Anda di halaman 1dari 45

Makalah Diagram Fasa

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Material Teknik
Dosen : Rini Mulyani Sari, S.T., M.T.

Disusun oleh :
TRISHA RANITA BARUS
0516101062

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2017

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................2


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah3
1.3 Tujuan .......................................................................................................4
1.4 Manfaat .....................................................................................................4
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Dasar Teori .................................................................................................5
2.2 Pengertian Diagram Fasa..6
2.3 Informasi dan Perbedaan Garis yang Terdapat pada Diagram Fasa....8
2.4 Klasifikasi dan Komposisi Penyusun Kesetimbangan Diagram Fasa..9
2.5 Komponen terhadap Tekanan dan Temperatur Diagram Fasa...14
2.6 Sifat-sifat Termodinamika pada Diagram Fasa...16
2.7 Pengertian Diagram Equilibrium (Diagram Kesetimbangan Fasa).16
2.8 Diagram Fasa Sistem Besi - Besi Karbida..19
2.9 Perubahan Transformasi Dekomposisi Fasa Selama Pendinginan..22
2.10 Diagram Fasa ( Diagram Keseimbangan ) ..............................................25
2.11 Tipe Diagram Fasa ..................................................................................27
2.12 Batas Daya Larut Padat Pada Logam .................................................30
2.13 Komposisi Fasa .......................................................................................31
2.14 Kuantitas Fasa .........................................................................................32
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN...43
3.2 SARAN...44
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengenalan bahan teknik mempelajari tentang material material, cara


pembuatan, penerapan di lapangan, dan juga teori-teori mengenai bahan teknik.
Salah satunya adalah diagram fasa, dimana kita dapat mengetahui bahan-bahan
pada fase liquid (cair), padat, atau gas. Fasa adalah bagian sistem dengan
komposisi kimia dan sifat sifat fisik seragam, yang terpisah dari bagian sistem
lain oleh suatu bidang batas. Pemahaman perilaku fasa mulai berkembang dengan
adanya aturan fasa Gibbs. Untuk sistem satu komponen, persamaan Clausius dan
Clausisus Clapeyron menghubungkan perubahan tekanan kesetimbangan
dengan perubahan suhu.
Jika campuran dua cairan nyata (real) berada dalam kesetimbangan dengan
uapnya pada suhu tetap, potensial kimia dari masing masing komponen adalah
sama dalam fasa gas dan cairnya. Sistem biner paling sederhana yang
mengandung fasa padat dan cair ditemui bila komponen komponennya saling
bercampur dalam fas cair tetapi sama sekali tidak bercampur pada fasa padat,
sehingga hanya fasa padat dari komponen murni yang akan keluar dari larutan
yang mendingin.
Jika suatu larutan dari dua zat A dan B didinginkan sampai suhu yang cukup
rendah, akan muncul suatu padatan. Suhu ini adalah titik beku larutan, yang
bergantung pada komposisi.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian diagram fasa?
2. Magaimana merbedaan garis terdapat pada diagram fasa?
3. Klasifikasi dan komponen penyusun kesetimbangan pada diagram fasa?
4. Bagaimana fasa larut sempurna dalam keadaan cair dan padat?
5. Komponen terhadap tekanan dan temperatur pada diagram fasa?
6. Sifat-sifat termodinamika pada diagram fasa?
7. Diagram equilibrium?
8. Diagram fasa sistem besi besi kabrida?
9. Bagaimana proses pendinginan?

3
1.3 Tujuan
Diharapkan mahasiswa memahami tentang diagram fasa, tahu cara
membacanya dan lebih mengenal fase-fase zat yang ada di sekitar kita.

1.4 Manfaat
Setelah dilakukan penulisan diharapkan makalah ini dapat
memiliki manfaat sebagai berikut :
Manfaat teoritis, dapat menberikan sumbangan ilmu pendidikan bagi
mahasiswa lainya dalam upaya meningkatkan pengetahuan mengenai
Diagram Fasa.
Manfaat Praktis:
a. Bagi mahasiswa, dapat meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar
dalam mata kuliah Material Teknik terutama dalam bidang Diagram Fasa.
b. Bagi pengajar, dapat digunakan sebagai sarana referensi dalam
pembelajaran guna peningkatan prestasi siswa didik dalam proses belajar
mengajar.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Dasar Teori


Pada umumnya logam tidak berdiri sendiri atau keadaan murni, tetapi
lebih banyak dalam keadaan dipadu atau logam paduan dengan kandungan unsur-
unsur tertentu sehingga struktur yang terdapat dalam keadaan setimbang pada
temperatur dan tekanan tertentu akan berlainan. Kombinasi dua unsur atau lebih
yang membentuk paduan logam akan menghasilkan sifat yang berbeda dari logam

4
asalnya. Tujuan pemaduan adalah untuk memperbaiki sifat logam Sifat yang
diperbaiki adalah kekuatan, keuletan, kekerasan, ketahanan korosi, ketahanan aus,
ketahanan lelah, dll. Komponen-komponen umum diagram fase adalah garis
kesetimbangan, yang merujuk pada garisyang menandakan terjadinya transisi
fase.
Fasa pada suatu material didasarkan atas daerah yang berbeda dalam
struktur atau komposisi dari daerah lainnya.Fasa adalah bagian homogen dari
suatu sistem yang memiliki sifat fisik dan kimia yang seragam. Untuk
mempelajari paduan dibuatlah kurva yang menghubungkan antara fasa, komposisi
dan temperatur. Diagram fasa adalah suatu grafik yang merupakan representasi
tentang fasa-fasa yang ada dalam suatu material pada variasi temperatur, tekanan
dan komposisi. Pada umumnya diagram fasa dibangun pada keadaan
kesetimbangan (kondisinya adalah pendinginan yang sangat lambat). Diagram ini
dipakai untuk mengetahui dan memprediksi banyak aspek terhadap sifat material.
Informasi penting yang dapat diperoleh dari diagram fasa adalah:
1. Memperlihatkan fasa-fasa yang terjadi pada perbedaan
komposisi dan temperatur dibawah kondisi pendinginan yang
sangat lambat.
2. Mengindikasikan kesetimbangan kelarutan padat satu unsur atau
senyawa pada unsur lain.
3. Mengindikasikan pengaruh temperatur dimana suatu paduan
dibawah kondisi kesetimbangan mulai membeku dan pada
rentang temperatur tertentu pembekuan terjadi.
4. Mengindikasikan temperatur dimana perbedaan fasa-fasa mulai
mencair.

