Anda di halaman 1dari 8

SOAL 1 :

Suatu object dengan volume cor 1200 m3, produktivitas concrete pump 10 m3/jam.
Bagaimana cara proses pengecoran di lapangan dan tidak boleh terjadi Cold Joint ?

Q = 10 m3/jam

Vol = 1200 m3

Volume(V )
Waktu Cor (t) = Produktivitas (Q)

1200 m3
= 10 m 3/ jam

= 120 jam 5 hari


Dikarenakan durasi yang dibutuhkan terlalu lama, maka proses pengeocoran perlu dipercepat
dengan menambah 1 unit concrete pump, sehingga durasinya menjadi, 5 hari / 2 = 2,5 hari, tetapi
biaya yang dikeluarkan untuk sewa concrete pump akan bertambah.

Cara pengecoran agar tidak terjadi cold join adalah sebagai berikut :

Berdasarkan ACI 207 : Mass Concrete adalah proses pengecoran volume beton dengan
dimensi yang cukup besar sehingga perlu pengendalian thermal terhadap panas diudara
mengalami kontraksi dan menjadi kekangan terhadap pengembangan volume beton bagian
dalam yang panas.
Metode pelaksanaan pengecoran secara besar besaran (mass concrete) adalah merupakan
salah satu pilihan antara melakukan pengecoran secara besar besaran dan menerus atau
diengaruhi factor teknik dan ekonomis diantaranya adalah masalah yang menyangkut
pengadaan pemberhentian sambungan kontruksi yang sulit dan mahal. Ada bebrapa hal yang
perlu diperhatikan sebagai upay menghasilkan suatu kontruksi yang baik pertimbangan
utama dalam melaksanaan pengecoran secara besar besaran adlaah control terhadap panas
yang dihasilkan dari proses hidrasi dari masa beton yang besar, sehingga dapat
mengakibatkan retak retak dan terjadinya cold joint .
Maksimum perubahan suhu (thermal shock) yang dapat menyebabkan terjadinya
kontraksi dan mengakibatkan retak adalah 40 derajat C/Jam (ACI.224.1.R.93.7) dan adanya
perbedaan temperature beton dengan suhu lingkungan tidak lebih dari 20 derajat C/Jam
(ACI.Jurnal.Vol.94.No 2.1997)
Penuangan Beton Massa dilapangan :

a. Metode penuangan beton menggunakan concrete pump diatur sedemikian rupa dengan
pembagian sesuai jumlah concrete pump, sehingga pengaturan perlayer /section lebih
jelas untuk menghindarkan terjadinya Cold Joint.
b. Untuk mengurangi kenaikan temperature akibat terjadinya friksi beton denga pipa
concrete pump, diusahakan agr sepanjang pipa dibungkus dengan karung dan dilakukan
penyiraman secara periodic agar tetap terjaga dingin.
c. Diusahakan untuk menghindari sinar matahari langusng dan penguapan yang berlebihan,
untuk mencegah terjadinya retak akibat plastic settlement atau plastic shrinkage dengan
memberi penutup pada area pengecoran (Tenda).

Untuk menghindari terjadinya cold joint sewaktu pengecoran harus perhatikan


hal-hal waktu sebagai berikut :

a. Balok dan pelat menggunakan concrete pump dengan waktu penuangan beton 1 mobil
mixer 15-30 menit dan didalam concrete pump harus selalu tersedia beton, sehingga
waktu pendatangan mobil mixer dapat lebih cepat dan harus kontinyu, biasanya sekali
pengiriman 3 mobil mixer, pemesanan berikutnya pada penuangan 2 mixer terakhir.
b. Kolom/dinding beton/core wall menggunakan tower crane dengan waktu penuangan
beton 1 mobil mixer 1-1,5 jam, sehingga pendatangan mobil mixer hanya satu-satu,
disesuaikan dengan pelaksanaan pengecoran, namun harus kontinyu.
c. Kepadatan lalu lintas sangat mempengaruhi supply beton, sehingga slump harus
diperhatikan dan diberi zat additive, juga waktu tempuh dari batching plan ke proyek
sehingga dapat diprediksi berapa lama lagi beton akan setting.
SOAL 2 :
Pile cap mempunyai volume 3000 m3, dengan dimnsi 25 x 25 x 4 m, 80% dibawah muka air
80 % laut. Bagaimana Agar saat pengecoran tidak tercampur Air Laut (Pile Jacketing)

Pengecoran tiang yang berada dilaut.


