Anda di halaman 1dari 5

JUDUL

Upaya Peningkatan Status Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Dusun Krajan
Melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Gratis

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 ANALISIS SITUASI
A. Geografi
Desa Pucangsongo mempunyai luas wilayah 2,41 kmdenganlima dusun, 14
RT, dan 4 RW dengan pembagian: 1 (Dusun Krajan 1), 2 (Dusun Krajan 2), 3 (Dusun
Krajan 3 ), 4 (Dusun Karangnongko), 5 (Dusun Kletak).
Untuk transportasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, roda empat,
dan kendaraan umum (angkot).Jarak antara puskesmas dengan desa kurang lebih 4
km
Adapun batas wilayah sebagai berikut:
1. Utara : Desa Sumber Pasir
2. Selatan : Desa Sumber Banjarejo
3. Timur : Desa Sumber Kradenan
4. Barat : Desa Sukoanyar
B. Demografi
Keadaan Demografi Desa Pucangsongo memiliki jumlah penduduk sebanyak
2.752 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.428jiwa dan jumlah
penduduk wanita sebanyak 1.324 jiwa.
Tabel 1. Distribusi Penduduk Menurut Usia
No. Usia Jumlah
1. 0 11 bulan 46 orang
2. 12 59 bulan 188 orang
3. 5 6 tahun 94 orang
4. 10 19 tahun 115 orang
5. 15 49 tahun 778 orang
6. 45 59 tahun 581 orang
7. 60 tahun 366 orang
8. 70 tahun 150 orang
Total 2.318 orang
Tabel 2. Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No. Pendidikan Jumlah
1. Tidak Sekolah 12 orang
2. Belum Tamat SD 9 orang
3. Tamat SD 708 orang
4. Tamat SLTP 488 orang
5. Tamat SLTA 232 orang
6. Tamat Akademi/PT 25 orang
Total 1.474orang

Tabel 3. Distribusi Penduduk Menurut Sosial Ekonomi dan Pekerjaan


No. Pendidikan Jumlah
1. Tani 243 orang
2. Dagang 175 orang
3. PNS 15 orang
4. Buruh 112 orang
5. TNI 2 orang
6. Dll 88 orang
Total 635 orang

C. Keadaan Khusus
a. Sarana Kesehatan Pemerintah
Polindes 1
b. Sarana Kesehatan Swasta
Balai Pengobatan (BP) 0
Rumah Bersalin 0
c. Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UK3M)
Posyandu Balita 5
Posyandu Lansia 1
Jumlah Kader Kesehatan 25
d. Ketenagaan
1 Orang Perawat
1 Orang Bidan
e. Jenis Pelayanan Kesehatan di Poskesdes
Pelayanan KIA
Pelayanan KB
Gizi
Imunisasi
f. Data Sekolah
PAUD 1
TK 2
SD 1
MTS 1
g. Data Kesehatan Lingkungan
Jumlah rumah sehat 306
Tempat pembuatan ma/mi 6
Tempat tempat umum 7
Sarana air bersih 408 PDAM Desa, Sumur 140, Sungai
136
Jumlah jamban 408
Jumlah spal 272
Jumlah rumah 680

Tabel 4.Kondisi Umum Kesehatan di Desa Pucangsongo

NO MASALAH DESKRIPSI
1. ISPA -
2. Hipertensi -
3. Myalgia -
4. Penyakit Kulit -
5. Seks pra nikah -
6. Asam urat -
7 BBLR -
8 Diare -
9 Gizi Kurang -

Tabel 5. Analisis USG


No. MASALAH U S G TOTAL
1 ISPA 3 1 1 5
2 Hipertensi 4 3 3 10
3 Myalgia 3 2 2 7
4 Liver 0 0 1 1
5 Penyakit Kulit 3 4 3 10
6 Seks pra nikah 2 1 1 4
7 Asam Urat 2 1 2 5
8 BBLR 0 0 1 1
9 Diare 10 2 2 14
10 Gizi Kurang 23 2 2 27
Keterangan
1 = Rendah
2 = Sedang
3 = Tinggi
Berdasarkan data yang diperoleh dari kader kesehatan desa dan bidan
Polindes angka kejadian diare dan gizi kurang pada masyarakat khususnya ibu hamil
serta ibu menyusui dan balita. Masyarakat kurang peduli terhadap dampak yang dapat
ditimbulkan akibat seks pra nikah oleh karena itu masyarakat perlu di edukasi
mengenai bahaya yang timbul akibat gizi kurang. Selain itu masalah kebersihan di
Desa Pucangsongo ini menjadi masalah kesehatan seperti ISPA dan penyakit kulit
yang cukup tinggi kejadiannya yaitu masing masing 535 dan 73 kejadian. Oleh
karena itu masyarakat melalui kader desa perlu di edukasi mengenai pentingnya
PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) untuk tindakan pencegahan terhadap penyakit
lain.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja upaya pembinaan yang perlu dilakukan dalam penanganan kurang
gizi dan masalah ibu hamil serta menyusui di Desa Pucangsongo?
2. Apakah masyarakat Desa Pucangsongo sudah mengetahui PHBS (Pola Hidup
Bersih dan Sehat) ?

1.3 Tujuan Kegiatan

1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kurang gizi khususnya


bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta balita.
2. Meningkatkan peran kader dalam PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)
1.4 Manfaat Kegiatan

1. Bagi orang tua, meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kewaspadaan


remaja dan orang tua mengenai bahaya kurang gizi.
2. Bagi kader kesehatan desa, meningkatkan kinerja dalam upaya penerapan
PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di masyrakat desa.
3. Bagi penyelenggara, meningkatkan kemampuan komunikasi terhadap
masyarakat umum.