Anda di halaman 1dari 19

MOTOR DC PENGUAT TERPISAH

2.1 Prinsip Motor DC


Motor DC (Direct Current) bekerja dengan prinsip, ketika sejumlah arus yang mengalir di
dalam sebuah penghantar diletakkan di dalam sebuah medan magnet, maka terjadi sebuah torsi
dan mempunyai kecenderungan untuk berputar (bergerak). Ini dikenal sebagai aksi mesin
penggerak. Jika arah arus listrik dalam penghantar dibalik, maka arah putaran juga terbalik. Saat
medan magnet dan medan listrik berinteraksi, keduanya menghasilkan energi mekanik. Atas
dasar itulah motor DC bekerja. Arah dari putaran motor ditentukan oleh kaidah tangan kiri
Fleming.
Gambar 1. Kaidah Tangan Kiri Fleming

Gambar 1 menjelaskan bahwa arah arus ditunjukkan oleh jari tengah, arah garis gaya
medan magnet ditunjukkan oleh jari telunjuk dan arah putaran motor ditunjukkan oleh jari
jempol.

Secara struktur dan konstruksi, motor DC ialah sama dengan generator DC tapi secara
kelistrikannya berbeda. Maka dari hal ini motor dan generator DC lebih sering disebut sebagai
mesin DC saja. Yang membuat berbeda secara kelistrikannya maksudnya ialah jika kita ingin
menjadikan mesin DC tersebut menjadi motor maka sumber listrik diberikan ke kumparan
penguat medan magnet (eksitasi) dan kumparan jangkar. Untuk mesin DC yang menggunakan
magnet permanen cukup memberikan sumber listrik ke kumparan jangkar saja.

Jika kita ingin menjadikan mesin DC ini menjadi generator maka sumber listrik diberikan
ke kumparan penguat medan magnet saja dan jangkar harus diputar. Dari kumparan jangkar
inilah keluar GGL. Untuk mesin DC magnet permanen maka cukup hanya jangkarnya diputar
maka GGL timbul pada kumparan jangkar.

Gambar 2. Blok Diagram Kerja Motor DC

Dari gambar 2, motor DC disuplai tegangan E dan arus I menuju terminal kelistrikan atau
terminal input dan terminal mekanikal dihasilkan torsi T dan kecepatan . Terminal input dan
output merupakan variabel Motor DC yang dihubungkan sebagai parameter K.

T=K.I&E=K.

Jadi dari gambar tersebut kita dapat mengerti bahwa motor DC hanyalah fenomena yang
berlawanan dari sebuah generator DC. Kita dapat membuat operasi membangkitkan dan
menggerakkan dari mesin yang sama.

2.2 Konstruksi Motor DC


Ada dua komponen utama motor DC yaitu stator dan rotor. Stator merupakan bagian
yang diam yang juga berfungsi sebagai rumah (bodi) motor yang di dalamnya juga terdiri dari
kumparan penguat medan magnet dan terminal motor. Rotor merupakan bagian yang berputar
yang menghasilkan putaran mekanik. Selain dari komponen utama tersebut ada bagian
pendukung yaitu kuk (gandar/housing/yoke) motor, kutub motor, kumparan penguat medan
magnet, kumparan jangkar, komutator dan sikat arang.

Gambar 3. Gambaran Konstruksi Motor DC

Kuk (gandar/yoke/housing)

Kerangka magnet atau yoke motor DC dibuat dari besi atau baja dan bentuknya
merupakan bagian integrasi dari stator motor. Fungsi utamanya ialah melindungi dan menutupi
bagian dalam stator serta menyangga jangkar. Yoke juga berfungsi untuk melindungi sistem
kutub medan magnet dan penguat medan magnet.

Gambar 4. Bentuk Yoke Motor DC

Kutub Motor DC

Kutub ini dibuat menempel pada dinding yoke. Konstruksi dasar kutub ini terdiri dari dua
bagian yaitu, inti kutub dan sepatu kutub. Keduanya ditumpuk bersama dengan menggunakan
tekanan hidrolik kemudian ditempelkan pada yoke. Pada sepatu kutub tersedia slot untuk
meletakkan kumparan penguat medan magnet.

Gambar 5. Gambaran Kutub Motor DC

Kumparan Penguat Medan Magnet


Kumparan penguat medan magnet dibuat dari kawat email tembaga yang digulung pada
slot sepatu kutub. Kumparan ini bekerja dengan prinsip elektromagnetik, yang mana
menghasilkan fluks magnet saat dialiri arus listrik.

