Anda di halaman 1dari 22

KESETARAAN ENERGI

Rezky Amaliah, Herayanti, Muh. Shadiq K

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika


FMIPA UNM
Pendidikan Fisika 2014

Abstrak

Telah dilakukan eksperimen yang berjudul Kesetaraan Energi yang bertujuan untuk
memahami prinsip kesetaraan atau ekuivalensi energi dan untuk menentukan nilai kesetaraan Energi
panas dan Energi Mekanik. Pada percobaan ini dilakukan pengukuran arus listrik menggunakan
amperemeter dan tegangan menggunakan voltmeter. Kemudian dilakukan pengukuran perubahan
suhu terhadap waktu setiap 60 sekon, dengan memasangkan termometer pada kalorimeter.
Rangkaian yang digunakan yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. Setelah itu, dilakukan
pengukuran perubahan suhu setiap satu menit selama 10 menit. Setelah data perubahan suhu
didapatkan, maka dilakukan perhitungan kalor dan usaha. Dari hasil bagi antara usaha dan kalor
(analisis grafik hubungan antara kalor dan usaha) akan didapatkan nilai kesetaraan energi. Dari
masing-masing massa yang berbeda didapatkan nilai kesetaraan energy sebesar | 5,12 0,06 |,
| 4,75 0,03 | dan | 5,11 0,03 | . ketiga nilai kesetaraan energy ini menghampiri nilai kesetaraan
energy yang sebenarnya yaitu 4,18.

Kata kunci : Amperemeter, Kalorimeter, Kalor, Kuat Arus.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana prinsip kesetaraan energi ?
2. Berapa nilai energi panas yang dihasilkan sistem ?
3. Berapa nilai energi mekanik yang dihasilkan sistem ?
4. Berapa nilai kesetaraan energi panas dan energi mekanik ?

TUJUAN
1. Memahami prinsip kesetaraan (ekuivalensi) energi.
2. Menentukan nilai kesetaraan energi panas dan energi mekanik.

METODOLOGI EKSPERIMEN
Teori Singkat
Hukum pertama termodinamika telah menjelaskan tentang hukum kekalan
energi. Hukum ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan kesetaraan energi panas
(kalori) dan energi mekanis (joule). Berikut dalam gambar diberikan diagram
percobaan joule.

Gambar 1. Diagram Percobaan Joule.


Air dalam kalorimeter berada dalam dinding insulasi agar temperatur sistem
tidak dapat dipengaruhi oleh panas yang masuk atau keluar darinya. Dengan
pemberian beda potensial, arus listrik akan mengalir melalui amperemeter sehingga
beda potensial akan timbul pada ujung-ujung kumparan yang akan menghasilkan
usaha listrik pada sistem untuk memanaskan air. Usaha ini dikenal sebagai kalor
joule, yang dapat dinyatakan sebagai:

