampakan bagian dalam dan
memperpanjang umur pakai dari wadah kaleng..

Beberapa persyaratan untuk bahan enamel kaleng diantaranya yaitu

1. Tidak memberikan atau mengubah bau dan citarasa dari makanan yang dikemas,
2. Boleh kontak langsung dengan makanan sesuai dengan peraturan yang berlaku,
3. Dapat menjaga kaleng dan bahan makanan selama waktu yang diinginkan,
4. Tidak mengelupas selama pembuatan wadah kaleng dan selama penyimpanan,
5. Tahan terhadap suhu tinggi (sterilisasi)
6. Murah dan mudah digunakan. Untuk itu apabila sebuah kaleng yang akan digunakan
perlu dilakukan pengujian terhadap lapisan enamel untuk suatu wadah kaleng.
4. PROSEDUR KERJA
1. Membuat larutan pengujian dengan mencampurkan 70 ml aquadest dan 30 ml HCl
pekat
2. Memotong masing-masing sampel (kemasan kaleng) yang akan diuji dengan ukuran
4 x 4 cm2
3. Memasukkan sampel ke dalam larutan pengujian dan didiamkan selama 24 jam
(sampel direndam)
4. Mengangkat sampel yang telah direndam dan dibilas dengan air
5. Mengamati perubahan yang terjadi

5. DATA HASIL PENGAMATAN

KEMASAN KEADAAN AWAL KEADAAN AKHIR

Susu Kental Manis Mengkilap, mulus Sedikit korosi, buram

Susu Cair Mengkilap, mulus - Bagian luar:


buram, mulai terjadi
korosi
- Bagian dalam:
lapisan kaleng mulai
terkelupas
Fanta Mengkilap, mulus Larut

6. PEMBAHASAN

Pada praktikum ini dilakukan pengujian daya tahan enamel kaleng terhadap
persenyawaan kimia dan mengetahui keseragaman pelapisan enamel pada kaleng.
Lapisan enamel merupakan lapisan yang digunakan untuk mencegah terjadinya kontak
langsung antara kaleng pengemas dengan bahan pangan yang dikemas. Kaleng yang
telah disiapkan dibuka sehingga membentuk lembaran, kemudian dipotong dengan
ukuran 4 x 4 cm2 dengan menggunakan gunting, cutter/pisau. Setelah terbentuk kotak
kecil dengan ukuran 4 x 4 cm2, disiapkan larutan HCl 37%. Kemudian plat kaleng yang
sudah dipotong dicelupkan ke dalam gelas kimia dengan isi HCl 37% dan didiamkan
selama 24 jam agar plat kaleng bereaksi dengan sempurna. Setelah itu, diambil
menggunakan pinset hal ini untuk melindungi tangan dari larutan asam kuat dan diamati.
Dari data pengamatan diketahui bahwa pada sampel kemasan susu kental manis
terjadi sedikit korosi dan buram diakibatkan karena terbentuknya warna hitam yang
disebabkan oleh reaksi antara besi atau timah dengan sulfida pada larutan berasam.
Sampel kemasan ini termasuk jenis lapisan enamel epoksi-fenolik. Pada sampel kemasan
susu cair bagian luar terjadi sedikit korosi dan buram karena sama halnya dengan sampel
kemasan susu kental manis yaitu terbentuknya warna hitam yang disebabkan oleh reaksi
antara besi atau timah dengan sulfida pada larutan berasam. Sedangkan pada bagian
dalam kemasan ini terjadi lapisan kaleng terkelupas. Sedangkan sampel kemasan fanta
larut. Hal ini disebabkan karena sampel yang mempunyai lapisan yang sangat tipis
sehingga tidak tahan terhadap asam kuat. Sampel kemasan fanta termasuk jenis lapisan
enamel komponen vinil.

7. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa kemasan susu kental manis da

8. DAFTAR PUSTAKA
http://dewiagustiyani.blogspot.co.id/2014/07/kemasan-kaleng-jenis-kaleng.html
http://harisr3nzo.blogspot.co.id/2012_05_01_archive.html
https://queenvhynialexa.wordpress.com/tag/kemasan-kaleng/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kaleng
http://pustakabakul.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-kaleng-karekteristik.html

LAMPIRAN
- Sebelum dimasukkan ke larutan penguji

Kaleng susu kental manis Kaleng susu cair


Kemasan fanta
- Sesudah direndam dalam larutan penguji

Kemasan susu cair bagian Kemasan susu cair bagian


luar dalam

Kemasan susu kental Kemasan susu kental manis


manis bagian luar bagian dalam

Kemasan fanta