Gambar 6. Gambaran Kumparan Penguat Medan Magnet

Kumparan Jangkar

Kumparan jangkar motor DC diletakkan pada rotor. Kumparan jangkar ini dibuat dengan
laminasi baja silikon yang rendah histeresis untuk mengurangi kehilangan magnetik seperti
histeresis dan arus Eddy. Lembaran laminasi baja ini ditumpuk membentuk struktur silinder dari
inti jangkar.
Gambar 7. Gambaran Lembaran Laminasi Baja Untuk Kumparan Jangkar

Inti jangkar juga tersedia slot untuk kumparan jangkar.

Komutator Motor DC

Komutator dibuat dari kumpulan tumpukan segmen tembaga, di antara segmen tersebut
diisolasi mika. Fungsi utamanya dari komutator ialah media penghantar bergerak dari sikat arang
menuju kumparan jangkar.

Gambar 8. Gambaran Bentuk


Komutator
Sikat Arang Motor DC

Sikat arang dibuat dari karbon atau grafit, materi ini dapat membuat kontak berputar pada
komutator. Sikat arang digunakan untuk penghantar dari terminal suplai menuju komutator lalu
ke kumparan jangkar.
Gambar 9. Gambar Bentuk Sikat Arang

2.3 Torsi Motor DC

Torsi dihasilkan berdasarkan energinya, bersinggungan dengan arah putaran jangkar


dikalikan dengan jarak.

T = F . cos . w . r

T = B . I . L . w . r. cos

T = k . . Ia

dimana ialah sudut antara posisi awal jangkar dengan posisi sesudah berputar.
Gambar 10. Gambaran Tentang Torsi Motor DC

2.4 Jenis-Jenis Motor DC

Motor DC banyak digunakan pada peralatan teknik. Contohnya untuk starter mesin mobil
atau sepeda motor, dari ukuran kecil hingga yang besar. Ini dikarenakan torsi awal yang
dihasilkan oleh motor DC lebih besar dibanding motor AC sehingga dapat menggerakkan start
awal mesin untuk melakukan pembakaran.

Motor DC dikategorikan menjadi tiga jenis utama, yaitu penguat terpisah, penguat
sendiri dan magnet permanen. Untuk penguat sendiri dibagi lagi menjadi tiga macam, yaitu
penguat seri, penguat paralel (shunt) dan penguat kompon. Penguat kompon juga ada dua jenis,
yaitu kompon komulatif dan kompon diferensial. Kedua kompon ini sama-sama memiliki dua
jenis lagi, yaitu kompon panjang dan kompon pendek.
Gambar 11. Kategori Jenis-Jenis Motor DC

Pada kali ini hanya dibahas tentang motor DC penguat terpisah (separate excited) dan self -
excited .

2.4.1 Motor DC Penguat Terpisah

Sesuai dengan namanya, motor DC ini mempunyai penguat medan magnet yang disuplai
terpisah dengan suplai untuk kumparan jangkar. Dari persamaan torsi motor DC kita tahu bahwa
T = K . . Ia. Jadi di sini torsi bisa divariasikan dengan mengatur fluks penguat medan magnet
dan terbebas dari arus kumparan jangkar Ia.

Dengan terpisahnya suplai untuk penguat medan magnet, maka motor jenis ini dapat
diatur kecepatan putarnya. Pada kenyataannya terdapat dua hal yang berpengaruh untuk motor
ini yaitu tegangan dan fluks medan magnet.
V = Ea + Ia . Ra

jika E=cn

maka Vt = c n + Ia . Ra

n = Vt Ia . Ra : c

Keterangan :

n : kecepatan

c : konstanta

Ra : tahanan jangkar

Vt : tegangan terminal motor

Ia : arus jangkar

: fluks magnet

Fluks medan secara umum biasanya diusahakan dalam kondisi konstan dan tegangan
sumber ditambah linier hingga kecepatan motor nominal. Kemudian setelah kecepatan nominal,
untuk menjaga agar tidak melebihi kecepatan nominal maka tegangan sumber dibiarkan konstan
dan fluks kumparan penguat medan diperkecil dengan mengurangi arus medan (If). Saat itu
terjadi pelemahan magnet kumparan penguat medan.

