Anda di halaman 1dari 14

TUGAS 07

1. Jelaskan mengenai definisi dari Standar, Kode dan Spesifikasi dan berilah beberapa contoh
untuk ke tiga istilah tersebut diatas.

Jawab :

Standard adalah kumpulan dokumen-dokumen berisikan kode (codes), spesifikasi (specification),


saran aplikasi (recommended practice), klasifikasi, dan petunjuk (guide) yang telah dipersiapkan
oleh suatu institusi organisasi dan di sahkan (approved) sesuai dengan prosedur yang ada (berlaku).
Contoh:

SNI (Standar Nasional Indonesia)

ASME (American Society of Mechanical Engineers)

EN (European Norm)

ISO (International Standard Organization)

Code adalah suatu standard yang berisikan kondisi dan persyaratan yang berhubungan dengan
bidang khusus (a particularly subject) dan mengindikasikan bahwa prosedur yg digunakan telah
sesuai dengan persyaratannya. Kode ini harus diikuti (mandatory) karena menyangkut kepentingan
umum yang mengarah kepada kebijakan otoritas pemerintahan. Contoh:

AWS D1.1 (Structural Welding Code-Steel)

ASME (Boiler and Pressure Vessel Code)

APD (Welded Pipeline and Vessel)

Spesifikasi adalah suatu standar yang berisikan penjelasan yang rinci dan akurat tentang
persyaratan teknis dari material, produk, sistem atau jasa. Contoh:

AWS A5.X (Filler Metal Specification)

ASME sec.IIC (Material Consumable of Welding)


2. Sebutkan beberapa Standar yang mengatur tentang Kualitas Pengelasan menurut Standar USA
maupun Standar Eropa, serta sebutkan Jenis (type) dan Batasan (restriction) yang ditetapkan dalam
standar tersebut.

Jawab :

Standar Eropa dan Amerika dalam mendukung kualitas lasan, yaitu:

ASME (American Society of Mechanical Engineers)

o ASME Sec IX (Qualification Standard for Welding and Brazing Procedure, Welder,
and Welding & Braze Operator).

o ASME Sec II C (Standard for Material and Consumable of Welding).

Basic Construction Code/Standards:


ASME sec I, ASME B31.1, ASME
B31.3
ASME sec VIII Div 1&2

Examination and Welding Personal and


Testing Quality of Welds Welding Procedure
ASME V ASME IX

Welding Material
ASME IIC

EN (European Norm) / European Standard

o EN 288 (Standard & Qualification Welding Procedure)

o EN 287 (Standard & Qualification of Welder)

o EN 1418 (Standard & Qualification of Welding Operator)


Quality manual and
certificate EN ISO 9000
Quality requirements for
welding EN 720
Examination and testing Welding Personal
ISO 5817 EN 237
ISO 30042 EN 1418
EN 970 EN 719

Quality of Welds

Safety in welding Welding procedure


EN 60074 EN 288
EN 50078 EN ISO 15607-5614
Materials
Metal 10025
Consumable EN
440, EN 449

AWS (American Welding Society)

3. Sebutkan contoh aplikasi dilapangan (misalnya untuk Boiler & PV, dll) yang diatur menurut
standar USA dan Eropa, serta sebutkan Kode Nomor Standar yang mengatur Prosedurnya maupun
Juru lasnya (welder).

Jawab :

Application Application code / Welding standard


standard

Procedure approval Welder approval

Pressure vessel BS 5500 BS EN 288 BS EN 287

ASME VIII ASME IX ASME IX

Process pipe- BS 2633 BS EN 288 (part 3) BS EN 287 (part 3)


work
BS 4677 BS EN 288 (part 4) BS EB 287 (part 2)

ANSI/ASME B31.3 ASME IX ASME IX

BS 2971 ASME IX ASME IX

BS EN 288 (part 3) BS 4872/BS EN 287


Structural AWS D1.1 AWS D1.1 AWS D1.1
fabrication
AWS D1.2 AWS D1.2 AWS D1.2

BS 5135 BS EN 288 (part 3) BS EN 287

BS 8118 BS EN 288 (part 4) BS EN 287

BS 4872

Storage tanks BS 2654 BS EN 288 (part 3 & 4) BS EN 287

BS 2594 BS EN 288 (part 3 & 4) BS EN 287

API 620/650 ASME IX ASME IX

4. Apa yang dimaksud WPS? Mengapa WPS harus dibuat dalam pengelasan? serta sebutkan
beberapa isi dari WPS.

Jawab :

