Anda di halaman 1dari 2

LATIHAN SOAL /KOROSI / 2016

1. Pada dasarnya logam Aluminium adalah logam yang sangat reaktif (potensial
elektrodanya, lebih negatif dibandingkan dengan Fe). Akan tetapi dalam kehidupan sehari-
hari logam ini sering dikelompokan kedalam logam tahan korosi. Jelaskan.
2. Jelaskan, mengapa unsur khrom (dalam jumlah tertentu) yang terkandung dalam baja
(misalnya dalam baja tahan karat) akan meningkatkan ketahanan korosinya

3. Logam M dengan potensial standarnya EM berada dalam suatu lingkungan yang potensial
standarnya EL; dimana EL > EM. Gambarkan (secara skematik), peristiwa korosi logam M
ini dalam diagram Evan (kurva E Vs i); dan pada gambar tersebut, tunjukkan potensial
dan arus korosinya.
4. Berdasarkan diagram tersebut (soal no.3.), jelaskan dan gambarkan prinsip-prinsip dasar
pengendalian korosi yang dapat dikembangkan.
5. Ditinjau dari aspek metalurgi dan lingkungannya, jelaskan kondisi-kondisi yang dapat
menimbulkan terjadinya korosi setempat (korosi lokal)
6. Jelaskan mekanisme terjadinya korosi celah dan jelaskan pula sifat kerusakannya.
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan korosi selektif; dan jelaskan mekanisme terjadinya
korosi selektif pada besi cor kelabu
8. "Cavitation damage" termasuk kedalam bentuk korosi erosi. Jelaskan, bagaimana
cavitation damage ini terjadi dan berikan contohnya.
9. Baja tahan karat austenitik sangat peka terhadap serangan korosi antar butir ( intergranular
corrosion). Korosi ini dapat terjadi akibat proses (pengerjaan) pengelasan yang kurang
sempurna; dalam arti bahwa setelah proses pengelasan tidak dilakukan proses akhir yang
baik, sehingga terdapat daerah-daerah yang mengalami sensitasi. Jelaskan mekanisme
terjadinya korosi antar butir pada baja tahan karat austenitik
10. Uraikan dengan singkat dan jelas mengenai :
a. Polarisasi
b. Polarisasi Aktivasi
c. Potensial lebih
d. Polarisasi konsentrasi
e. Rapat arus pertukaran

11. Dengan menggunakan diagram E-I, jelaskan prinsip perlindungan besi/baja terhadap
korosi dengan cara berikut ini:
- Cathodic control protection by sacrificial metal coating
- Anodic control protection by noble metal coating
- Emf control protection by noble metal coating
Pada diagram yang saudara buat, tunjukan :
- i corr besi/baja sebelum diberi lapisan pelindung.
- i corr besi/baja setelah diberi lapisan pelindung.
- i corr besi/baja apabila terjadi cacat dalam lapisan pelindunng.
12. Jelaskan mekanisme perlindungan lapisan seng (Zn) yang diginakan untuk melindungi
besi/baja dari serangan korosi. Mengapa ketahanan korosi lapisan paduan Zn-Ni lebih baik
dari lapisan Zn.

13.
a) Ditinjau dari mekanisme perlindungannya, jelaskan perbedaan antara lapisan Seng dan
lapisan Nikel yang digunakan sebagai lapisan pelindung besi/baja.
b) Jelaskan, mengapa ketahan korosi lapisan paduan Seng-Nikel jauh lebih baik daripada
lapisan Seng.
c) Jelaskan, mengapa ketahanan korosi lapisan Nikel multi-layer jauh lebih baik daripada
lapisan Nikel yang single layer.
d) Jelaskan perbedaan yang paling penting pada setiap lapisan dalam multi-layer.
14.
a) Di Industri, Ammonia (NH3) merupakan salah satu bahan kimia yang cukup penting
(khsusunya di industri pupuk). Pada suhu tinggi, lingkungan yang mengandung bahan
ini akan menyebabkan terjadinya korosi nitridisasi. Jelaskan, logam (paduan logam)
apa saja yang dapat disarankan untuk menanganinya.
b) Pada suhu tinggi, lingkungan yang mengandung campuran gas CO dan CO2 adalah
salah satu penyebab baja mengalami karburisasi atau dekarburisasi. Jelaskan.
c) Jelaskan mengapa lingkungan yang mengandung gas H2S berakibat lebih merusak
logam, dibandingkan dengan lingkungan yang mengandung O2.
15.
a) Untuk memprediksi ketahanan korosi pada suhu tinggi dari suatu logam, dapat
digunakan sutu parameter yang disebut dengan Pilling-Bedworth Ratio (PBR).
Jelaskan apa yang dimaksud dengan PBR dan bagaimana hubungannya dengan
ketahanan korosi dari suatu logam.
b) Pada korosi suhu tinggi, pertumbuhan produk korosi (lapisan oksida) dapat mengikuti
mekanisme Anion Diffusion atau Cathion Diffusion. Jelaskan perbedaannya.
c) Jelaskan fenomena yang terjadi pada korosi suhu tinggi dari suatu logam yang
kinetikanya mengikuti persamaan parabolik.
d) Jelaskan hubungan antara nilai PBR dan persamaan kinetika reaksi korosi pada suhu
tinggi
16.
a) Jelaskan mengapa korosi pada lingkungan yang mengandung gas H 2S akan
memberikan dampak yang lebih berbahaya dibandingkan dengan korosi pada
lingkingan yang mengandung Oksigen
b) Jelaskan perbedaan kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya dekarburisasi dan
karburisasi pada korosi suhu tinggi
c) Jelaskan apa yang dimaksud dengan korosi nitridisasi; dan bagaimana pengaruhnya
terhadap sifat mekanik logam.