2.2 Pengertian Diagram Fasa


Dalam kimia fisik, mineralogi, dan teknik material, diagram fasa adalah
sejenis grafik yang digunakan untuk menunjukkan kondisi kesetimbangan antara
fasa-fasa yang berbeda dari suatu zat yang sama. Dalam matematika dan fisika,
diagram fasa juga mempunyai arti sinonim dengan ruang fasa. Perubahan Struktur
pada bahan paduan terdiri dari fasa tunggal, serta fasa campuran, dimana fasa

5
adalah bagian dari perubahan sistem kimia untuk menghasilkan paduan dengan
karakter khusus bergantung pada komposisi dan temperatur pendinginannya. fasa
berada selama pendinginan dan pada temperatur ruangan serta tergantung pula
pada perilaku susunan unsur-unsur lainnya.
Fasa pada suatu material didasarkan atas daerah yang berbeda dalam struktur
atau komposisi dari daerah lainnya. Tidak seperti struktur logam murni yang
hanya dipengaruhi oleh suhu, sedangkanstruktur paduan dipengaruhi oleh suhu
dan komposisi. Pada kesetimbangan, struktur paduanini dapat digambarkan dalam
suatu diagram yang disebut diagram fase (diagramkesetimbangan) dengan
parameter suhu (T) versus komposisi (mol atau fraksi mol). (Fasedapat
didefinisikan sebagai bagian dari bahan yang memiliki struktur atau komposisi
yang berbeda dari bagian lainnya). Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam
merupakan suatu pemetaan dari kondisilogam atau paduan dengan dua variabel
utama umumnya ( Konsentrasi dan temperatur)Fasa mempunyai bagian homogen
dari suatu sistem yang memiliki sifat fisik dan kimia yang seragam. Diagram fasa
adalah suatu grafik yang merupakan representasi tentang fasa-fasa yang ada dalam
suatu material pada variasi temperatur, tekanan dan komposisi. Pada umumnya
diagram fasa dibangun pada keadaan kesetimbangan (kondisinya adalah
pendinginan yang sangat lambat). Diagram ini dipakai untuk mengetahui dan
memprediksi banyak aspek terhadap sifat material.
J.W Gibbs(1839-1903) menurunkan suatu persamaan yang mampu
menghitung jumlah fasa yang ada dalam kesetimbangan pada suatu sistem yang
ditentukan atau dipilih. Dapat dirumuskan dengan:

P+F=C+2

Keterangan:
P = jumlah fasa yang ada pada sistem terpilih.
F = derajat kebebasan (jumlah variabel, tekanan, suhu, komponen) yang dapat
diubah bebas tanpa mengubah jumlah fasa dalam kesetimbangannya.
C = jumlah komponen dalam sistem (suatu elemen, campuran atau larutan/cairan).
Diagram fasa tunggal memiliki komposisi yang sama dengan paduan,
misalnya timbaldan timah. Diagram fasa biner misalnya paduan kuningan ( Cu-

6
Zn), (Cu-Ni) dll. Diagram fasa terner misalnya paduan stainless steel (Fe-Cr-Ni)
dllDiagram pendinginan merupakan diagram yang memetakan kondisi struktur
mikro apa yanganda akan dapatkan melalui dua variabel utama yaitu ( Temperatur
dan waktu) disebut juga diagram TTT atau juga dua variabel utama yaitu
(temperatur dan cooling rater) dosebut jugadiagram CCT.
Diagram ini berguna untuk mendapatkan sifat mekanik tertentu dan
mikrostruktur tertentu, Fasa bainit misalnya pada baja hanya terdapat pada
diagram TTT bukan diagram isothermal Fe-Fe3C. Kegunaan Diagram Fase antara
lain sebagai berikut:
1. Dapat memberikan informasi tentang struktur dan komposisi fase-fase dalam
kesetimbangan.
2. Memudahkan memilih temperatur pemanasan yang sesuai untuk setiap proses
perlakuan panas baik proses anil, normalizing maupun proses pengerasan. Baja
adalah paduan besi dengan karbon maksimal sampai sekitar 1,7%.paduan besi
diatas 1,7% disebut cast iron.
Diagram Time Temperatur Transformation (TTT) mirip dengan diagram
Continuous Cooling Transformation (CCT), tetapi proses pendinginannya
berbeda. Proses pembuatan diagram ini dengan memanaskan baja karbon
sehingga mencapai temperatur austenit kemudian mendinginkan dengan laju
pendinginan kontinyu pada daerah fasa austenit kemudian menahannya untuk
waktu tertentu dan mendinginkan lagi dengan laju pendinginan kontinyu
Perlakuan panas bertujuan untuk memperoleh struktur mikro dan sifat yang di
inginkan. Struktur mikro dan sifat yang diinginkan dapat diperoleh melalui proses
pemanasan dan proses pendinginan pada temperatur tertentu. Diagram fase
digunakan oleh ahli geologi, ahlikimia, ceramists, metallurgists dan ilmuwan lain
untuk mengatur dan meringkaseksperimental dan data pengamatan serta dapat
digunakan untuk membuat prediksi tentang proses-proses yang melibatkan reaksi
kimia antara fase.

2.3 Informasi dan Perbedaan Garis yang Terdapat pada Diagram Fasa
Informasi penting yang bisa didapatkan dan diperoleh dari diagram fasa
adalah sebagai berikut:
1. Memperlihatkan fasa-fasa yang terjadi pada perbedaan

7
komposisi dan temperatur dibawah kondisi pendinginan yang
sangat lambat.
2. Mengindikasikan kesetimbangan kelarutan padat satu unsur atau
senyawa pada unsur lain.
3. Mengindikasikan pengaruh temperatur dimana suatu paduan
dibawah kondisi kesetimbangan mulai membeku dan pada
rentang temperatur tertentu pembekuan terjadi.
4. Mengindikasikan temperatur dimana perbedaan fasa-fasa mulai
mencair.
Garis yang dapat menentukan tinggi atau rendahnya temperatur yang terdapat
pada logam dalam keadaan cair maupun padat, dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Garis Liquidus : menunjukkan temperatur terendah dimana logam
dalam keadaan cair atau temperatur dimana awal terjadinya pembekuan
dari kondisi cair akibat proses pendinginan.
Garis Solidus : menunjukkan temperatur tertinggi suatu logam dalam
keadaan padat atau temperatur terendah dimana masih terdapat fasa
cair.

8
2.4 Klasifikasi dan Komposisi Penyusun Kesetimbangan Diagram Fasa
Klasifikasi bertujuan untuk mengetahui reaksi yang dapat ditimbulkan dari
percobaan yang dilakukan. Klasifikasi yang terdapat pada diagram fasa dibedakan
menjadi beberapa golongan. Reaksi yang ditimbulkan dapat terjadi apabila dalam
keadaan cair maupun dalam keadaan padat, berikut adalah beberapa klasifikasi
yang dapat terjadi:

1. Larut sempurna dalam keadaan cair dan padat.

2. Larut sempurna dalam keadaan cair, tidak larut dalam keadaan padat (reaksi
eutektik).

3. Larut sempurna dalam keadaan cair, larut sebagian dalam keadaan padat
(reaksi eutektik).

4. Larut sempurna dalam keadaan cair, larut sebagian dalam keadaan padat
(reaksi peritektik).

9
5. Larut sempurna dalam keadaan cair, tidak larut dalam keadaan padat dan
membentuk senyawa.