= (1)
dimana V adalah beda potensial ujung-ujung elemen, I adalah kuat arus listrik
dalam rangkaian, dan t adalah waktu pengaliran arus ke sistem.
Energi panas yang dilepaskan oleh elemen listrik tersebut akan diterima
oleh air dan kalorimeter sehingga temperatur sistem menjadi meningkat. Besar
energi panas Q yang dibutuhkan oleh air untuk menaikkan temperaturnya
sebanding dengan perubahan temperatur dan massa m, yaitu:
= (2)
dimana c adalah kalor jenis air. Hasil eksperimen joule dan eksperimen-eksperimen
sesudahnya adalah bahwa dibutuhkan 4,18 satuan usaha mekanis atau listrik (joule)
untuk meningkatkan temperatur 1 g air dengan 1 0C, atau 4,18 J energi mekanis
atau listrik adalah ekuivalen dengan 1 kal energi panas (Herman, 2014 : 8).
Sejumlah energi mekanik tidak akan hilang atau dengan kata lain energy
mekanik tidaklah kekal jika ada gaya nonkooperatif. Berbagai eksperimen
menunjukkan bahwa berbagai energy mekanik yang hilang ini tidak lenyap begitu
saja namun diubah menjadi energi dalam. Meskipun hubungan antara energy
mekanik an energy dalam pertama kali diperkenalkan oleh Bedjamin Thompson,
Joule adalah ilmuan yang berhasil menemukan ekuivalensi kedua bentuk energy.
Pada eksperimen Joule, system yang menjadi perhatian adalah air yang berada
dalam wadah yang terisolasi secara termal. Usaha dilakukan pada air dengan
memutar roda dayung, yang digerakkan oleh balok-balok yang padat pada kelajuan
konstan, suhu air yang terusik meningkat seiring terjadinya gesekan antar air dan
roda. Jika energy yang hilang di dalam wadah dan yang melalui dinding diabaikan,
maka energy potensial yang hilang dari balok sama dengan usaha yang dilakukan
oleh roda pada air. Jika kedua balok jatuh setinggi h, energy potensial yang hilang
adalah sebesar 2mgh, dimana m adalah massa satu balok, energy ini menyebabkan
suhu air meningkat. Dengan mengubah-ubah kondisi eksperimennya, Joule
mendapati bahwa energy mekanik yang hilang sebesar 2mgh adalah sebanding
dengan peningkatan suhu aur sebesar T. Konstanta kesebandingan ditemikan kira-
kira 4,18 Joule/g C. oleh karena itu, energy mekanik sebesar 4,18 Joule/g C dapat
menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1 C. untuk pengukuran yang lebih presisi,
konstanta kesebandingannya adalah 4,186 Joule/g C ketika suhu air dinaikkan dari
14,5 C ke 15,5 C. kita adopsi nilai kalori 15 derajat ini : 1 kal = 4,186 J.
persamaan ini dikenal, untuk alas an historis sepebuhnya sebagai ekuivalensi
makanik kalor (Serway, 2010 : 42).
Kita dapat mendefinisikan satuan dari kuantitas panas berdasarkan perubahan
suhu pada bahan tertentu. Kalori (disingkat kal) diefinisikan sebagai jumlah panas
yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram air dari 14,50C menjadi 15,50C.
Kilokalori (kkal), setara degan 1000kal. Transisi dari satu faseke fase lainnya
disebut perubahan fase ( phase change) atau transisi fase. Untuk tekanan tertentu,
perubahan fase terjadi pada suhu tertentu, umumya disertai dengan absorpsi atau
emisi panas dan perubahan volume dan densitas (Young, 2002 : 470).

Alat dan Bahan


1. Alat
a. Kalorimeter : 1 buah
b. Power Supply DC : 1 buah
c. Basicmeter : 2 buah
d. Termometer : 1 buah
e. Stopwatch : 1 buah
f. Kabel penghubung : 3 pasang positif dan negatif
g. Gelas kimia : 2 buah
h. Neraca Ohauss 311 gram : 1 buah
2. Bahan
Air : disesuaikan

Identifikasi Variabel
Kegiatan 1
1. Variabel manipulasi : Massa air (kg)
2. Variabel respon : Suhu Akhir (C)
3. Variabel kontrol : Massa Aluminium (kg), Kuat Arus (Ampere), Beda
Potensial (Volt), Waktu (s), Suhu Awal (C).

Definisi Operasional Variabel


Kegiatan 1
1. Variabel manipulasi
Massa air adalah berat air yang dimasukkan ke dalam kalorimeter dan
ditimbang menggunakan Neraca Ohauss 311 gram dengan satuan (gram).
Massa air merupakan variable manipulasi karena diubah-ubah yaitu 3 massa
air yang berbeda digunakan dalam percobaan.
2. Variabel respon
Suhu akhir adalah hasil pengukuran temperatur setiap satu menit dari air
didalam calorimeter yang diukur menggunakan termometer dengan satuan
(C).
Suhu akhir merupakan variable respon karena dipengaruhi oleh massa air,
perbedaan massa air akan mempengaruhi kenaikan suhu setiap satu menit.
3. Variabel control
Massa aluminium adalah berat calorimeter dan pengaduk yang terbuat dari
aluminium yang diukur menggunakan Neraca Ohauss 311 gram dengan satuan
(gram).
Kuat Arus adalah hasil perkalian antara penunjukan skala pada Amperemeter
dengan NST amperemeter dengan satuan (Ampere).
Tegangan adalah hasil perkalian antara penunjukan skala pada Voltmeter
dengan NST Voltmeter dengan satuan (Volt).
Waktu adalah lamanya waktu yang ditentukan yaitu setiap satu menit diukur
menggunakan stopwatch dengan satuan (sekon).
Suhu awal adalah besaran temperature yang ditetapkan sebagai suhu mula-
mula diukur menggunakan thermometer dengan satuan (C).
Massa aluminium, kuat arus, tegangan, suhu awal dan waktu merupakan
variable control karena keadaannya tidak diubah-ubah.

