Anda di halaman 1dari 12

BAHASA INDONESIA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS MATAKULIAH UMUM (UPT-MKU)

NASKAH UJIAN FINAL BERSAMA SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN


2012/2013
MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA
KODE MATAKULIAH : LIHAT DI DPNA MASING2
SKS : 3 SKS
JUMLAH SOAL : 60 SOAL
WAKTU : 75 MENIT
HARI / TANGGAL : SELASA 11 DESEMBER 2012
PUKUL : 08.30 - 09.45 dan 10.00 11.15
JURUSAN / PROGRAM STUDI : SEMUA JURUSAN PROGRAM STUDI

Petunjuk :
1; Gunakan pensil 2B
2; Tulislah Identitas anda di tempat yang telah ditentukan pada lembar jawaban.
3; Baca soal dengan cermat, dan pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari pilihan yang tersedia pada
setiap soal.
4; Setelah selesai Ujian Naskah dikembalikan bersama lembar jawaban kepada pengawas ujian.
5; Lembaran jawaban dikumpul secara berurut dari mulai NIM terkeceil sampai terbesar

SOAL :

1; Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai



A; bahasa resmi kenegaraan
B; bahasa pengantar di lembaga pendidikan
C; bahasa dalam pengembangan IPTEKS
D; bahasa pemersatu antarsuku bangsa

2; Salah satu makna ikrar ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah .
A; memiliki keinginan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan
bermasyarakat
B; selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia baik di dalam pergaulan maupun
di dalam mengemban tugas sehari-hari
C; bersikap positif terhadap segala upaya pemakaian bahasa Indonesia dengan baik
dan benar
D; memiliki keinginan dan kegairahan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan
benar.

3; Pernyataan ikrar ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menunjukkan


A; cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia dan masyarakat adil dan makmur

1
BAHASA INDONESIA
B; bahasa Indonesia dapat dipakai dalam pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
C; bahwa bahasa Indonesia harus dipakai dalam pergaulan antarsuku bangsa dan
kegiatan resmi
D; bahwa bahasa Indonesia dapat berfungsi sebagai pengembang kepribadian bangsa
Indonesia

4; Pandangan yang benar adalah


A; Bahasa baku sama dengan bahasa yang baik.
B; Bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar.
C; Bahasa baku tidak sama dengan bahasa yang baik dan benar.
D; Bahasa baku sama dengan bahasa yang benar.

5; Pelafalan huruf berikut benar, kecuali


A; MTQ (em te kiu) B. TKI (te ka i) C. KTM (ka te em) D. DPO (de pe o).
6; Pendapat yang benar adalah
A; Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik dan benar saling terkait.
B; Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik dan benar tidak saling terkait.
C; Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik dan benar sudah dikuasai oleh
orang terpelajar.
D; Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik dan benar tidak perlu ada.

7; Jika seseorang memakai bahasa Indonesia asal-asalan dan tidak memperdulikan kaidah
bahasa Indonesia baku dalam situasi resmi, maka kita seharusnya
A; kecewa dan memikirkan penanggulangannya
B; kecewa dan langsung menegurnya
C; kecewa dan membiarkannya
D; kecewa dan tidak mendengarkannya.

8; Pendapat yang benar adalah


A; kemampuan bahasa tidak berhubungan dengan kepribadian
B; kemampuan bahasa saling berhubungan dengan kepribadian
C; kemampuan bahasa tidak berpengaruh terhadap kepribadian
D; kemampuan bahasa tidak sejalan dengan kepribadian.

9; Pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar berarti


A; kita harus menggunakan bahasa baku dalam berkomunikasi
B; kita haru menggunakan bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan
benar
C; kita harus menghindarkan pemakaian bahasa nonbaku
D; kita harus menggunakan bahasa Indonesia nonbaku dengan baik dan benar.

10; Pemisahan suku kata yang benar adalah


A; trans mi gra si, mu tlak, pen di di kan
B; eks pe di si, be la jar, ma ka nan
C; kilo gram, bel a jar, ins truk tur
D; kilo gram, in stru men, per bank an.

