Anda di halaman 1dari 2

Fluks disebut juga sebagai suatu laju pelepasan obat.

Dimana fluks dipengaruhi oleh


koefisien partisi obat dalam membran dan pembawa, tebal membran dan koefisien difusi
obat. Secara umum fluks dinyatakan dalam rumus :
J = (K D/h) (Cs C)
Dimana :
J = fluks persatuan luas
K = koefisien partisi obat dalam membran dan pembawa
h = tebal membran
D = koefisien difusi obat
Cs = konsentrasi obat dalam pembawa
C = konsentrasi obat dalam medium reseptor
Suatu kadar yang didapatkan kemudian dikoreksi dengan persamaan Wuster.

Dimana :
Cn = kadar sebenarnya setelah dikoreksi (ppm)
Cn = kadar terbaca (hasil perhitungan dari nilai serapan sampel yang terbaca pada
spektrofotometer dalam ppm)
Cs = kadar terbaca dari sampel sebelumnya
Vs = volume sampel
Vm = volume media
Penentuan jumlah kumulatif natrium diklofenak yang terlepas dari basis per satuan
luas membran tiap waktu (g/cm2), dihitung dari kadar yang diperoleh setiap waktu (g/ml)
ditambah faktor koreksi Wurster kemudian dikalikan dengan jumlah media setelah itu dibagi
luas permukaan membran. Kurva hubungan antara jumlah kumulatif natrium diklofenak
yang lepas per satuan luas membran (g/cm2) terhadap akar waktu (menit1/2) dibuat dari
setiap sediaan uji. ( Purwanti, dkk, 2013)
Suatu grafik fluks yang baik dapat ditentukan dari suatu gambar profil pelepasan
natrium diklofenak yang dihasilkan ditentukan pada keadaan steady state terlebih dahulu,
selanjutnya dibuat persamaan regresi pada daerah steady state tersebut. Kondisi steady state
merupakan suatu keadaan membran pada kondisi jenuh atau proses difusi sudah berjalan
konstan. Pada persamaan regresi tersebut pada nilai slope merupakan laju pelepasan (fluks)
natrium diklofenak dari basis. ( Purwanti, dkk, 2013)
Dapus : Purwanti, dkk. 2013. Pelepasan Dan Penetrasi Natrium Diklofenak Sistem Niosom
Span 60 Dalam Basis Gel Hpmc 4000. Universitas Airlangga