Anda di halaman 1dari 10

Air tawar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Air tawar ialah air yang tidak berasa lawan dari air asin. Merupakan air yang tidak mengandung
banyak larutan garam dan larutan mineral di dalamnya.
Saat menyebutkan air tawar, orang biasanya merujuk ke air dari sumur, danau, sungai, salju,
atau es. Air tawar juga berarti air yang dapat dan aman untuk dijadikan minumanbagi manusia.
Air Samudera dan lautan tersusun dari banyak garam natrium chlorida (NaCl) hingga air terasa
asin, yang tidak bisa dan tidak nyaman untuk dikonsumsi olehmanusia.
Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara osmosis terbalik, suatu
proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran
saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak digunakan pada
kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.

Sumber air tawar[sunting | sunting sumber]


Air permukaan[sunting | sunting sumber]
Air permukaan adalah air yang terdapat di sungai, danau, atau rawa air tawar. Air permukaan
secara alami dapat tergantikan dengan presipitasi dan secara alami menghilang
akibat aliran menuju lautan, penguapan, dan penyerapan menuju ke bawah permukaan.

Meski satu-satunya sumber alami bagi perairan permukaan hanya presipitasi dalam area
tangkapan air, total kuantitas air dalam sistem dalam suatu waktu bergantung pada banyak
faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk kapasitas danau, rawa, dan reservoir buatan,
permeabilitas tanah di bawah reservoir, karakteristik aliran pada area tangkapan air, ketepatan
waktu presipitasi dan rata-rata evaporasi setempat. Semua faktor tersebut juga memengaruhi
besarnya air yang menghilang dari aliran permukaan.

Aktivitas manusia memiliki dampak yang besar dan kadang-kadang menghancurkan faktor-faktor
tersebut. Manusia seringkali meningkatkan kapasitas reservoir total dengan melakukan
pembangunan reservoir buatan, dan menguranginya dengan mengeringkan lahan basah.
Manusia juga sering meningkakan kuantitas dan kecepatan aliran permukaan dengan
pembuatan sauran-saluran untuk berbagai keperluan, misalnya irigasi.

Kuantitas total dari air yang tersedia pada suatu waktu adalah hal yang penting. Sebagian
manusia membutuhkan air pada saat-saat tertentu saja. Misalnya petanimembutuhkan banyak
air ketika akan menanam padi dan membutuhkan lebih sedikit air ketika menanam palawija.
Untuk mensuplai petani dengan air, sistem air permukaan membutuhkan kapasitas penyimpanan
yang besar untuk mengumpulkan air sepanjang tahun dan melepaskannya pada suatu waktu
tertentu. Sedangkan penggunaan air lainnya membutuhkan air sepanjang waktu,
misalnya pembangkit listrik yang membutuhkan air untuk pendinginan, atau pembangkit listrik
tenaga air. Untuk mensuplainya, sistem perairan permukaan harus terisi ketika aliran arus rata-
rata lebih rendah dari kebutuhan pembangkit listrik.

Perairan permukaan alami dapat ditambahkan dengan mengambil air permukaan dari area
tangkapan hujan lainnya dengan kanal atau sistem perpipaan. Dapat juga ditambahkan secara
buatan dengan cara lainnya, namun biasanya jumlahnya diabaikan karena terlalu kecil.

Manusia dapat menyebabkan hilangnya sumber air permukaan dengan menjadikannya tidak lagi
berguna, misalnya dengan cara polusi.

Brasil adalah negara yang diperkirakan memiliki suplai air tawar terbesar di dunia, diikuti
oleh Rusia, Kanada, dan Indonesia.