Prosedur Kerja
1. Timbang massa calorimeter yang terbuat dari aluminium bersama dengan
pengaduknya. Catat massanya pada table hasil pengamatan.
2. Masukkan air ke dalam kalorimeter dengan volume yang diperkirakan hingga
kawat pada penutup calorimeter dapat tercelup.
3. Timbang air yang telah dimasukkan ke dalam calorimeter beserta pengaduk.
Perkurangkan massa kalorimeter + pengaduk + air dengan massa kalorimeter
+ pengaduk, hasil pengurangannya sebagai massa air. Catat massa air yang
pertama pada table hasil pengamatan.
4. Rangkai semua alat yang telah tersedia. Rangkaian seri pada amperemeter ke
calorimeter dan rangkaian parallel pada voltmeter.
5. Pasang colokan power supply pada stopkontak dan nyalakan power supply.
Atur skala pada power supply hingga penunjukan pada amperemeter kira-kira
kurang dari 2 Ampere.
6. Catat penunjukan pada amperemeter dan voltmeter sebagai kuat arus dan beda
potensial.
7. Perhatikan thermometer yang terpasang pada calorimeter, tentukan sebuah titik
sebagai suhu awal. Dan ketika telah mencapai skala suhu awal, maka nyalakan
stopwatch.
8. Amati perubahan suhu tiap 1 menit selama 10 menit (10 data perubahan suhu)
dan catat hasil pengamatannya.
9. Setelah mendapatkan 10 data, matikan power supply dan ganti air pada
calorimeter dengan massa yang berbeda. Lakukan langkah 3-8 sebanyak dua
kali.

HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA


Hasil Pengamatan
Spesifikasi alat ukur
NST Neraca Ohauss 311 gram : 0,01 gram
NST Voltmeter :1V
NST Amperemeter : 0,1 A
NST Thermometer : 1C
NST Stopwatch : 0,1 s
Table 1. Hasil pengukuran

Besaran yang Pengukuran ke


diukur I II III

Massa
kalorimeter +
| 48,34 0,01 | 10-3 | 48,34 0,01 | 10-3 | 48,34 0,01 | 10-3
pengaduk, m1
(kg)

Massa
calorimeter +
| 224,05 0,01 | 10-3 | 229,66 0,01 | 10-3 | 232,62 0,01 | 10-3
pengaduk +
air, m2 (kg)
Massa air, ma
| 175,71 0,01 | 10-3 | 181,32 0,01 | 10-3 | 184,28 0,01 | 10-3
(kg)

Tegangan, V
| 7,0 0,5 | | 7,0 0,5 | | 7,0 0,5 |
(Volt)

Kuat arus, I
| 1,75 0,05 | | 1,75 0,05 | | 1,75 0,05 |
(A)

Suhu awal, T0
| 30,0 0,5 | | 30,0 0,5 | | 30,0 0,5 |
(C)

Suhu akhir, Tf
| 36,0 0,5 | | 31,0 0,5 | | 32,5 0,5 |
(C)