Rangkaian Motor DC Penguat Terpisah


Rf Ia
If
Va
Vf

M La
Lf

R
a

Gambar 12. Gambar Rangkaian Ekuivalen


Motor DC Penguat Terpisah

Persamaan Rangkaian Motor DC Penguat Terpisah


Vf = Rf . I f + Lf Volt

dia
La=
Vt = k . . . m + dt Ra . I a Volt

dm
j=
Ti = k . . I a dt T loss

Pada keadaan steady, turunan terhadap fungsi waktu ialah nol dan jika variabel If, Ia dan m
konstan maka diperoleh persamaan berikut:
Vf = Rf . I f Volt
Vt = k . . . m + Ra . I a . Volt
Ti = k . . I a T loss Nm

Tegangan GGL lawan yang dihasilkan pada kumparan jangkar saat bekerja ialah :

ea = k . . . m Volt

Saat motor start, GGL lawan nilainya nol sehingga arus pada kumparan jangkar cukup besar.
Torsi
pada motor ini ialah :

T = k . . I a Nm

Vt RaT

m = k (k )
Cara yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor DC penguat terpisah ialah

dif
Lf =
mengacu pada persamaan Vf = Rf . If + dt Volt. Pada saat steady, kecepatan motor ini

dapat diatur langsung dengan mengatur nilai tegangan jangkar Vt , kemudian juga dengan
mengatur nilai fluks penguat medan magnet dengan cara menambah arus medan If.

Karakteristik Motor DC Penguat Terpisah

Saat tegangan sumber yang diberikan pada kumparan penguat medan magnet diatur
konstan pada harga maksimum motor maka fluks motor yang dihasilkan menjadi besar
sehingga Vt konstan. Hubungan antara torsi dan kecepatan dapat digambarkan dengan hubungan
antara dua buah garis lurus dengan kemiringan garis gradien negatif yang kecil dengan
perpotongan yang terletak pada sumbu kecepatan. Jika proses dari motor ini dihubungkan pada
suatu system mekanik (diberi beban mekanik pada motor) maka sistem akan bekerja pada poin
P1 dimana merupakan titik pertemuan antara dua buah garis.

Jika motor tidak dihubungkan dengan beban mekanik maka motor akan bekerja pada poin
P0. Untuk kumparan jangkar yang disuplai oleh sumber yang terkendali tegangan DC maka
kecepatannya dapat diatur mulai dari nol sampai harga Vt pada nilai maksimum.

Gambar 13. Grafik Hubungan Antara Torsi dan Kecepatan Motor


Gambar 14. Grafik Metode Pengaturan Kecepatan Motor dengan Mengatur Tegangan Vt dan
Menjaga Konstan Nilai I f dari Fluks

Gambar 15. Grafik Metode Pengaturan Kecepatan Motor dengan Mengatur Nilai I f dari Fluks
dan Menjaga Nilai Tegangan Vt Konstan

Kelebihan dan Kekurangan

2.4.2 Motor DC Self excited


1. Shunt excited
Salah satu macam penguatan sendiri motor DC adalah motor DC penguat shunt,
kata shunt sendiri berarti paralel dimana maksud dari paralel disini adalah pemasangan
paralel antara kumparan jangkar pada rotor dengan kumparan medan pada strator. Untuk
lebih jelas, berikut rangakaian ekivalen dari motor DC penguat shunt :

Gambar 16. Rangkaian ekivalen Motor DC Penguat Shunt

Persamaan - persamaan yang berlaku pada motor shunt adalah:

Vt = Ea + Ia.Ra ......................................................... (2-15)

Vt
Ish = Rsh .. (2-16)

IL = Ia + Ish.............................................................. (2-17)
Dimana :

Vt = tegangan terminal jangkar motor arus searah (volt)

IL = arus dari jala-jala (Ampere)

Ia = arus pada jangkar (Ampere)

Ra = Tahanan pada jangkar (Ohm)

Ea = Ggl lawan (volt)

Ish = arus kumparan medan shunt (Ampere)

Rsh = tahanan medan shunt (Ohm)


Pada tipe ini belitan medan dihubungkan secara parallel dengan
belitan jangkarnya. Sehingga besarnya arus medan yang mengalir akan
tergantung dengan besarnya tegangan jangkar dan besarnya resistansi
belitan medan. Regulasi kecepatan akibat perubahan beban pada motor dc
shunt lebih baik dibandingkan dengan motor dc seri. Ketika torsi beban
bertambah maka kecepatan motor dc akan menurun, akibatnya tegangan
dalam motor dc shunt juga akan menurun. Arus jangkar pada motor dc shunt
merupakan selisih tegangan antara tegangan dalam dan tegangan terminal
dibagi resistansinya. Akibat tegangan dalam yang turun tadi, maka arus
jangkar akan naik. Kenaikan arus jangkar akan menaikkan torsi yang
diberikan oleh motor dc sehingga kecepatan akan konstan pada titik tersebut,
begitu pula sebaliknya jika terjadi pengurangan torsi beban. Untuk lebih jelas,
berikut adalah diagram satu garis (one line diagram) motor DC shunt :