6. Larut sebagian dalam keadaan cair (reaksi monotektik).

7. Tidak larut dalam keadaan cair maupun padat.


Komposisi fasa adalah perbandingan relatif suatu fasa di dalam sistem.
Komposisi fasa tergantung pada temperatur dan komposisi unsur penyusun fasa.
Untuk mendapatkan informasi tentang komposisi fasa dan komposisi komponen
penyusun fasa dipergunakan prosedur sebagai berikut:

Fasa merupakan bagian dari material yang homogen, komposisi kimia dan
strukturnya dapat dibedakan secara fisik dapat dipisahkan secara mekanis dari
bagian lain material itu. Suatu fasa dapat dibedakan dari material lain secara
fisiknya, yaitu cair, gas, dan padat. Bagian material dengan komposisi kimia yang
berbeda dapat dikatakan sebagai fasa yang berbeda. Struktur lattice juga
membedakan satu fasa dengan fasa yang lainnya. Logam yang memiliki sifat
allotropi misalnya, setiap bentuk allotropinya merupakan fasa tersendiri meskipun
komposisi kimia dan keadaan fisiknya sama.
Diagram fasa idealnya menggambarkan hubungan antara fase komposisi dan
temperature.pada kondisi kesetimbangan yaitu suatu kondisi yang tidak terjadi
perubahan yang tergantung pada waktu. Kondisi keseimbangan biasanya didekati
dengan kondisi pemanasan atau pendinginan yang sangat lambat, sehingga bila

10
ada perubahan fase yang harus terjadi akan ada waktu yang cukup untuk mencapai
kondisi keseimbangan.
Diagram fasa dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Diagram Biner
Diagram biner adalah diagram yang menggambarkan dua jenis fasa dan
menunjukkan sifat solubilitas timbal balik pada suhu tertentu dan tekanan yang
sama. Diagram biner adalah diagram yang menunjukkan sistem 2 fasa dari dua zat
dalam campuran yang ditunjukkan oleh hubungan temperatur terhadap kosentrasi
relatif zat. Dimana pencampuran ini dapat dilakukan dengan menambahkan suatu
zat cair ke dalam cairan murni lain pada tekanan tertentu dengan variasi suhu.
Pada diagram biner akan terlihat adanya perubahan dari sistem dua fasa menjadi
sistem satu fasa.

Diagram kesetimbangan adalah peta-peta stabil yang terdapat pada jangkauan


(range) komposisi,temperatur,dan tekanan.
Diagram fase biner biasa disebut binary isomorphous alloy systems, kedua
unsur yang dipadukan larut sempurna dalam keadaan cair maupun padat. Pada
sistem ini hanya ada satu struktur kristal yang berlaku untuk semua komposisi,
syarat yang berlaku adalah:
a. Struktur kristal kedua unsur harus sama.

11
b. Perbedaan ukuran atom kedua unsur tidak boleh lebih dari 15%.
c. Unsur-unsur tidak boleh membentuk senyawa.
d. Unsur-unsur harus mempunyai valensi yang sama.
Contoh klasik untuk jenis diagram fasa ini adalah diagram fasa Cu-Ni.
Titik Peritektik adalah : Titik pelelehan diatas suhu peritektik (Tp) dan
pendinginan melalui Tp.
Titik Eutektik adalah : Titik leleh komposisi hanya pada suhu (suhu eutektik/Te)
atau perpotongan antara kurva likuidus dan garis solidus.
Garis Solidus adalah : Garis yang menunjukkan temperatur terendah dimana
logam dalam keadaan cair atau temperatur dimana awal terjadinya pembekuan
dari kondisi cair akibat proses pendinginan.
Garis Liquidus : Garis antara fasa cairan dan fasa transisi padat-cair ( dan L)
dimana paduan berubah menjadi liquid/cair. Garis yang menunjukkan temperatur
tertinggi suatu logam dalam keadaan padat atau temperatur terendah dimana
masih terdapat fasa cair.
Level Rule : perhitungan yang digunakan untuk menghitung besarnya
presentasi suatu fasa pada bagian dua fasa pada diagram biner. Disebut juga
Aturan Kaidah Lengan.
Contoh untuk Level Rule (Aturan Kaidah Lengan)

12
Misalkan x adalah komposisi paduan yang akan dihitung persentase fasa-fasanya
pada temperatur T, maka tarik garis yang memotong batas kelarutannya (garis L-
S).
Jika x = wo; L = wl dan S = ws
maka % fasa cair dan padat :

2. Diagram Fasa Tinery


Sistem tiga komponen(Tinery) mempunyai derajat kebebasan , karena
tidak mungkin membuat diagram dengan 4 variabel, maka sistem tersebut dibuat
pada tekanan dan suhu tetap. Sehingga diagram hanya merupakan fungsi
komposisi. Harga derajat kebebasan maksimal adalah 2, karena harga P hanya
mempunyai 2 pilihan 1 fasa yaitu ketiga komponen bercampur homogen atau 2
fasa yang meliputi 2 pasang misibel. Umumnya sistem 3 komponen merupakan
sistem cair-cair- cair. Jumlah fraksi mol ketiga komponen berharga 1. Sistem
koordinat diagram ini digambarkan sebagai segitiga sama sisi dapat berupa % mol
atau fraksi mol ataupun % berat.

13
Garis Liquidus ialah garis yang menunjukan awal dari proses pendinginan
(pembekuan).
Garis Solidus ialah garis yang menunjukan akhir dari proses pembekuan
(pendinginan).

2.5 Komponen terhadap Tekanan dan Temperatur Diagram Fasa


Komponen umum diagram fase adalah garis kesetimbangan atau batas fase,
Yang merujuk pada baris yang menandai kondisi di mana beberapa fase dapat
hidup berdampingan pada kesetimbangan. Fase transisi terjadi di sepanjang garis
dari equilibrium.
Diagram fasa dapat merupakan diagram yang sederhana antara dua komponen
atau merupakan paduan dari beberapa diagram fasa yang sederhana. Perubahan
fasa dapat terjadi dari fasa cair menjadi padat atau dari padat ke bentuk padat yang
lain. Ada beberapa reaksi yang dapat terjadi pada setiap transfomasi, yaitu:
1. Kedua komponenya tetap larut tak terbatas pada keadaan padat.
2. Kedua komponennya saling tidak melarutkan pada keadaan padat(tidak
membentuk larutan padat) terjadi reaksi eutectic.

14
3. Kedua komponen dapat saling melarutkan secara terbatas(partially solube) pada
keadaan padat.
4. Kedua komponennya mengalami reaksi peritektik.
Pada keadaan padat kemungkinan sudah tidak terjadi lagi perubahan fasa,
tetapi pada beberapa sistem paduan dapat terjadi transformasi padat-padat, antara
lain :
1. Transformasi allotropic
2. Reaksi eutectoid
3. Reaksi peritektoid
Diagram fasa yang paling sederhana adalah diagram tekanan-temperatur dari
zat tunggal, seperti air. Sumbu-sumbu diagram berkoresponden dengan tekanan
dan temperatur. Diagram fase pada ruang tekanan-temperatur menunjukkan garis
kesetimbangan atau sempadan fase antara tiga fase padat, cair, dan gas.

Diagram fase yang umum. Garis titik-titik merupakan sifat anomali air. Garis
berwarna hijau menandakan titik beku dan garis biru menandakan titik didih yang
berubah-ubah sesuai dengan tekanan. Penandaan diagram fasa menunjukkan titik-

15
titik di mana energi bebas bersifat non-analitis. Fasa-fasa dipisahkan dengan
sebuah garis non-analisitas, di mana transisi fasa terjadi, dan disebut sebagai
sempadan fasa.