Metode standar yang digunakan ialah dengan menggunakan method Tremie. Method ini
adalah metode standar untuk menangkan beton bawah air berkualitas tinggi. Diameter pipa
tremie biasanya berkisar sampai 12 inci.saluran berbentuk corong pada bagian atas untuk
mengisi beton yang berada diatas permukaan air.Dengan langkah sebagai berikut:

a. Memasang casing dari baja dengan menancapkannya hingga kedasar.


b. Tulangan dari untuk tiang dimasukan dan juga dengan pipa tremie nya.
c. Dilakukan pengecoran, adonan beton keluar dari dasar sehingga mengangkat air keatas
dan keluar.

Dikarenakan casing tiang terbuat dari baja dan berada dilaut yang akan menyebabkan korosi
maka tiang diberi perlindungan dengan :

PILE JACKETING

a. Pengecoran dilakukan di darat, dimana lapisan dalam bekisting diberikan weremesh


dengan diameter lebih besar dari pipa baja
b. Setelah pengecoran diakukan sebagai cover beton dimobilisasi pipa baja

c. Cover beton dimasukkan ke dalam pipa baja, disangga menggunakan bantuan penyangga
d. Bagian bawah cover pipa baja di tutup menggunakan lapisan, air diantara pipa baja
dengan cover beton dikeluarkan (dipompa)

e. Dilakukan pengecoran pada bagian antara pipa baja dengan cover beton, penggunaan
weresh agar permukaan dalam cover beton menjadi kasar dan mudah menyatu dengan
pengecoran yang baru

PEMASANGAN KEPALA TIANG PANCANG


a. Bracket Baja untuk mendukung Pra-Cast Beton Beam sebelum dipasang pada Pipa
Baja Pile

b. Pemasangan dan Pengaturan Ketinggian Bracket Baja

c. Bracket baja sudah terpasang

PEMASANGAN BALOK PRECAST BETON


Penguatan dan pemasangan tulangan balok

b. Pengaturan Bentuk Baja Penguatan Kerja Bar Balok Longitudinal dan Crossing
(B-4)
SOAL 3 :
Bagaimana Cara Pengecoran pada pondasi bore Pile agar tidak tercampur air, di
daerah Surabaya dengan kondisi sebagai berikut :
1. Muka air tanah tinggi
2. tanah di lokasi berupa pasir sehingga berisiko ambrol jika dilakukakan dewatering

Tanah berpasir

Dalam melakukan pekerjaan bored pile yang hars diperhatikan adalah :

1. Jenis tanah
Jenis tanah sangat berpengaruh terhadap kecepatan dalam pengeboran. Jika tipe tanah pada
lokasi yang berpasir atau tanah basah maka akan sangat mudah longsor sehingga sangat sulit
dalam proses pengangkatan mata bor setelah pengeboran. Salah sedikit bisa mengakibatkan
kelongsoran pada lubang yang telah dibuat.
2. Level muka air tanah
Level muka air tanah sangat menentukan tekanan terhadap mata bor dan dinding sumuran.
Jika level air tanah sangat dangkal maka sumuran yang dibuat akan sering mengalami kebanjiran
yang akan berakibat sumuran akan mudah longsor dan mata bor sulit menekan akibat tekanan air
menuju arah keatas.

3. Kondisi area pengeboran


Untuk area yang tergenang air, sangat tidak disarankan untuk menggunakan pondasi sistem
bore pile. Hal tersebut diakibatkan karena berpengaruh terhadap faktor air semen pondasi bore
pile. Penempatan mesin bor juga sangat sulit pada posisi genangan.