WPS (Welding Procedure Specification) adalah suatu perencanaan untuk pelaksanaan


pengelasan yang meliputi cara pembuatan konstruksi pengelasan yang sesuai dengan rencana dan
spesifikasinya dengan menentukan semua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Karena
itu mereka yang menentukan prosedur pengelasan harus mempunyai pengetahuan dalam hal
pengetahuan bahan dan teknologi pengelasan itu sendiri serta dapat menggunakan pengetahuan
tersebut untuk effesiensi dari suatu aktivitas produksi. WPS (Welding Procedure Specification)
digunakan untuk memberitahukan kombinasi variabel-variabel yang digunakan untuk membuat
lasan tertentu. Secara garis besar, WPS mengatur langkah-langkah yang diperlukan dalam membuat
lasan pada kondisi khusus. Isi yang diatur dalam WPS:

Proses (SMAW, FCAW)

Spesifikasi elektroda (AWS A5.1, A5.20)

Klasifikasi elektroda (E7018, E71T-1)


Diameter elektroda (1/8 in, 5/32 in)

Karakteristik listrik yang digunakan (AC, DC+, D -)

Spesifikasi logam dasar (A36, A572, Gr50)

Temperatur minimum preheat dan interpass

Arus pengelasan

Kecepatan kawat umpan

Tegangan busur listrik

Kecepatan pengelasan

Posisi pengelasan

Tipe gas pelindung dan kecepatan alir

Detail joint design

5. Apa yang dimaksud dengan PQR? Mengapa PQR harus dibuat? dan sebutkan isi dari dolumen
PQR.

Jawab :

PQR (Production Qualification Record) merupakan catatan atau rekaman dari semua parameter
essential variable pada saat test coupon dilaksanakan. PQR hanya dibutuhkah untuk WPS yang
membutuhkan kualifikasi. Sebuah kupon tes diwelding dan PWHT diperlakukan sesuai dengan
WPS. Dan hasil weldingan diuji melalui berbagai non destruktif test, mekanik test, tes korosi dan
metalografi seperti yang dipersyaratkan oleh spesifikasi yang berlaku oleh kode dan standard
international. PQR adalah catatan dari parameter pengelasan yang sebenarnya digunakan selama
pengelasan kupon pengujian dan hasil pengujian laboratorium.

Hal-hal yang diatur dalam PQR meliputi:

Record parameter welding lengkap sesuai standar.


Record parameter welding yang bukan essensial tapi mungkin di butuhkan dalam produksi
atau mutu.

Data Material certificate test coupon

Data consumable certificate yang digunakan dalam welding test coupon

Data lulus uji NDT seperti MPI atau DPI, UT atau RT

Data lulus test destructive test (Mechanical test) dari badan independent test

6. Jelaskan 3 (tiga) variabel yang ada di WPS dan sebutkan contoh dari masing variabel-variabel
tersebut.

Jawab :

1. Variabel Esensial

Merupakan variabel dasar yang sangat mempengaruhi proses pengelasan.

QW-401.2 Essential Variable (procedure)

Perubahan kondisi pengelasan akan mempengaruhi sifat-sifat mekanik pada produk las

QW-401.2 Essential Variable (performance)

Perubahan kondisi pengelasan akan mempengaruhi kemampuan welder dalam mendepositkan weld
metal.

Variabel esensial ini meliputi :

Base metal
Filler metal
Joint design
Welding process

2. Variabel Non-esensial

Merupakan variabel yang memberi sedikit pengaruh atau tidak sama sekali pada sifat mekanis hasil
lasan. Variabel tersebut meliputi :
Arc Voltage
Welding Amperage
Travel speed

3. Supplementary Essential Variable / Additional Variable

Merupakan variabel jika terdapat kondisi yang akan merubah ketangguhan dari sambungan las,
HAZ, atau logam induk. Variabel tersebut adalah hasil uji impak.

7. Jelaskan mengenai persyaratan Pengujian Impak hasil lasan di WPS. Kapan variable tersebut
masuk di Essential Variabel dan Kapan harus masuk di Additional Variable.

Jawab :

Dalam pengujian impak hasil lasan dibuat test coupon dan dilakukan pengelasan dengan parameter
yang sesuai yang tercantum dalam WPS dan diseuaikan dengan kondisi pengelasan sesungguhnya
pada lapangan. Kemudian mencatat semua variabel esesnsial, nonesensial, dan additional variable
sesuai dengan kondisi lapangan. Setelah itu test coupon dipotong dan dijadikan specimen uji impak,
biasanya yang dipakai adalah V-notch Charpy Impact test.