2.6 Sifat-sifat Termodinamika pada Diagram Fasa


Selain temperatur dan tekanan, sifat-sifat termodinamika lainnya juga dapat
digambarkan pada diagram fasa. Contohnya meliputi volume jenis, entalpi jenis,
atau entropi jenis. Sebagai contoh, grafik komponen tunggal Temperatur vs.
Entropi jenis (T vs. s) untuk air/uap atau untuk refrigeran biasanya digunakan
untuk mengilustrasikan siklus termodinamika seperti siklus Carnot dan siklus
Rankine.
Pada grafik dua dimensi, dua kuantitas termodinamika dapat ditunjukkan pada
sumbu horizontal dan vertikal. Kuantitas termodinamika lainnya dapat
diilustrasikan dengan bertumpuk sebagai sebuah deret garis atau kurva. Garis-
garis ini mewakili kuantitas termodinamika pada nilai konstan tertentu.
Secara keseluruhan ada tiga reaksi penting di dalam diagram kesetimbangan
fasa Fe-Fe3C, yaitu: Reaksi Peritectic, Reaksi Eutectic, dan Reaksi Eutectoid
sebagaimana terlihat di dalam diagram kesetimbangan. Untuk sistem BesiBaja,
reaksi Eutectoid adalah reaksi yang sangat penting karena dengan mengontrol
Reaksi Eutectoid kita dapat memperoleh berbagai konstituen mikro atau micro
constituent yang diinginkan untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu.
Berdasarkan kadar karbonnya, baja dapat pula diklasifikasikan menjadi
beberapa jenis, yaitu:
1. Baja Eutectoid
2. Baja Hypoeutectoid
3. Baja Hypereutectoid

2.7 Pengertian Diagram Equilibrium (Diagram Kesetimbangan Fasa)


Pada umumnya logam tidak berdiri sendiri atau keadaan murni, tetapi lebih
banyak dalam keadaan dipadu atau logam paduan dengan kandungan unsur-unsur
tertentu sehingga struktur yang terdapat dalam keadaan setimbang pada
temperatur dan tekanan tertentu akan berlainan. Kombinasi dua unsur atau lebih
yang membentuk paduan logam akan menghasilkan sifat yang berbeda dari logam
asalnya. Tujuan pemaduan untuk memperbaiki sifat logam. Sifat yang diperbaiki

16
adalah kekuatan, keuletan, kekerasan, ketahanan korosi, ketahanan aus, ketahanan
lelah, dll. Jenis pemaduan diantaranya sebagai berikut:
1. Unsur logam + unsur logam
Contoh: Cu + Zn; Cu + Al; Cu + Sn.
2. Unsur logam + unsur non logam
Contoh: Fe + C.
Pemaduan terjadi akibat adanya susunan atom sejenis ataupun ada distribusi
atom yang lain pada susunan atom lainnya. Jika ditinjau dari posisi atom-atom
yang larut, diperoleh dua jenis larutan padat:
1. Larutan padat substitusi
Larutan padat substitusi akan larut apabila adanya atom-atom terlarut yang
menempati kedudukan atom-atom pelarut.

2. Larutan padat interstisi

17
Larutan padat interstisi akan larut apabila Adanya atom-atom terlarut yang
menempati rongga-rongga diantara kedudukan atom/sela antara.

Telah diketahui bahwa banyak sifat dari suatu bahan banyak tergantung pada
jenis, jumlah/banyaknya dan bentuk dari fasa yang terjadi, maka sifat akan
berubah bila hal-hal diatas berubah. Sejumlah besar data mengenai perubahan fasa
dari berbagai sistem paduan telah dikumpulkan dan dicatat dalam bentuk diagram
yaitu diagram fasa, atau dikenal juga sebagai diagram keseimbangan atau diagram
equilibrium.

Suatu diagram fasa, idealnya akan menggambarkan hubungan antara fasa,


komposisi dan temperatur, pada kondisi keseimbangan (equilibrium, yaitu kondisi
dimana tidak terjadi perubahan yang bergantung pada waktu). Kondisi
equilibrium dapat didekati dengan pemanasan dan pendinginan yang sangat
lambat, sehingga bila ada perubahan fasa yang harus terjadi maka akan tersedia
waktu yang cukup untuk mencapai kondisi keseimbangan.

2.8 Diagram Fasa Sistem Besi - Besi Karbida


Diagram fase Fe-Fe3C merupakan diagram untuk kombinasi karbon dengan
besi pada keadaan solid solution. Diagram fase ini termasuk diagram fase binary
karena menunjukkan hubungan antara dua variable yaitu hubungan antara

18
temperatur dan kandungan karbon (%C) selama pemanasan lambat.Dari diagram
fasa tersebut dapat diperoleh informasi-informasi penting yaitu antara lain:
a. Fasa yang terjadi pada komposisi dan temperatur yang berbeda dengan
kondisi pendinginan lambat.
b. Temperatur pembekuan dan daerah-daerah pembekuan paduan Fe-C bila
dilakukan pendinginan lambat.
c. Temperatur cair dari masing-masing paduan.
d. Batas-batas kelarutan atau batas kesetimbangan dari unsur karbon pada fasa
tertentu.
e. Reaksi-reaksi metalurgis yang terjadi, yaitu reaksi eutektik, peritektik dan
eutektoid.
Diagram kesetimbangan besi-besi karbida dapat dijadikan sebagai dasar
untuk mempelajari paduan besi baja. Diagram ini juga disebut sebagai diagram
fasa atau diagram kesetimbangan antara dua fasa, yaitu larutan padat besi dan
senyawa logam Fe3C yang disebut sementit. Perubahan fasa yang terjadi selama
pemanasan, pendinginan, jenis dan jumlah fasa yang ada pada setiap temperature.
Paduan besi-besi karbida mempunyai beberapa fasa yaitu: ferit, austenite, besi
delta, eutectoid atau perlit, dan eutektik atau ledeburit dan sementit.
1. Ferit
Ferit merupakan larutan padat interstisi dari atom-atom karbon pada besi murni.
Fasa ini disebut alpha () dan merupakan larutan padat intersrisi karbon dengan
sel satuan berupa kubik pemusatan ruang. Kelarutan maksimum karbon dalam
ferit adalah 0,025 persen pada temperature 723 celcius. Pada temperature kamar
kelarutan karbon sekitar 0,008 persen karbon. Ferit mempunyai struktur sel BCC,
body centered cubic. Ferit mempunyai sifat lunak dan ulet, kekuatan tariknya
kurang dari 310 MPa. Dalam gambar fasa Ferit dinotasikan dengan .