Waktu, t (s) | 420,0 0,1 | | 60,0 0,1 | | 180,0 0,1 |

Tabel 2. Hubungan antara waktu dan suhu

Massa Air 1 : | 175,71 0,01 | 10-3


Waktu (s) Suhu akhir (C)
| 60,0 0,1 | | 30,5 0,5 |
| 120,0 0,1 | | 31,5 0,5 |
| 180,0 0,1 | | 32,5 0,5 |
| 240,0 0,1 | | 33,0 0,5 |
| 300,0 0,1 | | 34,0 0,5 |
| 360,0 0,1 | | 35,0 0,5 |
| 420,0 0,1 | | 36,0 0,5 |
| 480,0 0,1 | | 36,5 0,5 |
| 540,0 0,1 | | 37,0 0,5 |
| 600,0 0,1 | | 38,0 0,5 |
Massa Air 2 : | 181,32 0,01 | 10-3
Waktu (s) Suhu akhir (C)
| 60,0 0,1 | | 31,0 0,5 |
| 120,0 0,1 | | 31,5 0,5 |
| 180,0 0,1 | | 32,0 0,5 |
| 240,0 0,1 | | 33,0 0,5 |
| 300,0 0,1 | | 34,0 0,5 |
| 360,0 0,1 | | 35,0 0,5 |
| 420,0 0,1 | | 35,5 0,5 |
| 480,0 0,1 | | 36,0 0,5 |
| 540,0 0,1 | | 36,5 0,5 |
| 600,0 0,1 | | 37,5 0,5 |
Massa Air 3 : | 184,28 0,01 | 10-3
Waktu (s) Suhu akhir (C)
| 60,0 0,1 | | 31,0 0,5 |
| 120,0 0,1 | | 31,5 0,5 |
| 180,0 0,1 | | 32,5 0,5 |
| 240,0 0,1 | | 33,0 0,5 |
| 300,0 0,1 | | 34,0 0,5 |
| 360,0 0,1 | | 34,5 0,5 |
| 420,0 0,1 | | 35,0 0,5 |
| 480,0 0,1 | | 36,0 0,5 |
| 540,0 0,1 | | 37,0 0,5 |
| 600,0 0,1 | | 37,5 0,5 |

ANALISIS DATA
Massa Kalorimeter + Pengaduk (mk) : 48,34 gram
Massa Jenis Kalorimeter (ck) : 22 g/cm3
Massa Jenis Air (ca) : 1 g/cm3
Suhu Awal (T0) : 30 C
Tegangan (V) : 7,0 Volt
Kuat Arus (I) : 1,75 A
1. Untuk Massa Air 1 : 175,71 gram
Suhu Akhir : 36 C
Waktu : 420 s
Qair1= mair cair T
=175,71 gr1 kal/gr6
= 1054,26 kalori
Q Q
Q = m+ T
m T
( m c T ) ( m c T )
= m
m+ T
T

= |c T m|+ |m c T|
Q c T m m c T
Q
= m c T
+ m c T
m T
Qair1= m
+ T
Q
0,01 0,2
= 175,71
+ 6
1054,26 kalori

= |0,000057 + 0,033| 1054,26 kalori


= 35,16695 kalori
Q
KR = Q
x 100%
35,16695
KR = 1054,26
x 100%

KR = 3,34 % (3AB)
Qair1 = |1,05 0,03| x 103 kalori
Qkal = mkal caluminium T
= 48,34 gr 0,22 kal/gr6
= 63,8088 kalori
m T
Qkal = m
+ T

0,01 0,2
Qkal = +
48,34 6
= |0,000207+0,25| 63,8088
= 2,14016 kalori
Q
KR = Q
x 100%
2,14016
KR = x 100%
63,8088
KR = 3,35 % (3AB)
Qair1 = |63,8 2,1| kalori
Qtot = Qair+ Qkalori
= 1054,26+63,8088
= 1118,069 kalori
Qtot Qtot
Qtot = Qair + Qkal
Qair Qkal
Qtot = Qair+Qkal
Qtot Qair +Qkal
=
Qtot Qair +Qkal
Qair +Qkal
Qtot = Qair +Qkal
Qtot
, + 2,14016
= 1054,26+63,8088
1118,069
37,30711
= 1118,069
1118,069