Kapan variable tersebut masuk di Essential Variabel dan Kapan harus masuk di
Additional Variable

Suatu additional variabel menjadi variabel esensial ketika welding procedure qualification
membutuhkan tes impak. Kebutuhan akan tes impak ini ketika kombinasi dari material, ketebalan,
dan suhu mempengaruhi ketangguhan dari material, kemudian WPS harus dikualifikasi
menggunakan tes impak.

8. Apa yang dimaksud dengan F-Number, A-Number dan P-Number? Berapa P-Number untuk baja
austenitik 316 sesuai dengan standar USA.

Jawaab :

P-Number adalah penandaan oleh ASME Boiler and Pressure Code untuk mengkategorikan
komposisi kimia dan kemampulasan dari logam yang digunakan untuk fabrikasi dari barang
penahan tekanan. F-Number adalah klasifikasi untuk logam pengisi. A-Number mengidentifikasi
komposisi kimia.

P-Number untuk Baja Austenitic 316:

Spec Grade UNS P G KSI D1.1 group

A-167 Type 316- S31603 S8 SG1 70 U


L

9. Bandingkan pengkodean untuk posisi pengelasan berdasarkan standar USA dan Eropa serta
gambarkan skematis nya, menggambar gambar skematik

Jawab :

Pengkodean Posisi Las Eropa Pengkodean Posisi Las Amerika

10. Buatlah RESUME (ringkasan) mengenai artikel WHAT EVERY ENGINEER SHOULD
KNOW ABOUT WELDING PROCEDURES" written by Duane K. Miller, Sc.D., P.E. Seperti
terlampir dalam Folder Kuliah 08.

Jawab :
Pengaruh dari Variabel-variabel pada Pengelasan

Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik berpengaruh terhadap masukan panas (heat input). Peningkatan kuat arus akan
mengakibatkan laju deposisi (deposition rate) yang lebih tinggi, penetrasi yang lebih dalam dan
campuran yang lebih. Pada sistem pengelasan current voltage (CV welding), kenaikan kecepatan
kawat pengumpan (wire feed) dapat meningkatkan kuat arus listrik. Pada sistem pengelasan
constant current (CC welding), pengaturan pada mesin akan mempengaruhi kuat arus dasar
meskipun perubahan pada panjang busur dapat mengubah kuat arus. Penambahan panjang busur
dapat mengurangi kuat arus.
Potensial Busur (arc voltage)

Potensial busur mempengaruhi panjang busur. Peningkatan potensial akan menyebabkan panjang
busur meningkat sehingga kebutuhan acr shielding juga naik. Pada CV welding besarnya potensial
dapat disetting pada mesin sehingga panjang busur relatif tetap. Sedangkan pada SMAW dengan
sistem CC, besarnya potensial ditentukan oleh panjang busur (arc length). Kenaikan arc length pada
SMAW mengakibatkan potensial meningkat sedangkan kuat arus berkurang. Potensial busur juga
menentukan lebarnya weld bead. Potensial pada proses pengelasan tidak konstan karena adanya
resistansi kabel dan pengurangan potensial akibat adanya hambatan dari sumber tegangan hingga
titik kerja. Oleh karena itu, agar bisa mendapatkan hasil lasan yang baik maka potensial harus
dikontrol. Pada pengelasan SMAW biasanya potensial tidak bisa dimonitor karena potensial selalu
berubah tergantung pada welder.

Kecepatan Pengelasan

Kecepatan pengelasan (inchi/menit) merupakan laju pergerakan elektroda relatif terhadap


sambungan. Kecepatan pengelasan berbuhungan terbalik terhadap ukuran weld bead. Bila kecepatan
pengelasan meningkat maka ukuran weld bead berkurang sehingga masukan panas (heat input) juga
berkurang.

Kecepatan kawat pengumpan (wire feed speed)

Merupakan laju di mana elektroda melewati welding gun menuju busur, satuannya adalah inchi per
menit. Laju deposisi (deposition rate) sebanding dengan kecepatan kawat pengumpan dan kuat arus.
Peningkatan kecepatan pengumpanan kawat akan meningkatkan kuat arus. Untuk kecepatan
pengumpanan yang rendah, rasio kecepatan pengumpanan kawat terhadap kuat arus relatif konstan
dan linear sedangkan pada pengumpanan dengan kecepatan tinggi menyebabkan rasio meningkat
dan mengakibatkan laju deposisi naik per amper.

