Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

USAHA KONVEKSI 12 PM CLOTHING

DISUSUN OLEH :

1 IVA HASANAH (13611077)


2 CONITA (13611091)
3 MUHAMMAD ISWAHYUDI (13611122)
4 NUR LAILI AMIRAH (13611138)
5 RR. RUSIANA AJENG W. (13611140)
6 ASTI PRIDAWATI (13611157)
7 DWI ARIYANTI (13611162)

JURUSAN STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Industri konveksi adalah suatu usaha yang menghasilkan pakaian jadi pakaian wanita,
pria, anak, pakaian olahraga, maupun pakaian-pakaian partai politik. Industri konveksi bisa di
bilang perusahaan yang sedang karena tenaga kerjanya masih dibilang sedikit. Umumnya,
perusahaan-perusahaan konveksi mempergunakan bahan baku berupa tekstil dari bermacam-
macam jenis, seperti katun, kaos, linen, polyester, rayon, dan bahan-bahan sintesis lain
ataupun campuran dari jenis bahan-bahan tersebut.
Gaya fashion yang bervariatif menjadi kebutuhan tersendiri bagi masyarakat.
Masyarakat menyadari akan kebutuhan fashion yang lebih dari sekedar berpakaian, tapi juga
bergaya dan trendi. Karena pakaian adalah salah satu mesin komunikasi (Umberto Eco, 1976)
atau sarana komunikasi dalam masyarakat, maka masyarakat sadar atau tidak sadar bisa
menilai kepribadian seseorang dari apa yang di pakainya. Menurut Desmond Morris,
dalam Man watching: A field guide to human behavior (1977): pakaian juga menampilkan
peran sebagai pajangan budaya ( cultural display ) yang di dalamnya membawa suatu pesan
dan gaya hidup suatu masyarakat atau komunitas tertentu. Lebih spesifiknya pakaian
merupakan ekspresi identitas pribadi. Hal ini membuat peluang diusaha sablon semakin
meningkat. Dengan adanya teknologi baru dalam dunia sablon yang berupa digital
printing semakin mempermudah dan memperindah hasil sablonan. Hasil sablon digital
printing terlihat lebih halus dan lebih rapih dibanding dengan hasil sablonan yang
konvensional.
12 PM Clothing merupakan jenis usaha yang bergerak di bidang konveksi, melayani
kebutuhan akan proses konveksi sablon. 12 PM Clothing mempunyai tempat produksi di
Dusun Nglengkong, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo dengan
salah satu motto yang diusung adalah Jangan minta diapresiasi, kalau tidak mau
mengapresiasi. Tahun berdirinya usaha konveksi ini adalah tahun 2015 yang terbentuk atas
ide dari enam orang mahasiswa yang mempunyai keinginan untuk berwirausaha sendiri dan
dipilihlah jenis usaha konveksi ini.
Prospek pengembangan usaha konveksi ini sangat menjanjikan, melihat persaingan
akan barang ini semakin meningkat dari tahun ke tahun tetapi harga dan kualitasnya tidak
sesuai. Oleh karena itu pemilik usaha konveksi ini tertarik untuk mengembangkan bisnis ini
di saat sekarang dengan memberikan harga terjangkau dengan kualitas yang bagus. Pada awal
dari bisnis ini akan di pasarkan di daerah Kulon Progo, DIY dimana para pengunjung ramai
datang ke tempat tersebut untuk berlibur. Sedangkan rencana pengembangan usahanya yang
akan diadakan adalah Strategi Pemasaran dimana ada pembagiannya yaitu : Pengembangan
Produk dimana produk ini akan dikembangkan dengan kualitas yang terbaik, motif menarik
dan diproses dengan teknologi canggih sehingga bisa menarik minat konsumen untuk
membelinya. Pengembangan wilayah yang di tuju seperti tempat wisata yang ramai akan
pengunjung, kemungkinan besar dalam memasarkan produk akan lebih gampang. Promosi
akan dilakukan dengan memberikan barang contoh kepada konsumen yang dirancang
semenarik mungkin agar konsumen tertarik utnuk membeli produk tersebut. Strategi
penetapan harga akan disesuaikan dengan kualitas barang yang akan ditawarkan kepada
konsumen dengan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen. Dan pastinya lebih rendah dari
harga pesaing dan kualitas yang baik juga. Bisnis ini juga perlu perhatian yang khusus dan di
dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha
kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar. Terdapat dua
aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah
membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar dan merawat jaringan pasar untuk
mempertahankan pangsa pasar.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sablon Kaos


