Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ais Dafitri

NIM : 6411415066
Rombel : 03

INA CBGs
Pengertian INA CBGs
Sistem pembayaran INA CBG (Indonesia Case Base Groups) merupakan
salah satu sistem pembayaran prospektif. Sistem pembayaran prospektif merupakan
system pembayaran dimana besaran biayanya sudah ditetapkan dari awal sebelum
pelayanan kesehatan diberikan.
Sistem Casemix INA CBGs adalah suatu pengklasifikasian dari episode
perawatan pasien yang dirancang untuk menciptakan kelas-kelas yang relative
homogen dalam hal sumber daya yang digunakan dan berisikan pasien2 dengan
karakteristik klinik yang sejenis. Case Base Groups (CBG's), yaitu cara pembayaran
perawatan pasien berdasarkan diagnosis-diagnosis atau kasus-kasus yang relatif
sama.
Rumah Sakit akan mendapatkan pembayaran berdasarkan rata-rata biaya
yang dihabiskan oleh untuk suatu kelompok diagnosis. Pengklasifikasian setiap
tahapan pelayanan kesehatan sejenis kedalam kelompok yang mempunyai arti
relatif sama. Setiap pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit diklasifikasikan ke
dalam kelompok yang sejenis dengan gejala klinis yang sama serta biaya perawatan
yang relatif sama.

Alur Klaim dalam Sistem INA CBG


Prinsip klaim dalam sistem INA CBGs antara lain bahwa koding harus
dilakukan oleh petugas ruangan (yang memberikan pelayanan) dan bagian rekam
medis. Dimana koding tersebut kemudian diproses dalam grouping INA CBGs oleh
koder. Apabila terjadi kesalahan koding, maka grouping juga akan mengalami
kesalahan. Jika grouping mengalami kesalahan, maka akan terjadi kesalahan pula
dalam proses klaim, dan rumah sakit dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu
proses koding harus dilakukan secara cermat. Klaim yang akan dilakukan harus
dilengkapi dengan tanda tangan dokter dan nama terang dengan lengkap. Dan
kemudian diproses ke dalam software INA CBGs, dimana pengisian harus benar
benar lengkap sehingga klaim yang dilakukan akan mendapatkan uang
ganti/reimbursmet sesuai dengan diagnosa dan prosedur yang dilakukan rumah
sakit kepada pasien. Besarnya pembayaran dalam INA CBGs ditentukan oleh: (1)
Diagnosa Primer; (2) Diagnosa Sekumder; (3) Komplikasi; dan (4) Prosedur. Alur
klaim dalam sistem INA CBGs secara singkat dapa digambarkan pada bagan 2.1.

Sistem Coding dalam Sistem INA CBGs


Dalam pelaksanaan Case Mix INA CBGs, peran koding sangat menentukan,
dimana logic software yang digunakan untuk menetukan tarif adalah dengan
pedoman ICD 10 untuk menentukan diagnois dan ICD 9 CM untuk tindakan atau
prosedur. Besar kecilnya tarif yang muncul dalam software INA CBGs ditentukan
oleh Diagnosis dan Prosedur. Kesalahan penulisan diagnosis akan mempengaruhi
tarif. Tarif bisa menjadi lebih besar atau lebih kecil. Diagnosis dalam kaidah CBGs,
harus ditentukan diagnosa utama dan diagnosa penyerta. Diagnosa penyerta terdiri
dari Komplikasi dan Komorbiditas.
Diagnosis penyerta juga dapat mempengaruhi besar kecilnya tarif, karena
akan mempengaruhi level severity (tingkat keparahan) yang diderita oleh pasien.
Logikanya pasien yang dirawat terjadi komplikasi, maka akan mempengaruhi lama
perawatan di rumah sakit. Jika lama perawatan bertambah lama dibanding tidak
terjadi komplikasi, maka akan menambah jumlah pembiayaan dalam perawatan.
Dalam logic software INA-CBGs penambahan tarif dari paket yang sebenarnya, jika
terjadi level severity tingkat 2 dan level severity tingkat 3. Jika dalam akhir masa
perawatan terjadi lebih dari satu diagnosis, koder harus bisa menetukan mana yang
menjdi diagnosa utama maupun sekunder.
Kode yang digunakan dalam INA CBGs terdiri dari 4 sub groups kode. Contoh
kode INA CBGs seperti I-4-10-I, kode tersebut mengandung makna bahwa pasien
terdiagnosa Infark Miocard Akut Ringan.
a. Sub Grup ke 1 menunjukkan CMGs ( Casemix Main Groups). CMGs dalam
INA CBGs terdiri dari 31 kode. Berikut ini beberapa contoh kode CMGs yang
digunakan dala INA CBGs:

b. Sub Grup ke 2 menunjukkan tipe kasus, dimana tipe kasus yang ada dalam
sistem INA CBGs terdiri dari 1- 9 group kasus dan group 10 akan muncul jika
terjadi error. Secara rinci kode tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Prosedur Rawat Inap
2. Prosedur Besar Rawat Jalan
3. Prosedur Signifikan Rawat Jalan
4. Rawat Inap Bukan Prosedur
5. Rawat Jalan Bukan Prosedur
6. Rawat Inap Kebidanan
7. Rawat Jalan Kebidanan
8. Rawat Inap Neonatal
9. Rawat Jalan Neonatal
10.Error
c. Sub Group ke 3 menunjukkan spesifik CBGs (Kode CBGs). Kode INA CBGs
terdiri dari 1077 kode yang terdiri dari 789 kode untuk rawat inap dan 288
untuk rawat jalan.
d. Sub Group ke 4 menunjukkan severity level (tingkat keparahan). Tingkat
keparahan terdiri dari 3 level, Severity level 1 (ringan), Severity Level II
(Sedang), dan Severity Level III (Berat).

Contoh :

Aplikasi Software INA CBGs


Program INA-CBGs merupakan program software keluaran
kementrian kesehatan yang pada prinsipnya digunakan sebagai memasukan
entry data base peserta jamkesmas atau jamkesda. Program ina cbgs sudah
mengalami beberapa pengembangan dilihat dari serikeluarannya, yang dalam
hal ini kita memakai keluaran pengembangan terakhir yaitu versi 3.1. Program
INA cbgs berbasis web browser sehingga dalam pengoperasiannya memakai
webbrowser seperti Mozila Firefox.

Langkah-langkah pengoperasian Software INA CBGs 3.1 antara lain:


1. Menyiapkan surat atau berkas berkas syarat peserta
2. Membuka software INA Cbg 3.1
3. Pencarian pasien didasarkan pada NO.RM pada blangko monitoring
kegiatan.
4. Blangko data base diisikan secara rinci seperti No.Rekam Medis dengan
melihat blanko monitoring kegiatan rajal dan ranap. Kemudian untuk
pengisian
Nama Lengkap, Jenis Kelamin, dan Tanggal Lahir dengan melihat dari Foto
Copy Kartu Keluarga. Kemudian simpan.
5. Setelah itu klik klaim grouping baru.
6. Setelah entry data sudah diisikan kemudian klik simpan.
7. Setelah disimpan dilanjutkan pengisian jenis diagnosa dengan melihat
blangko monitoring rawat jalan dan rawat inap.
8. Kolom ICD-10 ditulis code diagnosis dengan melihat blangko monitoring
rawat jalan dan rawatinap, Kemudian simpan atau jika ada diagnose
tambahan maka klik tambah dengan cara yang sama.
9. Kemudian simpan.

Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Pembayaran INA CBGs


Dalam penguunaan sistem pembayaran INA CBGs terdapat kelebihan dan
kekurangan dalam penerapannya. Kelebihan dari penggunaan sistem pembayaran
INA CBGs antara lain:
a.Bagi provider
- Pembayaran lebih adil sesuai dengan kompleksitas pelayanan
- Proses klaim lebih cepat
b.Bagi pasien
- Kualitas pelayanan cukup baik
- Dapat memilih provider dengan pelayanan terbaik
c. Bagi pembayar
- Terdapat pembagian risiko keuangan dengan provider
- Biaya administrasi lebih rendah
- Mendorong peningkatan sistem informasi

Sedangkan kekurangan dari penggunaan sistem pembayaran INA CBGs antara lain:
a.Provider
- Kurang kualitas koding akan menyebabkan kurangnya besaran
penggantian yang seharusnya dibayar
b.Pasien
- Pengurangan kuantitas pelayanan
- Referral out
c. Pembayaran
- Memerlukan pemahaman implementasi konsep prospektif
- Diperlukan monitoring pasca klaim