11; Pemakaian tanda titik koma yang benar terdapat di dalam kalimat
A; Kata Presiden ; Kita harus mewaspadai kemungkinan adanya aksi provokator.
B; Ibu membeli cabai ; tomat ; dan kentang.
C; Hari sudah sore ; adik masih bermain-main di tanah lapang.
D; Namun ; hasil belajar siswa di sekolah kami belum memuaskan, Pak.

12; Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan


A; judul buku, unsur bahasa asing, kata ilmiah
2
BAHASA INDONESIA
B; judul buku, judul bab, unsur bahasa asing
C; judul buku, lema dan sublema, kata ilmiah.
D; judul buku, judul daftar lambang, lema dan sublema

13; Penulisan yang benar pada soal nomor 13, 14, 15, 16, dan 17 adalah
A; quitansi, akurium, efektif, kongres C. kwitansi, akuarium, efektive, kongres
B; kwitansi, akurium, efektive, kongres D. kuitansi, akuarium, efektif, kongres.

14; A. Bagaimana pun satu persatu Rp 35.000,00 per ekor.


B; Bagaimana pun satu per satu Rp 35.000,00 per ekor.
C; Bagaimanapun satu per satu Rp 35.000,00 per ekor.
D; Bagaimanapun satu persatu Rp. 35.000,00 per ekor.

15; A. Tn. A.M. Suroso, SH dan Prof. DR. Ir. Ramlan, MSc calon gubernur.
B; Tn. A.M. Suroso SH dan Prof. Dr. Ir. Ramlan, M.Sc calon gubernur.
C; Tn. A.M. Suroso SH dan Prof. DR. Ir. Ramlan M.Sc calon gubernur.
D; Tn. A.M. Suroso, S.H. dan Prof. Dr. Ir. Ramlan, M.Sc. calon gubernur.

16; A. Bab ke II, uang 5000-an, pukul 10.30.15


B; Bab II, uang 5.000-an, pukul 10.30.15
C; Bab 2, uang 5000-an pukul 10.30,15
D; Bab ke 2, uang 5000an, pukul 10.30.15

17; A. Sekalipun dia bertanggung jawab aku tak sudi.


B. Sekali pun dia bertanggung jawab, aku tak sudi.
C. Sekalipun dia bertanggung jawab, aku taksudi.
D. Sekali pun dia bertanggung jawab aku tak sudi.

18; Dalam memilih kata-kata, persyaratan yang harus dipenuhi adalah


A; lazim dan seksama C. tepat dan lazim
B; tepat dan sesuai D. lazim dan benar.

19; Pemakaian x yang benar terdapat pada kata


A; xenon B. expor C. taxi D. expres.

20; Penulisan unsur serapan berikut ini benar, kecuali


A; teokrasi B. zoologi C. kondute D. akordion.

21; Dalam hal persyaratan pemilihan kata perlu diperhatikan beberapa kaidah, kecuali
A; kaidah karang-mengarang C. kaidah kelompok kata / frase
B; kaidah kalimat D. kaidah makna dan lingkungan sosial.

22; Penggunaan kata dari di bawah ini benar, kecuali


A; Simpulan dari seminar itu sudah dirumuskan.
B; Dia berangkat dari sini pukul 9.00 pagi tadi.
C; Lemari buku saya terbuat dari kayu jati.
D; Berita itu bersumber dari Antara.

23; Penggunaan kata daripada berikut ini tidak benar, kecuali


A; Satu orang daripada komplotan teroris itu sudah tertangkap di Aceh Barat.
B; Daripada duduk-duduk saja di sini, lebih baik mengerjakan sesuatu yang berguna.
C; Hasil daripada pembangunan diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat.
D; Kebenaran daripada informasi yang disampaikannya, masih sangat diragukan.

