Anda di halaman 1dari 7

III.

ALAT DAN BAHAN


3.1 Alat
Aluminium foil
Bulb filler
Batang pengaduk
Botol kaca gelap 50 mL, 500 mL, 1000 mL
Buret
Corong gelas kecil, sedang
Gelas beker 50 mL
Labu erlenmeyer 100 mL
Labu ukur 50 mL, 500 mL, 1000 mL
Lap kain
Mortir dan stamper
Pengaduk ultrasonic
Pipet tetes
Pipet volume 10 mL, 25 mL
Sendok tanduk
Statif
Sudip
Timbangan
Tissue

3.2 Bahan
Akuades
Etanol 95%
Indikator fenolftalein (PP)
Larutan baku asam oksalat 0,1 N
Larutan baku HCl 0,1 N
Larutan baku NaOH 0,5 N
Tablet aspirin
IV. PROSEDUR KERJA
4.1 Pembuatan Larutan Baku Asam Oksalat 0,1 N
4.1.1 Perhitungan Pembuatan Larutan Baku Asam Oksalat 0,1 N
Diketahui : N C2H2O4 = 0,1 N
V C2H2O4 = 500 mL

BM C2H2O4 = 126, 07

0
H2 C2O4 2H+ + C2O42-

Ek C2H2O4 = 2

Ditanya : Massa C2H2O4 = .?


Jawab : N = M x Ek

0,1 N = M x 2

M = 0,05 M

massa = 3,15 gram


4.1.2 Skema Kerja Pembuatan Larutan Baku Asam Oksalat 0,1 N
Ditimbang sebanyak 3,15 gram asam oksalat, dimasukkan ke dalam
gelas beker 50 mL.

Ditambahkan akuades secukupnya sambil diaduk hingga larut dengan


batang pengaduk.
Dimasukkan larutan asam oksalat ke dalam labu ukur 500 mL,
kemudian ditambahkan akuades hingga tanda batas 500 mL.

Digojog hingga homogen.

Dimasukkan ke dalam botol kaca, kemudian dilapisi dengan


aluminium foil dan diberi label.
4.2 Pembuatan Indikator Fenolftalein (PP) 1%
4.2.1 Perhitungan Pembuatan Indikator Fenolftalein (PP) 1%
Diketahui : 1 gram fenolftalein p dalam 100 mL etanol p (Depkes RI,
1995)
Kadar fenolftalein = 1%

1
Volume yang dibuat = 50 mL
Ditanya : Massa fenolftalein yang ditimbang?
Jawab : =

Jadi, Massa fenolftalein yang digunakan = 0,5 gram


4.2.2 Skema Kerja Pembuatan Indikator Fenolftalein (PP) 1%
Ditimbang fenolftalein sebanyak 0,5 gram dimasukkan ke dalam
gelas beker 50 mL.

Ditambahkan etanol 95% secukupnya lalu diaduk hingga larut.

Dimasukkan ke dalam labu ukur 50 mL, ditambahkan etanol 95%


hingga tanda batas 50 mL.
Dimasukkan ke dalam botol kaca 50 mL, kemudian diberikan label.
4.3 Pembuatan Larutan Baku NaOH 0,5 N
4.3.1 Perhitungan Pembuatan Larutan Baku NaOH 0,5 N
Diketahui : N NaOH = 0,5 N
V NaOH = 1000 mL

BM NaOH = 40

NaOH Na+ + OH-

Ek NaOH = 1

Ditanya : Massa NaOH = .?


Jawab : N = M x Ek

0,5 N = M x 1

M = 0,5 M

2
massa = 20 gram
4.3.2 Skema Kerja Pembuatan Larutan Baku NaOH 0,5 N
Ditimbang sebanyak 20,0452 gram NaOH, dimasukkan ke dalam
gelas beker 50 mL.

Ditambahkan akuades secukupnya sambil diaduk hingga larut dengan


batang pengaduk.
Dimasukkan larutan NaOH ke dalam labu ukur 1000 mL, kemudian
ditambahkan akuades hingga tanda batas 1000 mL.
Digojog hingga homogen

Disimpan tetap dalam labu ukur 1000 mL dan diberi label.

4.4 Pembuatan Larutan Baku HCl 0,1 N


4.4.1 Perhitungan Pembuatan Larutan Baku HCl 0,1 N
Diketahu : N HCl = 0,1 N
V HCl = 1000 mL

BM HCl = 36,46

BJ HCl = 1,18 g/mL


Cstok = 37 % b/b
HCl H+ + Cl-

Ek HCl = 1

Ditanya : Vstok HCl yang diambil = .?


Jawab : N = M x Ek

0,1 N = M x 1

3
M = 0,1 M

M = 11,97 M
Vstok HCl yang diambil:
Vstok x Mstok = Vlarutan x Mlarutan
Vstok x 11,97 M = 1000 ml x 0,1 M
Vstok = 8,4 mL
4.4.2 Skema Kerja Pembuatan Larutan Baku HCl 0,1 N
Dimasukkan sedikit akuades ke dalam labu ukur 1000 mL.

Dipipet larutan HCl 37% sebanyak 8,4 mL, lalu dimasukkan ke


dalam labu ukur 1000 mL
Ditambahkan akuades hingga tanda batas 1000 ml, lalu digojog
hingga homogen.
Dimasukkan ke dalam botol kaca lalu dilapisi dengan aluminium foil
dan diberi label.

4.5 Standarisai Larutan NaOH 0,5 N


Dipipet larutan asam oksalat sebanyak 10 mL, kemudian dimasukkan
ke dalam labu erlenmeyer 100 mL.

Ditambahkan 3 tetes indikator PP.

Dititrasi dengan larutan standar NaOH 0,5 N sampai terbentuk


larutan berwarna merah muda stabil.
Dicatat volume NaOH yang digunakan.

Dilakukan pengulangan titrasi sebanyak 2 kali.

Dihitung normalitas rata-rata larutan NaOH.

4
4.6 Standarisai Larutan HCl 0,1 N
Dipipet larutan NaOH sebanyak 10 mL, kemudian dimasukkan ke
dalam labu erlenmeyer 100 mL.
Ditambahkan 3 tetes indikator PP.

Dititrasi dengan larutan standar HCl 0,1 N sampai terbentuk larutan


berwarna bening.

Dicatat volume HCl yang digunakan.

Dilakukan pengulangan titrasi sebanyak 2 kali.

Dihitung normalitas rata-rata larutan HCl.

4.7 Penetapan Kadar Aspirin Dalam Tablet


Diambil etil asetat ad 10 mL, aquadest ad 10 mL, dan gliserin ad 10
mL.

Ditimbang bobot piknometer kosong beserta tutupnya yang telah


dibersihkan dengan alkohol 70% .

Diletakkan piknometer pada gelas arloji, dibuka tutupnya dan


dimasukkan zat cair (akuades) dalam piknometer 10 mL.

Disiapkan gelas beaker 100 mL yang berisi air kemudian


ditambahkan sedikit es agar suhunya 20oC.

Dimasukkan piknometer yang telah berisi zat cair ke dalam gelas


beaker, didinginkan selama 5 menit.

Karena pendinginan, volume zat cair berkurang sehingga


ditambahkan kembali zat cair tersebut (akuades) ke dalam
piknometer.

5
Piknometer dilap dan dikeringkan terlebih dahulu.

Ditimbang piknometer beserta isinya (akuades) dengan neraca


analitik.

Diulangi skema kerja di atas untuk menimbang zat cair etil asetat dan
gliserin.