= 37,30711 kalori
Q
KR = Q
x 100%
37,30711
KR = 1118,069 x 100%

KR = 3,34 % (3AB)
Qtot = |1,12 0,04| x 103 kalori

W1 = V.I.t
= 7 x 1,75 x 420
= 5145 Joule
W1 = V.I.t
W W W
dW = V
dV+ I
dI+ t
dt
(V.I.t) (V.I.t) (V.I.t)
dW = V
dV+ I
dI+ t
dt
dW l.t.dV V.t.dI V.I.dt
= + +
W W W W
dW l.t.dV V.t.dI V.I.dt
W
= ..
+ ..
+ ..
dW dV dI dt
W
= V
+ I
+ t
W V I t
W
= V
+ I
+ t
V I t
W = V
+ I
+ t
W
0,5 0,05 0,1
W = 7
+ 1,75
+ 420
5145 J

W = 0,100238 x 5145 J
W = 515,725 J
W
KR = W
x 100%
515,725
KR = 5145
x 100%

KR = 10,024 % (2AB)
W1 = |0,51 0,05| x 104 J
2. Untuk Massa Air 2 : 181,32 gram
Suhu Akhir : 31 C
Waktu : 60 s
Qair2 = mair cair T
=181,32 gr1 kal/gr1
= 181,32 kalori
m T
Qair2 = m
+ T
Q
0,01 0,2
= 181,32
+ 1
181,32 kalori

= |0,000055 + 0,2| 181,32 kalori


= 36,2739 kalori
Q
KR = Q
x 100%
,
KR = 181,32
x 100%

KR = 20,0 % (2AB)
Qair2 = |1,8 0,4| x 102 kalori
Qkal = mkal caluminium T
= 48,34 gr 0,22 kal/gr1
= 10,6348 kalori
m T
Qkal = m
+ T

0,01 0,2
Qkal = + Q
48,34 1
= |0,000207+0,2| 10,6348 kalori
= 2,1291 kalori
Q
KR = Q
x 100%
2,1291
KR = 10,6348 x 100%

KR = 20,0% (2AB)
Qair2 = |1,1 0,2| x 10 kalori
Qtot = Qair+ Qkalori
= 181,32+10,6348
= 191,9548 kalori
Qair +Qkal
Qtot = Qtot
Qair +Qkal
, + 2,1291
= 181,32+10,6348

38,403
= 191,9548
191,9548

= 38,403 kalori
Q
KR = Q
x 100%
38,403
KR = 191,9548 x 100%

KR = 20,0% (2AB)
Qtot = |1,9 0,4| x 102 kalori

W2 = V.I.t
= 7 x 1,75 x 60
= 735 Joule
V I t
W = V
+ I
+ t
W
0,5 0,05 0,1
W = 7
+ 1,75
+ 60
735 J
W = 0,101667 x 735 J
W = 74,725 J
W
KR = W
x 100%
74,725
KR = 735
x 100%

KR = 10,1667 % (2AB)
W2 = |0,74 0,07| x 103 J
3. Untuk Massa Air 3 : 184,28 gram
Suhu Akhir : 32,5 C
Waktu : 180 s
Qair3 = mair cair T
=184,28 gr1 kal/gr2,5
= 460,7 kalori
m T
Qair3 = m
+ T
Q
0,01 0,2
= 184,28
+ 2,5
460,7 kalori

= |0,000054 + 0,08| 460,7 kalori


= 36,88 kalori
Q
KR = Q
x 100%
,
KR = 460,7
x 100%

KR = 8,0% (2AB)
Qair3 = |4,6 0,4| x 102 kalori

Qkal = mkal caluminium T


= 48,34 gr 0,22 kal/gr2,5
= 26,587 kalori
m T
Qkal = m
+ T

0,01 0,2
Qkal = + 26,587 kalori
48,34 2,5
= |0,000207+0,08| 26,587 kalori
= 2,132 kalori
Q
KR = Q
x 100%
2,132
KR = 26,587 x 100%

KR = 8,02% (2AB)
Qair3 = |2,6 0,2| x 10 kalori
Qtot = Qair+ Qkalori
= 460,7+26,587
= 487,287 kalori
Qair +Qkal
Qtot = Qtot
Qair +Qkal
, + 2,132
= 460,7+26,587
487,287
39,012
= 487,287
487,287