24; Pemakaian kata pada yang tepat terdapat dalam kalimat


3
BAHASA INDONESIA
A; Ada beberapa kesalahan pada lembar soal.
B; Pegawai itu telah menempelkan pengumuman kelulusan pada papan publikasi.
C; Pada papan tulis terdapat tulisan yang salah.
D; Uang kas Serikat Tolong-Menolong Kasih itu ada pada bendaharanya.

25; Pemakaian kata antara dalam kalimat berikut benar, kecuali


A; Sejak dulu sudah ada masalah antara Malaysia dengan Indonesia.
B; Jumlah siswa SMA tempat saya bersekolah antara empat ratus orang.
C; Dia tidak pergi bekerja antara semingguan.
D; Berita itu belum pasti, antara benar dan tidak.
26; Pemakaian kata yang mubazir terdapat dalam kalimat berikut, kecuali
A; Sejak zaman dulu kala orang sudah pandai bercocok tanam.
B; Pengangguran merupakan hambatan utama dalam pembangunan.
C; Rapat dosen membicarakan tentang hasil ujian yang lalu.
D; Kita harus berjuang demi untuk membela kebenaran.

27; Pemakaian gabungan kata yang tepat adalah


A; Penyelesaian masalah itu tergantung pada keputusan Anda.
B; Penyelesaian masalah itu bergantung dari keputusan Anda.
C; Penyelesaian masalah itu tergantung kepada keputusan Anda.
D; Penyelesaian masalah itu bergantung pada keputusan Anda.

28; Pemakaian kata yang tidak mubazir terdapat dalam kalimat


A; Sesama pengemudi dilarang saling dahulu-mendahului.
B; Setelah bersalaman, mereka saling berpelukan.
C; Dalam pertemuan itu mahasiswa dapat saling menukar informasi.
D; Mereka saling berkejaran di jalan raya itu.

29; Pemakaian kata ulang yang tepat terdapat dalam kalimat


A; Kami-kami ini yang mau membantunya.
B; Banyak pengungsi-pengungsi yang menderita kelaparan.
C; Banyak calon-calon pegawai yang mengikuti testing.
D; Para tamu-tamu mulai berdatangan.

30; Semua hal berikut ini adalah persyaratan kalimat efektif, kecuali
A; ejaan B. kevariasian C. kesatuan D. keekonomisan.

31; Variasi pola kalimat yang dinyatakan dengan pola inversi adalah
A; Dengan ketat para tamu dari negara tetangga itu dijaga oleh polisi.
B; Dijaga dengan ketat oleh polisi para tamu dari negara tetangga itu.
C; Para tamu dari negara tetangga itu dijaga dengan ketat oleh polisi.
D; Polisi menjaga para tamu dari negara tetangga itu dengan ketat.

32; Keekonomisan pemakaian kata terlihat pada kalimat-kalimat yang di bawah ini,
kecuali pada kalimat
A; Dari pagi hingga petang hujan turun terus-menerus.
B; Lebih baik berolahraga daripada duduk termenung.
C; Baju batik yang dipakainya kemarin, pemberian dari orangtuanya.
D; Warna pakaian yang harus dihindarkan pada siang hari, merah dan hitam.

33; Yang mana kalimat yang benar di antara kalimat-kalimat yang di bawah ini ?
A; Saya tidak menyetujui keputusan itu, hal mana sudah saya tegaskan kepadanya.
B; Bahwa pejabat itu terlibat dalam kasus korupsi, masyarakat sudah tahu.
C; Dari penyelidikan itu membuktikan bahwa dia bersalah.
D; Bagi yang belum beruntung diharapkan supaya bersabar.
4
BAHASA INDONESIA

34; Yang termasuk kalimat efektif adalah


A; Saya tahu bahwa sekolah itu dibina oleh Saudara.
B; Engkau beritahukanlah persoalan ini kepada orangtua dia.
C; Laboratorium di mana dia mengadakan percobaan itu agak jauh dari sini.
D; Meningkatnya ekspor menunjukkan adanya kemajuan dalam bidang perdagangan.