Aliran sungai bawah tanah[sunting | sunting sumber]


Total volum air yang dialirkan dari daratan menuju lautan dapat berupa kombinasi aliran air yang
dapat terlihat dan aliran yang cukup besar di bawah permukaan melaluibebatuan dan lapisan
bawah tanah yang disebut dengan zona hiporeik (hyporheic zone). Untuk beberapa sungai
di lembah-lembah yang besar, komponen aliran yang "tidak terlihat" mungkin cukup besar dan
melebihi aliran permukaan. Zona hiporeik seringkali membentuk hubungan dinamis antara
perairan permukaan dengan perairan subpermukaan dengan saling memberi ketika salah satu
bagian kekurangan air. Hal ini terutama terjadi di area karst di mana lubang tempat terbentuknya
hubungan antara sungai bawah tanah dan sungai permukaan cukup banyak.

Air tanah[sunting | sunting sumber]


Air tanah adalah air tawar yang terletak di ruang pori-pori antara tanah dan bebatuan dalam. Air
tanah juga berarti air yang mengalir di lapisan aquifer di bawah water table. Terkadang berguna
untuk membuat perbedaan antara perairan di bawah permukaan yang berhubungan erat dengan
perairan permukaan dan perairan bawah tanah dalam di aquifer (yang kadang-kadang disebut
dengan "air fosil").

Sistem perairan di bawah permukaan dapat disamakan dengan sistem perairan permukaan
dalam hal adanya input, output, dan penyimpanan. Perbedaan yang paling mendasar adalah
kecepatan dan kapasitasnya; air tanah mengalir dengan kecepatan bervariasi, antara beberapa
hari hingga ribuan tahun untuk muncul kembali ke perairan permukaan dari wilayah tangkapan
hujan, dan air tanah memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dari perairan
permukaan.

Input alami dari air tanah adalah serapan dari perairan permukaan, terutama wilayah tangkapan
air hujan. Sedangkan output alaminya adalah mata air dan serapan menuju lautan.

Air tanah mengalami ancaman berarti menghadapi penggunaan berlebihan, misalnya untuk
mengairi lahan pertanian. Penggunaan secara belebihan di area pantai dapat menyebabkan
mengalirnya air laut menuju sistem air tanah, menyebabkan air tanah dan tanah di atasnya
menjadi asin (intrusi air laut. Selain itu, manusia juga dapat menyebabkan air tanah terpolusi,
sama halnya dengan air permukaan yang menyebabkan air tanah tidak dapat digunakan.

Desalinasi[sunting | sunting sumber]


Desalinasi adalah proses buatan untuk mengubah air asin (umumnya air laut) menjadi air tawar.
Proses desalinasi yang paling umum adalah destilasi dan osmosis terbalik. Desalinasi saat ini
cukup mahal jika dibandingkan dengan mengambil langsung dari sumber air tawar, hanya
sebagian kecil kebutuhan manusia terpenuhi melalui desalinasi. Proses ini terjadi secara
ekstensif di Teluk Persia untuk mensuplai air bagi beberapa wilayah di Timur Tengah dan fasilitas
wisata dan perhotelan di wilayah tersebut.

Air beku[sunting | sunting sumber]

Bongkahan es yang terlihat di New Foundland, Canada

Es yang membeku di kutub dan glasier berpotensi untuk dijadikan sumber air tawar karena dua
per tiga air tawar dunia berada dalam bentuk es. Beberapa skema telah diajukan untuk
menjadikan gunung es di kutub sebagai sumber air, namun hingga saat ini hal itu hanya sekadar
rencana. Aliran glasier saat ini dikatakan sebagai salah satu perairan permukaan.

Himalaya, "Atap Dunia" mengandung glasier dan es dalam jumlah besar di luar wilayah kutub,
dan menjadi sumber dari sepuluh sungai besar di Asia yang menghidupi miliaran manusia.
Masalah yang terjadi saat ini adalah peningkatan temperatur dunia yang cukup cepat,Nepal saat
ini mengalami peningkatan rata-rata sebesar 0,6 derajat Celcius sejak sepuluh tahun lalu,
sementara dunia mengalami peningkatan sebesar 0,7 sejak ratusan tahun yang lalu.