= 39,012 kalori
Q
KR = Q
x 100%
39,012
KR = 487,287 x 100%

KR = 8,0% (2AB)
Qtot = |4,8 0,4| x 102 kalori

W3 = V.I.t
= 7 x 1,75 x 180
= 2205 Joule
V I t
W = V
+ I
+ t
W
0,5 0,05 0,1
W = 7
+ 1,75
+ 180
2205 J

W = 0,100556 x 2205 J
W = 221,725 J
W
KR = W
x 100%
221,725
KR = x 100%
2205
KR = 10,0556 % (2AB)
W3 = |0,22 0,02| x 104 J

Tabel 3. Data Kalor dan Usaha (Massa 1)


Kalor Q (Kalori) Usaha W (Kalori)
93.1724 735
279.5172 1470
465.862 2205
559.0344 2940
745.3792 3675
931.724 4410
1118.0688 5145
1211.2412 5880
1304.4136 6615
1490.7584 7350
Analisis grafik untuk massa 1
y = 4.7555x + 143.35
R = 0.9938
y = mx + c
y W
m= = =
x Q
m=
= 4,755
DK = R2 x 100%
DK = 0,9938 x 100%
DK = 99,38 %
KR = 100% - DK
KR = 100% - 99,38%
KR = 0,62 % (3 AB)

KR = x 100 %

KR x
=
100%
0,62 % x 4,755
=
100%
2,9481
=
100%
= 0,029
= | |
= | 4,75 0,03 |

p- t
% diff = p + t x 100 %
2

4,75 - 4,186
% diff = 4,75 + 4,186 x 100 %
2

% diff = 0,1262 x 100 %


% diff = 12,62 %
Tabel 4. Hubungan antara kalor dan usaha (Massa 2)
Kalor Q (Kalori) Usaha W (Kalori)
191.9548 735
287.9322 1470
383.9096 2205
575.8644 2940
767.8192 3675
959.774 4410
1055.7514 5145
1151.7288 5880
1247.7062 6615
1439.661 7350
Analisis grafik untuk massa 2
y = 5.1222x - 87.039
R = 0.9891
y = mx + c
y W
m= = =
x Q
m=
= 5,1222
DK = R2 x 100%
DK = 0,9891 x 100%
DK = 98,91 %
KR = 100% - DK
KR = 100% - 98,91%
KR = 1,09 % (3 AB)

KR = x 100 %

KR x
=
100%
1,09 % x 5,1222
=
100%
5,5832
=
100%
= 0,056
= | |
= | 5,12 0,06 |

p- t
% diff = p + t x 100 %
2

5,12 - 4,186
% diff = 5,12 + 4,186 x 100 %
2

% diff = 0,2007 x 100 %


% diff = 20,07 %
Tabel 5. Hubungan antara Kalor dan Usaha (Massa 3)
Kalor Q (Kalori) Usaha W (Kalori)
194.9148 735
292.3722 1470
487.287 2205
584.7444 2940
779.6592 3675
877.1166 4410
974.574 5145
1169.4888 5880
1364.4036 6615
1461.861 7350
Analisis grafik untuk massa 3
y = 5.1152x - 145.02
R = 0.9948
y = mx + c
y W
m= = =
x Q
m=
= 5,1152
DK = R2 x 100%
DK = 0,9948 x 100%
DK = 99,48 %
KR = 100% - DK
KR = 100% - 99,48%
KR = 0,52 % (3 AB)