Pengambilan topik sablon kaos ini didasarkan karena sablon kaos ini tidak terlalu rumit
dan dapat memberikan peluang untuk membuka usaha dalam bidang konvesi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sablon kaos adalah sebagai berikut :
1. Design gambar
Design gambar ini dapat dilakukan dengan cara menggambar design sendiri pada kertas
HVS atau dengan menggunakan komputer sesuai dengan keinginan dan kreativias agar
hasil akhir yang didapat dapat menarik perhatian orang lain. Berikut merupakan salah
satu design gambar yang digunakan oleh 12 PM Clothing untuk pembuatan kaos:

Gambar 2.1 Contoh design kaos

2. Alat-alat sablon yang dibutuhkan


Sebelum mencetak sebuah gambar, ada baiknya mengetahui alat-alat apa saja yang
dibutuhkan dalam mencetak. Dan dalam cetak sablon ini alat-alat yang dibutuhkan tidak
terlalu rumit dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Berikut merupakan alat-
alat-alat sablon yang digunakan:
Gambar 2.2 Contoh alat-alat sablon yang digunakan

3. Proses pembuatan
Setelah mendesign gambar dan mengetahui alat-alat apa saja yang dibutuhkan, tahap
selanjutnya adalah proses pembuatan atau percetakan. Berikut merupakan salah satu
proses pembuatan kaos:

Gambar 2.3 Contoh proses pembuatan kaos (proses penyablonan)

4. Modal yang dikeluarkan dan untung dalam penjualan


Agar sistem manajemen keuangan dapat berjalan dengan lancar, hendaknya menghitung
modal serta biaya-biaya yang dikeluarkan saat pembuatan. Dengan adanya perhitungan
tersebut, maka dapat ditentukan harga jual dan keuntungan yang diperoleh.

5. Pemasaran
Bila ditinjau dari segi prospek pemasaran bidang kerja sebuah percetakan sablon cukup
menjajikan dan menunjang kehidupan sehari-hari. Karena pada umumnya orang selalu
membutuhkan media-media publikasi untuk perorangan, golongan, bahkan pada sebuah
lembaga sekalipun. Dengan tempat pemasaran yang strategis dan promosi yang baik,
diharapkan dapat memberikan keuntungan dalam setiap penjualan. Berikut merupakan
kaos-kaos yang telah disablon dan siap untuk dipasarkan:

Gambar 2.4 Contoh kaos yang siap dipasarkan

2.2. Alat-alat Pokok yang digunakan


Alat-alat pokok yang diperlukan dalam proses penyablonan antara lain:
1. Kain Gasa (Screen)
Yaitu kain yang digunakan untuk mencetak gambar pada benda yang akan disablon
(kaos). Kain ini memiliki pori-pori yang dapat menyaring dan menentukan jumlah
tinta yang akan keluar saat penyablonan. Tipe kain gasa yang digunakan untuk
menyablon kaos yaitu nomor 48T 90T. kain gasa yan bertipe ini mampu menyerap
jumlah tinta dengan jumlah yang banyak dan umunya tipe kain gasa seperti ini
digunakan untuk menyablon bahan yang mudah menyerap cat.
2. Bingkai Saring
Bingkai saring ini digunakan untuk merentakan kain screen dan umunya berbentuk
empat persegi panjang dan terbuat dari bahan alumunium atau kayu yang kuat (kayu
rasamala).