35; Semua kalimat yang di bawah ini adalah kalimat yang kurang efektif, kecuali ...
A; Kedua kepala negara itu sedang membicarakan masalah bilateral.
B; Bersama dengan surat ini saya beri tahukan pada Bapak bahwa saya tidak dapat
bertugas hari ini.
C; Kepada para dosen diharap membuat satuan acara perkuliahan.
D; Surat tersebut berisi jaminan dari si pengirim bahwa pengangkut bebas daripada klaim.

36; Tahun lalu, katanya, ada orangtua murid datang mengamuk ke sekolah dengan
membawa parang lantaran putranya tidak lulus ujian nasional. Kalimat kutipan ini
sebaiknya tersusun sebagai berikut.
A; Tahun lalu, katanya, ada orangtua murid yang datang mengamuk ke sekolah
dengan membawa parang karena puteranya tidak lulus ujian nasional.
B; Ada orangtua murid yang datang mengamuk ke sekolah dengan membawa parang
karena puteranya tidak lulus ujian nasional, katanya tahun lalu.
C; Tahun lalu, katanya, Ada orangtua murid yang datang mengamuk ke sekolah
dengan membawa parang karena puteranya tidak lulus ujian nasional.
D; Katanya, Tahun lalu ada orangtua murid yang datang mengamuk ke sekolah
dengan membawa parang karena puteranya tidak lulus ujian nasional.

37; Pembangunan harus terus dilaksanakan karena hasilnya dapat mensejahterakan masyarakat. Ide
pokok kalimat ini adalah
A; Pembangunan harus terus dilaksanakan.
B; Pembangunan yang harus terus dilaksanakan.
C; Hasil pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat.
D; Hasil pembangunan dapat mensejahterakan masyarakat.

38; Penggabungan kalimat yang tepat di bawah ini adalah


A; Harga mobil itu sangat mahal sehingga hilang kemarin.
B; Semua peraturan telah ditentukan agar mahasiswa tidak bertindak sendiri-sendiri.
C; Banjir melanda kampung itu dan penduduknya melarikan diri ke tempat-tempat
yang lebih tinggi.
D; Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia diadakan di Auditorium Unimed agar
membicarakan penggunaan bahasa Indonesia baku dengan baik dan benar.

39; Kalimat yang memenuhi ciri keekonomisan adalah


A; Mereka turun ke bawah melalui tangga samping kantor.
B; Warna kuning dan warna ungu adalah warna kesukaan ibu.
C; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri rapim ABRI Senin lalu.
D; Laju inflasi bulan lalu 0,70% sedangkan bulan ini naik ke atas menjadi 1,20%.

40; Orangtuanya tinggal di kampung sedangkan anaknya tinggal di kota. Struktur kalimat
ini
A; sudah benar karena sudah mempunyai subjek dan predikat
B; benar karena kedua klausa di dalam kalimat itu dihubungkan dengan kata
sedangkan
C; salah karena kedua penggalan harus digabungkan menjadi satu kalimat
D; benar karena kata sedangkan boleh dipakai pada awal kalimat.

5
BAHASA INDONESIA
41; Rektor Universitas Cenderawasih Kambuaya mengemukakan, untuk mengejar
ketertinggalan pendidikan, perlakuan terhadap Papua harus lebih spesifik dan jangan
tanggung-tanggung. Jika dicermati, kalimat ini termasuk kalimat yang salah sebab
A; struktur kalimat tersebut tidak benar
B; kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk
C; bagian anak kalimat seharusnya dihubungkan dengan induk kalimat dengan
menggunakan konjungsi bahwa
D; kalimat tersebut sebenarnya termasuk kalimat majemuk bertingkat tetapi pada
bagian anak kalimat kurang konjungsi bahwa dan pada induk kalimat kurang dua
tanda koma untuk mengapit kata Kambuaya.