19
2. Austenit
Austenit merupakan larutan padat interstisi atom karbon dalam besi yang
mempunyai struktur sel FCC, face centered cubic. Austenit stabil di atas
temperature 723 celcius. Dalam gambar fasa austenit dinotasikan dengan
(gamma). Pada temperatur stabil austenit bersifat lunak dan liat sehingga mudah
dibentuk. Austenit merupakan fasa penting sebagai dasar pembentuk fasa-fasa
lainnya dalam proses perlakuan panas termasuk perlakuan panas pada permukaan
baja.
3. Besi delta
Besi delta merupakan fasa yang mempunyai struktur sel BCC, berada diantara
temperature 1400 1535 celcius. Atom karbon dapat larut sampai 0,1 persen.
Dalam gambar besi delta dinotasikan dengan .
4. Sementit (Fe3C)
Sementit merupakan senyawa logam yang mempunyai kekerasan tinggi. Terkeras
di antara fasa-fasa yang mungkin terjadi pada baja, tapi sangat rapuh. Sementit
biasa disebut besi karbida mempunyai rumus Fe3C. Hal ini tidak berarti bahwa
karbida besi membentuk molekul-molekul Fe3C. Akan tetapi kisi Kristal sementit
mengandung atom besi dan karbon dalam perbandingan tiga lawan satu. Tiga

20
atom besi dan satu atom karbon. Sementit mempunyai sel satuan ortorombik
dengan 12 atom besi dan empat atom karbon per satu selnya. Kadar karbon dalam
sementit 6,7% dan senyawa ini bersifat keras tetapi getas. Pada baja, fasa ini dapat
meningkatkan kekuatan dan kekerasan. Kekerasan sementit adalah lebih kurang
berkisar antara 800 HVN.
5. Perlit adalah campuran khusus terdiri dari dua fasa dan terbentuk sewaktu
austenite dengan komposisi eutectoid bertransformasi menjadi ferit dan karbida
besi secara bersamaan. Struktur dasar perlit adalah struktur lamellar yang
tersusun daari lapisan ferit dan sementit. Perlit hanya terjadi di bawah temperature
723 celcius. Perlit mempunyai sifat diantara ferit dan sementit, yaitu kuat dan
cukup keras. Kandungan karbon dalam perlit untuk paduan besi karbon adalah 0,8
persen.

6. Martensit
Martensit merupakan fasa dimana ferit dan sementit bercampur. Tetapi bukan
dalam lamellar. Fasa ini terbentuk dari austensit metastabil didinginkan dengan
laju pendinginan cepat. Terjadi hanya presipitasi Fe3C unsur paduan lainnya tetapi
larut transformasi isothermal pada 260C untuk membentuk dispersi karbida yang
halus dalam matriks ferit. Martensit bilah terbentuk jika kadar C dalam baja
sampai 0,6% sedangkan di atas 1% akan terbentuk martensit pelat. Perubahan dari
bilah ke pelat 18terjadi pada interval 0,6% < C < 1,08%. Kekerasan dari martensit
lebih dari 500 HVN.

21
2.9 Perubahan Transformasi Dekomposisi Fasa Selama Pendinginan
Sebagai ilustrasi akan dijelaskan pendinginan besi baja eutectoid dengan
kandunagn karbon 0,8 persen karbon. Proses pendinginan untuk baja eutectoid,
seperti ditunjukkan pada Gambar 3 yang dinyatakan oleh garis a. Pada
temperature T1 terjadi pengintian austenite, selanjutnya antara temperature T1
T2 butir-butir tumbuh dan pertumbuhan selasai pada T2. Antara T2 T3 tidak
terjadi perubahan fasa. Fasa yang ada adalah austenite. Setelah mencapai
temperature T3, pada temperature ini austenite berangsur-angsur mulai
bertransformasi menjadi perlit dan kemudian temperature terus turun sampai
temperature kamar. Struktur dassar perlit adalah lamellar yang tersusun dari
lapisan-lapisan ferit dan lapisan-lapisan smentit yang kedudukannya atau
posisinya berselang-s.

Diagram kesetimbangan fasa Fe-Fe3C adalah alat penting untuk


memahamistruktur mikro dan sifat-sifat baja karbon, suatu jenis logam paduan
besi (Fe)dan karbon (C). Karbon larut di dalam besi dalam bentuk larutan padat

22
(solid solution) hingga 0,05% berat pada temperatur ruang. Baja dengan
atomkarbon terlarut hingga jumlah tersebut memiliki alpha ferrite pada
temperaturruang. Pada kadar karbon lebih dari 0,05% akan terbentuk endapan
karbondalam bentuk hard intermetallic stoichiometric compound (Fe3C) yang
dikenalsebagai cementite atau carbide. Selain larutan padat alpha-ferrite yang
dalamkesetimbangan dapat ditemukan pada temperatur ruang terdapat fase-fase
penting lainnya, yaitu delta-ferrite dan gamma-austenite.
Jika pendinginan terjadi lebih cepat maka terjadi segregasi yaitu distribusi
yang tidak merata yang terjadi di dalam butir. Pada pusat butir yang pertama
mambeku akan kaya oleh bahan yang mempunyai titik leleh tinggi, bahan yang
mempunyai titik leleh rendah akan naik manjauhi pusat butir. Jadi terjadi gradien
konsentrasi pada butir (gb.3.6). Fenomena ini disebut cored structure. Adapun
kelemahan cored structure antara lain sebagai berikut:
1. jika dipadatkan, akan cepat meleleh.
2. mengurangi kekuatan mekanik pada temperatur tinggi.
Logam Fe bersifat polymorphism yaitu memiliki struktur kristal berbeda
padatemperatur berbeda. Pada Fe murni, misalnya, alpha-ferrite akan
berubahmenjadi gamma-austenite saat dipanaskan melewati temperature 910oC.
Padatemperatur yang lebih tinggi, mendekati 1400oC gamma-austenite akan
kembaliberubah menjadi delta-ferrite. (Alpha dan Delta) Ferrite dalam hal ini
memilikistruktur kristal BCC sedangkan (Gamma) Austenite memiliki struktur
kristal FCC.
1. Ferrite adalah fase larutan padat yang memiliki struktur BCC (body
centeredcubic). Ferrite dalam keadaan setimbang dapat ditemukan pada
temperaturruang, yaitu alpha-ferrite atau pada temperatur tinggi, yaitu delta-
ferrite.Secara umum fase ini bersifat lunak (soft), ulet (ductile), dan
magnetik(magnetic) hingga temperatur tertentu, yaitu Tcurie. Berbagai jenis baja
dan besi tuang dibuat dengan mengeksploitasi sifat-sifatferrite. Baja lembaran
berkadar karbon rendah dengan fase tunggal ferritemisalnya, banyak diproduksi
untuk proses pembentukan logam lembaran. Untuk paduan baja dengan fase
tunggal ferrite, faktorlain yang berpengaruh signifikan terhadap sifat-sifat
mekanik adalah ukuranbutir.

