Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

DENGUE SHOCK SINDROM

Oleh:
dr. Santo Fitriantoro

Pembimbing:
dr. Taufik Sp.A

INTERNSIP
RSUD DEMANG SEPULAU RAYA
LAMPUNG TENGAH
2017
I. KETERANGAN UMUM
INDENTITAS ANAK
Nama : By. M
Usia : 12 bulan
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Pemeriksaan : 8 Februari 2017
Alamat : bandar jaya

INDENTITAS IBU
Nama : Ny. L
Usia : 22 tahun
Pendidikan : (Perempuan)
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Alamat : Bandar Jaya

INDENTITAS AYAH
Nama : Tn. A
Usia : 26 tahun
Pendidikan : (Laki-laki)
Pekerjaan : Buruh
Agama : Islam
Alamat : Bandar Jaya

II. ANAMNESIS
Tanggal periksa : 8 Februari 2017
Waktu pemeriksaan : Jam 8.30 WIB
Dirawat hari ke 2 di Ruang Anak
Alloanamnesa dari orang tua
1. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Keluhan Utama : Demam dan Penurunan Kesadaran
OS datang ke Rumah Sakit dengan keluhan utama demam dan
penurunan kesadaran. Demam dirasakan 5 hari sebelum masuk rumah
sakit. Demam pertama kali muncul mendadak dan terus menerus tanpa
disertai batuk pilek.
4 hari sebelum masuk rumah sakit os kejang diseluruh tubuh selama
lebih dari 15 menit namun kembali sadar setelah kejang. Demam
perlahan-lahan turun tapi kemudian naik lagi disertai munculnya bintik
bintik kemerahan ditangan. Os susah untuk makan dan minum serta buang
air besar terlihat warnanya hitam.
Beberapa jam sebelum masuk rumah sakit os tiba-tiba kejang lagi di
tangan kanan dan kaki kanan selama lebih dari 15 menit kemudian tidak
sadarkan diri disertai tangan dan kaki terasa dingin. Os tiba di IGD,
ditangani oleh dokter dan dinyatakan syok. Pasien di observasi sampai
keadaan stabil lalu di rawat di Ruang Anak.

2. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Riwayat penyakit dbd sebelumnya disangkal.
Riwayat kejang sebelumnya disangkal.

3. RIWAYAT KESEHATAN LINGKUNGAN


Lingkungan rumah cukup bersih, tidak ada rumah yang kebanjiran, namun
ada tetangga yang terkena penyakit demam berdarah.

4. RIWAYAT PENGOBATAN

4 hari SMRS os berobat ke bidan namun tidak ada perubahan, lalu 2 hari
berikutnya dibawa ke dokter umum dan dikasih obat namun belum juga
ada perubahan.

5. RIWAYAT PERSALINAN
- TTL : Tasikmalaya, 7 Februari 2016
- Di tolong oleh : Bidan
- Cara Lahir : Spontan
- Usia kehamilan : 37 minggu
- BB/TB : 2600/ 47 cm
- LK/LD/LLA : orang tua tidak mengetahui
- Anus :+
- Mekonium :+
- Masalah pada saat persalinan : Tidak ada masalah

6. Pola Makan Anak


- ASI Eksklusif adlibitum
- Bubur nasi

7. Riwayat Imunisasi
- BCG :1x
- DPT :3x
- Polio :3x
- Hepatitis B :3x
- Campak :1x
Menurut keterangan Ibu lengkap dan dilakukan di posyandu

8. Riwayat Alergi
- Alergi susu (-)
- Alergi obat (-)
- Alergi makanan (-)

III. PEMERIKSAAN FISIK


Tanggal periksa : 8 Februari 2017
Waktu pemeriksaan : Jam 08.30 WIB
Dirawat hari ke-2 di Ruang Anak

1. Vital Sign
1) KU : Tampak Sakit Sedang
2) Kesadaran : Compos Mentis
3) HR : 126 x/menit,
4) RR : 40 x/menit
5) Suhu : 36,7O C
6) TD : Tidak dilakukan
7) BB/PB : 7,5 Kg /73 cm

2. Status Gizi
1) Umur : 12 bulan
2) BB/PB : 7,5 Kg/ 81 cm
2) Kesan : Gizi kurang

3. Tanda Umum
1) Kulit : Tidak Ditemukan Kelainan
2) Kel. Limfa : Tidak Ditemukan Kelainan
3) Otot : Tidak Ditemukan Kelainan
4) Tulang : Tidak Ditemukan Kelainan
5) Sendi : Tidak Ditemukan Kelainan

4. Status Generalisata
Kepala
- Bentuk : Normochepali
- Fontanel : Ubun ubun datar lembut
- Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut
Mata
- Palpebra : Tampak oedema +/+
- Konjungtiva : Anemis -/-
- Sklera : Ikterik -/-
- Pupil : Refleks cahaya +/+
Refleks pupil isokor dextra=sinistra
Hidung
- Pernapasan Cuping Hidung +/+
- Sekret hidung -/-
Telinga
- Tragus +/+
- Auricula +/+
- Meatus Acusticus Eksternus +/+
Mulut
- Bibir : Mukosa bibir basah (+), sianosis (-)
- Lidah : Tidak dilakukan
- Tonsil : Tidak dilakukan
- Palatum : Dalam batas normal tidak ada celah

Leher
- Bentuk : Tidak Ditemukan Kelainan,
Retraksi suprasternal (-)
- KGB : Pembesaran kelenjar getah bening (-) / (-)

Thoraks
- Inspeksi : Bentuk Gerak simetris kanan=kiri,
Retraksi supraclavicularis -/-
Retraksi intercostalis -/-
Retraksi epigastrium (-)
Tak terlihat lesi, benjolan.
- Palpasi : Iktus kordis tidak teraba, tak teraba benjolan
- Perkusi : paru-paru kanan bawah redup
- Auskultasi : VBS kanan tidak sama dengan kiri
Bunyi tambahan : Wheezing -/-
Ronki -/-
Bunyi Jantung I, II regular,
Gallop (-)
Mur-Mur (-)
Abdomen
- Inspeksi : Bentuk cembung, simetris,
- Auskulasi : Peristaltik usus (+)
- Palpasi : Difens muscular (-)
Turgor kembali cepat
- Perkusi : Bunyi tympani

Hepar
- Inspeksi : Tidak terlihat pembesaran
- Palpasi : Tidak teraba
Lien
- Inspeksi : Tidak terlihat pembesaran
- Palpasi : Tidak teraba

Ekstremitas
- Edema : Ekstremitas atas dan bawah (-)
- Warna : Kemerahan pada ekstremitas atas dan ekstremitas
bawah
- Akral : Dingin

IV. DIAGNOSA BANDING


Ensefalopati Dengue

V. DIAGNOSA KERJA

Dengue Shock Sindrom

VI. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


Serologi igG dan igM dengue
Pemeriksaan Darah berseri (HB, Hematokrit, Leukosit, Trombosit)

VII. PENATALAKSANAAN
Oksigen 2 L/menit Nasal Canula
Infus RL 9-10 tpm/makro
Paracetamol drop 4 x 0.7 ml (Bila panas)
Diazepam puyer 3x2 mg bila panas (>38,50c)
Diazepam iv 3 mg bila kejang
Pertahankan suhu 36,5-37,5o C
Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu, nadi, tensi,
pernapasan). Jika kondisi pasien memburuk, observasi
ketat tiap jam.
Periksa HB, HT, leukosit dan Trombosit tiap 12 jam

VIII. PROGNOSIS
Ad vitam : Dubia ad bonam
Ad Fungtional : Dubia ad bonam