Anda di halaman 1dari 3

Serat Wedhatama Pangkur 1-2

01
Mingkar-mingkuring angkara,
akarana karenan mardi siwi,
sinawung resmining kidung,
sinuba sinukarta,
mrih kretarta pakartining ilmu luhung,
kang tumrap ing tanah Jawa,
agama ageming aji.

02
Jinejer ing Wedhatama,
mrih tan kemba kembenganing pambudi,
mangka nadyan tuwa pikun,
yen tan mikani rasa,
yekti sepi sepa lir sepah asamun,
samangsane pakumpulan,
gonyak-ganyuk nglelingsemi.

Terjemahan
01
menghindari sifat jahat,
sebab senang membimbing anak,
dirangkum ke dalam sebuah kidung,
dihormati dan dimuliakan,
supaya tercapai maksud dari ilmu luhur,
bagi tanah jawa,
agama adalah busana berharga
02
disusun di ajaran utama,
tidak boleh malas bermandikan budi kebaikan,
maka walaupun tua dan pikun,
kalau tidak mengolah rasa,
sungguh sepi dan hampa seperti sampah tersembunyi,
ketika diperkumpulan,
serba canggung dan memalukan
Serat Wedhatama Tembang Pocung

TEMBANG POCUNG
Gusti Pangeran Adipati Arya Sri Mangkunegoro IV

MACAPAT

Ngelmu iku
Kalakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budaya pangekese dur angkara

Ilmu yang sejati hanya dapat dicapai dengan


laku dan hanya berguna,
apabila diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari.
Perilaku dengan kesungguhan hati
akan menghasilkan kepuasan batin.
Demikian kau akan menghadirkan SANG DIRI PRIBADI
yang dapat membedakan antara benar dan salah.

Angkara gung
Neng angga aggung gumulung
Gogolonganira
Triloka lekere kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda

Napsu angkara besar,


ada didalam diri yang kuat
menggumpal,
menjangkau hingga ke tiga jaman,
jika dibiarkan berkembang akan berubah menjadi gangguan malapetaka.

Bada lamun
Kang sus sengsem reh ngasamun
Semune ngaksama
Sasamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martotama

Lain halnya dengan mereka yang telah menemukan DIRI PRIBADI.


Selain penuh dengan kesabaran dan kasih,
mereka juga akan saling memaafkan
dan berupaya untuk berbudi pekerti luhur setiap saat.
Taman limut, Durgameng tyas kang weh limput
Karem ing karamat
Karana karoban ing sih
Sihing sukma ngreda sahardi gengira

DIRI PRIBADI selalu menyuarakan kebenaran, sehingga hawa napsu


tidak dapat menggoda mereka lagi.
Sesungguhnya, kehadiran DIRI PRIBADI itu merupakan
anugerah Allah yang paling besar.

Yeku patut Tinulad-tulad tinurut


Sapituduhira
Aja kaya jaman mangkin
Keh pra mudha mundhi diri lapal makna

itulah
yang pantas ditiru, contoh yang patut diikuti, seperti semua nasihatku,
jangan seperti jaman nanti,
banyak anak muda yang menyombongkan diri dengan hafalan ayat

Nora weruh
Rosing rasa kang rinuruh
Lumeketing angga
Anggere padha marsudi
Kana-kene kaanane nora beda

Tidak memahami,
hakekat ilmu yang dicari,
sebenarnya ada di dalam dirinya sendiri,
asal mau berupaya,
sana sini (ilmunya) tidak berbeda.

Beri Nilai