3. Catok ( Penjepit Screen)


Catok atau penjepit screen ini berfungsi sebagai alat pemegang screen dimana
menyelaraskan fungsi kerja antara screen dan meja cetak , serta menjaga kesetabilan
bingkai agar tidak bergerak pada saat digunakan untuk di mencetak.
4. Rakel (Squeegee)
Rakel adalah alat Bantu untuk pemerataan tinta atau cat sablon pada saat mencetak
dan untuk digunakan pada screen .
5. Pelapis (Coater)
Pelapis adalah alat yang terbuat dari alunium yang digunaan untuk melapisi screen
dengan larutan afdruk untuk keperluan proses pembuatan film atau afdruk
(exposing) model gambar pada sreen.
6. Meja Cetak atau Meja Sablon
Meja cetak ini digunakan untuk alas atau dasar dari benda yang akan disablon.
Penampang meja ini harus datar dan rata, umunya digunakan kaca bening yang
tebal. Selain sebagai meja sablon, kaca pada meja sablon ini juga dapat digunakan
sebagai meja afdruk. Karena proses afdruk memerlukan cahaya dari bawah, maka
dibagian bawah meja ditambahkan rak sebagai tempat pemasang beberapa lampu
neon yang berfungsi sebagai sumber cahaya
7. Alat Pemberat
Alat pemberat ini digunakan untuk menimpa screen pada saat proses afdruk
berlangsung. Karena tanpa adanya alat pemberat ini maka gambar yang telah
diletakkan di bawah screen tidak dapat muncul pada screen pada saat dilakukannya
penyemprotan.
8. Hair Dryer
Hair Dryer ini digunakan untuk mengeringkan screen setelah pemrosesan Afdruk.
9. Penyemprotan Air (Handsprayer)
Penyemprotan air digunakan untuk memberikan model atau film pada screen yang
telah melewati proses afdruk.

2.3. Bahan Pracetak dan Cetak


Bahan pracetak digunakan pada saat pebuatan film (afduk), sedangkan bahan cetak ini
sendiri adalah tinta sablon yang digunakan untuk pembuatan gambar pada kaos.

Bahan-bahanPracetak terdiri dari :


1. Bahan Afdruk
Larutan afdruk sebagai pelapis screen yang berperan sebagai pembentuk gambar
pada screen. Cairan sensitizer (larutan afdruk) meruakan cairan yang susah terbakar
jika berinteraksi pada sinar UV. Contoh dari larutan afdruk antara lain : chromaline,
Ulano, Autosol, dan Uno.
2. Obat Obat Afdruk
Contoh dari obat afdruk yaitu sumber elmution 5, screen foto pigment, chrpmeatine
dll.
3. Minyak Makan
Minyak makan ini di gunakan untuk membuat klise pada gambar yang telah
didesign.
4. Krim Detergen
Krim detergen ini digunakan unruk meluruhkan sisa-sisa tinta dan minyak yang
masih tertinggal pada screen setelah proses pengafdrukan.
5. Kaporit
Kaporit atau cairan pemutipakaian digunakan untuk menghapus film setalah screen
selsai digunakan.
6. Screen Laquer
Merupakan cairan yang dinakan untuk mengreksi hasil afdruk film, mmisalnya
menambah bagian yang bocor.
7. Perekat Sintetik
Berfungsi sebagai bahan pelindung dalam proses pracetak. Contohya : Lakban dan
isolasi.

2.4. Alat-Alat Tambahan


Alat-Alat tambahan yang digunakan dalam proses menggambar antara lain :
1. Pensil
2. Kertas
3. Penggaris
4. Kuas
5. Spidol
6. Jangka
7. Cat
8. Kaos atau Baju

Komputer yang dilengkapi software grafis seperti :


