Anda di halaman 1dari 3

Nama : Tri Ayu Widiyanti

NIM : 2520142516
No Presensi : 43
Kelas :IB

Tugas!
Coba Anda lakukan identifikasi gejala-gejala penurunan kadar spiritualitas?
Apa faktor penyebabnya? Apa dampaknya? Bagaimana mengembalikannya
sehingga full-charging?

Gejala-gejala penurunan kadar spiritualitas?


Kebodohan. Ia melakukan kejahatan karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu
dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya
kelak diakhirat.
Ketidakpedulian, keengganann, dan melupakan. Selalu mementingkan urusan
duniawi yang merupakan hal yang dia sukai sedangkan yang bukan ia sukai tidak
diberi tempat dipikirannya. Ini meyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah,
sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu kepada Allah, tidak merasa
berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak
merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.
Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa. Awal dari perbuatan dosa adalah
menyepelekan perintah dan larangan Allah.
Jiwa yang selalu memerintah berbuat jahat. Sifat lalai, tidak mau belajar,
sombong dan tidak peduli merupakkan beberapa cara untuk membiarkan jiwa
jahat dalam tunuh kita berkuasa.

Adapun penyebab berkurangnya iman adalah diantaranya seperti:


Sebab pertama : bodoh tentang asma Allah dan sifat-sifat-Nya
Sebab kedua : berpaling (tidak mau) berfikir terhadap ayat-ayat Allah.
Sebab ketiga : berbuat maksiat
Sebab kelima : meninggalkan ketaatan
Apa dampaknya?
Tidak adanya kekuatan hubungan dengan Sang Pencipta Yaitu Allah SWT
sehingga dia bisa saja berburuk sangka terhadap Allah SWT.
Tidak memiliki rasa ketentraman dan ketenangan jiwa karena hatinya selalu
merasa was-was, merasa ia tidak ada yang melindungi, padahal Allah SWT
selalu mengawasi dan melindungi hamba-Nya.
Tidak mampu memikul beban kehidupan karena ia sering berkeluh kesah,
dihatinya tidak ada rasa ikhlas atas apa yang ia miliki.

Cara menaikkan kadar iman


1. Shalat wajib tepat waktu dan kyusu, juga memperbanyak shalat sunah.
2. Puasa. Selain puasa di bulan ramadhan jiga pusa senin-kamis, dll.
3. Mempelajari berbagai ilmu agama islam yang bersumber pada Al-Quran dan
hadist. Seperti memperbanyak membaca Al-Quran dan merenungkan
maknanya. Ayat-ayat Al-Quran memiliki target yang luas dan spesifik sesuai
kebutuhan masing-masing orang yang mencari atau memuliakan Tuhannya.
Sebagian ayat Al-Quran mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang
mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Quran mampu membuat menangis
sesorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
Kemudian pelajari ilmu mengenai asmaul husna, Sifat-sifat Yang Maha
Agung. Apabila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar,
maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnyya,
anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan
Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginan untuk bertemu Allah di
akhirat sehingga iapun secar cermat memenuhi berbagai persyaratan yang
diminta Allah untuk bisa bertemu dendan-Nya yaitu dengan memperbanyak
amal ibadah. Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha
Halus, Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan
hidupnya merasa tenang karena ia tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara
lembut dan sabar. Kemudian mempelajari dengan cermat sejarah kehidupan
Rasulullah SAW. Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan
Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian
berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan
mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.
4. Merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam. Menyingkirkan
dulu kesombongan akal kita, merenungkan secara tulus bagaimana alam ini
diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan yang luar biasa yang mampu
menciptakan alam yang sersempurna ini.
5. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas.
Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap
melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan
usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.