23
2. Fase Austenite memiliki struktur atom FCC (Face Centered Cubic).
Dalamkeadaan setimbang fase Austenite ditemukan pada temperatur tinggi. Fase
inibersifat non magnetik dan ulet (ductile) pada temperatur tinggi. Kelarutanatom
karbon di dalam larutan padat Austenite lebih besar jika dibandingkandengan
kelarutan atom karbon pada fase Ferrite. Secara geometri, dapatdihitung
perbandingan besarnya ruang intertisi di dalam fase Austenite (ataukristal FCC)
dan fase Ferrite (atau kristal BCC). Perbedaan ini dapat digunakan untuk
menjelaskan fenomena transformasi fase pada saat pendinginanAustenite yang
berlangsung secara cepat. Selain pada temperatur tinggi, Austenite pada sistem
Ferrous dapat puladirekayasa agar stabil pada temperatur ruang. Elemen-elemen
seperti Mangandan Nickel misalnya dapat menurunkan laju transformasi dari
gamma-austenitemenjadi alpha-ferrite. Dalam jumlah tertentu elemen-elemen
tersebut akanmenyebabkan Austenite stabil pada temperatur ruang.
3. Cementite atau carbide dalam sistem paduan berbasis besi
adalahstoichiometric inter-metallic compund Fe3C yang keras (hard) dan
getas(brittle). Nama cementite berasal dari kata caementum yang berarti stone
chipatau lempengan batu. Cementite sebenarnya dapat terurai menjadi bentukyang
lebih stabil yaitu Fe dan C sehingga sering disebut sebagai fasemetastabil.
Namun, untuk keperluan praktis, fase ini dapat dianggap sebagaifase stabil.
Cementite sangat penting perannya di dalam membentuk sifat-sifatmekanik akhir
baja. Cementite dapat berada di dalam sistem besi baja dalamberbagai bentuk
seperti: bentuk bola (sphere), bentuk lembaran (berselangseling dengan alpha-
ferrite), atau partikel-partikel carbide kecil. Bentuk,ukuran, dan distribusi karbon
dapat direkayasa melalui siklus pemanasan danpendinginan. Jarak rata-rata antar
karbida, dikenal sebagai lintasan Ferriterata-rata (Ferrite Mean Path), adalah
parameter penting yang dapatmenjelaskan variasi sifat-sifat besi baja. Variasi sifat
luluh baja diketahui berbanding lurus dengan logaritmik lintasan ferrite rata-rata.

2.10 Diagram Fasa ( Diagram Keseimbangan)


Seperti pada diagram Pb Sn adalah diagram fasa yang digunakan
sebagai peta yang menunjukkan fasa yang ada pada suhu tertentu dan

24
komposisi paduan pada keadaan keseimbangan, yaitu semua reaksi yang mungkin
terjadi telah selesai.

Gb. Diagram Pb Sn

Pada diagram tersebut pada komposisi 50% Sn dan suhu 100 o C,


menunjukkan bahwa terdapat dua fasa padat yaitu fasa dan fasa .
Pada komposisi yang sama pada suhu 200 o C terdapat fasa dan cairan.
|Dan pada suhu 250 o C seluruh larutan berupa cairan. Sebaliknya pada
komposisi 80% Sn dan suhu 200 o C terdapat fasa dan cairan. Dan pada
komposisi 10% Sn dan suhu 200 o C hanya terdapat fasa saja.
Daerah fasa dalam diagram keseimbangan tergantung pada system
paduannya. Untuk diagram keseimbangan tembaga dan nikel bentuk
diagramnya sederhana karena hanya ada satu macam fasa dari kedua logam
tersebut.

25
Gb. Diagram Fasa Cu-Ni

Pada bagian bawah dari diagram, semua paduan membentuk satu


larutan padat yang terdiri dari satu struktur kristal yaitu kps. Karena tembaga
dan nikel mempunyai struktur kristal kps dan ukuran kedua atom hampir sama
sehingga tembaga dapat saling menggantikan dalam kristal dengan segala
perbandingan pada suhu 1000 o C.
Jenis pemaduan:
1. Unsur logam + unsur logam
Contoh: Cu + Zn; Cu + Al; Cu + Sn.
2. Unsur logam + unsur non logam
Contoh: Fe + C.

26
2.11 Tipe Diagram Fasa

Gb. Tipe Diagram Fasa


A. Diagram Fasa Tipe 2D
Diagram fase yang paling sederhana adalah diagram tekanan- temperatur
dari zat tunggal,seperti air.Sumbu-sumbu diagram berkoresponden dengan
tekanan dan temperatur.Diagram fase pada ruang tekanan-temperatur
menunjukkan garis kesetimbangan atau sempadan fase antara tiga fase
padat,cair,dan gas.

27
Gb. Diagram Tekanan - Temperatur

Diagram fase yang umum.Garis titik-titik merupakan sifat anomali


air.Garis berwarna hijau menandakan titik beku dan garis biru menandakan titik
didih yang berubah-ubah sesuai dengan tekanan.

Penandaan diagram fase menunjukkan titik-titik dimana energi bebas


bersifat non-analitis.Fase-fase dipisahkan dengan sebuah garis non-analisitas,
dimana transisi fase terjadi, dan disebut sebagai sempadan fase.
Pada diagaram di atas, sempadan fase antara cair dan gas tidak berlanjut
sampai takterhingga. Ia akan berhenti pada sebuah titik pada diagaram fase yang
disebut sebagai titik kritis. Ini menunjukkan bahwa pada temperatur dan tekanan
yang sangat tinggi, fase Cair dan gas menjadi tidak dapat dibedakan yang dikenal
sebagai fluida super kritis.
Pada air, titik kritis ada pada sekitar 647K dan 22,064MPa(3.200,1psi).
Keberadaan titik kritis cair-gas menunjukkan ambiguitas pada definisi
diatas.Ketika dari cair menjadi gas,biasanya akan melewati sebuah sempadan
fase,namun adalah mungkin untuk memilih lajur yang tidak melewati sempadan

28
dengan berjalan menuju fase superkritis.Oleh karena itu,fase cair dan gas dapat
dicampurt erusmenerus.
Sempadan padat-cair pada diagram fase kebanyakan zat memiliki gradien
yang positif.Hal ini dikarenakan fase padat memiliki densitas yang lebih tinggi
dari pada fase cair,sehingga peningkatan tekanan akan meningkatkan titik
leleh.Pada beberapa bagian diagram fase air,sempadan fase padat-cair air
memiliki gradien yang negatif,menunjukkan bahwa es mempunyai densitas yang
lebih kecil daripada air.

B. Diagram fasa tipe 3D


Adalah mungkin untuk membuat grafik tiga dimensi (3D) yang
menunjukkan tiga kuantitas termodinamika. Sebagai contoh, untuk sebuah
komponen tunggal, koordinat 3D Cartesius dapat menunjukkan temperatur (T),
tekanan (P), dan volume jenis (v). Grafik 3D tersebut kadang-kadang disebut
diagram P-v-T. Kondisi kesetimbangan akan ditungjukkan sebagai permukaan tiga
dimensi dengan luas permukaan untuk fase padat, cair, dan gas.
Garis pada permukaan tersebut disebut garis tripel, di mana zat padat, cair, dan
gas dapat berada dalam kesetimbangan. Titik kritis masih berupa sebuah titik pada
permukaan bahkan pada diagram fase 3D.
Proyeksi ortografi grafik P-v-T 3D yang menunjukkan tekanan dan temperatur
sebagai sumbu vertikal dan horizontal akan menurunkan plot 3D tersebut menjadi
diagram tekanan-temperatur 2D. Ketika hal ini terjadi, permukaan padat-uap,
padat-cair, dan cair-uap akan menjadi tiga kurva garis yang akan bertemu pada
titik tripel, yang merupakan proyeksi ortografik garis tripel.