KR = x 100 %

KR x
=
100%
0,52 % x 5,1152
=
100%
2,6599
=
100%
= 0,026
= | |
= | 5,11 0,03 |

p- t
% diff = p + t x 100 %
2

5,11 - 4,186
% diff = 5,11 + 4,186 x 100 %
2

% diff = 0,1987 x 100 %


% diff = 19,87 %
PEMBAHASAN
Pada percobaan ini dilakukan 3 kali kegiatan pengukuran suhu dengan
massa air yang berbeda. Pertama-tama kalorimeter dan pengaduk yang terbuat dari
aluminium ditimbang menggunakan neraca Ohauss 311 gram dan hasil
pebgukurannya yaitu sebesar | 48,34 0,01 | gram. Kemudian menimbang
kalorimeter beserta pengaduk yang berisi air (ketinggian air hingga kira-kira
mencapai kawat pada tutup calorimeter) dan hasil pengukuran pertama yaitu |
224,05 0,05 | gram sehingga massa air pertama yaitu sebesar | 175,71 0,01 |
gram. Hasil pengukuran massa air kedua dan ketiga masing-masing sebesar | 181,32
0,01 | gram dan | 184,28 0,01 | gram. Setelah menimbang, semua alat dirangkai
yaitu rangkaian seri pada kalorimeter dan amperemeter dan rangkaian paralel pada
kalorimeter dan voltmeter. Thermometer dipasang pada tutup calorimeter.
Kemudian power supply dinyalakan. Setelah itu, penunjukan pada amperemeter
dan voltmeter dicatat dan hasil pengukurannya yaitu tegangan sebesar | 7,0 0,5 |
Volt dan kuat arusnya sebesar | 1,75 0,05 | Ampere.
Pengukuran suhu dimulai dengan menentukan terlebih dahulu suhu awal
yaitu 30C. Ketika mencapai 30C, stopwatch dinyalakan dan memperhatikan
perubahan suhu setiap satu menit sebanyak 10 kali perubahan (10 menit).
Setelah pengukuran perubahan suhu, dilakukan perhitungan kalor dan
usaha. Perhitungan kalor menggunakan rumus Q = mcT dan W = VIt. Hasil
perhitungan untuk massa pertama, kalor sebesar |1,12 0,04| x 103 kal dan usaha
sebesar |0,51 0,05| x 104 J. Hasil perhitungan untuk massa kedua, kalor sebesar
|1,9 0,4| x 102 kal dan usaha sebesar |0,74 0,07| x 103 J. Hasil perhitungan untuk
massa ketiga, kalor sebesar |4,8 0,4| x 102 Kal dan usaha sebesar |0,22 0,02| x
104 J.
Dari hasil analisis grafik hubungan antara kalor dan usaha, didapatkan nilai

kesetaraan energy dengan = . Untuk massa pertama, nilai kesetaraan energi

sebesar | 4,75 0,03 | . Untuk massa kedua, nilai kesetaraan energinya sebesar
| 5,12 0,06 |. Dan untuk massa ketiga, nilai kesetaraan energinya sebesar
| 5,11 0,03 |.
SIMPULAN DAN DISKUSI
Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa prinsip kesetaraan
energi panas dan energy mekanis yaitu apabila energy panas yang diterima oleh air
dan calorimeter tidak jauh berbeda dengan energy termal yang dilepaskan oleh
elemen listrik atau apabila energy listrik dapat diubah menjadi panas dengan energy
mekanik/listrik. Energy listrik dapat diubah menjadi panas dengan cara
mengalirkan arus listrik pada suatu kawat tahanan yang tercelup dalam air yang
berada pada calorimeter. Sehingga dapat menentukan nilai kesetaraan energy panas
dan energy mekanik dengan menggunakan rumus W = V.I.t dan Q = m.c.T.
berdasarkan eksperimen Joule, dibutuhkan 4,18 Joule sedangkan berdasarkan
praktikum nilainya tak jauh berbeda dengan nilai yang sebenarnya.
Berdasarkan praktikum, nilai kalor, usaha dan kesetaraan energi untuk
masing-masing massa yaitu sebagai berikut :
Kesetaraan
Massa (gram) Kalor (Kalori) Usaha (Kalori)
Energi
| 175,71 0,01 | |1,12 0,04| x 103 |0,51 0,05| x 104 | 4,75 0,03 |
| 181,32 0,01 | |1,9 0,4| x 102 |0,74 0,07| x 103 | 5,12 0,06 |
| 184,28 0,01 | |4,8 0,4| x 102 |0,22 0,02| x 104 | 5,11 0,03 |

DAFTAR RUJUKAN
Herman dkk. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2. Makassar : Unit Laboratorium
Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA UNM.
Serwey, Raymond A. dan Jewett, John W. 2010. Fisika untuk sains dan teknik.
Jakarta : Penerbit Salemba Teknika.

Young and Freedman. 2002. Fisika Universitas Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai