Anda di halaman 1dari 1

Klinkenberg Efek

Salah satu metode pengukuran permeabilitas yang paling umum digunakan


adalah dengan menggunakan gas permeameter dimana gas digunakan sebagai
fluida pori.
Permeabilitas tidak bergantung pada fluida yang mengalir pada pori, oleh karena
itu permeabilitas yang diukur dengan gas semestinya sama dengan
permeabilitas yang diukur dengan menggunakan air.
Klinkenberg menemukan bahwa permeabilitas terhadap gas relatif lebih besar
dibandingkan air, ia menginterpretasikan hal tersebut sebagai Slip flow antara
molekul-molekul gas dan padatan. Molekul-molekul gas saling bertabrakan satu
sama lain dan pada dinding pori selama melewati media berpori. Ketika jari-jari
pori mendekati mean free path dari molekul gas, frekuensi tabrakan antar
molekul gas dan padatan meningkat. Adanya penambahan aliran karena aliran
gas terhadap permukaan padatan slip flow tersebut meningkatkan flow rate.
Fenomena ini disebut Klinkenberg Effect.
Klinkenberg meneliti bahwa dengan peningkatan tekanan, permeabilitas gas
akan semakin mendekati permeabilitas liquid dikarenakan dengan semakin
tinggi tekanan maka free mean path dari gas juga akan semakin kecil.