Penggunaan air tawar[sunting | sunting sumber]


Penggunaan air tawar dapat dikategorikan sebagai penggunaan konsumtif dan non-konsumtif.
Air dikatakan digunakan secara konsumtif jika air tidak dengan segera tersedia lagi untuk
penggunaan lainnya, misalnya irigasi (di mana penguapan dan penyerapan ke dalam tanah
serta penyerapan oleh tanaman dan hewan ternak terjadi dalam jumlah yang cukup besar). Jika
air yang digunakan tidak mengalami kehilangan serta dapat dikembalikan ke dalam sistem
perairan permukaan (setelah diolah jika air berbentuk limbah), maka air dikatakan digunakan
secara non-konsumtif dan dapat digunakan kembali untuk keperluan lainnya, baik secara
langsung maupun tidak langsung.

Pertanian[sunting | sunting sumber]


Diperkirakan 69% penggunaan air di seluruh dunia untuk irigasi. Di beberapa wilayah irigasi
dilakukan terhadap semua tanaman pertanian, sedangkan di wilayah lainnya irigasi hanya
dilakukan untuk tanaman pertanian yang menguntungkan, atau untuk meningkatkan hasil.
Berbagai metode irigasi melibatkan perhitungan antara hasil pertanian, konsumsi air, biaya
produksi, penggunaan peralatan dan bangunan. Metode irigasi seperti irigasi beralur (furrow)
dan sprinkler umumnya tidak terlalu mahal namun kurang efisien karena banyak air yang
mengalami evaporasi, mengalir atau terserap ke area di bawah atau di luar wilayah akar. Metode
irigasi lainnya seperti irigasi tetes, irigasi banjir, dan irigasi sistem sprinkler di mana sprinkler
dioperasikan dekat dengan tanah, dikatakan lebih efisien dan meminimalisasikan aliran air dan
penguapan meski lebih mahal. Setiap sistem yang tidak diatur dengan benar dapat menyia-
nyiakan sumber daya air, sedangkan setiap metode memiliki potensi untuk efisiensi yang lebih
tinggi pada kondisi tertentu di bawah pengaturan waktu dan manajemen yang tepat.

Saat populasi dunia meningkat, dan permintaan terhadap bahan pangan juga meningkat dengan
suplai air yang tetap, terdapat dorongan untuk mempelajari bagaimana memproduksi bahan
pangan dengan sedikit air, melalui peningkatan metode dan teknologi irigasi, manajemen air
pertanian, tipe tanaman pertanian, dan pemantauan air.

Industri[sunting | sunting sumber]


Diperkirakan bahwa 15% air di seluruh dunia dipergunakan untuk industri. Banyak pengguna
industri yang menggunakan air, termasuk pembangkit listrik yang menggunakan air
untuk pendingin atau sumber energi, pemurnian bahan tambang dan minyak bumi yang
menggunakan air untuk proses kimia, hingga industri manufaktur yang menggunakan air
sebagai pelarut. Porsi penggunaan air untuk industri bervariasi di setiap negara, namun selalu
lebih rendah dibandingkan penggunaan untuk pertanian.

Air juga digunakan untuk membangkitkan energi. Pembangkit listrik tenaga air mendapatkan
listrik dari air yang menggerakkan turbin air yang dihubungkan dengan generator. Pembangkit
listrik tenaga air adalah pembangkit listrik yang rendah biaya produksi, tidak menghasilkan
polusi, dan dapat diperbarui. Energi ini pada dasarnya disuplai olehmatahari; matahari
menguapkan air di permukaan, yang lalu mengalami pengembunan di udara, turun
sebagai hujan, dan air hujan mensuplai air bagi sungai yang mengaliri pembangkit listrik tenaga
air. Bendungan Three Gorges merupakan bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di
dunia.

Penggunaan industrial lainnya adalah turbin uap dan penukar panas, juga sebagai pelarut bahan
kimia. Keluarnya air dari industri tanpa dilakukan pengolahan terlbih dahulu dapat disebut
sebagai polusi. Polusi meliputi pelepasan larutan kimia (polusi kimia) atau pelepasan air sisa
penukaran panas (polusi termal). Industri membutuhkan air murni untuk berbagai aplikasi dan
menggunakan berbagai tehnik pemurnian untuk suplai air maupun limbahnya.

Rumah tangga[sunting | sunting sumber]


Air minum yang umum berada di negara-negara maju

Diperkirakan 15% penggunaan air di seluruh dunia adalah di rumah tangga. Hal ini meliputi air
minum, mandi, memasak, sanitasi, dan berkebun. Kebutuhan minimum air yang dibutuhkan
dalam rumah tangga menurut Peter Gleick adalah sekitar 50 liter per individu per hari, belum
termasuk kebutuhan berkebun. Air minum haruslah air yang berkualitas tinggi sehingga dapat
langsung dikonsumsi tanpa risiko bahaya. Di sebagian besar negara-negara berkembang, air
yang disuplai untuk rumah tangga dan industri adalah air minum standar meski dalam proporsi
yang sangat kecil digunakan untuk dikonsumsi langsung atau pengolahan makanan.

Rekreasi[sunting | sunting sumber]


Penggunaan air untuk rekreasi biasanya sangatlah kecil, namun terus berkembang. Air yang
digunakan untuk rekreasi biasanya berupa air yang ditampung dalam bentuk reservoir, dan jika
air yang ditampung melebihi jumlah yang biasa ditampung dalam reservoir tersebut, maka
kelebihannya dikatakan digunakan untuk kebutuhan rekreasional. Pelepasan sejumlah air dari
reservoir untuk kebutuhan arung jeram atau kegiatan sejenis juga disebut sebagai kebutuhan
rekreasional. Hal lainnya misalnya air yang ditampung dalam reservoir buatan (misalnyakolam
renang).

Penggunaan rekreasional umumnya non-konsumtif, karena air yang dilepaskan dapat digunakan
kembali. Pengecualian terdapat pada penggunaan air di lapangan golf, yang umumnya sering
menggunakan air dalam jumlah berlebihan terutama di daerah kering. Namun masih belum jelas
apakah penggunaan ini dikategorikan sebagai penggunaan rekreasional atau irigasi, namun
tetap memberikan efek yang cukup besar bagi sumber daya air setempat.

Sebagai tambahan, penggunaan rekreasional mungkin akan mengurangi ketersediaan air bagi
kebutuhan lainnya di suatu tempat pada suatu waktu tertentu.

Lingkungan dan ekologi[sunting | sunting sumber]


Penggunaan bagi lingkungan dan ekologi secara eksplisit juga sangat kecil namun terus
berkembang. Penggunaan air untuk lingkungan dan ekologi meliputi lahan
basahbuatan, danau buatan yang ditujukan untuk habitat alam liar, konservasi satwa ikan, dan
pelepasan air dari reservoir untuk membantu ikan bertelur.

Seperti penggunaan untuk rekreasi, penggunaan untuk lingkungan dan ekologi juga termasuk
penggunaan non konsumtif, namun juga mengurangi ketersediaan air untuk kebutuhan lainnya
di suatu tempat pada suatu waktu tertentu.

Stres air[sunting | sunting sumber]


Konsep stres air dan krisis air sesungguhnya sangatlah sederhana. Menurut World Business
Council for Sustainable Development, hal ini adalah situasi di mana tidak cukup air untuk semua
kebutuhan, baik itu untuk pertanian, industri, atau yang lainnya. Mendefinisikan masalah ini
dalam bentuk per kapita lebih rumit, namun mendatangkan asumsi yang lebih baik untuk
penggunaan air dan penghematannya. Namun telah diperkirakan bahwa ketika ketersediaan air
yang dapat diperbarui di bawah 1.700 meter kubik per kapita per tahun, maka negara tersebut
akan mengalami stres air secara periodik, di bawah 1.000 maka kelangkaan air akan terjadi dan
merintangi pertumbuhan ekonomi dan kesehatanmanusia.

Peningkatan populasi[sunting | sunting sumber]


Pada tahun 2000, dunia berpopulasi 6,2 miliar. PBB memperkirakan bahwa pada tahun 2050,
dunia akan mendapatkan tambahan penduduk sekitar 3,5 miliar dengan pertumbuhan terbesar
ada di negara-negara berkembang yang telah mengalami stres air. Hal itu akan menyebabkan
peningkatan permintaan air kecuali negara melakukan konservasi air dan mendaur ulang
sumber daya yang vital ini.

Peningkatan kesejahteraan[sunting | sunting sumber]


Tingkat kesejahteraan terus meningkat terutama di negara dengan dua populasi terbanyak di
dunia, yaitu Cina dan India. Namun, peningkatan kesejahteraan ini berarti juga peningkatan
penggunaan air: air bersih untuk kebutuhan dasar dan sanitasi, berkebun dan membersihkan
kendaraan, kolam renang pribadi, dan sebagainya.

Ekspansi bisnis[sunting | sunting sumber]


Aktivitas bisnis berkisar dari industri hingga jasa seperti pariwisata dan hiburan terus
berkembang dengan cepat. Ekspansi ini membutuhkan peningkatan pelayanan terhadap
kebutuhan air seperti suplai dan sanitasi, yang memicu tekanan terhadap sumber daya air dan
ekosistem alam.

Urbanisasi[sunting | sunting sumber]


Perubahan iklim[sunting | sunting sumber]
Perubahan iklim dapat memberikan efek yang signifikan terhadap sumber daya air di seluruh
dunia karena hubungan yang erat antara iklim dan daur hidrologi. Peningkatantemperatur akan
meningkatkan penguapan dan memicu peningkatan presipitasi. Secara keseluruhan akan terjadi
peningkatan suplai air tawar dunia. Banjir dan kekeringan akan terjadi lebih sering di beberapa
wilayah dalam waktu yang berbeda-beda, akan terjadi perubahan yang drastis pada hujan
salju dan proses pelelehan salju di pegunungan akan meningkat. Temperatur yang meningkat
juga akan memengaruhi kualitas air, namun belum dipahami dengan baik. Dampak yang paling
mungkin adalah eutrofikasi, yaitu peningkatan populasi tumbuhan air (alga, eceng gondok, dll)
secara cepat. Perubahan iklim juga akan meningkatkan permintaan suplai air untuk irigasi, dan
mungkin air untuk kolam renang.

Hilangnya aquifer[sunting | sunting sumber]


Akibat dari meningkatnya populasi manusia, kompetisi untuk mendapatkan air meningkat
sehingga banyak aquifer di seluruh dunia menjadi habis. Hal ini terjadi akibat konsumsi langsung
manusia seperti irigasi pertanian menggunakan air tanah. Jutaan pompa di seluruh dunia dalam
berbagai ukuran saat ini sedang mengambil air tanah. Irigasi di wilayah kering seperti di utara
Cina dan India disuplai oleh air tanah, dan diambil dalam jumlah yang tidak semestinya. Kota-
kota besar juga telah mengalami kehilangan lapisan aquifer dan mengakibatkan lapisan
tanahnya turun antara 10 hingga 50 meter seperti yang terjadi di Mexico
City, Bangkok, Manila, Beijing, Madras, Jakarta dan Shanghai.

Polusi dan proteksi air[sunting | sunting sumber]


Polusi air adalah satu dari sekian kekhawatiran utama dunia saat ini. Pemerintahan di berbagai
negara telah berusaha mencari solusi untuk mengurangi masalah ini.
Banyakpolutan mengancam suplai air, dan di banyak tempat terutama di negara yang belum
berkembang, hal ini disebabkan pembuangan limbah secara langsung ke perairan alam. Metode
ini umum terjadi di negara yang belum berkembang, namun juga banyak terjadi di negara yang
sedang berkembang seperti Cina, India, dan Iran.

Sampah, limbah, dan bahkan polutan beracun dibuang ke perairan. Meski limbah tersebut diolah
terlebih dahulu, masalah tetap ada. Sisa olahan limbah berbentuk lumpur mungkin akan
ditempatkan di lahan pembuangan sampah, dibakar di insinerator, atau dibuang ke laut. Sumber
polutan lainnya seperti air sisa irigasi yang mengandung berbagai macam pupuk
kimia dan bahan organik tanaman pertanian juga mengancam ekosistem perairan, bersama
dengan aliran air hujan di perkotaan dan limbah kimia yang dibuang oleh industri.

Konflik perebutan air[sunting | sunting sumber]


Satu-satunya konflik yang tercatat terjadi akibat perebutan air terjadi pada tahun 2500 SM antara
wilayah Lagash dan Umma di Sumeria. Ketika kelangkaan air menyebabkanketegangan politik,
hal ini dapat dikatakan sebagai stres air. Stres air telah memicu konflik lokal dan regional.

Stres air juga dapat menyebabkan konflik dan ketegangan politik meski penyebabnya bukan
secara langsung disebabkan oleh air. Reduksi secara bertahap terhadap kualitas dan kuantitas
air tawar dapat menambah ketidakstabilan suatu wilayah dengan berkurangnya kesehatan suatu
populasi, menghalangi pertumbuhan ekonomi, dan dapat menyebabkan konfik yang lebih besar.
Konflik dan ketegangan terhadap air seringkali terjadi di perbatasan antar negara. Di beberapa
area seperti wilayah dataran rendah Sungai Kuning di Cina atau Sungai Chao
Phraya di Thailand telah mengalami stres air dalam beberapa tahun. Dan di beberapa
wilayah arid yang bergantung sepenuhnya pada air untuk irigasi seperti Cina bagian
barat,India, Iran, dan Pakistan, memiliki risiko konflik akibat air. Ketegangan politik, protes warga
sipil, dan kekerasan juga akan terjadi terhadap reaksi privatisasi air. Perang Air Bolivia tahun
2000 adalah salah satu contohnya.

Suplai dan distribusi air dunia[sunting | sunting sumber]


Pangan dan air adalah dua kebutuhan dasar manusia. Namun kondisi global pada tahun 2002
mengindikasikan bahwa dari sepuluh orang, lima diantaranya memiliki akses ke suplai
air berpipa di rumah, tiga orang memiliki tipe suplai air lainnya seperti mata air terlindung atau
pipa air publik, dua orang tidak sama sekali. Dan sebagai tambahan, empat dari sepuluh orang
tersebut hidup tanpa sanitasi yang berarti.

Dalam Earth Summit 2002, para pemerintahan dari berbagai negara menyetujui Plan of Action
untuk:

Mengurangi hingga setengah dari jumlah rakyat yang tidak mampu mendapatkan air
minum yang aman pada tahun 2015. Global Water Supply and Sanitation Assessment 2000
Report (GWSSAR) mendefinisikan bahwa setiap orang harus mendapatkan akses sebesar
20 liter per harinya dari sumber sejauh maksimal satu kilometer dari tempat tinggalnya.

Mengurangi hingga setengahnya jumlah rakyat yang tidak memiliki akses ke sanitasi
dasar. GWSSAR mendefinisikan sanitasi dasar sebagai sistem pembuangan pribadi atau
berbagi namun bukan milik umum yang memisahkan limbah dari kontak dengan manusia.