29
2.12 Batas Daya Larut Padat Pada Logam

Gb. Diagram paduan Pb-Sn

Pada diagram bahan padat yang kaya Pb terdapat atom Sn yang larut
dalam struktur kps. (Berbeda pada NaCl tidak larut dalam struktur kristal Es
dalam jumlah yang berarti)
Pada suhu 183 o C batas daya larut Sn sekitar 29% atom ( 19% berat)
dalam bahan padat yang kaya Pb.
Semakin tinggi suhu larutan padat batas daya larutnya semakin rendah
Contoh : Pada 300 o C ada 10% atom ( 6% berat ) Sn yang larut pada Pb
Demikian halnya pada 183 o C bahan padat yang kaya Sn dapat
mengandung 2.5% berat Pb yang larut pada struktur tpr( Sn) Sesuai perjanjian
kedua fasa disebut ( dengan struktur kristal kps) dan ( dengan struktur kristal
tpr) dari system Pb Sn
Batas daya larut padat mempunyai harga maksimum pada suhu eutektik.
Baik diatas maupun dibawah 183 o C jumlah Sn yang dapat larut dalam kps

30
yang kaya Pb menurun. Hal yang serupa terjadi pada Pb pada 183 o C,
maksimum 2,5% berat Pb larut dalam tpr yang kaya Sn.

2.13 Komposisi Fasa


Diagram keseimbangan selain berguna sebagai peta , juga memberikan
komposisi kimia fasa yang terdapat pada keadaan seimbang setelah semua
reaksi berakhir.

Gb. Komposisi Fasa

Daerah Fasa Tunggal


Pada fasa tunggal(keseluruhan logam dalam keadaan padat atau cair)
komposisi kimianya sesuai dengan paduannya.
Misalnya dalam paduan 60Sn dan 40 Pb pada 225 o C cairan mempunyai
komposisi 60 40, hal serupa berlaku untuk diagram fasa dengan larutan padat
fasa tunggal.

31
Daerah dua fasa
Komposisi kedua fasa terdapat pada kedua ujung garis isotermis yang
melintasi daerah dua fasa.
Sebagai contoh paduan timah patri 80Pb 20Sn pada 150 o C. Pada
diagram dapat dilihat bahwa mempunyai komposisi 10% Sn dan komposisi
hampir 100% Sn.
Namun pada paduan yang sama dan suhu yang berbeda komposisi dan
akan berbeda. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa batas larut Sn dalam
pada 150 o C besarnya 10%. Karena paduan adalah 20%Sn maka jenuh
dengan Sn dan kelebihan Sn terdapat pada . Demikian batas daya larut Pb
dalam < 1%, maka hampir seluruh Pb berada dalam fasa .

Reaksi Eutektik
Cairan yang mempunyai komposisi eutektik (38.1% Pb 61.9% Sn pada
system Pb Sn ) terurai menjadi fasa padat ( dan ) pada suhu eutektik 183 o
C . Pda suhu ini saja tiga fasa berada dalam keseimbangan. Reaksi uetektik
dapat ditulis :
didinginkan
L2 S1 + S 3

Dipanaskan
Catatan : 1,2,3 menunjukkan kadar yang meningkat dari salah satu diantara
komponen

2.14 Kuantitas Fasa


Dengan melihat diagram fasa maka dapat mengidentifikasi:
1. Jenis fasa yang telah stabil/seimbang
2. Komposisi kimia
3. Kuantitas setiap fasa yang ada dalam keseimbangan

32
Daerah dua fasa
Kuantitas dari dua fasa ditentukan dengan cara interpolasi komposisi
paduan diantara komposisi kedua fasa itu.

Gb. Kuantitas Fasa ( paduan Pb Sn )

Sebagai contoh timah patri 80 Pb 20 Sn pada 150 o C, dari diagram


terlihat bahwa komposisi 80 Pb- 20 Sn terletak pada titik sejauh 0.11 x jarak
komposisi kimia ( 90 Pb -10 Sn ) dan komposisi kimia (< 1 Pb dan ~
100Sn ).
Sehingga jumlah seluruh patri , fraksi kuantitas = 0.11 dan = 0.89
Jumlah ini dapat ditulis 89% untuk massa dan 11% untuk massa .

33
Dalam komposisi yang sama ( 80 Pb 20 Sn ) pada 250 o C dari diagram
dapat dilihat bahwa ( 88 Pb -12 Sn ) dan L ( 64 Pb - 36 Sn ). Komposisi kimi
paduan ini secara keseluruhan ( 80 Pb 20 Sn ) sama dengan 1/3 jarak antara
dan komposisi cairan. Sehingga jumlah patri keseluruhan pada 250 o C
kuantitas fraksi cairan 1/3 bagian dan fraksi padat ( ) 2/3 bagian. Kuantitas
dinyatakan dalam fasa dan atau dan L, sesuatu yang beda dengan
komposisi kimia yang dinyatakan dalam jumlah komponen Pb dan Sn.

Pada Sistem Besi Karbon


Baja merupakan paduan dari besi dan karbon. Besi murni berubah
strukturnya pada 912 o C dari kpr menjadi kps. Pada 1394 o C berubah lagi dari
kps menjadi kpr lagi dan kpr ini stabil sampai besi mencair pada 1538 o C.

Gb. Diagram keseimbangan besi - karbon

34
Gb. Kurva pendingin besi murni

35
36
Ferit atau besi
Struktur besi murni pada suhu ruangan disebut ferit atau besi . Ferit
mempunyai struktur kpr, ruangan antar atom kecil dan rapat sehingga sulit
menampung atom karbon sekalipun kecil. Oleh sebab itu daya larut karbon
dalam ferit rendah ( < 1 karbon per 1000 atom besi ).

Austenit atau besi - .


Besi dengan struktur kps disebut Austenit atau besi - . Besi ini stabil
pada suhu antara 912 o C dan 1394 o C. Austenit mempunyai sifat yang lunak
dan ulet sehingga mudah dibentuk. Besi austenit berstruktur kps yang mempunyai
jarak atom yang lebih besar dibanding ferit.

37
Meskipun demikian lubang pada strtuktur kps hampir tidak dapat
menampung atom karbon dan penyisipan ini menyebabkan regangan dalam
struktur. Akibatnya tidak semua lobang dapat diisi atom karbon (~ 6% pada 912
o
C). Daya larut maksimum 2.11% ( 9%atom) karbon.

Besi- .
Di atas 1394 o C austenit bukan bentuk besi yang paling stabil karena
struktur kristal berubah dari kps menjadi kpr atau besi- . Besi- sama dengan
besi kecuali daerah suhunya. Oleh karena itu biasa disebut ferit . Daya
larut karbon dalam ferit kecil, akan tetapi lebih besar dari pada ferit ,
karena suhunya lebih tinggi.