1. Adobe Photoshop
2. Corel Draw
3. Scanner
4. Printer

2.5. Proses Pembuatan Sablon Kaos


Dalam pembuatan sablon kaos, hal-hal yang harus disiapan antara lain kaos oblong /
kaos yang polos, screen yang berukuran 45 x 65 cm dengan nomor gasa 62T atau 77T, dan
alat-alat yang diperlukan yang telah disebukan diatas. Dan harus diperhatikan bahwa screen
yang digunakan tidak boleh kotor dan harus benar-benar bersih.
Cara pembuatan sablon kaos yaitu :
a. Mengoleskan bahan afdruk pada scree secara merata menggunakan mika atau rakel.
Setelah itu keringkan screen ditempat yang tidak terlalu terang agar bahan afdruk tadi
tidak mengeras.
b. Meletakan gambar yang telah di design pada meja sablon. Lalu screen yang telah dilasi
bahan afdruk dan dikeringkan tadi diletakan di atas gambar pada meja sablon dengan
posisi terbalik. dan pastikan posisi gambar berada di tengah. Screen dan gambar tersebut
harus terkena cahaya lampu yang cukup besar agar hasil yang di dapat maksimal.
c. Meletakan pemberat agar gambar dan screen dapat benar-benar menempel dan biarkan
selama minimal 9-10 menit.
d. Setelah 9 menit pemberat di angkat dan diambil screen tersebut, lalu screen disiram dan
disemprot air agar gambar yang dibuat muncul. Penyemprotan dilakukan dengan hati-
hati agar gambar tersebut tidak rusak.
e. Setelah melakukan penyemprotan, screen tersebut dikeringkan dengan Hair Dryer,
setelah kering barulah dimulai penyablonan.

2.6. Bahan Menghapus Screen


Menghapus screen berarti menghapus bahan afdruk yang menempel pada screen setelah
proses mencetak di atas bahan, untuk membuat gambar baru atau disimpan setelah
menggunakan. Maka screen dalam keadaan bersih dari obat afdruk, screen yang bersih adalah
terbukanya pori-pori screen sebagaimana aslinya.
Ada beberapa bahan penghapus screen diantaranya adalah :
1. Larutan soda api 20%-30%
2. Sodium Hipoclorida
3. FreganPasta
4. Stenoh Remover 5 atau ulano
5. Unigel
6. Seristrip
7. Ulano 8
8. Tiner

Cara menghapus screen adalah :


Setelah selesai mencetak, screen dicuci bersih dari bekas tinta sablon. Oleskan bahan
penghapus sampai merata pada bagian depan dan belakang. Diamkan beberapa saan agar obat
bereaksi, kira-kira 5-30 menit. Cuci dan gosok menggunakan kain lap yang bersih dan
dibasahi hingga bersih. Setelah dicuci lalu dijemur atau dikeringkan menggunakan hair dryer.
Screen siap disimpan atau dipergunakan untuk mencetak kembali.

2.7. Pemasaran
Dalam pemasaran maupun keluar masuknya order maupun pesanan dalam 12 PM
Clothing ini dapat dikategorikan secara order lusinan maupun secara eceran sesuai order yang
di inginkan oleh penyablon dengan berbahan kain yang kita sediakan maupun disediakan oleh
costumer. Pemasaran yang dilakukan oleh 12 PM Clothing dilakukan melalui mulut ke mulut
dan juga melalui media sosial seperti facebook, instagram dan lain sebagainya.
Rincian biaya dan keuntungan yang diperoleh 12 PM Clothing adalah sebagai berikut:
1. Modal awal : Rp 3.000.000 dengan rincian Rp 2.000.000 untuk pembelian alat-alat yang
digunakan (mesin) dan Rp 1.000.000 untuk pembelian bahan.
2. Jumlah kaos yang diproduksi dalam satu bulan yaitu 60 kaos.
3. Tidak ada ketentuan untuk pemesanan minimal, 1 buah kaos pun akan dilayani.
4. Biaya pembuatan kaos (harga tiap kaos):
a. Kurang dari 12 kaos berkisar antara Rp 60.000 Rp 80.000
b. Lebih dari 12 kaos berkisar antara Rp 45.000 Rp 55.000
5. Omzet rata-rata yang diperoleh untuk setiap bulannya sebesar Rp 3.000.000 (masih
bersifat bruto karena belum dikurangi dengan biaya lain seperti tinta dan sebagainya).

2.8. Analisis SWOT 12 PM Clothing


Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di
dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu
rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan
jangka panjang.
A. Penjelasan lain Analisis SWOT
Definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa situasi dan juga
kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran). Analisa ini menempatkan situasi
dan juga kondisi sebagai sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut
kontribusinya masing-masing. Satu hal yang sangat penting adalah bahwa analisa SWOT ini
semata-mata sebagai suatu sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang
sedang dihadapi, dan bukan sebuah alat analisa hebat yang mampu memberikan jalan keluar
bagi permasalahan yang sedang dihadapi.
SWOT adalah singkatan dari:
S = Strength (kekuatan).
W = Weaknesses (kelemahan).
O = Opportunities (peluang).
T = Threats (hambatan).