42; Dadang menjelaskan, layanan bertahap yang diberikan kepada anak-anak


berkebutuhan khusus itu lahir dari pengalaman para guru saat melayani dan
mengevaluasi setiap anak. Agar kalimat ini menunjukkan susunan yang benar, perlu
dipedomani petunjuk
A; Tanda petik pembuka dibubuhkan sebelum kata layanan dan tanda petik penutup
dibubuhkan setelah kata anak.
B; Tanda koma sebelum kata layanan diganti dengan kata tentang dan tanda koma
dibubuhkan sebelum kata lahir.
C; Tanda koma sebelum kata layanan diganti dengan kata bahwa dan tanda koma
dibubuhkan sebelum kata lahir.
D; Tanda petik pembuka dibubuhkan sebelum kata layanan dan tanda petik penutup
dibubuhkan setelah kata lahir.

43; Berbeda dengan cara pandang yang meletakkan pendidikan sebagai ladang ekonomis.
Kalimat ini adalah kalimat yang salah sebab
A; Kalimat tersebut sebenarnya termasuk ke dalam kalimat majemuk bertingkat tetapi
pada bagian induk kalimat kurang subjek hal itu di depan kata berbeda.
B; kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setara
C; struktur kalimat dalam bahasa Indonesia tidak mengizinkan kata kerja pada awal
kalimat
D; kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk

44; Sebagai contoh, kelas dibentuk beberapa kelompok siswa. Satu kelompok terdiri dari
empat anak. Jika kedua kalimat yang berhubungan ini dicermati, maka kalimat
pertama termasuk kalimat yang kurang efektif. Untuk meningkatkan keefektifannya,
dapat dilakukan dengan
A; penggantian kata dibentuk dengan kata dibagi
B; penambahan kata dengan sebelum kata beberapa
C; penggantian kata dibentuk dengan dibagi menjadi
D; penambahan kata oleh sebelum kata beberapa.

45; (1) Kebahagiaan dapat dicapai dengan bekerja. (2) Dengan kata lain, kebahagiaan
yang sesungguhnya diperoleh dari bekerja keras. (3) Jadi, bahagia yang diperoleh
seseorang di antaranya berasal dari kerja keras yang dilakukan, (4) Semakin keras
bekerja, semakin dekat kita pada kebahagiaan yang diinginkan (5) Kebahagiaan di
dunia dan diakhirat merupakan dambaan setiap manusia.
Kalimat sumbang pada paragraf di atas adalah kalimat nomor
A; (1) B. (2) C. (5) D. (3)

46; Yang dimaksud dengan paragraf yang memenuhi syarat koherensi adalah paragraf
yang
A; kalimat-kalimatnya terjalin dengan baik sehingga berhubungan sesamanya dan
tidak dirasakan adanya loncatan-loncatan pikiran.
B; di dalam pengembangannya pikiran utamanya telah dirinci secara maksimal.

6
BAHASA INDONESIA
C; pikiran-pikirannya tertata dengan baik dan pergerakannya mengikuti pola urutan
tertentu
D; semua pikiran yang dinyatakannya secara bersama-sama mendukung suatu pikiran
pokok tertentu.

47; Bacalah paragraf yang di bawah ini dengan seksama.


(1) Jurusan IPA selalu menjadi favorit yang tiada banding. (2) Ketidak berhasilan
masuk jurusan IPA sama saja dengan kegagalan yang memalukan. (3) Fakultas
kedokteran dan teknik tetap menjadi idola. (4) Bukan karena profesi dokter yang
menjanjikan kekayaan yang menggiurkan, tetapi karena ilmu kedokteran sekaligus
profesi dokter identik dengan prestasi dan orang-orang pintar. (5) Di universitas
tertentu, angka yang ditawarkan sebagai uang masuk ataupun uang pelicin di jurusan
kedokteran bisa jadi sangat mencengangkan. (6) Thus, ilmu-ilmu sosial, bahasa, seni,
dan lainnya menjadi yang dipandang dengan sebelah mata. (7) Sudah terlalu lama
dunia pendidikan membiarkan masyarakat dicekcoki dengan keyakinan bahwa
kesuksesan diukur dari kemampuan di bidang sains.
Pikiran-pikiran yang dinyatakan dalam paragraf di atas, belum tertata dengan baik.
Agar pikiran-pikirannya menunjukkan suatu pola urutan yang baik, seyogianya
kalimat-kalimat yang terdapat di dalam paragraf itu, tersusun dengan urutan
A; (2) (1) (3) (4) (5) (6) (7)
B; (2) (1) (3) (5) (4) (6) (7)
C; (7) (1) (2) (3) (5) (4) (6)
D; (7) (1) (2) (3) (4) (5) (6)

48; Bacalah dengan seksama paragraf yang di bawah ini.


Dampak lain dari kesempitan pandangan adalah ketidakwajaran dalam
relasi sikap terhadap kebenaran : orang merasa enak saja berbohong, korupsi, dan
sebagainya tanpa merasa bersalah. Sementara di kalangan muda semakin lenyap
kemauan untuk berpikir luas, eksploratif, dan kreatif ; muncul rasa rendah diri yang
disertai kecenderungan primordial yang pada gilirannya melunturkan rasa solidaritas
kebangsaan.
Dari paragraf ini dapat ditarik simpulan bahwa
A; kesempitan pandangan dapat juga menyebabkan orang suka berbohong dan
korupsi tanpa merasa bersalah serta rasa solidaritas menjadi luntur.
B; kesempitan pandangan dapat juga menyebabkan ketidakwajaran dalam relasi sikap
terhadap kebenaran, lenyapnya kemauan berpikir luas, dan timbulnya rasa rendah
diri
C; kesempitan pandangan dapat juga menyebabkan ketidakwajaran dan munculnya
rasa rendah diri yang disertai kecenderungan primordial
D; kesempitan pandangan dapat juga menyebabkan munculnya rasa rendah diri yang
pada gilirannya melunturkan rasa solidaritas

49; Bacalah dengan seksama paragraf berikut ini.


Lebih dari sepuluh tahun reformasi, sejumlah harapan dan kekhawatiran
muncul bersama. Di bidang pendidikan, kita melihat banyak persoalan serius yang
meniscayakan untuk ditanggapi dan diselesaikan. Rendahnya mutu pendidikan kita
merupakan realitas tak terbantahkan. Rendahnya mutu sekolah contohnya, tampak
dari rendahnya jumlah siswa yang lulus dari ujian nasional (UN) di samping
rendahnya mutu lulusan yang hampir terjadi di semua jenjang pendidikan di negeri
ini.
Ide utama paragraf ini adalah
A; rendahnya mutu pendidikan C. rendahnya mutu sekolah
B; munculnya harapan dan kekhawatiran D. banyaknya persoalan serius

50; Bacalah dengan seksama paragraf berikut ini.


7
BAHASA INDONESIA
Paradigma juknis dan juklak adalah pola pikir pengajaran sekadar
mengikuti petuah dan petunjuk Depdiknas. Waktu pengajaran di kelas dihabiskan
sekadar mengikuti aturan baku yang digariskan pemerintah. Guru tidak ubahnya
robot yang dituntut memenuhi aturan main kurikulum. Paradigma ini ditandai
banyaknya penataran, lokakarya, dan pertemuan antara kepala sekolah untuk
memuluskan langkah pemerintah menjelang pemberlakuan aturan kurikulum baru.
Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf ini adalah
A; Sesuai dengan aturan main kurikulum, guru tidak harus menghabiskan waktu
pengajaran di kelas hanya untuk mengikuti aturan baku.
B; Sebelum pemberlakuan aturan kurikulum baru, para guru diharuskan mengikuti
penataran, lokakarya, dan sebagainya.
C; Aturan baku yang digariskan oleh pemerintah, belum cukup dalam upaya guru
memanusiakan para siswa di sekolah
D; Guru tidak ubahnya robot karena dalam melaksanakan tugasnya hanya mengikuti
petuah dan petunjuk Depdiknas.

51; Baca dan perhatikanlah pengembangan paragraf yang di bawah ini.


Perkembangan teknologi sungguh menakjubkan. Kehebatannya menandingi
kesaktian para satria dan dewa dalam cerita wayang. Kereta-kereta tanpa kuda,
tanpa sapi, dan tanpa kerbau. Jakarta Surabaya telah dapat ditempuh dalam sehari.
Deretan gerbong yang panjang penuh barang dan orang, hanya ditarik dengan
kekuatan air semata. Jaringan jalan kereta api telah membelah-belah pulau. Asap
yang mewarnai tanah air dengan garis hitam, semakin pudar untuk hilang dalam
ketiadaan. Dunia rasanya tidak berjarak lagi, telah dihilangkan dengan kawat.
Kekuatan bukan lagi monopoli gajah dan badak, tetapi telah diganti dengan benda-
benda kecil buatan manusia.
Paragraf di atas dikembangkan dengan teknik
A; analogi B. perbandingan C. sebab-akibat D. contoh-contoh

52; Baca dan perhatikanlah letak kalimat topik paragraf ini.


Langit gelap. Hujan turun lebat. Bunyi petir terdengar sambung-
menyambung. Berpuluh ekor kambing mengembek sambil berlari menuju kandangnya
karena ketakutan. Pintu-pintu dan jendela-jendela rumah tertutup, menandakan orang
berdiam diri di dalam rumah.
Kalimat topiknya terletak di
A; di awal dan di akhir paragraf C. di akhir paragraf
B; di awal paragraf D. tidak diimplementasikan

53; Baca dan perhatikanlah pengembangan paragraf yang di bawah ini.


Pria dan wanita sama-sama mendamba cinta, tetapi dalam caranya berbeda.
Pria secara aktif mencari dan menyatakannya secara terbuka. Wanita tidak segera
menunjukkan rasa yang bergelora di dadanya. Pria mengharapkan cinta pertama
dari si wanita. Wanita mengharap cinta terakhir dari si pria.
Paragraf ini dikembangkan dengan teknik
A; perbandingan C. analogi
B; kontras D. contoh-contoh

54; Hal-hal yang di bawah ini adalah cara menunjukkan hubungan antarkalimat dalam
pengembangan paragraf, kecuali
A; penggunaan kata ganti C. penggunaan kata transisi
B; penggunaan repetisi D. penggunaan kata sambung

55; Hal-hal berikut ini adalah prinsip-prinsip utama tentang pengertian ilmiah, kecuali
A; bersifat impresif C. berpola induktif-deduktif
8
BAHASA INDONESIA
B; bersifat objektif D. berdasarkan rasio
56; Dalam penulisan sebuah makalah, masalah yang akan dibahas, sebaiknya dirumuskan
dalam bentuk
A; kalimat perintah C. kalimat tanya
B; kalimat majemuk D. kalimat deklaratif
57; Topik-topik berikut sangat tepat dijadikan sebagai judul makalah, kecuali
A; Penanggulangan Krisis Ekonomi di Indonesia
B; Syarat-syarat Penerimaan Pegawai Baru
C; Mewujudkan Keekonomisan dalam Penggunaan Bahasa Indonesia
D; Upaya Peningkatan Produksi Pertanian
58; Contoh penulisan identitas buku sumber yang benar dalam penulisan daftar rujukan
atau daftar pustaka adalah
A; Syarif, R. Teknik Manajemen Latihan dan Pembinaan. 1987, Bandung : Angkasa
B; Barus, S. 2010. Pembinaan Kompetensi Menulis. Medan : USU Press
C; Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta, Prenada Media
D; Soekartawi. Monitoring dan Evaluasi Proyek Pendidikan. Jakarta, Pustaka Jaya,
1995
59; Hal-hal yang harus ditulis pada bagian pendahuluan makalah adalah
A; fenomena, rumusan masalah, sikap, pandangan, teori
B; harapan, realitas, rumusan masalah, penjelasan istilah
C; fenomena, rumusan masalah, teori, penjelasan istilah
D; harapan, realitas, pentingnya masalah, rumusan masalah.

60; Contoh penulisan sumber kutipan yang benar dalam bentuk integral adalah
A; Soekartawi (1995 : 13) menyatakan bahwa monitor pelaksanaan suatu proyek
adalah upaya meliput perkembangan atau proses suatu kegiatan serta hasil yang
dicapai.
B; Menurut Sanjaya, tidak adanya atau kurangnya perhatian siswa terhadap materi
pelajaran yang sedang dibahas merupakan salah satu perilaku siswa yang bisa
mengganggu iklim belajar (2008 : 44).
C; Syarif menyatakan bahwa analisis jabatan adalah suatu proses mendapatkan
informasi (data-data) tentang suatu jabatan untuk penyusunan standar-standar
(1987 : 1).
D; Bafadal (2003 : 14) menyatakan, Perpustakaan sekolah merupakan salah satu
sarana pendidikan dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
murid.

MOHON PERHATIANNYA :

1; JANGAN LUPA MENANDATANGANI DPNA DAN MENGISI DAFTAR HADIR.


DENGAN JELAS (HURUF KAPITAL)
2; JANGAN MENINGGALKAN TEMPAT UJIAN SEBELUM WAKTUNYA.
3; PASTIKAN LJU ANDA MASUK DALAM AMPLOP LJU.
4; LJU DISUSUN SESUAI URUTAN PADA DPNA DAN DIMASUKKAN DALAM
AMPLOP LJU BERSAMAAN DENGAN DAFTAR HADIR.

9
BAHASA INDONESIA

KUNCI JAWABAN
SOAL TES BAHASA INDONESIA

1 D 31 B
2 C 32 C
3 D 33 B
4 C 34 D
5 A 35 A
6 A 36 B
7 B 37 C
8 B 38 C
9 A 39 A
10 C 40 D
11 C 41 D
12 D 42 A
13 D 43 A
14 C 44 C
15 D 45 D
16 B 46 A
17 B 47 C
18 A 48 B
19 A 49 B
20 C 50 C
21 B 51 A
22 A 52 D
23 B 53 B
24 D 54 D
25 C 55 A
26 B 56 C
27 D 57 B
28 C 58 B
29 A 59 D
30 A 60 D

10
BAHASA INDONESIA

Tabel 1. Contoh Format Analisis Hasil Penilaian Kognitif

% Ketun
No Nama MHS Nomor soal dan skor yang diperoleh Jlh Ket
tercapai tasan
1 2 3 4 5 6 7 dst dst
1 M. ALI
2 JUMADIN
3 Joko
4 Tagam
5 Dst
Jumlah skor
Jumlah skor Maksimal
Jumlah Tuntas
Jumlah Tidak Tuntas
% Tercapai

Instruyen Penilaian Afektif,


Instruyen penilaian afektif meliputi lembar pengamatan sikap, minat, konsep diri, dan
moral

Contoh :
Tabel 2 Contoh penilaian Afektif Pada lembaran penilaian sikap

Kelas S1 Akuntansi A
Semestre V
Matakuliah IAD
Kompetensi Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan
masalah Lingkungan dan pelestarian Lingkungan
Indikator Mengenali prilaku manusia yang tidak ramah atau beretika
Lingkungan
Contoh Soal
Langkah langkah Penilaian 1 Observasi Prilaku
2 Pertanyaan langsung
3 Pertanyaan argumentasi (pribadi)
Nama mahasiswa :
Sikap yang dinilai Skor Ket.
Kerajinan
Tenggang rasa
Kedisiplinan
Kerjasama
Kepedulian
Tanggung Jawan

Skor 1 = Sangat Kurang


Skor 2 = Kurang
Skor 3 = Cukup
11
BAHASA INDONESIA
Skor 4 = Baik
Skor 5 = Sangat Baik

12