Karbida besi
Pada paduan besi karbon, karbon melebihi daya larut membentuk fasa ke
dua yang disebut karbida besi (sementit) yang mempunyai kompsisi kimia Fe 3
C. Hal ini tidak berarti sementit membentuk molekul molekul Fe 3 C, akan
tetapi membentuk kisi kristal mengandung atom besi dan karbon dalam
perbandingan tiga satu.
Fe 3 C mempunyai sel satuan ortorombik ( semua sudut = 90 o C dan a
bc) dengan 12 atom besi dan 4 atom karbon per sel. Kandungan
karbonnya 6.7%(berat) dan berat jenisnya 7,6 Mg/m 3

Diagram fasa Fe-Fe 3 C


Pada gambar bawah terlihat diagram fasa besi (Fe) dan karbida besi(Fe 3
C). Diagram ini merupakan landasan untuk memberikan perlakuan panas
(kebanyakan jenis baja).

38
Komposisi eutektik terdapat pada 4.3% (berat) karbon atau 17% atom
karbon dan suhu eutektik adalah 1148 o C. Besi - yang kaya Fe dapat
menampung sampai 2.11% (berat) atau 9%(atom) karbon. Atom-atom karbon ini
larut secara intersisi dalam besi kps.

Reaksi eutektik
Pada gambar bawah merupakan perbandingan antara penambahan
karbon pada austenit dengan penambahan garam pada air. Pada setiap keadaan
penambahan bahan yang dilarutkan menurunkan jangkauan suhu stabil larutan.

39
Gb. Reaksi eutektik

Pada system es-garam, larutan cairan ada diatas suhu eutektik, sedangkan
pada system besi-karbon terdapat larutan padat sehingga reaksi eutektik
sungguhan tidak terjadi sewaktu pendinginan. Akan tetapi karena analogi
reaksi ini dengan reaksi eutektik, reaksi ini disebut eutectoid ( secara harfiah
berarti seperti eutektik ).
didinginkan
Eutektik : L2 S1 + S 3

Dipanaskan

Didinginkan
Euitektoid S2 S1 + S 3

Dipanaskan

40
Suhu eutectoid untuk paduan besi karbon adalah 727 o C. Komposisi
eutectoid terdiri sekitar 0.8% karbon.

Reaksi eutectoid untuk paduan Fe C adalah :


723 o C
(0.77%C ) ( 0.02% C ) + Fe 3 C ( 6.7% C)

Pergeseran Eutektoid
Pada baja paduan atom karbon dan atom besi saling berkoordinasi
dengan atom lain. Oleh karena itu kadar karbon Euitektoid dan suhu Euitektoid
berubah bila ada elemen paduan lainnya.
Perubahan kadar karbon Euitektoid dan suhu Euitektoid dapat dilihat
pada diagram bawah

Gb. Pergeseran titik eutectoid

Dekomposisi Austenit

41
Selama pendinginan terjadi reaksi eutiktoid Fe C yang menyangkut
pembentukkan ferit dan karbida C sebagai hasil dekomposisi austenit
berkomposisi eutektoid :

( ~ 0.8% C ) + C

Dalam campuran yang dihasilkan terdapat ~ 12% karbida dan lebih dari
88% ferit. Karena karbida dan ferit terbentuk bersama-sama, keduanya bercampur
dengan baik.
Dengan kata lain ferit adalah campuran khusus terdiri dari dua fasa dan
terbentuk sewaktu austenit dengan komposisi eutectoid bertransformasi menjadi
ferit dan karbida.
Perlit adalah campuran khusus dari dua fasa dan terbentuk sewaktu
austenit dengan komposisi eutectoid bertransformasi menjadi ferit dan karbid.

BAB III

42
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Diagram fasa adalah diagram yang menampilkan hubungan antara
temperature, dimana terjadi perubahan fasa selama proses pendinginan dan
pemanasan yang lambat dengan kadar karbon. Diagram ini merupakan dasar
pemahaman untuk semua operasioperasi perlakuan panas. Diagram Fasa
merupakan diagram yang menampilkan hubungan antara temperatur dimana
terjadi perubahan fasa selama proses pendinginan dan pemanasan yang lambat
dengan kadar karbon. Tidak seperti struktur logam murni yang hanya dipengaruhi
oleh suhu, sedangkan struktur paduan dipengaruhi oleh suhu dan komposisi. Pada
kesetimbangan, struktur paduan ini dapat digambarkan dalam suatu diagram yang
disebut diagram fasa (diagram kesetimbangan) dengan parameter suhu (T) versus
komposisi (mol atau fraksi mol). (Fase dapat didefinisikan sebagai bagian dari
bahan yang memiliki struktur atau komposisi yang berbeda dari bagian lainnya).
Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam merupakan suatu pemetaan dari
kondisi logam atau paduan dengan dua variabel utama umumnya ( Konsentrasi
dan temperatur).
Garis yang dapat menentukan tinggi atau rendahnya temperatur yang terdapat
pada logam dalam keadaan cair maupun padat, dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Garis Liquidus = menunjukkan temperatur terendah dimana logam dalam
keadaan cair atau temperatur dimana awal terjadinya pembekuan dari
kondisi cair akibat proses pendinginan.
2. Garis Solidus = menunjukkan temperatur tertinggi suatu logam dalam
keadaan padat atau temperatur terendah dimana masih terdapat fasa cair.
Selain temperatur dan tekanan, sifat-sifat termodinamika lainnya juga dapat
digambarkan pada diagram fasa. Contohnya meliputi volume jenis, entalpi jenis,
atau entropi jenis. Sebagai contoh, grafik komponen tunggal Temperatur vs.
Entropi jenis (T vs. s) untuk air/uap atau untuk refrigeran biasanya digunakan
untuk mengilustrasikan siklus termodinamika seperti siklus Carnot dan siklus
Rankine.
Diagram fase Fe-Fe3C merupakan diagram untuk kombinasi karbon dengan
besi pada keadaan solid solution. Diagram fase ini termasuk diagram fase binary
karena menunjukkan hubungan antara dua variable yaitu hubungan antara

43
temperatur dan kandungan karbon (%C) selama pemanasan lambat. Diagram
kesetimbangan besi-besi karbida dapat dijadikan sebagai dasar untuk mempelajari
paduan besi baja. Diagram ini juga disebut sebagai diagram fasa atau diagram
kesetimbangan antara dua fasa, yaitu larutan padat besi dan senyawa logam Fe3C
yang disebut sementit. Perubahan fasa yang terjadi selama pemanasan,
pendinginan, jenis dan jumlah fasa yang ada pada setiap temperature. Paduan
besi-besi karbida mempunyai beberapa fasa yaitu: ferit, austenite, besi delta,
eutectoid atau perlit, dan eutektik atau ledeburit dan sementit.

3.2 Saran
Kami sadar makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami
membutuhkan kritik dan saran dari teman-teman yang sifanya membangun. Bagi
teman-teman yang ingin menambah wawasan mengenai diagram fasa,teman-
teman bisa mencari referensi lain.

DAFTAR PUSTAKA

http://rusman-buru.blogspot.co.id/2012/09/makalah-diagram-fasa.html
http://ekasetiawahyudi.blogspot.co.id/2012/11/diagran-fasa.html

44
https://id.wikipedia.org/wiki/Diagram_fase
https://www.academia.edu
https://www.slideshare.net/bayuafajri/diagram-fasa-fe-fe3-c
https://www.academia.edu/11592137/Diagram_Fasa_Fe-Fe_3_C

45