Perpanjangan elektroda (electrode extension)

Merupakan jarak antara ujung kontak dengan ujung eletroda. Peningkatan electrode extension pada
potensial yang konstan mengakibatkan resistansi elektroda meningkat. Electrode ekstension yang
panjang digunakan untuk mendapatkan laju deposisi yang lebih besar. Apabila electrode extension
meningkat maka kuat arus akan berkurang.
Diameter elektorda

Diameter elektroda yang besar mengakibatkan kebutuhan arus listrik yang besar pula.

Polaritas

Merupakan arah dari aliran arus listrik. Polaritas positif apabila ujung elektroda dihubungkan
dengan terminal positif dari sumber tegangan DC sedangkan daerah kerja dihubungkan dengan
terminal negatif. Polaritas negatif apabila elektroda dihubungkan dengan terminal negatif sedangkan
daerah kerja dihubungkan dengan terminal positif.

Masukan panas (heat input)

Sebanding dengan kuat arus dan lamanya arc voltage, serta berbanding terbalik terhadap kecepatan
pengelasan. Masukan panas yang besar mengakibatkan luas daerah pengelasan dan HAZ yang besar
pula.

Rapat arus (current density)

Merupakan perbandingan antara kuat arus terhadap luas area elektroda. Peningkatan rapat arus
mengakibatkan peningkatan laju deposisi dan penetrasi.

Pemanasan awal dan temperatur interpas (preheating and interpass temperature)

Dilakukan untuk menghindari terjadinya retak. Preheating dan interpass temperatur yang diberikan
di atas 550F.

Tujuan WPS:

Variabel-variabel di atas merupakan faktor yang menentukan kualitas hasil lasan, sifat-sifat mekanis
dan produktifitas proses. Efisiensi proses pengelasan sangat ditentukan oleh pengetahuan operator
dan engineer yang membuat welding procedure specification dan mengkomunikasikan persyaratan-
persyaratan lasan kepada welder. WPS penting untuk mengkomunikasikan kepada welder,
supervisor dan inspector mengenai syarat lasan yang diinginkan.
Kemampuan welder untuk melaksanakan WPS tergantung pada welder qualification test (D1.1-96
paragraf C4.1.2). seorang inspector harus memastikan bahwa pengelasan dilakukan sesuai dengan
WPS, mengawasi teknik yang digunakan oleh welder (D1.1-96, paragraph 6.5.4). inspector tidak
boleh mengubah WPS, melainkan mereka harus memastikan bahwa semua prosedur diikuti dengan
baik (D1.1-96, paragraph 6.3.1). Structural Welding Code-Steel D1.1-96 membutuhkan WPS untuk
setiap proses fabrikasi (D1.1-96, paragraph 5.5). Setiap fabricator dan penegak bertanggung jawab
untuk mengembangkan WPS (D1.1-96, paragraph 4.1.1.1.4.6).

Ketidaksesuaian antara WPS dengan proses dapat mengakibatkan deposisi lasan tidak memenuhi
persyaratan yang diminta oleh kode atau spesifikasi pekerjaan. Apabila diperoleh hasil lasan yang
tidak diinginkan maka harus dilakukan koreksi yang dapat mengakibatkan peningkatan biaya.

Kualifikasi Awal WPS:

Prequalified WPS merupakan hal-hal yang dibuat oleh komite AWS D1 sebagai acceptable
performance dan tidak memasukkannya ke pengujian kualifikasi apa prosedur pengelasan.
Persyaratan kode yang dibebaskan oleh prequalifikasi adalah nondestructuive testing dan
mechanical testing. Agar WPS dapat diprekualifikasi, haru dipenuhi kondisi berikut ini :

Prosedur pengelasan yang harus diprekualifikasi hanya SMAW, SAW, GMAW (kecuali
GMAW-s) dan FCAW (D1.1-96, paragraph 3.2.1).