Gambar 17. One Line Diagram motor DC shunt

Karakterisrik Motor DC Shunt


Motor DC shunt memiliki karakteristik pengoperasian yang agak berbeda dengan
motor listrik yang sejenis. Karena medan kumparan parallel terbuat dari kabel yang kecil.
Motor ini tidak dapat memproduksi arus yang besar ketika mulai melakukan putaran seperti
pada medan kumparan seri. Hal ini berarti motor parallel mempunyai torsi awal yang lemah.
Ketika voltase diaplikasikan ke motor listrik, resistansi yang tinggi pada kumparanparallel
menjaga arus mengalir lambat. Kumparan armature untuk motor shunt padadasarnya sama
dengan motor seri dan menggunakan arus untuk memproduksi medan magnetik yang cukup
kuat untuk membuat kumparan armature memulai putaran. Seperti halnya motor seri, ketika
armature mulai berputar, kumparan tersebut akan memproduksi EMF. EMF balik akan
menyebabkan arus pada kumparan armature mulai terkurangi sampai pada level yang
sangat rendah.Banyaknya arus pada kumparan armature yang dibutuhkan akan secara langsung berhubungan
dengan banyaknya beban ketika motor mencapai kecepatan maksimal.Ketika bebannya sedikit,
kumparan armature ini akan membutuhkan arus yang sedikit pula. Namun, ketika motor
mencapai rpm yang penuh, kecepatannya akan tetap konstan.Rangkaian eksitasi motor shunt
terletak paralel dengan jangkar. Putaran akan turun dengan naik-nya momen torsi. Pada
kondisi tanpa beban, karakteristik motor shunt mirip dengan motor dengan penguat terpisah.

Karakteristik Motor DC Shunt

Berikut tentang kecepatan motor shunt (E.T.E., 1997):

1. Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque tertentu
setelah kecepatannya berkurang, lihat Gambar diatas dan oleh karena itu cocok untuk
penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan mesin.
2. Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan
kumparan motor DC (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus
medan (kecepatan bertambah).
Kelebihan Dan Kekurangan Motor DC Shunt

Motor DC Shunt. Motor DC jenis ini mempunyai ciri kumparan penguat medan diparalel
terhadap kumparan armatur. Kelebihan dari Motor DC jenis ini yaitu tidak terlalu membutuhkan
banyak ruangan karena diameter kawat kecil. Sedangkan kelemahannya yaitu daya keluaran
yang dihasilkan kecil karena arus penguatnya kecil
Rugi-rugi daya pada Penguat Shunt:
a. Rugi-rugi tembaga / listrik
Rugi tembaga terjadi karena adanya resistansi dalam belitan jangkar dan belitanmedan
magnet. Rugi tembaga akan diubah menjadi panas dalam kawat jangkarmaupun kawat penguat
magnet. Desain motor DC dilengkapi dengan kipasrotor tujuannya untuk menghembuskan udara
luar masuk ke dalam jangkar danmendinginkan panas yang terjadi akibat rugi-rugi tembaga.
Rugi tembaga padamotor DC shunt diantaranya:
1. Rugi tembaga jangkar (Ia 2. Ra Watt)
2. Rugi tembaga shun (Ish2 Rsh Watt)

b. Rugi-rugi besi / magnet


Rugi magnetik terdiri dari:
1. Rugi Hysteresis (Kh .f. Bm 1,2 )
2. Eddy current (Ke .f2. Bm2 )
Inti pada stator dan inti pada jangkar motor terdiri dari tumpukan pelattipis dari bahan
ferromagnetis. Tujuan dari pemilihan plat tipis adalahuntuk menekan rugi-rugi arus Eddy yang
terjadi pada motor DC.c.
c. Rugi-rugi mekanik
Rugi ini disebabkan adanya celah udara pada motor dan rugi kopel / bearingpada stator.

2. Series excited

Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan
gulungan kumparan motor DC (A) seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah. Oleh karena itu,
arus medan sama dengan arus kumparan motor DC. Berikut tentang kecepatan motor seri
(Rodwell International Corporation, 1997; L.M. Photonics Ltd, 2002) :
1. Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM
2. Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan
mempercepat tanpa terkendali.

Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang tinggi,
seperti derek dan alat pengangkat hoist seperti pada gambar berikut.

Karakteristik Motor DC Seri

3. Compound excited

Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor kompon, gulungan
medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan kumparan motor
DC (A) seperti yang ditunjukkan dalam gambar dibawah. Sehingga, motor kompon memiliki
torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase
penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin tinggi
pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Contoh, penggabungan 40-
50% menjadikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan derek, sedangkan motor
kompon yang standar (12%) tidak cocok (myElectrical, 2005).