Pada tahun 2025, kelangkaan air akan lebih terlihat di negara miskin di mana sumber daya
terbatas dan perkembangan populasi meningkat, seperti di Afrika, Timur Tengah, dan beberapa
bagian di Asia. Pada tahun 2025, area urbanisasi yang besar akan membutuhkan banyak
infrastruktur baru untuk menyediakan air yang aman dan sanitasi yang pantas. Hal ini
diperkirakan akan menimbulkan konflik dengan pengguna air di pertanian, yang saat ini
menggunakan sebagian besar air yang digunakan oleh seluruh manusia.

1,6 miliar orang telah mendapatkan akses sumber air yang aman sejak tahun 1990. Proporsi
masyarakat di negara-negara berkembang dengan akses air yang aman dikalkulasikan
meningkat dari 30 persen hingga 71 persen pada tahun 1990, 79 persen pada tahun 2000, dan
84 persen pada tahun 2004. Kecenderungan ini diperkiraka
Pelestarian Sumber Daya Air
Air merupakan Sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan. Karena mempunyai
bebagai macam fungsi, antara lain untuk mandi, mencuci dan minum. Air tanah terutama
digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Akan tetapi, mungkin pula untuk keprluan
yang lain dalam rumah tangga, dan bahkan untuk keperluan industri.
Oleh karena itu, sumber daya air harus dijaga kelestariannya.
Antara Lain dengan tidak melakukan penyedotan air tanah secara berlebihan dan tidak
membuang limbah. Baik limbah industri maupun limbah rumah tangga ke dalam badan-
badan air yang dapat mengakibatkan pencemaran.
Tidak mengeksekusi air secara berlebihan
Penyedotan air tanah secara berlebihan dapat mengakibatkan berbagai permasalahan,
antara lain penipisan persediaan air tanah, amblesnya permukaan tanah, dan intrusi air laut
yang menyebabkan air tanah menjadi asin. Adapun pembuangan limbah pada badan air
seperti sungai, danau, dan laut menyebabkan pencemaran air.

Pengaturan pembuangan limbah


Selain dari semua itu, Pencemaran air juga disebabkan antara lain oleh pemakaian
deterjen dan penagkapan ikan dengan obat-obatan. bahan-bahan pencemar tersebut di dalam
air antara lain dapat menganggu kehidupan ikan karena dapat menghabiskan oksigen di
dalam air. karena itu, pembuangan libah ke badan-badan air harus dihindarkan.
Sumber daya air merupakan kebutuhan mutlak setiap manusia. Setiap manusia
membutuhkan air yang bersih. Air yang bersih dan bebas polusi juga dibutuhkan oleh hewan
dan tumbuhan. Pelestarian sumber daya air dapat dilakukan antara lain dengan cara tidak
membuang sampah di sembarang tempat, menanam banyak pohon dan hemat air.
Pengolahan vegetasi dan aliran air
Kebanyakan persoalan sumber daya air berkaitan dengan waktu dan penyebaran aliran
air. Kekeringan dan banjir adalah dua contoh klasik yang kontras tentang perilaku aliran air
sebagai akibat perubahan kondisi tataguna lahan dan faktor meteorologi, terutama curah
hujan.
Penelaahan masalah sumber daya air melibatakan berbagai macam pendekatan
pengolahan vegetasi dan usaha-usaha keteknikan lainnya. Sebagai contoh, waduk dapat
menampung ailairan air hujan ketika hijan deras berlangsung di daerah hulu, dan dengan
demikian, mengurangi kemungkinan terjadinya banjir di daerah hilir. Ia juga dapat
dimanfaatkan untuk meningkatkan aliran air selama musim kemarau sehingga dapat
menambah debit aliran air untuk irigasi pada saat-saat yang kritis tersebut.
Pengolahan vegetasi, khususnya vegetasi hutan, dapat memepengaruhi waktu dan
penyebaran aliran air. Konsekuensi logis dari adanya anggapan seperti itu adalh bahwa
keberadaan hutan lalu dapat menghidupakan mata-mata air yang telah lamatidak mengalirkan
air.