Kombinasi dari base metal/filler metal harus diprekualifikasi sebagaimana pada D1.1-96,
paragraph 3.3, tabel 3.1

Temperatur minimum preheat dan interpass harus sesuai dengan D1.1-96, paragraph 3.3,
tabel 3.2

Persyaratan khusus untuk setiap jenis pengelasan harus dikontrol. Pengelasan fillet harus
sesuai dengan D1.1-96, paragraph 3.9, pengelasan plug dan slot harus sesuai dengan D1.1-
96, paragraph 3.10, dan pengelasan groove harus sesuai dengan D1.1-96, paragraph 3.11,
3.12 dan 3.13. Preparasi dari dimensi groove diatur pada D1.1-96, gambar 3.3 dan 3.4.
Meskipun detail prekualifikasi sambungan telah ditentukan, prosedur pengelasan harus dikualifikasi
dengan pengujian apabila kondisi prekualifikasi tidak diperoleh. Misalnya prekualifikasi yang
digunakan untuk baja yang belum diketahui maka prosedur pengelasan harus dikualifikasi dengan
pengujian.

Status kualifikasi awal harus sesuai dengan parameter procedural sebagaimana terdapat pada D1.1-
96, tabel 3.7, dan termasuk diameter maksimum elektroda, arus maksimum, root pass thickness
maksimum, fill pass thickness maksimum, single-pass filler weld size maksimum dan single pass
weld layer maksimum (D1.1-96, table 3.3).

Kontraktor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa parameter khusus dari prekualifikasi WPS
sesuai dengan aplikasi khusus. Misalnya WPS yang diajukan untuk membuat inchi fillet weld
pada 3/8 inchi A36 steel pada posisi mendatar. Jenis lasan dan steel diprekualifikasi. Filler metal
yang dipilih adalah F7 A2-EM12K, sesuai dengan persyaratan pada D1.1-96, tabel 3.1. Tidak ada
preheat khusus, diameter elektroda yang dipilih 3/32 inch, spesifikasi maksimum ditentukan pada
D1.1-96, tabel 3.2. Single pass weld size maksimum tidak diatur pada D1.1-96, table 3.7 sehingga
inchi ukuran fillet bisa diprekualifikasi. Arus yang dipilih adalah 800A, yaitu lebih rendah dari
kuat arus maksimum yang ditentukan pada D1.1-96, tabel 3.7.

Panduan untuk Menyiapkan Kualifikasi Awal WPS

Langkah awal saat membuat prequalified WPSs adalah membuat welding parameter yang sesuai
untuk aplikasi umum. Ketebalan material yang digunakan menentukan ukuran elektroda dan kuat
arus. Filler metal spesifik yangdipilih akan menunjukan persyaratan kekuatan dari sambungan. Bila
parameter yang diharapkan telah diperoleh, maka perlu dilakukan penilaian bedasarkan kode pada
D1.1-96 yang mengandung persyaratan-persyaratan bagi prekualifikasi. Apabila ada parameter yang
menyimpang dari persyaratan ini, seorang kontraktor dapat melakukan dua hal :

1. Prosedur persiapan disesuaikan dengan batasan pada prekualifikasi, atau

2. Melakukan pengujian kualifikasi terhadap WPS

Langkah selanjutnya adalah menulis dokumen dari syarat-syarat WPS yang telah diprekualifikasi.
Pengujian Untuk Mengkualifikasi Prosedur Pengelasan

Pelaksanaan pengujian kualifikasi.

Prosedur pengelasan harus diuji karena dua alasan, pertama karena adanya kontrak dan kedua
karena pada kondisi tertentu dapat menyebabkan penyimpangan terhadap kualifikasi awal. Langkah
pertama dalam mengkualifikasikan prosedur pengelasan adalah prosedur yang ingin diuji misalnya
proses pengelasan, logam pengisi, kualitas baja, jenis sambungan, ketebalan material, temperatur
preheat, minimum interpass temperature level, kuat arus, potensial dan kecepatan pengelasan.
Parameter-parameter tersebut dicatat pada Prosedure Qualification Record (PQR). Jenis-jenis
pengujian kualifikasi terdapat pada D1.1-96, paragraph 4.4.

Membuat WPS dari PQR yang baik

Dari sebuah PQR yang baik dapat dibuat lebih dari satu macam WPS yang sesuai dengan
persyaratan pengujian. Perubahan yang cukup signifikan untuk menjamin pengujian tambahan
sebagai variabel esensial terdapat pada D1.1-96, tabel 4.5, 4.6 dan 4.7. Tabel 4.1 dalam D1.1-96
berisi tentang jenis-jenis dan posisi pengelasan yang disyararkan untuk berbagai pengujian.

Anda mungkin juga menyukai