B. Penjelasan mengenai 4 (empat) komponen analisis SWOT adalah sebagai


berikut:
1. Strength (S)
Yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu
organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini
adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan
kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan
perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di
manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan
juga kualitas yang lebih maju. Dalam usaha konveksi 12 PM Clothing ini, komponen
strength atau kekuatan atau kelebihannya terletak pada kualitas bahan yang
digunakan tidak kalah dengan produksi usaha konveksi lainnya. Selain itu adalah
posisi tempat produksinya yang strategis, berada di tepi jalan raya dan dekat dengan
lokasi wisata yang berada di Kabupaten Kulon Progo.

2. Weaknesses (W)

Yaitu analisis kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari
suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis
kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala
yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam usaha
konveksi 12 PM Clothing ini, komponen weaknesses atau kelemahannya terletak
pada belum mempunyai modal yang banyak sehingga untuk sementara belum bisa
memproduksi kaos dalam jumlah yang sangat besar (misalkan 1000 kaos atau lebih).

3. Opportunity (O)

Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu
organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi
dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang
memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang
akan depan atau masa yang akan datang. Dalam usaha konveksi 12 PM Clothing ini,
komponen opportunity atau peluangnya terletak pada pengembangan desain yang
lebih kreatif yang didukung oleh pegawainya yang masih muda sehingga kreatifitas
mudah terbentuk dan tanpa batas, sehingga persaingan dengan usaha konveksi
lainnya dapat berjalan dengan baik.

4. Threats (T)

Yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus
dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai
macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau
organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman
tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa
sekarang maupun masa yang akan datang. Dalam usaha konveksi 12 PM Clothing
ini, komponen threats atau hambatannya terletak pada listrik yang belum stabil
untuk proses percetakan kaos. Kemudian pegawai jarang berada di kios percetakan
kaos dikarenakan semuanya masih berstatus sebagai mahasiswa sehingga waktu
yang digunakan untuk pembuatan kaos menyesuaikan dengan keadaan pegawai.
Selain itu hambatan yang dihadapi adalah ketersediaan tempat penyimpanan kaos
yang belum memadai.

C. Manfaat analsis SWOT

Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar,
yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi
yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada,
sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan
benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat
selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang
bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk
meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta
menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Percetakan sablon ini memberikan banyak manfaat yaitu proses pembuatan dan alat-alat
yang dibutuhkan tidak terlalu sulit serta dapat mengembangkan kreatifitas ke dalam
bentuk gambar dan penyablonan ini dapat membuka peluang usaha yang sampai saat ini
mengalami peningkatan yang cukup baik. Serta dengan skill dan pengolahan manajemen
keuangan yang baik, bisnis sablon ini akan mendatangkan untung yang besar.

3.2. Saran
Diharapkan agar dapat ditingkatkannya kemampuan atau skill sumber daya manusia-nya
dalam kegiatan penyablonan ini, dapat ditingkatkanya kelengkapan alat-alat yang dapat
menunjang proses kegiatan penyablonan, serta ditingkatkannya pengetahuan tentang
penyablonan lewat buku-buku bacaan.

DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Dwi Sih. 2013. Industri Konveksi. https://k3tium.wordpress.com/2013/05/15/a-latar-
belakangindustri-konveksi-adalah-suatu-perusahaan-yang/ (diakses: 20 Oktober
2016)
Safrudin. 2012. Sablon dan konveksi Kreatif. http://masadepanbisnis.blogspot.co.id/2012/12/
contoh-proposal-sablon-kreatif_911.html (diakses: 20 Oktober 2016)
Sora. 2015. Pengertian Analisis SWOT dan Manfaatnya. http://www.pengertianku.net/
2015/03/pengertian-analisis-swot-dan-manfaatnya.html (diakses: 25 Oktober 2016)