Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Isu-Isu Kontemporer

Isu-isu global kontemporer adalah isu yang berkembang serta meluas


setelah Perang Dingin berakhir pada era 1990-an. Pengertian mengenai isu-isu
global kontemporer terkait erat dengan sifat dari isu-isu tsb yang tidak lagi
didominasi oleh hubungan Timur-Barat, seperti, ancaman perang nuklir,
persaingan ideologi antara Demokrasi-Liberal dan Marxisme-Leninisme,
diplomasi krisis, dsb. Masyarakat internasional kini dihadapkan pada isu-isu
global yang terkait dengan Tatanan Dunia Baru (New World Order). Isu - isu
mengenai persoalan2 kesejahteraan ini berhubungan dengan Human Security
antara negara2 maju (developed) dengan negara2 berkembang (developing
countries) serta masalah lingkungan. Hal ini meliputi :

1. Situasi transisi politik,

2. Lemahnya kekuasaan pemerintah akibat tidak maksimalnya upaya penegakan


hukum,

3. Ketidakpastian politik,

4. Krisis ekonomi,

5. Masalah konflik di wilayah perbatasan,

6. Konflik etnis dan konflik komunal dengan berbagai dimensi internasionalnya,

7. Persoalan disintegrasi bangsa,

8. Peningkatan jumlah pelaku terorisme,

9. Kemampuan melakukan tindakan ancaman terhadap human security, dsb


Isu Kontemporer di Lokasi Observasi

Mengenai isu kontemporer di lokasi observasi yang berada di Pantai


Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung adalah dapat
terjadinya perubahan tradisi dan diskriminasi terhadap pengunjung lokal. Seperti
kebanyakan pantai di Bali, Pantai Mengening cukup ramai dikunjungi sedari dulu
dan sepanjang daerah di sekitaran sana sudah banyak terbangun Villa,
Homestay / Guest House yang di bangun oleh pengembang dari dalam atau luar
Bali dengan bekerja sama dengan warga lokal di sekitar Pantai Mengening. Hal
ini lama - lama dapat berakibat perubahan citra akan Pulau Bali dimana hanya
ada wisatawan yang menempati area sekitaran pantai dan warga lokal di
sekitaran sana dan pengunjung lokal akan merasa terasing karena area di
dominasi oleh kepentingan komersial dan tuntutan privasi dimana banyak
kejadian hotel hotel yang entah darimana memiliki hak "private beach" pasti
seiring waktu akan berkembang lebih luas lagi. Seperti yang terjadi di Pantai
Kuta nyaris habis terpakai untuk kegiatan komersial dan akan mengurangi esensi
budaya Bali itu sendiri.

Pantai Mengening
Jalan Pantai Kuta

Akan tetapi hal ini dapat di cegah jika kontribusi yang di lakukan warga
lokal dan sekitar desa dengan pondasi budaya dan adat istiadat yang kuat di
terapkan di seluruh Desa. Untuk saat ini Pantai Mengening memang belum ramai
akan bangunan komersil seperti Pantai Kuta apa lagi dengan masih di bawah
kendali warga lokal sehingga kearifan lokal tetap terjaga. Di tambah dengan
keberadaan Pura Gede Luhus Batu Ngaus di ujung Pantai Mengening dapat
memperkuat esensi budaya dan nuansa sakral di sekitaran pantai. Oleh karena
itu pengembang akan berpikir lebih hati - hati dalam membangun bangunan
komersil di daerah ini karena banyak isu kontemporer belakangan ini akan hal
"Reklamasi" yang akan terjadi di Teluk Benoa dan Pantai - pantai di Bali menjadi
lahan favorit akan kepentingan tersebut karena bernilai jual tinggi. Dalam
seluruh hal ini yaitu isu kontemporer Pantai Mengening masalh tergolong aman
dari masalah eksternal (pihak luar) maupun internal (sesama warga lokal)
seluruh bangunan di sana terutama Villa, home stay, guest house, dll sesuai
dengan perijinan dari pusat (legal) dan sudah memiliki IMB dan pemilik
bangunan sudah berkontribusi dalam pembangunan di sekitaran area yang ia
bangun dengan memperbaiki jalan dan trotoar.
Pura Gede Luhus Batu Ngaus

Trotar di Sekitar Villa - Pantai Mengening