Proses pelaksanaan pengeboran :

1. Pek.Persiapan
a. Marking dan penomeran pengeboran
b. Pembuatan bak penampungan yang berfungsi sebagai tepat penyimpanan sementara air
buangan dan tempat pencampuran air dengan tanah liat sebagai media pembantu dalam
proses pengeboran.
c. Pompa air kotor.
d. Material pendukung (tanah liat dan beton readymix).
e. Perakitan tulangan baja.

2. Pengeboran
Berdasarkan kondisi tanah, system pengeboran basah diusulkan untuk pekerjaan pengeboran
dalam proyek ini. Air digunakan untuk menghancurkan material tanah dan mengurangi gesekan
dalam lubang.

Langkah langkah pengeboran dijelaskan sebagai berikut :

Pekerjaan Pengeboran
Pengeboran menggunakan cross drill dibantu dengan semprotan air (air berlumpur) yang
mengalir melalui lubang batang yang difungsikan untuk menghancurkan tanah sehingga
tanah dapat diangkut keluar lubang.
Pembersihan tahap pertama dilakukan dengan penyemprotan air selama10 menit setelah
kedalaman perencanaan tercapai.
Untuk memastikan kondisi lubang telah bersih digunakan bor spiral yang berfungsi untuk
membawa dan memotong tanah sisa yang tidak dibawa oleh air. Dengan system ini,
diharapkan bahwa semua sisa pengeboran bias terangkat. Tahap ini adalah langkah terakhir
dari pengeboran
Pekerjaan Pasangan
a. Pemasangan pipa trime sesuai dengan kedalaman lubang yang dibor
b. Pasang baja tulangan yang dirakit
c. Pembersihan akhir dengan menyemprotkan air bertekanan selama 10 menit melalui
pipa trime untuk membersihkan lubang dari endapan lumpur.

Pekerjaan Cor
Sistem pengecoran bore pile setelah pekerjaan pembersihan terakhir dilakukan, mengikuti
langkah langkah sebagaiberikut :
a. Langkah pertama dilakukan dengan kantong plastik yang diisi dengan campuran beton
untuk memisahkan campuran beton dari endapan lumpur di dalam pipa trime.
b. Kantong plastic dimasukkan pada kedalaman 1 meter dari corong trime sampai tenaga
pengecoran siap untuk melakukan pengecoran secara konstan.
c. Setelah tenaga pengecoran siap, campuran beton diisi kedalam lubang pipa sampai
kepermukaan saluran dan kemudian tas plastic bias dilepas. Pada saat yang sama,
campuran beton yang dimasukkan mendorong air lumpur di luar pipa trime keluar.
d. Pengecoran dilakukan dengan bantuan vibrator untuk membantu aliran campuran beton
kedalam lubang agar tidak ada udara yang terjebak dalam campuran beton.
e. Jika campuran tidak bias turun lebih jauh, dengan kata lain permukaan campuran beton di
dalam lubang bor telah meningkat cukup jauh. Maka pipa trime bias ditarik perlahan-
lahan sambil terus menuangkan campuran beton.
f. Penarikan pipa trime harus dijaga sehingga ujung bawah pipa tetap terendam 1 meter di
dalam campuran beton. Pipa trime bias diangkat jika campuran beton telah naik lebih dari
3 meter di bawah pipa trime. Pengecoran dapat dihentikan jika campuran beton sampai
kepermukaan lubang (meluap) dan benar-benar bersih dari lumpur atau kotoran lainnya.
g. Tahap-tahap pengeboran diatas dilanjutkan ke titik-titik pengeboran yang lain sesuai
dengan nomor pengeboran yang telah ditentukan.

Pekerjaan Pembersihaan Dan Bobokan Pile Cap


Bak penampungan limbah khusus harus disiapkan untuk bahan lumpur yang
dihasilkan dari pengeboran, sehingga tidak menumpuk / membanjiri area kerja dan tidak
mengganggu pekerjaan pengeboran berikutnya.
Bahan lumpur kental yang mengisi bak penampungan harus diambil di luar wilayah
pengeboran. Setelah umur beton 7 hari dilanjutkan dengan bobokan pile cap, sampai
level atau batas yang telah ditentukan sesuai dengan hasil uji try mix.